Aksara Jawa


Setiap aksara memiliki makna filosofis dan cerita yang terkandung dalam legenda Aji Saka. Aksara Jawa tidak hanya sebagai sistem tulisan, tetapi juga mengandung nilai-nilai kehidupan dan ajaran kebijaksanaan yang mendalam.

Aksara Jawa dan Maknanya

1. ꦲ (Ha) → Kehidupan (Hana = ada)

2. ꦤ (Na) → Kekuasaan (Nata = raja)

3. ꦕ (Ca) → Kebijakan (Catur = bijaksana)

4. ꦫ (Ra) → Perasaan (Rasa = perasaan, hati)

5. ꦠ (Ka) → Kekuatan (Karsa = kehendak)

6. ꦏ (Da) → Kebesaran (Daya = kekuatan)

7. ꦢ (Ta) → Kepatuhan (Tatwa = kebenaran)

8. ꦠ (Sa) → Kesabaran (Sabar = ketahanan)

9. ꦱ (Wa) → Kedamaian (Waskita = kebijaksanaan)

10. ꦮ (La) → Kehormatan (Laku = perilaku)

11. ꦭ (Pa) → Kesucian (Pawitra = murni)

12. ꦥ (Dha) → Keseimbangan (Dharma = tugas suci)

13. ꦝ (Ja) → Kejayaan (Jaya = kemenangan)

14. ꦗ (Ya) → Kesetiaan (Yakta = setia)

15. ꦪ (Nya) → Kebersamaan (Nyata = jelas, nyata)

16. ꦚ (Ma) → Kemuliaan (Manungsa = manusia)

17. ꦩ (Ga) → Kesadaran (Gatra = bentuk, tubuh)

18. ꦒ (Ba) → Kebajikan (Budi = kebajikan)

19. ꦧ (Tha) → Kesempurnaan (Tata = tertib)

20. ꦛ (Nga) → Akhir, kehampaan (Suwung = kosong)

Huruf-huruf tersebut memiliki filsafah dalam susunan Sastra Sarimbangan yang terdiri atas empat warga (empat baris) yang masing-masing mencakupi lima sastra (lima suku kata):

• Ha Na Ca Ra Ka

Artinya ada utusan Tuhan, yaitu manusia. Manusia diciptakan untuk menjaga kelestarian hidup dan alam. 

• Da Ta Sa Wa La

Artinya manusia tidak bisa mengelak dari takdirnya. Manusia harus menerima dan menjalankan kehendak Tuhan. 

• Pa Dha Ja Ya Nya

Artinya Tuhan menciptakan sesuatu di dunia dengan pertimbangan dan berpasangan. Manusia harus mampu menyesuaikan diri dengan berbagai kondisi yang ada. 

• Ma Ga Ba Tha Nga

Artinya manusia pasti memiliki dosa, lupa, kesalahan, kesialan, dan mati. Manusia harus selalu ingat dan waspada.