Ahli Thoriqoh dan Paranormal


Pesan Penulis,

Secara pribadi, saya memandang ilmu keparanormalan adalah bagian dari ilmu yang apabila diterapkan secara benar merupakan lahan berdakwah. Bayangkan! begitu besar jumlah orang-orang bingung pada zaman edan ini. mereka berlari menuju cara-cara yang supranatural. Untuk itu menjadi paranormal haruslah diniatkan untuk menyelamatkan orang-orang bingung itu untuk kembali ke jalan Allah SWT.
      Keyakinan bertarekat yang menghasilkan kekuatan Paranormal dilandasi bahwa seseorang yang bertarekat hanya semata-mata ingin menjadi  Paranormal, justru kekuatan itu tak mungkin didapatkan. Sebaliknya jika tarekat itu dilakukan sebagai jalan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT maka secara tidak langsung akan muncul bias-bias ilahy yang menghasilkan kekuatan Paranormal. Seorang Paranormal belum tentu Tarekat, tapi seorang Tarekat sudah pasti mempunyai kekuatan Paranormal. Menjadi paranormal bukanlah tujuan. Akan tetapi jalan keduanya memiliki arti, tergantung dari tingkat spiritual manusia itu sendiri.
       Kiranya perlu dijelaskan pengertian antara syareat, tarekat, hakikat dan makrifat. Syareat adalah amal atau ibadah yang disitu manusia hanya melaksanakan apa yang diperintah.Tarekat adalah suatu cara atau jalan  mengerjakannya. Hakikat adalah mengetahui dari mana asalnya/yang tersirat. Sedangkan makrifat adalah ilmu yang mengutamakan nilai tatakrama manusia kepada Allah SWT.
      Jadi tujuan akhir dari seorang yang bertarekat adalah meraih hakikat kemudian makrifat, tanpa meninggalkan syareat menuju keridhaan Allah yang menghasilkan Anugerah-Nya yaitu diberinya manusia untuk mendengar dengan telinga-Nya.Melihat dengan mata-Nya, berfikir dengan hati-Nya dan ilmu Laduni.  
       Akhirnya saya berharap semoga blog ini mampu memberikan manfaat bagi orang-orang yang tertarik ilmu supranatural. Sekali lagi saya tegaskan, peran sebuah blog hanyalah penambah wawasan. Penulis tidak mengikhlaskan amalan-amalan yang ada di blog ini , baik berupa  amalan/doa/mantera/pengasihan/kadigjayaan, dipergunakan dijalan yang tidak di ridhoi Allah SWT..
       Jangan sembarangan/menyepelekan ilmu gaib, sebab tidak sedikit orang yang stress. Untuk itu saran penulis, mintalah petunjuk kepada pembimbing/mursyid atau orang pandai di tempat tinggal anda.
       wassalam. Semoga Allah SWT senantiasa menyertai kita. Amin.

Hb. Luthfi : Ilmu Thoriqot dan Khodam






Tanya : Assalamu'alaikum Wr Wb Apakah yang dimaksud ilmu thoriqot?
Apakah ilmu khadam bisa dikategorikan ilmu tasawuf?
Jawab : Wa'alaikumussalam Wr Wb
Ilmu thoriqot sangat luas. Thoriqot pun banyak sekali, Qodoriyah, Naksabandiyah, Khalidiyah, Satariyah, Sadziliyah, Alawiyah, dan lain-lain. Itulah thoriqot yang diakui atau dikenal dengan thoriqot mu'tabaroh. Karena itu pelajarilah dahulu sejauh mana ilmu thoriqot. Sehingga kita masuk suatu thoriqoh bukan sekedar karena iming-iming fadhilahnya. Namun, yang pertama dan paling penting, bagaimana cara mendekatkan diri kepada Allah.Yang kedua, bagaimana kita selalu dekat disisi Allah SWT dan disisi Baginda Nabi Muhammad SAW. Silahkan saja memilih, yang jelas thoriqoh punya sanad muasalnya sampai kepada Rasulullah SAW. Thoriqot itu hakikatnya bukan ilmu kesaktian, ilmu thoriqot juga bukan untuk mencari kekayaan, menjadi seorang Wali atau mendapatkan karomah atau lebih-lebih mempelajari ilmu thoriqot sekedar untuk memperoleh khadam. Guru-guru thoriqot, bila mendapatkan karomah, justru merasa malu kepada Allah SWT.
Dia mawas diri, apakah pantas menerima karomah dari Allah SWT. Semua malah menjadi ujian, fitnah dan beban karena ketermasyuran itu bukan menjadi tujuannya. Makna fitnah ini bukan dari luar, seperti memfitnah dirinya. Namun datangnya dari diri sendiri, karena akan dikhawatirkan akan timbul egoisme, keakuan, sombong serta yang sifatnya kurang terpuji.
Pada hakekatnya ilmu thoriqot adalah pengamalan dari bentuk ihsan. Mampukah kita bersujud kepada Allah SWT seolah-olah kita melihat-Nya. Namun sulit hal ini dilaksanakan bagi awam. Kalau tauhidnya tidak kuat, kata-kata "seolah-olah melihat-Nya" nanti menimbulkan efek mengada-ngada.
Inilah yang sangat dikhawatirkan para guru thoriqot kepada murid-murid yang baru belajar. Kalau tidak mampu merasa seolah-olah melihat-Nya. Maka kita merasa dilihat dan didengar oleh Yang Maha Kuasa. Ini dulu..., Mampukah kita setiap hari mengamalkan sesuatu yang seolah-olah kita merasa dilihat dan didengar oleh Allah. Bila sikap ini tumbuh disetiap hati masing-masing pengamal thoriqot, Insyaallah akan melahirkan sifat-sifat yang terpuji antara lain :
1. Tumbuh takut kepada Allah (khauf), yang tujuannya akan menambah ketakwaan kepada Allah SWT. Kita akan mawas hati, muhasabah, dan takut jika kita digolongkan sebagai orang yang merugi.
2. Akan menumbuhkan sifat raja', mengharap semata-mata kepada Allah, karena khauf tersebut.
3. Akan menumbuhkan kecintaan kepada Allah, dan kebenaran akan dipegang kuat. Dalam arti benar hatinya, benar matanya, benar telinganya, benar tutur katanya, dan benar perilakunya.
4. Akan menumbuhkan, diantaranya, al-haya' (malu) kepada Allah. Dan karena cinta kepada Allah dan Rasulullah, maka kita akan malu kepada Allah dan Rasul-Nya kalau berbuat yang bertentangan dengan perintah-Nya. Bagaimana kita tidak malu? kita sudah mendapatkan keutamaan dari Yang Maha Kuasa berupa nikmat keutamaan beriman dan ber-islam, melalui Baginda Nabi Muhammad SAW, sedang kenikmatan iman dan islam merupakan kenikmatan yang luar biasa dari Allah SWT. Maka, jika keutamaan tidak dipergunakan sebagaimana mestinya, akan tumbuh rasa malu kepada Allah dan Rasul-Nya.
5. Akan menumbuhkan sifat syukur kita kepada Allah terhadap segala nikmat yang diberikan kepada kita, seperti nikmat iman dan islam, bisa membedakan mana yang haq dan mana yang bathil, mana halal dan mana haram, akhlaq yang baik dan akhlaq yang buruk.
6. Sabar. Makna sabar akan menuntun kita agar terhindar dari bujukan hawa napsu, lebih-lebih godaan setan, yang selalu masuk kedalam hati kita. Pintu masuk setan terbuka apabila kita tidak bisa memelihara kesabaran, artinya kurang bisa menahan diri dalam memerangi hawa napsu.
7. Muhasabah, memperhitungkan mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang menguntungkan atau merugikan diri kita masing-masing. Inti ilmu thoriqot adalah bagaimana dzikir yang kita baca itu dapat membersihkan hati kita dari sifat lupa kita kepada Allah dan Rasul-Nya. Karena lupa, akan menimbulkan sifat takabur dan sebagainya.
Thoriqot disini untuk membentengi segala hal dari perbuatan buruk, secara lahiriyah dan bathiniyah, terutama masalah kemusyrikan kepada Allah SWT. Supaya kita tidak terpengaruh atau masuk kedalam golongan orang yang menyekutukan Allah. Dzikirnya Lailahaillallah Muhammad Rasulullah. Sehingga terukir hiasan itu didalam hati dan menjadi sirr (rahasia) dan cahaya yang
akan menangkis segala yang merusak iman dan islam kita.
Ilmu tasawuf adalah ilmu yang bisa digunakan manusia untuk membuat hati kita menjadi zuhud, yakni hati kita bersih dari hasrat kepada hal-hal yang duniawi. Namun bukan berarti kita kemudian tidak berurusan dengan keperluan duniawi sama sekali, menjadi orang yang eksklusif dan terus bersikap tertutup bahkan menjadi orang yang apatis terhadap dunia. Bukan itu, jangan salah paham!
Umat islam dituntut jadi muzakki (pembayar zakat), beribadah haji, dan lain-lain.
Kalau kita menjauhkan diri dari dunia, bagaimana kita mampu menjadi muzakki, melaksanakan haji dan lainnya? Marilah kita seperti ikan dilaut, meskipun asin airnya, ikannya tidak ikut asin.
Sedangkan masalah khodam tidak ada keterkaitannya dengan ilmu tasawuf. Sebab makna zuhud tidak ada keterpautan hati selain Allah dan Rasul-Nya. jadi, mana mungkin kita akan tertarik kepada khadam dan sebagainya? Tetapi kita tidak menolak adanya khodam. Karena khadam itu sendiri berasal dari malaikat, yang diciptakan oleh Allah SWT untuk menjaga isi Al-qur'an, sehingga sampai titik dan hurufnya pun tidak berubah. Walau demikian bukan berarti Al-qur'an perlu bantuan dijaga oleh malaikat, tetapi justru sebaliknya, para khadam itu mendapat kehormatan untuk menjaganya. Nah, barang siapa ahli membaca Al-qur'an, para khadam itu dengan seizin Allah akan melayani
orang tersebut. Karena ikut menjaganya dalam bacaan. Khadam itu menghormati orang yang membaca Al-qur'an. Jadi, kita berthoriqot dan menuntut ilmu tasawuf bukan untuk sekedar menundukkan khadam. Bukan! Para khadam itu mendekat kepada kita karena bacaan Al-qur'an yang kita amalkan, bukan karena perbuatan yang lain. Dalam hal ini karena kita ikut menjunjung tinggi kehormatan Al-qur'an, bukan karena sebab dari kita. Para Auliya tidak ada yang Ta'alluq (terpaut hatinya) kepada ilmu khadam. Saya menyarankan, thoriqot harus kita pegang, kita bersihkan hati kita dari hal-hal yang bersifat duniawi, tetapi kita tetap berurusan dengan dunia, sebatas kita mendapatkan bekal untuk beribadah.
Wassalam.

Sumber : Habib Luthfi bin Yahya - Alkisah
Rais 'am idarah 'aliyah jam'iyyah ahlith Thoriqoh Al Mu'tabarah
An-Nahdliyiyah

Syarat Mempelajari Ilmu Tarekat/Hakekat/Tasawuf.



Beberapa maklumat yang perlu diperhatikan dalam mempersiapkan diri apabila anda ingin mempelajari ilmu Tarekat, ilmu Hakekat, ilmu Khaq dan ilmu Tasawuf. 

1. Harus niat yang baik dan ikhlas demi mencapai ridho Allah dan hanya selalu ibadah karena Allah SWT.
2. Hendaklah mempunyai sifat yang tabah hati, berani, ikhlas, pikiran tajam dan akal yang sehat.
3. Jangan sampai buruk sangka kepada ilmu hakekat / ilmu tasawuf ini.
4. Menerima dan mengakui bahwa ilmu tasawuf, ilmu hakekat adalah salah satu cabang
keilmuan dalam ajaran Islam.
5. Tetap berpegang teguh kepada hukum syara/syariat dan tetap mengamalkannya.
6. Rajin melakukan latihan-latihan / riyadah dan menelaah ilmunya yang sudah diajarkan oleh gurunya dipahami, di mengerti dengan pengertian yang sempurna dan diamalkan dengan istiqomah dan ikhlas. 
7. Hendaklah taat senantiasa berkhidmat kepada guru, takzim dan tawadu' dengan akhlak karimah dan senantiasa meminta / mencari/ ridhonya guru.
8. Rabhitah / berkunjung kerumah kediaman gurunya, sekurang-kurangnya 1 kali setiap tahun pada hari raya, syukur kalau ikhlas bersedekah kepada gurunya meskipun hanya sedikit.
9. Jangan sampai durhaka kepada gurunya, harus percaya kepada suatu yang ghaib sehubungan / berkaitan dengan ilmunya harus yaqin terhadap kebenaran ilmunya dan ittihad dengan ilmunya serta merasa senang dan butuh sekali terhadap ilmu yang dipelajari.
10. Setidak-tidaknya mencari guru yang pernah di ijazahi oleh guru asalnya dan di izinkan mewariskan atau meneruskan ilmunya dan guru tadi benar-benar mempunyai silsilah dari satu guru ke guru yang lain, dari seorang wali Allah ke satu wali Allah lain, sampai kepada sahabat dan Rosulullah SAW.

Wassalam. Semoga Allah SWT senantiasa menyertai kita. Amin.


 

Silsilah Tarekat Qodoriyah Naksabandiyah

1. Robbul Arbab
2. Malaikat Jibril
3. Kanjeng Nabi Muhammad SAW
4. Sayidina Ali Ra
5. Sayidina Fatimah Az-Zahro Ra
6. Sayidina Husen Ra
7. Sayidina Ali Zainal Abidin Ra
8. Syekh Sayidina Muhammad Baqir Ra
9. Syekh Imam Ja'afar As-Shodiq Ra
10. Syekh Imam Musa Al-kazhim Ra
11. Syekh Musa Al-Ridho Ra
12. Syekh Abul Hasan Ali Ra
13. Syekh Mahruf Al-Kurkhi Ra
14. Syekh Abul Hasan Sarri As-Saqhoti Ra
15. Syekh Abu Qosim Junaidi Al-Bagdadi Ra
16. Syekh Abu Bakrin  As-Syibli Ra
17. Syekh Abu Fadli Abdul Wahid At-Tamimi Ra
18. Syekh Abdul Faraj Al-Tartusi Ra
19. Syekh Abul Hasan Ali  Al- Hakkari Ra
20. Syekh Abu Said Mubarok  Al-Makhzumi Ra
21. Syekh Muhidin Abdul Qodir Jaelani Al-Bagdadi Ra
22. Syekh Abdul Aziz Ra
23. Syekh Muhammad Al- Hattak Ra
24. Syekh Syamsudin Ra
25. Syekh Syarofudin Ra
26. Syekh Nurudin Ra
27. Syekh Waliyudin Ra
28. Syekh Hisyamudin Ra
29. Syekh Yahya Ra
30. Syekh Abdurrohim Ra
31. Syekh Usman Ra
32. Syekh Abdul Fatah Ra
33. Syekh Muhammad Murod Ra
34. Syekh Syamsudin Ra
35. Syekh Syekh Ahmad Khotib Sambas 
36. Syekh Abdul Karim Agung Tanara

Tawassul Al-hikmah



Silsilah, tawassul atau kirim doa untuk arwah ini sangat penting sekali dilakukan oleh anda yang sedang menjalani atau sedang mengamalkan ilmu gaib, karena dengan anda melakukan Silsilah secara tidak langsung anda mengirimkan suatu bingkisan kepada para leluhur anda Khususnya kepada siempunya ilmu gaib (sipencipta ilmu) yang sedang anda amalkan. Dan dengan begitu Insyaallah ilmu gaib yang sedang anda amalkan akan cepat masuk ataupun bertahan lama.

Secara singkat bacaan silsilah sebagai berikut :

Bismillahirahmanirrahim
1.  Illa hadratin nabiyyil Musthafa Muhammadin Rosulullah shalallahu 'alaihi wassalam wa'alaa alihi wa ashabihi, wa azwajihi, wa dzurriyyatihi ashabul kirami syaiun lillahi lahumul fatihah.
2.  Illa hadratin Jamii'i Malaikatul Muqorrobin wa Sayidina Abu Bakar, wa Umar, wa Usman, wa Ali RA, wa shahabati ajmain syaiun lillahi lahumul fatihah.
3.  Illa hadratin Jamii'i ikhwanihi minal ambiyaai' walmursaliin wasysyuhada washolihiin wa auliyai' aaripina wa ulamaalil aamiliina khusushon Sulthonil auliyaai Syekh Muhidin Syekh Abd Qodir Jaelani wal auliyaait tis ati jawaliyyi syaiun lillahi lahumul fatihah.
4.  Illa hadratin Khusushon........syaiun lillahi lahumul fatihah.
5.  Illa hadratin Jamii'i ahlil qubur minal muslimin wal muslimat wal mu'minin wal mu'minat min masyariqil ardhi wa maghaaribiha barriha wa bahriha khususon abaa'inaa wa ummatina wa jaddina wa masysayikhina syaiun lillahi lahumul fatihah.

Keterangan :
- Silsilah ini biasanya dilakukan sebelum anda mewiridkan mantera atau doa dari ilmu gaib yang sedang anda puasai.
- Pada no 4 titik-titiknya diisi nama orang yang anda tuju atau anda istimewakan. Misalnya nama si pencipta ilmu gaib yang sedang anda puasai, atau nama orang tua anda yang sudah meninggal dunia.





Fana Dalam Thariqat

Syekh Abdul Qodir Jailani RA, berkata : Apabila engkau sudah sampai kepada Allah SWT, maka dengan izin dan taufik Nya engkau akan dekat dengan Nya.
Yang dimaksud dengan 'sampai kepada Allah SWT adalah keluarnya engkau dari makhluk, hawa nafsu, ambisi dan angan-angan, serta yakin akan kekuasaan dan kehendak Nya, tanpa harus ada gerakan, baik itu dari dirimu sendiri maupun dari makhluk Nya yang lain. Akan tetapi semua itu berasal dari kebijakan, perintah, dan perbuatan Nya.
Jadi yang dimaksud dengan dekat dan bersatu dengan Tuhan itu adalah kamu mengosongkan hati kamu dari makhluk, hawa napsu, dan lain-lain selain Allah SWT, sehingga hati kamu hanya dipenuhi oleh Allah dan perbuatan Nya saja.
Kamu tidak bergerak, kecuali dengan kehendak Allah saja.
Kamu akan bergerak jika Allah menggerakkan kamu.
Inilah yang disebut FANA', yang menggambarkan sampainya seorang hamba kepada Allah SWT.  Tetapi yang harus di ingat
Sampainya seseorang kepada Allah bukanlah seperti sampainya ia kepada salah seorang makhluk Nya. Allah berfirman : Tidak ada sesuatupun yang menyerupai Dia, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat (QS 42:11). Maha Besar Allah untuk bisa diserupakan dengan makhluk Nya, atau dibandingkan dengan semua ciptakan Nya.
Jadi Sampainya seseorang kepada Allah hanya diketahui oleh orang yang bersangkutan, dengan kesadaran yang diberikan Nya kepada orang itu.
Masing-masing orang dengan pengalamannya sendiri, dan tak ada seorangpun yang memiliki pengalaman yang sama. Allah SWT memiliki rahasia tersendiri dengan masing-masing Rasul Nya, Nabi Nya, dan para Kekasih Nya. Tidak ada yang dapat mengetahui  selain Allah dan manusia yang menjadi Kekasih Nya itu.
Bisa jadi ada rahasia yang dimiliki oleh seorang murid yang tidak diketahui oleh Syekhnya, sebaliknya ada rahasia yang dimiliki oleh seorang Syekh dan tidak diketahui oleh muridnya yang telah mendekati ambang pintu MAQOM' di mana Syekhnya berada.
Maka apabila si murid sudah sampai pada MAQOM' Syekhnya, maka ia akan dipisahkan dari Syekhnya dan terputus darinya (Allah memutuskannya dari semua Makhluk), dan yang membimbingnya adalah Allah SWT.
Jadi seorang Syekh bagaikan ibu yang menyusui, yang tidak menyusui lagi setelah 2 tahun. Tidak ada lagi ketergantungan pada makhluk setelah hilangnya hawa nafsu dan ambisi.
Seorang Syekh diperlukan selama hawa napsu dan ambisi itu masih ada, untuk membantu menghancurkannya.
Adapun setelah keduanya hilang, maka Syekh tidak lagi diperlukan, karena sudah tidak ada kotoran dan kekurangan.
Apabila kamu sudah sampai pada Yang Maha Benar sesuai dengan yang telah kami jelaskan tadi, maka selamanya kamu telah aman dari segalanya selain Allah SWT.
Kamu tidak lagi melihat sesuatu selain Nya sebagai wujud yang berarti, tidak ada manfaat maupun mudarat, tak dapat memberi maupun menolak, tidak dapat memberikan rasa takut maupun harapan.
Dialah yang berhak ditakuti dan berhak memberikan ampunan.
Jadilah kamu selalu awas terhadap tindakan Nya, perhatikan selalu semua perintah Nya,
sibukkan selalu dirimu dengan taat kepada Nya, lepaskan ketergantungan pada semua makhluk Nya,
baik duniawi maupun ukhrawi.
Janganlah menggantungkan hatimu pada sesuatu dari makhluk Nya,
jadikan semua makhluk Nya itu bagaikan seorang yang diborgol kedua tangannya oleh seorang penguasa yang tinggi kedudukannya,
ditakuti, dan disegani, lalu kedua kaki orang tersebut dibelenggu dan dia diikat di sebuah pohon yang besar di tepi sungai yang besar ombaknya, gemuruh suaranya, tinggi airnya, deras arusnya. Lalu penguasa itu duduk di atas kursi, dan disampingnya disimpan beberapa ikat anak panah lengkap dengan busurnya dan berbagai senjata berat lainnya. Maka sang penguasa dengan sesukanya mengarahkan senjata tersebut kepada orang yang diikat di pohon.
Apakah yang terbaik bagi yang melihat kejadian itu, untuk tidak melihat kepada penguasa dan tidak takut kepadanya serta tidak berharap kepadanya, lalu melihat kepada orang yang dibelenggu,
takut dan berharap darinya?
Bukankah orang yang melakukan yang demikian itu, ditinjau secara rasional, dinamakan tidak berakal, mendekati gila, bahkan binatang dan bukan manusia?
Kita berlindung kepada Allah dari kebutaan setelah melihat, terputus setelah sampai, jauh setelah dekat, sesat setelah mendapat hidayah, dan kafir setelah iman.
Maka dunia bagaikan sungai yang besar arusnya seperti yang telah kita gambarkan tadi.
Setiap hari bertambah airnya, dan itulah hawa napsu bani Adam di dunia dan semua kelezatannya serta kesulitan-kesulitannya yang menimpa mereka.
Adapun panah dan berbagai senjata lainnya adalah gambaran cobaan yang mengalir sesuai ketentuan Nya. Pada umumnya semua cobaan itu dirasakan oleh anak Adam di dunia, dan tidak mendapatkan kenikmatan dan kelezatan didalamnya.
Maka bagi semua orang yang berakal, tidak ada kehidupan dan ketenangan baginya kecuali di akhirat, jika hal itu diyakininya (karena hal itu khusus bagi orang-orang mukmin).
Rosulullah SAW bersabda : Tidak ada kehidupan kecuali kehidupan akhirat, Sabdanya lagi : Tidak ada ketenangan bagi seorang mukmin tanpa bertemu dengan Tuhannya,
Sabdanya lagi : Dunia adalah penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir, Sabdanya pula : Orang bertakwa itu terkekang.

dari kitab : Adab as Suluk wa at-Tawasshul ila Manazil al-Muluk