Syekh Quro Kerawang



                                                   
                                                      Makam Syekh Quro Kerawang


                                                       Syekh Bentong Kerawang
                                             

                                                       Mesjid Quro Kerawang

Makam Betoro Katong - Ponorogo - Jatim


                                              





Pengasihan Al-Kautsar


Bismillah...

Inna a'tau inna kalkautsar fasolli min asih asih asih hatinya.....
teko welas teko asih, datang welas datang asih.
asih - asih - asih dengan aku
Saking kersaning Allah. Lailahailallah Muhammad Rosulullah
Kunfayakun 3x

Pandangan Para Wali Tentang Kemakrifatan

Fitnahan terhadap Wali

Ceritanya :
1. " Adapun  Sinuhun Bonamg yang pertama - tama berbicara tentang kehadiran jati dirinya.

2. Lalu Syekh Siti Jenar menjawab : " Menurut hemat saya, iman tokid  (tauhid) dan
makrifat ialah mengetahui kesempurnaan diri. Bila orang membatasi diri sampai
pada makrifat, tandanya dia belum sempurna, sebab dia masih menyadari ada
bermacam - macam benda". Memang kalau belum sampai ke makrifat Dzat,
maka itu belumlah sempurna.

3.Si Nuhun Bonang berucap : " Kesempurnaan orang bermakrifat, ialah pandangan hilang,
tidak ada satupun lagi yang disebut wajah, kecuali wajah Allah. Dan mantaplah
Pangeran Agung yang disembah dengan yang menyembah", Lihat surat
Thaha 20 :14 

4. Syekh Siti Jenar berucap : " Kesempurnaan itu meliputi Pangeran. Maka
manusia tidaklah mempunyai ruang gerak, atau tidak bergerak, dia menjadi mati
sajroning urip ( mati suri ).  Lihat surat An Nisa 4:66

5. Sinuhun Bonang : " Menurut hemat kami, di akhirat tidak ada lagi iman tauhid dan
makrifat ",

6. Ya benar, sahut Syekh Siti Jenar : Yang ada Aku, tiada Tuhan selain Aku'
Surat  Thaha 20:14
" Sesungguhnya  hubungan antara kawula  dan Gusti terungkap dalam memuji dan
menyembah. Hal seperti itu di akhirat tentu tidak ada lagi. Kalau orang tidak memahami
Gusti, tentu dia tidak akan mengerti, maka tidaklah dapat disebut sempurna"

7. Sunan Gunung Jati  menyahut : " Yang disebut makrifat ialah memandang Pangeran
di Urang. Sehingga diluar dia tidak ada lagi yang disembah.
Allah Maha Esa, tidak dua, dan tidak tiga" Surat Al ikhlas ayat 1

8. Sunan Kalijaga berucap : "Arahkan pandangan kepada Tuhan tanpa ragu. Tetapi
bagaimana cara memandangnya, sebab Tuhan tidak berupa"

Inti pembicaraan mereka ialah Surat Thaha 20 ayat 41 :
" Aku memilih engkau untuk diriku "

Dan Surat Qaf 50 ayat 16 : " Kalau ada yang bertanya kepada engkau tentang Aku,
katakan bahwa aku dekat , bahkan lebih dekat dari urat lehernya "

Sesungguhnya manusia bukan saja sempurna, sebagaimana dikatakan oleh para Wali itu.
Manusia juga Wali Ikram yaitu mulia dan suci. Sebab didalam jasad yang sempurna
dibangun Allah dari tanah, maka kedalamnya diutus RohKu. Surat Al Hijr 15 ayat 29 dan
Surat As Sajadah 32 ayat 9.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pembicaraan mereka merupakan Ukhuwah Bashariyah
dalam persaudaraan. Bertukar informasi / musyawarah tentang penyaksian.
Tetapi setelah diulas sana sini, maka menjadikan Syekh Siti Jenar dihukum penggal dihadapan
para Wali. Malah sebelum dihukum, terjadilah perang tanding tentang kesaktian.

Ini merupakan suatu analisa yang mengarah kepada politik pecah belah. Dengan menjelekkan
Syekh Siti Jenar, maka yang dipahami sesungguhnya adalah para Wali.
Seolah-olah para Wali tidak memahami hakekat diri. Yang sudah memiliki Rahman dan Rahim
dari Allah SWT. Sebab dengan menghukum Syekh Siti Jenar, maka orang bertarekat,
ahli tasawuf, dan dunia akan berfikir, apa para Wali itu tidak memahami keberadaan Allah
atas dirinya, sebagaimana disampaikan didalam Al Qur'an, Surat Thaha 20 : 46.
" Janganlah engkau takut, Aku ada bersamamu dimanapun engkau berada "

Cerita yang sangat menyedihkan dan tidak masuk akal ini di tulis oleh peneliti asing yang
kemudian diakui pula oleh sebagian besar diantara kita. Yang menjadi polemik adalah
Pandangan Asmaradana yang diuraikan oleh DR D Rinkes, De Heiligen van java.
Fragmen yang dikutipnya adalah tentang sidang para Wali. Masing - masing memaparkan
pandangan tentang kemakrifatan dan tauhid.
Dalam naskah lain agak mirip terdapat tulisan Tan Khoen Swie, kediri 1933.
Dari dua peneliti inilah Prof DR PJ Zoetmulder, SJ, mengupas dan menyampaikan
didalam bukunya yang sangat terkenal untuk mendiskriditkan para Wali. Dan pandangan itu
sangat mudah diterima oleh mereka yang tidak memahami terutama ayat-ayat yang telah
menjadi rujukan bagi seluruh para Wali di Nusantara kita ini.

Wallahu alam. Semoga Allah SWT slalu menyertai kita. Amin



Hb. Luthfi : Ilmu Thoriqot dan Khodam






Tanya : Assalamu'alaikum Wr Wb Apakah yang dimaksud ilmu thoriqot?
Apakah ilmu khadam bisa dikategorikan ilmu tasawuf?
Jawab : Wa'alaikumussalam Wr Wb
Ilmu thoriqot sangat luas. Thoriqot pun banyak sekali, Qodoriyah, Naksabandiyah,
Khalidiyah, Satariyah, Sadziliyah, Alawiyah, dan lain-lain. Itulah thoriqot yang diakui
atau dikenal dengan thoriqot mu'tabaroh. Karena itu pelajarilah dahulu sejauh mana
ilmu thoriqot. Sehingga kita masuk suatu thoriqoh bukan sekedar karena iming-iming
fadhilahnya.
Namun, yang pertama dan paling penting, bagaimana cara mendekatkan diri kepada
Allah. Yang kedua, bagaimana kita selalu dekat disisi Allah SWT dan disisi Baginda
Nabi Muhammad SAW. Silahkan saja memilih, yang jelas thoriqoh punya sanad
muasalnya sampai kepada Rasulullah SAW.
Thoriqot itu hakikatnya bukan ilmu kesaktian, ilmu thoriqot juga bukan untuk mencari
kekayaan, menjadi seorang Wali atau mendapatkan karomah atau lebih-lebih
mempelajari ilmu thoriqot sekedar untuk memperoleh khadam.
Guru-guru thoriqot, bila mendapatkan karomah, justru merasa malu kepada Allah SWT.
Dia mawas diri, apakah pantas menerima karomah dari Allah SWT. Semua malah
menjadi ujian, fitnah dan beban karena ketermasyuran itu bukan menjadi tujuannya.
Makna fitnah ini bukan dari luar, seperti memfitnah dirinya. Namun datangnya dari diri
sendiri, karena akan dikhawatirkan akan timbul egoisme, keakuan, sombong serta
yang sifatnya kurang terpuji.
Pada hakekatnya ilmu thoriqot adalah pengamalan dari bentuk ihsan. Mampukah kita
bersujud kepada Allah SWT seolah-olah kita melihat-Nya. Namun sulit hal ini
dilaksanakan bagi awam. Kalau tauhidnya tidak kuat, kata-kata "seolah-olah
melihat-Nya" nanti menimbulkan efek mengada-ngada.
Inilah yang sangat dikhawatirkan para guru thoriqot kepada murid-murid yang baru
belajar. Kalau tidak mampu merasa seolah-olah melihat-Nya. Maka kita merasa
dilihat dan didengar oleh Yang Maha Kuasa. Ini dulu..., Mampukah kita setiap hari
mengamalkan sesuatu yang seolah-olah kita merasa dilihat dan didengar oleh Allah.
Bila sikap ini tumbuh disetiap hati masing-masing pengamal thoriqot, Insyaallah akan
melahirkan sifat-sifat yang terpuji antara lain :
1. Tumbuh takut kepada Allah (khauf), yang tujuannya akan menambah
ketakwaan kepada Allah SWT. Kita akan mawas hati, muhasabah, dan takut jika
kita digolongkan sebagai orang yang merugi.
2. Akan menumbuhkan sifat raja', mengharap semata-mata kepada Allah, karena
khauf tersebut.
3. Akan menumbuhkan kecintaan kepada Allah, dan kebenaran akan dipegang kuat.
Dalam arti benar hatinya, benar matanya, benar telinganya, benar tutur katanya, dan
benar perilakunya.
4. Akan menumbuhkan, diantaranya, al-haya' (malu) kepada Allah. Dan karena cinta
kepada Allah dan Rasulullah, maka kita akan malu kepada Allah dan Rasul-Nya
kalau berbuat yang bertentangan dengan perintah-Nya. Bagaimana kita tidak malu?
kita sudah mendapatkan keutamaan dari Yang Maha Kuasa berupa nikmat
keutamaan beriman dan ber-islam, melalui Baginda Nabi Muhammad SAW,
sedang kenikmatan iman dan islam merupakan kenikmatan yang luar biasa dari
Allah SWT. Maka, jika keutamaan tidak dipergunakan sebagaimana mestinya,
akan tumbuh rasa malu kepada Allah dan Rasul-Nya.
5. Akan menumbuhkan sifat syukur kita kepada Allah terhadap segala nikmat yang
diberikan kepada kita, seperti nikmat iman dan islam, bisa membedakan mana
yang haq dan mana yang bathil, mana halal dan mana haram, akhlaq yang baik dan
akhlaq yang buruk.
6. Sabar. Makna sabar akan menuntun kita agar terhindar dari bujukan hawa napsu,
lebih-lebih godaan setan, yang selalu masuk kedalam hati kita. Pintu masuk setan
terbuka apabila kita tidak bisa memelihara kesabaran, artinya kurang bisa menahan
diri dalam memerangi hawa napsu.
7. Muhasabah, memperhitungkan mana yang baik dan mana yang buruk, mana
yang menguntungkan atau merugikan diri kita masing-masing. Inti ilmu thoriqot adalah
bagaimana dzikir yang kita baca itu dapat membersihkan hati kita dari sifat lupa kita
kepada Allah dan Rasul-Nya. Karena lupa, akan menimbulkan sifat takabur dan
sebagainya.
Thoriqot disini untuk membentengi segala hal dari perbuatan buruk, secara lahiriyah
dan bathiniyah, terutama masalah kemusyrikan kepada Allah SWT.
Supaya kita tidak terpengaruh atau masuk kedalam golongan orang yang
menyekutukan Allah. Dzikirnya Lailahaillallah Muhammad Rasulullah.
Sehingga terukir hiasan itu didalam hati dan menjadi sirr (rahasia) dan cahaya yang
akan menangkis segala yang merusak iman dan islam kita.
Ilmu tasawuf adalah ilmu yang bisa digunakan manusia untuk membuat hati kita
menjadi zuhud, yakni hati kita bersih dari hasrat kepada hal-hal yang duniawi.
Namun bukan berarti kita kemudian tidak berurusan dengan keperluan duniawi
sama sekali, menjadi orang yang eksklusif dan terus bersikap tertutup bahkan
menjadi orang yang apatis terhadap dunia.
Bukan itu, jangan salah paham!
Umat islam dituntut jadi muzakki (pembayar zakat), beribadah haji, dan lain-lain.
Kalau kita menjauhkan diri dari dunia, bagaimana kita mampu menjadi muzakki,
melaksanakan haji dan lainnya? Marilah kita seperti ikan dilaut, meskipun asin
airnya, ikannya tidak ikut asin.
Sedangkan masalah khodam tidak ada keterkaitannya dengan ilmu tasawuf.
Sebab makna zuhud tidak ada keterpautan hati selain Allah dan Rasul-Nya.
jadi, mana mungkin kita akan tertarik kepada khadam dan sebagainya?
Tetapi kita tidak menolak adanya khodam. Karena khadam itu sendiri berasal
dari malaikat, yang diciptakan oleh Allah SWT untuk menjaga isi Al-qur'an,
sehingga sampai titik dan hurufnya pun tidak berubah. Walau demikian bukan
berarti Al-qur'an perlu bantuan dijaga oleh malaikat, tetapi justru sebaliknya,
para khadam itu mendapat kehormatan untuk menjaganya. Nah, barang siapa
ahli membaca Al-qur'an, para khadam itu dengan seizin Allah akan melayani
orang tersebut. Karena ikut menjaganya dalam bacaan. Khadam itu
menghormati orang yang membaca Al-qur'an. Jadi, kita berthoriqot dan
menuntut ilmu tasawuf bukan untuk sekedar menundukkan khadam. Bukan!
Para khadam itu mendekat kepada kita karena bacaan Al-qur'an yang kita
amalkan, bukan karena perbuatan yang lain. Dalam hal ini karena kita ikut
menjunjung tinggi kehormatan Al-qur'an, bukan karena sebab dari kita.
Para Auliya tidak ada yang Ta'alluq (terpaut hatinya) kepada ilmu khadam.
Saya menyarankan, thoriqot harus kita pegang, kita bersihkan hati kita dari
hal-hal yang bersifat duniawi, tetapi kita tetap berurusan dengan dunia,
sebatas kita mendapatkan bekal untuk beribadah.
Wassalam.

Sumber : Habib Luthfi bin Yahya - Alkisah
Rais 'am idarah 'aliyah jam'iyyah ahlith Thoriqoh Al Mu'tabarah
An-Nahdliyiyah

Amalan Untuk Menjual Tanah


Bismilahirrohmanirrohim

Tatacaranya sebagai Berikut :

Sholat hajat malam senin :
Rakaat pertama - Fatihah - Al kafirun 3x
Rakaat kedua - Fatihah - Al Ikhlas 3x

Selanjutnya membaca :

Ya Ardhu Robbi Ya Robbukillah 313x

Tiup tanah yang akan di jual, kemudian ucapkan ke tanah tersebut :

" Wahai tanah, engkau harus Ridho untuk aku perjual belikan dan
semoga engkau membawa hawa rejeki  untukku atas ijin Allah SWT "

Kemudian membaca :

1. 2 kalimat sahadat
2. Bismilahirrohmanirrohim 786x / 1000x
3. Sholawat Nariyah / Kamilah 100x
4. Ayat kursy 17 / 170 / 313
5. Alam Nasroh 15 / 150

Taburkan tanah yang sudah diwiridkan / tiup tersebut

Selama 3 hari amalkan bacaan Alam nasroh 100x untuk mempercepat penjualan




Syekh Abdul Karim Agung Tanara - Banten


Perjalanan Wisata Ziarah kali ini Menuju Makam Yang diyakini Ayahanda dari
Syekh Abdul Karim Tanara, Penyebar Tarekat Qodoriyah Naksabandiyah.






Tidak banyak sejarah yang menceritakan dan tempat kelahiran Syekh Agung Abd Karim
Tanara - Banten,
Mungkin sengaja dikaburkan semenjak perlawanan terhadap Belanda sehingga sampai
sekarang, tidak banyak yang diungkap tentang sejarahnya.
Makam kedua orang tua Guru Tarekat ini sebetulnya sudah penulis temukan semenjak
tahun 2002, tetapi hanya berbentuk prasasti yang ditancapkan di tanah dan letaknya dulu
di area persawahan, tidak seperti sekarang yang sudah di bangun untuk para peziarah.
        Dua makam tersebut bernama Syekh Bukhori dan Syekh Muafa, Mereka di yakini
orang tua dari Syekh Abd Karim.
Makam tersebut berada di belakang Mesjid Agung Tanara dan Makam Syekh Sunya Raras,
anak dari Syekh Maulana Hasanudin Banten.
Para sepuh menyebut Tanahara bukan Tanara.



        Ada juga di lingkungan Mesjid Agung Tanara, Petilasannya Syekh Nawawi
yang menjadi Ulama Besar di Mekah dan Pengarang Kitab.

                                           Gbr. Masjid Agung Tanara - Banten