Pengasihan Al-Kautsar


Bismillah...

Inna a'tau inna kalkautsar fasolli min asih asih asih hatinya.....
teko welas teko asih, datang welas datang asih.
asih - asih - asih dengan aku
Saking kersaning Allah. Lailahailallah Muhammad Rosulullah
Kunfayakun 3x

Syarat Menulis Azimat

Syarat-syarat menulis Azimat / Rajah

1. Hendaklah berwudhu, pakaian, dan tempat harus bersih.
2. Pada waktu menulis, tidak boleh berbicara dengan siapapun.
3. Lidah harus dirapatkan di langit-langit mulut
4. Menarik napas agak keras dari arah kanan, dan mengeluarkan napas dari arah kiri
5. Menulis menghadap utara.

Setelah semua syarat di atas dipenuhi, maka memulai menulis Rajahnya dengan mengucapkan :

Bismillahirrohmanirrohim
qul uuhiya ilayya annahus-tama'a nafarum minal jinni, wa bihaqqi kaf ha'ya'ain shod,
wa bihaqqi ha'mim'ain sin qoof.
kemudian tulis azimat/Rajah/Tangkal itu sampai selesai. Setelah selesai ditulis, maka
bungkuslah dengan rapih agar tidak mudah rusak ( Hijau+kain).

Bersamaan dengan membungkus, bacalah :
1. Surat al fatihah 1x
2. Innaa fatahnaa laka fat-ham mubiinaa 3x
3. Allahumma sholli 'alaa sayyidinaa muhammad 3x
4. Nashrum minallaahi wa fat-hun qoriib, wa basysyiril mu'miniin 3x
5. Istigfar 3x
6. Wa bi robbil qolbi  17x
7. Lailahaillallah 21x
8. Lailahaillallah Muhammad Rasulullah 13x
9. Innahu taqorruban ilallaahil 'aliyyil 'azhim
10. Jahitlah kain pembungkus azimat tersebut sambil membaca ayat kursi.

Wassalam 

Pandangan Para Wali Tentang Kemakrifatan

Fitnahan terhadap Wali

Ceritanya :
1. " Adapun  Sinuhun Bonamg yang pertama - tama berbicara tentang kehadiran jati dirinya.

2. Lalu Syekh Siti Jenar menjawab : " Menurut hemat saya, iman tokid  (tauhid) dan
makrifat ialah mengetahui kesempurnaan diri. Bila orang membatasi diri sampai
pada makrifat, tandanya dia belum sempurna, sebab dia masih menyadari ada
bermacam - macam benda". Memang kalau belum sampai ke makrifat Dzat,
maka itu belumlah sempurna.

3.Si Nuhun Bonang berucap : " Kesempurnaan orang bermakrifat, ialah pandangan hilang,
tidak ada satupun lagi yang disebut wajah, kecuali wajah Allah. Dan mantaplah
Pangeran Agung yang disembah dengan yang menyembah", Lihat surat
Thaha 20 :14 

4. Syekh Siti Jenar berucap : " Kesempurnaan itu meliputi Pangeran. Maka
manusia tidaklah mempunyai ruang gerak, atau tidak bergerak, dia menjadi mati
sajroning urip ( mati suri ).  Lihat surat An Nisa 4:66

5. Sinuhun Bonang : " Menurut hemat kami, di akhirat tidak ada lagi iman tauhid dan
makrifat ",

6. Ya benar, sahut Syekh Siti Jenar : Yang ada Aku, tiada Tuhan selain Aku'
Surat  Thaha 20:14
" Sesungguhnya  hubungan antara kawula  dan Gusti terungkap dalam memuji dan
menyembah. Hal seperti itu di akhirat tentu tidak ada lagi. Kalau orang tidak memahami
Gusti, tentu dia tidak akan mengerti, maka tidaklah dapat disebut sempurna"

7. Sunan Gunung Jati  menyahut : " Yang disebut makrifat ialah memandang Pangeran
di Urang. Sehingga diluar dia tidak ada lagi yang disembah.
Allah Maha Esa, tidak dua, dan tidak tiga" Surat Al ikhlas ayat 1

8. Sunan Kalijaga berucap : "Arahkan pandangan kepada Tuhan tanpa ragu. Tetapi
bagaimana cara memandangnya, sebab Tuhan tidak berupa"

Inti pembicaraan mereka ialah Surat Thaha 20 ayat 41 :
" Aku memilih engkau untuk diriku "

Dan Surat Qaf 50 ayat 16 : " Kalau ada yang bertanya kepada engkau tentang Aku,
katakan bahwa aku dekat , bahkan lebih dekat dari urat lehernya "

Sesungguhnya manusia bukan saja sempurna, sebagaimana dikatakan oleh para Wali itu.
Manusia juga Wali Ikram yaitu mulia dan suci. Sebab didalam jasad yang sempurna
dibangun Allah dari tanah, maka kedalamnya diutus RohKu. Surat Al Hijr 15 ayat 29 dan
Surat As Sajadah 32 ayat 9.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pembicaraan mereka merupakan Ukhuwah Bashariyah
dalam persaudaraan. Bertukar informasi / musyawarah tentang penyaksian.
Tetapi setelah diulas sana sini, maka menjadikan Syekh Siti Jenar dihukum penggal dihadapan
para Wali. Malah sebelum dihukum, terjadilah perang tanding tentang kesaktian.

Ini merupakan suatu analisa yang mengarah kepada politik pecah belah. Dengan menjelekkan
Syekh Siti Jenar, maka yang dipahami sesungguhnya adalah para Wali.
Seolah-olah para Wali tidak memahami hakekat diri. Yang sudah memiliki Rahman dan Rahim
dari Allah SWT. Sebab dengan menghukum Syekh Siti Jenar, maka orang bertarekat,
ahli tasawuf, dan dunia akan berfikir, apa para Wali itu tidak memahami keberadaan Allah
atas dirinya, sebagaimana disampaikan didalam Al Qur'an, Surat Thaha 20 : 46.
" Janganlah engkau takut, Aku ada bersamamu dimanapun engkau berada "

Cerita yang sangat menyedihkan dan tidak masuk akal ini di tulis oleh peneliti asing yang
kemudian diakui pula oleh sebagian besar diantara kita. Yang menjadi polemik adalah
Pandangan Asmaradana yang diuraikan oleh DR D Rinkes, De Heiligen van java.
Fragmen yang dikutipnya adalah tentang sidang para Wali. Masing - masing memaparkan
pandangan tentang kemakrifatan dan tauhid.
Dalam naskah lain agak mirip terdapat tulisan Tan Khoen Swie, kediri 1933.
Dari dua peneliti inilah Prof DR PJ Zoetmulder, SJ, mengupas dan menyampaikan
didalam bukunya yang sangat terkenal untuk mendiskriditkan para Wali. Dan pandangan itu
sangat mudah diterima oleh mereka yang tidak memahami terutama ayat-ayat yang telah
menjadi rujukan bagi seluruh para Wali di Nusantara kita ini.

Wallahu alam. Semoga Allah SWT slalu menyertai kita. Amin



Aji sahadat Cirebon berbagai versi

Bismillah...

Ashadu sahadat gunung jati
Netepaken sejati ning menusa
Bag-bagan iman sejati
Wali-wali Allah, wali Rosul, badan jaya sempurna
Jangkar sahadat buah ning iman
Maning rasa buah menusa alam ning sesa
Titis tulis sang sunan gunung jati
Netepaken raga sukma jatine menusa
Menusa anu sejati, sejatine menusa
Asyahadualailahailallah
Wa asyahadu ana muhammad rosulullah


Bismillah...
Assalamu'alaikum wr wb
Wa'alaikumsalam wr wb

Ashadu sahadat astana
Ana sahadat saking cirebon
Ana bulan tanggal pisan
Ingsun-ingsun, sira-sira aja kasamaran
Ya ingsun pangeran kuwu saking cirebon
Lailahailallah Muhammad Rosulullah


Bismillah...

Ashadu sahadat cirebon
Nur agung sukmaning Allah
Sahadat sejati Syekh Maulana
Melati mekar sepasang
Pus wetan pus kulon dadai rahayu
Adoh katon parek ora katingalan
Bis nurjati lungguhing puser
Kang Muhammad dadi lungguhing embun-embunan
Tegese ilmu Cirebon
Ilmu Rosul Ki Kuwu Cirebon Girang
Cirebon lor sangkane urip
Lailahailallah
Muhammad Rosulullah

Aji Sahadat Cirebon ini adalah pembuka gaib berguna untuk pageran badan, dan pasangannya adalah Aji Kulhu Balik, sehingga dengan mengamalkan aji ini Insyaallah, terhindar dari bahaya yang mengancam, menolak serangan ilmu hitam yang ditujukan kepada diri kita.

Inilah Mantera Kulhu Balik :

Bismillah...

Kulhu Balik, kulhu sungsang rajah imanku
Payungku Allah dadaku malaikat Jibril
Tekenku Nabi Sulaiman
Bolak balikluput kang diseja
Ana niat ora sida
Ana sida orang niat
Ana teka ora dadi
Hu Allah Hu Robbil 'alamin
Balika kang seja ala maring ingsun
Ya ingsun anak putune Pangeran Cakrabuana
Lailahailallah Muhammad Rosulullah