Dzikir Tarekat dalam 7 Latifah di Naksabandiyah



Suatu zikir hanyalah untuk menyelamatkan hati dari nafsu keduniawian dan nafsu keinginan, nafsu itu menarik kejelekan, maka tidak ada yang selamat dari nafsu, kecuali bergantung pasrah kepada Allah SWT.
Aktifitas wirid/zikir yang terus menerus akan menjadi warid yaitu timbul cahaya ke-ilahy-an yang masuk kedalam hati yang akan membedakan hak dan batil.
Oleh karena itu jelaslah bahwa ilmu tarekat sangatlah penting karena pengaruh zikrullah terhadap pribadi mukmin makin kuat, sehingga membawa pengaruh positif dalam hidup dan kehidupan pribadi yang luhur.

Pelaksanaan zikir Naksabandiyah sebagai berikut  :

1. LATIFAH QOLBU
Latifah yang berarti duduknya di Latifatul qolby, adanya dibawah susu sebelah kiri jarang dua jari condongnya kedalam.Dalam pengisian zikir........arahnya kedalam dan harus diisi dengan zikir sebanyak-banyaknya, maka tetaplah di Latifatul qolby.
Wilayahnya nabi Adam, tempatnya nafsu Lawwamah, bersifat > suka mencela, menuruti hawa nafsu, bohong, menganiaya, bangga diri, menggunjing, pamer, bangga diri,
Warnanya : kuning

2. LATIFAH RUH
Latifah yang berarti duduknya di Latifatul Ruh, adanya dibawah susu sebelah kanan jarang dua jari condongnya keluar kedalam. Dalam pengisian zikir.....arahnya keluar kedalam dan harus diisi dengan zikir sebanyak-banyaknya di Latifatul Ruh. Dari Latifatul qolby ke Latifatul Ruh ada perjalanan zikir sebanyak 1000 kali dan setelah mengerjakan zikir perjalanan tetaplah di Latifatul Ruh.
Wilayahnya nabi Ibrahim dan nabi Nuh. Tempatnya nafsu Mulhimah, bersifat > lapang dada, dermawan, merendah, sabar, taubat, qonaah, tahan menghadapi kesusahan.
Warnanya : merah

3. LATIFAH SIR/SIRRI
Latifah yang berarti duduknya di Latifatul Sir, adanya di atas susu sebelah kiri jarang dua jari condongnya keluar. Dalam pengisian zikir ....arahnya keluar dan harus diisi dengan zikir sebanyak-banyaknya di Latifatul Sir. Dari Latifatul Ruh ke Latifatul Sir ada perjalanan zikir 1000 kali. Bilamana dalam pengisian Latifah Qolby 5000 kali, maka Ruh harus juga diisi 5000 kali. Setelah mengerjakan perjalanan zikir dari Ruh ke Sir maka tetaplah berada di Latifatul Sir.
 Wilayahnya nabi Musa, tempatnya nafsu Mutmainah, bersifat > senang ibadah, bersyukur, ridho, tawakal, sayang dengan sesama makhluk, takut melanggar larangan Allah/Waro.
Warnanya : Putih

4. LATIFAH KHOFI
Latifah yang berarti duduknya di Latifatul Khofi, adanya di atas susu sebelah kanan jarang dua jari condongnya kedalam. Dalam pengisian zikir ....arahnya kedalam dan harus diisi dengan zikir sebanyak-banyaknya di Latifatul Khofi. Dari Latifatul Sir ke Latifatul Khofi  ada perjalanan zikir sebanyak 1000 kali. Bilamana dalam pengisian Latifah qolby 5000 kali dan Sir juga harus 5000 kali. Setelah mengerjakan perjalanan zikir dari Sir ke Khofi maka tetaplah di Latifatul Khofi. 
Wilayahnya nabi Isa, tempatnya nafsu Mardiyah, bersifat > baik budi, welas asih, menjalankan kebaikan, tahu diri, sayang sesama makhluk.
Warnanya : Hitam

5. LATIFAH AHFA/AKFA
Latifah yang berarti duduknya di Latifatul Akfa, adanya di tengah-tengah dada condongnya keatas kedepan. Dalam pengisian zikir .....arahnya keatas kedepan dan harus diisi dengan zikir sebanyak-banyaknya di Latifatul Akfa. Dari Latifatul Khofi ke Latifatul Akfa ada perjalanan zikir sebanyak 1000 kali. Bilamana dalam pengisian Latifatul Qolby, Ruh, Sir dan Khofi harus sama diisi 5000 kali. Setelah mengerjakan perjalanan zikir dari Khofi ke akfa maka tetaplah di Latifatul Akfa. 
Wilayahnya nabi Muhammad SAW, tempatnya nafsu Kamilah, bersifat > ilmu yakin, ainul yakin, haqqul yakin.
Warnanya : Hijau

6.LATIFAH NAPSI
Latifah yang berarti duduknya di Latifatul Napsi, adanya di tengah diantara dua alis condongnya kebawah kebelakang. Dalam pengisian zikir.... arahnya kebawah kebelakang dan harus diisi dengan zikir sebanyak-banyaknya di Latifatul Napsi. Dari Latifatul Akfa ke Latifatul Napsi ada perjalanan zikir sebanyak 1000 kali. Bilamana dalam pengisian Latifatul qolby, Ruh, Sir, Khofi sama, maka di Latifatul Akfa juga harus sama ( misalnya 5000 kali ). Setelah mengerjakan perjalanan zikir dari Latifatul Akfa ke Latifatul Napsi maka tetaplah duduk di Latifatul Napsi.
Tempatnya nafsu Amarah, bersifat > serakah, takabur, khianat, pelit, syahwat.
Warnanya : merah, kuning, hijau, biru. ( dominan merah )

7. LATIFAH QOLAB/QOLAM
Latifah yang berarti duduknya di Latifatul qolam adanya di tengah embun-embunan condong kedalam (seluruh badan). Dalam pengisian zikir .....arahnya kedalam ditengah-tengah dada. Dari Latifatul Napsi ke Latifatul Qolam, ada perjalanan zikir sebanyak 1000 kali. Bilamana dalam pengisian Latifatul Qolby, Ruh, Sir, Khofi, Akfa sama, maka di Latifatul Napsi juga harus sama 5000 kali. Setelah mengerjakan perjalanan zikir dari Latifatul Napsi ke Latifatul Qolam maka Latifatul Qolam harus diisi sebanyak 5000 kali. Kemudian dinaikan ke Hadiyat>Kulhu Allah hu ahad.... Ma'iyat>Wahuwa ma'akum aena ma kuntum.....Akrobiyah>Wahuwa Akrobu minha, minha fi warid.
Setelah mengisi zikir di Latifatul Qolam maka kembali ke Latifatul Qolby dengan perjalanan zikir sebanyak 1000 kali, maka tetaplah zikir untuk seterusnya di Latifatul Qolby yang berarti langsung tenggelam/fana, isilah zikir sebanyak-banyaknya sebagai tanggung jawab diri sendiri.
Tempatnya nafsu Kamilah, bersifat> Tajjali, laduni, irsad, ikmal, baqobillah.
Warnanya : merah, kuning, hijau, biru ( pelangi )
Zikir latifatul jasad / Qolam caranya sebagai berikut, masukan zikir Hu Allah lewat napas, tarik ke lubang hidung sebelah kiri dimasukan ke pangkal jantung diisi zikir Allah 5000 kali. Dari jantung disebarkan lewat urat ashabat ke semua denyut nadi, artinya jantung dan nadi menjadi satu disebarkan ke seluruh tubuh/Latifatul jasad dan mengisi rongga-rongga tubuh dengan zikir sehingga seluruh tubuh berzikir

Untuk menyebarkan zikir keluar masuknya napas di jantung, harus belajar cara memberhentikan dan melancarkan jantung, adalah sebagai berikut :
1.Untuk memberhentikan jantung adalah buang napasnya yang panjang....... tarik napasnya sedikit.
2.Untuk melancarkan jantung adalah buang napasnya sedikit......tarik napasnya yang panjang. 
 
Sebagai catatan >Jantung ada dua bagian :
1.Pangkal Jantung ada 101 urat ashabat adalah rupa kerajaan ilahy.  2.Ujung Jantung, kerajaan iblis/darah kotor yang harus dibersihkan/dihancurkan.

wassalam, Semoga Allah SWT selalu menyertai kita. Amin.  

Rahasia Ilmu Laduni dan doa Kimiyya



Disebut ilmu Laduni, karena diperoleh langsung dari Allah SWT tanpa mempelajari
secara khusus, hanya karena dekatnya kepada Allah dan karena kesalehannya.
Ilmu Laduni bukanlah khayalan, sebab Alqur'an telah mengisahkan tentang seorang
hamba yang shaleh, yang hidup di zaman Nabi Musa AS.
Dia memiliki ilmu Laduni sehingga Allah menyuruh Nabi Musa AS untuk berguru
kepadanya, beliau itu bernama Nabi KhidirAS. Pemilik ilmu Laduni bukan dari
dari golongan tertentu, atau keturunan Wali Allah. Pendapat itu adalah keliru.
Sebab Allah Maha Adil, sehingga memberikannya kepada siapa saja yang
dikehendaki-Nya, dan intinya orang yang memiliki ilmu Laduni utamanya adalah
takut kepada Allah dan umumnya  berkaitan dengan kalangan ulama Sufi,
mereka bersifat rendah hati, dan tak pernah menonjolkan kekuatan batinnya,
baik yang berhubungan dengan orang lain atau  bahkan berhubungan dengan alam.
Orang yang punya ilmu Laduni mengerti sebagian hal yang gaib, mengerti sifat-sifat
manusia, mengerti dusta tidaknya seseorang, dan lain-lain.
Untuk itu penulis menyampaikan ilmu Kimiyya. Karena ilmu kimiyya itu adalah
bagian dari pada ilmu Laduni yaitu ilmu yang tersamarkan/bersifat rahasia.
Jadi jelasnya ilmu Kimiyya adalah bagian daripada keistimewaan yang dilimpahkan
oleh Allah kepada hamba-hambanya yang beriman.     

Syaratnya adalah berpuasa dan membukanya tidak boleh makan yang bernyawa
selama 40 hari, kemudian setiap malam harinya bacalah, surat As-Syams, surat Al-Layl,
surat Ad-dhuha, surat Al-Insyirah, masing-masing dibaca 7x

Lalu dilanjutkan dengan membaca doa ini  :

Allahumma inni as'aluka bi qudratika alaa kulli syai'in wa taskhiiruka likulli syai'in,  
ya ahad  ya shomad ya witr ya hayyun ya qoyyum an-tusholiiya wa-tushaliima 
sayidina muhammad SAW.
wa an-tusakhkhiroliy al  ilmaal ladzi satartahuu alaa katsiirin min holqiqa 
wa akromta bihii qatsiron min ibadika. ya kaffi ya ghoni ya mugni ya fatahu 
ya hadi wa aghninii bihii an man siwaa fa innaka malikul mulki wabiyadikal 
maqolidusamawati wal ardi innaka ala kulli syai'in qodir. (dibaca 41x)