Syarat Belajar Ilmu Ghaib




1. Pilihlah aji, ilmu atau doa yg sesuai dengan keinginan anda dan laku atau puasanya kuat anda jalani.

2. Janganlah anda memuasai suatu aji, ilmu atau doa tanpa bimbingan seorang guru dan petunjuk yg jelas, sebab bisa sia-sia puasanya dan dikhawatirkan stress atau lebih fatal lagi bisa hilang ingatan.

3. Sekiranya anda sudah mendapatkan aji, ilmu atau doa yg cocok dengan keinginan anda, mintalah disahkan oleh guru ada atau orang yg telah megerti tentang aji, ilmu atau doa tersebut dengan cara diselamati terlebih dahulu dengan maksud agar barokah dan cepat masuk.

4. Pilihlah hari yg sesuai dengan aji, ilmu atau doa yg akan anda puasai, seperti contohnya untuk aji senggoro macan cocoknya dimulai puasa pada hari jumat pahing. Kalau anda tidak tahu, maka puasanya dimulai pada hari kelahiran anda. kalau tidak tahu juga, mulailah puasa pada hari rabu. Konon hari rabu itu hitungannya tanah sehingga kalau anda puasa, Isyaallah ada kuat puasanya.

5. Bagi anda yg masih bujangan alangkah baiknya sebelum anda puasa mintalah izin terlebih dahulu pada kedua orag tua anda. Ingat Hadist Nabi Muhammad SAW " Ridho Allah tergantug ridho kedua orang tuanya, dan kemarahan Allah tergantung kemarahan kedua orang tuanya "

6. Kalau anda akan memuasai suatu aji, ilmu atau doa, entah itu yg puasanya 3 hari, 7 hari, dst,... itu niat puasanya jangan seperti ini " Saya berniat memuasai.......3 hari " ( titik-titiknya tersebut diisi nama ajian, ilmu atau doa yg hendak anda puasai ). Niat puasa seperti diatas salah, sebab kalau anda puasanya tidak sampai hari atau batal sebelum sampai 3 hari, maka puasa anda sia-sia alias tidak berhasil. Jadi yg baik niat puasanya seperti ini " Saya berniat memuasai........sekuat saya ". Jadi andaikan puasa anda tidak sampai pada batas waktu yg telah ditentukan, puasa anda tetap sah dan mendapat barokah, apalagi kalau sebelum puasa, anda selamatan terlebih dahulu (lihat no 3). Dan Isyaallah tetap masuk walaupun tidak sempurna. Dengan syarat niat puasanya seperti yg telah dijelaskan tersebut diatas.

Semoga bermanfaat.

Cara Menguasai Ilmu, Ajian Atau Doa


1. Kalau anda seorang petani, alangkah baiknya anda jangan memiliki aji-aji yang sifatnya panas untuk usaha pertanian, contohnya aji Brajamusti, aji Brajalamatan, aji Bandung Bondowoso dan aji-aji sejenisnya yang sifatnya untuk menyerang, membinasakan atau menghancurkan lawan, karena aji-aji tersebut mengandung unsur api dan loga. Makanya panas untuk usaha pertanian ataupun untuk usaha jenis lainnya.

2. Kalau anda mau memuasai suatu aji, ilmu atau doa, pilihlah yang sifatnya tidak panas seperti aji-aji yang telah penulis serangkan tersebut diatas. Dan pilihlah yang persyaratannya atau puasanya ringan atau mampu anda menjalaninya. Sebab jangan sampai ditengah jalan anda tidak kuat dan pada akhirnya puasanya anda jadi sia-sia belaka.

3. Biasanya ada aji, ilmu atau doa yang memiliki atau mempunyai larangan tertentu seperti, aji Lembu Sekilan yang melarang menirukan suara sapi dan juga makan dagingnya bagi si pemilik aji tersebut. itu anda harus mematuhi larangan tersebut agar aji tersebut diatas tetap berada di tubuh anda.

4. Bagi anda yang memiliki Tenaga Dalam, akan lebih mudahnya suatu aji, ilmu atau doa masuk ke dalam tubuh anda. Ibaratnya suatu negara yang memiliki banyak bahan industri. akan lebih mudahnya menarik investor (penanam modal dari negara luar) untuk menanamkan modalnya di negara tersebut.

5. Kalau anda habis menjalani puasa yang meninggalkan makan nasi atau pun yang meninggalkan lauk pauk, seperti; puasa Mutih, puasa Ngelowong, puasa Patigeni dan lain sebagainya. kalau buka puasanya itu jangan makan makanan yang keras-keras, asam-asam dan pedas-pedas labih dahulu karena merusak pencernaan anda yang habis menjalani puasa. Anda makanlah makanan yang lembek-lembek dahulu dan yang mengandung banyak gizi seperti contohnya: Bubur ayam dan bubur kacang ijo. Hindarilah juga minuman yang sifatnya panas seperti air tapai dan air jahe. Kalau bisa anda minum minuman yang banyak mengandung gizi seperti contohnya: air susu dan madu.

6. Kalau anda memiliki suatu aji. ilmu atau doa yang sudah masuk di tubuh anda. misalnya: Aji Semar Mesem, Insya Allah aji, ilmu atau doa yang puasanya lebih ringan dari aji tersebut diatas akan ikutan ampuh. Makanya kalau anda memuasai suatu aji, ilmu atau doa itu pusatkan atau curahkan satu saja dahulu, baru ganti yang lainnya. Jangan sampai aji A misalnya belum selesai puasanya, anda ganti memuasai aji B. Jadi aji tadi masuknya setengah-setengah atau tidak sempurna atau bahkan bisa jadi tidak masuk sama sekali.



Jenis Puasa Supranatural


MACAM-MACAM JENIS PUASA

1. PUASA SUNNAH
Yaitu : Puasa biasa seperti kalau kita puasa di bulan suci Ramadhan, kalau mau berbuka puasa dan juga kalau mau sahur boleh makan ataupun minum apa saja.

2. PUASA NGASREP
Yaitu : Puasa yang pada waktu bukanya boleh makan nasi putih saja yang sebelumnya disiram dengan air panas atau air hangat dan minumannyapun air putih saja

3. PUASA MUTIH
Yaitu : Puasa yang pada waktu bukanya hanya boleh makan nasi putih saja dan minumannyapun air putih saja

4. PUASA NGETAN
Yaitu : Puasa yang pada waktu bukanya hanya boleh makan nasi ketan saja dan minumannya air putih saja

5. PUASA NGANGKUNG
Yaitu : Puasa yang pada waktu bukanya hanya boleh makan rebusan daun kangkung saja dan minumannya air putih saja

6. PUASA BODIN
Yaitu : Puasa yang pada waktu bukanya hanya boleh makan rebusan ubi kayu saja dan minumannya air putih saja

7. PUASA PATIGENI
Yaitu : Puasa yang tidak makan, tidak minum, tidak tidur selama sehari semalam (24jam) dan
tidak boleh ketemu cahaya

8. PUASA UNDUR-UNDUR
Yaitu : Puasa yang pada waktu bukanya mengurangi makannya atau suapannya, yang dimakan
cuma nasi putih saja dan minumannya air putih saja
Contohnya, Puasa pada hari pertama bukanya 7 suapan
                  Puasa pada hari kedua bukanya 6 suapan
                  Puasa pada hari ketiga bukanya 5 suapan, dan seterusnya sampai hari ketujuh

9. PUASA MELEK
Yaitu : Puasa tidak tidur selama sehari semalam (selama 24 jam) dan selama tidak tidur itu
diperbolehkan makan ataupun minum apa saja

10. PUASA NGELOWONG
Yaitu : Puasa tidak makan, tidak minum dan boleh tidur tapi secukupnya saja selama
sehari semalam (24 jam), Dan diperbolehkan bepergian selama menjalani puasa Ngelowong ini.

11. PUASA NGIDANG
Yaitu : Puasa yang pada waktu bukanya hanya boleh makan daun-daunan saja dan minumannya air mentah,Baik kalau makan ataupun kalau minumnya tidak boleh memakai tangan, tetapi memakai mulut saja. Makan daunnya langsung dari pohonnya, minumnya langsung dari sumbernya seperti air sumur, air terjun dan sebagainya. Tidurnya tidak boleh didalam kamar tapi tidurnya di serambi mesjid, serambi rumah dan alangkah baiknya tidur di alam terbuka

Tawasul Al Hikmah



Silsilah, tawassul atau kirim doa untuk arwah ini sangat penting sekali dilakukan oleh anda yang sedang menjalani atau sedang mengamalkan ilmu gaib, karena dengan anda melakukan Silsilah secara tidak langsung anda mengirimkan suatu bingkisan kepada para leluhur anda Khususnya kepada siempunya ilmu gaib (sipencipta ilmu) yang sedang anda amalkan. Dan dengan begitu Insyaallah ilmu gaib yang sedang anda amalkan akan cepat masuk ataupun bertahan lama.

Secara singkat bacaan silsilah sebagai berikut :

Bismillahirahmanirrahim
1.  Illa hadratin nabiyyil Musthafa Muhammadin Rosulullah shalallahu 'alaihi wassalam wa'alaa alihi wa ashabihi, wa azwajihi, wa dzurriyyatihi ashabul kirami syaiun lillahi lahumul fatihah.
2.  Illa hadratin Jamii'i Malaikatul Muqorrobin wa Sayidina Abu Bakar, wa Umar, wa Usman, wa Ali RA, wa shahabati ajmain syaiun lillahi lahumul fatihah.
3.  Illa hadratin Jamii'i ikhwanihi minal ambiyaai' walmursaliin wasysyuhada washolihiin wa auliyai' aaripina wa ulamaalil aamiliina khusushon Sulthonil auliyaai Syekh Muhidin Syekh Abd Qodir Jaelani wal auliyaait tis ati jawaliyyi syaiun lillahi lahumul fatihah.
4.  Illa hadratin Khusushon........syaiun lillahi lahumul fatihah.
5.  Illa hadratin Jamii'i ahlil qubur minal muslimin wal muslimat wal mu'minin wal mu'minat min masyariqil ardhi wa maghaaribiha barriha wa bahriha khususon abaa'inaa wa ummatina wa jaddina wa masysayikhina syaiun lillahi lahumul fatihah.

Keterangan :
- Silsilah ini biasanya dilakukan sebelum anda mewiridkan mantera atau doa dari ilmu gaib yang sedang anda puasai.
- Pada no 4 titik-titiknya diisi nama orang yang anda tuju atau anda istimewakan. Misalnya nama si pencipta ilmu gaib yang sedang anda puasai, atau nama orang tua anda yang sudah meninggal dunia.







Penjelasan dan Arti Tawasul



Tawassul adalah salah satu cara yang ditempuh warga Nahdliyin dalam berdoa atau memohon kepada kepada Allah SWT. Tawassul dilakukan dengan suatu wasilah atau segala sesuatu yang dapat dijadikan sebagai sebab atau perantara untuk mendekatkan diri kepada Allah agar suatu permohonan dapat dikabulkan.
Allah SWT berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman takutlah kamu kepada Allah, dan  carilah jalan (wasilah/perantara). (QS al-Maidah: 35)
Tawassul  bisa dilakukan dengan wasilah amal dan wasilah orang-orang yang dekat dengan Allah. Wasilah dengan amal (al-Tawassul bi al-‘Amal al-Salih) di antaranya ialah dengan iman. Iman sebagai wasilah yang menjadikan menusia dekat kepada Allah SWT. Ibadah dan amal kebajikan juga dapat menjadikan wasilah yang mendekatkan diri kepada Allah SWT. Amar ma’ruf dan nahi mungkar juga termasuk wasilah yang mendekatkan diri kepada Allah SWT. Karena itu, berdo’a dengan memakai wasilah yang pertama ini direkomendasikan oleh para ulama. 
Tawassul yang kedua dilakukan dengan wasilah orang-orang yang dekat kepada Allah seperti para nabi, para rasul, sahabat-sahabat Rasulullah SAW, para sahabat, para tabi’in, para shuhada, para ulama’ dan para wali. Semua doa dan permintaan tetap ditujukan kepada Allah. Bertawassul dengan wasilah orang-orang yang dekat kepada Allah maksudnya adalah berdoa dan meminta kepada Allah SWT di sisi orang yang dicintai oleh Allah, atau menghadap orang-orang yang mendapatkan tempat terhormat di sisi Allah.
Bertawassul kepada orang-orang yang dicintai oleh Allah dapat dilakukan pada saat mereka masih hidup (al-Tawassul bi al-Ahya’) atau sudah meninggal dunia (al-Tawassul bi al-Amwat. Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa manusia yang telah meninggal dunia masih aktif berkomunikasi dengan yang masih hidup. Rasulullah SAW dan para ahli kubur lainnya dapat menjawab salam saudara-saudara mereka yang mengucap salam. Rasulullah SAW bersabda:
Siapa pun yang mengucapkan salam kepadaku, Allah akan mengembalikan ruhku untuk menjawab salam itu. (HR Abu Dawud)
Bertawassul dengan orang-orang yang dekat dengan Allah SWT dimaksudkan agar mereka ikut memohon atas apa yang diminta kepada Allah. Bertawassul dengan orang-orang yang dekat kepada Allah SWT seperti para nabi, para rasul dan para salihin, pada hakekatnya tidak 
bertawassul dengan dzat mereka, tetapi bertawassul dengan amal perbuatan mereka  yang shalih. Karenanya, bertawassul itu tidak dengan orang-orang yang ahli ma’siat, pendosa yang menjauhkan diri dari Allah, dan juga tidak bertawassul dengan pohon, batu, gunung dan lain-lain.
Tidak ada perbedaan antara bertawassul kepada orang-orang yang dicintai oleh Allah pada saat mereka masih hidup atau sudah meniggal dunia. Tujuan bertawassul adalah mengharap berkah dari orang-orang yang dicintai oleh Allah sementara semua pemberian dan kemanfaatan hanyalah kepunyaan Allah. Allahlah yang akan mengabulkan semua keinginan hamba-Nya yang berdoa.
Orang-orang yang telah meninggal akan rusak dan hancur badannya atau jasadnya saja, sedang rohnya tetap hidup dan tidak mati. Mereka berada di alam barzah. Suatu riwayat menyebutkan bahwa di alam barzah Nabi Muhammad SAW menyaksikan perilaku umatnya di dunia. Jika umatnya berbuat baik maka beliau mengucap hamdalah, jika mereka berbuat kejelekan maka nabi memintakan ampun kepada mereka.
Penjelasan hadits di atas juga didukung oleh riwayat lain yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW selalu menyampaikan salam setiap melewati kubur. Ini menunjukkan bahwa ahli kubur pun menjawab salam yang diucapkan oleh orang yang masih hidup. Rasulullah SAW menyampaikan salam:
“Keselamatan atas engkau wahai ahli kubur, mudah-mudahan Allah mengampuni kami dan mengampuni kalian, kalian pendahulu kami dan kami mengikuti jejak kalian.”Bertawassul dengan ahli kubur bertujuan agar ahli kubur bersama-sama dengan pendo’a memohon kepada Allah. Ketika berdiri di depan kuburan Rasulullah SAW mengucapkan salam.
Dalam beberapa hadits, Rasulullah juga menjawab salam orang yang menyampaikan salam kepadanya. Artinya, di dalam kubur mereka juga mendo’akan Rasulullah dan para pemberi salam atau yang bertawassul. 

Doa Mandi Supranatural Dan Puasa


Niat Puasa

Bismillahirrohmanirrohim
Niat ingsun muasane ilmu saking Allah
Neda kawulaku kawula ning Allah
Lailahailallah. Muhammad Rosulullah  3x


Niat mandi kelahiran

Bismillahirrohmanirrohim
Niat ingsun adus ing dina selasa
Iki kencana mulya
Metu saking akadiyat Muhammad
Mulya ana dunia
Mulya ana akhirat fardu karna Allah
Lailahailallah Muhammad Rosulullah  21x


Niat mandi kelahiran

Bismillahirrohmanirrohim
Niat ingsun adus ing dina selasa
Ngebersih sekabeh raga kawula
Saking Kersaning Allah
Lailahailallah Muhammad Rosulullah  21x


Niat mandi jalur sukma

Bismillahirrohmanirrohim
Niat ingsun adus jinabat banyu kudratullah
Ngedusi sedulurku papat, kelima badan
keenem nyawa, kepitu sukma
Sah badan kari sampurna
Sampurna ke badan ingsun
Lailahailallah Muhammad Rosulullah  21x


Niat mandi Karomah

Bismillahirromanirrohim
Nawaitu qusla lil taubatan nasuha min jamiil junubi
lillahi taala. Allahu akbar  1x
Fatihah  7x


Bismillahirrohmanirrohim
Nawaitu qusla lil duhulli karomati Syekh Abd Qodir Jaelani
lillahi taala. Allahu akbar 1x



Waktu Dan Zikir Alhikmah













Syarat Selama Menjalankan Tirakat

1. Janganlah anda sekali-kali meninggalkan shalat 5 waktu selama anda menjalani puasa dan juga untuk seterusnya, syukur-syukur shalatnya anda berjamaah.

2. Selama anda puasa alangkah baiknya anda jangan bepergian jauh, sebab bisa mengganggu kekhusuan puasa anda. Bahkan dikhawatirkan bisa menyebabkan puasanya anda batal. kecuali kalau dalam keadaan terpaksa atau mendesak. Terutama sekali bila anda puasa yang kalau bukanya cuma satu macam saja seperti; puasa Mutih, puasa Ngetan. puasa Bodin dan puasa-puasa yang sejenisnya. Kalau anda puasa Sunnah atau puasa biasa masih tidak menjadi masalah.

3. Hindarilah perbuatan-perbuatan yang menyebabkan batalnya pahala puasa anda. seperti: membaca buku porno, menonton film porno, membicarakan aib (kejelekan) orang lain. berciuman dengan lawan jenis dan lain sebagainya.

4. Perbanyaklah membaca istighfar (Astagfirullahal'adziim) dan shalawat nabi (Allohumma sholli 'alaa Muhammadin).

5. Jangan lupa pada waktu tengah malam (batasnya sampai jam setengah 4 pagi) sebelum anda membaca (mewiridkan) mantera atau doanya anda shalat Taubat, shalat Hajat Khusus dan Silsilah terlebih dahulu.


Syukuran Selesai Menjalani Puasa dan Tirakat

Kalau anda selesai menjalani puasa suatu aji, ilmu atau doa khususnya yang puasanya berat seperti: Puasa Mutih, puasa Ngetan, puasa patigeni dan puasa-puasa yang sejenisnya, alangkah baiknya sebelum berbuka puasa, anda lakukanlah selamatan kecil-kecilan terlebih dahulu dengan maksud agar ajian, ilmu atau doanya masuk dan supaya tidak terjadi sesuatu hal yang akar merugikan diri anda, misalnya stress atau lebih fatal lagi bisa hilang ingatan atau gila.

Cara selamatannya sebagai berikut:

1. Sediakan

- Nasi putih sebanyak 7 kepal, ditaruh di piring

- Ikan asin 1 ekor yang telah dibakar atau di goreng, ditaruh pada piring yang ada nasi putih sebanyak 7 kepal tadi.

- Kue sebanyak 7 macam, alangkah baiknya kue tradisional atau kue buatan tangam dan bukan kue buatan pabrik, ditaruh di piring.

-Bunga sebanyak 7 macam, atau kalau anda susah mencari bunga sebanyak 7 macam tadi, cukup 3 macam saja, ditaruh di piring.

- Rokok cerutu atau rokok djolali 1 batang, (kalau anda susah mencari salah satu rokok tersebut diatas, anda bisa menggantinya dengan rokok Djinggo 1 batang saja), tembakau secukupnya, daun sirih 3 helai, kapur sirih secukupnya dan gambir secukupnya ditaruh di piring - Air teh manis 1 gelas, air teh pahit 1 gelas, air kopi manis 1 gelas, air kopi pahit gelas dan air putih 1 gelas, ditaruh di nampan/baki.

- Kelapa muda 1 butir yang sudah dilubangi bagian atasnya. Perkuyan (tempat dupa) atau kalau anda susah mencari perkuyan bisa anda ganti dengan piring yang terbuat dari seng/aluminium terus dikasih arang yang sudah jadi bara.

2. Taruhlah semua keperluan selamatan tersebut diatas pada ruangan atau tempat yg bersih..

3. Usahakan anda sudah mandi, berpakaian yang bersih dan sudah mengambil air wudhu. Sambil menghadapi sesaji anda tabur-taburkan kemenyan pada perkuyan atau piring seng/ aluminium yang sudah berisi bara yang telah menyala tadi, sambil anda berucap sebagai berikut:

a. "Bismillaahirrohmaanirrohiim

Sang brama sari arane geni

Sang buwana wadah ira

Penyentek arane menyan

Pleper putih kukus ira

Sang malaekat Jabaniyah

Sang malaekat saksenana

Maring tunggu sejerone wangunan

Sejabane wangunan

Kudu nyuwun disakseni keperluan kula


Sambil terus menerus anda menabur-naburkan kemenyan pada perkuyan atau piring seng/aluminium, anda lanjutkan membaca mantera kedua di bawah ini:

b. "Bismillaahirrohmaanirrohiim

Niat ingsun ngaturi dahar

Sedulurku papat lima pancer

Nenem nyawa pitu sukma wolu lungguh

Kula nyuwun diparingi

Teguh rahayu selamet

Mugiya sing mong-mong sedina lan sewengine Supados pangeran ngabul dateng jiwa kula

4. Setelah itu anda berhenti menabur-naburkan kemenyan pada perkuyan atau piring seng/aluminium tadi. Terus baca silsilah seperti yang telah penulis paparkan pada halaman depan. Setelah anda selesai silsilah, dilanjutkan anda membaca doa dibawah ini 1 x saja. Inilah doanya yang dimaksud :

"A'uudhubillaahi minasy syaithoonirrojiim. Bismillaahirrohmaanirrohiim. Allahumma shalli shalaatan kaamilatan wa salim salaaman tamman 'alaa sayyidinaa Muhammadinil ladhi tanhilu bihil 'uqodu wa tanfariju bihil kurabu watuqdho bihil hawaaiju tunaalu bihir raghaaibu wa husnul khawaatimu wa yustasgol ghomaamu biwajhihil kariimi wa 'alaa aalihi wa shahbihi fut kulli lamhatin wa nafasin bi'adadi kulli ma'luumin laka. Rabbanaa aatinaa fiddu-nya hasanatan wa ginaa 'adzaabannaari. Wa shallallaahu wa fil-aakhirati hasatan wa qinaa 'adzaabannaari, Wa shallallaahu walhamdulillahi robbil 'alamiin"

Artinya :

Saya berlindung kepada Allah dari godaan syaithan yang terkutuk. Dengan menyebut nama Allah yang Maha pengasih Lagi maha Penyayang. Yaa Allah, limpahkan shalawat dan salam yang sempurna atas junungan kita nabi Muhammad, keluarga dan para sahabat beliau yang dapat melepaskan beberapa ikatan/kerepotan, menghilangkan beberapa kesusahan, mendatangkan beberapa hajat, mendapatkan beberapa kesenangan, husnul khatimah dan curahan rahmat sebab wajah mulia pada saat dan nafas sebanyak yang Engkau ketahui. Tuhanku, berikanlah kami kebaikan di dunia dan di akhirat. jagalah kami dari siksa api neraka. Semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam atas junungan kita Nabi Muhammad dan keluarga dan para sahabat beliau. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam"

5. Setelah itu anda boleh berbuka puasa, tapi sebelum menyantap makanan, anda bacalah mantera dibawah ini sebanyak 3 x saja. 1 x bacaan anda tiupkan pada makanan tersebut. Mudah-mudahan dengan cara ini perut anda tidak kekenyangan (kemelakaren bhs = Jawa) sehingga perut menjadi sakit dan akhirnya jadi mencret-mencret, hal ini pernah dialami oleh penulis sendiri. Inilah manteranya :

Bismillaahirrohmaanirrohiim

Sirullaah gantine Allah

Niat ingsun mangan

Cahaya kang den pangan 

Laaillahaillallaah

Muhammadurrasululloh"


Cara Mengetes Aji Atau Ilmu Ghaib


Aji atau ilmu gaib yang telah anda puasai memang harus di tes atau di coba untuk mengetahui telah masuk apa tidaknya. Berikut ini kami paparkan tentang cara mengetesnya yang kami ambil dari keterangan orang pandai maupun dari buku primbon.

1. Untuk aji/ilmu gaib yang kegunaannya untuk pukulan seperti: aji Palu Allah, Aji Tapak Seketi, aji Brajamusti dan lain sebagainya caranya sebagai berikut: pada malam hari anda carilah pohon pisang, terus anda bacalah mantera aji yang hendak anda coba 1 x saja; terus ditiupkan pada tangan kanan anda. Kemudian pukulkan tangan kanan anda pada pohon pisang tadi. Esok paginya periksalah pohon pisang yang telah anda pukul tadi malam, bila daun-daunnya layu berarti aji yang telah anda puasai tadi telah masuk. Sedangkan kalau daun-daun pohon pisang tadi masih kelihatan segar, berarti aji yang telah anda puasai tadi belum masuk dan anda berarti harus mengulangi lagi puasanya.

2. Untuk aji/ilmu gaib yang kegunaannya untuk menghilang seperti : 

Aji Panglimunan, Aji Wewe Putih, aji Munggul Pawenang dan lain sebagainya caranya sebagai berikut Pada waktu pagi hari ketika sang surya (matahari) baru muncul, anda berdirilah pada tempat yang terkena sinar matahari tadi.Tapi sebelumnya anda bacalah mantera aji yang hendak anda cobaa 1 x saja. Terus anda periksalah bayangan tubuh anda, bila bayangan tubuh anda tidak kelihatan,tandanya yang telah anda puasai tadi telah masuk sedangkan bila bayangan tubuh anda masih kelihatan. berarti aji yang telah anda puasai belum masuk dan anda berarti harus mengulangi lagi puasanya. Disamping cara tersebut di atas, masih ada cara lainnya lagi untuk mengetes ajifilmu gaib yang legunaannya untuk menghilang yaitu: anda bacalah mantera aji yang hendak anda coba 1 x saja. Kemudian anda coleklah seseorang yang sedang berjalan, bila orang yang anda colek tadi tengok kanan dan kiri mencari anda, berarti aji yang telah anda puasai telah masuk.

3. Untuk aji/ilmu gaib yang kegunaannya untuk kekebalan tubuh seperti; aji Watu Item, aji Tameng Waja, aji Kekebalan Tubuh dan lain sebagainya caranya sebagai berikut: anda ambillah sebatang jarum yang steril (bersih dari kekotoran/bebas kuman). Kemudian anda bacalah mantera aji yang hendak anda coba 1 x saja. Terus anda tusukkan jarum tadi pada pergelangan tangan anda secara pelan-pelan. Kalau aji yang telah anda puasai tadi sudah masuk, maka ketika jarum tadi ditusukkan ke pergelangan tangan anda tadi ditusukkan alot atau keras. Sebaliknya kalau pada saat jarum tadi ditusukkan ke pergelangan tangan anda cepat masuk apalagi sampai pergelangan tangan anda mengeluarkan darah, berarti aji yang telah anda puasai tadi belum masuk, berarti anda harus mengulangi lagi puasanya.

4. Untuk aji/ilmu gaib yang kegunaannya untuk membentak seperti aji Giri-Giri,aji Petak Raden Sahid, aji Senggoro Macan dan lain sebagainya caranya sebagai berikut: anda berdirilah di tepi pantai atau laut yang memiliki ombak agak besar. Kemudian anda bacalah mantera yang hendak anda coba 1 x saja sambil anda menghadang datangnya ombak. Bila ombak datang menghampiri anda, anda berteriaklah atau anda bentaklah ombak tadi sekuat anda. Bila ombak tadi bergulung ke belakang dengan cepat, berarti aji yang telah anda puasai telah masuk. Sebaliknya bila anda digulung ombak atau diterjang ombak, berarti aji yang telah anda puasai belum masuk dan anda berarti harus mengulangi lagi puasanya.

5. Untuk aji/ilmu gaib yang kegunaannya untuk pengasihan seperti: aji pengasihan Danan Jaya, aji Pengasihan Arjuna Celor Inti, aji pengasihan Bidadari dan lain sebagainya, caranya ada 2 macam. Kalau aji pengasihan yang kegunaannya untuk pengasihan umum, biasanya begitu anda selesai menjalani laku atau menjalani puasanya dan anda membaca manteranya ketika anda akan bepergian, maka orang-orang yang melihat anda pada terpesona dan bisa jadi pada ingin berkenalan dengan anda atau lebih fatal lagi pada kaedanan pada anda. Sedangkan aji pengasihan yang kegunaanya untuk perorangan caranya adalah apabila orang yang anda tuju mencari-cari anda atau ketika ia berjumpa dengan anda mesam-mesem atau senyam senyum padahal sebelumnya ia begitu membenci anda setengah mati, berarti aji pengasihan yang telah masuk atau telah berhasil.







Agar Ajian/Amalan/Ilmu Tetap Ampuh



YANG PERLU ANDA PERHATIKAN AGAR AJI, ILMU ATAU DOA YANG TELAH ANDA PUASAI TETAP ADA DI TUBUH ATAU TIDAK HILANG

1. Janganlah anda meninggalkan shalat 5 waktu walaupun satu waktu, usahakan selalu shalat berjamaah.

2. Janganlah minum-minuman keras, berzina, berjudi, melawan kepada kedua orang tua dan janganlah melanggar larangan Allah lainnya.

3. Aji, ilmu atau doa yang anda miliki tersebut harus sering diwirid atau dibaca sebelum atau sesudah anda shalat 5 waktu, cukup diwirid atau dibaca sebanyak 3 x saja

4. Sering-seringlah aji, ilmu atau doa anda di asah atau dipuasai kembali agar tetap ampuh. Contohnya anda misalnya memiliki aji, ilmu atau doa yang dulu puasanya selama 9 hari puasa Sunnah, anda cukup mengasah atau memuasainya selama 3 hari saja, lebih lama itu akan lebih baik.

5. Sering-seringlah anda puasa pada hari Senin dan pada hari Kamis, ataupun pada hari weton (hari kelahiran anda sendiri).