Aksara Jawa dan Filosofis

Setiap aksara memiliki makna filosofis dan cerita yang terkandung dalam legenda Aji Saka. Aksara Jawa tidak hanya sebagai sistem tulisan, tetapi juga mengandung nilai-nilai kehidupan dan ajaran kebijaksanaan yang mendalam.

Aksara Jawa dan Maknanya

1. Ha Kehidupan (Hana = ada)

2. Na Kekuasaan (Nata = raja)

3. Ca Kebijakan (Catur = bijaksana)

4. Ra Perasaan (Rasa = perasaan, hati)

5. Ka Kekuatan (Karsa = kehendak)


1. Da Kebesaran (Daya = kekuatan)

2. Ta Kepatuhan (Tatwa = kebenaran)

3. Sa Kesabaran (Sabar = ketahanan)

4. Wa Kedamaian (Waskita = kebijaksanaan)

5. La Kehormatan (Laku = perilaku)


1. Pa Kesucian (Pawitra = murni)

2. Dha Keseimbangan (Dharma = tugas suci)

3. Ja Kejayaan (Jaya = kemenangan)

4. Ya Kesetiaan (Yakta = setia)

5. Nya Kebersamaan (Nyata = jelas, nyata)


1. Ma Kemuliaan (Manungsa = manusia)

2. Ga Kesadaran (Gatra = bentuk, tubuh)

3. Ba Kebajikan (Budi = kebajikan)

4. Tha Kesempurnaan (Tata = tertib)

5. Nga Akhir, kehampaan (Suwung = kosong)

Huruf-huruf tersebut memiliki filsafah dalam susunan Sastra Sarimbangan yang terdiri atas empat warga (empat baris) yang masing-masing mencakupi lima sastra-lima suku kata : 

• Ha Na Ca Ra Ka

Artinya ada utusan Tuhan, yaitu manusia. Manusia diciptakan untuk menjaga kelestarian hidup dan alam. 

• Da Ta Sa Wa La

Artinya manusia tidak bisa mengelak dari takdirnya. Manusia harus menerima dan menjalankan kehendak Tuhan. 

• Pa Dha Ja Ya Nya

Artinya Tuhan menciptakan sesuatu di dunia dengan pertimbangan dan berpasangan. Manusia harus mampu menyesuaikan diri dengan berbagai kondisi yang ada. 

• Ma Ga Ba Tha Nga

Artinya manusia pasti memiliki dosa, lupa, kesalahan, kesialan, dan mati. Manusia harus selalu ingat dan waspada.