Ahli Thoriqoh dan Paranormal


Pesan Penulis,

Secara pribadi, saya memandang ilmu keparanormalan adalah bagian dari ilmu yang apabila diterapkan secara benar merupakan lahan berdakwah. Bayangkan! begitu besar jumlah orang-orang bingung pada zaman edan ini. mereka berlari menuju cara-cara yang supranatural. Untuk itu menjadi paranormal haruslah diniatkan untuk menyelamatkan orang-orang bingung itu untuk kembali ke jalan Allah SWT.
      Keyakinan bertarekat yang menghasilkan kekuatan Paranormal dilandasi bahwa seseorang yang bertarekat hanya semata-mata ingin menjadi  Paranormal, justru kekuatan itu tak mungkin didapatkan. Sebaliknya jika tarekat itu dilakukan sebagai jalan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT maka secara tidak langsung akan muncul bias-bias ilahy yang menghasilkan kekuatan Paranormal. Seorang Paranormal belum tentu Tarekat, tapi seorang Tarekat sudah pasti mempunyai kekuatan Paranormal. Menjadi paranormal bukanlah tujuan. Akan tetapi jalan keduanya memiliki arti, tergantung dari tingkat spiritual manusia itu sendiri.
       Kiranya perlu dijelaskan pengertian antara syareat, tarekat, hakikat dan makrifat. Syareat adalah amal atau ibadah yang disitu manusia hanya melaksanakan apa yang diperintah.Tarekat adalah suatu cara atau jalan  mengerjakannya. Hakikat adalah mengetahui dari mana asalnya/yang tersirat. Sedangkan makrifat adalah ilmu yang mengutamakan nilai tatakrama manusia kepada Allah SWT.
      Jadi tujuan akhir dari seorang yang bertarekat adalah meraih hakikat kemudian makrifat, tanpa meninggalkan syareat menuju keridhaan Allah yang menghasilkan Anugerah-Nya yaitu diberinya manusia untuk mendengar dengan telinga-Nya.Melihat dengan mata-Nya, berfikir dengan hati-Nya dan ilmu Laduni.  
       Akhirnya saya berharap semoga blog ini mampu memberikan manfaat bagi orang-orang yang tertarik ilmu supranatural. Sekali lagi saya tegaskan, peran sebuah blog hanyalah penambah wawasan. Penulis tidak mengikhlaskan amalan-amalan yang ada di blog ini , baik berupa  amalan/doa/mantera/pengasihan/kadigjayaan, dipergunakan dijalan yang tidak di ridhoi Allah SWT..
       Jangan sembarangan/menyepelekan ilmu gaib, sebab tidak sedikit orang yang stress. Untuk itu saran penulis, mintalah petunjuk kepada pembimbing/mursyid atau orang pandai di tempat tinggal anda.
       wassalam. Semoga Allah SWT senantiasa menyertai kita. Amin.

Hb. Luthfi : Ilmu Thoriqot dan Khodam






Tanya : Assalamu'alaikum Wr Wb Apakah yang dimaksud ilmu thoriqot?
Apakah ilmu khadam bisa dikategorikan ilmu tasawuf?
Jawab : Wa'alaikumussalam Wr Wb
Ilmu thoriqot sangat luas. Thoriqot pun banyak sekali, Qodoriyah, Naksabandiyah, Khalidiyah, Satariyah, Sadziliyah, Alawiyah, dan lain-lain. Itulah thoriqot yang diakui atau dikenal dengan thoriqot mu'tabaroh. Karena itu pelajarilah dahulu sejauh mana ilmu thoriqot. Sehingga kita masuk suatu thoriqoh bukan sekedar karena iming-iming fadhilahnya. Namun, yang pertama dan paling penting, bagaimana cara mendekatkan diri kepada Allah.Yang kedua, bagaimana kita selalu dekat disisi Allah SWT dan disisi Baginda Nabi Muhammad SAW. Silahkan saja memilih, yang jelas thoriqoh punya sanad muasalnya sampai kepada Rasulullah SAW. Thoriqot itu hakikatnya bukan ilmu kesaktian, ilmu thoriqot juga bukan untuk mencari kekayaan, menjadi seorang Wali atau mendapatkan karomah atau lebih-lebih mempelajari ilmu thoriqot sekedar untuk memperoleh khadam. Guru-guru thoriqot, bila mendapatkan karomah, justru merasa malu kepada Allah SWT.
Dia mawas diri, apakah pantas menerima karomah dari Allah SWT. Semua malah menjadi ujian, fitnah dan beban karena ketermasyuran itu bukan menjadi tujuannya. Makna fitnah ini bukan dari luar, seperti memfitnah dirinya. Namun datangnya dari diri sendiri, karena akan dikhawatirkan akan timbul egoisme, keakuan, sombong serta yang sifatnya kurang terpuji.
Pada hakekatnya ilmu thoriqot adalah pengamalan dari bentuk ihsan. Mampukah kita bersujud kepada Allah SWT seolah-olah kita melihat-Nya. Namun sulit hal ini dilaksanakan bagi awam. Kalau tauhidnya tidak kuat, kata-kata "seolah-olah melihat-Nya" nanti menimbulkan efek mengada-ngada.
Inilah yang sangat dikhawatirkan para guru thoriqot kepada murid-murid yang baru belajar. Kalau tidak mampu merasa seolah-olah melihat-Nya. Maka kita merasa dilihat dan didengar oleh Yang Maha Kuasa. Ini dulu..., Mampukah kita setiap hari mengamalkan sesuatu yang seolah-olah kita merasa dilihat dan didengar oleh Allah. Bila sikap ini tumbuh disetiap hati masing-masing pengamal thoriqot, Insyaallah akan melahirkan sifat-sifat yang terpuji antara lain :
1. Tumbuh takut kepada Allah (khauf), yang tujuannya akan menambah ketakwaan kepada Allah SWT. Kita akan mawas hati, muhasabah, dan takut jika kita digolongkan sebagai orang yang merugi.
2. Akan menumbuhkan sifat raja', mengharap semata-mata kepada Allah, karena khauf tersebut.
3. Akan menumbuhkan kecintaan kepada Allah, dan kebenaran akan dipegang kuat. Dalam arti benar hatinya, benar matanya, benar telinganya, benar tutur katanya, dan benar perilakunya.
4. Akan menumbuhkan, diantaranya, al-haya' (malu) kepada Allah. Dan karena cinta kepada Allah dan Rasulullah, maka kita akan malu kepada Allah dan Rasul-Nya kalau berbuat yang bertentangan dengan perintah-Nya. Bagaimana kita tidak malu? kita sudah mendapatkan keutamaan dari Yang Maha Kuasa berupa nikmat keutamaan beriman dan ber-islam, melalui Baginda Nabi Muhammad SAW, sedang kenikmatan iman dan islam merupakan kenikmatan yang luar biasa dari Allah SWT. Maka, jika keutamaan tidak dipergunakan sebagaimana mestinya, akan tumbuh rasa malu kepada Allah dan Rasul-Nya.
5. Akan menumbuhkan sifat syukur kita kepada Allah terhadap segala nikmat yang diberikan kepada kita, seperti nikmat iman dan islam, bisa membedakan mana yang haq dan mana yang bathil, mana halal dan mana haram, akhlaq yang baik dan akhlaq yang buruk.
6. Sabar. Makna sabar akan menuntun kita agar terhindar dari bujukan hawa napsu, lebih-lebih godaan setan, yang selalu masuk kedalam hati kita. Pintu masuk setan terbuka apabila kita tidak bisa memelihara kesabaran, artinya kurang bisa menahan diri dalam memerangi hawa napsu.
7. Muhasabah, memperhitungkan mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang menguntungkan atau merugikan diri kita masing-masing. Inti ilmu thoriqot adalah bagaimana dzikir yang kita baca itu dapat membersihkan hati kita dari sifat lupa kita kepada Allah dan Rasul-Nya. Karena lupa, akan menimbulkan sifat takabur dan sebagainya.
Thoriqot disini untuk membentengi segala hal dari perbuatan buruk, secara lahiriyah dan bathiniyah, terutama masalah kemusyrikan kepada Allah SWT. Supaya kita tidak terpengaruh atau masuk kedalam golongan orang yang menyekutukan Allah. Dzikirnya Lailahaillallah Muhammad Rasulullah. Sehingga terukir hiasan itu didalam hati dan menjadi sirr (rahasia) dan cahaya yang
akan menangkis segala yang merusak iman dan islam kita.
Ilmu tasawuf adalah ilmu yang bisa digunakan manusia untuk membuat hati kita menjadi zuhud, yakni hati kita bersih dari hasrat kepada hal-hal yang duniawi. Namun bukan berarti kita kemudian tidak berurusan dengan keperluan duniawi sama sekali, menjadi orang yang eksklusif dan terus bersikap tertutup bahkan menjadi orang yang apatis terhadap dunia. Bukan itu, jangan salah paham!
Umat islam dituntut jadi muzakki (pembayar zakat), beribadah haji, dan lain-lain.
Kalau kita menjauhkan diri dari dunia, bagaimana kita mampu menjadi muzakki, melaksanakan haji dan lainnya? Marilah kita seperti ikan dilaut, meskipun asin airnya, ikannya tidak ikut asin.
Sedangkan masalah khodam tidak ada keterkaitannya dengan ilmu tasawuf. Sebab makna zuhud tidak ada keterpautan hati selain Allah dan Rasul-Nya. jadi, mana mungkin kita akan tertarik kepada khadam dan sebagainya? Tetapi kita tidak menolak adanya khodam. Karena khadam itu sendiri berasal dari malaikat, yang diciptakan oleh Allah SWT untuk menjaga isi Al-qur'an, sehingga sampai titik dan hurufnya pun tidak berubah. Walau demikian bukan berarti Al-qur'an perlu bantuan dijaga oleh malaikat, tetapi justru sebaliknya, para khadam itu mendapat kehormatan untuk menjaganya. Nah, barang siapa ahli membaca Al-qur'an, para khadam itu dengan seizin Allah akan melayani
orang tersebut. Karena ikut menjaganya dalam bacaan. Khadam itu menghormati orang yang membaca Al-qur'an. Jadi, kita berthoriqot dan menuntut ilmu tasawuf bukan untuk sekedar menundukkan khadam. Bukan! Para khadam itu mendekat kepada kita karena bacaan Al-qur'an yang kita amalkan, bukan karena perbuatan yang lain. Dalam hal ini karena kita ikut menjunjung tinggi kehormatan Al-qur'an, bukan karena sebab dari kita. Para Auliya tidak ada yang Ta'alluq (terpaut hatinya) kepada ilmu khadam. Saya menyarankan, thoriqot harus kita pegang, kita bersihkan hati kita dari hal-hal yang bersifat duniawi, tetapi kita tetap berurusan dengan dunia, sebatas kita mendapatkan bekal untuk beribadah.
Wassalam.

Sumber : Habib Luthfi bin Yahya - Alkisah
Rais 'am idarah 'aliyah jam'iyyah ahlith Thoriqoh Al Mu'tabarah
An-Nahdliyiyah

Syarat Mempelajari Ilmu Tarekat/Hakekat/Tasawuf.



Beberapa maklumat yang perlu diperhatikan dalam mempersiapkan diri apabila anda ingin mempelajari ilmu Tarekat, ilmu Hakekat, ilmu Khaq dan ilmu Tasawuf. 

1. Harus niat yang baik dan ikhlas demi mencapai ridho Allah dan hanya selalu ibadah karena Allah SWT.
2. Hendaklah mempunyai sifat yang tabah hati, berani, ikhlas, pikiran tajam dan akal yang sehat.
3. Jangan sampai buruk sangka kepada ilmu hakekat / ilmu tasawuf ini.
4. Menerima dan mengakui bahwa ilmu tasawuf, ilmu hakekat adalah salah satu cabang
keilmuan dalam ajaran Islam.
5. Tetap berpegang teguh kepada hukum syara/syariat dan tetap mengamalkannya.
6. Rajin melakukan latihan-latihan / riyadah dan menelaah ilmunya yang sudah diajarkan oleh gurunya dipahami, di mengerti dengan pengertian yang sempurna dan diamalkan dengan istiqomah dan ikhlas. 
7. Hendaklah taat senantiasa berkhidmat kepada guru, takzim dan tawadu' dengan akhlak karimah dan senantiasa meminta / mencari/ ridhonya guru.
8. Rabhitah / berkunjung kerumah kediaman gurunya, sekurang-kurangnya 1 kali setiap tahun pada hari raya, syukur kalau ikhlas bersedekah kepada gurunya meskipun hanya sedikit.
9. Jangan sampai durhaka kepada gurunya, harus percaya kepada suatu yang ghaib sehubungan / berkaitan dengan ilmunya harus yaqin terhadap kebenaran ilmunya dan ittihad dengan ilmunya serta merasa senang dan butuh sekali terhadap ilmu yang dipelajari.
10. Setidak-tidaknya mencari guru yang pernah di ijazahi oleh guru asalnya dan di izinkan mewariskan atau meneruskan ilmunya dan guru tadi benar-benar mempunyai silsilah dari satu guru ke guru yang lain, dari seorang wali Allah ke satu wali Allah lain, sampai kepada sahabat dan Rosulullah SAW.

Wassalam. Semoga Allah SWT senantiasa menyertai kita. Amin.


 

Silsilah Tarekat Qodoriyah Naksabandiyah

1. Robbul Arbab
2. Malaikat Jibril
3. Kanjeng Nabi Muhammad SAW
4. Sayidina Ali Ra
5. Sayidina Fatimah Az-Zahro Ra
6. Sayidina Husen Ra
7. Sayidina Ali Zainal Abidin Ra
8. Syekh Sayidina Muhammad Baqir Ra
9. Syekh Imam Ja'afar As-Shodiq Ra
10. Syekh Imam Musa Al-kazhim Ra
11. Syekh Musa Al-Ridho Ra
12. Syekh Abul Hasan Ali Ra
13. Syekh Mahruf Al-Kurkhi Ra
14. Syekh Abul Hasan Sarri As-Saqhoti Ra
15. Syekh Abu Qosim Junaidi Al-Bagdadi Ra
16. Syekh Abu Bakrin  As-Syibli Ra
17. Syekh Abu Fadli Abdul Wahid At-Tamimi Ra
18. Syekh Abdul Faraj Al-Tartusi Ra
19. Syekh Abul Hasan Ali  Al- Hakkari Ra
20. Syekh Abu Said Mubarok  Al-Makhzumi Ra
21. Syekh Muhidin Abdul Qodir Jaelani Al-Bagdadi Ra
22. Syekh Abdul Aziz Ra
23. Syekh Muhammad Al- Hattak Ra
24. Syekh Syamsudin Ra
25. Syekh Syarofudin Ra
26. Syekh Nurudin Ra
27. Syekh Waliyudin Ra
28. Syekh Hisyamudin Ra
29. Syekh Yahya Ra
30. Syekh Abdurrohim Ra
31. Syekh Usman Ra
32. Syekh Abdul Fatah Ra
33. Syekh Muhammad Murod Ra
34. Syekh Syamsudin Ra
35. Syekh Syekh Ahmad Khotib Sambas 
36. Syekh Abdul Karim Agung Tanara

Tawassul Al-hikmah



Silsilah, tawassul atau kirim doa untuk arwah ini sangat penting sekali dilakukan oleh anda yang sedang menjalani atau sedang mengamalkan ilmu gaib, karena dengan anda melakukan Silsilah secara tidak langsung anda mengirimkan suatu bingkisan kepada para leluhur anda Khususnya kepada siempunya ilmu gaib (sipencipta ilmu) yang sedang anda amalkan. Dan dengan begitu Insyaallah ilmu gaib yang sedang anda amalkan akan cepat masuk ataupun bertahan lama.

Secara singkat bacaan silsilah sebagai berikut :

Bismillahirahmanirrahim
1.  Illa hadratin nabiyyil Musthafa Muhammadin Rosulullah shalallahu 'alaihi wassalam wa'alaa alihi wa ashabihi, wa azwajihi, wa dzurriyyatihi ashabul kirami syaiun lillahi lahumul fatihah.
2.  Illa hadratin Jamii'i Malaikatul Muqorrobin wa Sayidina Abu Bakar, wa Umar, wa Usman, wa Ali RA, wa shahabati ajmain syaiun lillahi lahumul fatihah.
3.  Illa hadratin Jamii'i ikhwanihi minal ambiyaai' walmursaliin wasysyuhada washolihiin wa auliyai' aaripina wa ulamaalil aamiliina khusushon Sulthonil auliyaai Syekh Muhidin Syekh Abd Qodir Jaelani wal auliyaait tis ati jawaliyyi syaiun lillahi lahumul fatihah.
4.  Illa hadratin Khusushon........syaiun lillahi lahumul fatihah.
5.  Illa hadratin Jamii'i ahlil qubur minal muslimin wal muslimat wal mu'minin wal mu'minat min masyariqil ardhi wa maghaaribiha barriha wa bahriha khususon abaa'inaa wa ummatina wa jaddina wa masysayikhina syaiun lillahi lahumul fatihah.

Keterangan :
- Silsilah ini biasanya dilakukan sebelum anda mewiridkan mantera atau doa dari ilmu gaib yang sedang anda puasai.
- Pada no 4 titik-titiknya diisi nama orang yang anda tuju atau anda istimewakan. Misalnya nama si pencipta ilmu gaib yang sedang anda puasai, atau nama orang tua anda yang sudah meninggal dunia.





Fana Dalam Thariqat

Syekh Abdul Qodir Jailani RA, berkata : Apabila engkau sudah sampai kepada Allah SWT, maka dengan izin dan taufik Nya engkau akan dekat dengan Nya.
Yang dimaksud dengan 'sampai kepada Allah SWT adalah keluarnya engkau dari makhluk, hawa nafsu, ambisi dan angan-angan, serta yakin akan kekuasaan dan kehendak Nya, tanpa harus ada gerakan, baik itu dari dirimu sendiri maupun dari makhluk Nya yang lain. Akan tetapi semua itu berasal dari kebijakan, perintah, dan perbuatan Nya.
Jadi yang dimaksud dengan dekat dan bersatu dengan Tuhan itu adalah kamu mengosongkan hati kamu dari makhluk, hawa napsu, dan lain-lain selain Allah SWT, sehingga hati kamu hanya dipenuhi oleh Allah dan perbuatan Nya saja.
Kamu tidak bergerak, kecuali dengan kehendak Allah saja.
Kamu akan bergerak jika Allah menggerakkan kamu.
Inilah yang disebut FANA', yang menggambarkan sampainya seorang hamba kepada Allah SWT.  Tetapi yang harus di ingat
Sampainya seseorang kepada Allah bukanlah seperti sampainya ia kepada salah seorang makhluk Nya. Allah berfirman : Tidak ada sesuatupun yang menyerupai Dia, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat (QS 42:11). Maha Besar Allah untuk bisa diserupakan dengan makhluk Nya, atau dibandingkan dengan semua ciptakan Nya.
Jadi Sampainya seseorang kepada Allah hanya diketahui oleh orang yang bersangkutan, dengan kesadaran yang diberikan Nya kepada orang itu.
Masing-masing orang dengan pengalamannya sendiri, dan tak ada seorangpun yang memiliki pengalaman yang sama. Allah SWT memiliki rahasia tersendiri dengan masing-masing Rasul Nya, Nabi Nya, dan para Kekasih Nya. Tidak ada yang dapat mengetahui  selain Allah dan manusia yang menjadi Kekasih Nya itu.
Bisa jadi ada rahasia yang dimiliki oleh seorang murid yang tidak diketahui oleh Syekhnya, sebaliknya ada rahasia yang dimiliki oleh seorang Syekh dan tidak diketahui oleh muridnya yang telah mendekati ambang pintu MAQOM' di mana Syekhnya berada.
Maka apabila si murid sudah sampai pada MAQOM' Syekhnya, maka ia akan dipisahkan dari Syekhnya dan terputus darinya (Allah memutuskannya dari semua Makhluk), dan yang membimbingnya adalah Allah SWT.
Jadi seorang Syekh bagaikan ibu yang menyusui, yang tidak menyusui lagi setelah 2 tahun. Tidak ada lagi ketergantungan pada makhluk setelah hilangnya hawa nafsu dan ambisi.
Seorang Syekh diperlukan selama hawa napsu dan ambisi itu masih ada, untuk membantu menghancurkannya.
Adapun setelah keduanya hilang, maka Syekh tidak lagi diperlukan, karena sudah tidak ada kotoran dan kekurangan.
Apabila kamu sudah sampai pada Yang Maha Benar sesuai dengan yang telah kami jelaskan tadi, maka selamanya kamu telah aman dari segalanya selain Allah SWT.
Kamu tidak lagi melihat sesuatu selain Nya sebagai wujud yang berarti, tidak ada manfaat maupun mudarat, tak dapat memberi maupun menolak, tidak dapat memberikan rasa takut maupun harapan.
Dialah yang berhak ditakuti dan berhak memberikan ampunan.
Jadilah kamu selalu awas terhadap tindakan Nya, perhatikan selalu semua perintah Nya,
sibukkan selalu dirimu dengan taat kepada Nya, lepaskan ketergantungan pada semua makhluk Nya,
baik duniawi maupun ukhrawi.
Janganlah menggantungkan hatimu pada sesuatu dari makhluk Nya,
jadikan semua makhluk Nya itu bagaikan seorang yang diborgol kedua tangannya oleh seorang penguasa yang tinggi kedudukannya,
ditakuti, dan disegani, lalu kedua kaki orang tersebut dibelenggu dan dia diikat di sebuah pohon yang besar di tepi sungai yang besar ombaknya, gemuruh suaranya, tinggi airnya, deras arusnya. Lalu penguasa itu duduk di atas kursi, dan disampingnya disimpan beberapa ikat anak panah lengkap dengan busurnya dan berbagai senjata berat lainnya. Maka sang penguasa dengan sesukanya mengarahkan senjata tersebut kepada orang yang diikat di pohon.
Apakah yang terbaik bagi yang melihat kejadian itu, untuk tidak melihat kepada penguasa dan tidak takut kepadanya serta tidak berharap kepadanya, lalu melihat kepada orang yang dibelenggu,
takut dan berharap darinya?
Bukankah orang yang melakukan yang demikian itu, ditinjau secara rasional, dinamakan tidak berakal, mendekati gila, bahkan binatang dan bukan manusia?
Kita berlindung kepada Allah dari kebutaan setelah melihat, terputus setelah sampai, jauh setelah dekat, sesat setelah mendapat hidayah, dan kafir setelah iman.
Maka dunia bagaikan sungai yang besar arusnya seperti yang telah kita gambarkan tadi.
Setiap hari bertambah airnya, dan itulah hawa napsu bani Adam di dunia dan semua kelezatannya serta kesulitan-kesulitannya yang menimpa mereka.
Adapun panah dan berbagai senjata lainnya adalah gambaran cobaan yang mengalir sesuai ketentuan Nya. Pada umumnya semua cobaan itu dirasakan oleh anak Adam di dunia, dan tidak mendapatkan kenikmatan dan kelezatan didalamnya.
Maka bagi semua orang yang berakal, tidak ada kehidupan dan ketenangan baginya kecuali di akhirat, jika hal itu diyakininya (karena hal itu khusus bagi orang-orang mukmin).
Rosulullah SAW bersabda : Tidak ada kehidupan kecuali kehidupan akhirat, Sabdanya lagi : Tidak ada ketenangan bagi seorang mukmin tanpa bertemu dengan Tuhannya,
Sabdanya lagi : Dunia adalah penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir, Sabdanya pula : Orang bertakwa itu terkekang.

dari kitab : Adab as Suluk wa at-Tawasshul ila Manazil al-Muluk
 

Di Balik Karomah Para Wali



Walaupun mereka telah pergi ke Rahmatullah. Hakikatnya mereka tidak wafat dalam ajarannya, kebenarannya, dan Rasa sentuhnya. Siapapun yang khusyuk mengetuk pintu dengan kalimatNya, mereka akan datang menaungi tiap-tiap nurani yang shaleh dan menebarkan karomah bagi keagungan hidup. Sepanjang hari, apalagi menjelang Ramadhan, Muharam, makam para kekasih Allah itu tak pernah sepi. Para peziarah larut dalam doa  dan harapan. Banyak orang yang melakukan ritual sesat hanya ingin memiliki khodam/pendamping ghaib di makam tersebut. Berikut amalan rahasia yang mana, karomah sang wali mengalir sejuk/tenang ke dasar hati yang menimbulkan harapan hidup baru. 

1. Mandi taubat/wudhu/selesai doa wudhu baca surat Al-fatihah 7x
2. Sholat Taubat 2 raka'at..........................................................1x
3. Sholat Hajat 2 raka'at........................................................... 1x
4. Sholat Birul Walidaini 2 raka'at...............................................1x
5. Sholat Karomatillah 2 raka'at.................................................1x

Setiap selesai sholat/salam membaca   :

1. Istigfar...................................................................................21x
2. Shalawat................................................................................21x
3. Zikir Toyibah..........................................................................21x
4. Allahumma fi karomatil akbar.................................................21x
5. Bismillah Alif Lam Mim nurullah.............................................21x

Kemudian membaca Tawasul/Silsilah, lalu zikir kembali dengan membaca istigfar, dst......


Wassalam. Semoga Allah SWT slalu menyertai kita. Amin. 

Syekh Quro Kerawang



                                               
                                           Makam Syekh Quro Kerawang


                                          Syekh Bentong Kerawang
                                             

                                          Mesjid Quro Kerawang
                                                                             
                                   
                                          Gn Sangga buana

Salam ketika menziarahi orang shaleh

Disusun oleh Habib Abdullah bin Husein bin Thahir (Dibaca dalam keadaan berdiri)



Salamullah ya sadah minarrohman yaghsyakum
Ibadallah ji'akum qosodakum tolabnakum
Tu'inuna tughitsuna bihimmatikum wajadwakum
Fahbuna wa'tuna 'atoyakum hadayakum
Fala khoyyabtumu zonni fahasyakum wahasyakum
Sa'idna idz ataynakum wafuzna hina zurnakum
Faqumu wasyfa'u fina ilarrohman mawlakum
'Asa nu'to'asa nuhzo mazaya min mazayakum
'Asanazroh'asa rohmah taghsyana wa taghsyakum
Salamullah hayyakum wa'ainullah tar'akum
Wasollallah mawlana wasallamma atainakum
'Alal mukhtar syafi'na wamun qizuna waiyyakum




Kunci Rezeki

1. Membaca surat Al fatihah 41x
2. Membaca surat Al ikhlas 111x
3. Lailahailallah 315x
4. Shalawat Ibrahim 3x

Doanya :

Allahumma barikli fi zurriyati wala taduruhum
Wa wafikhum litho atika warzuki birrohum fiddaroini
Allahumma inkana rizki fissamai
Fa anzilhu wa inkana fil ardhi
fa ahrizhu wa inkana mua'sirron
Fa yassirhu wa inkana haroman
Fa thohirhu wa inkana  bai'dan
Fa qorribhu atini ma atayta ibadakas sholihin
walhamdulillahi robbil alamin 1x


Syaratnya :

1. Puasa dgn niat : Nawaitu shouma ghodin  litholabi ridhoilahi ta'ala.
2. Amalan di baca pada waktu sesudah sholat Dhuha


Amalan Thariqot

Innallaha wamalaikatu yushallu na ala nabi ya ayyuhallazi na amanu shallu alaihi wassalimu taslima. Assalamu alaika ayuhan nabiyu warahmattullahi wabarakatu, assalamu alaina wa'ala ibadillahis sholihin.

1. Li Ridho illahi ta'ala...Alfatihah


2. Illa hadrati Nabiyil Mustofa Muhammad Rosulullahi SAW..Alfatihah 1x

3. Illa hadrati Jamiil Ashabi khususon Sayidina Abu bakar sidiq, wa Sayidina Umar ibnu khatab, wa Sayidina Umar bin affan, wa Sayidina Ali bin Abu Thalib, wa Sayidina Hasan wa Husen, wa'ala alihi, wa azwajihi, wa zuriyatihi, wa khususon Sayidina Khadijah Kubra, Sayidina Fatimah Zahra, Sayidina Aisyah Aminah Radiallahu anhum..Alfatihah 1x

 4. Illa hadrati Jamiil Malaikatil Muqorobin, wa jamiil Malaikatil samawati wal ardhi, khususon Sayidina Jibril, Mikail, Israfil, Izrail, Munkar, Nakir, Rakib, Atid, Malik, Ridwan, Wahamalatil Arsy...Alfatihah 1x

5. Illa hadrati Jamiil Anbiya'i wal mursalin, wa Ulil Azmi, khususon Nabiyina Adam wa umina Hawa, wa khususon Nabiyina Syis, Idris, Nuh, Ibrahim, Ayub, Yakub, Yusuf, Sulaiman, Daud, Musa, Isa, Muhammad Saw...Alfatihah 1x

6. Illa hadrati Jamiil Auliya min masyariqil ardhi ila maghoribiha, bariha wa bahriha, min jumlatil abdali, wa'autadil ardhi , wa Qutubir Robany...Alfatihah 1x

7. Illa hadrati Shohibul Anasir khususon Balya bin Malkan, Nabi Allah Khidir, wa Nabi Allah Ilyas, wa Nabi Allah Isa alaihimusholatuwassalamu...alfatihah 1x

8. Illa hadrati khususon Sulthonil Auliya'i Syekh Muhidin Syekh Abdul Qodir Al Jilany Qoddosollahu sirro Uhdur 3x  Biiznillah ta'ala awnalana wana sirron alaina syaiun lillahi lahumul.. Alfatihah

9. Wa khususon Sulthonil Auliya Anjati Syekh Muhammad Shohibi Saman
Wa Syadati Sufiyati Abu Hasan Assyadzily
Wa Quthubil Ghousi Syekh Abdul Qosim Junaidi Al Bagdadi
Wa Shohibul Karomah Al Ujbiyati Syekh Bahaudin Annaqsabandy
Wa Syekh Ahmad Al Badawi
Wa Syekh Ahmad Arifa'i
Wa Syekh Ma'ruf Alkurkhi
Wa Syekh Abi Abbas Ahmad bin Ali Al Bunny
Wa Syekh Al Qutbhi Alfashi Al Habib Abdillah bin Alwi Al Hadad...Alfatihah

10. Illa hadrati khususon Syekh Abi Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhammad Al Gozaly
Wa Imami Sufiyin Imam Sahrowardy
Wa Imamil Muhaqiqin Abu Yazid Al Busthomi
Wa Sulthonil Ulama Izzudin bin Abdussalam
Wa Afdlolit Tabi'in Uwais Al Qorny ...Alfatihah

11. Wa Illa hadrati Wali Songo, Sepuluh Kang Kinari
Khususon Syekh Syarief Hidayatullah, Syekh Malaya, Syekh Abd Jalil
Khususon Syekh Dzatul Kafi
Kanjeng Pangeran Cakrabuana
Sunan Rahmat Suci Garut
Syekh Muhi Pamijahan
Sunan Panjalu
Syekh Abdul Karim Agung Tanahara
Alfatihah...

12. Illa hadrati Imam Thariqatil Arba'ah, Qodiriyah Naksabandiyah, Sadziliyah,
Naksabandiyah Kholidiyah, Akmaliyah...Alfatihah

13. Illa Hadrati Auliya Tis'ahfi Indonesia khususon ala Wali Qutbhi
Wa Wakilihi, wa Ghaus Hadazzaman, wa Afwa ihim, wa jamii Auliyai lillahi ta'ala
Ainama kanu sirron  awzahron, waman fataha fi hadiyil balda, wa haziyi qoryat,
Waman aqomaha illa yaumil qiyamati qoddossolohu sirrohum ajmaina...Alfatihah

14. Illa hadrati Para Guru Khususon Al Mukjizih Kyai Abu Sulaiman Ali Muhammad
Wa khususon bapak ibu beserta keluarga kita
Wa Jamiil arwahi Ruhaniyin Auliya wa Sufia
Wa Jamiil Rizalul Ghaib...Alfatihah

15. Illa hadrati Jamiil A'lamiina...Alfatihah

16. Bi Sirri ...Alfatihah 7x


Al Ikhlas 3x   Al Falaq 1x    An Nas 1x   Al Fatihah 1x

 1. Bismillahirrahmanirrahim
 2. Membaca 2 Kalimat Shahadat 3x (setiap baca 1x tahan napas disambung HU)
 3. Istighfar
 4. Lailahailla anta subhanaka inni kuntumminazholimin
 5. Subhanallah walhamdulillah wala ilahailallah wallahu akbar
 6. Lahaulawalaquata ilabilahil aliyil azim
 7. Hasbunallah wa nikmal wakil Nikmal maula wa nikman nasir
 8. Shalallahu alla Muhammad
 9. Allahummasholiwassalim ala Sayidina Muhammadin qodqolat hilati adrikni ya Rosulullah
10. Allahu akbar
11. Afdholu zikri fa'lam annahu Lailahailallah 3x     Lailahailallah 100x
12. Ilallah
13. Allah
14. Hu Allah
15. Hu
16. Zikir makrifat/zikir urip/zikir cekik/Istigroq fi dzatilah...diam
17. Bila bertemu Guru Sejati, baca Salamun qolam mirrobihi rohim 3x

Bagi yang belajar terawang diteruskan dengan membaca :
Inama amruhu idza aroda syaian aiyakula lahu kunfayakun atau Ya alimul ghoib

Doanya  :

Allahumma anta maksudi waridhoka maklubi, a'tini mahabataka
wa makrifatika, wa thoriqo ilaika, wa wasula ilaika bihaqiqotil makrifati,
birrohmatikah ya arhamarrohimin.

Syiir tanpo wathon Gus Dur



Astagfirullah robbal baroya…
Astagfirulloh minal khootooya…
Robbi zidni ‘ilmannaafii’a…
Wawaffikni ‘amalansoliha…

Yarosulalloh salammun’alaik…
Yaarofi’asaaniwaddaaroji…
‘atfatayaji rotall ‘aalami…
Yauhailaljuu diwaalkaromi…

Ngawiti ingsun nglarasa syi’iran
Kelawan muji maring pengeran
Kang paring rohmat lan kenikmatan
Rino wengine tanpo petungan 2X

aku mulai, merapalkan syair
…dengan memuji, kepada tuhan
yang telah memberikan rahmat dan kenikmatan
…siang dan malam, tanpa hitungan (2x)

Duh bolo konco priyo wanito
Ojo mung ngaji syare’at bloko
Gur pinter ndongeng nulis lan moco
Tembe mburine bakal sangsoro 2X

wahai teman-teman; pria, wanita
jangan hanya mengkaji syariat saja
hanya bisa mendongeng, menulis, dan membaca
pada akhirnya, akan sengsara (2x)

Akeh kang apal Qur’an haditse
Seneng ngafirke marang liyane
Kafire dewe dak digatekke
Yen isih kotor ati akale 2X

banyak yang hafal qur’an-hadits nya
suka mengkafirkan kepada lainnya
kafirnya diri sendiri tidak diperhatikan
kalau masih kotor hati dan akalnya (2x)

Gampang kabujuk nafsu angkoro
Ing pepaese gebyare ndunyo
Iri lan meri sugihe tonggo
Mulo atine peteng lan nistho 2X

mudah terbujuk nafsu angkara
dalam perhiasan gebyarnya dunia
iri dan dengki atas kekayaan tetangga
karena itulah hatinya gelap dan nista (2x

Ayo sedulur jo nglaleake
Wajibe ngaji sak pranatane
Nggo ngandelake iman tauhite
Baguse sangu mulyo matine 2X

mari saudara, jangan lupakan
kewajiban mengkaji di semua runtutannya
untuk menebalkan iman tauhidnya
bagusnya pesangon, mulya matinya (2x)

Kang aran soleh bagus atine
Kerono mapan seri ngelmune
Laku thoriqot lan ma’rifate
Ugo hakekot manjing rasane 2 X

yang disebut shaleh, bagus hatinya
karena telah mapan, ilmu sirri-nya (ilmu rahasia ketuhanan)
lelaku tarekat dan ma’rifatnya
juga hakekat telah merasuk rasanya (2x)

Alquran qodim wahyu minulyo
Tanpo ditulis biso diwoco
Iku wejangan guru waskito
Den tancepake ing jero dodo 2X

al-qur’an qadim, wahyu yang mulia
tanpa ditulis bisa dibaca
itu wejangan guru yang waskita (ma’rifat)
ditancapkan di dalam dada (2x)

Kumantil ati lan pikiran
Mrasuk ing badan kabeh jeroan
Mu’jizat rosul dadi pedoman
Minongko dalan manjing iman 2 X

menempel, hati dan pikiran
merasuk di badan, semua jeroan (badan bagian dalam)
mukjizat rasul menjadi pedoman
menjadi jalan masuknya iman (2x)

Kelawan Alloh kang moho suci
Kudu rangkulan rino lan wengi
Ditirakati diriyadohi
Dzikir lan suluk jo nganti lali 2X

terhadap Allah yang maha suci
harus berangkulan siang dan malam
ditirakati, diriyadhahi (bersusah-payah)
dzikir dan suluk (jalan menuju tuhan) jangan sampai terlupa (2x)

Uripe ayem rumongso aman
Dununge roso tondo yen iman
Sabar narimo najan pas pasan
Kabeh tinakdir saking pengeran 2X

hidupnya tenang, merasa aman
adanya rasa (aman), tanda kalau beriman
sabar, menerima, walaupun pas-pasan
semua itu ditakdirkan oleh tuhan (2x)

Kang anglakoni sakabehane
Allah kang ngangkat drajate
Senajan ashor toto dhohire
Ananging mulyo maqom drajate 2X

mari laksanakan, semuanya
Allah yang akan mengangkat derajatnya
meskipun terlihat rendah tata lahirnya
tapi (sebenarnya) mulia kedudukan derajatnya (2x)

Lamun prasto ing pungkasane
Ora kesasar roh lan sukmane
Den gadang Allah swargo manggone
Utuh mayite ugo ulese 2X

apabila meninggal, nanti diakhirnya
tidak kesasar roh dan sukmanya
di gadhang (sukai-angkat) oleh Allah, surgalah tempatnya
tetap utuh mayitnya, juga kafannya (2x)

Ki Ageng Tarub - Tawangharjo - Grobogan





               
 MAKAM KI AGENG TARUB letak makam berada di Desa Tarub, Kecamatan Tawangharjo Kabupaten Grobogan Kurang lebih pada tahun 1300 M, ada utusan (mubaleg) dari Arab yaitu Syeh Jumadil Kubro. Beliau mempunyai putri bernama Ny. Thobiroh dan Ny. Thobiroh mempunyai putra Syeh Maulana. Disaat itu Syeh Maulana mendapat perintah mengembangkan syariat Islam di pulau jawa sangat berat. Hal tersebut dikarenakan orang-orang Jawa banyak yang masih memeluk agama Hindu Budha, dan orang-orang jawa pada saat itu ahli bertapa, hingga orang Jawa banyak yang tebal kulitnya. Maka dari itu Syeh Maulana mulai memasukkan syareat Islam di tengah – tengah masyarakat Jawa, yaitu mendekatkan diri kepada Allah dengan cara bertapa keatas pohon giyanti yang sangat besar, dimana diatas pohon tersebut terdapat tumbuhan simbar. Bertepatan itu di Surabaya terdapat Kerajaan Temas, rajanya bernama Singawarman dan mempunyai putri yang bernama Nona Telangkas. Dikala itu Nona Telangkas sudah dewasa, namun belum ada remaja yang berani meminangnya. Setelah itu Nona Telangkas diperintah oleh ayahnya supaya menjalankan bertapa ngidang yaitu masuk hutan selama 7 tahun, tidak boleh pulang atau mendekat pada manusia dan tidak boleh makan kecuali daun yang ada di hutan tersebut. Sehingga Nona Telangkas mempunyai nama Kidang Telangkas. Pada saat akan selesai bertapa, di tengah hutan tersebut Nona Telangkas melihat ada Telaga yang sangat jernih airnya. Kemudian dia mau mandi di telaga tersebut setelah melepas semua pakaian dia melihat di dalam air terdapat bayangan pria yang sangat tampan. Namun dikala itu Nona Telangkas telah terlanjur melepaskan semua pakaiannya. Akhirnya terpaksa menjeburkan diri di telaga tersebut, sambil mengucapkan dalam ucapan bahasa jawa “mboh gus wong bagus “.    
Setelah selesai mandi maka Nona Telangkas kembali pulang ke Kerajaan Temas (Surabaya) untuk menghadap orang tuanya. Namun Nona Telangkas disaat itu ternyata sudah dalam keadaan hamil maka setelah menghadap ayahnya beliau ditanya “Siapakah suamimu, sehingga engkau pulang dalam keadaan hamil ? “ Ditanya ayahnya berulang-ulang, dia tidak bisa menjawab. Namun di dalam hatinya Nona Telangkas teringat dalam pertapanya dikala akan selesai, dimana dia mandi di dalam telaga yang sangat jernih airnya, dan ternyata di dalam air tersebut terdapat bayangan pria yang sangat tampan. Maka disaat ditanya oleh sang ayah dia tidak bisa menjawab, namun didalam hatinya menjawab seperti diatas.
Maka akhirnya dia kembali masuk hutan untuk mas mencari tersebut. Disaat sampai di tengah hutan Nona Telangkas melahirkan bayi, sampai sekarang tempat tersebut diberi sebutan desa Mbubar. Setelah jabang bayi lahir lalu diajak mencari telaga, yang akhirnya menjumpai telaga yang terdapat bayangan pria yang tampan tersebut. Kemudian si jabang bayi diletakkan ditepi sendang telaga dan ditinggal pulang ke kerajaan Themas. Siapakah sebenarnya orang yang kelihatan bayangannya didalam sendang telaga, ternyata beliau adalah Kanjeng Syeh Maulana Maghribi yang sedang bertapa diatas pohon Giyanti. Dikala si jabang bayi Nona telangkas diletakkan dipinggir sendang telaga, Syeh Maulana berkata “ Nona Telangkas keparingan amanateng Allah kang bakal njunjung drajatmu kok ora kerso “ (dalam Bhs jawa).Yang akhirnya Syeh Maulana turun dari pertapanya dan menimang jabang bayi, kemudian dibuatkan tempat yang sangat indah yaitu Bokor Kencono . Dikala itu Dewi Kasian ditinggal wafat suaminya yang bernama Aryo Penanggungan, belum mempunyai putra, karena sayangnya Dewi Kasian terhadap suaminya, walau sudah wafat setiap saat dia selalu menengok makam suaminya. Maka dikala itu Syeh Maulana Maghribi membawa putranya yang telah dimasukkan bokor kencono dan diletakkan disamping makam Aryo Penanggungan. Di malam itu juga kebetulan Dewi Kasian keluar dari rumah menengok kearah makam suaminya, kelihatan sinar yang menjurat keatas dari arah makam suaminya, apakah sebetulnya sinar yang menjurat dari arah makam suaminya tersebut ? Ternyata setelah didekati adalah sebuah bokor kencono yang sangat indah, dan dibuka bokor tersebut ternyata didalamnya terdapat jabang bayi yang sangat mungil dan lucu sekali. Disaat itu Dewi kasian sangat terperanjat hatinya melihat si jabang bayi tersebut, dengan tidak disadari akhirnya bokor berisi jabang bayi dibawa pulang dengan lari dan mengucapkan : “kangmas Penanggungan wis sedo, kok kerso maringi momongan marang aku “. (dalam Bhs Jawa).Kabar mengenai orang yang telah meninggal tetapi bisa memberikan kepada istri jandanya, telah tersiar sampai ke pelosok negeri. Masyarakat berbondong – bondong ingin menyaksikan kebenaran berita tersebut, Akhirnya Dewi Kasian yang asalnya tidak punya harta benda apa – apa menjadi janda yang kaya raya, dari uluran orang – orang yang datang tersebut. Kemudian jabang bayi diberi nama Joko Tarub karena dikala masih bayi diambil Dewi Kasian dari atas makam Aryo Penanggungan yang makamnya dibuat makam Taruban. Pada usia kanak-kanak Joko tarub atau Sunan Tarub mempunyai kesenangan atau hobi menangkap kupu-kupu di ladang. Setelah masuk di tengah hutan bertemu orang yang sangat tua, dia diberi aji – aji tulup yang namanya tulup Tunjung Lanang. Tulup inilah yang akhirnya menjadi aji-aji sangat luar biasa untuk Kiai Ageng Tarub/ Sunan Tarub. Diwaktu mendapat tulup tersebut dia pulang dengan cepat menyampaikan berita kepada ibunya (Dewi Kasian) dan mengatakan bahwa dia di tengah hutan dijumpai seorang yang sangat tua memberi aji – aji tulup kepadanya. Namun karena sayangnya, Dewi Kasian tidak memperbolehkan putranya masuk hutan, karena khawatir kalau dimakan hewan buas atau dibunuh orang yang tidak senang kepadanya.
Namun karena Joko tarub tidak takut lebih-lebih mempunyai aji – aji tulup tersebut, maka Joko Tarub tetap senang masuk hutan untuk mencari burung. Sampai diatas gunung Joko Tarub mendengar suara burung yang sangat indah bunyinya yaitu burung perkutut. Kemudian didekati dan dilepaskan anak tulup kearah burung tersebut namun gagal. Akhirnya Joko Tarub berfikir dan menganggap bahwa burung ini tidak burung biasa. Kemudian terdengar lagi suara burung dari arah selatan, didekati dan dilepaskan lagi anak tulup kearah burung namun tidak mengenai burung itu dan ternyata anak tulup itu mengenai dahan jati. Tempat yang ditinggalkan burung tadi sekarang dinamai Dukuh Karang Getas. Karena sedihnya Joko tarub maka tempat yang ditinggalkan, sekarang dinamai Dukuh Sedah. Kemudian terdengar lagi suara burung dari arah selatan, didekati dari posisi yang strategis (burung dalam keadaan terpojok), maka anak tulup dilepaskan dan ternyata tidak kena dan burung terbang lagi ke selatan.
Tempat tersebut sekarang menjadi Dukuh Pojok. Burung terbang ke selatan dan hinggap diatas pohon asam oleh Joko Tarub dilepaskan lagi anak tulup kearah burung tetapi terbang lagi ke selatan, tempat yang ditinggalkan tadi menjadi Dukuh Karangasem. Diwaktu mengejar burung keselatan Joko Tarub merenungi burung tersebut, dalam ucapannya mengatakan ini burung atau godaan. Tempat merenungi Joko Tarub sekarang dinamai Desa Godan Joko Tarub mengejar terus burung kearah selatan, tempat melihatnya Joko Tarub sekarang dinamakan Dukuh Jentir. Joko Tarub terus melacak burung kearah tenggara kemudian berjumpa lagi dengan burung yang hinggap di pohon tetapi burung tersebut tidak bersuara. Setelah burung itu terbang lagi ke selatan dan tempat yang ditinggalkan tadi dinamakan Dukuh Pangkringan. Kemudian Joko Tarub melacak kearah selatan, setelah sampai ditempat yang sangat rindang disitulah burung terbunyi lagi.Namun Joko Tarub mendengar suara wanita yang baru berlumban (mandi) di dalam sendang. Disaat itu Joko Tarub lupa burung yang dikejar dia beralih mengintai suara wanita yang mandi di dalam sendang Ternyata para bidadari yang sedang dilihat, akhirnya Joko Tarub mengambil salah satu pakaiannya bidadari yang dengan tutup kemudian dibawa pulang dan disimpan dibawah tumpukan padi (lumbung) ketan hitam. Joko Tarub kembali lagi ke Sendang dengan membawa sebagian pakaian ibunya. Setelah sampai didekat sendang ternyata para bidadari sudah terbang kembali ke surga. Tinggal satu yang masih mendekam ditepi sendang dengan merintih dan berkata : “sopo yo sing biso nulung aku, yen wadon dadi sedulur sinoro wedi, yen kakung sanggup dadi bojoku“. Disaat itu Joko Tarub mendekati dibawah pohon sambil mendengarkan ucapan bidadari tersebut dan menolong bidadari dengan melontarkan pakaian ibunya. Setelah bidadari berpakaian diajak pulang kerumah ibunya dan disampaikan kepada ibunya bahwa putri ini adalah putri dari sendang yang baru terlantar dan minta tolong kepada siapun : Jika yang menolong pria akan dijadikan suaminya. Akhirnya Joko tarub menikah dengan bidadari tersebut yang bernama Nawang Wulan. Adapun sendang yang dibuat lomban para bidadari, sekarang dinamakan sendang Coyo.Kemudian Joko Tarub dengan Nawang Wulan mempunyai tiga putri yaitu : Nawang sasi, Nawang Arum, Nawang Sih. Pada waktu bayinya, Nawang Sih mengalami satu riwayat yang sangat hebat yaitu dikala Nawang Sih masih di ayunan, ibunya mau mencuci pakaian di sungai dan berpesan pada Joko Tarub agar mengayun putrinya dan jangan membuka kekep (penutup masakan). Namun setelah Nawang Wulan pergi ke sungai, Joko Tarub penasaran akan pesan istrinya, maka dibukalah kekep tersebut, setelah melihat didalam kukusan, ternyata yang dimasak istrinya hanya satu untai padi. Joko Tarub mengucapkan (Masya Allah, Alhamdulilah istriku yen masak pari sak uli ngeneki tho, lha iyo parine ora kalong – kalong. Tak lama kemudian istrinya datang lalu membuka masakan tersebut, ternyata masih utuh padi untaian. Kemudian istrinya menegur suaminya bahwa pasti kekep tadi dibuka, sehingga terjadi pertengkaran. Akhirnya Nawang Wulan menyadari sehingga harus dibuatkan peralatan dapur (lesung, alu, tampah) Setelah kejadian itu Nyi Nawang Wulan kalau mau masak harus menumbuk padi dulu, sehingga lambat laun padi yang ada di lumbung makin habis. Setelah sampai padi yang bawah sendiri yaitu padi ketan hitam, ternyata pakaiannya diletakkan disitu dan diambil kemudian menghadap suaminya. Akhirnya terjadi pertengkaran yang hebat, ternyata yang mengambil pakaiannya waktu disendang dulu adalah Joko Tarub sendiri. Kemudian Nyi Nawang Wulang ingin pulang kembali ke surga dan berpesan kepada suaminya : Bila putrinya menangis minta mimik agar diletakkan didepan rumah diatas anjang – anjangTetapi setelah Nawang Wulan sampai di Surga di tolak oleh teman-temannya karena sudah berbau manusia. Kemudian Nyi Nawang Wulan turun lagi ke bumi namun tidak ada maksud kembali kerumah suaminya. Dia ingin bunuh diri naik di gunung Merbabu meloncat ke laut selatan. Setelah sampai di laut selatan Nyi Nawang Wulan perperang dengan Nyi loro Kidul, dan akhirnya Nyi Nawang Wulan mendapat kejayaan, sehingga laut selatan dikuasai oleh Nyi Nawang Wulan. Jadi yang ada dilaut selatan ada tiga putri yaitu : Nyi Nawang Wulan, Nyi Loro Kidul, Nyi Blorong. Setelah Joko Tarub ditinggal Nyi Nawang Wulan dia hidup dengan putrinya Nawang Sih. Disaat itu di Kerajaan Majaphit yang diperintah Prabu Browijoyo kelima ditinggal wafat istrinya, sehingga Prabu Browijoyo sakit dan tidak mau menduduki kursi kerajaan, dan setiap malam kalau tidur ditepi Kerajaan. Suatu malam dia bermimpi bila sakitnya ingin sembuh maka harus mengawini putri Wiring Kuning, kemudian raja terbangun dari tidurnya. Akhirnya para patih diperintah untuk mengumpulkan semua putri – putri. Setelah diteliti dan disesuaikan dengan mimpinya tersebut akhirnya menjumpai putri Wiring Kuning yang ternyata adalah pembantunya sendiri. Akhirnya dikawinilah putri tersebut dan dilarang untuk keluar dari taman kaputren karena malu jika ketahuan orang bahwa raja mengawini pembantunya sendiri. Setelah jabang bayi lahir raja Brawijaya memanggil saudaranya (Juru Mertani) supaya memelihara dan mengasuh bayi tersebut. Kemudian bayi tersebut diberi nama Bondan Kejawan (Lembu Peteng).Dimasa kanak-kanak Bondan Kejawan, ayah asuhnya atau Juru Mertani akan membayar pajak kekerajaan disaat itu Bondan Kejawan mendengar bahwa ayahnya akan kekerajaan dan dia ingin ikut tetapi tidak diperbolehkan. Namun dia lari dulu dan sampai di Kerajaan dia langsung masuk dan naik keatas kursi raja. Kemudian membunyikan Bende Kerajaan. Sang raja mendengar bunyi bende kerajaan dan marahlah, anak tersebut ditangkap dan dimasukkan kedalam sel kerajaan. Tidak lama kemudian datanglah Juru Mertani dengan membawa padi untuk membayar pajak. Selesai membayar pajak dia menghadap sang raja dan menanyakan anak kecil yang membunyikan bende kerajaan. Diberitahukan kepada sang raja bahwa anak kecil itu putra sang raja sendiri. Kemudian raja memanggil anak kecil itu dan membawa kaca untuk melihat wajahnya sendiri dengan wajah anak tersebut. Ternyata Beliau yakin dan percaya bahwa anak tersebut putranya sendiri. Kemudian Juru Mertani disuruh sang raja untuk mengantarkan putranya ke Saudaranya yaitu Ki Ageng Tarub dan putranya agar diasuh dan dipeliharanya. Disaat itu Ki Ageng Tarub mengasuh dua anak kecil yaitu Bondan Kejawan dan anaknya sendiri. Setelah masuk remaja Bondan Kejawan diperintah ayah asuhnya agar bertapa ngumboro yaitu disuruh ke sawah selama tujuh tahun dan tidak boleh pulang kalau belum diambil. Setelah sampai waktunya Nawang Sih diperintah ayahnya supaya memasak yang enak, setelah memasak agar mengambil saudaranya Bondan Kejawan yang berada ditengah sawah. Setelah sampai dekat gubug yang ditempati Bondan Kejawan, Disaat itu Bondan Kejawan sedang istirahat diatas gubug.
Nawang Sih memanggil Bondan Kejawan dari bawah gubug. Bondan Kejawan terperanjat atas panggilan Nawang Sih karena tidak tahu akan kedatangannya, sehingga Bondan Kejawan jatuh dari atas gubug dan memegang bahunya Nawang Sih. Sampai dirumah Nawang Sih memberitahukan orang tuanya bahwa tadi bahunya dipegang oleh Bondan Kejawan. Tetapi sang ayah malah memberi tahu Nawang Sih akan dijodohkan dengan Bondan Kejawan, dan akhirnya mereka menikah. Kemudian lahirlah anak yang diberi nama Ki Ageng Getas Pandowo (Ki Abdulloh). Bondan Kejawan meneruskan Bopo Morosepuh dan diberi nama Ki Ageng Tarub II, sedang Ki Ageng Getas Pandowo diberi nama Ki Ageng Tarub III. Tempat pertapaan Bondan Kejawan (Lembu Peteng) sekarang terdapat disebelah tenggara makam Ki Ageng Tarub I, dukuhan sebelahnya dinamakan Desa Barahan. Selanjutnya Ki Ageng Tarub III (Getas Pandowo) mempunyai putri banyak dan yang terkenal adalah Ki Ageng Abdurrohman Susila (Ki Ageng Selo).
Adapun adanya Ki Ageng Tarub adalah merupakan suatu karomah dari Allah yang diberikan kepada Syeh Maulana Maghribi dengan Dewi Telangkas (Nona Telangkas) yang melahirkan Ki Ageng Tarub. Adapun karomah yang diberikan Allah kepada Ki Ageng Tarub I yaitu kawin dengan Bidadari yaitu Nawang Wulan. Adapun cucu Ki Ageng Tarub I adalah Ki Ageng Selo yang mendapat karomah dari Allah yaitu dapat menangkap petir. Dari Beliaulah terlahir raja-raja ditanah jawa. Makam Ki Ageng Tarub terletak di desa Tarub Kecamatan Tawangharjo ± 10 km dari Kabupaten Grobogan.
Ditulis oleh: Taufiq Yusuf - sumber Grobogan.org
                            

Kyai Hasan Besari - Jetis Ponorogo


                                               Mesjid Tegalsari Jetis - Ponorogo  
                                                  
                                                                   
                                                 Makam Kyai Hasan Besari    
                                              


                                                        Silsilah Kyai Hasan Besari