Manusia adalah cermin tempat Tuhan memandang diri-Nya. Manusia adalah lisan tempat Tuhan berbicara. Manusia adalah tangan tempat Kasih-Nya menyentuh sesama ciptaan-Nya.
itulah kenapa dikatakan mengenal diri, berarti mengenal Tuhan. Bukan karena diri yang terpisah itu Tuhan, melainkan karena di kedalaman diri yang sejati tak ada lagi "aku" dan "Tuhan", yang ada hanyalah Satu yang menyadari diri-Nya.
Tuhan tak butuh disembah di tempat yang jauh. Dia butuh dikenali di dalam hati yang tulus. Dia tak butuh nama yang diagungkan. Dia butuh kasih yang Tulus di antara sesama manusia.
Jika kau ingin menemui-Nya, jangan cari di luar sana. Cari di dalam dirimu, di sana Dia berdiam, di sana Dia hidup, di sana Dia senantiasa Ada.
Manusia bukan pencipta Tuhan, melainkan rumah tempat Tuhan berkenan tinggal. Dan ketika rumah itu bersih dan jernih, Cahaya-Nya memancar keluar sehingga semua orang dapat melihat Tuhan bukan di langit, tapi di wajah sesamanya.
