Bukan Cinta Biasa


Tuntutan untuk merasa aman dalam suatu hubungan pasti menimbulkan kesedihan dan ketakutan. Pencarian rasa aman mengundang rasa tidak aman. Pernahkah Anda menemukan keamanan dalam hubungan Anda?

Sebagian besar dari kita menginginkan rasa aman dalam mencintai dan dicintai, namun adakah cinta ketika masing-masing dari kita mencari rasa amannya sendiri, jalannya sendiri? Kita tidak dicintai karena kita tidak tahu bagaimana cara mencintai. Hubungan antar manusia telah menjadi semacam pertukaran komersial — dalam artian "Jika Anda memberi saya sesuatu, saya akan memberi Anda sesuatu".

Itu fakta tapi kami tidak mau menerimanya karena hal itu menghancurkan mitos bahwa hubungan antar manusia adalah sesuatu yang luar biasa. Kita tidak cukup jujur untuk mengakui bahwa semua hubungan dibangun atas dasar pertanyaan "Apa yang saya dapatkan dari hubungan ini?". Itu tidak lain hanyalah kepuasan bersama. Jika hal ini tidak ada, maka tidak ada hubungan yang mungkin terjadi. 

Anda menjaga hubungan tetap berjalan karena alasan sosial, keluarga atau karena alasan anak, properti, dan keamanan. Semua ini adalah bagian tak terpisahkan dari bisnis hubungan. Namun ketika hal itu gagal dan tidak memberikan apa yang sebenarnya kita inginkan, kita memaksakan padanya apa yang kita sebut "cinta". Jadi, tidak mungkin menjalin hubungan apa pun atas dasar apa pun kecuali pada tingkat kepuasan bersama.

Keseluruhan kebudayaan, karena alasannya masing-masing, telah menciptakan situasi ini bagi kita melalui sistem nilainya. Sistem nilai menuntut agar hubungan didasarkan pada cinta. Namun elemen yang paling penting adalah keamanan dan kemudian rasa posesif. Anda ingin memiliki individu lain. 

Ketika cengkeraman Anda terhadap orang lain melemah karena berbagai alasan, hubungan Anda akan rusak. Anda tidak bisa mempertahankan hubungan "mesra" ini sepanjang waktu.

Hubungan antara pria dan wanita didasarkan pada gambaran yang diciptakan keduanya untuk diri mereka sendiri satu sama lain. Jadi, sebenarnya hubungan antara dua individu adalah hubungan antara dua gambaran. Namun citra Anda terus berubah, begitu pula citra orang lain. Menjaga gambar tetap konstan adalah hal yang tidak mungkin. 

Jadi, ketika semuanya gagal, kita menggunakan kartu terakhir dalam paket ini, "cinta", dengan semua ide luar biasa dan romantis di sekitarnya.

Bagi saya, cinta menyiratkan dua [pribadi]. Di mana pun ada perpecahan, baik di dalam diri Anda atau di luar diri Anda, di situ ada konflik. Hubungan itu tidak bisa bertahan lama.

Dalam hubungan, sering kali yang kita katakan adalah, 'Selama kamu menjadi milikku, aku mencintaimu, tetapi saat kamu tidak menjadi milikku, aku mulai membencimu. Selama aku bisa mengandalkanmu untuk memenuhi tuntutanku, baik seksual maupun lainnya, aku mencintaimu. Tapi saat kamu berhenti memberikan apa yang kuinginkan, aku tidak menyukaimu.' 

Jika Anda bergantung pada orang lain untuk segala kesenangan Anda, Anda adalah budak orang tersebut. Jadi ketika seseorang mencintai, harus ada kebebasan, tidak hanya dari orang lain, tapi dari diri sendiri. Atau fakta sederhana bahwa jika aku tidak mencintaimu dan kamu tidak mencintaiku, yang ada hanyalah kebencian, kekerasan, dan kehancuran? 

Ketika Anda menyadari fakta bahwa Anda tidak mempunyai cinta, dan tidak lari darinya dengan mencoba menjelaskannya, atau menemukan penyebabnya, maka kesadaran itu mulai melakukan sesuatu, itu sudah membawa kelembutan, rasa kasih sayang.

Cinta...itu merangkul dengan gembira apapun yang akan terjadi.

30 Mei 2026 -- Bianca 


Orang yang membawa Keberuntungan

Orang baik pasti akan mendapat balasan yang baik. Orang jahat pasti akan mendapat balasan yang buruk. Bukan tidak dibalas hanya waktu nya saja belum tiba.

Setiap orang yang kamu sakiti di dunia ini, sebenarnya pada akhirnya yang kamu sakiti adalah dirimu sendiri

Setiap orang yang engkau bantu di dunia ini. Sebenarnya bukan sedang kamu bantu, tetapi kamu sedang membantu dirimu sendiri

Ketika kamu berbuat baik kepada orang lain, mungkin orang lain belum tentu menjadi baik tetapi kamu pasti akan menjadi semakin baik

Kalau kamu setiap hari berpikir ingin mencelakai orang lain, apakah kamu berhasil mencelakai mereka atau tidak... belum tentu ! Tetapi yang pasti pada akhirnya kamu sendirilah yang akan celaka.

Jika kamu berniat untuk memperdaya orang lain, pada akhirnya kamu pasti akan diperdaya oleh orang lain.Tetapi jika kamu ingin membantu orang lain untuk berhasil, pada akhirnya kamu juga akan dibantu untuk berhasil

Ingatlah....

Di dunia ini jika kamu ingin hidupmu menjadi lebih baik, caranya sangat sederhana. Buatlah hidup orang lain menjadi lebih baik. Seberapa banyak kamu bisa membuat hidup orang lain lebih baik, Sebesar itu juga hidupmu akan menjadi lebih baik. Maka saya ingin menyampaikan kepada kamu semua hari ini. Perbanyaklah berbuat baik, tinggalkanlah kebajikan dan pahala untuk anak keturunan kita (surat An-Nisa 40)

Ada pepatah Kuno yang mengatakan, orang yang membawa keberuntungan akan dilindungi oleh Alam Semesta. Jika kamu adalah orang yang beruntung Alam Semesta akan membantu kamu. Lalu siapakah orang yang membawa keberuntungan itu? Orang yang membawa keberuntungan adalah orang yang baik hati - Orang yang tahu berterima kasih - Orang yang suka memberi - Orang yang berjiwa besar

Dan orang yang membawa KEBERUNTUNGAN.... adalah kamu




Spritual dipusat kekuasaan Indonesia.

Presiden Prabowo beberapa waktu lalu melakukan prosesi penyiraman air kembang ke pesawat tempur Dassault Rafale dan pesawat Falcon 8X yang baru dibeli. Orang-orang, terutama kalangan rasional, tentu bereaksi negatif terhadap prosesi ini. Tuduhan klenik pun sering kita dengar. Namun sebenarnya kekuasaan di Indonesia tidak pernah jauh dari unsur spiritual dan  klenik atau ghaib. Contoh paling jelas tentu pada mertua Prabowo, yaitu pak Harto. 

Dalam konteks spiritual yang tidak rasional, sudah menjadi rahasia umum kekuasaan Pak Harto juga ditopang dengan upaya-upaya spiritual atau disebut “klenik” oleh para pengkritiknya. Akar klenik rezim Orde Baru ini sudah muncul sejak Soeharto belum berkuasa, dan sejak ia berteman dengan Soedjono Hoemardani dan menjadi murid dari Raden Panji Soediyat Prawirokoesoemo (Romo Diyat) Tokoh spiritual dan Sesepuh kebatinan Jawa yang berpusat di Semarang yang memimpin Paguyuban Nawangsasi. 

Ada sebuah kisah yang sangat populer di kalangan penghayat kebatinan Jawa bahwa jauh sebelum Soeharto menjadi presiden (ketika masih menjadi perwira menengah di Kodam Diponegoro), Romo Diyat sudah membaca tanda-tanda alam (sasmita). Romo Diyat memerintahkan Soedjono untuk "menjaga dan nempel" kepada Soeharto. Romo Diyat meramalkan bahwa Soeharto kelak akan menjadi penguasa kuat di Indonesia. Menurut Ricklefs dalam buku Mengislamkan Jawa (2013), Romo Diyat menjadi guru kerap memimpin ritual Soeharto di tempat bernama Jambe Pitu di Gunung Selok, Pantai Selatan Jawa.

Kisah lisan dari kerabat mengatakan bahwa sebelum meninggal pada 1986, Romo Diyat jauh-jauh hari sudah memberikan isyarat halus bahwa pemilu 1987 adalah pemilu terakhir untuk jadi presiden dan jangan lagi mencalonkan diri pada Pemilu selanjutnya (1992) karena "wahyu kekuasaannya" sudah berangsur pergi. Namun, karena bujukan lingkaran dekatnya yang beraliran rasional-politik, Soeharto tetap maju, yang pada akhirnya berujung pada kejatuhan tragisnya di tahun 1998.

Meski Romo Diyat ini adalah sosok utama dalam lingkaran spiritual Pak Harto, namun yang terkenal di tingkat nasional adalah Soedjono Hoemardani. Dia masuk tentara dan pangkat terakhir adalah mayor jenderal, dan menjadi menteri ekonomi dan perdagangan. Dia dijuluki sebagai "Rasputin-nya Indonesia" atau "Rasputin Jawa" oleh sejumlah jurnalis dan pengamat Barat pada masa Orde Baru (Rasputin adalah dukun terkenal di istana Kaisar Tsar II di Rusia). Bersama Ali Moertopo, dia juga menjadi salah satu tokoh kunci di balik pendirian Centre for Strategic and International Studies (CSIS), sebuah lembaga pemikir (think tank) modern yang diisi oleh kaum intelektual berpendidikan Barat. Bagi Soedjono, spiritualitas Jawa bukanlah pelarian dari realitas, melainkan sebuah "kompas" atau alat analisis internal untuk mengendalikan situasi politik yang rumit. Kontradiksi inilah yang membuatnya tetap menjadi salah satu tokoh paling misterius yang pernah berdiri di pusat kekuasaan Indonesia.

Konon, selain Ibu Tien, Sudjono adalah salah satu dari sedikit orang yang memiliki akses bebas untuk keluar masuk kamar pribadi Soeharto. Tidak seperti perwira ABRI pada umumnya, Soedjono tampil nyentrik dengan rambut gondrong mirip seniman. Jurnalis asing kerap mencatat kebiasaannya yang bernuansa mistis, seperti menerima duta besar negara Barat di ruangan yang remang-remang sambil mengenakan pakaian adat Jawa dan bertelanjang kaki. Rumah dan ruang kerjanya dipenuhi oleh ratusan benda pusaka, mulai dari keris, tombak, batu akik, hingga jimat-jimat kuno. Ruangan pribadinya kerap beraroma kemenyan atau dupa.

Soedjono diyakini memiliki kemampuan membaca tanda-tanda alam atau petunjuk gaib. Setiap kali rezim Orde Baru menghadapi krisis politik atau hendak mengambil keputusan besar, Soedjono sering kali melakukan tirakat atau meditasi terlebih dahulu untuk mencari "restu" dari alam gaib. Bersama Soeharto, Soedjono sering melakukan laku prihatin, seperti bertapa, meditasi, atau kungkum (merendam diri) di sungai-sungai yang dianggap suci di Jawa. Mereka juga kerap mengunjungi tempat-tempat yang memiliki kekuatan magis kuat, seperti Jambatan (Gua) Selomangleng, Sendang Pemancingan di Yogyakarta, hingga petilasan-petilasan kerajaan Majapahit dan Mataram Islam.

Salah satu tugas spiritual paling terkenal yang dikaitkan dengan Soedjono adalah mengumpulkan keris-keris pusaka tanah Jawa yang dianggap memegang wahyu kedaton (wahyu kekuasaan) untuk memperkuat legitimasi dan keselamatan pemerintahan Soeharto. Soedjono sering menyisir kawasan petilasan Kerajaan Majapahit di Trowulan, Jawa Timur, mendeteksi keris atau pusaka kuno yang terkubur atau "moksa" (menghilang ke dunia gaib) untuk dimunculkan kembali demi memperkuat pagar gaib istana.

Salah satu kisah yang paling terkenal dan kontroversial adalah misi peminjaman Topeng Gajah Mada di Bali. Cerita ini bukan sekadar rumor, tetapi peristiwa nyata di balik layar politik masa itu yang tercatat dalam sejarah lisan masyarakat Bali, serta sempat ditulis oleh Lee Khoon Choy (mantan Duta Besar Singapura untuk Indonesia era 1970-an) dalam bukunya.

Pada sekitar tahun 1967, di awal masa transisi kekuasaan Orde Baru, Soedjono Hoemardani diutus oleh Pak Harto untuk mendatangi tempat sakral di Bali, yaitu Pura Penataran Agung Gelgel (atau dikenal juga terkait dengan Pura Penopengan) di Blahbatuh, Gianyar, Bali.

Tujuan kedatangannya sangat spesifik: meminjam Topeng (Pratima) Gajah Mada. Topeng kuno tersebut diyakini peninggalan keramat yang berkaitan erat dengan Aria Rajasanatha atau patih sekutu Gajah Mada saat menyatukan Nusantara. Selama lebih dari 600 tahun, topeng itu disakralkan secara turun-temurun oleh keturunannya. Topeng itu tidak boleh sembarangan dikeluarkan, apalagi dibawa pergi dari Bali. Pada saat itu penjaga warisan keramat itu adalah pemuka adat bernama I Gusti Ngurah Mantra. 

Dalam kosmologi spiritual yang diyakini lingkaran Orde Baru saat itu, Topeng Gajah Mada dianggap memancarkan energi wahyu kedaton yang sangat besar. Membawa atau menyandingkan topeng tersebut di dekat Soeharto dipercaya dapat mentransfer legitimasi spiritual dan kekuatan goib kepemimpinan Gajah Mada kepada Soeharto yang baru saja memimpin Indonesia pasca 1965.

Awalnya masyarakat menolak, dan penjaga pura takut akan kutukan (bencana niskala) jika benda sakral tersebut keluar dari tanah Bali. Namun, dengan menggunakan pengaruh kekuasaan, Soedjono akhirnya berhasil meyakinkan penjaga pura agar topeng tersebut diizinkan dibawa ke Jakarta untuk ritual khusus demi keselamatan negara.

Setibanya di Jakarta, konon Soeharto dan Soedjono melakukan ritual khusus di depan topeng itu selama beberapa hari di ruang rahasia di cendana sebelum akhirnya topeng itu dikembalikan ke Bali. Menurut kalangan dalam istana, beberapa waktu setelah ritual itu, gaya kepemimpinan Pak Harto banyak berubah: lebih tenang, bernuansa mistis (di mata yang memiliki penglihatan mistik), dingin, lebih tegas, cenderung tak kenal kompromi. 

Meski amat dekat dengan Pak Harto, Soedjono bukannya tidak punya lawan politik. Salah satu yang tidak suka kepadanya adalah Letjen Alamsyah Ratu Perwiranegara, sesama Asisten Pribadi (Aspri) Soeharto pada awal Orde Baru. Ia berada di faksi yang berseberangan dengan kubu Soedjono Hoemardani dan Ali Moertopo. Alamsyah secara terbuka sangat mengkritik pengaruh mistis Soedjono di istana. Dalam beberapa kesempatan, Alamsyah-lah yang secara blak-blakan menjuluki Soedjono sebagai "dukun" istana dan mengeluhkan bagaimana urusan-urusan takhayul dan klenik dibawa ke dalam lingkaran kebijakan negara. Rivalitas ini menjadi rahasia umum di lingkaran dalam militer saat itu. Laporan-laporan menjelang dan pasca Peristiwa Malari 1974 banyak menyoroti kritik publik terhadap institusi Aspri yang dipimpin Ali Moertopo dan Soedjono Hoemardani, yang kala itu dianggap sebagai institusi bayangan yang super-power.

Namun Pak Harto sendiri dalam buku biografinya memberikan kesaksian yang bernada meluruskan sekaligus membenarkan kedekatan mereka dengan dunia spiritual. Soeharto menolak anggapan bahwa Soedjono adalah "guru spiritualnya". Sebaliknya, Soeharto bersaksi bahwa dalam urusan kebatinan Jawa, Soedjono justru sering datang kepadanya untuk belajar dan menguji penglihatan spiritualnya. Soeharto mengakui bahwa mereka sering mendiskusikan filsafat dan perlambang Jawa, namun membantah bahwa keputusan negara diambil berdasarkan klenik semata.

(sc. Buku Biografi Pak Harto, Biografi Jenderal Soemitro, Lee Khon Cooy [Indonesia: Between Myth and Reality], Jose Tesoro [The Invinsible Palace], Inside).



Will Power

Untuk menjadi Sukses pertamanya Anda harus tahu cita-cita. Apa target dan tujuan besar dalam hidupmu? Bagaimana mewujudkan?

Inilah Kuncinya..Inilah pondasinya...Anda harus punya Will Power dalam agama disebut Iman...Niat yang kuat... Kehendak ...

Banyak orang yang tidak bisa meraih impian sebenarnya karena tujuan cita-citanya itu hanya sebatas keinginannya saja. Saya katakan bahwa keinginan saja tidak cukup....sangat tidak cukup. 

Dikatakan bahwa Karma pun bisa Anda ubah. Contoh : Anda punya target mengerjakan, menyelesaikan sesuatu dan hari sudah malam, Anda capek, ngantuk, mengurus keluarga dsb. Makanya dengan alasan tersebut, Anda menunda untuk menyelesaikan pekerjaan itu dan Anda sebut ini Karma? Bukan...ini adalah karena Anda kurang Will Power. 

Pertanyaannya bagaimana menimbulkan Will Power? Tidak butuh waktu lama...Saat ini juga. Contohnya pada malam yang melelahkan, yang seharusnya Anda tidur, tiba tiba rumah Anda kebakaran, apakah ada cerita capek? sibuk? ngantuk? semuanya dalam sekejap hilang...bahkan ngantuk yang paling ngantuk pun lenyap. Inilah Will Power dan ada berbagai macam alasan untuk pemaafan artinya Karma pun dapat dikalahkan. 

Perbaiki niatan mu maka Allah akan memperbaiki jalanmu, ringankan hatimu dari beban penilaian manusia sebab keselamatan jiwa tidak lahir dari pujian, tetapi dari Hati yang bersih dan berserah diri. 

Ketahuilah Amal yang kecil dengan Ikhlas lebih besar disisi Allah daripada Amal yang besar ternoda oleh Riya.

1 Muharram 1448 H -- 16 Juni 2026


Tahun Memetik Hasil

Untukmu, Tahun Sedulur Wage yang Penuh Kesabaran, Kuat dan Berkah 

Mungkin Anda sering merasa seperti "penyimpan rahasia" dunia. Beban dipikul sendiri, lelah disembunyikan, dan harapan sering kali kandas di tengah jalan. Rasanya sepi, bukan? Ketahuilah, kesepian itu adalah ruang bagi Tuhan untuk berbicara langsung ke dalam hatimu. Anda tidak sedang dihukum, Anda sedang diajarkan arti ketangguhan yang sesungguhnya.

Sebagai Wage, kekuatanmu ada pada keteguhan hati dan kemampuan bertahan di saat orang lain menyerah. Anda adalah akar yang kuat, meski badai datang silih berganti.

Mulai hari ini, izinkan dirimu untuk melepaskan beban berat itu :

1. Ganti rasa sedih dengan ketenangan batin.

2. Ganti perasaan diremehkan dengan keyakinan diri.

3. Percayalah bahwa setiap air matamu adalah benih yang akan tumbuh menjadi pohon kesuksesan yang rindang.

Rezeki bagi Wage datang lewat jalan yang tak terduga, seringkali sebagai "hadiah" dari Tuhan atas kesetiaanmu. Apa yang tampak sebagai kebuntuan hari ini, sebenarnya adalah persiapan untuk loncatan besar menuju kehidupan yang jauh lebih layak. Anda sudah cukup sabar, Anda sudah cukup kuat. Sekarang, waktunya memetik hasil dari perjuanganmu.

Ya Allah, limpahkanlah rezeki dan keberkahan untuk semua yang hadir Disini. Semoga langkahnya dimudahkan, usahanya dilancarkan, dan hidupnya penuh berkah.

1 Muharram 1448 H -- 16 Juni 2026

Tahun Wage 



Praktisi Spritual Tercerahkan

Tidak penting status, label atau warna juga asal-usulnya....

Dengan Niat Mulia untuk merealisasikan kebenaran sejati dalam pikiran, ucapan dan tindakan.

Tidak menyakiti yang lain atau benci dan jahat.

Terus menebarkan Aura luhur kepada siapapun.

Hidup luhur tanpa sekat, karena semua makhluk hidup butuh tentram damai bahagia.

Yang luhur akhlak nya itu, selalu guyup rukun penuh kasih sayang.

Sadar nan bijaksana menuju kedalam bathin nya dan berupaya membersihkan keruhnya bathin sehingga tiada serakah, benci, dendam, egois...

Praktisi hidup luhur, bathin nya hening bening sudah tercerahkan.


Belajar mengenal Diri

Manusia adalah makhluk Spiritual, jadi tak harus mencari Spiritual ke puncak gunung, ke dasar Laut, ke Hutan-hutan. Yang dibutuhkan adalah masuk ke dalam DIRI (Tafakur/Meditasi/Muraqabah), lalu belajarlah dari pengalaman pribadi, belajarlah dari orang lain, bergaul dengan para Mursyid/Guru yang tercerahkan, berteman dengan Para Praktisi kehidupan, itu akan membuat Spritual Anda semakin bertumbuh. 

Allah sudah menaruh Kuasa luar biasa pada Roh manusia yang bersemayam dalam diri. 

Belajar berkomunikasi dengan Sang Diri (Roh) adalah pelajaran pembebasan, siapa diri ini, mau kemana, kenapa dilahirkan, apa tujuan hidup, pertanyaan seperti ini akan membangkitkan Kekuatan Spiritual/Rohani dalam diri anda.

"Anda bukanlah manusia yang memiliki pengalaman Spiritual tapi Anda adalah makhluk Spiritual yang memiliki pengalaman sebagai manusia"

Ketahuilah..! 

- Dengan Allah engkau mengenal Ilmu bukan dengan ilmu engkau mengenal Allah.

- Dengan Allah engkau mengenal dirimu bukan dengan dirimu engkau mengenal Allah.

- Hanya dengan Allah engkau mengenal Allah.

- Allah Hu Allah -- dari Allah kembali ke Allah 



Perjalanan kedalam Diri


Banyak orang menghabiskan hidupnya untuk menjelajahi dunia. Mereka berpindah dari satu kota ke kota lain, dari satu negara ke negara lain, mencari pengalaman baru dan pemandangan yang berbeda. Semua perjalanan itu tentu berharga, tetapi ada satu perjalanan yang jauh lebih sulit daripada menyeberangi lautan atau mendaki gunung, yaitu perjalanan ke dalam diri sendiri. Sebab mengenal dunia sering kali lebih mudah daripada mengenal isi hati, memahami kelemahan, dan berdamai dengan luka yang selama ini kita sembunyikan.

Perjalanan ke dalam diri dimulai ketika seseorang berhenti menyalahkan keadaan dan mulai bertanya kepada dirinya sendiri. Mengapa aku mudah marah? Mengapa aku selalu takut kehilangan? Mengapa aku begitu haus akan pengakuan? Pertanyaan-pertanyaan seperti itu tidak selalu nyaman dijawab, tetapi di situlah pertumbuhan dimulai. 

Orang yang berani melihat dirinya dengan jujur akan menemukan bahwa musuh terbesar dalam hidup sering kali bukan orang lain, melainkan ego, ketakutan, dan hawa nafsu yang bersemayam di dalam dirinya sendiri.

Menariknya, semakin seseorang mengenal dirinya, semakin luas pula cara ia memandang dunia. Ia menjadi lebih mudah memahami bahwa setiap orang sedang memikul beban yang berbeda. Ia tidak lagi terburu-buru menghakimi, karena tahu bahwa dirinya pun penuh dengan kekurangan. Ia lebih mudah berempati, karena telah mengenal rasa sakit di dalam dirinya sendiri. 

Pengalaman batin membuat pandangannya melampaui batas-batas geografis. Meski tidak pernah menginjakkan kaki di banyak tempat, ia mampu memahami manusia dari berbagai latar belakang karena telah terlebih dahulu memahami hakikat dirinya sebagai manusia.