Proses Penyembuhan Diri


Ada naluri dalam diri manusia untuk menghindari rasa sakit. Ketika sesuatu melukai, kita ingin segera menjauh, melupakan, atau menutupinya secepat mungkin. Terlihat seperti cara paling aman. Namun sering kali, apa yang kita hindari justru tetap tinggal diam-diam di dalam diri, tumbuh tanpa kita sadari.

Rasa sakit yang tidak dihadapi tidak benar-benar hilang. Ia hanya berpindah tempat, bersembunyi dalam ingatan, lalu muncul kembali dalam bentuk lain: kegelisahan, ketakutan, atau luka yang lebih dalam. Semakin kita lari, semakin jauh pula kita dari proses penyembuhan itu sendiri.

Menghadapi luka memang tidak mudah. Ia membutuhkan keberanian untuk merasakan, untuk mengakui bahwa kita sedang tidak baik-baik saja. Tetapi justru di situlah awal dari pemulihan. Ketika seseorang berani tinggal sejenak bersama lukanya, ia perlahan mulai memahami, menerima, dan akhirnya melepaskan.

Mungkin karena itu, sembuh bukan berarti tidak pernah terluka. Sembuh adalah proses berani melalui luka itu sampai ia tidak lagi menguasai kita. Bukan dengan lari, tetapi dengan bertahan cukup lama hingga hati belajar pulih dengan sendirinya.