Menjaga Tiga harta dalam Diri

Q.S Maryam : 96 : "Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal sholeh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam diri mereka rasa kasih sayang".

Kita semua harus bisa menjadi Samudera, yang siap menampung seluruh aliran sungai yang datang padanya. Bahkan betapapun kotor dan baunya aliran sungai itu, Samudera tetap saja berwarna biru dan gagah.

Ada 3 Harta dalam diri yang harus selalu kita jaga, yaitu : 

1. Belas kasih

2. Rasa yang berkecukupan 

3. Kerendahan Hati

Belas kasih akan melahirkan kekuatan. Rasa berkecukupan akan melahirkan kemurahan hati. Kerendahan hatian akan melahirkan kepemimpinan.

Supaya tetap kuat, belajarlah untuk mengalah. Tanpa mengalah, kekuatan tak akan dapat diraih. Untuk dapat memberi, temukanlah keberlimpahan bathiniah. Tanpa keberlimpahan bathiniah, tak ada yang dapat diberikan. 

Untuk dapat memimpin, pahamilah bagaimana rasanya dipimpin. Tanpa pengalaman dipimpin, tidak mungkin mengenal memimpin. 

Tanpa ketiga harta ini, tidaklah mungkin ada harta yang lainnya. Rangkul lah ketiga harta itu, dan terimalah harta yang lain yang segera datang.

Bertekad untuk selalu menjadi pembahagia bagi semua makhluk, baik yang terlihat maupun yang tak terlihat. Dan untuk melakukan kebajikan itu harus seperti sungai yang mengalir. Tiada henti dan tanpa mengharap kembali. Lakukanlah memberi kebajikan terus-menerus, semua kebajikan pasti kembali lagi kepada kita dalam bentuk yang berbeda dari orang yang berbeda pula. 

Hidup ini hanyalah sepanjang "tarikan nafas". Jangan menanam apa-apa kecuali cinta. Jangan pernah menanam kebencian. Tanamlah Cinta sebanyaknya untuk orang disekitar kita. Berikan kehangatan kepada siapa saja tanpa membeda-bedakan. Sekuat tenaga, tutupi aib orang lain, seperti malam yang gelap, sehingga manusia tak bisa melihat apapun. 

Jangan biarkan diri kita marah dan murka, walau hanya sesaat. Ketika ada kemarahan, Jadikan diri seperti orang mati. Marah itu seperti bara api yang akan membinasakan diri sendiri. Orang yang dikuasai kemarahan, kedua matanya merah, urat darah di leher tegang. Mengendalikan kemarahan itu bukanlah sebuah perkara yang mudah. Oleh sebab itu cara yang paling ampuh adalah diam dan tidak membalas. Tetaplah tersenyum. 

Jangan mengambil keputusan apapun dalam keadaan marah, Karena segala keputusan yang diambil dalam keadaan marah, akan berakhir dengan malu dan penyesalan. 

Hiduplah dalam KESEDERHANAAN dan KERENDAH-HATIAN. Jadilah Seperti BUMI. Bumi selalu menempatkan dirinya dibawah, meskipun terkadang Ia lebih baik dari langit. 

Sebagai manusia biasa yang penuh kekurangan, maka apa yang harus dapat kita SOMBONGKAN. Jadilah orang berilmu, yang dengan ilmu kita tidak merasa paling pintar, rendah hati dan semakin tidak tahu apa-apa. 

Kembangkan terus SIKAP TOLERAN dalam menyikapi SEMUA PERBEDAAN. Jadilah SAMUDERA yang siap menampung setiap pandangan yang berbeda. Jangan jadikan perbedaan menjadi alat pemecah belah, tetapi jadikan perbedaan sebagai alat PEMERSATU. Hiduplah dengan penuh Kejujuran. Tampilkan jati diri apa adanya. Kejujuran selalu menghadirkan energi positif, kebahagiaan, dan kedamaian bagi jiwa. JUJUR itu selalu MENYEHATKAN PIKIRAN.

Yakinlah semua Makhluk Hidup, baik yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan, di setiap ruang dan waktu, di semua tingkatan....senantiasa HIDUP BAHAGIA..... dan bebas dari segala bentuk penderitaan.