Hakikat Iqra menurut Ulama Tasawuf


1. Membaca tanda-tanda Allah di Alam. Alam semesta adalah kitab Allah yang terbuka "Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kebesaran) Kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur'an itu adalah benar. (QS. Fussilat 41: Ayat 53)

2. Membaca kitab Diri sendiri , para sufi mengatakan : Manusia Adalah kitab Allah yang paling besar. Imam Ali bin Abi Thalib berkata : "Apakah engkau mengira dirimu hanya tubuh kecil? Padahal didalam dirimu terkandung alam yang besar." Karena itu sebagian ahlii haqiqat berkata "IQRA' NAFSAKA"(Bacalah dirimu sendiri)

3. Bacalah dengan nama Tuhanmu (Bi Ismi Robbik). Bacalah alam dengan kesadaran bahwa semuanya berasal dari Allah. Jika membaca alam tanpa "Bismillah" manusia hanya melihat sebab, bukan pencipta sebab. Contoh orang yg bisa melihat : alam semesta, matahari, lautan, gunung, dll. Tetapi Ahli Ma'rifat melihat sebagai : Tajalli qudrah Allah, Hikmah Allah, Rahmat Allah,  dll.

4. Membaca dengan Hati, bukan dengan mata. Para ahli Tasawuf mengatakan ada 3 jenis membaca : Membaca dengan mata, ini adalah membaca tulisan, Membaca dengan akal, ini adalah memahami ilmu, Membaca dengan hati, ini membaca rahasia Tuhan dalam segala sesuatu. Inilah yang disebut  Basirah (penglihatan batin)

5. Iqra' adalah pintu Ma'rifat. Urutan nya sebagai berikut :

Iqra - membaca tanda-tanda Allah

Ilmu - memahami rahasia penciptaan

Dzauq - merasakan kehadiran Allah

Kasyaf - terbukanya rahasia

Ma'rifat - mengenal Allah.

6. Rahasia lebih dalam menurut ahli Hakikat. Perintah iqra' sebenarnya memiliki makna batin. Artinya dari mana wujudmu? Siapa yang menghidupkanmu? Siapa yang mengerakkan hatimu? Siapa yang memberi niat dalam dirimu?. 

Ketika seorang salik membaca semuanya,  Ia akan sampai pada kesimpulan :  LAA MAUJUD ILALLAH.