Sufi Menghindari Publisitas



Ada banyak orang berkhotbah tentang mengulang nama Tuhan dan meditasi, berpura-pura menjadi ahli yang sangat maju. Mereka mengklaim sebagai Guru, Sehingga mereka dapat mengumpulkan banyak penonton dan memamerkan keterampilan mereka.Tetapi pertunjukan bakat seperti itu bukanlah tanda pencapaian spiritual. Pencapaian spiritual menghindari publisitas

Latihan spiritual harus dilakukan dalam KEHENINGAN, jauh dari pandangan umum. Nama dan wujud Tuhan dipuja oleh Mira sebagai "permata berharga".

Permata indah dan berharga tidak dibawa sebagai barang dagangan ke pasar. Hanya sayuran yang dipamerkan untuk dilihat semua orang.

Tuhan adalah kehadiran, bukan seseorang. Oleh karena itu, menyembah hanyalah kebodohan belaka. 

Prayerfulness (ritual) itu dibutuhkan, tapi bukan doa/meminta. 

Tidak ada seorang pun yg dapat berdoa, tidak mungkin ada dialog antara Anda dan Tuhan. Dialog hanya mungkin antara dua orang, dan Tuhan bukanlah orang, tetapi Tuhan itu “kehadiran/keberadaan” – seperti kecantikan dan sukacita.

Pengalaman pertama terjadi dalam diri Anda. Setelah Anda telah melihat terang dalam diri, Anda akan dapat melihatnya di mana-mana. Allah harus dibebaskan dari semua konsep kepribadian. Kepribadian adalah penjara. Allah harus dibebaskan dari segala bentuk tertentu; hanya kemudian dia bisa memiliki semua bentuk. Dia harus dibebaskan dari nama tertentu sehingga semua nama menjadinya.

Jika engkau memasuki misteri terdalam dari kehidupan, engkau bukanlah hanya seorang penyaksi, karena si penyaksi selalu ada di luar – engkau menjadi satu dengan kehidupan ini. Engkau tidaklah berenang di sungai kehidupan ini, bukan engkau yang mengapung di sungai kehidupan ini, bukanlah engkau yang berjuang di sungai kehidupan ini. Tidak, tapi engkaulah sungai itu. Seketika engkau menyadari bahwa riak-riak itu adalah bagian dari sungai. Berlaku juga kebalikannya, Sungai itu adalah bagian dari riak-riak itu. Bukan saja kita adalah bagian dari Tuhan, tetapi Tuhan juga adalah bagian dari kita.

Ketika Al Halaj mengatakan “Aku adalah Tuhan” ia tidak mengatakan bahwa “Aku adalah Tuhan dan engkau tidak”’ Ia tidak mengatakan “Aku adalah Tuhan dan pohon-pohon ini tidak” 

Ia tidak mengatakan “Aku adalah Tuhan dan kerikil-kerikil ini, bebatuan ini adalah tidak.” Mengatakan bahwa “Aku adalah Tuhan” ia menyatakan bahwa semuanya ini adalah Ilahi, suci. Segala sesuatu ini Ilahi.

Sufi tidak memikirkan tentang bagaimana alam semesta ini, tapi menjadi alam semesta. 

Sufi bukan tentang memikirkan, juga bukan tentang melakukan sesuatu terhadap alam semesta ini. Sufi bukanlah tentang berfikir maupun tentang bertindak. 

Sufi adalah yang ada, menjadi ada. (menyadari ke-ada-an, menjadi sadar bahwa kita ada, – being). Dan saat ini, tanpa usaha apapun, engkau dapat menjadi sufi. Jika engkau berhenti berfikir, dan engkau membuang ide tentang melakukan sesuatu, jika engkau membuang ide sebagai si pemikir (sesuatu yang berpikir) dan ide tentang si pelaku (sesuatu yang bertindak), jika engkau cukup menjadi ada, seketika itu engkau adalah sufi. 

Dan ini lah yang aku upayakan sembari aku berbicara tentang sufi: bukan untuk mendoktrinmu, bukan utuk membuatmu lebih berpengetahuan tentang sufi, tetapi membuat sufi yang ada di dalam dirimu keluar.