Ruwatan

Ruwatan adalah ritual penyucian untuk melepaskan kutukan yang membawa sial atau membahayakan. Ruwatan merupakan bagian dari budaya dan tradisi turun-temurun yang masih dilakukan oleh sebagian masyarakat Jawa dan Bali, hingga saat ini.

Dalam bahasa Jawa, ruwatan memiliki arti dilepas atau dibebaskan. Oleh karena itu, tujuan ruwatan adalah membebaskan seseorang yang diruwat dari hukuman atau kutukan, seperti kesialan, penyakit, yang dianggap berasal dari roh jahat atau karma buruk yang dapat membawa bahaya.

Ciswak, Ruwatan Ala Tionghoa dimaksudkan untuk membuang sial dan menghindarkan nasib buruk. "Kalau orang tua dahulu mengatakan di kias artinya unuk melepas dosa, karma yang tidak baik supaya kalau seandainya pun kena itu tidak berat."

Ruwatan dalam tradisi Veda di kenal dengan Yagya. Yagya Penyembuhan Leluhur — Bersihkan Karma Generasi, Pulihkan Keseimbangan Keluarga. Pitru Dosha Nivaran — Ritual Weda yang Ampuh untuk Membebaskan Garis Keturunan Anda dan Membuka Kemungkinan Baru. 

Yagya itu meruwat bisa sampai 49 kehidupan yang lalu. Tujuannya untuk menghapus karma minimal menguranginya dan memperbaiki kehidupan sekarang. Tapi Nasib itu bahkan sejak Anda dilahirkan jalan hidupmu sudah tertulis sampai Anda mati

Kalau menurut Buddhis/Chinese, nasib yang hanya sisa 50 % bisa diubah, bahkan kematian bisa ditunda. Karena manusia didalamnya ada elemen air, kayu,api,tanah dan logam. Disini kita membuat ciswak, tapi jarang sekali Guru mau men ciswak kan orang secara langsung, maka coba diperbaiki lewat fengshui. Fengshui hanya bisa maksimal memperbaiki 25% itu. 

Kalau ada ritual, pakai kekuatan dewa dll, meskipun Guru bisa membuat ciswak secara  matematis mereka menghindar. 

Karena karma harus dibayar, kalau mereka diciswak lalu terhindar siapa yang bayar,  kalau fengshui alam yang tanggung. 

Karena itu 25% sisanya adalah hal yang paling misterius. Karena itu adalah Berkah Guru

Ruwatan Yagya : Perjalanan Mistik Menuju Harmoni Kosmik dan Kesatuan Spiritual

Di bawah selimut luas kosmos, peradaban telah lama mencari persekutuan spiritual dengan unsur-unsur yang menjembatani yang terbatas dengan yang tak terbatas. Ritual kuno Yagya—ritual setua bisikan mantra-mantra Weda—tetap diselimuti aura mistis. Upacara sakral ini, lebih dari sekadar menyalakan api suci, merupakan perpaduan mantra-mantra suci, ramuan obat, dan niat mendalam untuk menyelaraskan hakikat manusia dengan yang ilahi. Upacara ini mengundang rasa ingin tahu untuk menjelajahi kedalamannya, menjanjikan sebuah perjalanan bukan hanya ke dalam inti tradisi kuno, tetapi juga ke dalam inti keberadaan kita.

Janji Yagya : Menjembatani Alam Material dan Spiritual

Bayangkan jika Anda dapat menyentuh sisi ilahi, mengirimkan harapan Anda ke atas sulur-sulur asap yang membumbung tinggi ke langit, dan memupuk hubungan yang mendalam dengan energi-energi yang mengatur alam semesta. Inilah janji Yagya, sebuah praktik yang melampaui sekadar ritual dan menjadi penghubung pengalaman antara kehidupan material kita dan kekuatan-kekuatan spiritual yang merasuki segalanya. Relevansinya menembus tabir modernitas, menawarkan penghiburan dan solusi di dunia yang penuh dengan tantangan kompleks.

Jika anda terbeban, sakit penyakit, hubungan keluarga suami/istri/ anak, karir, keuangan, rejeki, kebahagiaan. Jika anda selama ini merasa tidak ada kemajuan stagnasi dalam berbagai aspek kehidupan dan ingin merubahnya ingin memperbaikinya. Ataupun ingin menerima berkah dari Guru

Inilah yang disebut 𝙍𝙪𝙬𝙖𝙩𝙖𝙣