Apa yang kamu benci sering kali datang ke kehidupan
Hidup ini seperti cermin. Apa yang kita benci, kita kritik, kita tolak justru berputar dan kembali ke kita. Ini bukan teori. Ini pengalaman nyata.
Saya dulu pernah buka kelas berbayar. Ada seorang “Master” yang mengkritik saya.Katanya kesadaran itu komunitas, tidak boleh berbayar. Landasannya mengacu pada Osho Guru dari India. Katanya Osho tidak pernah berbayar. Katanya semua harus gratis. Tidak lama kemudian, saya lihat beliau buka kelas berbayar secara intensif.
Saya pernah membahas seks tantra — aktivitas kesadaran lewat pintu seksual. Dikritik keras. Dibilang ajaran menyimpang. Sekarang? Beliau juga membuka kelas tentang seks untuk kesadaran. Konsepnya sama. Lalu saya telusuri lagi tentang Osho. Ternyata murid-muridnya juga membayar. Jumlahnya besar. Mungkin dulu beliau mengira gratis, ternyata tidak. Dan saya pun pernah ada di posisi itu. Pernah fanatik. Pernah merasa paling benar. Bukan hanya soal kelas berbayar.
Saya dulu mengkritik orang-orang Spiritual yang bicara tentang Alam Ketuhanan. Saya menolak. Saya sinis. Sekarang? Saya justru masuk mempelajari dunia itu.
Dulu saya hidup sangat susah. Hampir tidak kuat makan. Ada orang yang menghina, mencaci, merendahkan. Hari ini orang itu mengalami kesengsaraan yang sama. Sakit parah.Finansial hancur. Dulu saya banyak utang. Dicaci karena itu. Sekarang saya tidak punya utang. Yang dulu mengejek, hampir semua justru punya utang.
Apa artinya ini? Bukan soal karma sederhana. Bukan soal balas dendam alam semesta. Ini soal hukum ketertarikan. Apa yang kita benci, kita lawan, kita tolak…kita beri energi. Energi itu mengikat. Semakin kita membenci, semakin kita terhubung. Semakin kita takut, semakin kita fokus ke sana. Semakin kita menolak, semakin kuat pola itu bertahan.
Coba lihat ke dalam diri. Apa yang kamu tolak hari ini? Apakah kamu menolak kondisi hidupmu sekarang? Menolak kendaraanmu? Menolak rumahmu? Menolak pasanganmu? Menolak nasibmu? Penolakan itu adalah perlawanan. Perlawanan adalah energi. Energi itu membuat pola terus berulang. Kalau kita menolak kondisi sekarang, kita justru sulit lepas dari kondisi itu. Karena kita masih bereaksi.
Berlatihlah netral.
Tidak menilai.Tidak membenci.Tidak menolak.Tidak berlebihan memuji. Melatih Netral. Bukan berarti pasif. Bukan berarti tidak bergerak.Tapi bergerak tanpa kebencian.Tanpa reaksi berlebihan. Apapun yang datang, jangan ditolak. Amati. Sadari. Lalui. Ini bukan hal mudah.
Ini perjuangan terus-menerus. Proses panjang. Proses sadar. Karena hidup selalu memantulkan isi batin kita. Jadi hati-hati dengan apa yang kamu benci. Hati-hati dengan apa yang kamu tolak. Bisa jadi…itu sedang kamu panggil tanpa sadar.










