Dialog tentang Tasawuf lanjutan

Manusia modern bisa terhubung dengan seluruh dunia tapi tidak dengan hatinya sendiri. Banyak yang terlihat bahagia padahal batinnya diam-diam lelah. Tasawuf bukanlah pelarian dari dunia. Tasawuf adalah jalan sunyi pulang menuju Hati yang hidup.

Murid : Guru, apa benar Tasawuf itu ajaran yang membuat manusia meninggalkan dunia?

Guru : Tidak...Justru manusia tanpa  Tasawuf sering kehilangan dirinya didalam dunia.

Murid : Aku masih belum mengerti..

Guru : Dengar baik-baik. Islam bukan hanya Syariat yang terlihat. Ada tubuhnya dan ada ruhnya. Banyak manusia hari ini sibuk menjaga kulit agama tapi lupa menghidupkan jantungnya.

Murid : Jantungnya?

Guru : Ya. Dan Tasawuf adalah usaha menghidupkan kembali jantung itu.

Murid : Lalu kenapa hatiku tetap kosong, padahal aku shalat?

Guru : Karena gerakanmu belum tentu menghadirkan rasa. Lidahmu mungkin menyebut nama Allah tapi hatimu masih dipenuhi dunia.

Martin Lings pernah menjelaskan manusia modern kehilangan pusat hidupnya. Mereka tahu banyak hal tapi tidak mengenal dirinya sendiri. Mereka mampu menaklukkan langit tapi kalah melawan nafsunya sendiri.

Murid : Jadi tasawuf itu melawan hawa nafsu?

Guru : Lebih dari itu. Tasawuf adalah perjalanan membebaskan jiwa dari segala sesuatu selain Allah. Karena penderitaan terbesar manusia bukan miskin. Bukan gagal tapi saat hatinya terputus dari Tuhan.

Murid : Mengapa sekarang banyak manusia merasa hampa?

Guru : Karena dunia modern mengajarkan manusia cara membeli segalanya kecuali ketenanga. Teknologi membuat manusia terkoneksi,, tapi batin mereka terasing. Mereka punya ribuan teman tapi tak  mengenal dirinya sendiri. Mereka tertawa di siang hari lalu diam dan menangis saat malam.

Murid : Apakah Tasawuf itu harus masuk Tharekat?

Guru : Tharekat hanyalah jalan tapi  Tasawuf yang sejati adalah ketika hatimu mulai hidup. Ketika kau mulai malu  berbuat dosa meskipun tak ada manusia yang melihat. Ketika kau mulai mencari Allah meskipun tetap mencari dunia.

Murid : Guru... kenapa kata-kata Tasawuf terasa sangat dalam?

Guru : Karena ia berbicara kepada bagian dirimu yang selama ini diam.

Martin Lings menjelaskan bahwa manusia punya dimensi lahir dan batin. Dan kebanyakan manusia modern mati di bagian batinnya. "Mereka hidup tapi ruhnya lapar". "Mereka bekerja tanpa henti namun tak tahu untuk apa mereka hidup". 

Murid : Lalu apa tujuan Tasawuf  sebenarnya?

Guru : Mengenal Allah bukan sekedar tahu bahwa Allah Ada tapi benar-benar merasakan kehadiran-Nya. Tasawuf adalah perjalanan dari kepala menuju Hati. Dari ilmu menuju cahaya. Dari ibadah yang kosong menjadi ibadah yang hidup

Murid : Apakah semua orang membutuhkan Tasawuf?

Guru : Selama manusia masih punya Hati, dia membutuhkannya.Karena tanpa dimensi ruhani, Agama bisa berubah  hanya menjadi rutinitas. Tubuh sujud tapi hati tetap liar. Lidah berzikir tapi jiwa tetap gelisah. 

Murid : Guru... kenapa buku Martin Lings terasa berbeda? 

Guru : Karena dia tidak menulis seperti orang yang hanya membaca kitab. "Dia menulis seperti seseorang...'"yang pernah merasakan kekeringan dunia modern" Lalu menemukan mata air di dalam tasawuf". Dia melihat bagaimana manusia modern perlahan kehilangan makna dan Tasawuf menjadi jalan untuk kembali. 

Murid : Jadi Tasawuf bukan tentang lari dari dunia?

Guru : Tidak.Tasawuf adalah ketika dunia tidak bisa lagi menguasai Hatimu. "Kau tetap bekerja...tetap hidup... tetap berjalan di bumi". Tapi hatimu tidak diperbudak dunia. 

Murid : Aku merasa selama ini hidupku jauh sekali dari diriku sendiri

Guru : Itulah awal perjalanan karena  banyak manusia baru mencari Tuhan setelah dunia gagal mengisi kekosongan didadanya. Manusia modern takut kehilangan uang, padahal yang paling lama hilang dari hidup mereka adalah Allah.