Tahun Menata ulang cara Hidup



Jika 2025 adalah pelepasan, maka 2026 adalah fase menjalani hidup tanpa sandaran lama. Tahun 2026 bukan tentang lompatan besar, melainkan tentang menata ulang ritme hidup agar bisa dijalani lama, jujur, dan tidak menguras tenaga. 2026 terasa lebih, sunyi, selektif, kurang toleran pada kepalsuan, Hal-hal yang tidak selaras akan cepat melelahkan. Bukan karena salah, melainkan karena energi manusia tidak lagi ingin bocor ke arah yang tidak perlu. Sebaliknya, hal-hal sederhana yang jujur justru menguatkan rutinitas yang konsisten, relasi yang tenang, pilihan hidup yang tidak ramai tapi nyata

2026 dalam Kerangka Ba Zi (Sebagai Pembacaan Pola)

Dalam Ba Zi, 2026 berada di bawah karakter Bing Wu (Api Yang di atas Kuda). Ini bukan ramalan kejadian, melainkan bahasa simbolik tentang kualitas waktu.

Api Yang (Bing) membawa kejelasan dan kesadaran. Wu (Kuda) melambangkan gerak dan perubahan arah. Kombinasi ini membuat 2026 cenderung : mendorong kejujuran dalam pilihan hidup, menguji niat di balik setiap kesibukan, membuat yang tidak sejalan cepat terasa melelahkan. Tahun ini tidak mendukung kepura-puraan jangka panjang. 

Relasi, Kerja, dan Ritme Hidup di 2026

Relasi yang tidak punya kedalaman akan mengendur sendiri. Kesibukan yang digerakkan oleh ambisi lama terasa cepat menguras tenaga. Sebaliknya, hidup yang : sederhana, konsisten dan tidak dibangun di atas ketakutan justru terasa stabil dan bisa dijalani lama.

2026 bukan tahun untuk membuktikan apa-apa. Ia adalah tahun untuk menjalani hidup dengan cara yang lebih jujur. Karena setelah penutupan, yang paling penting bukan seberapa cepat melangkah ke depan, melainkan tidak kembali ke pola lama hanya demi rasa aman.


Penutup Siklus Pola Lama

Penyebutan 2025 sebagai penutup siklus pola lama bukan muncul dari satu sumber tunggal. Ia lahir dari pertemuan banyak lapisan perubahan—sosial, psikologis, ekonomi, dan batin manusia—yang mencapai titik jenuh di waktu yang hampir bersamaan. Bukan ramalan. Bukan juga kebetulan. Lebih tepatnya : akumulasi panjang yang akhirnya sampai pada batasnya.

1. Secara Zaman : Pola Dunia Sudah Terlalu Lama Dipaksakan. Sejak sekitar 2020, dunia tidak benar-benar “kembali normal”. Yang ada hanyalah memaksa pola lama agar tetap berjalan :

✓ Sistem kerja yang dipadatkan tapi jiwa manusianya terkikis

Relasi sosial yang tampak tersambung, tapi makin dangkal

✓ Pengejaran stabilitas dengan mengorbankan kesehatan mental 

Lima tahun bukan waktu singkat. Dalam siklus manusia, itu cukup lama untuk membuat satu cara hidup kehabisan tenaga. 2025 menjadi titik di mana banyak sistem tidak lagi bisa ditambal, hanya bisa diselesaikan atau ditinggalkan. 

2. Secara Psikologis : Manusia Sampai di Titik Jenuh Bertahan. Ada fase di mana manusia kuat menahan. Ada fase di mana menahan berubah menjadi kelelahan batin. Di 2025, banyak orang tidak runtuh karena kejadian besar, melainkan karena akumulasi hal kecil yang tidak pernah selesai :

✓ Mengalah terlalu lama

✓ Bertahan di tempat yang tidak lagi tumbuh

✓ Menjalani peran yang sudah tidak jujur

Inilah tanda klasik penutup siklus : bukan ledakan emosi, tapi hilangnya energi untuk berpura-pura.

3. Secara Pola Hidup : Yang lama tidak lagi relevan. Ciri siklusnya yang akan berakhir itu sederhana adalah Usaha yang baik tidak mendapatkan hasil yang baik. Di 2025, banyak orang mengalami :

✓ Kerja keras yang tidak berbanding lurus dengan hasil

✓ Strategi lama yang terasa “benar” tapi tak bergerak apapun.

✓ Cara berpikir aman yang justru membuat terjebak dengan keadaan.

Ini bukan kegagalan pribadi. Ini tanda bahwa alat lama strategi sudah tidak cocok untuk medan baru.

4. Secara Simbolik : Angka 2025 Sebagai Penutup

Tanpa perlu numerologi secara mentah, ada makna simbolik angka yang sering dipakai para lintas budaya : 2025 → 2+0+2+5 = 9. Angka 9

Dan secara universal dipahami sebagai :

Penyelesaian

Pematangan

Pelepasan masalah sebelum awal baru

Bukan awal yang gegap gempita, melainkan akhir yang menuntut kejujuran. Makanya 2025 terasa tidak “menyenangkan”, tapi terasa penting. 

5. Ini Bukan Tahun Mulai, Tapi Tahun Menutup dengan Sadar

Kesalahan terbesar adalah berharap di tahun 2025 membawa jawaban baru. Padahal yang diminta justru :

✓ Menyelesaikan yang tertunda

✓ Mengakui sudah tidak ada hasilnya 

✓ Melepaskan identitas lama yang tidak lagi selaras dan ada.

Siklus lama tidak berakhir karena kita ingin berubah. Ia berakhir karena ia tidak lagi bisa membawa kita hidup dengan utuh. 

Apa Inti Pesan 2025?  Jawabannya :  bukan Ayoo mulai hal baru, tapi ayoo selesaikan dulu yang lama dengan jujur karena tidak ada 2026 yang benar-benar baru jika penutupannya masih setengah-setengah. 

Rangkaian berbagai hal peristiwa di tahun 2025 hanyalah proses penghalusan Energi sebelum pintu Rezeki dibuka di tahun 2026 hingga tahun seterusnya.







Siklus Kehidupan Baru

Hutang Karma

Ilmu Numerology melihat angka sebagai peta jalan jiwa untuk memperbaiki diri dari kesalahan masa lalu dan mencapai potensi tertinggi di kehidupan sekarang dan mendatang.

Dalam ilmu Numerology, satu siklus kehidupan itu biasanya dihitung selama 9 tahun, mulai dari tahun pertama hingga tahun ke-9. Dalam numerologi, tahun 2025 sendiri jika seluruh angkanya dijumlahkan, maka akan muncul angka 9. Ini juga merupakan tanda bahwa tahun 2025 ini jatuh di tahun ke-9 dalam siklus kehidupan sejak tahun 2017

Jika Anda mempelajari Ilmu Numerology tentu Anda akan paham, bahwa sebenarnya semua yang ada di alam semesta ini begitu teratur dan bisa dihitung. Demikian juga dengan siklus kehidupan. Dalam Numerology dijelaskan, bahwa sebenarnya angka tahun jika dijumlahkan sampai ketemu angka tunggal di akhir penjumlahan, itu bisa menjadi penanda tahun tersebut sudah masuk urutan ke berapa dalam satu siklus kehidupan di numerologi.

Tanpa disadari tahun 2025 ini Anda sedang memasuki fase pembayaran hutang karma yang terbentuk sejak 2017 lalu. Bahkan bisa jadi terbentuk sejak sebelum 2017.

Ketika Anda yang mulai memasuki perubahan kehidupan besar di tahun 2017 silam. Dan tanpa Anda sadari sebenarnya menentukan karma ke depan selama 9 tahun ini. Itulah titik tahun terbentuk nya karma selama beberapa tahun mendatang. 

Dalam Numerology, tahun 2025 merupakan tahun terakhir dalam sebuah siklus. Itu artinya di tahun 2026 mendatang kita akan memasuki fase kehidupan yang baru. Artinya, hal-hal lama yang tidak relevan dari masa lalu, harus kita selesaikan di tahun 2025 ini kalau ingin memasuki fase hidup baru yang lebih sehat dan memberdayakan kehidupan.

Hal-hal lama yang tidak lagi relevan bisa berupa mindset buruk di masa lalu yang masih kita bawa, luka-luka dan trauma batin dari masa lalu (sejak 2017 dan sebelumnya) yang bisa menghambat kita untuk maju, atau bahkan pandangan hidup atau nilai hidup yang tidak lagi relevan untuk masa depan. Inilah yang menjadi bibit pembentuk KARMA kita selama ini.

Tahun 2026 ini menjadi tahun yang baru untuk mengawali siklus kehidupan baru, Anda harus meninggalkan semua hal lama yang tak lagi relevan, atau meninggalkan KARMA lama yang tidak lagi membekas.

Semua manusia tentu menginginkan hidup yang lebih mudah, lebih bahagia, lebih berkelimpahan, dan lebih memberdayakan. Ini disebut juga sebagai hidup yang lebih bertumbuh. 

Anda tidak akan bisa bertumbuh kalau tidak meninggalkan karma-karma lama yang bisa menghambat kehidupan untuk sejahtera. Inilah yang disebut dengan harus membayar hutang karma dulu di tahun ini, kalau mau hidup di siklus selanjutnya lebih mudah dan lebih baik. Pelajarilah cara kerja hukum KARMA lebih detail, dan penulis mengalami Pola nya di tahun belakangan ini. Didalamnya saya sudah dengan detail bagaimana Karma bekerja, mulai dari ranah pola Pikiran Bawah Sadar dan pola karma buruk selama ini, hingga Anda bisa mengubahnya menjadi karma baik. Ketika Anda memahami cara kerja hukum karma, Anda juga akan lebih bisa dalam memutus KARMA LELUHUR di keluarga Anda sendiri.

Hasil terbaik kehidupan adalah pembelajaran sampai hipnoterapinya tuntas. Dan rasakan perubahannya dalam kehidupan Anda.

Perbaikan Nasib 

Jika anda terbeban, sakit penyakit, hubungan keluarga suami/istri/anak, karir, keuangan, jabatan dan kebahagiaan. Jika anda selama ini merasa tidak ada kemajuan stagnasi dalam berbagai aspek kehidupan dan ingin merubahnya ingin memperbaikinya. Anda bisa Ruwatan : Kamis legi, tanggal 24--25 Desember 2025 untuk tahun 2026









Cara Mengenali Pola yang Terus Berulang

Perhatikan masalah yang muncul berulang dalam keluarga, misalnya konflik, pengkhianatan, kesulitan finansial, atau pola hubungan yang tidak sehat.

Amati responsmu. Apakah kamu tanpa sadar mengulang cara berpikir atau bereaksi seperti orang tuamu?

Tanyakan pada diri sendiri, "Apakah ini benar-benar pilihanku, atau pola yang aku pelajari sejak kecil?"

Berani menerima kenyataan tanpa menyalahkan diri sendiri maupun keluarga. Kesadaran adalah langkah pertama menuju perubahan.

Praktik untuk Memutus Pola (Sering Disebut "Memutus Karma" dalam Tradisi Spiritual)

1. Sadari polanya. Apa yang tidak disadari cenderung terus berulang.

2. Maafkan, tanpa harus membenarkan. Memaafkan adalah melepaskan beban batin, bukan menyatakan bahwa tindakan yang menyakitkan itu benar.

3. Sembuhkan luka batin. Beri ruang pada emosi yang selama ini dipendam melalui refleksi, meditasi, doa, journaling, atau jika diperlukan, bantuan profesional.

4. Ubah pilihan sehari-hari. Setiap keputusan yang lebih sadar adalah cara memutus pola lama.

5. Bangun nilai baru dalam keluarga. Kejujuran, kasih sayang, komunikasi yang sehat, dan rasa hormat akan menciptakan warisan yang berbeda bagi generasi berikutnya.

6. Latih kehadiran bathin. Semakin tenang kesadaranmu, semakin kecil kemungkinan kamu bereaksi secara otomatis mengikuti pola lama.

Intinya, dalam pandangan Spiritual, karma tidak selalu dipandang sebagai hukuman. Ia bisa dipahami sebagai pelajaran yang terus muncul sampai disadari dan direspons dengan cara yang lebih bijaksana. Ketika kesadaran berubah, arah perjalanan hidup pun dapat berubah.

Perubahan Hidup


Ada hal-hal dalam hidup yang datang dengan indah, lalu pergi tanpa banyak penjelasan. Kita kehilangan orang, kesempatan, atau harapan yang pernah terasa begitu dekat. Pada saat itu, duka terasa wajar. Karena setiap kehilangan selalu meninggalkan ruang kosong yang tidak langsung terisi.

Namun hidup memiliki cara yang misterius untuk bergerak. Apa yang hilang tidak selalu benar-benar lenyap dari hidup kita. Ia sering kembali dalam bentuk lain. Kadang sebagai pengalaman yang membuat kita lebih bijak, kadang sebagai pertemuan baru yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.

Kehilangan memang tidak mudah diterima. Tetapi seiring waktu, kita mulai menyadari bahwa banyak hal yang dahulu terasa seperti akhir ternyata hanyalah perubahan bentuk. Sebuah pintu tertutup, lalu pintu lain perlahan terbuka, membawa sesuatu yang berbeda namun tetap bermakna.

Mungkin itulah pelajaran yang diam-diam diberikan hidup. Bahwa tidak semua yang pergi adalah akhir dari segalanya. Terkadang ia hanya sedang berubah jalan, menunggu waktu yang tepat untuk kembali hadir dalam wujud yang baru. 


Proses Perjalanan Spritual

Kalimat diatas berbicara tentang dua tingkatan perjalanan bathin yang sering disalahpahami. Banyak orang mengira bahwa mendekat kepada Allah selalu identik dengan ketenangan, kelapangan, dan hidup yang terasa ringan. Padahal, justru tanda awal seseorang berjalan menuju Allah dalam ujian. Ujian menjadi bahasa pertama yang digunakan Tuhan untuk membersihkan arah, meluruskan niat, dan menguji apakah langkah itu sungguh menuju-Nya atau hanya menuju rasa nyaman.

Orang yang berjalan menuju Allah diuji agar ia belajar membedakan antara iman dan kebiasaan, antara tawakal dan angan angan. Ujian membuat akal berhenti bersandar pada logika dunia semata, dan hati mulai belajar bersandar pada sesuatu yang tak kasat mata. Di fase ini, manusia masih merasa dirinya berjalan, masih sadar bahwa ia berjuang, masih mengukur lelah dan hasil. Ujian datang sebagai cermin agar ia mengenali batas dirinya.

Namun ada fase kedua yang lebih dalam, lebih sunyi, dan lebih menyakitkan, yaitu Orang yang dicintai Allah tidak sekadar diuji, tetapi dibakar. Bukan dibakar untuk dihancurkan, melainkan dibakar untuk dimurnikan. Yang dibakar bukan jasadnya, tetapi sandaran sandaran palsu dalam hatinya. Ambisi, kebanggaan, rasa memiliki, bahkan harapan - harapan yang tidak sepenuhnya bersandar pada Allah perlahan diluruskan. Di titik ini, manusia tidak lagi bertanya mengapa? Karena pertanyaan itu sendiri telah terbakar.

Secara filosofis, pembakaran ini adalah proses kefanaan. Diri yang merasa memiliki kehendak dilebur, ego yang ingin mengatur dilenyapkan. Yang tersisa bukan kehampaan, tetapi kehadiran. Ketika semua yang selain Allah runtuh, barulah hati mengenal makna cukup yang sebenarnya. Bukan karena memiliki banyak, tetapi karena tidak lagi bergantung pada apa pun selain Dia.

Secara psikologis, fase ini sering tampak seperti kehilangan total. Kehilangan arah, kehilangan rasa, kehilangan pegangan. Tetapi justru di sanalah ketenangan terdalam lahir. Saat tidak ada lagi yang bisa diandalkan, Allah menjadi satu satunya tempat pulang. Dan ketika itu terjadi, penderitaan tidak lagi terasa sebagai hukuman, melainkan sebagai bentuk kasih yang paling jujur.

Pada akhirnya, ujian membuatmu berjalan, tetapi pembakaran membuatmu sampai. Ujian mengajarimu bersabar, pembakaran mengajarimu pasrah. Dan ketika tak ada lagi yang tersisa selain Dia, barulah cinta itu benar-benar dimengerti.

Masuk ke Dunia Spiritual yang berubah bukan diri Anda, melainkan cara orang memandang. Mereka mulai menganggap Anda berbeda. Karena Anda lebih banyak diam dari pada menjelaskan. Lebih memilih menjaga energi daripada mencari pengakuan. Lebih nyaman menyendiri daripada berada di keramaian yang melelahkan. Biarlah mereka menilai dari sudut pandang mereka. Karena setiap perjalanan memiliki pelajaran yang tidak semua orang harus mengerti. Yang terpenting, tetap rendah hati, tetap bijaksana dan terus bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.

k.










Pendakian Spritual

Kunci untuk membuka pintu alam semesta.  Alam semesta adalah Perwujudan nya. Pencapaian puncak spiritual adalah I Ya, Dia yang kosong. Dia kosong tapi dia keliatan serba bisa krn dia dekat denganNYA. Dia selaras dengan alam semesta, alam semesta selalu meresponnya positif, semua doanya mudah terkabul. Seolah-olah alam semesta menuruti keinginannya, dan alam akan selalu memberinya isyarat jika akan terjadi sesuatu atau bencana.

AUM Na Mah Shi Va Ya bisa menyerap energi Alam..... Tapi hati-hati memakai kunci ini, jika tidak bisa memakai maka dia tak berarti apa apa, atau kalau salah memakai, bisa jadi bukan pintu pencerahan yang terbuka, tapi pintu kegelapan yang terbuka. 

Syarat utama untuk bisa memakai kunci ini adalah Sucikan, putihkan dan murnikan hati dan pikiran. Jika masih ada rasa kebencian iri hati dendam amarah dan sifat sifat kotor lainya jangan coba-coba memakai kunci ini. 

Karena Dia meliputi semuanya, baik buruk, salah benar, siang malam, gelap dan cerah adalah satu kesatuan, Dia melewati dualitas, 

Dia Maha Pengasih dan Maha Penyayang, mengabulkan semua Permohonan, Kita mau hitam di beri hitam, kita mau putih di beri putih, semua pilihan ada di tangan kita, karmamu akan bekerja dan berbuah sesuai dengan hukum alam yang ada, 

Sebab itu jika dilihat dibalik semua pengabulan dan anugrah semua ada konsekuensi, hukum karma selalu berjalan tanpa pandang bulu. 

Ketika kita dalam kesadaran rendah atau kesadaran fisik, yang hanya mampu melihat dari kulitnya saja, kita akan mengira mengalah itu kalah, seperti merendah ternyata meninggikan, mundur ternyata maju, siang ternyata malam, malam ternyata siang.  Karena yang dimaksud siang adalah kegelapan dan yang dimaksud malam adalah pencerahan, cerah itu lahir dari gelap, gelap lahir dari cahaya, orang silau karena kebanyakan cahaya, menjadi kepenuhan, pintar dan ego, itulah  kegelapan 

Rahasia Alam .... 

Covid adalah penyadaran, Mari kembali ke alam. Orang yang paling kecil kemungkinan kena covid adalah petani, karena petani kontak dengan alam setiap hari, Kembali ke alam, menyatu dengan alam, berbakti pada Alam Memberi sesajen pada alam (panca maha bhuta). Alam adalah perwujudanNya, semua keberadaan dan perwujudan tiada lain dariNya, Tapl dengan catatan petani yg penuh kesadaran, bukan yang hanya nafsu ambisi dengan hasil, hanya memikirkan dan mengetuk hasil tanpa memiliki bhakti pada Alam, itu sama halnya kacang lupa kulit. 

Mungkin sedikit bisa membantu untuk terhindar dari covid adalah selaraskan diri dengan alam, ada 4 sumber sakit yaitu pikiran, alam, makanan, dan karma. Dan semua itu adalah karmapala.

Kalau karma yang berbuah itu susah tapi bisa di perbaiki, walau harus selalu berbuah, tapi yang seharusnya masam tak bisa di makan, dengan perbanyak pupuk kebaikan, paling tidak dia sedikit membantu menjadi sedikit manis dan bisa dimakan. 

Banyak cara menyelaraskan diri dengan alam, tapi secara garis besar hiduplah penuh kesadaran, berbaktilah pada alam dan perlakukanlah alam dengan  penuh perasaan, hormatilah panca maha bhuta,  tanah, air, api, angin dan ruang (na ma shi va ya). Setiap hari kontak dengan tanah, api / matahari, air, dan semua unsur lain adalah cara tersimpel.

Jangan jijik dengan tanah, 12 % badan kita tanah. Jangan jijik dengan air, 72 % badan kita air. Jangan takut kena matahari, 6 % badan kita api. Selalu sadari nafas, 6 % badan kita angin. Hormat pada bapak angkasa, 4% badan kita ruang kosong. 

Api / Brahma / A untuk energi

Air / Wisnu / U untuk berkehidupan

Angin / Siwa / M kesadaran tertinggi untuk mencapai pelepasan dan pembebasan. Dalam ajaran Siwa ada 114 jalan menuju pembebasan dan penyatuan, bisa dipilih sesuai yg kita sukai, salah satunya adalah jalan BudhaBhakti marga yoga). 

Kecuali kita mau melewati batas batasan manusia biasa, kita bisa menerapkan sadana atau disiplin khusus untuk menyelaraskan diri pada setiap element. Terutama elemen ruang yg di sebut Akasha, karena Akasha limitless, tanpa batas.  Sehingga sampai pada titik pencapaian yang di sebut butha siddhi, kemampuan mengendalikan panca maha bhuta. 

Tubuh manusia adalah mesin tercanggih tanpa batas, bisa di tune up dan bisa di upgrade sampe mencapai kesamaan dengan kesempurnaan. Tapi tak semudah yang di bayangkan, butuh perjuangan berat, banyak sekali Reinkarnasi, terus berevolusi melanjutkan apa kita pada kehidupan yang lalu itulah kita saat ini, hidup ini memutar dan melanjutkan memory karma masa lalu,  Kadang nyawa sudah di tenggorokan tapi dengan disiplin dan niat yg kuat tidak ada yang tidak mungkin. 

Selamat berproses bagi yang sedang dalam Pendakian spiritual,  Ketika cuaca tidak sesuai keinginan, orang mengatakan alam tidak bersahabat, kenapa alam tidak bersahabat karena kita tidak pernah mau bersahabat denganNYA, kita hanya mau bersahabat denganNYA ketika kita ada maunya, kita menyuruh alam mengikuti keinginan kita, yang seharusnya kita mengikuti kehendak alam, kita mau mengatur alam, mengolah dan mengeruk alam tanpa ada rasa hormat, kita memperlakukan alam sewenang wenang,  jangan melawan alam, bersahabatlah dengan alam. Kita berasal dari tanah dan akan kembali ke tanah. 

Selamat berproses bagi yang sedang dalam Pendakian Spiritual 

Dimulai dari Diri Sendiri

Kalimat itu sering disalahpahami seolah-olah mencintai diri berarti menutup diri dari orang lain. Padahal yang dimaksud bukan begitu. Ada fase di mana seseorang berhenti menggantungkan nilai dirinya pada perhatian orang lain. Tidak lagi sibuk mencari pengakuan, tidak perlu validasi, tidak lagi menunggu dicintai untuk merasa berharga. Di situ, ada ketenangan yang mulai tumbuh dari dalam.

Ketika seseorang benar-benar menghargai dirinya, cara dia bersikap ikut berubah. Ia tidak mudah menerima hal yang menyakitkan, tidak lagi bertahan di tempat yang merendahkan, dan tidak tergesa-gesa memberi ruang pada siapa pun yang datang. Bukan karena sombong, tapi karena tahu batas dan tahu apa yang pantas diterima. Dari situ, yang terlihat bukan hanya penampilan, tapi sikap yang lebih kuat dan tenang.

Mungkin di situlah letak sadar yang dimaksud. Bukan sekedar apa yang terlihat, tapi bagaimana seseorang berdiri dengan dirinya sendiri tanpa merasa kurang. Dan justru ketika tidak lagi bergantung pada orang lain untuk merasa cukup, ia menjadi lebih utuh. Dari situ, jika suatu saat mencintai orang lain, itu bukan karena kebutuhan, tapi karena pilihan yang sadar.


Ambisi Spritual

Aku ingin memperingatkan, untuk Para pencari Spiritual, tentang sesuatu. Dengarkanlah baik-baik dan periksalah apakah ini berlaku bagi kalian. Ini sangat sering terjadi : 

Ketika orang telah gagal di dunia, ketika dia hidup dengan tidak bahagia di dunia, ketika dia tidak bisa meraih kesuksesan duniawi, atau ketika dia merasa ambisinya tetap tidak terpenuhi, dia beralih ke spiritualitas. Ambisi yang sama kini mencari pemenuhan di ranah baru ini. Dan di sini, itu bisa terpenuhi dengan mudah - dengan mudah, karena dalam Spiritualitas sangat mudah untuk membohongi diri sendiri.

Di dunia materi, engkau tidak bisa membohongi dirimu sendiri begitu mudahnya. Jika engkau miskin, bagaimana engkau bisa berpura-pura kaya? Dan bahkan jika engkau melakukannya, tidak ada seorang pun yang akan tertipu. Jika engkau berusaha membohongi dirimu sendiri di dunia luar, orang-orang akan berpikir engkau gila.

Tetapi dalam Spiritualitas, ini sangat mudah, karena pencapaian yang diklaim itu tidak bisa dilihat. Karena mereka tidak terlihat, tidak ada seorang pun yang bisa membantahnya. Engkau bisa berkata, 'Aku telah menemukan Tuhan!' atau 'Aku telah menemukan jiwaku!' atau 'Aku telah menemukan bahwa aku adalah jiwa yang sangat istimewa!' Engkau bisa berkata, 'Kundalini ku telah bangkit!'

Hanya karena punggungmu sakit, engkau mungkin meyakinkan dirimu sendiri bahwa Kundalini telah bangkit. 

Hanya karena otakmu agak tidak seimbang, engkau percaya chakra-chakramu sedang terbuka. 

Hanya karena engkau sakit kepala, engkau pikir mata ketigamu sedang terbuka. 

Engkau bisa membohongi dirimu sendiri dengan semua cara ini, dan tidak ada seorang pun yang benar-benar bisa menantang mu dan tidak ada seorang pun yang tertarik.

Tetapi ada Guru-guru palsu yang akan berkata, 'Ya, tepat seperti itu!' Lalu engkau menjadi sangat gembira dan mulai memuja Guru-guru palsu ini, karena mereka telah memuaskan egomu dan memberitahumu, betapa istimewanya engkau.

Sebaliknya, jika engkau bersama dengan seorang Master sejati, dia akan terus-menerus menurunkan mu dari pembesaran egomu. Dia akan memastikan bahwa engkau tidak tersesat dalam waham/delusi (keyakinan atau pikiran yang salah dan sangat tidak sesuai dengan kenyataan). Berkali-kali, dia akan membawamu kembali ke tanah.

Ingatlah ini baik-baik, dan periksalah setiap hari, apakah pencarianmu bukan sekadar pembesaran ego. Ego selalu mencari pengalaman. Entah pengalaman seksual atau Spiritual, tidak ada bedanya. Ego mendambakan mengalami ini dan mengalami itu, dan mengalami Kundalini. Ego selalu mengejar pengalaman.

Pencarian Sejati bukanlah keserakahan akan pengalaman karena setiap pengalaman pada akhirnya akan mengecewakanmu - ia harus mengecewakanmu. Semua pengalaman menuntut pengulangan. Lama-kelamaan, orang akan merasa bosan dan mulai mendambakan pengalaman baru. Pencarian akan sesuatu yang baru adalah ciri khas yang permanen dari ego.

Engkau mungkin bermeditasi, tetapi mungkin engkau bermeditasi hanya untuk merasakan sensasi baru, karena hidupmu terasa terlalu membosankan, sehingga engkau ingin membumbuinya sedikit.

Engkau mungkin mendapatkan sensasi itu, karena manusia memperoleh apapun yang mereka cari. Itulah penderitaan darinya : apa pun yang engkau inginkan, engkau akan menemukannya - dan setelah itu engkau akan menyesalinya.

Engkau akan merasakan sensasinya - tetapi lalu apa? Maka, engkau akan menjadi bosan dengan itu saja. Lalu engkau bergerak, dari satu Master ke yang lain, dari satu Ashram (sekolah spiritual) ke Ashram lain, selalu mencari sensasi baru.

Ego adalah hasrat akan pengalaman baru. Dan segala sesuatu yang baru pada akhirnya akan menjadi usang. Lalu, lagu yang sama mulai lagi.

Pada kenyataannya, Spiritualitas bukanlah pencarian akan pengalaman tertentu. Spiritualitas adalah pencarian akan sifat alami Sejati seseorang. Dan dengan menyadari ini, semua hasrat akan pengalaman berakhir dan setiap dorongan untuk sesuatu akan lenyap.

Dengan menyadari kebenaran bathin, dan keberadaan yang asli, semua pencarian pun berhenti. 

Semua pengalaman hanyalah tipuan yang dimainkan pikiran terhadapmu - hanyalah pelarian dan pengalih perhatian.

#Osho 

Berserah Diri Lanjutan

 

Betapapun buruknya orang lain, seseorang tidak boleh membenci mereka. Semua yang diberikan seseorang kepada orang lain, akan berbalik pula kepada dirinya sendiri. Jika kebenaran ini dipahami siapa yang tidak akan memberi kepada orang lain? Ketika diri seseorang muncul, semua menjadi muncul. Ketika diri sendiri menjadi tenang semua menjadi tenang. Sejauh kita berperilaku dengan kerendahan hati, sejauh itulah kebaikan akan dihasilkan. Jika pikiran menjadi tenang, seseorang dapat tinggal dimana saja. Apa yang ada sebenarnya hanyalah Diri Sendiri. 

Dunia, Jiwa individu dan Tuhan adalah tiga penampakan di dalamnya,  seperti perak di dalam mutiara. Ketiganya muncul secara bersamaan, dan menghilang pada saat yang bersamaan. 

Diri adalah tempat dimana, sama sekali tidak ada pikiran “aku”. Itu disebut “Diam”. Diri itu sendiri adalah dunia; Diri itu sendiri adalah “aku”; Diri itu sendiri adalah Tuhan; semuanya adalah Sang Diri. Barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Diri yaitu Tuhan adalah penyembah yang paling mulia. Menyerahkan diri kepada Tuhan berarti senantiasa mengingat Diri. 

Apapun beban yang diserahkan kepada Tuhan, Tuhan menanggung semuanya. Karena Kemahakuasaan Tuhan membuat segala sesuatu bergerak, mengapa kita, tanpa tunduk padanya, terus-menerus mengkhawatirkan diri kita sendiri dengan pemikiran tentang apa yang harus dilakukan dan bagaimana, dan apa yang tidak boleh dilakukan dan bagaimana  tidak? 

Kita tahu bahwa mobil membawa semua muatan, jadi setelah menaikinya mengapa kita harus membawa barang bawaan kecil di kepala kita hingga merasa tidak nyaman, daripada meletakkannya di dalam mobil dan merasa nyaman?

Doa yang benar adalah mengucapkan, “Terima kasih, aku baik-baik saja di kakimu. Apapun yang Engkau kehendaki atau apapun yang Engkau inginkan untukku adalah hal yang benar untukku.”

Mengapa engkau sangat bersusah hati? Biar AKU mengambil alih semua  kekhawatiranmu. AKU akan mengurus semuanya. Dan bila AKU harus mengarahkanmu dijalan yang sama sekali berbeda dari yang engkau harapkan, maka AKU sendiri yang akan menggendongmu.


Berserah Diri


Mengapa engkau sangat bersusah hati? 

Biar Aku mengambil alih semua kekhawatiranmu. Aku akan mengurus semuanya. Aku mengambil alih (kesusahanmu) hanya bila engkau sanggup menyerahkan diri sepenuhnya kepada-Ku, Ini adalah sesuatu yang berharga yang sedang Aku nantikan.

Bila engkau berserah diri sepenuhnya kepada-Ku, Engkau tidak perlu lagi merasa khawatir tentang apapun. Singkirkan semua rasa takut dan kebingungan. Menyerahkan diri diartikan sebagai kemampuan menjauhkan pikiran-pikiranmu dari rasa khawatir, dari begitu banyak kesulitan yang harus engkau hadapi dan dari banyak macam masalahmu. Katakan ”Oh Tuhan, ambilah semuanya. Biar kehendak-Mu terjadi.” Penyerahan diri berarti tidak perlu berharap, tidak perlu kecewa bila yang terjadi berbeda dengan yang diharapkan.

Bila engkau masih memiliki rasa khawatir, Hal itu menunjukkan bahwa engkau tidak percaya bahwa engkau dicintai dan dihargai, bahwa Aku berkuasa atas hidupmu dan bahwa tidak ada yang terlewatkan oleh-Ku.

Jangan berfikir tentang apa yang akan terjadi dan bagaimana segala sesuatunya akan berproses. Sikap lemahmu yang seperti ini memperlihatkan bahwa engkau tidak memiliki rasa percaya yang penuh pada diri-Ku. Engkau ingin Aku mengambil alih atau tidak ? Engkau hanya perlu berhenti khawatir! Aku akan membimbingmu hanya bila engkau berserah penuh pada-Ku. Dan bila Aku harus mengarahkanmu di jalan yang sama sekali berbeda dari yang engkau harapkan, maka Aku sendiri yang akan menggendongmu.

Pikiranmulah yang menjadi sumber penyebab kegelisahanmu; seperti pikiran dan kekhawatiran, serta keinginan untuk menyelesaikan segala sesuatu sendiri. Ketika engkau sedang dalam penderitaan, engkau berdoa meminta bantuan-Ku, tetapi yang engkau minta adalah sesuatu yang sesuai dengan keinginanmu sendiri; engkau tidak mempercayakan dirimu pada-Ku, melainkan engkau ingin membuat Aku menyesuaikan diri-Ku dengan keinginanmu.

Engkau seperti pasien yang memberitahu dokter tentang obat apa yang engkau perlukan dan bukannya bertanya kepada dokter tentang obat yang seharusnya diperlukan! Jangan bersikap seperti itu. Bila engkau berkata dengan tulus :”Jadilah kehendakMu”, yang juga berarti ”Biarlah Engkau mengambil alih semua ini”. Maka Aku akan terlibat dengan segenap kekuatan ke-mahakuasaan-Ku dan memecahkan masalah pelik, bahkan yang sepertinya mustahil.

Jangan merasa risau, pejamkan matamu dan dengan penuh keyakinan ucapkan kata-kata ini :”Engkaulah yang mengambil alih. Jadilah kehendakMu”.  Maka Aku akan mengatasinya, dan bila diperlukan, Aku juga akan membuat sebuah keajaiban. Aku senantiasa memikirkanmu – Aku hanya bisa membantumu bila engkau mempercayakan dirimu sepenuhnya kepadaKu.

Aku akan membimbingmu hanya jika kamu, benar-benar berserah diri kepadaKu. Dan ketika Aku harus menuntunmu kejalan yang berbeda dari yang kau harapkan.....Aku akan menggendongmu kedalam pelukanku.



Doa dan Keyakinan

Banyak orang tanpa sadar sedang menzalimi dirinya sendiri dan Sang Khalik. Mereka mengetuk pintu langit meminta kesuksesan, namun di saat yang sama, hatinya penuh dengan kabut keraguan. Inilah kebocoran energi yang membuat doa sulit termanifestasi. Keraguan adalah sampah emosi yang menurunkan vibrasi Anda. 

Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin mengingatkan bahwa hati yang kotor oleh ketergantungan pada makhluk tidak akan mampu menampung cahaya keyakinan yang murni. 

Sementara Syaikh Abdul Qadir Jaelani menegaskan bahwa Tauhid yang sejati adalah mematikan ketergantungan pada diri sendiri dan makhluk, agar hanya Allah semata yang bertahta di hati. Hukum Prasangka & Kecepatan Doa adalah "Aku sesuai prasangka hamba-Ku". Ini adalah hukum universal yang mutlak.

Jika keyakinan Anda biasa saja, maka manifestasi doa akan melambat. Jika keyakinan Anda Penuh Keraguan, maka Anda sedang mengundang kekecewaan. Jika Anda melepaskan Ego dan Rasa takut lalu mengisinya dengan keyakinan total, maka pertolongan Allah akan datang lebih cepat dari kedipan mata. Untuk mencapai derajat diri yang tangguh, Anda harus mendaki tangga keyakinan sebagai berikut :

1. Ilmu Yaqin - Keyakinan Berdasar Ilmu. Anda percaya karena teori dan dalil. Seperti mengetahui Kabah itu ada karena membaca buku. Ini adalah level logika.

2. Ainul Yaqin - Keyakinan Berdasarkan Penglihatan. Keyakinan Anda naik karena telah melihat tanda-tanda kebesaran-Nya. Level ini lebih stabil karena mata batin mulai terbuka.

3. Haqqul Yaqin - Keyakinan Berdasarkan Rasa/Pengalaman. Inilah level tertinggi. Anda tidak lagi sekedar tahu atau melihat, tapi merasakan. Anda merasakan getaran seperti saat berdoa di Multazam, Anda mengalami sendiri keajaiban di tengah kemustahilan. Keyakinan ini tidak akan tergoyahkan oleh apapun.

Memutus Rantai Kekecewaan

Siapa pun yang berharap pada kekuatan diri atau pertolongan makhluk, ia sedang membangun istana di atas pasir. Syaikh Abdul Qadir Jaelani mengajarkan kita untuk "melepaskan" segala sesuatu selain Allah. Saat Anda mencapai kondisi kosong terhadap makhluk, saat itulah Anda hadir dihadapan Allah.

Tanamkan dalam jiwa Anda : Doa saya bukan sekedar permintaan, tapi sebuah kepastian yang sedang dalam perjalanan.

Garis besarnya : Berhenti memaksa Tuhan dengan ambisi egomu yang penuh dengan ketakutan. Bersihkan hatimu dari ketergantungan kepada makhluk, dan biarkan Haqqul Yaqin mengambil alih. Ingat, Tuhan tidak memberikan apa yang Anda inginkan, tapi Tuhan memanifestasikan apa yang Anda yakini di dalam vibrasi mu.



Pencipta Takdir

Bila anda ingin menciptakan kelimpahan, kekayaan, sukses dan kebahagiaan mulai dari sekarang perhatikan apa yang ada dalam pikiran-pikiran anda. 

Cermati kebiasaan dari pikiran anda secara teratur dan mulailah mengisi pikiran anda dengan kelimpahan, kekayaan, sukses dan kebahagiaan. 

Fokuskan pikiran anda kepada apa yang anda inginkan – jadikan hal yang penting suatu prioritas. Bertahanlah dengan fokus anda. 

Berikanlah selalu pikiran anda informasi baru; carilah kemungkinan-kemungkinan ketimbang mengeluh atau berpikir tentang keterbatasan anda. Jangan mengasihani diri anda. 

Peganglah kendali dari pikiran anda dan arahkan Bawah Sadar anda untuk menciptakan situasi-situasi yang anda inginkan. 

Bayangkan anda menjalani kehidupan seperti yang anda idamkan – dan jangan pernah memberi pikiran-pikiran negatif suatu toleransi.

Katakanlah, “Kesengsaraan yang saya derita ini adalah akibat perbuatan saya sendiri, dan hal itu membuktikan bahwa saya sendiri yang harus menyelesaikannya.” 

Apa yang saya buat, saya bisa hancurkan… Oleh karena itu, berdirilah, berani, kuat, Pikul seluruh tanggung jawab di pundak Anda sendiri, dan ketahuilah bahwa Anda adalah pencipta takdir Anda

Saat Anda takut, Anda bukan siapa-siapa. Ketakutanlah yang menjadi penyebab utama kesengsaraan di dunia. Ketakutanlah yang terbesar dari semua takhayul.  Ketakutanlah yang menjadi penyebab kesengsaraan kita, dan keberanianlah yang membawa surga bahkan dalam sekejap. Oleh karena itu 'Bangunlah, bangunlah, dan jangan berhenti sampai tujuan tercapai.'

Semua kekuatan dan bantuan yang Anda inginkan ada di dalam diri Anda sendiri. Tidak ada karya besar yang bisa dicapai dengan omong kosong. Melalui cinta, hasrat akan kebenaran, dan energi yang luar biasa, semua usaha tercapai.


Menciptakan Kesadaran Sejahtera

Kemiskinan itu sendiri, dapat membuat praktik menjadi sulit. Cukup sulit untuk menemukan kelahiran di alam manusia yang berharga, kesempatan kita untuk mempraktikkan Dharma, tanpa menambah penderitaan dengan beban kemiskinan. Salah satu kesempurnaan praktik terbaik adalah kemurahan hati — membantu semua makhluk hidup. Alih-alih menganggap kekayaan sebagai egois (atau merasa bersalah) kekayaan dapat menjadi sarana yang berbudi luhur untuk membantu orang lain. 

Di negara-negara timur praktik kekayaan tidak disukai seperti yang mungkin terjadi dalam budaya barat. Sementara bermeditasi - dan mencoba menumpuk - kekayaan mungkin tampak berlawanan dengan kemurahan hati, sebetulnya itu bermuara pada Niat

Mengapa berlatih untuk kekayaan?

Sederhananya, jika kita hidup dalam kemiskinan sendiri, sulit untuk membantu orang lain:

Jika setiap hari adalah pertempuran untuk bertahan hidup, bagaimana kita bisa berhenti untuk membantu orang lain bertahan hidup? Jika kita tidak dapat berpikir di luar pembayaran tagihan berikutnya dan biaya kuliah anak, bagaimana kita fokus pada pemberian belas kasih? 

Jika kita sangat miskin, kita tidak punya apa-apa untuk diberikan kepada orang lain, bagaimana kita bisa mempraktikkan kemurahan hati? 

Jika kita bahkan tidak bisa menolong diri kita sendiri, bagaimana kita bisa tanpa pamrih membantu orang lain?

Sikap kita terhadap uang itu penting! Anda mungkin termasuk orang yang menganggap menghasilkan uang itu sederhana dan mudah; atau Anda mungkin berpikir itu membutuhkan kerja fisik yang berat dan melelahkan…

Anda mungkin melihat diri Anda berenang dalam gelombang kemakmuran dan kelimpahan; atau Anda mungkin berpikir bahwa uang bukan untuk Anda…

Faktanya, kebenarannya adalah “Sikap Anda mencerminkan kondisi keuangan Anda.”

Persepuluhan

Persepuluhan adalah sebuah ilmu. Hal ini didasarkan pada Hukum Karma; sebagaimana Anda menabur berlimpah, Anda menuai berlimpah! “Jika Anda menginginkan jutaan dolar, berikan dan bagikan dengan bijak.”  

Persepuluhan bukanlah sebuah pengeluaran, itu adalah sebuah investasi; investasi karma! Ada pepatah yang mengatakan bahwa apa yang Anda berikan, Anda akan menerima. Kita tidak bisa menuai apa yang tidak kita tabur! Tidak memberi berarti, tidak ada uang. Faktanya, Hukum Karma menggantikan Hukum tarik-menarik. Sekalipun Anda mempunyai keinginan yang kuat dan Anda menggunakan beberapa teknik seperti teknik visualisasi untuk mencapai impian Anda, jika Anda tidak berhak secara karma, Anda tidak akan mencapainya.

Ilmu Materialisasi hanya berfungsi jika Anda memiliki sesuatu yang harus ditarik secara karma. Apa yang ingin Anda terima adalah apa yang harus Anda berikan.”

Dan ingatlah bahwa ketika Anda memberi persepuluhan, Anda juga harus bersedia menerima. Jika Anda hanya ingin memberi, memberi dan memberi tetapi tidak pernah mau menerima energi kemakmuran tidak dapat mengalir ke dalam hidup Anda. Hal ini pada gilirannya mempengaruhi kemampuan Anda untuk memberi dalam jangka panjang.

“Memberi dan menerima adalah sebuah siklus. Jika kita memutus siklus ini, maka akan terjadi bencana. Tidak memberi adalah sebuah bencana. Tidak menerima juga sama buruknya. Siklus ini harus dipertahankan.” 

Menciptakan kesadaran sejahtera

Anda harus memiliki kesadaran kemakmuran. Ubah sikap Anda terhadap uang. Jika Anda tidak dapat meminta uang untuk pelayanan apa pun yang Anda lakukan, jika Anda berpikir Anda tidak bisa menjadi kaya, jika Anda berpikir memiliki banyak uang dapat mempengaruhi karakter Anda, Anda mungkin memiliki kesadaran akan kemiskinan

Ada banyak orang yang mengatakan bahwa “uang itu buruk”, “uang adalah sumber kejahatan”, dll. namun ini tidak benar. Uang adalah energi yang dikonkretkan. Uang adalah kekuatan, dan bersifat netral; tidak baik, juga tidak buruk. Uang di tangan orang yang tepat bisa dimanfaatkan untuk kepentingan orang banyak.

"Kesuksesan tidak serta merta bergantung pada kerja fisik yang berat. Rumuskan kembali strategi Anda!”

Chakra mempunyai fungsi fisik, psikis, dan spiritual sehingga menjadikan cakra sebagai bagian penting dalam kehidupan manusia. Chakra bawah, termasuk Chakra Dasar, pada dasarnya mempengaruhi kemampuan seseorang untuk menarik uang.

“ Kalau ceroboh dengan uang, berarti Chakra Dasarnya tidak sekuat dan sesehat yang seharusnya. Chakra bawah adalah jangkar dalam hidup Anda. Hasil hidup Anda hanya akan sebanding dengan cakra Anda. Kondisi chakra Anda mempengaruhi kemakmuran Anda."

Oleh karena itu untuk meningkatkan kemampuan seseorang dalam menarik uang, hendaknya dilakukan perawatan pada chakra-chakra yang lebih rendah maupun sejumlah cakra yang lebih tinggi seperti chakra Ajna.

Banyak praktisi spiritual sering menyabotase kesuksesan materi dan finansial mereka sendiri. Namun, kami percaya uang hanyalah sebuah alat yang berharga. Kami percaya bahwa uang dan uang yang setara dapat menjadi alat yang bermanfaat untuk mencapai tujuan spiritual dan oleh karena itu penting bagi Anda untuk meningkatkan keuangan Anda.

Oleh karena itu, untuk mencapai tingkat kemakmuran dan kelimpahan yang lebih tinggi, harus ada energi kemakmuran yang cukup dalam diri Anda. Ilmu pengetahuan batin sebenarnya mengusulkan teknik dan praktik yang memungkinkan manusia menarik dan menyimpan energi kemakmuran dan dengan demikian menjadi lebih sejahtera di dunia fisik. Ada pepatah yang mengatakan bahwa apa yang Anda tanam di dunia batin, akan Anda tuai di dunia fisik.

“Gunakan Pendekatan Spiritual. Ketika Anda mengubah Dunia Batin, Anda mengubah dunia fisik.”

Hukum Tabur Tuai

Alam Semesta ini dengan kecerdasan nya memastikan bahwa tidak ada kesalahan terhadap peristiwa yang terjadi. Ia memiliki hukum Tanam Tuai, Anda hanya menerima, memetik, memanen buah dari pohon yang Anda tanam. Agar panen baikmu berlimpah maka tanamlah pohon kebaikan sebanyak-banyaknya. 

Memberi, memberi dan memberi itulah motto hidupmu. Maka arahkan seluruh PIkiran kata-kata serta Perbuatanmu untuk kebaikan, berfikir yang baik, berkata yang baik dan berbuat yang baik untuk pelayanan serta kemanfaatan sebanyaknya bagi orang lain. Karena ketika Anda berbuat baik, sesungguhnya Anda berbuat baik terhadap dirimu sendiri, pada akhirnya semua kembali kepada dirimu. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya -- Khoirunnas anfa'uhum linnas

s



Apa yang Anda Tabur Itu yang Anda Tuai

Jika secara konstan Anda menegaskan kesedihan, oleh karena itu kesedihan itu ada. Tolaklah itu dalam pikiran Anda dan itu tidak akan ada lagi. Pernyataan tentang Diri ini adalah apa yang saya sebut pahlawan dalam diri manusia. Itu adalah sifat ilahi atau hakikatnya. Untuk memperoleh kebebasan dari kesedihan, manusia harus menegaskan kepahlawanannya dalam semua kegiatan sehari-hari.

Jika Anda tidak memilih untuk bahagia, tidak ada yang bisa membuat Anda bahagia. Jangan salahkan Tuhan untuk itu! Dan jika Anda memilih untuk bahagia, tidak ada yang bisa membuat Anda tidak bahagia. Jika Dia tidak memberi kita kebebasan untuk menggunakan kehendak kita sendiri, kita bisa menyalahkan Dia ketika kita tidak bahagia, tetapi Dia memberi kita kebebasan itu. Kitalah yang membuat hidup seperti apa adanya.

Orang dengan karakter yang kuat biasanya yang paling bahagia. Mereka tidak menyalahkan orang lain atas masalah yang biasanya dapat ditelusuri ke tindakan mereka sendiri dan kurangnya pemahaman. Mereka tahu bahwa tidak ada yang memiliki kekuatan untuk menambah kebahagiaan mereka atau mengurangi darinya kecuali mereka sendiri sangat lemah sehingga mereka membiarkan pikiran buruk dan tindakan jahat orang lain memengaruhi mereka.

Kebahagiaan tertinggi Anda terletak pada siap untuk berkeinginan untuk belajar, dan berperilaku dengan benar. Semakin Anda meningkatkan diri Anda, semakin Anda akan meninggikan orang lain di sekitar Anda. Pria yang memperbaiki diri adalah pria yang semakin bahagia. Semakin bahagia Anda, semakin bahagia orang-orang di sekitar Anda.

Hindari pendekatan negatif terhadap kehidupan. Mengapa memandangi selokan kotor,  ketika ada keindahan di sekitar kita? Seseorang mungkin menemukan beberapa kesalahan bahkan dalam karya besar seni, musik, dan sastra. Tapi bukankah lebih baik menikmati pesona dan kemuliaan mereka?

Hampir semua orang akrab dengan tiga tokoh monyet bijak dari Jepang yang menggambarkan : tidak melihat kejahatan, tidak mendengarkan kejahatan, tidak bicara kejahatan. Saya menekankan pendekatan positif : “Lihat apa yang baik, dengar apa yang baik, bicaralah apa yang baik".