Fase Memahami Kehidupan

Orang yang tenang dalam kesendirian adalah Jiwa yang paling sulit disentuh. Ia tidak mencari siapapun untuk merasakan cukup. Bila tidak dihormati ia pergi, jika dikhianati ia tidak marah. Ketika mereka meninggalkannya, ia tersenyum dan melepas mereka dengan Hati yang ringan. Ia bebas dari ikatan emosi apapun.

Awalnya Ia seorang yang sangat peduli. Ia pernah menjadi sebaik-baiknya manusia, Tapi ketika Ia jatuh, malah dikecewakan dan dikhianati. Ia baru memahami bahwa mereka mendekatinya hanya untuk mencari keuntungan dan memanfaatkan saja. Dan yang menariknya ketika ia terjatuh, saudara  menjauh dan membuat pengalihan dengan menceritakan hal negatif. 

Pada akhirnya Ia harus diam, menjaga jarak dan mematikan rasa peduli diantara saudara yang mendekat. Tidak lagi mencari pujian dan validasi. Ia semakin percaya diri dan tidak perlu mengeluh kepada siapapun. Di titik ini Ia sudah memahami dan sudah melewati salah satu fase kehidupan.  "Berharap kepada manusia pasti kecewa dan hanya Allah tempat meminta pertolongan". 

Ketika Anda sudah bangkit, mereka hanya melihat Anda dari kejauhan dan tak berani mendekat kembali. Dan Anda hanya tersenyum. 

Tetaplah semangat berbuat baik apapun yang terjadi.

#psikologi#jiwa#



Frekuensi Cinta dan rasa Syukur

Cinta dan Syukur adalah dua sisi keajaiban, Frekuensi tertinggi pembentuk Alam Semesta.

Anda tidak bisa memisahkan Cinta dan Syukur, ketika keduanya dijadikan satu, maka hidup Anda akan berubah menjadi magnet Keajaiban dengan daya tarik yang sangat tinggi.

1. Hukum Cinta (The Law of Love) : Listrik Kosmis Alam Semesta.

Cinta yang dimaksud oleh hukum Alam Semesta ini bukan sekedar emosi romantis. Cinta adalah struktur dasar dan kekuatan pendorong tertinggi dari segala penciptaan.

Di dunia psikiatri dan penelitian kesadaran, Dr. David R. Hawkins meneliti frekuensi emosi manusia lewat Map of Consciousness (Peta Kesadaran). Beliau mengukur bahwa emosi negatif seperti Rasa Bersalah (30 Hertz), Kesedihan (75 Hz), dan Ketakutan (100 Hz) punya getaran yang sangat rendah. Hidup di frekuensi tersebut membuat badan mudah sakit, mudah emosi, dan rezeki tidak lancar.

Masalahnya emosi apa yang getarannya paling kuat untuk menyembuhkan raga dan menembus keajaiban?. Yaitu dengan Cinta (Love) yang frekuensinya tembus 500 Hertz! Di atasnya ada Joy (Sukacita - 540 Hz) dan Peace (Kedamaian - 600 Hz) yang semuanya berakar dari Rasa Cinta.

Di frekuensi Cinta ini, sel tubuh memproduksi hormon penyembuh, dan Alam Semesta merespons getaran Anda dengan kelimpahan yang tak terbatas.

Dari kacamata sains, ilmuwan setuju bahwa alam semesta ini direkatkan oleh gaya kohesi kuantum terbesar, yaitu energi Cinta. Seorang Filsuf dan Ilmuwan Perancis, Pierre Teilhard de Chardin, merangkumnya dengan indah: 

"Suatu hari, setelah manusia menguasai angin, ombak, pasang surut dan gravitasi, kita akan memanfaatkan energi cinta... dan pada saat itu, untuk kedua kalinya dalam sejarah, manusia telah menemukan api yang baru".

2. Hukum Syukur (The Law of Gratitude): Saklar Utama dan Antena. Kalau Cinta adalah "Daya Listrik Kosmis" yang energinya tak terbatas, maka Syukur adalah "Saklar" atau antenanya. Buat sebagian orang, mempraktekkan "Cinta Tanpa Syarat" ke seluruh alam semesta itu terasa abstrak atau berat. Disinilah Hukum Syukur mengambil alih tugas. Pakar neuroscience dan quantum field, Dr. Joe Dispenza, punya kalimat legendaris, "Gratitude is the ultimate state of receivership." (Rasa syukur adalah kondisi tertinggi untuk menerima). Begitu Anda tulus mengucapkan Alhamdulillah atas hal sekecil apa pun, di detik itu juga frekuensi menembus 500 Hertz (Frekuensi Cinta). Orang yang hatinya penuh rasa Syukur tidak mungkin bisa membenci. Saat Anda benar-benar bersyukur atas secangkir kopi hangat hari ini, Anda sedang memancarkan Cinta kepada kehidupan itu sendiri!

A. Maka jadikanlah Syukur sebagai Pintu masuk harian (The Switch). 

Sebagai contoh, malam ini sebelum tidur, cari 3 hal ringan yang bisa Anda syukuri. 

1. "Syukur, hari ini masih bisa napas lega tanpa selang oksigen." 

2. "Syukur, tadi siang masih bisa makan telor ceplok pakai kecap." 

3. "Syukur, badanku masih kuat buat kerja besok." 

Rasakan getaran Syukurnya di dada. Getaran ini adalah sinyal WiFi terkuat buat mengirim pesan nasib baik ke alam semesta!!!

B. Selaraskan Niat Bekerja dengan Frekuensi Cinta. 

Jika Anda seorang pedagang atau pekerja, jangan berniat "Gimana caranya mengeruk duit pembeli biar aku cepat kaya!" (Ini frekuensi keserakahan/kekurangan). Gantilah niat menjadi, "Gimana caranya daganganku/kerjaku ini bisa memberikan solusi dan kebahagiaan buat orang lain". Maka uang akan datang mengejar Anda secara otomatis sebagai efek samping dari niat melayani dengan cinta.

C. Cintai dan Maafkan Diri Sendiri. 

Penyakit orang modern. Gampang berbuat baik ke orang lain, tapi kejam dengan diri sendiri. Kalau Anda gagal hari ini, jangan menyesali diri sendiri. Maafkan dan peluk bathin Anda sehingga frekuensi Cinta bisa ke luar.

D. Latih Welas Asih (berdoa tanpa syarat). 

Mulailah melihat orang lain bukan sebagai saingan, tapi sesama jiwa yang sedang berjuang. Doakan yang baik-baik, bahkan untuk orang yang nyinyir dengan Anda ketika Anda mendoakan hal baik untuk orang lain, frekuensi 500 Hertz itu meledak di dada Anda sendiri!. Hukum Cinta dan Syukur adalah rahasia terbesar para leluhur, nabi, dan orang-orang sukses di dunia. Tanpa Cinta dan Syukur, semua tindakan keras kita hanya akan jadi kelelahan belaka. Tapi jika tindakan Anda dibalut dengan Syukur dan Cinta, lelah akan menjadi Ibadah dan Keajaiban akan hadir 

Hari ini mulailah pancarkan getaran 500 Hertz, mendoakan dan bersyukur. Ucapkan satu hal yang Anda Syukuri hari ini, satu doa cinta. Contoh "Alhamdulillah hari ini masih sehat, semoga semua yang baca tulisan ini dilunasi hutangnya. 

Kuncinya berdoa dengan penuh keyakinan, Allah akan kabulkan.