Jalan Cinta Sufi

Para astronom menyatakan bahwa planet Jupiter bukanlah massa padat, melainkan mungkin bola raksasa berisi zat gas. Jika ada penghuni di sana, mereka lebih dekat dengan tipe evolusi jenius daripada umat manusia di bumi, dan mereka tidak sepenuhnya menyerap kehidupan di permukaan.

Dalam kitab-kitab Purana Hindu dan literatur para Teosofis disebutkan adanya makhluk serupa sebagai leluhur umat manusia. Dalam tradisi okultisme kuno, mereka disebut Hyperborean. Semua dewa bangsa Arya termasuk dalam jenis ini, dan di tempat asal mereka, bangsa Arya masih dapat berhubungan dengan makhluk-makhluk ini.

Cahaya di dalam tubuh lebih berperan dalam penyembuhan daripada cahaya di luar tubuh. Sinar-X dan gelombang radioaktif memang menembus jaringan dan dengan cara ini memberikan manfaat yaitu, menghantarkan semacam cahaya ke dalam tubuh. Namun, laju getarannya terlalu besar bagi molekul dan sel fisik untuk menahan dan mempertahankan bentuknya ketika dibombardir, sehingga aksi sinar-sinar ini seringkali bersifat merusak daripada kreatif atau mempertahankan.

Seorang anak yang terbiasa dengan perawatan radioaktif mungkin akan tumbuh sehat di bawah perawatan tersebut, tetapi seluruh sistem tubuhnya, termasuk penglihatan dan sarafnya akan berubah. Metode alami menerima cahaya melalui pernapasan adalah yang terbaik. Sang mistikus melakukan ini dan bahkan dapat menerangi bagian dalam tubuh.

Sebagian orang yang keberatan dengan pernyataan bahwa tubuh dapat dipenuhi cahaya setuju bahwa tubuh dapat dipenuhi listrik. Apa itu listrik? Apa itu magnetisme? Keduanya adalah variasi dari energi yang sama yang kita sebut cahaya. Itu adalah hal yang sama, hanya dengan nama yang berbeda. Tetapi apa yang memberi warna pada kulit, darah, dan organ kita? Bukan listrik; melainkan cahaya yang masuk ke dalam sistem kita setiap kali kita bernapas.

Sebagian orang membayangkan bahwa mereka dapat mengarahkan prana ke organ-organ tertentu dan dengan cara itu mencapai pencerahan. Yang lain tidak memperhatikannya tetapi berkonsentrasi pada Tuhan tanpa selalu menyadari bahwa tindakan ini membersihkan darah sehingga dapat membawa cahaya ke chakra.

Ilmu pengetahuan membuktikan hubungan antara chakra atau kelenjar tanpa saluran dan darah. Manusia tidak dapat memaksa chakra untuk terbuka atau mengendalikannya, tetapi Energi Ilahi, yang termanifestasi dalam air, napas, dan darah melalui Rahmat Tuhan dan bukan melalui kehendak manusia, dapat membuka semua chakra dan menerangi setiap bagian pikiran.

Para Sufi memusatkan perhatian pada hati karena mengetahui bahwa hati adalah pusat kendali pikiran dan semua wahananya, termasuk tubuh fisik.

Para Sufi juga memusatkan perhatian pada hati yang merupakan tempat bersemayamnya cinta dan sarana untuk mendekati dan menyapa Sang Kekasih.

Meditasi dalam hati jauh lebih aman dan lebih cepat daripada merangsang pernapasan. Meditasi ini tidak menimbulkan reaksi fisik dan selain itu, memperkuat kualitas moral dan spiritual.

Tidak perlu memberikan banyak latihan pernapasan dan postur yang tidak perlu kepada umat manusia. Manusia harus menyesuaikan diri dengan tingkatan tinggi dan rendah. Ia akan naik ke udara dan tenggelam di bawah permukaan air. Ini berarti pelatihan pernapasan yang cermat dengan berbagai cara. Untuk hal ini, Hatha Yoga dan praktik Tantra tidak selalu membantu dan bahkan dapat dianggap berbahaya.

Hatha Yoga cocok untuk orang-orang yang tidak bekerja atau banyak bergerak, yang dapat duduk dalam berbagai posisi dan tidak perlu naik ke tempat tinggi atau turun ke bawah permukaan laut. Jadi dari sudut pandang praktis, Hatha Yoga tidak mendekatkan manusia kepada Tuhan maupun mempersiapkannya untuk kehidupan yang layak di bumi.

Para mistikus berusaha menghindari segala keanehan praktik asketisme ekstrem. Adalah gegabah untuk melakukan sesuatu secara berlebihan di dunia ini atau di akhirat kecuali memuji Tuhan.

Meskipun kaum Sufi menghormati Muhammad sebagai manusia terhebat dan sebagai penutup misteri, pujian mereka ditujukan kepada Tuhan atas Kemurahan-Nya dalam melestarikan praktik-praktik yang menjadikan pengalaman Muhammad tidak unik, tetapi terbuka bagi semua manusia dan terutama pencapaian tertinggi, yaitu penglihatan akan Tuhan itu sendiri.

Jadi, Tuhan membagi Diri-Nya, bisa dikatakan, menjadi dua bagian, dan sementara satu bagian kadang-kadang disebut Terang dan bagian lainnya Kegelapan, satu bagian disebut Wujud dan bagian lainnya Ketiadaan, kaum Sufi menganggap keduanya sebagai Tuhan yang dalam hal ini dapat disebut Bapa dan Ibu.

Diantara kelenjar tanpa saluran, timus dan pineal terhubung dengan Urouj, gonad dan pituitari dengan Kemal, dan adrenal serta tiroid dengan Zaval. Jantung juga terhubung dengan Kemal. Pada organ-organ yang mengekspresikan fungsi Kemal, selalu ada atau seharusnya ada kelebihan unsur eterik; dapat dilihat bahwa api mendominasi kelenjar pineal, udara di tiroid, air di adrenal, unsur bumi telah dihubungkan dengan pangkal tulang belakang.

Kelenjar timus dan jantung sama-sama mewakili ekspresi tertinggi dari roh dalam dua cara yang berlawanan, yang satu membentuk cetakan di mana roh diwujudkan, yang lain adalah organ di mana materi dijiwai. Keduanya ditempatkan berdekatan di dalam tubuh karena alasan metafisik yang sangat khusus.




Wadah Spritual

Ciri Seorang yang mempunyai Wadah Spritual : 

1. Hatinya bersih sudah tidak ada lagi rasa iri dan dengki.

2. Banyak orang yang salah faham dan tidak Sefrekuensi dengannya 

3. Banyak dikhianati orang terdekatnya, baik Teman bahkan dikhianati Keluarganya.

4. Banyak yang merasa tidak nyaman dan merasa tersaingi dengan kehadirannya.

5. Kuat dalam Latihan Spiritual/Riyadhoh atau Pembersihan diri dari Hawa Nafsu

6. Ilmunya diatas rata-rata Spiritual biasa, Tenang dan Rendah hati

7. Sudah Mengenal diri dan mengenal Tuhannya.

Orang yang tidak Satu frekuensi dengan ciri tersebut maka akan pergi dengan sendirinya. Tuhan punya cara untuk memisahkan orang tersebut. Jangan heran jika Pejalan Spritual banyak dimusuhi dan mau dijatuhkan orang lain.

Ilmu SYARIAT harus Benci memandang Maksiat, tetapi Ilmu MAKRIFAT tidak ada daya upaya semua adalah Kehendak Gusti Allah. Dengan tidak sibuk memandang/mencari kesalahan dan dosa orang lain, tetapi ia sibuk dengan Membaca Kitab Diri Sendiri. 



Dia yang Esa

Aku menyebut diriku 'AKU'. Tapi semakin jauh aku melangkah, semakin samar siapa aku. Apakah tubuh ini Aku. Lalu mengapa ia tua, sakit dan mati. Apakah pikiranku Aku.. Tapi pikiranku berubah setiap hari. Apakah rasaku Aku. Namun rasa juga datang dan pergi tanpa izin, lalu siapa sebenarnya aku ini. 

Dititik sunyi aku mulai mengerti, bahwa sejatinya aku bukan siapa-siapa. Aku bukan milikku, Aku bukan milik dunia. Aku bukan milik nama, gelar, bahkan bukan milik ibadahku. Aku ini pinjaman. Setiap hela nafas, setiap detak jantung adalah titipan dariNya dan semua akan kembali kepada-Nya. Maka sejatinya diri adalah Ketiadaan. Bila engkau ingin mengenal Tuhan mu, maka hilangkan dirimu

Bukan lenyap jasadmu, tapi lenyap ' AKU ' yang merasa memiki amal, yang merasa pantas dipuji, yang merasa tahu, yang merasa telah sampai. Karena yang benar-benar ada hanya Dia yang Esa, yang awal dan yang akhir. 

Dan aku Hanya bayangan yang akan hilang saat Cahaya Sejati hadir. Di saat aku berhenti berkata 'aku shalat' dan hatiku berkata 'Engkaulah yang menggerakkan ku '. Disaat aku tidak berkata 'Aku sabar', karena aku tahu, aku tak mampu tanpamu. 

Disaat itulah aku mulai mengenal sejati dari diri ini. Bahwa aku ini tidak pernah ada, selain sebagai cermin bagi Nama dan Sifatmu

Dan dalam kehampaan itu, engkau akan merasakan ketenangan yang tak bisa dijelaskan oleh kata, karena yang berbicara bukan lagi mulut, tapi ruh yang mengenal asalnya. (Sejatinya diri bukan untuk ditemukan, tapi untuk dihilangkan, agar yang tersisa hanyalah Dia.


Leluhur

Darah, Pengetahuan dan Semangat mereka mengalir di tubuh kita dalam bentuk DNA. Kita boleh saja memuliakan leluhur bangsa lain dan Ajaran nya. Tapi jika kita sudah melupakan begitu saja leluhur kita sendiri beserta pengetahuan dan pencapaiannya dimasa silam. Artinya kita tak tahu diri dan lupa diri dari mana kita berasal.

Ingat… kita pun suatu saat akan menjadi leluhur bagi anak cucu kita. Mampukah kita menjadi leluhur yang benar-benar luhur bagi anak cucu kita kelak? Seorang yang terpilih dan yang dipilih dari jiwa-jiwa yang menempati wadah yang di Kehendak-Nya. Dengan menitis dari Jiwa leluhur atau pun jiwa-jiwa suci, yang mempunyai tugas belum terselesaikan, maka Jiwanya menitis, ke satu wadah yang dikehendaki nya, untuk melanjutkan kembali tugas yang dia emban.

Semoga Jiwa -Jiwa yang Suci, yang menitis senantiasa diberi kekuatan lahir dan batin, untuk menjalani hidup, karena dia yang menitis ilmu dari leluhur, dia akan dihadapkan dengan persoalan hidup, yang kadang diluar batas kemampuan manusia pada umum nya. Seorang yang menerima titisan dari leluhur, akan memiliki jiwa dan mental yang kuat, untuk menjadi sosok teladan bagi sesama. 

Tanda-tanda manusia yang mendapatkan TITISAN dari LELUHUR Nusantara yang SUCI yaitu orang-nya sangatlah teduh, wawasan serta pengetahuan sangatlah luas. Ia tidak membeda-bedakan suatu Agama, Suku, Bangsa, Kasta, Tahta, Jabatan, Pakaian. Dan meskipun terlihat seperti orang biasa. Namun semua Alam ghaib, Alam ghaib suci, Alam ghaib sakti Mandraguna jagad, Alam Semesta Raya Nusantara dan di alam Dewa/Dewi bahkan Alam Kahyangan sangatlah mengetahui siapa sebenar-nya dirinya.

DIA-lah wakil-wakil yang diutus Sang Pencipta Alam Semesta dan para leluhur untuk mengembalikan JIWA-JIWA para KSATRIA yang telah lama kehilangan arah dan tujuan karena telah berubah bentuk menjadi PRIBADI para Ksatria berbadan butho kolo (Bhuta Kala)

Ilmu Leluhur

Setiap Seorang dalam sebuah Keluarga tentu mempunyai Leluhur, Jika Leluhur seseorang itu dimasa hidupnya mempelajari suatu ilmu khususnya ilmu Pengobatan, Ilmu Kebatinan, ilmu Gaib, ilmu Tharekat, ilmu Hakikat, Tasawuf atau Makrifat. Maka disaat ini ilmu Leluhur itu sedang melayang-Layang mencari keturunan nya, yang wadahnya siap untuk di isi ilmu tersebut. Jika Keturunan nya belum ada yang siap, maka ilmu itu bisa turun Kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya.

Ciri bangkitnya Spiritual dalam diri yang terhubung dengan keilmuan leluhur dan  ada beberapa orang yang terhubung atau memiliki titisan leluhur. baik ilmu spiritual maupun ilmu supranatural. 

Adapun ciri seseorang memiliki bimbingan leluhur : 

1. Awalnya mendapatkan Gemblengan atau Ujian kehidupan baik itu dalam ekonomi, asmara, bahkan sakit. Ujian gemblengan ini untuk mengasah sisi wadah mental.

2. Mengalami perubahan kesadaran diri, bangkitnya Kesadaran Spiritual Awakening

3. Memiliki kepekaan Rasa-Indra keenam- Insting-felling-intuisi tajam. 

4. Terkoneksi atau terhubung dengan jiwa leluhur.baik dalam mimpi atau berinteraksi meditasi.

5. Memiliki kemampuan baik Spiritual atau Supranatural.

6. Mendapatkan perlindungan dari leluhur. ketika terbentur hal negatif. Leluhur kita akan menjaga. Ini fakta bagi yg peka. 

7. Leluhur juga secara tidak langsung membimbing arah Spiritual menuju jalan Kesadaran Ketuhanan.

Namun tidak semua orang yang memilki. Ilmu leluhur memiliki ciri-ciri tersebut tergantung pada jiwa leluhurnya dimasa Hidupnya.

PESAN...!! 

Hati-hati bagi yang memiliki Ilmu leluhur dalam Emosi, Ucapan dan Doa yang bersifat negatif, apa lagi mendoakan hal yang tidak baik. Karena seseorang yang memiliki keilmuan leluhur pasti memiliki Energi atau Power yang besar. Maka kita harus hati-hati baik ucapan Pikiran didalam bathin Karena ucapannya sering terjadi (Sidhi/Dadi). Lebih baik sugestikan hal-hal yang bersifat kebaikan..Kesuksesan...Kebahagiaan...Cinta..Kasih.

Salam Rahayu Leluhur Leluhur Nusantara 

Perjalanan Spritual

Sebuah Perjalanan SPIRITUAL setiap manusia tidak akan pernah sama meski laku yang dijalani semua telah sesuai dengan takaran wadah yang ia punya. dan terlebih wadah itu telah ada sejak lahir wadah yang disiapkan untuk sesuatu yang besar.

Wadah yang akan menjalankan titah amanah yang menyangkut kepentingan yang lebih luas.Jangan heran jika wadah itu telah menemukan Guru Pembimbing di Alam nyata akan lebih cepat menyerap bahkan melebihi Guru yang membimbingnya. Karena perjalanan SPRITUAL dituntut untuk cepat mengerti dan memahami serta menjalankan titahnya.

Wadah-wadah itu telah digembleng dengan kepedihan kehidupan sejak kecil hingga selama hidupnya. Itu untuk menjadikan mereka bijaksana dalam menjalankan titahnya dengan berjiwa kesatria bersifat Welas Asih. Karena semua leluhur telah memilih wadahnya.

Kekharismaan seseorang pada dirinya ada Dua yaitu dari luar dan dari dalam,

Kharisma Dari luar personality yang meliputi Dan diperoleh dari penampilan fisik seperti bentuk fisik, rupa menawan..

Kharisma dari dalam didapat dari dalam diri seperti sifat, prilaku sikap atau memang dari spiritual alami maupun dari olah energi seperti meditasi, puasa, atau olah energi lainnya yang menjadikan energi positif membuat orang melihat segan, suka melihatnya terasa sejuk ketika melihat wajah diri.

Begitu juga orang-orang yang memiliki Energi Alami dari Alam yang membuat orang memandang bisa menyukai atau patuh kepada dirinya....Bukan karena takut melainkan karena memang ingin melakukannya dan orang tersebut rela mengorbankan sesuatu untuk orang-orang yang memang memiliki KEKHARISMAAN yang ALAMI dari ALAM bukan dari olah energi yang dikerjakan.

Banyak pelaku Spiritual yang menginginkan energi kharisma tersebut untuk menguntungkan diri pribadi, namun hal itu tidak lah mudah untuk didapatkan.

Dan orang orang yang memiliki kharisma alami itupun didapatnya dari proses alami dari alam dengan gemblengan kehidupan hingga pada titik tersebut. Cahaya terang itu layaknya sebuah pohon yang besar yang selalu bisa memberikan keteduhan serta kesejukan bagi seluruh insan.

Karena sejatinya puncak ajaran spiritual dari setiap ajaran, agama dan kepercayaan adalah Welas Asih yaitu kasih Sayang Atau Ajaran Budi Dharma 

Inti dari setiap ajaran SPIRITUAL adalah kasih dan sayang.

Ketika kita bisa merasakan kedahsyatan dari kasih sayang di dalam diri serta batin kita.lalu menyebarkan kasih sayang itu kepada semua makhluk dari sang pencipta Dengan selalu memilih jalan KEWELAS ASIHAN. Menghormati serta menghargai sesama kehidupan serta mengenali JATI DIRI yang SEJATI adalah jalan terbaik untuk kembali memunculkan sifat serta perilaku sebagai Manusia yang SEJATI - JATINYA Manusia.

Karena sebenarnya tidak ada segala sesuatu kecuali hanya dia saja (Zat yang Maha Suci, Zat tertinggi yang tidak bisa digambarkan hanya dengan bahasa pikiran semata) Atau Gusti Pangeran Atau Allah Yang Maha Kuasa. Tanpa umat ketahui sejatinya kita sedang menuju ke arah yang sama. Maka kembali lah pada jalur yang Benar yaitu jalur kasih dan Sayang (WELAS ASIH). 

Semoga semua makhluk selalu dalam Keberkahan dan Kedamaian. Selalu menghiasi dalam setiap jalan dari kehidupannya.




Orangtua yang telah tiada




Ibu..wanita hebat nan kuat. Senantiasa menjadi muslimah taat. Seorang diri yang mendidik dan merawat kasih sayang pada kami tiada berkarat.

Ayah...kami selalu rindu padamu. Ingin memeluk tubuh yang hebat itu. Setiap berdoa kami terus mengadu. Walau hanya dalam mimpi bertemu.

Terima kasih telah memberikan yang terbaik. Sedari kecil kami dirawat & dididik untuk menghadapi dunia yang pelik. Kini tenanglah kalian menghadap sang Khalik.

Bukankah dunia hanya sementara sedangkan akhirat kekal selamanya. Jika hamba boleh memanjatkan pinta dapat berkumpul bersama disurga-Nya 

kami akan selalu mendoakan kalian karena hanya doa yang tulus yang dapat menjadi penawar rindu bagi mereka yang telah berbeda dunia. 

Oleh : KH. Abdul Fattah Syafi'ie S.pd 

Jadilah Rendah Hati

“Segala sesuatu ditentukan, baik awal maupun akhir, oleh kekuatan yang berada di luar kendali kita. Hal itu ditentukan untuk serangga, maupun untuk bintang. Manusia, tumbuhan, atau debu kosmik, kita semua menari mengikuti melodi misterius, yang dilantunkan dari kejauhan oleh seorang pemain seruling yang tak terlihat.” ~ Albert Einstein

“Selalu ingat, jauh di lubuk hatimu bahwa Semuanya Baik-Baik Saja dan segala sesuatunya berjalan sebagaimana mestinya. Anda adalah Diri Sejati (Tuhan di Dalam Diri), Diri Sejati yang sempurna dan tak berubah. Hanya ada satu Diri Sejati dan Anda adalah Itu. Anda Cemerlang dan Bersinar. Anda adalah matahari di balik awan. Bersukacitalah! Bersyukurlah! Semuanya baik-baik Saja.”

Kesadaran Agung bahwa segala sesuatunya Baik-baik Saja, adalah milik Yang Maha Agung - Al Azhim. Namun Anda berada dalam tubuh manusia dan Anda harus menghormati apa yang diperlukan untuk menghargai perjalanan ini. Segala sesuatu yang Anda lakukan dan katakan akan kembali kepada Anda untuk mempelajari belas kasih

Karena itu, Anda wajib berdiam dalam Kebaikan selama Anda berada di dunia ini. Artinya jadilah rendah hati, lembut, dan kuat. Ringankan penderitaan orang lain. Inilah Kebenaran. Inilah hal tertinggi yang dapat Anda lakukan selama Anda berada di bumi ini. Inilah kesucian.