Biarkan orang lain salah menilai

Biarkan orang lain salah tentangmu. Bukan tugasmu untuk membuat persepsi semua orang tentang dirimu menjadi akurat. Sebagian orang akan salah paham terhadap Anda — disengaja atau tidak. 

Mereka akan menuduh Anda memiliki motif yang sebenarnya tidak Anda miliki.

Mereka akan membuat versi cerita yang tidak pernah Anda ceritakan. Mereka akan melihatmu melalui filter luka mereka sendiri dan menyebutnya kebenaran.

Dan Anda bisa menghabiskan berjam-jam, berhari-hari, bertahun-tahun untuk mencoba memperbaikinya. Menjelaskan. Membela. Membuktikan. 

Namun, intinya adalah orang-orang yang bertekad untuk salah memahami Anda tidak akan pernah melihat Anda dengan jelas. Bukan karena Anda tidak jelas. Karena mereka tidak memperhatikan. 

Jadi, biarkan saja mereka salah. Biarkan saja mereka berpikir apapun yang mereka inginkan. Kedamaianmu tidak terletak pada persepsi mereka.

Itu tergantung pada kesadaranmu. Karena Anda lebih tahu siapa dirimu sendiri.

Orang-orang yang berpengaruh juga mengetahuinya. Semua orang? Biarkan mereka memiliki versi mereka sendiri.

Tugasmu bukan untuk mengatur realitas mereka. Tugasmu adalah untuk menjalani hidupmu sepenuhnya dengan tenang tanpa penyesalan.



Ketika Anda tidak lagi Bernilai


Jika ingin melihat seseorang benar-benar menghargaimu, sadar atau tidak, cobalah menjadi tidak berguna di hadapannya. 

Berhentilah memberi manfaat. Berhentilah menjadi solusi. Berhentilah menjadi tempat ia mengambil keuntungan. Lalu perhatikan… Apakah ia tetap menghargaimu. Apakah ia tetap melihatmu sebagai manusia? Atau sikapnya berubah ketika Anda tak lagi memberi nilai untuk kepentingannya?

Orang yang benar-benar baik tidak hanya bersikap manis saat diuntungkan. Ia melihat kehidupan dari banyak sudut pandang. Ia menghargai keberadaan, bukan kegunaan. Ketika Anda tidak lagi dianggap, saat sudah tidak lagi memberi manfaat, itulah cermin kesadarannya. 

Ia hanya baik kepada siapa yang bisa menguntungkan dirinya. Dan itu… masih jauh dari kesadaran yang utuh. Peradaban baru bukan tentang transaksi manfaat, tapi tentang kesadaran kolektif menghargai jiwa, bukan fungsi.

Jangan berusaha menjadi orang yang Sukses, tapi jadilah orang yang Bernilai.






Orang yang membawa Keberuntungan

Orang baik pasti akan mendapat balasan yang baik. Orang jahat pasti akan mendapat balasan yang buruk. Bukan tidak dibalas hanya waktu nya saja belum tiba.

Setiap orang yang kamu sakiti di dunia ini, sebenarnya pada akhirnya yang kamu sakiti adalah dirimu sendiri

Setiap orang yang engkau bantu di dunia ini. Sebenarnya bukan sedang kamu bantu, tetapi kamu sedang membantu dirimu sendiri

Ketika kamu berbuat baik kepada orang lain, mungkin orang lain belum tentu menjadi baik tetapi kamu pasti akan menjadi semakin baik

Kalau kamu setiap hari berpikir ingin mencelakai orang lain, apakah kamu berhasil mencelakai mereka atau tidak... belum tentu ! Tetapi yang pasti pada akhirnya kamu sendirilah yang akan celaka.

Jika kamu berniat untuk memperdaya orang lain, pada akhirnya kamu pasti akan diperdaya oleh orang lain.Tetapi jika kamu ingin membantu orang lain untuk berhasil, pada akhirnya kamu juga akan dibantu untuk berhasil

Ingatlah....

Di dunia ini jika kamu ingin hidupmu menjadi lebih baik, caranya sangat sederhana. Buatlah hidup orang lain menjadi lebih baik. Seberapa banyak kamu bisa membuat hidup orang lain lebih baik, Sebesar itu juga hidupmu akan menjadi lebih baik. Maka saya ingin menyampaikan kepada kamu semua hari ini. Perbanyaklah berbuat baik, tinggalkanlah kebajikan dan pahala untuk anak keturunan kita (surat An-Nisa 40)

Ada pepatah Kuno yang mengatakan, orang yang membawa keberuntungan akan dilindungi oleh Alam Semesta. Jika kamu adalah orang yang beruntung Alam Semesta akan membantu kamu. Lalu siapakah orang yang membawa keberuntungan itu? Orang yang membawa keberuntungan adalah orang yang baik hati - Orang yang tahu berterima kasih - Orang yang suka memberi - Orang yang berjiwa besar

Dan orang yang membawa KEBERUNTUNGAN.... adalah kamu




Spritual dipusat kekuasaan Indonesia.

Presiden Prabowo beberapa waktu lalu melakukan prosesi penyiraman air kembang ke pesawat tempur Dassault Rafale dan pesawat Falcon 8X yang baru dibeli. Orang-orang, terutama kalangan rasional, tentu bereaksi negatif terhadap prosesi ini. Tuduhan klenik pun sering kita dengar. Namun sebenarnya kekuasaan di Indonesia tidak pernah jauh dari unsur spiritual dan  klenik atau ghaib. Contoh paling jelas tentu pada mertua Prabowo, yaitu pak Harto. 

Dalam konteks spiritual yang tidak rasional, sudah menjadi rahasia umum kekuasaan Pak Harto juga ditopang dengan upaya-upaya spiritual atau disebut “klenik” oleh para pengkritiknya. Akar klenik rezim Orde Baru ini sudah muncul sejak Soeharto belum berkuasa, dan sejak ia berteman dengan Soedjono Hoemardani dan menjadi murid dari Raden Panji Soediyat Prawirokoesoemo (Romo Diyat) Tokoh spiritual dan Sesepuh kebatinan Jawa yang berpusat di Semarang yang memimpin Paguyuban Nawangsasi. 

Ada sebuah kisah yang sangat populer di kalangan penghayat kebatinan Jawa bahwa jauh sebelum Soeharto menjadi presiden (ketika masih menjadi perwira menengah di Kodam Diponegoro), Romo Diyat sudah membaca tanda-tanda alam (sasmita). Romo Diyat memerintahkan Soedjono untuk "menjaga dan nempel" kepada Soeharto. Romo Diyat meramalkan bahwa Soeharto kelak akan menjadi penguasa kuat di Indonesia. Menurut Ricklefs dalam buku Mengislamkan Jawa (2013), Romo Diyat menjadi guru kerap memimpin ritual Soeharto di tempat bernama Jambe Pitu di Gunung Selok, Pantai Selatan Jawa.

Kisah lisan dari kerabat mengatakan bahwa sebelum meninggal pada 1986, Romo Diyat jauh-jauh hari sudah memberikan isyarat halus bahwa pemilu 1987 adalah pemilu terakhir untuk jadi presiden dan jangan lagi mencalonkan diri pada Pemilu selanjutnya (1992) karena "wahyu kekuasaannya" sudah berangsur pergi. Namun, karena bujukan lingkaran dekatnya yang beraliran rasional-politik, Soeharto tetap maju, yang pada akhirnya berujung pada kejatuhan tragisnya di tahun 1998.

Meski Romo Diyat ini adalah sosok utama dalam lingkaran spiritual Pak Harto, namun yang terkenal di tingkat nasional adalah Soedjono Hoemardani. Dia masuk tentara dan pangkat terakhir adalah mayor jenderal, dan menjadi menteri ekonomi dan perdagangan. Dia dijuluki sebagai "Rasputin-nya Indonesia" atau "Rasputin Jawa" oleh sejumlah jurnalis dan pengamat Barat pada masa Orde Baru (Rasputin adalah dukun terkenal di istana Kaisar Tsar II di Rusia). Bersama Ali Moertopo, dia juga menjadi salah satu tokoh kunci di balik pendirian Centre for Strategic and International Studies (CSIS), sebuah lembaga pemikir (think tank) modern yang diisi oleh kaum intelektual berpendidikan Barat. Bagi Soedjono, spiritualitas Jawa bukanlah pelarian dari realitas, melainkan sebuah "kompas" atau alat analisis internal untuk mengendalikan situasi politik yang rumit. Kontradiksi inilah yang membuatnya tetap menjadi salah satu tokoh paling misterius yang pernah berdiri di pusat kekuasaan Indonesia.

Konon, selain Ibu Tien, Sudjono adalah salah satu dari sedikit orang yang memiliki akses bebas untuk keluar masuk kamar pribadi Soeharto. Tidak seperti perwira ABRI pada umumnya, Soedjono tampil nyentrik dengan rambut gondrong mirip seniman. Jurnalis asing kerap mencatat kebiasaannya yang bernuansa mistis, seperti menerima duta besar negara Barat di ruangan yang remang-remang sambil mengenakan pakaian adat Jawa dan bertelanjang kaki. Rumah dan ruang kerjanya dipenuhi oleh ratusan benda pusaka, mulai dari keris, tombak, batu akik, hingga jimat-jimat kuno. Ruangan pribadinya kerap beraroma kemenyan atau dupa.

Soedjono diyakini memiliki kemampuan membaca tanda-tanda alam atau petunjuk gaib. Setiap kali rezim Orde Baru menghadapi krisis politik atau hendak mengambil keputusan besar, Soedjono sering kali melakukan tirakat atau meditasi terlebih dahulu untuk mencari "restu" dari alam gaib. Bersama Soeharto, Soedjono sering melakukan laku prihatin, seperti bertapa, meditasi, atau kungkum (merendam diri) di sungai-sungai yang dianggap suci di Jawa. Mereka juga kerap mengunjungi tempat-tempat yang memiliki kekuatan magis kuat, seperti Jambatan (Gua) Selomangleng, Sendang Pemancingan di Yogyakarta, hingga petilasan-petilasan kerajaan Majapahit dan Mataram Islam.

Salah satu tugas spiritual paling terkenal yang dikaitkan dengan Soedjono adalah mengumpulkan keris-keris pusaka tanah Jawa yang dianggap memegang wahyu kedaton (wahyu kekuasaan) untuk memperkuat legitimasi dan keselamatan pemerintahan Soeharto. Soedjono sering menyisir kawasan petilasan Kerajaan Majapahit di Trowulan, Jawa Timur, mendeteksi keris atau pusaka kuno yang terkubur atau "moksa" (menghilang ke dunia gaib) untuk dimunculkan kembali demi memperkuat pagar gaib istana.

Salah satu kisah yang paling terkenal dan kontroversial adalah misi peminjaman Topeng Gajah Mada di Bali. Cerita ini bukan sekadar rumor, tetapi peristiwa nyata di balik layar politik masa itu yang tercatat dalam sejarah lisan masyarakat Bali, serta sempat ditulis oleh Lee Khoon Choy (mantan Duta Besar Singapura untuk Indonesia era 1970-an) dalam bukunya.

Pada sekitar tahun 1967, di awal masa transisi kekuasaan Orde Baru, Soedjono Hoemardani diutus oleh Pak Harto untuk mendatangi tempat sakral di Bali, yaitu Pura Penataran Agung Gelgel (atau dikenal juga terkait dengan Pura Penopengan) di Blahbatuh, Gianyar, Bali.

Tujuan kedatangannya sangat spesifik: meminjam Topeng (Pratima) Gajah Mada. Topeng kuno tersebut diyakini peninggalan keramat yang berkaitan erat dengan Aria Rajasanatha atau patih sekutu Gajah Mada saat menyatukan Nusantara. Selama lebih dari 600 tahun, topeng itu disakralkan secara turun-temurun oleh keturunannya. Topeng itu tidak boleh sembarangan dikeluarkan, apalagi dibawa pergi dari Bali. Pada saat itu penjaga warisan keramat itu adalah pemuka adat bernama I Gusti Ngurah Mantra. 

Dalam kosmologi spiritual yang diyakini lingkaran Orde Baru saat itu, Topeng Gajah Mada dianggap memancarkan energi wahyu kedaton yang sangat besar. Membawa atau menyandingkan topeng tersebut di dekat Soeharto dipercaya dapat mentransfer legitimasi spiritual dan kekuatan goib kepemimpinan Gajah Mada kepada Soeharto yang baru saja memimpin Indonesia pasca 1965.

Awalnya masyarakat menolak, dan penjaga pura takut akan kutukan (bencana niskala) jika benda sakral tersebut keluar dari tanah Bali. Namun, dengan menggunakan pengaruh kekuasaan, Soedjono akhirnya berhasil meyakinkan penjaga pura agar topeng tersebut diizinkan dibawa ke Jakarta untuk ritual khusus demi keselamatan negara.

Setibanya di Jakarta, konon Soeharto dan Soedjono melakukan ritual khusus di depan topeng itu selama beberapa hari di ruang rahasia di cendana sebelum akhirnya topeng itu dikembalikan ke Bali. Menurut kalangan dalam istana, beberapa waktu setelah ritual itu, gaya kepemimpinan Pak Harto banyak berubah: lebih tenang, bernuansa mistis (di mata yang memiliki penglihatan mistik), dingin, lebih tegas, cenderung tak kenal kompromi. 

Meski amat dekat dengan Pak Harto, Soedjono bukannya tidak punya lawan politik. Salah satu yang tidak suka kepadanya adalah Letjen Alamsyah Ratu Perwiranegara, sesama Asisten Pribadi (Aspri) Soeharto pada awal Orde Baru. Ia berada di faksi yang berseberangan dengan kubu Soedjono Hoemardani dan Ali Moertopo. Alamsyah secara terbuka sangat mengkritik pengaruh mistis Soedjono di istana. Dalam beberapa kesempatan, Alamsyah-lah yang secara blak-blakan menjuluki Soedjono sebagai "dukun" istana dan mengeluhkan bagaimana urusan-urusan takhayul dan klenik dibawa ke dalam lingkaran kebijakan negara. Rivalitas ini menjadi rahasia umum di lingkaran dalam militer saat itu. Laporan-laporan menjelang dan pasca Peristiwa Malari 1974 banyak menyoroti kritik publik terhadap institusi Aspri yang dipimpin Ali Moertopo dan Soedjono Hoemardani, yang kala itu dianggap sebagai institusi bayangan yang super-power.

Namun Pak Harto sendiri dalam buku biografinya memberikan kesaksian yang bernada meluruskan sekaligus membenarkan kedekatan mereka dengan dunia spiritual. Soeharto menolak anggapan bahwa Soedjono adalah "guru spiritualnya". Sebaliknya, Soeharto bersaksi bahwa dalam urusan kebatinan Jawa, Soedjono justru sering datang kepadanya untuk belajar dan menguji penglihatan spiritualnya. Soeharto mengakui bahwa mereka sering mendiskusikan filsafat dan perlambang Jawa, namun membantah bahwa keputusan negara diambil berdasarkan klenik semata.

(sc. Buku Biografi Pak Harto, Biografi Jenderal Soemitro, Lee Khon Cooy [Indonesia: Between Myth and Reality], Jose Tesoro [The Invinsible Palace], Inside).

Syamsul Arifin Journey



Memberi itu berbeda-beda dampaknya dan itu tidak tergantung pada keluarga, orang dekat, atau orang lain, semua lebih kepada siapa yang kita berikan.

"Yang berdampak terbesar adalah memberi kepada yang pantulannya terbesar" yaitu memberikan & mendoakan kepada Nabi Muhammad Saw beserta keluarganya dan Sahabatnya, Para Nabi, Para Auliya, Para Sholihin, Para Syaikh, Mursyid, dsb (bukan berarti Nabi dan keluarganya membutuhkan doa kita). Hukum pertama Sukses adalah Memberi...Memberi dan Memberi. 

Ya Allah...
Hanya Engkaulah yang kumaksud dan Hanya KeridhaanMu yang kucari
Berikan kepadaku kemampuan untuk MencintaiMu dan Makrifat kepadaMu
Aamiin Yra. 

Berikut Ini Daftar Makam dan Lokasi : Walisongo, Para Auliya' Para Sholihin, Para Ulama, Leluhur, Situs Cagar Budaya, Wilayah Jawa, Madura, dan Bali. Alhamdulillah penulis sudah mengunjungi semua sebagai tambahan informasi para sahabat Sarkub Semoga bermanfaat. Jika ada kesalahan dalam penulisan mohon koreksinya....

Walisongo 

1. Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim) > Gresik

2. Sunan Giri (Raden Paku) > Gresik 

3. Sunan Ampel (Raden Rahmat) > Surabaya

4. Sunan Bonang Raden Makdum Ibrahim) > Tuban

5. Sunan Drajad (Raden Qasim) > Lamongan

6. Sunan Kudus (Ja'far Shadiq) > Kudus

7. Sunan Kalijaga (Raden Sahid) > Demak 

8. Sunan Muria (Raden Umar Said) > Kudus

9. Sunan Gunung Jati (Syarief Hidayatullah) > Cirebon

Propinsi Banten

~ Situs Kerajaan Salakanagara Cihujuran Aki Tirem Luhur Mulia/Prabu Angling Darma
> Situs Benda Cagar Budaya
> Sendang Mandalawangi
Lokasi Cikoneng Kec Mandalawangi Kab Pandeglang Banten 

Kanjeng Sulthan Maulana Hasanuddin Bin Sunan Gunung Jati Cirebon

> Syaikh Sulthan Abdul Mufakir Muhammad Aliyyuddin

> Sulthan Zainal Abidin

> Sulthan Zainal Asyiqin

> Ratu Pembayun Fatimah (Putri Pertama Sulthan Maulana Hasanuddin)
> Pangeran Arya Dilah
> Patih Geseng (Penasihat Kanjeng Sulthan)
Lokasi Komplek Masjid Banten Lama Kec Kesemen Kab Serang  Banten

Kanjeng Sulthan Maulana Yusuf Bin Kanjeng Sulthan Maulana Hasanuddin
> Petilasan Syaikh Tubagus Buang
Lokasi Di Kasunyatan Kec Kesemen Serang Banten

~ Syaikh Abdul Syukur Sepuh
> Syaikh Abdul Syukur Anom
> Pangeran Arya Kasunyatan/Panembahan Pekalangan bin Sulthan Maulana Yusuf
> Kanjeng Ratu Mas Asyiah
> Sendang Kramat Kahuripan
Lokasi Komplek Masjid Agung Kasunyatan Kasemen Kab Serang Banten

~ Pangeran Pringgalaya bin Kanjeng Sulthan Maulana Yusuf / Panembahan Pekalangan
Lokasi Di Kp Kejayan Desa Kasunyatan Kec Kasemen Kab Serang Banten

~ Pangeran Sabrang Lor alias Syaikh Muhammad 'Aliyyuddin bin Kanjeng Sulthan Maulana Hasanuddin
Lokasi Di Makam Pabean Kec Kasemen Kab Serang Banten

~ Pangeran Panembahan Purbanegara bin Kanjeng Sulthan Maulana Yusuf
Lokasi Di Kenari Kasunyatan Kasemen Kab Serang Banten

~ Pangeran Mandura Raja bin Sulthan Abul Mufakir Mahmud Abdul Qodir
Lokasi Di Kasunyatan Kasemen Kab Serang Banten

~ Panembahan Pangeran Arya Mandalika bin Kanjeng Sulthan Maulana Yusuf
Lokasi Di Kroya Kec Kasemen Kab Serang Provinsi Banten

~ Syaikh Muhammad Sholeh bin Abdurrahman
> Syaikh Maulana Malik Isroil
> Syaikh Maulana Muhammad Ali Akbar  (Tokoh Walisongo Generasi awal )
Lokasi Di Bojonegoro Gunung Santri Kab Cilegon Banten

~ Situs sumur tujuh gunung karang
Lokasi Citaman Kec Ciomas, Kab Serang Banten

~ Syaikh Ageng Karan
> Pesantren tertua di Banten
Lokasi Di Gunung Karang Kampung Ci pamekel Desa Pager Batu Kec Majasari Kab Pandeglang Banten

~ Syaikh Rako (menantu Syaikh Karan)
Lokasi Di Blok Simpeureum Kampung Paku Haji Kec Majasari Kab Pandeglang Banten

~ Syaikh Maulana Mansyuruddin
> Nyai Ratu Jamilah
Lokasi Di Cikanduen Cipiucang Kab Pandeglang Banten

~ Sendang situs Batu Qur'an Cibulakan
Kadubungbang, Kec. Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, Banten

~ Syaikh Demang Lancar
Cibulakan batu quran, cibulakan haneong, Kadubungbang, Kec. Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, Banten

~ Syaikh Asnawi bin Syaikh Abdurrahman
Lokasi Di Caringin Kec Labuhan Kab Pandeglang Banten

~ Syaikh Tubagus Buang & Syaikh Abuya Na'im
Lokasi Di Kadujuru Kec Cadasari Kab Pandeglang Banten

.~ Syaikh Abuya Dimyati Cidahu 
Lokasi Di Tanagara Kec Cadasari Kab Pandeglang Banten

~ Syaikh Abdul Jabbar
Di Kampung Pasir Kacapi Desa Pagadungan Kec Karang Tanjung Kab Pandeglang Banten

~ Syaikh Maulana Maghribi
Lokasi Mantare Kec Kumalirang Kab Pandeglang Banten

~ Syaikh Jarimbang (Jayarimbang)
> Syaikh Abbas (Ayahanda Syaikh Tubagus Falak Pagentongan)
Lokasi Kp Sabi Bangkonol Kab Pandeglang Banten

~ Ki MasJong/Syaikh Azhar & Ki Agus Jong (Orang pribumi Banten yg pertama di islamkan Sulthan Maulana Hasanuddin yg konon semula seorang Panglima perang Prabu Pucuk Umun)
Lokasi Banten Girang Ds Cipare Kab Serang Banten

~ Syaikh Ki Santri. Lokasi Di Pancuran Mas Desa Cipare  Banten Girang Kab Serang Banten

> Sulthan Agung Tirtayasa/Sulthan Abul Fathi Abdul Fatah

> Pangeran Arya Arbu Jana (Panglima perang Sultan)
> Pangeran Natayama
> Pangeran Purbaya
> Syaikh Astra(Salah satu Guru Syaikh Nawawi al-Bantani)
Lokasi Ds Tirtayasa Kec Tirtayasa Kab Serang Banten

~ Pangeran Sunyararas/Pangeran Tajul 'Arsyi bin Kanjeng Sulthan Maulana Hasanuddin
> Syaikh Umar(Ayahanda Syaikh Nawawi al-Bantani)
Lokasi Ds Tanara Kab Serang Banten

~ Syaikh Bukhari
> Syaikh Muafa'
> Syaikh Abdurrahman bin Kyai Asnawi
Lokasi Barat Masjid Agung Tanara Kab Serang Banten

~ Pangeran Jaga Lautan/ Pangeran Saifullah bin Sulthan Maulana Hasanuddin
Lokasi Pulau Cangkir Kec Kronjo Kab Tangerang Banten

~ Abah Kyai Musa
Lokasi Desa Kedungdalam Kec Mauk Kab Tangerang Banten

~ Abah Kyai Muhammad Dahlan
Lokasi Di Desa Tanjakan Kec Rajeg Kab Tangerang Banten

~ Al Habib Abdurrahman bin Abdullah Alaydrus
Lokasi Di pesisir pantai Tanjung Anom Kec Mauk Kab Tangerang Banten

~ Syaikh Daud / Habib Abdullah bin Ali Al Uraidhi
Lokasi Di Kampung Kramat Panjang Desa Suka wali Kec Paku Haji Kab Tangerang Banten

~ Syaikh Tubagus Atief
Lokasi Serpong keramat Tajug Cilenggang, Kec Serpong Kab Tangerang Banten

~ Nyimas Melati
Lokasi Bunar Kec Sukamulya Kabupaten Tangerang, Banten

~ Nyimas Melati dan Mbah Sawo Alamat Graha Raya Regency Tangerang

~ Ki Buyut Sancapati Pisangan Jaya Kec Sepatan Kab Tangerang Banten

~ Ki Buyut Resem dan Nyi Buyut Resem
Lokasi Sarakan Kec Sepatan Kab Tangerang Banten

~ Ki Buyut Demang
Lokasi Sindangsari Kec Ps Kemis, Kabupaten Tangerang Banten

~ Syaikh Tubagus Artaja
Lokasi Kp Besar Kec Teluk Naga
Kab Tangerang Banten

~ Ki Buyut Mauk
Lokasi Mauk Barat Kec Mauk  Kab Tangerang Banten

~ Ki Buyut Brosot
Lokasi Ketapang Kec Mauk  Kab Tangerang Banten

~ Syaikh Abuya Dimyati bin Romli
Lokasi Di kompleks Masjid Al Istiqlaliyyah Cilongok Sukamantri Kec Pasar kemis Tangerang Banten

~ Syaikh Abuya Uci Tartusi bin Abuya Dimyati Romli
Lokasi Kampung Cilongok, Sukamantri, Kec. Ps Kemis  Kab Tangerang Banten

DKI Jakarta

~ Habib Ali bin Habib Abdurrahman
Lokasi Kembang Raya Kwitang, Kec. Senen, Kota Jakarta Pusat

~ Pangeran Jayakarta
Lokasi Jatinegara Kaum Kec PuloGadung Jakarta Timur

~ Habib Hasan bin Muhammad Al Hadad
Lokasi Jampea Koja Kec TjPriok Jakarta Utara

~ Habib Husen bin Abu Bakar Alaydrus
Lokasi Luar Batang Penjaringan Kec Penjaringan Jakarta Utara

~ Pangeran Tubagus Angke
Gg Masjid I Jl Pangeran Tubagus Angke Kec Tambora Jakarta Barat

~ Pangeran Wijaya Kusuma
Jln Pangeran Tubagus Angke Wijaya Kusuma Kec Grogol petamburan Jakarta Barat

Propinsi Jawa Barat

~ Mama Syaikh Tubagus Falak
Pagentongan Loji Kec Bogor Barat Kota Bogor Jawa Barat

~ Ratu Galuh dan Eyang Jepra
Lokasi Kebun Raya Bogor Jawa Barat

~ Situs Batu tulis
> Prasasti batu tulis peninggalan kerajaan Pajajaran/Galuh Pakuan
Lokasi Batu tulis Kec Bogor Selatan Kota Bogor Jawa Barat

~ Pahrayangan Jagatkarta Gunung Salak
Lokasi Tamansari Kec Tamansari Kab Bogor Jawa Barat

~  Eyang Santri Girijaya/Gusti Pangeran Djojokusumo Gunung Salak
> Pemandian Kahuripan
Lokasi Girijaya, Kec.Cidahu Kab Sukabumi, Jawa Barat

~ Syaikh Qudratullah Eyang Haji Gentar Bumi Gunung Halimun
> Sang Kunci Pantai Selatan Jawa Barat
Lokasi Buniwangi Kec. Pelabuhan Ratu Kab Sukabumi Jawa Barat

~ Kramat Gunung Winarum Karang Hawu
Lokasi Cisolok, Kec.Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat

~ Eyang Aria Wiratanudatar
Lokasi Jl Maqom Dalem Cikundul Cijagang Kec. Cikalongkulon Kabupaten Cianjur Jawa Barat

~ Situs Gunung Padang
Lokasi Kp. Gunung Padang Karyamukti Kec. Campaka Kabupaten Cianjur Jawa Barat

~ Syaikh Qurotul Ain/Syaikh Hasanudin
> Syaikh Bentong atau Kyai BahTong
Lokasi Kp Pulobata Kec. Lemahabang, Karawang, Jawa Barat

~ Situs Gunung Sanggabuana
> Makam Eyang Haji Ganda Mandir, Taji Malela, Kyai Bagasworo, Ibu Ratu Galuh, Eyang Abdul Kasep, Eyang Sapujagat, Eyang Langlang Buana, Eyang Jagapati, Eyang Haji Ganda Mandiri, dan Eyang Cakrabuana
> Pancuran Mas, Kejayaan, Kahuripan, dan Pancuran Sumur Tujuh.
> Curug Air Terjun Nyi Geuntis Sari
Lokasi Perbatasan Tanjungsari, Jonggol, Mekarbuana, Kec.Tegalwaru, Karawang, Jawa Barat

~ Syaikh Abdul Muhyi Pamijahan
> Goa Safarwadi
Lokasi Pamijahan Kec.Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat

~ Situs Walahir leluhur kerajaan Galunggung
Diantaranya :
> Eyang Kuncung Putih
> Prabu Lang Lang Buana
> Eyang Semplak Waja
Lokasi Perbukitan Ds Sukamulih Kec Sariwangi Singaparna Kab Tasikmalaya Jawa Barat

~ Syaikh Sunan Rahmat Suci Garut
> Prabu Kian Santang
Lokasi Gn Karacak Kp Godog Ds Lebak Agung Kec Karangpawitan Garut Jawa Barat

~ Pulo Majeti
> Cagar Budaya
Lokasi Jl. Pulo Majeti, Purwaharja, Kec. Purwaharja, Kota Banjar, Jawa Barat

~ Situs Kerajaan Galuh Ciung Wanara Kamulyan
> Cagar Budaya
Lokasi Ds. Karang Kamulyan Kec Ciljeungjing, kab Ciamis Jawa barat

~ Syaikh Sunan Panjalu
> Prabu Hariang Kancana
Situ lengkong Kec Panjalu Kab Ciamis Jawa Barat

~ Sendang Cibulan
> Petilasan tujuh sumur Prabu Siliwangi
Lokasi Desa Maniskidul Kec Jalaksana Kab Kuningan Jawa Barat

~ Syaikh Sulthan Syarief Hidayatullah Cirebon
Astana  Gunung Sembung ada,
> Sunan Gunung Jati, Syaikh Fatahillah, Nyi Syarifah Muda’im, Pangeran Cakrabuana, Nyi Putri Ong Tien
Nyi Gedeng Sembung, Nyi Mas Tepasari, Pangeran Dipati Carbon I, Pangeran Jayalelana, Pangeran Pasarean, Ratu Mas Nyawa, dan Pangeran Sedeng Lemper
> Masjid Sunan Gunung Jati
> Sumur Jatimulya, Kasepuhan, Kanoman
> Syaikh Pangeran Badarudin
Astana Gunung Jati ada,
> Syaikh Maulana Dzatul Kahfi/Syaikh Nur Jati
> Syaikh Imam Hanafi
> Puser Bumi Goa Kahfi
> Petilasan Walisongo
> Sumur Jalatunda, Kejayaan, Tunggang pati, Kemulyaan
> Syaikh Bayanillah Penderesan
> Situs Gunung Semar
> Syaikh Tolhah bin Tholabuddin Mursyid Tarekat
> Sumur Jayasampurna

~ Kraton kasepuhan Kota Cirebon
> Masjid Agung Sang Cipta Rasa

~ Kraton Kanoman Kota Cirebon

~ Situs Ki Buyut Trusmi Wetan Plered

~ Pangeran Panjunan dan Pangeran Kejaksaan bukit Plangon

~ Petilasan Sunan Kalijaga Harjamukti

~ Syaikh Siti Jenar Harjamukti

~ Pangeran Cakra Buana Talun

~ Sendang Balong Biru Nyimas Endang Geulis Talun Cirebon Jawa Barat

Propinsi Jawa Tengah

~ Al Habib Ahmad Bin Abdullah Bin Thalib Alathas
Lokasi Jl. Madura, Sapuro Kebulen, Kec. Pekalongan Barat Kota Pekalongan, Jawa Tengah

~ Petilasan Sunan Geseng dan Masjid Santren
Lokasi Kauman Barat, Bagelen, Kec. Bagelen, Kab Purworejo, Jawa Tengah

~ Raden Santri/Pangeran Singasari
> Mbah KH Dalhar Warucongol
> Mbah Krapyak
Lokasi Karaharjan, Gunungpring, Kec. Muntilan Kab Magelang Jawa Tengah

~ KH Abdul Hamid (Mbah Hamid) Kajoran
Lokasi Tuguran Banjaragung Kec Kajoran, Kab Magelang Jawa Tengah

~ Raden Abdul Fattah Al Akbar Sayyidin Panotogomo Sultan Demak
> Dewi Murthosimah permaisuri Raden Fatah
> Raden Patiunus Pangeran Sabrang Lor, Raja Demak I
> Pangeran Benawa adalah Raja Pajang ketiga (1586-1587) bergelar Prabuwijaya
> Masjid Agung Demak Bintoro
Lokasi Kauman Bintoro Kec Demak Kab Demak Jawa Tengah

~ Sunan Kalijaga/Raden Mas Sahid
> Arya Penangsang.
Jl. Raden Sahid Kadilangu Kec Demak Kab Demak Jawa Tengah

~ Sunan Kudus (Raden Jafar Shodiq)
Lokasi Kauman Pejaten Kec Kota Kudus Kab Kudus Jawa Tengah

~ Sunan Muria (Raden Umar Said)
Lokasi Bukit Muria Desa Colo Kec Dawe Kab Kudus Jawa Tengah

~ Kanjeng Ratu kalinyamat Jepara
> Sulthan Hadirin
> Syaikh Raden Abdul Jalil/Sunan Jepara
Lokasi Mantingan, Kec. Tahunan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah

~ Mbah Jogolaut
Lokasi Telukawur, Kec.Tahunan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah

~ Sunan Prawoto
Lokasi Sukolilo Prawoto  Pati Jawa Tengah

~ Syaikh Jangkung
Lokasi Landoh Kayen Pati Jawa Tengah

~ Syaikh Ahmad Mutamakin
Lokasi Kota Pati Jawa Tengah

~ Ki Ageng Selo
Lokasi Tawangharjo Purwodadi Kab Grobogan Jawa Tengah

~ Ki Joko Tarub
Lokasi Ds.Tarub Purwodadi Kab Grobogan Jawa Tengah

~ Ki Bondan Kejawan / Lembu Peteng
Lokasi Beji Tarub Kec Tawangharjo, Kab Grobogan Jawa Tengah

~ Situs api abadi Mrapen Grobogan

~ Sri Makurung Handayaningrat/Ki Ageng Pengging sepuh
> Dyah Ayu Retno Kedhaton Putri Prabu Brawijaya V
> Pemandian Umbul Pengging
Lokasi Dukuh Kec Banyudono Kab Boyolali Jawa Tengah

~ Ki Ageng Kebo Kenongo/Ki Ageng Pengging (ortu Mas Karebet/Joko Tingkir)
Lokasi Gedong Jembungan Kec Banyudono Kab Boyolali Jawa Tengah

~ Ki Ageng Henis
> Masjid Laweyan dan Keraton Pajang
Lokasi Pajang, Kec Laweyan Kota Surakarta Jawa Tengah

~ Putri Cempo Tirtonadi
Lokasi Nusukan Kec Banjarsari Kota Surakarta Jawa Tengah

~ Ki Ageng Sutawijaya/Raden Joko Bodo
Lokasi  Majasto Sukoharjo Jawa Tengah

~ Ki Ageng Balak/Raden Sujono
Lokasi Mertan Kec Bendosari, Kab Sukoharjo, Jawa Tengah

~ Raden Mas Said/Eyang Gusti Aji/ Pangeran Sambernyawa
Lokasi Astana Bukit Mangadeg (kaki G Lawu) Karang Anyar Jawa Tangah

~ Tujuh mata air sapta tirta pablengan - Matesih Karanganyar

~ Sunan Pandanaran/Sunan Bayat
Lokasi Bayat Jabalkat Klaten

~ Eyang Ronggowarsito(Kyai dardir)
Lokasi  Klaten

~ Pertapaan Panembahan Senopati Kahyangan Dlepih Tirtomoyo Wonogiri
Jawa Tengah

~ KH Zarkasyi Mursyid TQN Lokasi Makam Bulus Purworejo Jawa Tengah 

Propinsi DIY Jogjakarta 

~ Syekh Maulana Maghribi  Bukit  Parangtritis

~ Syekh Bela-belu Bukit Parangtritis

~ Cepuri Parangkusumo

~ Mandi air garam Parang Wedang 

~ Ki Bondan Gejawan - Lokasi Gamping Sleman

~ Pertapaan Kembang Lampir Tirakat Ki Ageng Pemanahan
Lokasi  Panggang Gunung Kidul

~ Pasarean Ki Ageng Giring 3 dan Nyi Ageng Giring. Lokasi Paliyan Gunung Kidul              

Makam Raja Raja Mataram Islam Kotagede 

> Sulthan Hadiwijaya

> Ki Ageng Pemanahan

> Panembahan Senopati

> Ki Juru Mertani
> Sendang Seliran kakung dan Sendang putri didalam komplek makam Kotagede.
> Masjid gede Mataram Sumber mata air kemuning
Lokasi jl Masjid Besar Mataram, Sayangan, Jagalan, Banguntapan, Bantul DIY

~ Situs Watugilang baturetno - Pertapaan Penembahan Senopati utk buka Alas mentaok
Lokasi Banguntapan, Bumiwetan, Baturetno, Bantul, Kab Bantul, DIY

~ Makam Sultan Mataram dan Raja Jogjakarta dan Surakarta dibukit Imogiri.

~ Kyai Cinde Amoh Guru Spritual Sultan Agung
Lokasi Luar pagar tembok makam Sultan Agung Imogiri

~ Syaikh Jumadil Kubro
Lokasi Bukit Turgo  Kaliurang Gunung Merapi

~ Petilasan Ki Ageng Mangir Wonoboyo - Lokasi Pajangan Bantul DIY

~ Makam Ki Ageng Mangir Wonoboyo Lokasi Sorolaten Godean DIY 

~ Mbah Kyai Raden Bagus Khasantuko 
> Sendang Bagusan
Lokasi Godean Sleman DIY

~ Kiageng Suryomentaram > Terdapat Prasasti Lingga Semu  Lokasi Pleret Bantul DIY

~ Nyi Ageng Serang  > RA koestian wulaningsih retno edi > Putri ke 2 sedo timur (wayah dalem)  > Abdi palem pendamping (kalih-kalih ipun) > RM. Boedi Oetomo (wayah dalem) > R Ngt. Boedi Oetomo (wayah dalem) > RR. Widilestari wulaningsih (wayah dalem)  > Penderek dalem - Bukit Menoreh Kec Kalibawang Kab Kulon Progo Daerah DIY

~ Pendopo pertapaan Sultan Agung Hanyokrokusumo -- Puncak Suroloyo di pegunungan Menoreh -  Samigaluh - Kulon Progo - Yogyakarta

~ Mbah Kyai Nur Iman Mlangi
> Masjid Patok Negoro
Lokasi Nogotirto, Kec. Gamping, Kab Sleman, DIY

~ Makam Keluarga Ponpes Krapyak
> Mbah KH Ali Maksum
> Mbah KH M Munawwir
> Masjid Patok Negoro
Lokasi Dongkelan Kauman Tirtonirmolo Kec Kasihan Kab Bantul DIY

~ Pangeran Haryo Panular putra HB 1
Lokasi Bukit Mrisi Bantul DIY

~ Sendang Purwitosari
Lokasi dekat polsek ngaglik  Sleman DIY

~ Sendang Kasihan
Lokasi Tamantirto Bantul DIY

~ Sendang Tuk Si Bedog
Lokasi Margodadi Sleman DIY

~ Sendang Titis Lokasi Dusun Semanggi, Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul DIY

Propinsi Jawa Timur

~ Sunan Bonang/Raden Makhdum Ibrahim
Lokasi Jalan KH Mustain Kel Kutorejo KotaTuban Kab Tuban Jawa Timur

~ Sunan Drajat/Raden Qasim
Lokasi Desa Drajat, Kec Paciran, Kab Lamongan Jawa Timur

~ Sunan Gresik/Maulana Malik Ibrahim
Lokasi Kel Bedilan, Kec Gresik, Kab Gresik, Jawa Timur

~ Sunan Giri/Raden Paku Ainul Yaqin
> Sunan Prapen
Lokasi Giri Kel Sekarkurung, Kec Kebomas, Kab Gresik Jawa Timur

~ Sunan Ampel/Raden Rahmatullah
> Mbah Sonhaji
> Mbah Sholeh
Lokasi Ampel Masjid Kel Ampel. Kec Semampir Kota Surabaya Jawa Timur

~ Syaikhona Kholil Bangkalan
> Syaikh Abdul Adhzim Al Maduri Mursyid tarekat
Lokasi  Ds Martajasah Bangkalan Madura Jawa Timur

~ Ponpes Tebuireng Jombang
> Mbah Hadrotussyekh Hasyim Asy’ari
> Mbah Wahid Hasyim
> KH Abdurrahman Wahid
Lokasi Jl. Irian Jaya Cukir Kec Diwek Kab Jombang Jawa Timur

~ Keraton Gunung Kawi
> Leluhur yang dipercaya ada di Kraton Gunung Kawi adalah Eyang Tunggul Manik dan Eyang Tunggul Menik
> Petilasan dan tempat moksanya Raja Raja Kediri
Lokasi Area Gn. Pitrang Balesari Kec. Ngajum Malang Jawa Timur

~ Pasarean Gunung Kawi
> Makam Eyang Jugo dan Raden Mas Iman Soedjono
Lokasi Ds Wonosari Kab Malang Jawa Timur

~ Makam Bung Karno
Lokasi Ir. Soekarno Bendogerit Kec. Sananwetan Kota Blitar Jawa Timur

~ Makam Ploso Kediri
> KH Hamim Tohari Djazuli/Gus Miek
> Syaikh Maulana Abdul Qidir Khoiri
> Syaikh Maulana Abdulloh Sholeh
> Syaikh Maulana Muhammad Herman/ Aruman
Jl. Makam Auliya Tambak Ngadi Kec Mojo, Kab Kediri Jawa Timur

~ Ponpes AT Tauhid Pimp. Mbah Yayi Sulaiman Ali Muhammad 
> Mbah Yayi Ali Muhasan dan Mbah Mesir Lokasi krajan Jambu Kec Tugu Kab Trenggalek Jawa Timur

~ Eyang Bethara Katong/Lembu Kanigoro
> Ki Ageng Mirah
Lokasi Setono, Kec.Jenangan, Kab
Ponorogo, Jawa Timur

~ Mbah Kyai Ageng Muhammad Kasan Besari
> Pendiri Pesantren Tegalsari/Gebang Tinatar
> Mbah Kyai Kasan Anom
Lokasi Tegalsari Jetis Ponorogo Jawa Timur

Propinsi Bali

Makam Habib Ali bin Umar bin Abu Bakar Bafaqih
~ Lokasi Jl. Semangka Loloan Bar Kec. Negara, Kab  Jembrana Bali

~ Masjid Besar Al Hidayah
Lokasi kawasan Danau Bedugul Kec Baturiti Kab Tabanan Bali



Lebaran




Bertemu dengan orang tua, saudara, kerabat dan teman terdekat untuk saling  memaafkan. 

Masalahnya hanya mau bertemu dengan orang yang sejalan saja. Dan yang tidak sepaham dan hanya teman saja tidak akan ditemuinya. 

Padahal yang diperlukan saling memaafkan adalah yang punya dan ada Rasa ganjalan di hati, yang ada dendam atau kebencian, yang ada jarak dan yang tak terjembatani dalam hubungan.

Dengan Hari raya inilah waktunya untuk saling memaafkan.

Membalas akan membuatmu sejajar dengan musuhmu, tetapi memaafkannya akan menempatkanmu di atas musuhmu. -- HB IX

Selamat Hari Raya Idul Fitri Mohon Maaf Lahir dan Bathin.

Lokasi : Mesjid Al Ridwan. Kota bambu Selatan Jakarta Barat 



Maafkan agar dirimu Lapang

Jangan simpan dendam dalam hati yang ingin ditempati Allah

Dalam ajaran tasawuf, hati dianggap sebagai wadah suci tempat Allah 'bersemayam' secara spiritual. Maka, hati yang dipenuhi kemarahan, dendam, atau kebencian tidak layak dijadikan tempat hadirnya Cahaya Ilahi.

Maaf bukan berarti membenarkan perlakuan buruk orang lain, tapi sebagai jalan untuk melepaskan beban batin yang memberatkan jiwa sendiri. Sufi paham bahwa ketika kita menyimpan dendam, kita sejatinya sedang menyiksa diri sendiri.

Ibnu Athaillah al-Sakandari menulis dalam al-Hikam : "Tidak akan masuk cahaya ke dalam hati yang dipenuhi oleh hal-hal selain Allah."

Dendam adalah salah satu hal selain Allah itu : ia memenuhi ruang hati dengan gelapnya emosi energi negatif.

Mengapa Memaafkan Memberikan Ketenangan? 

1. Menghapus Energi Negatif dalam Batin

Dendam menciptakan kegelisahan berulang. Memaafkan memutus lingkaran itu.

2. Menghindari Kezaliman Batin

Dalam Islam, bahkan mendoakan keburukan orang yang menyakiti kita bisa jadi dzalim jika sudah berlebihan. Sufi menghindarinya dengan memilih diam atau mendoakan kebaikan.

3. Memaafkan adalah Bentuk Kepercayaan kepada Keadilan Ilahi

 "Saya maafkan karena saya tahu Allah Maha Adil. Biarlah Dia yang mengatur balasannya." Inilah bentuk tawakkal batiniah.

4. Praktik Maaf Ala Sufi

Tutup hari dengan introspeksi dan doa : “Ya Allah, aku lepaskan semua sakit hati ini karena Engkau lebih tahu dari apa yang aku rasa. Gantikan dengan lapang dada dan rahmat dari-Mu.”

Jangan bahas ulang kesalahan orang, kecuali untuk mengambil pelajaran.

Berlatih mendoakan orang yang menyakiti, bukan karena mereka layak, tapi karena kita ingin damai. Inilah Psikologi Jiwa dalam Spritual.