Biarkan orang lain salah Menilai

Biarkan orang lain salah tentangmu. Bukan tugasmu untuk membuat persepsi semua orang tentang dirimu menjadi akurat. Sebagian orang akan salah paham terhadap Anda — disengaja atau tidak. 

Mereka akan menuduh Anda memiliki motif yang sebenarnya tidak Anda miliki.

Mereka akan membuat versi cerita yang tidak pernah Anda ceritakan. Mereka akan melihatmu melalui filter luka mereka sendiri dan menyebutnya kebenaran.

Dan Anda bisa menghabiskan berjam-jam, berhari-hari, bertahun-tahun untuk mencoba memperbaikinya. Menjelaskan. Membela. Membuktikan. 

Namun, intinya adalah orang-orang yang bertekad untuk salah memahami Anda tidak akan pernah melihat Anda dengan jelas. Bukan karena Anda tidak jelas. Karena mereka tidak memperhatikan. 

Jadi, biarkan saja mereka salah. Biarkan saja mereka berpikir apapun yang mereka inginkan. Kedamaianmu tidak terletak pada persepsi mereka.

Itu tergantung pada kesadaranmu. Karena Anda lebih tahu siapa dirimu sendiri.

Orang-orang yang berpengaruh juga mengetahuinya. Semua orang? Biarkan mereka memiliki versi mereka sendiri.

Tugasmu bukan untuk mengatur realitas mereka. Tugasmu adalah untuk menjalani hidupmu sepenuhnya dengan tenang tanpa penyesalan.



Ketika Anda tidak lagi Bernilai


Jika ingin melihat seseorang benar-benar menghargaimu, sadar atau tidak, cobalah menjadi tidak berguna di hadapannya. 

Berhentilah memberi manfaat. Berhentilah menjadi solusi. Berhentilah menjadi tempat ia mengambil keuntungan. Lalu perhatikan… Apakah ia tetap menghargaimu. Apakah ia tetap melihatmu sebagai manusia? Atau sikapnya berubah ketika Anda tak lagi memberi nilai untuk kepentingannya?

Orang yang benar-benar baik tidak hanya bersikap manis saat diuntungkan. Ia melihat kehidupan dari banyak sudut pandang. Ia menghargai keberadaan, bukan kegunaan. Ketika Anda tidak lagi dianggap, saat sudah tidak lagi memberi manfaat, itulah cermin kesadarannya. 

Ia hanya baik kepada siapa yang bisa menguntungkan dirinya. Dan itu… masih jauh dari kesadaran yang utuh. Peradaban baru bukan tentang transaksi manfaat, tapi tentang kesadaran kolektif menghargai jiwa, bukan fungsi.

Jangan berusaha menjadi orang yang Sukses, tapi jadilah orang yang Bernilai.






Orang yang membawa Keberuntungan

Orang baik pasti akan mendapat balasan yang baik. Orang jahat pasti akan mendapat balasan yang buruk. Bukan tidak dibalas hanya waktu nya saja belum tiba.

Setiap orang yang kamu sakiti di dunia ini, sebenarnya pada akhirnya yang kamu sakiti adalah dirimu sendiri

Setiap orang yang engkau bantu di dunia ini. Sebenarnya bukan sedang kamu bantu, tetapi kamu sedang membantu dirimu sendiri

Ketika kamu berbuat baik kepada orang lain, mungkin orang lain belum tentu menjadi baik tetapi kamu pasti akan menjadi semakin baik

Kalau kamu setiap hari berpikir ingin mencelakai orang lain, apakah kamu berhasil mencelakai mereka atau tidak... belum tentu ! Tetapi yang pasti pada akhirnya kamu sendirilah yang akan celaka.

Jika kamu berniat untuk memperdaya orang lain, pada akhirnya kamu pasti akan diperdaya oleh orang lain.Tetapi jika kamu ingin membantu orang lain untuk berhasil, pada akhirnya kamu juga akan dibantu untuk berhasil

Ingatlah....

Di dunia ini jika kamu ingin hidupmu menjadi lebih baik, caranya sangat sederhana. Buatlah hidup orang lain menjadi lebih baik. Seberapa banyak kamu bisa membuat hidup orang lain lebih baik, Sebesar itu juga hidupmu akan menjadi lebih baik. Maka saya ingin menyampaikan kepada kamu semua hari ini. Perbanyaklah berbuat baik, tinggalkanlah kebajikan dan pahala untuk anak keturunan kita (surat An-Nisa 40)

Ada pepatah Kuno yang mengatakan, orang yang membawa keberuntungan akan dilindungi oleh Alam Semesta. Jika kamu adalah orang yang beruntung Alam Semesta akan membantu kamu. Lalu siapakah orang yang membawa keberuntungan itu? Orang yang membawa keberuntungan adalah orang yang baik hati - Orang yang tahu berterima kasih - Orang yang suka memberi - Orang yang berjiwa besar

Dan orang yang membawa KEBERUNTUNGAN.... adalah kamu




Spritual dipusat kekuasaan Indonesia.

Presiden Prabowo beberapa waktu lalu melakukan prosesi penyiraman air kembang ke pesawat tempur Dassault Rafale dan pesawat Falcon 8X yang baru dibeli. Orang-orang, terutama kalangan rasional, tentu bereaksi negatif terhadap prosesi ini. Tuduhan klenik pun sering kita dengar. Namun sebenarnya kekuasaan di Indonesia tidak pernah jauh dari unsur spiritual dan  klenik atau ghaib. Contoh paling jelas tentu pada mertua Prabowo, yaitu pak Harto. 

Dalam konteks spiritual yang tidak rasional, sudah menjadi rahasia umum kekuasaan Pak Harto juga ditopang dengan upaya-upaya spiritual atau disebut “klenik” oleh para pengkritiknya. Akar klenik rezim Orde Baru ini sudah muncul sejak Soeharto belum berkuasa, dan sejak ia berteman dengan Soedjono Hoemardani dan menjadi murid dari Raden Panji Soediyat Prawirokoesoemo (Romo Diyat) Tokoh spiritual dan Sesepuh kebatinan Jawa yang berpusat di Semarang yang memimpin Paguyuban Nawangsasi. 

Ada sebuah kisah yang sangat populer di kalangan penghayat kebatinan Jawa bahwa jauh sebelum Soeharto menjadi presiden (ketika masih menjadi perwira menengah di Kodam Diponegoro), Romo Diyat sudah membaca tanda-tanda alam (sasmita). Romo Diyat memerintahkan Soedjono untuk "menjaga dan nempel" kepada Soeharto. Romo Diyat meramalkan bahwa Soeharto kelak akan menjadi penguasa kuat di Indonesia. Menurut Ricklefs dalam buku Mengislamkan Jawa (2013), Romo Diyat menjadi guru kerap memimpin ritual Soeharto di tempat bernama Jambe Pitu di Gunung Selok, Pantai Selatan Jawa.

Kisah lisan dari kerabat mengatakan bahwa sebelum meninggal pada 1986, Romo Diyat jauh-jauh hari sudah memberikan isyarat halus bahwa pemilu 1987 adalah pemilu terakhir untuk jadi presiden dan jangan lagi mencalonkan diri pada Pemilu selanjutnya (1992) karena "wahyu kekuasaannya" sudah berangsur pergi. Namun, karena bujukan lingkaran dekatnya yang beraliran rasional-politik, Soeharto tetap maju, yang pada akhirnya berujung pada kejatuhan tragisnya di tahun 1998.

Meski Romo Diyat ini adalah sosok utama dalam lingkaran spiritual Pak Harto, namun yang terkenal di tingkat nasional adalah Soedjono Hoemardani. Dia masuk tentara dan pangkat terakhir adalah mayor jenderal, dan menjadi menteri ekonomi dan perdagangan. Dia dijuluki sebagai "Rasputin-nya Indonesia" atau "Rasputin Jawa" oleh sejumlah jurnalis dan pengamat Barat pada masa Orde Baru (Rasputin adalah dukun terkenal di istana Kaisar Tsar II di Rusia). Bersama Ali Moertopo, dia juga menjadi salah satu tokoh kunci di balik pendirian Centre for Strategic and International Studies (CSIS), sebuah lembaga pemikir (think tank) modern yang diisi oleh kaum intelektual berpendidikan Barat. Bagi Soedjono, spiritualitas Jawa bukanlah pelarian dari realitas, melainkan sebuah "kompas" atau alat analisis internal untuk mengendalikan situasi politik yang rumit. Kontradiksi inilah yang membuatnya tetap menjadi salah satu tokoh paling misterius yang pernah berdiri di pusat kekuasaan Indonesia.

Konon, selain Ibu Tien, Sudjono adalah salah satu dari sedikit orang yang memiliki akses bebas untuk keluar masuk kamar pribadi Soeharto. Tidak seperti perwira ABRI pada umumnya, Soedjono tampil nyentrik dengan rambut gondrong mirip seniman. Jurnalis asing kerap mencatat kebiasaannya yang bernuansa mistis, seperti menerima duta besar negara Barat di ruangan yang remang-remang sambil mengenakan pakaian adat Jawa dan bertelanjang kaki. Rumah dan ruang kerjanya dipenuhi oleh ratusan benda pusaka, mulai dari keris, tombak, batu akik, hingga jimat-jimat kuno. Ruangan pribadinya kerap beraroma kemenyan atau dupa.

Soedjono diyakini memiliki kemampuan membaca tanda-tanda alam atau petunjuk gaib. Setiap kali rezim Orde Baru menghadapi krisis politik atau hendak mengambil keputusan besar, Soedjono sering kali melakukan tirakat atau meditasi terlebih dahulu untuk mencari "restu" dari alam gaib. Bersama Soeharto, Soedjono sering melakukan laku prihatin, seperti bertapa, meditasi, atau kungkum (merendam diri) di sungai-sungai yang dianggap suci di Jawa. Mereka juga kerap mengunjungi tempat-tempat yang memiliki kekuatan magis kuat, seperti Jambatan (Gua) Selomangleng, Sendang Pemancingan di Yogyakarta, hingga petilasan-petilasan kerajaan Majapahit dan Mataram Islam.

Salah satu tugas spiritual paling terkenal yang dikaitkan dengan Soedjono adalah mengumpulkan keris-keris pusaka tanah Jawa yang dianggap memegang wahyu kedaton (wahyu kekuasaan) untuk memperkuat legitimasi dan keselamatan pemerintahan Soeharto. Soedjono sering menyisir kawasan petilasan Kerajaan Majapahit di Trowulan, Jawa Timur, mendeteksi keris atau pusaka kuno yang terkubur atau "moksa" (menghilang ke dunia gaib) untuk dimunculkan kembali demi memperkuat pagar gaib istana.

Salah satu kisah yang paling terkenal dan kontroversial adalah misi peminjaman Topeng Gajah Mada di Bali. Cerita ini bukan sekadar rumor, tetapi peristiwa nyata di balik layar politik masa itu yang tercatat dalam sejarah lisan masyarakat Bali, serta sempat ditulis oleh Lee Khoon Choy (mantan Duta Besar Singapura untuk Indonesia era 1970-an) dalam bukunya.

Pada sekitar tahun 1967, di awal masa transisi kekuasaan Orde Baru, Soedjono Hoemardani diutus oleh Pak Harto untuk mendatangi tempat sakral di Bali, yaitu Pura Penataran Agung Gelgel (atau dikenal juga terkait dengan Pura Penopengan) di Blahbatuh, Gianyar, Bali.

Tujuan kedatangannya sangat spesifik: meminjam Topeng (Pratima) Gajah Mada. Topeng kuno tersebut diyakini peninggalan keramat yang berkaitan erat dengan Aria Rajasanatha atau patih sekutu Gajah Mada saat menyatukan Nusantara. Selama lebih dari 600 tahun, topeng itu disakralkan secara turun-temurun oleh keturunannya. Topeng itu tidak boleh sembarangan dikeluarkan, apalagi dibawa pergi dari Bali. Pada saat itu penjaga warisan keramat itu adalah pemuka adat bernama I Gusti Ngurah Mantra. 

Dalam kosmologi spiritual yang diyakini lingkaran Orde Baru saat itu, Topeng Gajah Mada dianggap memancarkan energi wahyu kedaton yang sangat besar. Membawa atau menyandingkan topeng tersebut di dekat Soeharto dipercaya dapat mentransfer legitimasi spiritual dan kekuatan goib kepemimpinan Gajah Mada kepada Soeharto yang baru saja memimpin Indonesia pasca 1965.

Awalnya masyarakat menolak, dan penjaga pura takut akan kutukan (bencana niskala) jika benda sakral tersebut keluar dari tanah Bali. Namun, dengan menggunakan pengaruh kekuasaan, Soedjono akhirnya berhasil meyakinkan penjaga pura agar topeng tersebut diizinkan dibawa ke Jakarta untuk ritual khusus demi keselamatan negara.

Setibanya di Jakarta, konon Soeharto dan Soedjono melakukan ritual khusus di depan topeng itu selama beberapa hari di ruang rahasia di cendana sebelum akhirnya topeng itu dikembalikan ke Bali. Menurut kalangan dalam istana, beberapa waktu setelah ritual itu, gaya kepemimpinan Pak Harto banyak berubah: lebih tenang, bernuansa mistis (di mata yang memiliki penglihatan mistik), dingin, lebih tegas, cenderung tak kenal kompromi. 

Meski amat dekat dengan Pak Harto, Soedjono bukannya tidak punya lawan politik. Salah satu yang tidak suka kepadanya adalah Letjen Alamsyah Ratu Perwiranegara, sesama Asisten Pribadi (Aspri) Soeharto pada awal Orde Baru. Ia berada di faksi yang berseberangan dengan kubu Soedjono Hoemardani dan Ali Moertopo. Alamsyah secara terbuka sangat mengkritik pengaruh mistis Soedjono di istana. Dalam beberapa kesempatan, Alamsyah-lah yang secara blak-blakan menjuluki Soedjono sebagai "dukun" istana dan mengeluhkan bagaimana urusan-urusan takhayul dan klenik dibawa ke dalam lingkaran kebijakan negara. Rivalitas ini menjadi rahasia umum di lingkaran dalam militer saat itu. Laporan-laporan menjelang dan pasca Peristiwa Malari 1974 banyak menyoroti kritik publik terhadap institusi Aspri yang dipimpin Ali Moertopo dan Soedjono Hoemardani, yang kala itu dianggap sebagai institusi bayangan yang super-power.

Namun Pak Harto sendiri dalam buku biografinya memberikan kesaksian yang bernada meluruskan sekaligus membenarkan kedekatan mereka dengan dunia spiritual. Soeharto menolak anggapan bahwa Soedjono adalah "guru spiritualnya". Sebaliknya, Soeharto bersaksi bahwa dalam urusan kebatinan Jawa, Soedjono justru sering datang kepadanya untuk belajar dan menguji penglihatan spiritualnya. Soeharto mengakui bahwa mereka sering mendiskusikan filsafat dan perlambang Jawa, namun membantah bahwa keputusan negara diambil berdasarkan klenik semata.

(sc. Buku Biografi Pak Harto, Biografi Jenderal Soemitro, Lee Khon Cooy [Indonesia: Between Myth and Reality], Jose Tesoro [The Invinsible Palace], Inside).

Syamsul Arifin Journey



Memberi itu berbeda-beda dampaknya dan itu tidak tergantung pada keluarga, orang dekat, atau orang lain, semua lebih kepada siapa yang kita berikan.

"Yang berdampak terbesar adalah memberi kepada yang pantulannya terbesar" yaitu memberikan & mendoakan kepada Nabi Muhammad Saw beserta keluarganya dan Sahabatnya, Para Nabi, Para Auliya, Para Sholihin, Para Syaikh, Mursyid, dsb (bukan berarti Nabi dan keluarganya membutuhkan doa kita). Hukum pertama Sukses adalah Memberi...Memberi dan Memberi. 

Ya Allah...
Hanya Engkaulah yang kumaksud dan Hanya KeridhaanMu yang kucari
Berikan kepadaku kemampuan untuk MencintaiMu dan Makrifat kepadaMu
Aamiin Yra. 

Berikut Ini Daftar Makam dan Lokasi : Walisongo, Para Auliya' Para Sholihin, Para Ulama, Leluhur, Situs Cagar Budaya, Wilayah Jawa, Madura, dan Bali. Alhamdulillah penulis sudah mengunjungi semua sebagai tambahan informasi para sahabat Sarkub Semoga bermanfaat. Jika ada kesalahan dalam penulisan mohon koreksinya....

Walisongo 

1. Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim) > Gresik

2. Sunan Giri (Raden Paku) > Gresik 

3. Sunan Ampel (Raden Rahmat) > Surabaya

4. Sunan Bonang Raden Makdum Ibrahim) > Tuban

5. Sunan Drajad (Raden Qasim) > Lamongan

6. Sunan Kudus (Ja'far Shadiq) > Kudus

7. Sunan Kalijaga (Raden Sahid) > Demak 

8. Sunan Muria (Raden Umar Said) > Kudus

9. Sunan Gunung Jati (Syarief Hidayatullah) > Cirebon

Propinsi Banten

~ Situs Kerajaan Salakanagara Cihujuran Aki Tirem Luhur Mulia/Prabu Angling Darma
> Situs Benda Cagar Budaya
> Sendang Mandalawangi
Lokasi Cikoneng Kec Mandalawangi Kab Pandeglang Banten 

Kanjeng Sulthan Maulana Hasanuddin Bin Sunan Gunung Jati Cirebon

> Syaikh Sulthan Abdul Mufakir Muhammad Aliyyuddin

> Sulthan Zainal Abidin

> Sulthan Zainal Asyiqin

> Ratu Pembayun Fatimah (Putri Pertama Sulthan Maulana Hasanuddin)
> Pangeran Arya Dilah
> Patih Geseng (Penasihat Kanjeng Sulthan)
Lokasi Komplek Masjid Banten Lama Kec Kesemen Kab Serang  Banten

Kanjeng Sulthan Maulana Yusuf Bin Kanjeng Sulthan Maulana Hasanuddin
> Petilasan Syaikh Tubagus Buang
Lokasi Di Kasunyatan Kec Kesemen Serang Banten

~ Syaikh Abdul Syukur Sepuh
> Syaikh Abdul Syukur Anom
> Pangeran Arya Kasunyatan/Panembahan Pekalangan bin Sulthan Maulana Yusuf
> Kanjeng Ratu Mas Asyiah
> Sendang Kramat Kahuripan
Lokasi Komplek Masjid Agung Kasunyatan Kasemen Kab Serang Banten

~ Pangeran Pringgalaya bin Kanjeng Sulthan Maulana Yusuf / Panembahan Pekalangan
Lokasi Di Kp Kejayan Desa Kasunyatan Kec Kasemen Kab Serang Banten

~ Pangeran Sabrang Lor alias Syaikh Muhammad 'Aliyyuddin bin Kanjeng Sulthan Maulana Hasanuddin
Lokasi Di Makam Pabean Kec Kasemen Kab Serang Banten

~ Pangeran Panembahan Purbanegara bin Kanjeng Sulthan Maulana Yusuf
Lokasi Di Kenari Kasunyatan Kasemen Kab Serang Banten

~ Pangeran Mandura Raja bin Sulthan Abul Mufakir Mahmud Abdul Qodir
Lokasi Di Kasunyatan Kasemen Kab Serang Banten

~ Panembahan Pangeran Arya Mandalika bin Kanjeng Sulthan Maulana Yusuf
Lokasi Di Kroya Kec Kasemen Kab Serang Provinsi Banten

~ Syaikh Muhammad Sholeh bin Abdurrahman
> Syaikh Maulana Malik Isroil
> Syaikh Maulana Muhammad Ali Akbar  (Tokoh Walisongo Generasi awal )
Lokasi Di Bojonegoro Gunung Santri Kab Cilegon Banten

~ Situs sumur tujuh gunung karang
Lokasi Citaman Kec Ciomas, Kab Serang Banten

~ Syaikh Ageng Karan
> Pesantren tertua di Banten
Lokasi Di Gunung Karang Kampung Ci pamekel Desa Pager Batu Kec Majasari Kab Pandeglang Banten

~ Syaikh Rako (menantu Syaikh Karan)
Lokasi Di Blok Simpeureum Kampung Paku Haji Kec Majasari Kab Pandeglang Banten

~ Syaikh Maulana Mansyuruddin
> Nyai Ratu Jamilah
Lokasi Di Cikanduen Cipiucang Kab Pandeglang Banten

~ Sendang situs Batu Qur'an Cibulakan
Kadubungbang, Kec. Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, Banten

~ Syaikh Demang Lancar
Cibulakan batu quran, cibulakan haneong, Kadubungbang, Kec. Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, Banten

~ Syaikh Asnawi bin Syaikh Abdurrahman
Lokasi Di Caringin Kec Labuhan Kab Pandeglang Banten

~ Syaikh Tubagus Buang & Syaikh Abuya Na'im
Lokasi Di Kadujuru Kec Cadasari Kab Pandeglang Banten

.~ Syaikh Abuya Dimyati Cidahu 
Lokasi Di Tanagara Kec Cadasari Kab Pandeglang Banten

~ Syaikh Abdul Jabbar
Di Kampung Pasir Kacapi Desa Pagadungan Kec Karang Tanjung Kab Pandeglang Banten

~ Syaikh Maulana Maghribi
Lokasi Mantare Kec Kumalirang Kab Pandeglang Banten

~ Syaikh Jarimbang (Jayarimbang)
> Syaikh Abbas (Ayahanda Syaikh Tubagus Falak Pagentongan)
Lokasi Kp Sabi Bangkonol Kab Pandeglang Banten

~ Ki MasJong/Syaikh Azhar & Ki Agus Jong (Orang pribumi Banten yg pertama di islamkan Sulthan Maulana Hasanuddin yg konon semula seorang Panglima perang Prabu Pucuk Umun)
Lokasi Banten Girang Ds Cipare Kab Serang Banten

~ Syaikh Ki Santri. Lokasi Di Pancuran Mas Desa Cipare  Banten Girang Kab Serang Banten

> Sulthan Agung Tirtayasa/Sulthan Abul Fathi Abdul Fatah

> Pangeran Arya Arbu Jana (Panglima perang Sultan)
> Pangeran Natayama
> Pangeran Purbaya
> Syaikh Astra(Salah satu Guru Syaikh Nawawi al-Bantani)
Lokasi Ds Tirtayasa Kec Tirtayasa Kab Serang Banten

~ Pangeran Sunyararas/Pangeran Tajul 'Arsyi bin Kanjeng Sulthan Maulana Hasanuddin
> Syaikh Umar(Ayahanda Syaikh Nawawi al-Bantani)
Lokasi Ds Tanara Kab Serang Banten

~ Syaikh Bukhari
> Syaikh Muafa'
> Syaikh Abdurrahman bin Kyai Asnawi
Lokasi Barat Masjid Agung Tanara Kab Serang Banten

~ Pangeran Jaga Lautan/ Pangeran Saifullah bin Sulthan Maulana Hasanuddin
Lokasi Pulau Cangkir Kec Kronjo Kab Tangerang Banten

~ Abah Kyai Musa
Lokasi Desa Kedungdalam Kec Mauk Kab Tangerang Banten

~ Abah Kyai Muhammad Dahlan
Lokasi Di Desa Tanjakan Kec Rajeg Kab Tangerang Banten

~ Al Habib Abdurrahman bin Abdullah Alaydrus
Lokasi Di pesisir pantai Tanjung Anom Kec Mauk Kab Tangerang Banten

~ Syaikh Daud / Habib Abdullah bin Ali Al Uraidhi
Lokasi Di Kampung Kramat Panjang Desa Suka wali Kec Paku Haji Kab Tangerang Banten

~ Syaikh Tubagus Atief
Lokasi Serpong keramat Tajug Cilenggang, Kec Serpong Kab Tangerang Banten

~ Nyimas Melati
Lokasi Bunar Kec Sukamulya Kabupaten Tangerang, Banten

~ Nyimas Melati dan Mbah Sawo Alamat Graha Raya Regency Tangerang

~ Ki Buyut Sancapati Pisangan Jaya Kec Sepatan Kab Tangerang Banten

~ Ki Buyut Resem dan Nyi Buyut Resem
Lokasi Sarakan Kec Sepatan Kab Tangerang Banten

~ Ki Buyut Demang
Lokasi Sindangsari Kec Ps Kemis, Kabupaten Tangerang Banten

~ Syaikh Tubagus Artaja
Lokasi Kp Besar Kec Teluk Naga
Kab Tangerang Banten

~ Ki Buyut Mauk
Lokasi Mauk Barat Kec Mauk  Kab Tangerang Banten

~ Ki Buyut Brosot
Lokasi Ketapang Kec Mauk  Kab Tangerang Banten

~ Syaikh Abuya Dimyati bin Romli
Lokasi Di kompleks Masjid Al Istiqlaliyyah Cilongok Sukamantri Kec Pasar kemis Tangerang Banten

~ Syaikh Abuya Uci Tartusi bin Abuya Dimyati Romli
Lokasi Kampung Cilongok, Sukamantri, Kec. Ps Kemis  Kab Tangerang Banten

DKI Jakarta

~ Habib Ali bin Habib Abdurrahman
Lokasi Kembang Raya Kwitang, Kec. Senen, Kota Jakarta Pusat

~ Pangeran Jayakarta
Lokasi Jatinegara Kaum Kec PuloGadung Jakarta Timur

~ Habib Hasan bin Muhammad Al Hadad
Lokasi Jampea Koja Kec TjPriok Jakarta Utara

~ Habib Husen bin Abu Bakar Alaydrus
Lokasi Luar Batang Penjaringan Kec Penjaringan Jakarta Utara

~ Pangeran Tubagus Angke
Gg Masjid I Jl Pangeran Tubagus Angke Kec Tambora Jakarta Barat

~ Pangeran Wijaya Kusuma
Jln Pangeran Tubagus Angke Wijaya Kusuma Kec Grogol petamburan Jakarta Barat

Propinsi Jawa Barat

~ Mama Syaikh Tubagus Falak
Pagentongan Loji Kec Bogor Barat Kota Bogor Jawa Barat

~ Ratu Galuh dan Eyang Jepra
Lokasi Kebun Raya Bogor Jawa Barat

~ Situs Batu tulis
> Prasasti batu tulis peninggalan kerajaan Pajajaran/Galuh Pakuan
Lokasi Batu tulis Kec Bogor Selatan Kota Bogor Jawa Barat

~ Pahrayangan Jagatkarta Gunung Salak
Lokasi Tamansari Kec Tamansari Kab Bogor Jawa Barat

~  Eyang Santri Girijaya/Gusti Pangeran Djojokusumo Gunung Salak
> Pemandian Kahuripan
Lokasi Girijaya, Kec.Cidahu Kab Sukabumi, Jawa Barat

~ Syaikh Qudratullah Eyang Haji Gentar Bumi Gunung Halimun
> Sang Kunci Pantai Selatan Jawa Barat
Lokasi Buniwangi Kec. Pelabuhan Ratu Kab Sukabumi Jawa Barat

~ Kramat Gunung Winarum Karang Hawu
Lokasi Cisolok, Kec.Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat

~ Eyang Aria Wiratanudatar
Lokasi Jl Maqom Dalem Cikundul Cijagang Kec. Cikalongkulon Kabupaten Cianjur Jawa Barat

~ Situs Gunung Padang
Lokasi Kp. Gunung Padang Karyamukti Kec. Campaka Kabupaten Cianjur Jawa Barat

~ Syaikh Qurotul Ain/Syaikh Hasanudin
> Syaikh Bentong atau Kyai BahTong
Lokasi Kp Pulobata Kec. Lemahabang, Karawang, Jawa Barat

~ Situs Gunung Sanggabuana
> Makam Eyang Haji Ganda Mandir, Taji Malela, Kyai Bagasworo, Ibu Ratu Galuh, Eyang Abdul Kasep, Eyang Sapujagat, Eyang Langlang Buana, Eyang Jagapati, Eyang Haji Ganda Mandiri, dan Eyang Cakrabuana
> Pancuran Mas, Kejayaan, Kahuripan, dan Pancuran Sumur Tujuh.
> Curug Air Terjun Nyi Geuntis Sari
Lokasi Perbatasan Tanjungsari, Jonggol, Mekarbuana, Kec.Tegalwaru, Karawang, Jawa Barat

~ Syaikh Abdul Muhyi Pamijahan
> Goa Safarwadi
Lokasi Pamijahan Kec.Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat

~ Situs Walahir leluhur kerajaan Galunggung
Diantaranya :
> Eyang Kuncung Putih
> Prabu Lang Lang Buana
> Eyang Semplak Waja
Lokasi Perbukitan Ds Sukamulih Kec Sariwangi Singaparna Kab Tasikmalaya Jawa Barat

~ Syaikh Sunan Rahmat Suci Garut
> Prabu Kian Santang
Lokasi Gn Karacak Kp Godog Ds Lebak Agung Kec Karangpawitan Garut Jawa Barat

~ Pulo Majeti
> Cagar Budaya
Lokasi Jl. Pulo Majeti, Purwaharja, Kec. Purwaharja, Kota Banjar, Jawa Barat

~ Situs Kerajaan Galuh Ciung Wanara Kamulyan
> Cagar Budaya
Lokasi Ds. Karang Kamulyan Kec Ciljeungjing, kab Ciamis Jawa barat

~ Syaikh Sunan Panjalu
> Prabu Hariang Kancana
Situ lengkong Kec Panjalu Kab Ciamis Jawa Barat

~ Sendang Cibulan
> Petilasan tujuh sumur Prabu Siliwangi
Lokasi Desa Maniskidul Kec Jalaksana Kab Kuningan Jawa Barat

~ Syaikh Sulthan Syarief Hidayatullah Cirebon
Astana  Gunung Sembung ada,
> Sunan Gunung Jati, Syaikh Fatahillah, Nyi Syarifah Muda’im, Pangeran Cakrabuana, Nyi Putri Ong Tien
Nyi Gedeng Sembung, Nyi Mas Tepasari, Pangeran Dipati Carbon I, Pangeran Jayalelana, Pangeran Pasarean, Ratu Mas Nyawa, dan Pangeran Sedeng Lemper
> Masjid Sunan Gunung Jati
> Sumur Jatimulya, Kasepuhan, Kanoman
> Syaikh Pangeran Badarudin
Astana Gunung Jati ada,
> Syaikh Maulana Dzatul Kahfi/Syaikh Nur Jati
> Syaikh Imam Hanafi
> Puser Bumi Goa Kahfi
> Petilasan Walisongo
> Sumur Jalatunda, Kejayaan, Tunggang pati, Kemulyaan
> Syaikh Bayanillah Penderesan
> Situs Gunung Semar
> Syaikh Tolhah bin Tholabuddin Mursyid Tarekat
> Sumur Jayasampurna

~ Kraton kasepuhan Kota Cirebon
> Masjid Agung Sang Cipta Rasa

~ Kraton Kanoman Kota Cirebon

~ Situs Ki Buyut Trusmi Wetan Plered

~ Pangeran Panjunan dan Pangeran Kejaksaan bukit Plangon

~ Petilasan Sunan Kalijaga Harjamukti

~ Syaikh Siti Jenar Harjamukti

~ Pangeran Cakra Buana Talun

~ Sendang Balong Biru Nyimas Endang Geulis Talun Cirebon Jawa Barat

Propinsi Jawa Tengah

~ Al Habib Ahmad Bin Abdullah Bin Thalib Alathas
Lokasi Jl. Madura, Sapuro Kebulen, Kec. Pekalongan Barat Kota Pekalongan, Jawa Tengah

~ Petilasan Sunan Geseng dan Masjid Santren
Lokasi Kauman Barat, Bagelen, Kec. Bagelen, Kab Purworejo, Jawa Tengah

~ Raden Santri/Pangeran Singasari
> Mbah KH Dalhar Warucongol
> Mbah Krapyak
Lokasi Karaharjan, Gunungpring, Kec. Muntilan Kab Magelang Jawa Tengah

~ KH Abdul Hamid (Mbah Hamid) Kajoran
Lokasi Tuguran Banjaragung Kec Kajoran, Kab Magelang Jawa Tengah

~ Raden Abdul Fattah Al Akbar Sayyidin Panotogomo Sultan Demak
> Dewi Murthosimah permaisuri Raden Fatah
> Raden Patiunus Pangeran Sabrang Lor, Raja Demak I
> Pangeran Benawa adalah Raja Pajang ketiga (1586-1587) bergelar Prabuwijaya
> Masjid Agung Demak Bintoro
Lokasi Kauman Bintoro Kec Demak Kab Demak Jawa Tengah

~ Sunan Kalijaga/Raden Mas Sahid
> Arya Penangsang.
Jl. Raden Sahid Kadilangu Kec Demak Kab Demak Jawa Tengah

~ Sunan Kudus (Raden Jafar Shodiq)
Lokasi Kauman Pejaten Kec Kota Kudus Kab Kudus Jawa Tengah

~ Sunan Muria (Raden Umar Said)
Lokasi Bukit Muria Desa Colo Kec Dawe Kab Kudus Jawa Tengah

~ Kanjeng Ratu kalinyamat Jepara
> Sulthan Hadirin
> Syaikh Raden Abdul Jalil/Sunan Jepara
Lokasi Mantingan, Kec. Tahunan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah

~ Mbah Jogolaut
Lokasi Telukawur, Kec.Tahunan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah

~ Sunan Prawoto
Lokasi Sukolilo Prawoto  Pati Jawa Tengah

~ Syaikh Jangkung
Lokasi Landoh Kayen Pati Jawa Tengah

~ Syaikh Ahmad Mutamakin
Lokasi Kota Pati Jawa Tengah

~ Ki Ageng Selo
Lokasi Tawangharjo Purwodadi Kab Grobogan Jawa Tengah

~ Ki Joko Tarub
Lokasi Ds.Tarub Purwodadi Kab Grobogan Jawa Tengah

~ Ki Bondan Kejawan / Lembu Peteng
Lokasi Beji Tarub Kec Tawangharjo, Kab Grobogan Jawa Tengah

~ Situs api abadi Mrapen Grobogan

~ Sri Makurung Handayaningrat/Ki Ageng Pengging sepuh
> Dyah Ayu Retno Kedhaton Putri Prabu Brawijaya V
> Pemandian Umbul Pengging
Lokasi Dukuh Kec Banyudono Kab Boyolali Jawa Tengah

~ Ki Ageng Kebo Kenongo/Ki Ageng Pengging (ortu Mas Karebet/Joko Tingkir)
Lokasi Gedong Jembungan Kec Banyudono Kab Boyolali Jawa Tengah

~ Ki Ageng Henis
> Masjid Laweyan dan Keraton Pajang
Lokasi Pajang, Kec Laweyan Kota Surakarta Jawa Tengah

~ Putri Cempo Tirtonadi
Lokasi Nusukan Kec Banjarsari Kota Surakarta Jawa Tengah

~ Ki Ageng Sutawijaya/Raden Joko Bodo
Lokasi  Majasto Sukoharjo Jawa Tengah

~ Ki Ageng Balak/Raden Sujono
Lokasi Mertan Kec Bendosari, Kab Sukoharjo, Jawa Tengah

~ Raden Mas Said/Eyang Gusti Aji/ Pangeran Sambernyawa
Lokasi Astana Bukit Mangadeg (kaki G Lawu) Karang Anyar Jawa Tangah

~ Tujuh mata air sapta tirta pablengan - Matesih Karanganyar

~ Sunan Pandanaran/Sunan Bayat
Lokasi Bayat Jabalkat Klaten

~ Eyang Ronggowarsito(Kyai dardir)
Lokasi  Klaten

~ Pertapaan Panembahan Senopati Kahyangan Dlepih Tirtomoyo Wonogiri
Jawa Tengah

~ KH Zarkasyi Mursyid TQN Lokasi Makam Bulus Purworejo Jawa Tengah 

Propinsi DIY Jogjakarta 

~ Syekh Maulana Maghribi  Bukit  Parangtritis

~ Syekh Bela-belu Bukit Parangtritis

~ Cepuri Parangkusumo

~ Mandi air garam Parang Wedang 

~ Ki Bondan Gejawan - Lokasi Gamping Sleman

~ Pertapaan Kembang Lampir Tirakat Ki Ageng Pemanahan
Lokasi  Panggang Gunung Kidul

~ Pasarean Ki Ageng Giring 3 dan Nyi Ageng Giring. Lokasi Paliyan Gunung Kidul              

Makam Raja Raja Mataram Islam Kotagede 

> Sulthan Hadiwijaya

> Ki Ageng Pemanahan

> Panembahan Senopati

> Ki Juru Mertani
> Sendang Seliran kakung dan Sendang putri didalam komplek makam Kotagede.
> Masjid gede Mataram Sumber mata air kemuning
Lokasi jl Masjid Besar Mataram, Sayangan, Jagalan, Banguntapan, Bantul DIY

~ Situs Watugilang baturetno - Pertapaan Penembahan Senopati utk buka Alas mentaok
Lokasi Banguntapan, Bumiwetan, Baturetno, Bantul, Kab Bantul, DIY

~ Makam Sultan Mataram dan Raja Jogjakarta dan Surakarta dibukit Imogiri.

~ Kyai Cinde Amoh Guru Spritual Sultan Agung
Lokasi Luar pagar tembok makam Sultan Agung Imogiri

~ Syaikh Jumadil Kubro
Lokasi Bukit Turgo  Kaliurang Gunung Merapi

~ Petilasan Ki Ageng Mangir Wonoboyo - Lokasi Pajangan Bantul DIY

~ Makam Ki Ageng Mangir Wonoboyo Lokasi Sorolaten Godean DIY 

~ Mbah Kyai Raden Bagus Khasantuko 
> Sendang Bagusan
Lokasi Godean Sleman DIY

~ Kiageng Suryomentaram > Terdapat Prasasti Lingga Semu  Lokasi Pleret Bantul DIY

~ Nyi Ageng Serang  > RA koestian wulaningsih retno edi > Putri ke 2 sedo timur (wayah dalem)  > Abdi palem pendamping (kalih-kalih ipun) > RM. Boedi Oetomo (wayah dalem) > R Ngt. Boedi Oetomo (wayah dalem) > RR. Widilestari wulaningsih (wayah dalem)  > Penderek dalem - Bukit Menoreh Kec Kalibawang Kab Kulon Progo Daerah DIY

~ Pendopo pertapaan Sultan Agung Hanyokrokusumo -- Puncak Suroloyo di pegunungan Menoreh -  Samigaluh - Kulon Progo - Yogyakarta

~ Mbah Kyai Nur Iman Mlangi
> Masjid Patok Negoro
Lokasi Nogotirto, Kec. Gamping, Kab Sleman, DIY

~ Makam Keluarga Ponpes Krapyak
> Mbah KH Ali Maksum
> Mbah KH M Munawwir
> Masjid Patok Negoro
Lokasi Dongkelan Kauman Tirtonirmolo Kec Kasihan Kab Bantul DIY

~ Pangeran Haryo Panular putra HB 1
Lokasi Bukit Mrisi Bantul DIY

~ Sendang Purwitosari
Lokasi dekat polsek ngaglik  Sleman DIY

~ Sendang Kasihan
Lokasi Tamantirto Bantul DIY

~ Sendang Tuk Si Bedog
Lokasi Margodadi Sleman DIY

~ Sendang Titis Lokasi Dusun Semanggi, Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul DIY

Propinsi Jawa Timur

~ Sunan Bonang/Raden Makhdum Ibrahim
Lokasi Jalan KH Mustain Kel Kutorejo KotaTuban Kab Tuban Jawa Timur

~ Sunan Drajat/Raden Qasim
Lokasi Desa Drajat, Kec Paciran, Kab Lamongan Jawa Timur

~ Sunan Gresik/Maulana Malik Ibrahim
Lokasi Kel Bedilan, Kec Gresik, Kab Gresik, Jawa Timur

~ Sunan Giri/Raden Paku Ainul Yaqin
> Sunan Prapen
Lokasi Giri Kel Sekarkurung, Kec Kebomas, Kab Gresik Jawa Timur

~ Sunan Ampel/Raden Rahmatullah
> Mbah Sonhaji
> Mbah Sholeh
Lokasi Ampel Masjid Kel Ampel. Kec Semampir Kota Surabaya Jawa Timur

~ Syaikhona Kholil Bangkalan
> Syaikh Abdul Adhzim Al Maduri Mursyid tarekat
Lokasi  Ds Martajasah Bangkalan Madura Jawa Timur

~ Ponpes Tebuireng Jombang
> Mbah Hadrotussyekh Hasyim Asy’ari
> Mbah Wahid Hasyim
> KH Abdurrahman Wahid
Lokasi Jl. Irian Jaya Cukir Kec Diwek Kab Jombang Jawa Timur

~ Keraton Gunung Kawi
> Leluhur yang dipercaya ada di Kraton Gunung Kawi adalah Eyang Tunggul Manik dan Eyang Tunggul Menik
> Petilasan dan tempat moksanya Raja Raja Kediri
Lokasi Area Gn. Pitrang Balesari Kec. Ngajum Malang Jawa Timur

~ Pasarean Gunung Kawi
> Makam Eyang Jugo dan Raden Mas Iman Soedjono
Lokasi Ds Wonosari Kab Malang Jawa Timur

~ Makam Bung Karno
Lokasi Ir. Soekarno Bendogerit Kec. Sananwetan Kota Blitar Jawa Timur

~ Makam Ploso Kediri
> KH Hamim Tohari Djazuli/Gus Miek
> Syaikh Maulana Abdul Qidir Khoiri
> Syaikh Maulana Abdulloh Sholeh
> Syaikh Maulana Muhammad Herman/ Aruman
Jl. Makam Auliya Tambak Ngadi Kec Mojo, Kab Kediri Jawa Timur

~ Ponpes AT Tauhid Pimp. Mbah Yayi Sulaiman Ali Muhammad 
> Mbah Yayi Ali Muhasan dan Mbah Mesir Lokasi krajan Jambu Kec Tugu Kab Trenggalek Jawa Timur

~ Eyang Bethara Katong/Lembu Kanigoro
> Ki Ageng Mirah
Lokasi Setono, Kec.Jenangan, Kab
Ponorogo, Jawa Timur

~ Mbah Kyai Ageng Muhammad Kasan Besari
> Pendiri Pesantren Tegalsari/Gebang Tinatar
> Mbah Kyai Kasan Anom
Lokasi Tegalsari Jetis Ponorogo Jawa Timur

Propinsi Bali

Makam Habib Ali bin Umar bin Abu Bakar Bafaqih
~ Lokasi Jl. Semangka Loloan Bar Kec. Negara, Kab  Jembrana Bali

~ Masjid Besar Al Hidayah
Lokasi kawasan Danau Bedugul Kec Baturiti Kab Tabanan Bali



Lebaran




Bertemu dengan orang tua, saudara, kerabat dan teman terdekat untuk saling  memaafkan. 

Masalahnya hanya mau bertemu dengan orang yang sejalan saja. Dan yang tidak sepaham dan hanya teman saja tidak akan ditemuinya. 

Padahal yang diperlukan saling memaafkan adalah yang punya dan ada Rasa ganjalan di hati, yang ada dendam atau kebencian, yang ada jarak dan yang tak terjembatani dalam hubungan.

Dengan Hari raya inilah waktunya untuk saling memaafkan.

Membalas akan membuatmu sejajar dengan musuhmu, tetapi memaafkannya akan menempatkanmu di atas musuhmu. -- HB IX

Selamat Hari Raya Idul Fitri Mohon Maaf Lahir dan Bathin.

Lokasi : Mesjid Al Ridwan. Kota bambu Selatan Jakarta Barat 



Maafkan agar dirimu Lapang

Jangan simpan dendam dalam hati yang ingin ditempati Allah

Dalam ajaran tasawuf, hati dianggap sebagai wadah suci tempat Allah 'bersemayam' secara spiritual. Maka, hati yang dipenuhi kemarahan, dendam, atau kebencian tidak layak dijadikan tempat hadirnya Cahaya Ilahi.

Maaf bukan berarti membenarkan perlakuan buruk orang lain, tapi sebagai jalan untuk melepaskan beban batin yang memberatkan jiwa sendiri. Sufi paham bahwa ketika kita menyimpan dendam, kita sejatinya sedang menyiksa diri sendiri.

Ibnu Athaillah al-Sakandari menulis dalam al-Hikam : "Tidak akan masuk cahaya ke dalam hati yang dipenuhi oleh hal-hal selain Allah."

Dendam adalah salah satu hal selain Allah itu : ia memenuhi ruang hati dengan gelapnya emosi energi negatif.

Mengapa Memaafkan Memberikan Ketenangan? 

1. Menghapus Energi Negatif dalam Batin

Dendam menciptakan kegelisahan berulang. Memaafkan memutus lingkaran itu.

2. Menghindari Kezaliman Batin

Dalam Islam, bahkan mendoakan keburukan orang yang menyakiti kita bisa jadi dzalim jika sudah berlebihan. Sufi menghindarinya dengan memilih diam atau mendoakan kebaikan.

3. Memaafkan adalah Bentuk Kepercayaan kepada Keadilan Ilahi

 "Saya maafkan karena saya tahu Allah Maha Adil. Biarlah Dia yang mengatur balasannya." Inilah bentuk tawakkal batiniah.

4. Praktik Maaf Ala Sufi

Tutup hari dengan introspeksi dan doa : “Ya Allah, aku lepaskan semua sakit hati ini karena Engkau lebih tahu dari apa yang aku rasa. Gantikan dengan lapang dada dan rahmat dari-Mu.”

Jangan bahas ulang kesalahan orang, kecuali untuk mengambil pelajaran.

Berlatih mendoakan orang yang menyakiti, bukan karena mereka layak, tapi karena kita ingin damai. Inilah Psikologi Jiwa dalam Spritual.


Baik - baiklah ke diri Sendiri



Jagalah kesehatanmu. Dan perhatikan hak tubuh dan hatimu. Karena Anda masih harus hidup untuk waktu yang cukup lama. Masih banyak yang harus Anda selesaikan. Masih banyak yang harus Anda ketahui. 

Maka, hiduplah sampai Anda tahu. Bahwa ternyata dunia ini tidak layak untuk dikejar dengan serius.

Hiduplah sampai Anda tahu bahwa Anda akan meninggalkan semua yang Anda kumpulkan. Tapi justru akan bersama dengan apa yang Anda berikan.

Hiduplah sampai Anda tahu. Bahwa terkadang, Keikhlasan justru membuatmu diremehkan. Sementara yang perhitungan malah dianggap profesional. 

Hiduplah sampai Anda tahu. Bahwa menganggap orang sekitar Anda meskipun saudara, selalu mempunyai hati yang tulus dan bisa dipercaya selamanya adalah sebuah khayalan semu. Karena Ia akan selalu berpindah dan berbalik arah kepada siapa yang bisa menguntungkannya.

Hiduplah sampai Anda tahu. Bahwa pada akhirnya, hanya Memaafkan yang bisa jadi obat untuk semua rasa sakit di dalam hati, agar dirimu lapang. Karena mengingat kesalahan manusia tidak pernah membuat dirimu menjadi lebih baik.

Hiduplah sampai Anda tahu. Bahwa ternyata, hal yang paling kita butuhkan bukanlah pujian, tapi iman. Hebat di dunia dengan ribuan pujian, tak menjamin akhiratmu selamat. Meskipun Anda  menggenggam dunia sulit didapat, itulah yang kelak malah menjadi sebabmu Selamat.

Karenanya, jangan terlalu lelah. Beranilah untuk menolak permintaan jika kau memang tak ingin mengerjakannya. Tidak perlu memaksakan untuk sesuatu yang memang tidak mampu kau selesaikan. 

Jangan mendengarkan semua omongan. Perlu ada beberapa kalimat yang harus dianggap tidak didengar. Jangan terlalu ingin memuaskan semua orang sampai mengorbankan diri sendiri.

Anda harus Sehat untuk tetap bisa belajar banyak hal. Dan menemukan satu per satu pelajaran kehidupan yang pada akhirnya, membuatmu paham, bahwa Dunia ini hanyalah Ujian -- Bukan Hadiah.

.

.

Pembenaran bukanlah Kebenaran

Q.S Al-An-am : 116 : "Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkan mu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti prasangka belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta"

Q.S Yunus : 36 : "Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali prasangkaan saja. Sesungguhnya prasangka itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan".

Kedua Ayat ini menegasakan bahwa kebanyakan manusia mengikuti sesuatu hanya berdasarkan prasangka, persepsi pribadi, atau pembenaran. Dan semua itu bukanlah kebenaran. 

Pengalaman langsung adalah apa yang diinginkan oleh jiwa. Ingatlah bahwa Kata-kata suci yang paling sucipun hanyalah Kata-Kata. Dan semua ajaran adalah referensi belaka.

Pengalaman sejati, yang tiada lain adalah Hidup Kita sendiri, itu yang paling penting. Temukan Cahaya Sejati kita sendiri di dalam sebagai rumah suci kita. Bila Kita sudah mampu menemukan rumah suci di dalam, maka semua yang di luar akan tampak suci. Bila Kita sudah menemukan keindahan di dalam, maka semua yang di luar akan tampak indah. 

Bila Kita sudah menemukan jantung kehidupan di dalam, maka Kita akan dapat menyaksikan jantung kehidupan semesta di luar. Untuk menemukan intisari terdalam diri kita, jalannya bukanlah di langit, bukan di tempat yang jauh, jalannya ada dalam diri sendiri, di QOLBU Kita.

Hapuslah semua ide dan konsep yang usang, yang selama ini bercokol di pikiran tentang berbagai penjelasan dan definisi yang seolah-olah itu kebenaran, padahal yang sesungguhnya adalah pembenaran yang diciptakan oleh persepsi pikiran, agar kebenaran sejati memiliki kesempatan untuk menembus dan megungkapkan dirinya sendiri.

Saat kebenaran sejati mengungkapkan dirinya sendiri, maka kita akan mengalami selflesness, aimlesness, signlesness dan reasonless. Keakuan lenyap, hidup mengalir, lepas segala atribut, hilang segala penjelasan.  

Sadari bahwa selama ini terkadang kehidupan Kita tidak berarti dan tidak bermakna, karena kita membiarkan diri Kita terombang-ambing antara suka dan duka, antara panas dan dingin, antara benar dan salah, antara baik dan buruk, antara kebencian dan kecintaan, antara kehidupan dan kematian, Padahal Allah ada diantara keduanya. 

Hanya mereka yang sudah mengetahui diri sejatinya secara persis, yang dapat mengetahui yang nyata dan yang proyeksi. Pengetahuan tentang diri adalah pintu semua pengetahuan. Ingat tujuan hidup kita adalah melampaui yang fana dan mencapai Kesadaran akan kesatuan dari segalanya, baik yang tampak maupun yang tidak tampak. Dan pengalaman langsung adalah penting untuk mencapai kesadaran. Temukan bahwa kebenaran itu satu adanya. Dan jalan menuju Kebenaran bukanlah jalan raya. Jalan menuju Kebenaran adalah jalan sempit, begitu sempit untuk jalan pribadi Kita. Karena harus melewati jalan itu seorang diri dan tidak bisa bergandengan dengan siapapun.  

Dengan pena Kita sendiri yang dianugerahi Allah, Kita bisa melakukan Iqro di Qolbun Salim (di rumahnya yang damai).Tingkatkan semangat meniti Shirothol Mustaqim yaitu jalan yang telah diatasi oleh para Nabi, para Syuhada dan para Sholihin, untuk memperoleh nikmat.  

Berusahalah menjadi Manusia-manusia Ied (Merasakan sebuah perayaan dengan hidangan langit) dan Faidzin (Memperoleh kemenangan, yaitu dengan Kebebasan jiwa). Yakin semua makhluk hidup, baik yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan, di setiap ruang dan waktu, di semua tingkatan....senantiasa Hidup Berbahagia.

Jalaluddin Rumi mengatakan, "Kebenaran adalah selembar cermin di tangan Tuhan; jatuh dan pecah berkeping-keping. Setiap orang memungut kepingan itu, memperhatikannya, lalu berpikir telah memiliki kebenaran secara utuh."








Wadah Spritual

Ciri Seorang yang mempunyai Wadah Spritual : 

1. Hatinya bersih sudah tidak ada lagi rasa iri dan dengki.

2. Banyak orang yang salah faham dan tidak Sefrekuensi dengannya 

3. Banyak dikhianati orang terdekatnya, baik Teman bahkan dikhianati Keluarganya.

4. Banyak yang merasa tidak nyaman dan merasa tersaingi dengan kehadirannya.

5. Kuat dalam Latihan Spiritual/Riyadhoh atau Pembersihan diri dari Hawa Nafsu

6. Ilmunya diatas rata-rata Spiritual biasa, Tenang dan Rendah hati

7. Sudah Mengenal diri dan mengenal Tuhannya.

Orang yang tidak Satu frekuensi dengan ciri tersebut maka akan pergi dengan sendirinya. Tuhan punya cara untuk memisahkan orang tersebut. Jangan heran jika Pejalan Spritual banyak dimusuhi dan mau dijatuhkan orang lain.

Ilmu SYARIAT harus Benci memandang Maksiat, tetapi Ilmu MAKRIFAT tidak ada daya upaya semua adalah Kehendak Gusti Allah. Dengan tidak sibuk memandang/mencari kesalahan dan dosa orang lain, tetapi ia sibuk dengan Membaca Kitab Diri Sendiri. 



Dia yang Esa

Aku menyebut diriku 'AKU'. Tapi semakin jauh aku melangkah, semakin samar siapa aku. Apakah tubuh ini Aku. Lalu mengapa ia tua, sakit dan mati. Apakah pikiranku Aku.. Tapi pikiranku berubah setiap hari. Apakah rasaku Aku. Namun rasa juga datang dan pergi tanpa izin, lalu siapa sebenarnya aku ini. 

Dititik sunyi aku mulai mengerti, bahwa sejatinya aku bukan siapa-siapa. Aku bukan milikku, Aku bukan milik dunia. Aku bukan milik nama, gelar, bahkan bukan milik ibadahku. Aku ini pinjaman. Setiap hela nafas, setiap detak jantung adalah titipan dariNya dan semua akan kembali kepada-Nya. Maka sejatinya diri adalah Ketiadaan. Bila engkau ingin mengenal Tuhan mu, maka hilangkan dirimu

Bukan lenyap jasadmu, tapi lenyap ' AKU ' yang merasa memiki amal, yang merasa pantas dipuji, yang merasa tahu, yang merasa telah sampai. Karena yang benar-benar ada hanya Dia yang Esa, yang awal dan yang akhir. 

Dan aku Hanya bayangan yang akan hilang saat Cahaya Sejati hadir. Di saat aku berhenti berkata 'aku shalat' dan hatiku berkata 'Engkaulah yang menggerakkan ku '. Disaat aku tidak berkata 'Aku sabar', karena aku tahu, aku tak mampu tanpamu. 

Disaat itulah aku mulai mengenal sejati dari diri ini. Bahwa aku ini tidak pernah ada, selain sebagai cermin bagi Nama dan Sifatmu

Dan dalam kehampaan itu, engkau akan merasakan ketenangan yang tak bisa dijelaskan oleh kata, karena yang berbicara bukan lagi mulut, tapi ruh yang mengenal asalnya. (Sejatinya diri bukan untuk ditemukan, tapi untuk dihilangkan, agar yang tersisa hanyalah Dia.


Perjalanan Spritual

Sebuah Perjalanan SPIRITUAL setiap manusia tidak akan pernah sama meski laku yang dijalani semua telah sesuai dengan takaran wadah yang ia punya. dan terlebih wadah itu telah ada sejak lahir wadah yang disiapkan untuk sesuatu yang besar.

Wadah yang akan menjalankan titah amanah yang menyangkut kepentingan yang lebih luas.Jangan heran jika wadah itu telah menemukan Guru Pembimbing di Alam nyata akan lebih cepat menyerap bahkan melebihi Guru yang membimbingnya. Karena perjalanan SPRITUAL dituntut untuk cepat mengerti dan memahami serta menjalankan titahnya.

Wadah-wadah itu telah digembleng dengan kepedihan kehidupan sejak kecil hingga selama hidupnya. Itu untuk menjadikan mereka bijaksana dalam menjalankan titahnya dengan berjiwa kesatria bersifat Welas Asih. Karena semua leluhur telah memilih wadahnya.

Kekharismaan seseorang pada dirinya ada Dua yaitu dari luar dan dari dalam,

Kharisma Dari luar personality yang meliputi Dan diperoleh dari penampilan fisik seperti bentuk fisik, rupa menawan..

Kharisma dari dalam didapat dari dalam diri seperti sifat, prilaku sikap atau memang dari spiritual alami maupun dari olah energi seperti meditasi, puasa, atau olah energi lainnya yang menjadikan energi positif membuat orang melihat segan, suka melihatnya terasa sejuk ketika melihat wajah diri.

Begitu juga orang-orang yang memiliki Energi Alami dari Alam yang membuat orang memandang bisa menyukai atau patuh kepada dirinya....Bukan karena takut melainkan karena memang ingin melakukannya dan orang tersebut rela mengorbankan sesuatu untuk orang-orang yang memang memiliki KEKHARISMAAN yang ALAMI dari ALAM bukan dari olah energi yang dikerjakan.

Banyak pelaku Spiritual yang menginginkan energi kharisma tersebut untuk menguntungkan diri pribadi, namun hal itu tidak lah mudah untuk didapatkan.

Dan orang orang yang memiliki kharisma alami itupun didapatnya dari proses alami dari alam dengan gemblengan kehidupan hingga pada titik tersebut. Cahaya terang itu layaknya sebuah pohon yang besar yang selalu bisa memberikan keteduhan serta kesejukan bagi seluruh insan.

Karena sejatinya puncak ajaran spiritual dari setiap ajaran, agama dan kepercayaan adalah Welas Asih yaitu kasih Sayang Atau Ajaran Budi Dharma 

Inti dari setiap ajaran SPIRITUAL adalah kasih dan sayang.

Ketika kita bisa merasakan kedahsyatan dari kasih sayang di dalam diri serta batin kita.lalu menyebarkan kasih sayang itu kepada semua makhluk dari sang pencipta Dengan selalu memilih jalan KEWELAS ASIHAN. Menghormati serta menghargai sesama kehidupan serta mengenali JATI DIRI yang SEJATI adalah jalan terbaik untuk kembali memunculkan sifat serta perilaku sebagai Manusia yang SEJATI - JATINYA Manusia.

Karena sebenarnya tidak ada segala sesuatu kecuali hanya dia saja (Zat yang Maha Suci, Zat tertinggi yang tidak bisa digambarkan hanya dengan bahasa pikiran semata) Atau Gusti Pangeran Atau Allah Yang Maha Kuasa. Tanpa umat ketahui sejatinya kita sedang menuju ke arah yang sama. Maka kembali lah pada jalur yang Benar yaitu jalur kasih dan Sayang (WELAS ASIH). 

Semoga semua makhluk selalu dalam Keberkahan dan Kedamaian. Selalu menghiasi dalam setiap jalan dari kehidupannya.




Waktunya Menghidupkan Spritual

Dahulu, kenabian adalah lentera. Ia hadir di tengah gelapnya peradaban, memotong belantara takhayul, menata ulang moral manusia, dan menegakkan tauhid di atas puing-puing penyembahan berhala. 

Kenabian itu cahaya. Dan cahaya itu sudah sempurna diturunkan. Final. Lengkap. Karena itu, tidak ada nabi baru.Tidak ada wahyu baru. Tidak ada sistem kenabian baru. Tapi… apakah artinya manusia berhenti bertumbuh? Tidak. Justru karena wahyu telah sempurna, kini tanggung jawabnya pindah ke kesadaran kita. Bukan lagi menunggu suara dari langit, tapi belajar membuka langit di dalam diri. 

Kita tidak hidup di fase mencari Nabi. Kita hidup di era menghidupkan Kesadaran. Keilahian tidak pernah terkurung dalam simbol. Ia tidak terpenjara dalam struktur. Ia hadir ketika hati jujur, ketika akal berani berpikir, ketika jiwa tunduk tanpa pamer. Dan di sinilah banyak yang salah paham.

Agama tanpa Kesadaran hanya menjadi rutinitas. Ritual tanpa kedalaman hanya menjadi gerakan kosong. Dan dogma tanpa perenungan hanya melahirkan fanatisme. Tuhan tidak pernah butuh makelar. Yang butuh makelar adalah manusia yang malas berpikir dan takut menyelam ke batinnya sendiri. 

Padahal Al-Qur’an sendiri berkali-kali berkata : Afala tatafakkarun — tidakkah kamu berpikir? afala ta’qilun — tidakkah kamu menggunakan akal? Artinya apa? Akses itu langsung. Kesadaran itu personal. Pertanggungjawaban itu individual. Setiap napas adalah amanah. Setiap detak adalah kesempatan. 

Spiritualitas bukan berarti keluar dari Agama. Spiritualitas adalah menghidupkan Agama di dalam diri. Bukan sibuk mencari perantara baru, tapi berhenti bergantung pada perantara yang membuat kita tidak pernah dewasa secara ruhani.

Ini bukan era pemberontakan terhadap Wahyu. Ini era pembebasan dari kemalasan berpikir. Dan pembebasan itu dimulai dari satu hal sederhana yaitu berani jujur pada diri sendiri. Karena pada akhirnya, yang disebut “waras” bukan yang paling keras membela simbol, tapi yang paling dalam menyadari Hakikat. 

Semoga kita tidak lagi sekedar menjadi pengikut, tapi menjadi manusia Sadar. Tanpa sombong, tanpa fanatik dan tanpa kehilangan Tauhid. Hanya jiwa yang hening, yang tahu bahwa Tuhan selalu dekat—bahkan lebih dekat dari pikiran kita sendiri. 

Salam Kesadaran !!!



Pesan Sufi

Sufisme tidak dapat disebut agama karena ia bebas dari prinsip, perbedaan, dan pembedaan, yang merupakan dasar dari berdirinya agama-agama; ia juga tidak dapat disebut filsafat, karena filsafat mengajarkan studi tentang alam dalam kualitas dan keberagamannya, sedangkan Sufisme mengajarkan kesatuan. Oleh karena itu, yang paling tepat disebut sebagai pelatihan pandangan saja.

Kata 'Sufi' menyiratkan kesucian, dan kesucian mengandung dua kualitas. Murni berarti tidak tercampur dengan unsur lain, atau dengan kata lain sesuatu yang ada dalam unsurnya sendiri, tanpa campuran dan tanpa noda. Kualitas kedua dari kesucian adalah kemampuan beradaptasi yang tinggi.

Demikian pula sifat seorang Sufi. Pertama-tama, ia menyucikan dirinya dengan selalu menjaga visi Tuhan di hadapannya, tidak membiarkan noda perbedaan dan pembedaan duniawi tercermin di hatinya, demikian pula pergaulan yang baik atau buruk, atau pergaulan dengan orang-orang kelas atas atau bawah. Iman atau kepercayaan pun tidak akan pernah mengganggu kesuciannya.

Seorang Sufi menunjukkan persaudaraan universalnya dalam kemampuan beradaptasi. Di antara umat Kristen ia adalah seorang Kristen, di antara umat Yahudi ia adalah seorang Yahudi, di antara umat Muslim ia adalah seorang Muslim, di antara umat Hindu ia adalah seorang Hindu; karena ia satu dengan semua, dan dengan demikian semua bersama dengannya. Ia mengizinkan setiap orang untuk bergabung dalam persaudaraannya, dan dengan cara yang sama ia mengizinkan dirinya sendiri untuk bergabung dalam persaudaraan lainnya. Ia tidak pernah bertanya, 'Apa kepercayaan, bangsa, atau agamamu?' Ia juga tidak bertanya, 'Apa ajaran atau prinsipmu?'

Panggil dia saudara, dia akan menjawab saudara, dan dia sungguh-sungguh mengatakannya. Mengenai prinsip, seorang Sufi tidak memiliki prinsip, karena kebaikan mungkin bermanfaat bagi seseorang dan berbahaya bagi orang lain. Demikian pula dengan semua prinsip, baik dan buruk, ramah dan kejam. Seseorang mungkin percaya pada prinsip tertentu, sementara orang lain mungkin memiliki pendapat yang sangat bertentangan. Apa yang disebut baik oleh seseorang mungkin disebut buruk oleh orang lain. Seseorang mengatakan jalan tertentu adalah jalan yang benar, sementara orang lain mengambil arah yang berlawanan.

Seorang Sufi, alih-alih berpusat pada suka dan tidak sukanya serta membatasi diri pada keyakinan atau kepercayaan tertentu, dan menalar tentang benar dan salah, memfokuskan pandangannya pada pandangan orang lain, dan dengan demikian melihat alasan mengapa ia percaya dan mengapa ia tidak percaya, mengapa sesuatu itu benar bagi seseorang dan salah bagi orang lain. Ia juga memahami mengapa apa yang disebut baik oleh sebagian orang mungkin disebut buruk oleh orang lain, dan dengan demikian, dengan mengendalikan sudut pandangnya, ia mencapai puncak kebijaksanaan sejati.

Seorang Sufi adalah seorang Kristen sejati dalam hal amal, persaudaraan, dan penyembuhan jiwanya sendiri serta jiwa orang lain. Ia tidak fanatik dalam ketaatannya pada Gereja tertentu, atau dalam meninggalkan guru-guru lain dan pengikut mereka yang datang sebelum dan sesudah Kristus, tetapi kesatuannya dengan Kristus serta penghargaan dan praktik kebenaran-Nya sama tajamnya dengan seorang Kristen sejati.

Dalam kehidupan para dervishlah kita melihat gambaran nyata kehidupan dan ajaran Kristus, terutama dalam berbagi atap dan makanan dengan orang lain, baik teman maupun musuh. Bahkan hingga saat ini mereka terus menjalani kehidupan yang murni. Seorang Sufi adalah seorang Katolik karena ia mewujudkan gambaran ideal pengabdiannya dalam jiwanya, dan ia adalah seorang Protestan karena meninggalkan upacara-upacara keagamaan.

Sufi adalah seorang Brahmana, karena kata Brahmana berarti 'orang yang mengetahui Brahma', Tuhan, satu-satunya Wujud. Agamanya terletak pada kepercayaan bahwa tidak ada eksistensi lain selain Tuhan, yang oleh Brahmana disebut Advaita. Sufi memiliki tingkatan evolusi spiritual yang sama banyaknya dengan Yogi. Hampir tidak ada perbedaan yang ditemukan bahkan dalam praktik mereka, perbedaannya terutama terletak pada nama-nama. Tidak diragukan lagi bahwa Sufi memilih kehidupan normal daripada kehidupan seorang pertapa, namun ia tidak membatasi dirinya pada yang pertama atau yang terakhir.

Seorang Sufi menganggap ajaran para Avatar sebagai manifestasi sejati dari kebijaksanaan ilahi, dan ia memiliki wawasan sempurna tentang pengetahuan halus Vedanta. Seorang Sufi menghargai konsep Jain tentang tanpa kekerasan, dan menganggap bahwa kebaikan adalah jalan sejati menuju kesucian dan kesempurnaan. Di masa lalu, para Sufi menjalani kehidupan pelepasan duniawi, dan di Timur sebagian besar dari mereka masih menjalani kehidupan yang sangat tanpa kekerasan, seperti halnya kaum Jain.

Seorang Sufi adalah seorang Buddhis, karena ia menggunakan penalaran di setiap langkah perjalanan spiritualnya. Ajaran Sufi sangat mirip dengan ajaran Buddha; bahkan, Sufi-lah yang menyatukan orang-orang beriman dan orang-orang kafir dalam ideal Tuhan dan dalam pengetahuan tentang kesatuan.

Seorang Sufi adalah seorang Muslim, bukan karena banyak Muslim yang kebetulan adalah Sufi, atau karena penggunaan ungkapan-ungkapan Muslim olehnya, tetapi karena dalam hidupnya ia membuktikan seperti apa seharusnya seorang Muslim sejati. Umat Muslim memiliki rasa pengabdian yang sedemikian rupa sehingga betapapun besarnya dosa atau betapapun kejamnya seseorang, nama Allah atau Nabi  Muhammad SAW akan langsung membuatnya menangis. Demikian pula, praktik-praktik Sufisme pertama-tama mengembangkan kualitas hati yang sering diabaikan oleh banyak mistikus lainnya. Penyucian hati inilah yang membuatnya reseptif terhadap pencerahan jiwa. Para Sufi adalah orang-orang yang membaca Al-Qur'an dari setiap pengalaman hidup, dan melihat serta mengenali wajah Muhammad dalam setiap atom manifestasi.

Seorang Sufi, seperti seorang Zoroaster atau Persia, memandang matahari dan bersujud di hadapan udara, api, air, dan bumi, mengakui kemahakuasaan Tuhan dalam manifestasi-Nya, menganggap matahari dan bulan sebagai tanda-tanda Tuhan. Seorang Sufi menafsirkan api sebagai simbol kebijaksanaan, dan matahari sebagai cahaya surgawi. Ia tidak hanya bersujud di hadapan mereka tetapi juga menyerap kualitas mereka. Biasanya di hadapan para dervish, api unggun dan dupa menyala terus-menerus.

Seorang Sufi adalah seorang Israelit, terutama dalam studi dan penguasaannya terhadap berbagai nama Tuhan. Kekuatan ajaib Musa juga dapat ditemukan dalam kehidupan para Sufi di masa lalu dan sekarang. Bahkan, seorang Sufi adalah ahli dalam mistisisme Ibrani, suara ilahi yang didengar Musa di Gunung Sinai di masa lalu dapat didengar oleh banyak Sufi saat ini.





Jalan Cinta Sufi

Para astronom menyatakan bahwa planet Jupiter bukanlah massa padat, melainkan mungkin bola raksasa berisi zat gas. Jika ada penghuni di sana, mereka lebih dekat dengan tipe evolusi jenius daripada umat manusia di bumi, dan mereka tidak sepenuhnya menyerap kehidupan di permukaan.

Dalam kitab-kitab Purana Hindu dan literatur para Teosofis disebutkan adanya makhluk serupa sebagai leluhur umat manusia. Dalam tradisi okultisme kuno, mereka disebut Hyperborean. Semua dewa bangsa Arya termasuk dalam jenis ini, dan di tempat asal mereka, bangsa Arya masih dapat berhubungan dengan makhluk-makhluk ini.

Cahaya di dalam tubuh lebih berperan dalam penyembuhan daripada cahaya di luar tubuh. Sinar-X dan gelombang radioaktif memang menembus jaringan dan dengan cara ini memberikan manfaat yaitu, menghantarkan semacam cahaya ke dalam tubuh. Namun, laju getarannya terlalu besar bagi molekul dan sel fisik untuk menahan dan mempertahankan bentuknya ketika dibombardir, sehingga aksi sinar-sinar ini seringkali bersifat merusak daripada kreatif atau mempertahankan.

Seorang anak yang terbiasa dengan perawatan radioaktif mungkin akan tumbuh sehat di bawah perawatan tersebut, tetapi seluruh sistem tubuhnya, termasuk penglihatan dan sarafnya akan berubah. Metode alami menerima cahaya melalui pernapasan adalah yang terbaik. Sang mistikus melakukan ini dan bahkan dapat menerangi bagian dalam tubuh.

Sebagian orang yang keberatan dengan pernyataan bahwa tubuh dapat dipenuhi cahaya setuju bahwa tubuh dapat dipenuhi listrik. Apa itu listrik? Apa itu magnetisme? Keduanya adalah variasi dari energi yang sama yang kita sebut cahaya. Itu adalah hal yang sama, hanya dengan nama yang berbeda. Tetapi apa yang memberi warna pada kulit, darah, dan organ kita? Bukan listrik; melainkan cahaya yang masuk ke dalam sistem kita setiap kali kita bernapas.

Sebagian orang membayangkan bahwa mereka dapat mengarahkan prana ke organ-organ tertentu dan dengan cara itu mencapai pencerahan. Yang lain tidak memperhatikannya tetapi berkonsentrasi pada Tuhan tanpa selalu menyadari bahwa tindakan ini membersihkan darah sehingga dapat membawa cahaya ke chakra.

Ilmu pengetahuan membuktikan hubungan antara chakra atau kelenjar tanpa saluran dan darah. Manusia tidak dapat memaksa chakra untuk terbuka atau mengendalikannya, tetapi Energi Ilahi, yang termanifestasi dalam air, napas, dan darah melalui Rahmat Tuhan dan bukan melalui kehendak manusia, dapat membuka semua chakra dan menerangi setiap bagian pikiran.

Para Sufi memusatkan perhatian pada hati karena mengetahui bahwa hati adalah pusat kendali pikiran dan semua wahananya, termasuk tubuh fisik.

Para Sufi juga memusatkan perhatian pada hati yang merupakan tempat bersemayamnya cinta dan sarana untuk mendekati dan menyapa Sang Kekasih.

Meditasi dalam hati jauh lebih aman dan lebih cepat daripada merangsang pernapasan. Meditasi ini tidak menimbulkan reaksi fisik dan selain itu, memperkuat kualitas moral dan spiritual.

Tidak perlu memberikan banyak latihan pernapasan dan postur yang tidak perlu kepada umat manusia. Manusia harus menyesuaikan diri dengan tingkatan tinggi dan rendah. Ia akan naik ke udara dan tenggelam di bawah permukaan air. Ini berarti pelatihan pernapasan yang cermat dengan berbagai cara. Untuk hal ini, Hatha Yoga dan praktik Tantra tidak selalu membantu dan bahkan dapat dianggap berbahaya.

Hatha Yoga cocok untuk orang-orang yang tidak bekerja atau banyak bergerak, yang dapat duduk dalam berbagai posisi dan tidak perlu naik ke tempat tinggi atau turun ke bawah permukaan laut. Jadi dari sudut pandang praktis, Hatha Yoga tidak mendekatkan manusia kepada Tuhan maupun mempersiapkannya untuk kehidupan yang layak di bumi.

Para mistikus berusaha menghindari segala keanehan praktik asketisme ekstrem. Adalah gegabah untuk melakukan sesuatu secara berlebihan di dunia ini atau di akhirat kecuali memuji Tuhan.

Meskipun kaum Sufi menghormati Muhammad sebagai manusia terhebat dan sebagai penutup misteri, pujian mereka ditujukan kepada Tuhan atas Kemurahan-Nya dalam melestarikan praktik-praktik yang menjadikan pengalaman Muhammad tidak unik, tetapi terbuka bagi semua manusia dan terutama pencapaian tertinggi, yaitu penglihatan akan Tuhan itu sendiri.

Jadi, Tuhan membagi Diri-Nya, bisa dikatakan, menjadi dua bagian, dan sementara satu bagian kadang-kadang disebut Terang dan bagian lainnya Kegelapan, satu bagian disebut Wujud dan bagian lainnya Ketiadaan, kaum Sufi menganggap keduanya sebagai Tuhan yang dalam hal ini dapat disebut Bapa dan Ibu.

Diantara kelenjar tanpa saluran, timus dan pineal terhubung dengan Urouj, gonad dan pituitari dengan Kemal, dan adrenal serta tiroid dengan Zaval. Jantung juga terhubung dengan Kemal. Pada organ-organ yang mengekspresikan fungsi Kemal, selalu ada atau seharusnya ada kelebihan unsur eterik; dapat dilihat bahwa api mendominasi kelenjar pineal, udara di tiroid, air di adrenal, unsur bumi telah dihubungkan dengan pangkal tulang belakang.

Kelenjar timus dan jantung sama-sama mewakili ekspresi tertinggi dari roh dalam dua cara yang berlawanan, yang satu membentuk cetakan di mana roh diwujudkan, yang lain adalah organ di mana materi dijiwai. Keduanya ditempatkan berdekatan di dalam tubuh karena alasan metafisik yang sangat khusus.