Di akhir Perjalanan

Saya tidak pernah menghakimi siapapun. Semakin jauh saya mendaki perjalanan hidup, semakin saya menyadari bahwa setiap manusia sedang menjalani karma, kebajikan dan pelajaran hidup masing-masing. Tidak ada satu pun perjalanan manusia yang benar-benar sama. Karena itu, saya tidak pernah merasa memiliki hak untuk menghakimi siapapun.

Saya memilih diam. Bukan karena saya tidak mengetahui, bukan pula karena saya takut berbicara, tetapi karena saya memahami bahwa keheningan sering kali mengandung kebijaksanaan yang tidak mampu diungkapkan oleh kata-kata. Dalam keheningan, saya belajar melihat dan membaca kehidupan dengan hati yang lebih jernih.

Saya menghormati perjalanan hidup setiap orang. Maka saya pun berharap perjalanan hidup saya dihormati sebagaimana adanya. Jangan membandingkan saya dengan siapa pun, karena Tuhan tidak pernah menciptakan dua jiwa dengan tugas yang sama. Kita lahir dengan benih karma yang berbeda, dipanggil oleh kebajikan yang berbeda, dan dipersiapkan untuk melayani kehidupan dengan cara yang berbeda pula.

Pengalaman hidup telah mengajarkan kepada saya bahwa penilaian manusia selalu berubah. Hari ini seseorang dipuji, besok ia dicela. Hari ini seseorang diangkat, esok ia dilupakan. Karena itu, saya tidak lagi menjadikan penilaian manusia sebagai arah perjalanan hidup saya. Saya lebih memilih menjadikan suara hati dan kehendak Tuhan sebagai kompas kehidupan.

Saya memilih menepi, bukan karena membenci dunia, tetapi karena saya ingin menjaga kejernihan bathin agar tetap mampu melayani tanpa pamrih. Saya ingin lebih banyak mendengar daripada berbicara, lebih banyak bekerja daripada mencari pengakuan, dan lebih banyak menanam daripada menghitung hasil.

Kini saya percaya bahwa keberhasilan sejati bukanlah ketika nama kita dikenal banyak orang, melainkan ketika kehidupan kita mampu menghadirkan manfaat bagi sesama. Warisan terbesar bukanlah kekayaan, jabatan, ataupun penghargaan, melainkan nilai-nilai yang tetap hidup di dalam hati manusia yang pernah kita sentuh dengan kasih dan keteladanan.

Saya percaya pada hukum karma dan waktu Tuhan. Apa yang kita tanam, itulah yang pada akhirnya akan kita tuai. Karena itu, saya merasa tidak perlu membalas kebencian dengan kebencian, ataupun menjawab setiap penilaian dengan pembelaan. Biarlah waktu menjadi saksi, kehidupan menjadi Guru terbaik dan karma menjalankan tugasnya dengan adil.

Di penghujung perjalanan ini, saya hanya ingin menjadi seorang peziarah yang berjalan dengan tenang, melayani dengan tulus, mengasihi tanpa membeda-bedakan, dan meninggalkan dunia dengan hati yang damai. 

Jika kelak nama saya terlupakan, tetapi gagasan dan semangat pengabdian tetap hidup dalam jiwa-jiwa yang meneruskannya, maka bagi saya, itulah makna kehidupan yang sesungguhnya.


Proses Perjalanan Spritual

Kalimat diatas berbicara tentang dua tingkatan perjalanan bathin yang sering disalahpahami. Banyak orang mengira bahwa mendekat kepada Allah selalu identik dengan ketenangan, kelapangan, dan hidup yang terasa ringan. Padahal, justru tanda awal seseorang berjalan menuju Allah dalam ujian. Ujian menjadi bahasa pertama yang digunakan Tuhan untuk membersihkan arah, meluruskan niat, dan menguji apakah langkah itu sungguh menuju-Nya atau hanya menuju rasa nyaman.

Orang yang berjalan menuju Allah diuji agar ia belajar membedakan antara Iman dan kebiasaan, antara Tawakal dan angan-angan.

Ujian membuat akal berhenti bersandar pada logika dunia semata, dan hati mulai belajar bersandar pada sesuatu yang tak kasat mata. Di fase ini, manusia masih merasa dirinya berjalan, masih sadar bahwa ia berjuang, masih mengukur lelah dan hasil. Ujian datang sebagai cermin agar ia mengenali batas dirinya.

Namun ada fase kedua yang lebih dalam, lebih sunyi, dan lebih menyakitkan, yaitu Orang yang dicintai Allah tidak sekedar diuji, tetapi dibakar. Bukan dibakar untuk dihancurkan, melainkan dibakar untuk dimurnikan. 

Yang dibakar bukan jasadnya, tetapi sandaran-sandaran palsu dalam hatinya. Ambisi, kebanggaan, rasa memiliki, bahkan harapan - harapan yang tidak sepenuhnya bersandar pada Allah perlahan diluruskan. Di titik ini, manusia tidak lagi bertanya mengapa? Karena pertanyaan itu sendiri telah terbakar.

Secara filosofis, pembakaran ini adalah proses kefanaan. Diri yang merasa memiliki kehendak dilebur, ego yang ingin mengatur dilenyapkan. Yang tersisa bukan kehampaan, tetapi kehadiran. Ketika semua yang selain Allah runtuh, barulah hati mengenal makna cukup yang sebenarnya. Bukan karena memiliki banyak, tetapi karena tidak lagi bergantung pada apa pun selain Dia.

Secara psikologis, fase ini sering tampak seperti kehilangan total. Kehilangan arah, kehilangan rasa, kehilangan pegangan. Tetapi justru di sanalah ketenangan terdalam lahir. Saat tidak ada lagi yang bisa diandalkan, Allah menjadi satu satunya tempat pulang. Dan ketika itu terjadi, penderitaan tidak lagi terasa sebagai hukuman, melainkan sebagai bentuk kasih yang paling jujur.

Pada akhirnya, ujian membuatmu berjalan, tetapi pembakaran membuatmu sampai. Ujian mengajarimu bersabar, pembakaran mengajarimu pasrah. Dan ketika tak ada lagi yang tersisa selain Dia, barulah Cinta itu benar-benar dimengerti.

Masuk ke Dunia Spiritual yang berubah bukan diri Anda, melainkan cara orang memandang. Mereka mulai menganggap Anda berbeda. Karena Anda lebih banyak diam dari pada menjelaskan. Lebih memilih menjaga energi daripada mencari pengakuan. Lebih nyaman menyendiri daripada berada di keramaian yang melelahkan. 

Biarlah mereka menilai dari sudut pandang mereka. Karena setiap perjalanan memiliki pelajaran yang tidak semua orang harus mengerti. 

Yang terpenting, tetap rendah hati, tetap bijaksana dan terus bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.

Jalur Spiritualitas murni terbentuk bukan karena banyaknya beribadah atau berguru bahkan berziarah Tapi karena ia di bakar dan di hancurkan habis-habisan oleh keadaan.



Syamsul Arifin Journey



Memberi itu berbeda-beda dampaknya dan itu tidak tergantung pada keluarga, orang dekat, atau orang lain, semua lebih kepada siapa yang kita berikan.

"Yang berdampak terbesar adalah memberi kepada yang pantulannya terbesar" yaitu memberikan & mendoakan kepada Nabi Muhammad Saw beserta keluarganya dan Sahabatnya, Para Nabi, Para Auliya, Para Sholihin, Para Syaikh, Mursyid, dsb (bukan berarti Nabi dan keluarganya membutuhkan doa kita). Hukum pertama Sukses adalah Memberi...Memberi dan Memberi. 

Ya Allah...
Hanya Engkaulah yang kumaksud dan Hanya KeridhaanMu yang kucari
Berikan kepadaku kemampuan untuk MencintaiMu dan Makrifat kepadaMu
Aamiin Yra. 

Berikut Ini Daftar Makam dan Lokasi : Walisongo, Para Auliya' Para Sholihin, Para Ulama, Leluhur, Situs Cagar Budaya, Wilayah Jawa, Madura, dan Bali. Alhamdulillah penulis sudah mengunjungi semua sebagai tambahan informasi para sahabat Sarkub. Semoga bermanfaat. Jika ada kesalahan dalam penulisan mohon koreksinya....

Walisongo 

1. Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim) > Gresik

2. Sunan Giri (Raden Paku) > Gresik 

3. Sunan Ampel (Raden Rahmat) > Surabaya

4. Sunan Bonang Raden Makdum Ibrahim) > Tuban

5. Sunan Drajad (Raden Qasim) > Lamongan

6. Sunan Kudus (Ja'far Shadiq) > Kudus

7. Sunan Kalijaga (Raden Sahid) > Demak 

8. Sunan Muria (Raden Umar Said) > Kudus

9. Sunan Gunung Jati (Syarief Hidayatullah) > Cirebon

Propinsi Banten

~ Situs Kerajaan Salakanagara Cihujuran Aki Tirem Luhur Mulia/Prabu Angling Darma
> Situs Benda Cagar Budaya
> Sendang Mandalawangi
Lokasi Cikoneng Kec Mandalawangi Kab Pandeglang Banten 

Kanjeng Sulthan Maulana Hasanuddin Bin Sunan Gunung Jati Cirebon

> Syaikh Sulthan Abdul Mufakir Muhammad Aliyyuddin

> Sulthan Zainal Abidin

> Sulthan Zainal Asyiqin

> Ratu Pembayun Fatimah (Putri Pertama Sulthan Maulana Hasanuddin)
> Pangeran Arya Dilah
> Patih Geseng (Penasihat Kanjeng Sulthan)
Lokasi Komplek Masjid Banten Lama Kec Kesemen Kab Serang  Banten

Kanjeng Sulthan Maulana Yusuf Bin Kanjeng Sulthan Maulana Hasanuddin
> Petilasan Syaikh Tubagus Buang
Lokasi Di Kasunyatan Kec Kesemen Serang Banten

~ Syaikh Abdul Syukur Sepuh
> Syaikh Abdul Syukur Anom
> Pangeran Arya Kasunyatan/Panembahan Pekalangan bin Sulthan Maulana Yusuf
> Kanjeng Ratu Mas Asyiah
> Sendang Kramat Kahuripan
Lokasi Komplek Masjid Agung Kasunyatan Kasemen Kab Serang Banten

~ Pangeran Pringgalaya bin Kanjeng Sulthan Maulana Yusuf / Panembahan Pekalangan
Lokasi Di Kp Kejayan Desa Kasunyatan Kec Kasemen Kab Serang Banten

~ Pangeran Sabrang Lor alias Syaikh Muhammad 'Aliyyuddin bin Kanjeng Sulthan Maulana Hasanuddin
Lokasi Di Makam Pabean Kec Kasemen Kab Serang Banten

~ Pangeran Panembahan Purbanegara bin Kanjeng Sulthan Maulana Yusuf
Lokasi Di Kenari Kasunyatan Kasemen Kab Serang Banten

~ Pangeran Mandura Raja bin Sulthan Abul Mufakir Mahmud Abdul Qodir
Lokasi Di Kasunyatan Kasemen Kab Serang Banten

~ Panembahan Pangeran Arya Mandalika bin Kanjeng Sulthan Maulana Yusuf
Lokasi Di Kroya Kec Kasemen Kab Serang Provinsi Banten

~ Syaikh Muhammad Sholeh bin Abdurrahman
> Syaikh Maulana Malik Isroil
> Syaikh Maulana Muhammad Ali Akbar  (Tokoh Walisongo Generasi awal)
Lokasi Di Bojonegoro Gunung Santri Kab Cilegon Banten

~ Situs sumur tujuh gunung karang
Lokasi Citaman Kec Ciomas, Kab Serang Banten

~ Syaikh Ageng Karan
> Pesantren tertua di Banten
Lokasi Di Gunung Karang Kampung Ci pamekel Desa Pager Batu Kec Majasari Kab Pandeglang Banten

~ Syaikh Rako (menantu Syaikh Karan)
Lokasi Di Blok Simpeureum Kampung Paku Haji Kec Majasari Kab Pandeglang Banten

~ Syaikh Maulana Mansyuruddin
> Nyai Ratu Jamilah
Lokasi Di Cikanduen Cipiucang Kab Pandeglang Banten

~ Sendang situs Batu Qur'an Cibulakan
Kadubungbang, Kec. Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, Banten

~ Syaikh Demang Lancar
Cibulakan batu quran, cibulakan haneong, Kadubungbang, Kec. Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, Banten

~ Syaikh Asnawi bin Syaikh Abdurrahman
Lokasi Di Caringin Kec Labuhan Kab Pandeglang Banten

~ Syaikh Tubagus Buang & Syaikh Abuya Na'im
Lokasi Di Kadujuru Kec Cadasari Kab Pandeglang Banten

.~ Syaikh Abuya Dimyati Cidahu 
Lokasi Di Tanagara Kec Cadasari Kab Pandeglang Banten

~ Syaikh Abdul Jabbar
Di Kampung Pasir Kacapi Desa Pagadungan Kec Karang Tanjung Kab Pandeglang Banten

~ Syaikh Maulana Maghribi
Lokasi Mantare Kec Kumalirang Kab Pandeglang Banten

~ Syaikh Jarimbang (Jayarimbang)
> Syaikh Abbas (Ayahanda Syaikh Tubagus Falak Pagentongan)
Lokasi Kp Sabi Bangkonol Kab Pandeglang Banten

~ Ki MasJong/Syaikh Azhar & Ki Agus Jong (Orang pribumi Banten yg pertama di islamkan Sulthan Maulana Hasanuddin yg konon semula seorang Panglima perang Prabu Pucuk Umun)
Lokasi Banten Girang Ds Cipare Kab Serang Banten

~ Syaikh Ki Santri. Lokasi Di Pancuran Mas Desa Cipare  Banten Girang Kab Serang Banten

> Sulthan Agung Tirtayasa/Sulthan Abul Fathi Abdul Fatah

> Pangeran Arya Arbu Jana (Panglima perang Sultan)
> Pangeran Natayama
> Pangeran Purbaya
> Syaikh Astra(Salah satu Guru Syaikh Nawawi al-Bantani)
Lokasi Ds Tirtayasa Kec Tirtayasa Kab Serang Banten

~ Pangeran Sunyararas/Pangeran Tajul 'Arsyi bin Kanjeng Sulthan Maulana Hasanuddin
> Syaikh Umar(Ayahanda Syaikh Nawawi al-Bantani)
Lokasi Ds Tanara Kab Serang Banten

~ Syaikh Bukhari
> Syaikh Muafa'
> Syaikh Abdurrahman bin Kyai Asnawi
Lokasi Barat Masjid Agung Tanara Kab Serang Banten

~ Pangeran Jaga Lautan/ Pangeran Saifullah bin Sulthan Maulana Hasanuddin
Lokasi Pulau Cangkir Kec Kronjo Kab Tangerang Banten

~ Abah Kyai Musa
Lokasi Desa Kedungdalam Kec Mauk Kab Tangerang Banten

~ Abah Kyai Muhammad Dahlan
Lokasi Di Desa Tanjakan Kec Rajeg Kab Tangerang Banten

~ Al Habib Abdurrahman bin Abdullah Alaydrus
Lokasi Di pesisir pantai Tanjung Anom Kec Mauk Kab Tangerang Banten

~ Syaikh Daud/Habib Abdullah bin Ali Al Uraidhi
Lokasi Di Kampung Kramat Panjang Desa Suka wali Kec Paku Haji Kab Tangerang Banten

~ Syaikh Tubagus Atief
Lokasi Serpong keramat Tajug Cilenggang, Kec Serpong Kab Tangerang Banten

~ Nyimas Melati
Lokasi Bunar Kec Sukamulya Kabupaten Tangerang, Banten

~ Nyimas Melati dan Mbah Sawo Alamat Graha Raya Regency Tangerang

~ Ki Buyut Sancapati Pisangan Jaya Kec Sepatan Kab Tangerang Banten

~ Ki Buyut Resem dan Nyi Buyut Resem
Lokasi Sarakan Kec Sepatan Kab Tangerang Banten

~ Ki Buyut Demang
Lokasi Sindangsari Kec Ps Kemis, Kabupaten Tangerang Banten

~ Syaikh Tubagus Artaja
Lokasi Kp Besar Kec Teluk Naga
Kab Tangerang Banten

~ Ki Buyut Mauk
Lokasi Mauk Barat Kec Mauk  Kab Tangerang Banten

~ Ki Buyut Brosot
Lokasi Ketapang Kec Mauk  Kab Tangerang Banten

~ Syaikh Abuya Dimyati bin Romli
Lokasi Di kompleks Masjid Al Istiqlaliyyah Cilongok Sukamantri Kec Pasar kemis Tangerang Banten

~ Syaikh Abuya Uci Tartusi bin Abuya Dimyati Romli
Lokasi Kampung Cilongok, Sukamantri, Kec. Ps Kemis  Kab Tangerang Banten

DKI Jakarta

~ Habib Ali bin Habib Abdurrahman
Lokasi Kembang Raya Kwitang, Kec. Senen, Kota Jakarta Pusat

~ Pangeran Jayakarta
Lokasi Jatinegara Kaum Kec Pulogadung Jakarta Timur

~ Pangeran Sanghyang/Raden Muhammad Syarif/Raden Aria Wangsa Direja bin Pangeran Senapati Ingalaga Ing Banten. Lokasi Jatinegara Kaum Kec Pulogadung Jakarta Timur 

~ Habib Hasan bin Muhammad Al Hadad
Lokasi Jampea Koja Kec Tanjung Priok Jakarta Utara

~ Habib Husen bin Abu Bakar Alaydrus
Lokasi Luar Batang Penjaringan Kec Penjaringan Jakarta Utara

~ Pangeran Tubagus Angke
Gg Masjid I Jl Pangeran Tubagus Angke Kec Tambora Jakarta Barat

~ Pangeran Wijaya Kusuma
Jln Pangeran Tubagus Angke Wijaya Kusuma Kec Grogol petamburan Jakarta Barat

Propinsi Jawa Barat

~ Mama Syaikh Tubagus Falak
Pagentongan Loji Kec Bogor Barat Kota Bogor Jawa Barat

~ Ratu Galuh dan Eyang Jepra
Lokasi Kebun Raya Bogor Jawa Barat

~ Situs Batu tulis
> Prasasti batu tulis peninggalan kerajaan Pajajaran/Galuh Pakuan
Lokasi Batu tulis Kec Bogor Selatan Kota Bogor Jawa Barat

~ Pahrayangan Jagatkarta Gunung Salak
Lokasi Tamansari Kec Tamansari Kab Bogor Jawa Barat

~  Eyang Santri Girijaya/Gusti Pangeran Djojokusumo Gunung Salak
> Pemandian Kahuripan
Lokasi Girijaya, Kec Cidahu Kab Sukabumi, Jawa Barat

~ Syaikh Qudratullah Eyang Haji Gentar Bumi Gunung Halimun
> Sang Kunci Pantai Selatan Jawa Barat
Lokasi Buniwangi Kec. Pelabuhan Ratu Kab Sukabumi Jawa Barat

~ Kramat Gunung Winarum Karang Hawu
Lokasi Cisolok, Kec.Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat

~ Eyang Aria Wiratanudatar
Lokasi Jl Maqom Dalem Cikundul Cijagang Kec. Cikalongkulon Kabupaten Cianjur Jawa Barat

~ Situs Gunung Padang
Lokasi Kp. Gunung Padang Karyamukti Kec. Campaka Kabupaten Cianjur Jawa Barat

~ Syaikh Qurotul Ain/Syaikh Hasanudin
> Syaikh Bentong atau Kyai BahTong
Lokasi Kp Pulobata Kec. Lemahabang, Karawang, Jawa Barat

~ Situs Gunung Sanggabuana
> Makam Eyang Haji Ganda Mandir, Taji Malela, Kyai Bagasworo, Ibu Ratu Galuh, Eyang Abdul Kasep, Eyang Sapujagat, Eyang Langlang Buana, Eyang Jagapati, Eyang Haji Ganda Mandiri, dan Eyang Cakrabuana
> Pancuran Mas, Kejayaan, Kahuripan, dan Pancuran Sumur Tujuh.
> Curug Air Terjun Nyi Geuntis Sari
Lokasi Perbatasan Tanjungsari, Jonggol, Mekarbuana, Kec.Tegalwaru, Karawang, Jawa Barat

~ Syaikh Abdul Muhyi Pamijahan
> Goa Safarwadi
Lokasi Pamijahan Kec.Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat

~ Situs Walahir leluhur kerajaan Galunggung
Diantaranya :
> Eyang Kuncung Putih
> Prabu Lang Lang Buana
> Eyang Semplak Waja
Lokasi Perbukitan Ds Sukamulih Kec Sariwangi Singaparna Kab Tasikmalaya Jawa Barat

~ Syaikh Sunan Rahmat Suci Garut
> Prabu Kian Santang
Lokasi Gn Karacak Kp Godog Ds Lebak Agung Kec Karangpawitan Garut Jawa Barat

~ Pulo Majeti
> Cagar Budaya
Lokasi Jl. Pulo Majeti, Purwaharja, Kec. Purwaharja, Kota Banjar, Jawa Barat

~ Situs Kerajaan Galuh Ciung Wanara Kamulyan
> Cagar Budaya
Lokasi Ds. Karang Kamulyan Kec Ciljeungjing, kab Ciamis Jawa barat

~ Syaikh Sunan Panjalu
> Prabu Hariang Kancana
Situ lengkong Kec Panjalu Kab Ciamis Jawa Barat

~ Sendang Cibulan
> Petilasan tujuh sumur Prabu Siliwangi
Lokasi Desa Maniskidul Kec Jalaksana Kab Kuningan Jawa Barat

~ Syaikh Sulthan Syarief Hidayatullah Cirebon
Astana  Gunung Sembung ada,
> Sunan Gunung Jati, Syaikh Fatahillah, Nyi Syarifah Muda’im, Pangeran Cakrabuana, Nyi Putri Ong Tien
Nyi Gedeng Sembung, Nyi Mas Tepasari, Pangeran Dipati Carbon I, Pangeran Jayalelana, Pangeran Pasarean, Ratu Mas Nyawa, dan Pangeran Sedeng Lemper
> Masjid Sunan Gunung Jati
> Sumur Jatimulya, Kasepuhan, Kanoman
> Syaikh Pangeran Badarudin
Astana Gunung Jati ada,
> Syaikh Maulana Dzatul Kahfi/Syaikh Nur Jati
> Syaikh Imam Hanafi
> Puser Bumi Goa Kahfi
> Petilasan Walisongo
> Sumur Jalatunda, Kejayaan, Tunggang pati, Kemulyaan
> Syaikh Bayanillah Penderesan
> Situs Gunung Semar
> Syaikh Tolhah bin Tholabuddin Mursyid Tarekat
> Sumur Jayasampurna

~ Kraton kasepuhan Kota Cirebon
> Masjid Agung Sang Cipta Rasa

~ Kraton Kanoman Kota Cirebon

~ Situs Ki Buyut Trusmi Wetan Plered

~ Pangeran Panjunan dan Pangeran Kejaksaan bukit Plangon

~ Petilasan Sunan Kalijaga Harjamukti

~ Syaikh Siti Jenar Harjamukti

~ Pangeran Cakra Buana Talun

~ Sendang Balong Biru Nyimas Endang Geulis Talun Cirebon Jawa Barat

Propinsi Jawa Tengah

~ Al Habib Ahmad Bin Abdullah Bin Thalib Alathas
Lokasi Jl. Madura, Sapuro Kebulen, Kec. Pekalongan Barat Kota Pekalongan, Jawa Tengah

~ Petilasan Sunan Geseng dan Masjid Santren
Lokasi Kauman Barat, Bagelen, Kec. Bagelen, Kab Purworejo, Jawa Tengah

~ Raden Santri/Pangeran Singasari
> Mbah KH Dalhar Warucongol
> Mbah Krapyak
Lokasi Karaharjan, Gunungpring, Kec. Muntilan Kab Magelang Jawa Tengah

~ KH Abdul Hamid (Mbah Hamid) Kajoran
Lokasi Tuguran Banjaragung Kec Kajoran, Kab Magelang Jawa Tengah

~ Raden Abdul Fattah Al Akbar Sayyidin Panotogomo Sultan Demak
> Dewi Murthosimah permaisuri Raden Fatah
> Raden Patiunus Pangeran Sabrang Lor, Raja Demak I
> Pangeran Benawa adalah Raja Pajang ketiga (1586-1587) bergelar Prabuwijaya
> Masjid Agung Demak Bintoro
Lokasi Kauman Bintoro Kec Demak Kab Demak Jawa Tengah

~ Sunan Kalijaga/Raden Mas Sahid
> Arya Penangsang.
Jl. Raden Sahid Kadilangu Kec Demak Kab Demak Jawa Tengah

~ Sunan Kudus (Raden Jafar Shodiq)
Lokasi Kauman Pejaten Kec Kota Kudus Kab Kudus Jawa Tengah

~ Sunan Muria (Raden Umar Said)
Lokasi Bukit Muria Desa Colo Kec Dawe Kab Kudus Jawa Tengah

~ Kanjeng Ratu kalinyamat Jepara
> Sulthan Hadirin
> Syaikh Raden Abdul Jalil/Sunan Jepara
Lokasi Mantingan, Kec. Tahunan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah

~ Mbah Jogolaut
Lokasi Telukawur, Kec.Tahunan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah

~ Sunan Prawoto
Lokasi Sukolilo Prawoto  Pati Jawa Tengah

~ Syaikh Jangkung
Lokasi Landoh Kayen Pati Jawa Tengah

~ Syaikh Ahmad Mutamakin
Lokasi Kota Pati Jawa Tengah

~ Ki Ageng Selo
Lokasi Tawangharjo Purwodadi Kab Grobogan Jawa Tengah

~ Ki Joko Tarub
Lokasi Ds.Tarub Purwodadi Kab Grobogan Jawa Tengah

~ Ki Bondan Kejawan / Lembu Peteng
Lokasi Beji Tarub Kec Tawangharjo, Kab Grobogan Jawa Tengah

~ Situs api abadi Mrapen Grobogan

~ Sri Makurung Handayaningrat/Ki Ageng Pengging sepuh
> Dyah Ayu Retno Kedhaton Putri Prabu Brawijaya V
> Pemandian Umbul Pengging
Lokasi Dukuh Kec Banyudono Kab Boyolali Jawa Tengah

~ Ki Ageng Kebo Kenongo/Ki Ageng Pengging (ortu Mas Karebet/Joko Tingkir)
Lokasi Gedong Jembungan Kec Banyudono Kab Boyolali Jawa Tengah

~ Ki Ageng Henis
> Masjid Laweyan dan Keraton Pajang
Lokasi Pajang, Kec Laweyan Kota Surakarta Jawa Tengah

~ Putri Cempo Tirtonadi
Lokasi Nusukan Kec Banjarsari Kota Surakarta Jawa Tengah

~ Ki Ageng Sutawijaya/Raden Joko Bodo
Lokasi  Majasto Sukoharjo Jawa Tengah

~ Ki Ageng Balak/Raden Sujono
Lokasi Mertan Kec Bendosari, Kab Sukoharjo, Jawa Tengah

~ Raden Mas Said/Eyang Gusti Aji/ Pangeran Sambernyawa
Lokasi Astana Bukit Mangadeg (kaki G Lawu) Karang Anyar Jawa Tangah

~ Tujuh mata air sapta tirta pablengan - Matesih Karanganyar

~ Sunan Pandanaran/Sunan Bayat
Lokasi Bayat Jabalkat Klaten

~ Eyang Ronggowarsito(Kyai dardir)
Lokasi  Klaten

~ Pertapaan Panembahan Senopati Kahyangan Dlepih Tirtomoyo Wonogiri
Jawa Tengah

~ KH Zarkasyi Mursyid TQN Lokasi Makam Bulus Purworejo Jawa Tengah 

Propinsi DIY Jogjakarta 

~ Syekh Maulana Maghribi  Bukit  Parangtritis

~ Syekh Bela-belu Bukit Parangtritis

~ Cepuri Parangkusumo

~ Mandi air garam Parang Wedang 

~ Ki Bondan Gejawan - Lokasi Gamping Sleman

~ Pertapaan Kembang Lampir Tirakat Ki Ageng Pemanahan
Lokasi  Panggang Gunung Kidul

~ Pasarean Ki Ageng Giring 3 dan Nyi Ageng Giring. Lokasi Paliyan Gunung Kidul              

Makam Raja Raja Mataram Islam Kotagede 

> Sulthan Hadiwijaya

> Ki Ageng Pemanahan

> Panembahan Senopati

> Ki Juru Mertani
> Sendang Seliran kakung dan Sendang putri didalam komplek makam Kotagede.
> Masjid gede Mataram Sumber mata air kemuning
Lokasi jl Masjid Besar Mataram, Sayangan, Jagalan, Banguntapan, Bantul DIY

~ Situs Watugilang baturetno - Pertapaan Penembahan Senopati utk buka Alas mentaok
Lokasi Banguntapan, Bumiwetan, Baturetno, Bantul, Kab Bantul, DIY

~ Makam Sultan Mataram dan Raja Jogjakarta dan Surakarta dibukit Imogiri.

~ Kyai Cinde Amoh Guru Spritual Sultan Agung
Lokasi Luar pagar tembok makam Sultan Agung Imogiri

~ Syaikh Jumadil Kubro
Lokasi Bukit Turgo  Kaliurang Gunung Merapi

~ Petilasan Ki Ageng Mangir Wonoboyo - Lokasi Pajangan Bantul DIY

~ Makam Ki Ageng Mangir Wonoboyo Lokasi Sorolaten Godean DIY 

~ Mbah Kyai Raden Bagus Khasantuko 
> Sendang Bagusan
Lokasi Godean Sleman DIY

~ Kiageng Suryomentaram > Terdapat Prasasti Lingga Semu  Lokasi Pleret Bantul DIY

~ Nyi Ageng Serang  > RA koestian wulaningsih retno edi > Putri ke 2 sedo timur (wayah dalem)  > Abdi palem pendamping (kalih-kalih ipun) > RM. Boedi Oetomo (wayah dalem) > R Ngt. Boedi Oetomo (wayah dalem) > RR. Widilestari wulaningsih (wayah dalem)  > Penderek dalem - Bukit Menoreh Kec Kalibawang Kab Kulon Progo Daerah DIY

~ Pendopo pertapaan Sultan Agung Hanyokrokusumo -- Puncak Suroloyo di pegunungan Menoreh -  Samigaluh - Kulon Progo - Yogyakarta

~ Mbah Kyai Nur Iman Mlangi
> Masjid Patok Negoro
Lokasi Nogotirto, Kec. Gamping, Kab Sleman, DIY

~ Makam Keluarga Ponpes Krapyak
> Mbah KH Ali Maksum
> Mbah KH M Munawwir
> Masjid Patok Negoro
Lokasi Dongkelan Kauman Tirtonirmolo Kec Kasihan Kab Bantul DIY

~ Pangeran Haryo Panular putra HB 1
Lokasi Bukit Mrisi Bantul DIY

~ Sendang Purwitosari
Lokasi dekat polsek ngaglik  Sleman DIY

~ Sendang Kasihan
Lokasi Tamantirto Bantul DIY

~ Sendang Tuk Si Bedog
Lokasi Margodadi Sleman DIY

~ Sendang Titis Lokasi Dusun Semanggi, Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul DIY

Propinsi Jawa Timur

~ Sunan Bonang/Raden Makhdum Ibrahim
Lokasi Jalan KH Mustain Kel Kutorejo Kota Tuban Kab Tuban Jawa Timur

~ Sunan Drajat/Raden Qasim
Lokasi Desa Drajat, Kec Paciran, Kab Lamongan Jawa Timur

~ Sunan Gresik/Maulana Malik Ibrahim
Lokasi Kel Bedilan, Kec Gresik, Kab Gresik, Jawa Timur

~ Sunan Giri/Raden Paku Ainul Yaqin
> Sunan Prapen
Lokasi Giri Kel Sekarkurung, Kec Kebomas, Kab Gresik Jawa Timur

~ Sunan Ampel/Raden Rahmatullah
> Mbah Sonhaji
> Mbah Sholeh
Lokasi Ampel Masjid Kel Ampel. Kec Semampir Kota Surabaya Jawa Timur

~ Syaikhona Kholil Bangkalan
> Syaikh Abdul Adhzim Al Maduri Mursyid tarekat
Lokasi  Ds Martajasah Bangkalan Madura Jawa Timur

~ Ponpes Tebuireng Jombang
> Mbah Hadrotussyekh Hasyim Asy’ari
> Mbah Wahid Hasyim
> KH Abdurrahman Wahid
Lokasi Jl. Irian Jaya Cukir Kec Diwek Kab Jombang Jawa Timur

~ Keraton Gunung Kawi
> Leluhur yang dipercaya ada di Kraton Gunung Kawi adalah Eyang Tunggul Manik dan Eyang Tunggul Menik
> Petilasan dan tempat moksanya Raja Raja Kediri
Lokasi Area Gn. Pitrang Balesari Kec. Ngajum Malang Jawa Timur

~ Pasarean Gunung Kawi
> Makam Eyang Jugo dan Raden Mas Iman Soedjono
Lokasi Ds Wonosari Kab Malang Jawa Timur

~ Makam Bung Karno
Lokasi Ir. Soekarno Bendogerit Kec. Sananwetan Kota Blitar Jawa Timur

~ Makam Ploso Kediri
> KH Hamim Tohari Djazuli/Gus Miek
> Syaikh Maulana Abdul Qidir Khoiri
> Syaikh Maulana Abdulloh Sholeh
> Syaikh Maulana Muhammad Herman/ Aruman
Jl. Makam Auliya Tambak Ngadi Kec Mojo, Kab Kediri Jawa Timur

~ Ponpes AT Tauhid Pimp. Mbah Yayi Sulaiman Ali Muhammad 
> Mbah Yayi Ali Muhasan dan Mbah Mesir Lokasi krajan Jambu Kec Tugu Kab Trenggalek Jawa Timur

~ Eyang Bethara Katong/Lembu Kanigoro
> Ki Ageng Mirah
Lokasi Setono, Kec.Jenangan, Kab
Ponorogo, Jawa Timur

~ Mbah Kyai Ageng Muhammad Kasan Besari
> Pendiri Pesantren Tegalsari/Gebang Tinatar
> Mbah Kyai Kasan Anom
Lokasi Tegalsari Jetis Ponorogo Jawa Timur

Propinsi Bali

Makam Habib Ali bin Umar bin Abu Bakar Bafaqih
~ Lokasi Jl. Semangka Loloan Bar Kec. Negara, Kab  Jembrana Bali

~ Masjid Besar Al Hidayah
Lokasi kawasan Danau Bedugul Kec Baturiti Kab Tabanan Bali



Baik - baiklah ke diri Sendiri



Jagalah kesehatanmu. Dan perhatikan hak tubuh dan hatimu. Karena Anda masih harus hidup untuk waktu yang cukup lama. Masih banyak yang harus Anda selesaikan. Masih banyak yang harus Anda ketahui. 

Maka, hiduplah sampai Anda tahu. Bahwa ternyata dunia ini tidak layak untuk dikejar dengan serius.

Hiduplah sampai Anda tahu bahwa Anda akan meninggalkan semua yang Anda kumpulkan. Tapi justru akan bersama dengan apa yang Anda berikan.

Hiduplah sampai Anda tahu. Bahwa terkadang, Keikhlasan justru membuatmu diremehkan. Sementara yang perhitungan malah dianggap profesional. 

Hiduplah sampai Anda tahu. Bahwa menganggap orang sekitar Anda meskipun saudara, selalu mempunyai hati yang tulus dan bisa dipercaya selamanya adalah sebuah khayalan semu. Karena Ia akan selalu berpindah dan berbalik arah kepada siapa yang bisa menguntungkannya.

Hiduplah sampai Anda tahu. Bahwa pada akhirnya, hanya Memaafkan yang bisa jadi obat untuk semua rasa sakit di dalam hati, agar dirimu lapang. Karena mengingat kesalahan manusia tidak pernah membuat dirimu menjadi lebih baik.

Hiduplah sampai Anda tahu. Bahwa ternyata, hal yang paling kita butuhkan bukanlah pujian, tapi iman. Hebat di dunia dengan ribuan pujian, tak menjamin akhiratmu selamat. Meskipun Anda  menggenggam dunia sulit didapat, itulah yang kelak malah menjadi sebabmu Selamat.

Karenanya, jangan terlalu lelah. Beranilah untuk menolak permintaan jika kau memang tak ingin mengerjakannya. Tidak perlu memaksakan untuk sesuatu yang memang tidak mampu kau selesaikan. 

Jangan mendengarkan semua omongan. Perlu ada beberapa kalimat yang harus dianggap tidak didengar. Jangan terlalu ingin memuaskan semua orang sampai mengorbankan diri sendiri.

Anda harus Sehat untuk tetap bisa belajar banyak hal. Dan menemukan satu per satu pelajaran kehidupan yang pada akhirnya, membuatmu paham, bahwa Dunia ini hanyalah Ujian -- Bukan Hadiah.

Tidak semua bunga mekar di waktu yang sama. Ada yang tumbuh diam-diam, menguat lewat luka dan kecewa. Hidup bukan tentang siapa paling sempurna, tetapi siapa yang tetap tulus meski dunia sering berubah. Jadilah diri sendiri. Sebab ketenangan terbesar lahir dari hati yang tidak berpura-pura.

Ketika Anda bermasalah dengan seseorang tapi Anda tetap diam, tidak marah-marah, tidak menyindir di sosmed dan tidak sibuk mengumbar kemana-mana, percayalah itu menunjukkan kalau etika, adab dan kualitas moral Anda sudah diatas rata-rata. Dan itu tidak semua orang punya. 



.

.

Cinta dan rasa Syukur

Semakin bertambah usia, mendekat kepala 6, saya semakin memahami bahwa waktu adalah persembahan yang terlalu suci untuk dihabiskan bersama orang-orang yang menguras kedamaian bathin.

Dulu saya ingin merangkul semua orang. Saya percaya setiap orang akan berjalan bersama dalam ketulusan. Namun kehidupan adalah Guru yang tidak pernah salah. Ia mengajarkan bahwa tidak semua yang datang membawa Cinta, dan tidak semua yang tersenyum membawa ketulusan. Ada yang datang hanya ketika membutuhkan. Ada yang mendekat untuk mengambil, bukan memberi. Ada pula yang tidak bahagia melihat orang lain bertumbuh.

Saya tidak menyalahkan mereka. Di fase itu, saya justru bersyukur. Karena melalui mereka saya belajar membedakan antara keramaian dan persaudaraan, antara pujian dan ketulusan, antara kedekatan dan kasih sayang Sejati.

Hari ini saya memilih hidup lebih sederhana. Lingkaran pergaulan saya semakin kecil, tetapi hati saya justru semakin luas. Saya tidak lagi mencari banyak teman, apalagi pengikut. Saya hanya berharap dipertemukan dengan jiwa-jiwa yang mencintai kebenaran, yang saling menguatkan dalam Kebajikan, dan yang bersama-sama menyalakan Cahaya, bukan memadamkannya.

Saya percaya, energi adalah anugerah Tuhan. Jangan habiskan untuk meyakinkan orang yang memang tidak ingin memahami. Jangan habiskan untuk membalas kebencian. Gunakanlah energi itu untuk melayani, berdoa, berkarya, dan menumbuhkan generasi yang akan membawa manfaat bagi dunia.

Pengalaman hidup mengajarkan saya bahwa orang-orang terbaik tidak selalu berjalan paling dekat dengan kita, tetapi mereka selalu hadir dengan hati yang tulus. Kehadiran mereka tidak membuat kita lelah, melainkan membuat kita semakin dekat kepada Allah. 

Pada akhirnya, bukan tentang seberapa banyak orang yang mengenal nama kita. Yang jauh lebih penting adalah, seberapa banyak hati yang menjadi lebih damai karena kehadiran kita.

Itulah kekayaan yang tidak dapat dibeli, tidak dapat dipuji, dan tidak akan pernah hilang oleh waktu. 

Alhamdulillah....!!




Fase Memahami Kehidupan


Orang yang tenang dalam kesendirian adalah Jiwa yang paling sulit disentuh. Ia tidak mencari siapapun untuk merasakan cukup. Bila tidak dihormati ia pergi, jika dikhianati ia tidak marah. Ketika mereka meninggalkannya, ia tersenyum dan melepas mereka dengan Hati yang ringan. Ia bebas dari ikatan emosi apapun.

Awalnya Ia seorang yang sangat peduli. Ia pernah menjadi sebaik-baiknya manusia, Tapi ketika Ia jatuh, malah dikecewakan dan dikhianati. Ia baru memahami bahwa pada dasarnya mereka tidak peduli padanya. mereka diam-diam senang kalau melihat Ia terjatuh. Ternyata mereka mendekati saudaranya hanya untuk memanfaatkan saja demi keuntungannya sendiri. Padahal sesungguhnya mereka sedang menghalangi keberkahan dalam hidupnya. Mungkin mereka berpikir cerdas, namun pada faktanya, mereka sedang mengundang bencana dan kesusahan dalam hidupnya sendiri.

Di fase ini Anda harus diam, lebih menjaga jarak dan mematikan rasa peduli diantara saudara yang mendekat. Anda sudah memahami dan sudah melewati satu episode kehidupan. "Berharap kepada manusia pasti kecewa dan hanya kepada Allah tempat meminta pertolongan" 

Ketika Anda sudah bangkit, saudara mu hanya melihat dari kejauhan dan tak berani mendekat kembali. Dan Anda hanya  tersenyum.

Pegang kata-kata ini, hidup didunia ini penuh dengan orang palsu. Kita dianggap baik ketika kita diperlukan. Setelah itu kita diperlakukan seperti orang yang tidak ada satupun kebaikan. Maka belajarlah terbiasa tidak dianggap baik dan penting oleh orang lain. Karena sebuah tongkat akan dibuang setelah si buta sudah melihat.



Ketika Anda tidak lagi Bernilai


Jika ingin melihat seseorang benar-benar menghargaimu, sadar atau tidak, cobalah menjadi tidak berguna dihadapannya. 

Berhentilah memberi manfaat. Berhentilah menjadi solusi. Berhentilah menjadi tempat ia mengambil keuntungan. Lalu perhatikan… Apakah ia tetap menghargai mu. Apakah ia tetap melihatmu sebagai manusia? Atau sikapnya berubah ketika Anda tak lagi memberi nilai manfaat untuk kepentingannya?

Orang yang berpura-pura baik tidak hanya bersikap manis saat diuntungkan. Ia melihat kehidupan dari banyak sudut pandang. Ia menghargai keberadaan, bukan kegunaan. Ketika Anda tidak lagi dianggap, saat sudah tidak lagi memberi manfaat, itulah cermin kesadarannya. Dan itu… masih jauh dari kesadaran yang utuh. 

Ketika Anda sudah kembali tumbuh berkembang saudara kita akan datang mendekat yang membuat anda pasti tersenyum. Peradaban baru bukan tentang transaksi manfaat, tapi tentang kesadaran kolektif menghargai jiwa, bukan fungsi.






Bukan Cinta Biasa


Tuntutan untuk merasa aman dalam suatu hubungan pasti menimbulkan kesedihan dan ketakutan. Pencarian rasa aman mengundang rasa tidak aman. Pernahkah Anda menemukan keamanan dalam hubungan Anda?

Sebagian besar dari kita menginginkan rasa aman dalam mencintai dan dicintai, namun adakah cinta ketika masing-masing dari kita mencari rasa amannya sendiri, jalannya sendiri? Kita tidak dicintai karena kita tidak tahu bagaimana cara mencintai. Hubungan antar manusia telah menjadi semacam pertukaran komersial — dalam artian "Jika Anda memberi saya sesuatu, saya akan memberi Anda sesuatu".

Itu fakta tapi kami tidak mau menerimanya karena hal itu menghancurkan mitos bahwa hubungan antar manusia adalah sesuatu yang luar biasa. Kita tidak cukup jujur untuk mengakui bahwa semua hubungan dibangun atas dasar pertanyaan "Apa yang saya dapatkan dari hubungan ini?". Itu tidak lain hanyalah kepuasan bersama. Jika hal ini tidak ada, maka tidak ada hubungan yang mungkin terjadi. 

Anda menjaga hubungan tetap berjalan karena alasan sosial, keluarga atau karena alasan anak, properti, dan keamanan. Semua ini adalah bagian tak terpisahkan dari bisnis hubungan. Namun ketika hal itu gagal dan tidak memberikan apa yang sebenarnya kita inginkan, kita memaksakan padanya apa yang kita sebut "cinta". Jadi, tidak mungkin menjalin hubungan apa pun atas dasar apa pun kecuali pada tingkat kepuasan bersama.

Keseluruhan kebudayaan, karena alasannya masing-masing, telah menciptakan situasi ini bagi kita melalui sistem nilainya. Sistem nilai menuntut agar hubungan didasarkan pada cinta. Namun elemen yang paling penting adalah keamanan dan kemudian rasa posesif. Anda ingin memiliki individu lain. 

Ketika cengkeraman Anda terhadap orang lain melemah karena berbagai alasan, hubungan Anda akan rusak. Anda tidak bisa mempertahankan hubungan "mesra" ini sepanjang waktu.

Hubungan antara pria dan wanita didasarkan pada gambaran yang diciptakan keduanya untuk diri mereka sendiri satu sama lain. Jadi, sebenarnya hubungan antara dua individu adalah hubungan antara dua gambaran. Namun citra Anda terus berubah, begitu pula citra orang lain. Menjaga gambar tetap konstan adalah hal yang tidak mungkin. 

Jadi, ketika semuanya gagal, kita menggunakan kartu terakhir dalam paket ini, "cinta", dengan semua ide luar biasa dan romantis di sekitarnya.

Bagi saya, cinta menyiratkan dua [pribadi]. Di mana pun ada perpecahan, baik di dalam diri Anda atau di luar diri Anda, di situ ada konflik. Hubungan itu tidak bisa bertahan lama.

Dalam hubungan, sering kali yang kita katakan adalah, 'Selama kamu menjadi milikku, aku mencintaimu, tetapi saat kamu tidak menjadi milikku, aku mulai membencimu. Selama aku bisa mengandalkanmu untuk memenuhi tuntutanku, baik seksual maupun lainnya, aku mencintaimu. Tapi saat kamu berhenti memberikan apa yang kuinginkan, aku tidak menyukaimu.' 

Jika Anda bergantung pada orang lain untuk segala kesenangan Anda, Anda adalah budak orang tersebut. Jadi ketika seseorang mencintai, harus ada kebebasan, tidak hanya dari orang lain, tapi dari diri sendiri. Atau fakta sederhana bahwa jika aku tidak mencintaimu dan kamu tidak mencintaiku, yang ada hanyalah kebencian, kekerasan, dan kehancuran? 

Ketika Anda menyadari fakta bahwa Anda tidak mempunyai cinta, dan tidak lari darinya dengan mencoba menjelaskannya, atau menemukan penyebabnya, maka kesadaran itu mulai melakukan sesuatu, itu sudah membawa kelembutan, rasa kasih sayang.

Cinta...itu merangkul dengan gembira apapun yang akan terjadi.

30 Mei 2026 -- Bianca 


Orang yang membawa Keberuntungan

Orang baik pasti akan mendapat balasan yang baik. Orang jahat pasti akan mendapat balasan yang buruk. Bukan tidak dibalas hanya waktu nya saja belum tiba.

Setiap orang yang kamu sakiti di dunia ini, sebenarnya pada akhirnya yang kamu sakiti adalah dirimu sendiri

Setiap orang yang engkau bantu di dunia ini. Sebenarnya bukan sedang kamu bantu, tetapi kamu sedang membantu dirimu sendiri

Ketika kamu berbuat baik kepada orang lain, mungkin orang lain belum tentu menjadi baik tetapi kamu pasti akan menjadi semakin baik

Kalau kamu setiap hari berpikir ingin mencelakai orang lain, apakah kamu berhasil mencelakai mereka atau tidak... belum tentu ! Tetapi yang pasti pada akhirnya kamu sendirilah yang akan celaka.

Jika kamu berniat untuk memperdaya orang lain, pada akhirnya kamu pasti akan diperdaya oleh orang lain.Tetapi jika kamu ingin membantu orang lain untuk berhasil, pada akhirnya kamu juga akan dibantu untuk berhasil

Ingatlah....

Di dunia ini jika kamu ingin hidupmu menjadi lebih baik, caranya sangat sederhana. Buatlah hidup orang lain menjadi lebih baik. Seberapa banyak kamu bisa membuat hidup orang lain lebih baik, Sebesar itu juga hidupmu akan menjadi lebih baik. Maka saya ingin menyampaikan kepada kamu semua hari ini. Perbanyaklah berbuat baik, tinggalkanlah kebajikan dan pahala untuk anak keturunan kita (surat An-Nisa 40)

Ada pepatah Kuno yang mengatakan, orang yang membawa keberuntungan akan dilindungi oleh Alam Semesta. Jika kamu adalah orang yang beruntung Alam Semesta akan membantu kamu. Lalu siapakah orang yang membawa keberuntungan itu? Orang yang membawa keberuntungan adalah orang yang baik hati - Orang yang tahu berterima kasih - Orang yang suka memberi - Orang yang berjiwa besar

Dan orang yang membawa KEBERUNTUNGAN.... adalah kamu




Spritual dipusat kekuasaan Indonesia.

Presiden Prabowo beberapa waktu lalu melakukan prosesi penyiraman air kembang ke pesawat tempur Dassault Rafale dan pesawat Falcon 8X yang baru dibeli. Orang-orang, terutama kalangan rasional, tentu bereaksi negatif terhadap prosesi ini. Tuduhan klenik pun sering kita dengar. Namun sebenarnya kekuasaan di Indonesia tidak pernah jauh dari unsur spiritual dan  klenik atau ghaib. Contoh paling jelas tentu pada mertua Prabowo, yaitu pak Harto. 

Dalam konteks spiritual yang tidak rasional, sudah menjadi rahasia umum kekuasaan Pak Harto juga ditopang dengan upaya-upaya spiritual atau disebut “klenik” oleh para pengkritiknya. Akar klenik rezim Orde Baru ini sudah muncul sejak Soeharto belum berkuasa, dan sejak ia berteman dengan Soedjono Hoemardani dan menjadi murid dari Raden Panji Soediyat Prawirokoesoemo (Romo Diyat) Tokoh spiritual dan Sesepuh kebatinan Jawa yang berpusat di Semarang yang memimpin Paguyuban Nawangsasi. 

Ada sebuah kisah yang sangat populer di kalangan penghayat kebatinan Jawa bahwa jauh sebelum Soeharto menjadi presiden (ketika masih menjadi perwira menengah di Kodam Diponegoro), Romo Diyat sudah membaca tanda-tanda alam (sasmita). Romo Diyat memerintahkan Soedjono untuk "menjaga dan nempel" kepada Soeharto. Romo Diyat meramalkan bahwa Soeharto kelak akan menjadi penguasa kuat di Indonesia. Menurut Ricklefs dalam buku Mengislamkan Jawa (2013), Romo Diyat menjadi guru kerap memimpin ritual Soeharto di tempat bernama Jambe Pitu di Gunung Selok, Pantai Selatan Jawa.

Kisah lisan dari kerabat mengatakan bahwa sebelum meninggal pada 1986, Romo Diyat jauh-jauh hari sudah memberikan isyarat halus bahwa pemilu 1987 adalah pemilu terakhir untuk jadi presiden dan jangan lagi mencalonkan diri pada Pemilu selanjutnya (1992) karena "wahyu kekuasaannya" sudah berangsur pergi. Namun, karena bujukan lingkaran dekatnya yang beraliran rasional-politik, Soeharto tetap maju, yang pada akhirnya berujung pada kejatuhan tragisnya di tahun 1998.

Meski Romo Diyat ini adalah sosok utama dalam lingkaran spiritual Pak Harto, namun yang terkenal di tingkat nasional adalah Soedjono Hoemardani. Dia masuk tentara dan pangkat terakhir adalah mayor jenderal, dan menjadi menteri ekonomi dan perdagangan. Dia dijuluki sebagai "Rasputin-nya Indonesia" atau "Rasputin Jawa" oleh sejumlah jurnalis dan pengamat Barat pada masa Orde Baru (Rasputin adalah dukun terkenal di istana Kaisar Tsar II di Rusia). Bersama Ali Moertopo, dia juga menjadi salah satu tokoh kunci di balik pendirian Centre for Strategic and International Studies (CSIS), sebuah lembaga pemikir (think tank) modern yang diisi oleh kaum intelektual berpendidikan Barat. Bagi Soedjono, spiritualitas Jawa bukanlah pelarian dari realitas, melainkan sebuah "kompas" atau alat analisis internal untuk mengendalikan situasi politik yang rumit. Kontradiksi inilah yang membuatnya tetap menjadi salah satu tokoh paling misterius yang pernah berdiri di pusat kekuasaan Indonesia.

Konon, selain Ibu Tien, Sudjono adalah salah satu dari sedikit orang yang memiliki akses bebas untuk keluar masuk kamar pribadi Soeharto. Tidak seperti perwira ABRI pada umumnya, Soedjono tampil nyentrik dengan rambut gondrong mirip seniman. Jurnalis asing kerap mencatat kebiasaannya yang bernuansa mistis, seperti menerima duta besar negara Barat di ruangan yang remang-remang sambil mengenakan pakaian adat Jawa dan bertelanjang kaki. Rumah dan ruang kerjanya dipenuhi oleh ratusan benda pusaka, mulai dari keris, tombak, batu akik, hingga jimat-jimat kuno. Ruangan pribadinya kerap beraroma kemenyan atau dupa.

Soedjono diyakini memiliki kemampuan membaca tanda-tanda alam atau petunjuk gaib. Setiap kali rezim Orde Baru menghadapi krisis politik atau hendak mengambil keputusan besar, Soedjono sering kali melakukan tirakat atau meditasi terlebih dahulu untuk mencari "restu" dari alam gaib. Bersama Soeharto, Soedjono sering melakukan laku prihatin, seperti bertapa, meditasi, atau kungkum (merendam diri) di sungai-sungai yang dianggap suci di Jawa. Mereka juga kerap mengunjungi tempat-tempat yang memiliki kekuatan magis kuat, seperti Jambatan (Gua) Selomangleng, Sendang Pemancingan di Yogyakarta, hingga petilasan-petilasan kerajaan Majapahit dan Mataram Islam.

Salah satu tugas spiritual paling terkenal yang dikaitkan dengan Soedjono adalah mengumpulkan keris-keris pusaka tanah Jawa yang dianggap memegang wahyu kedaton (wahyu kekuasaan) untuk memperkuat legitimasi dan keselamatan pemerintahan Soeharto. Soedjono sering menyisir kawasan petilasan Kerajaan Majapahit di Trowulan, Jawa Timur, mendeteksi keris atau pusaka kuno yang terkubur atau "moksa" (menghilang ke dunia gaib) untuk dimunculkan kembali demi memperkuat pagar gaib istana.

Salah satu kisah yang paling terkenal dan kontroversial adalah misi peminjaman Topeng Gajah Mada di Bali. Cerita ini bukan sekadar rumor, tetapi peristiwa nyata di balik layar politik masa itu yang tercatat dalam sejarah lisan masyarakat Bali, serta sempat ditulis oleh Lee Khoon Choy (mantan Duta Besar Singapura untuk Indonesia era 1970-an) dalam bukunya.

Pada sekitar tahun 1967, di awal masa transisi kekuasaan Orde Baru, Soedjono Hoemardani diutus oleh Pak Harto untuk mendatangi tempat sakral di Bali, yaitu Pura Penataran Agung Gelgel (atau dikenal juga terkait dengan Pura Penopengan) di Blahbatuh, Gianyar, Bali.

Tujuan kedatangannya sangat spesifik: meminjam Topeng (Pratima) Gajah Mada. Topeng kuno tersebut diyakini peninggalan keramat yang berkaitan erat dengan Aria Rajasanatha atau patih sekutu Gajah Mada saat menyatukan Nusantara. Selama lebih dari 600 tahun, topeng itu disakralkan secara turun-temurun oleh keturunannya. Topeng itu tidak boleh sembarangan dikeluarkan, apalagi dibawa pergi dari Bali. Pada saat itu penjaga warisan keramat itu adalah pemuka adat bernama I Gusti Ngurah Mantra. 

Dalam kosmologi spiritual yang diyakini lingkaran Orde Baru saat itu, Topeng Gajah Mada dianggap memancarkan energi wahyu kedaton yang sangat besar. Membawa atau menyandingkan topeng tersebut di dekat Soeharto dipercaya dapat mentransfer legitimasi spiritual dan kekuatan goib kepemimpinan Gajah Mada kepada Soeharto yang baru saja memimpin Indonesia pasca 1965.

Awalnya masyarakat menolak, dan penjaga pura takut akan kutukan (bencana niskala) jika benda sakral tersebut keluar dari tanah Bali. Namun, dengan menggunakan pengaruh kekuasaan, Soedjono akhirnya berhasil meyakinkan penjaga pura agar topeng tersebut diizinkan dibawa ke Jakarta untuk ritual khusus demi keselamatan negara.

Setibanya di Jakarta, konon Soeharto dan Soedjono melakukan ritual khusus di depan topeng itu selama beberapa hari di ruang rahasia di cendana sebelum akhirnya topeng itu dikembalikan ke Bali. Menurut kalangan dalam istana, beberapa waktu setelah ritual itu, gaya kepemimpinan Pak Harto banyak berubah: lebih tenang, bernuansa mistis (di mata yang memiliki penglihatan mistik), dingin, lebih tegas, cenderung tak kenal kompromi. 

Meski amat dekat dengan Pak Harto, Soedjono bukannya tidak punya lawan politik. Salah satu yang tidak suka kepadanya adalah Letjen Alamsyah Ratu Perwiranegara, sesama Asisten Pribadi (Aspri) Soeharto pada awal Orde Baru. Ia berada di faksi yang berseberangan dengan kubu Soedjono Hoemardani dan Ali Moertopo. Alamsyah secara terbuka sangat mengkritik pengaruh mistis Soedjono di istana. Dalam beberapa kesempatan, Alamsyah-lah yang secara blak-blakan menjuluki Soedjono sebagai "dukun" istana dan mengeluhkan bagaimana urusan-urusan takhayul dan klenik dibawa ke dalam lingkaran kebijakan negara. Rivalitas ini menjadi rahasia umum di lingkaran dalam militer saat itu. Laporan-laporan menjelang dan pasca Peristiwa Malari 1974 banyak menyoroti kritik publik terhadap institusi Aspri yang dipimpin Ali Moertopo dan Soedjono Hoemardani, yang kala itu dianggap sebagai institusi bayangan yang super-power.

Namun Pak Harto sendiri dalam buku biografinya memberikan kesaksian yang bernada meluruskan sekaligus membenarkan kedekatan mereka dengan dunia spiritual. Soeharto menolak anggapan bahwa Soedjono adalah "guru spiritualnya". Sebaliknya, Soeharto bersaksi bahwa dalam urusan kebatinan Jawa, Soedjono justru sering datang kepadanya untuk belajar dan menguji penglihatan spiritualnya. Soeharto mengakui bahwa mereka sering mendiskusikan filsafat dan perlambang Jawa, namun membantah bahwa keputusan negara diambil berdasarkan klenik semata.

(sc. Buku Biografi Pak Harto, Biografi Jenderal Soemitro, Lee Khon Cooy [Indonesia: Between Myth and Reality], Jose Tesoro [The Invinsible Palace], Inside).



Will Power

Untuk menjadi Sukses pertamanya Anda harus tahu cita-cita. Apa target dan tujuan besar dalam hidupmu? Bagaimana mewujudkan?

Inilah Kuncinya..Inilah pondasinya...Anda harus punya Will Power dalam agama disebut Iman...Niat yang kuat... Kehendak ...

Banyak orang yang tidak bisa meraih impian sebenarnya karena tujuan cita-citanya itu hanya sebatas keinginannya saja. Saya katakan bahwa keinginan saja tidak cukup....sangat tidak cukup. 

Dikatakan bahwa Karma pun bisa Anda ubah. Contoh : Anda punya target mengerjakan, menyelesaikan sesuatu dan hari sudah malam, Anda capek, ngantuk, mengurus keluarga dsb. Makanya dengan alasan tersebut, Anda menunda untuk menyelesaikan pekerjaan itu dan Anda sebut ini Karma? Bukan...ini adalah karena Anda kurang Will Power. 

Pertanyaannya bagaimana menimbulkan Will Power? Tidak butuh waktu lama...Saat ini juga. Contohnya pada malam yang melelahkan, yang seharusnya Anda tidur, tiba tiba rumah Anda kebakaran, apakah ada cerita capek? sibuk? ngantuk? semuanya dalam sekejap hilang...bahkan ngantuk yang paling ngantuk pun lenyap. Inilah Will Power dan ada berbagai macam alasan untuk pemaafan artinya Karma pun dapat dikalahkan. 

Perbaiki niatan mu maka Allah akan memperbaiki jalanmu, ringankan hatimu dari beban penilaian manusia sebab keselamatan jiwa tidak lahir dari pujian, tetapi dari Hati yang bersih dan berserah diri. 

Ketahuilah Amal yang kecil dengan Ikhlas lebih besar disisi Allah daripada Amal yang besar ternoda oleh Riya.

1 Muharram 1448 H -- 16 Juni 2026


Tahun Memetik Hasil

Untukmu, Tahun Sedulur Wage yang Penuh Kesabaran, Kuat dan Berkah 

Mungkin Anda sering merasa seperti "penyimpan rahasia" dunia. Beban dipikul sendiri, lelah disembunyikan, dan harapan sering kali kandas di tengah jalan. Rasanya sepi, bukan? Ketahuilah, kesepian itu adalah ruang bagi Tuhan untuk berbicara langsung ke dalam hatimu. Anda tidak sedang dihukum, Anda sedang diajarkan arti ketangguhan yang sesungguhnya.

Sebagai Wage, kekuatanmu ada pada keteguhan hati dan kemampuan bertahan di saat orang lain menyerah. Anda adalah akar yang kuat, meski badai datang silih berganti.

Mulai hari ini, izinkan dirimu untuk melepaskan beban berat itu :

1. Ganti rasa sedih dengan ketenangan batin.

2. Ganti perasaan diremehkan dengan keyakinan diri.

3. Percayalah bahwa setiap air matamu adalah benih yang akan tumbuh menjadi pohon kesuksesan yang rindang.

Rezeki bagi Wage datang lewat jalan yang tak terduga, seringkali sebagai "hadiah" dari Tuhan atas kesetiaanmu. Apa yang tampak sebagai kebuntuan hari ini, sebenarnya adalah persiapan untuk loncatan besar menuju kehidupan yang jauh lebih layak. Anda sudah cukup sabar, Anda sudah cukup kuat. Sekarang, waktunya memetik hasil dari perjuanganmu.

Ya Allah, limpahkanlah rezeki dan keberkahan untuk semua yang hadir Disini. Semoga langkahnya dimudahkan, usahanya dilancarkan, dan hidupnya penuh berkah.

1 Muharram 1448 H -- 16 Juni 2026

Tahun Wage 



Praktisi Spritual Tercerahkan

Tidak penting status, label atau warna juga asal-usulnya....

Dengan Niat Mulia untuk merealisasikan kebenaran sejati dalam pikiran, ucapan dan tindakan.

Tidak menyakiti yang lain atau benci dan jahat.

Terus menebarkan Aura luhur kepada siapapun.

Hidup luhur tanpa sekat, karena semua makhluk hidup butuh tentram damai bahagia.

Yang luhur akhlak nya itu, selalu guyup rukun penuh kasih sayang.

Sadar nan bijaksana menuju kedalam bathin nya dan berupaya membersihkan keruhnya bathin sehingga tiada serakah, benci, dendam, egois...

Praktisi hidup luhur, bathin nya hening bening sudah tercerahkan.


Belajar mengenal Diri

Manusia adalah makhluk Spiritual, jadi tak harus mencari Spiritual ke puncak gunung, ke dasar Laut, ke Hutan-hutan. Yang dibutuhkan adalah masuk ke dalam DIRI (Tafakur/Meditasi/Muraqabah), lalu belajarlah dari pengalaman pribadi, belajarlah dari orang lain, bergaul dengan para Mursyid/Guru yang tercerahkan, berteman dengan Para Praktisi kehidupan, itu akan membuat Spritual Anda semakin bertumbuh. 

Allah sudah menaruh Kuasa luar biasa pada Roh manusia yang bersemayam dalam diri. 

Belajar berkomunikasi dengan Sang Diri (Roh) adalah pelajaran pembebasan, siapa diri ini, mau kemana, kenapa dilahirkan, apa tujuan hidup, pertanyaan seperti ini akan membangkitkan Kekuatan Spiritual/Rohani dalam diri anda.

"Anda bukanlah manusia yang memiliki pengalaman Spiritual tapi Anda adalah makhluk Spiritual yang memiliki pengalaman sebagai manusia"

Ketahuilah..! 

- Dengan Allah engkau mengenal Ilmu bukan dengan ilmu engkau mengenal Allah.

- Dengan Allah engkau mengenal dirimu bukan dengan dirimu engkau mengenal Allah.

- Hanya dengan Allah engkau mengenal Allah.

- Allah Hu Allah -- dari Allah kembali ke Allah 



Perjalanan kedalam Diri


Banyak orang menghabiskan hidupnya untuk menjelajahi dunia. Mereka berpindah dari satu kota ke kota lain, dari satu negara ke negara lain, mencari pengalaman baru dan pemandangan yang berbeda. Semua perjalanan itu tentu berharga, tetapi ada satu perjalanan yang jauh lebih sulit daripada menyeberangi lautan atau mendaki gunung, yaitu perjalanan ke dalam diri sendiri. Sebab mengenal dunia sering kali lebih mudah daripada mengenal isi hati, memahami kelemahan, dan berdamai dengan luka yang selama ini kita sembunyikan.

Perjalanan ke dalam diri dimulai ketika seseorang berhenti menyalahkan keadaan dan mulai bertanya kepada dirinya sendiri. Mengapa aku mudah marah? Mengapa aku selalu takut kehilangan? Mengapa aku begitu haus akan pengakuan? Pertanyaan-pertanyaan seperti itu tidak selalu nyaman dijawab, tetapi di situlah pertumbuhan dimulai. 

Orang yang berani melihat dirinya dengan jujur akan menemukan bahwa musuh terbesar dalam hidup sering kali bukan orang lain, melainkan ego, ketakutan, dan hawa nafsu yang bersemayam di dalam dirinya sendiri.

Menariknya, semakin seseorang mengenal dirinya, semakin luas pula cara ia memandang dunia. Ia menjadi lebih mudah memahami bahwa setiap orang sedang memikul beban yang berbeda. Ia tidak lagi terburu-buru menghakimi, karena tahu bahwa dirinya pun penuh dengan kekurangan. Ia lebih mudah berempati, karena telah mengenal rasa sakit di dalam dirinya sendiri. 

Pengalaman batin membuat pandangannya melampaui batas-batas geografis. Meski tidak pernah menginjakkan kaki di banyak tempat, ia mampu memahami manusia dari berbagai latar belakang karena telah terlebih dahulu memahami hakikat dirinya sebagai manusia.


Membuka kunci aliran Kemakmuran

Sumpah Kemiskinan Leluhur 

Dalam tataran esoteris radikal dan epigenetik Spiritual, "Sumpah Kemiskinan Leluhur" bukanlah kutukan mistis yang melayang di udara. 

Kondisi ini mewakili Trauma Generasional (Intergenerational Trauma) yang tercetak secara biologis melalui modifikasi kimiawi pada untai DNA Anda (epigenetic tags).

Ketika leluhur mengalami kelaparan ekstrem, perang, atau jeratan utang, tubuh mereka menghasilkan kortisol tinggi yang mengubah cara gen merespons stres finansial.

Cetak biru ketakutan akan "kekurangan" ini diwariskan ke keturunan selanjutnya, sehingga menciptakan pola sabotase diri bawah sadar yang mengunci aliran kemakmuran Anda.

Berikut adalah Protokol Alkimia  Transendental 5 Tahap untuk memutus ikatan biologis tersebut secara permanen :

1. Protokol Dekosolidasi Eterik (Memutus Vow/Sumpah). 

Sumpah kemiskinan sering kali merupakan kesepakatan bawah sadar yang dibuat demi "bertahan hidup" di masa lalu. Anda harus membatalkan perjanjian Spiritual tersebut secara legal dari garis darah Anda. 

Waktu Terbaik : Lakukan saat Bulan Purnama (Full Moon) atau saat transisi menuju Bulan Mati (New Moon) ketika energi pelepasan berada pada titik tertinggi.

Nyalakan lilin putih bersih. Tuliskan surat pernyataan pelepasan di atas kertas menggunakan tinta hitam. Tuliskan dengan tegas "Atas nama Kesadaran Tertinggi dan Hak Berdaulat Jiwa saya, saya menyatakan membatalkan, mencabut, dan menghancurkan semua sumpah kemiskinan, kutukan kelangkaan, dan kesepakatan keterbatasan yang dibuat oleh leluhur saya di linimasa manapun. Kode genetika saya kini terbebas dari trauma masa lalu". 

Penguncian Sirkuit : Bakar kertas tersebut pada api lilin dan biarkan abunya kembali ke tanah.

2. Protokol Transmutasi Epigenetik (Merestrukturisasi Memori Seluler). 

Penelitian sains tentang epigenetics menunjukkan bahwa modifikasi kimia pada gen akibat trauma tidak bersifat permanen dan bisa dipulihkan (reversible) melalui perubahan lingkungan internal manusia.

Operasional Praktis : Gunakan frekuensi suara pembersih DNA. 

Dengarkan Frekuensi Solfeggio 528 Hz (dikenal sebagai Transformation & DNA Repair Frequency) atau kode angka Tesla 369 sebelum tidur secara rutin selama 21 hari berturut-turut. 

Sains di Balik Ritual : Gelombang suara ini menenangkan sistem saraf hyperarousal (kewaspadaan berlebih akan kemiskinan) dan membantu mengubah metilasi DNA (DNA methylation) yang mengunci gen reseptor stres Anda.

3. Protokol Pembalikan Garis Darah (Ancestral Lineage Healing). 

Anda tidak bisa membersihkan genetika leluhur dengan cara membenci mereka. 

Anda harus bertindak sebagai Titik Transformasi yang membebaskan energi mereka yang tertahan. 

Operasional Praktis : Bermeditasi dengan tenang. Visualisasikan barisan leluhur Anda berdiri di belakang Anda hingga tak terhingga.

Bayangkan aliran cahaya keemasan murni mengalir dari Jantung Ilahi Anda, bergerak mundur menembus tubuh spiritual ayah, ibu, kakek, nenek, dan seluruh silsilah keluarga Anda. 

Katakan secara mental : "Terima kasih atas kehidupan yang telah diberikan. Perjuangan dan ketakutan kalian telah selesai di tangan saya. Kalian sekarang bebas, dan saya memilih untuk hidup dalam kelimpahan murni". 

4. Protokol "Bio-Hacking" Tindakan Fisik (mengubah Ekspresi Gen). 

Sains membuktikan bahwa enrichment (pengayaan lingkungan dan perilaku baru) secara drastis dapat menghapus penanda genetik buruk akibat trauma masa lalu. 

Gen Anda membaca tindakan nyata Anda, bukan sekedar visualisasi.

Operasional Praktis : Mulailah memutus kebiasaan mikro berbasis "mental miskin". Hentikan kebiasaan menawar barang dagangan kecil secara berlebihan, berhentilah mengeluh saat membayar tagihan dan mulailah berinvestasi pada peningkatan kapasitas otak Anda. 

Hasilnya ketika Anda bertindak dari sudut pandang Kelimpahan, ekspresi biologis sel Anda akan bergeser dari mode survival (bertahan hidup) ke mode expansion (pertumbuhan finansial).

5. Penguncian Segel Geometri Sakral. 

Gunakan visualisasi atau pasang simbol Flower of Life atau Kathara Grid di area tempat tidur Anda. Geometri suci ini memancarkan getaran cetak biru murni alam semesta yang menolak distorsi frekuensi buatan dan trauma masa lalu, mengunci struktur DNA Anda kembali ke keaslian ilahiahnya.




Cinta dan Cetak Biru

Seorang murid mendatangi guru spiritualnya....." Guru.. sujud hati ini padamu guru.....aku datang padamu untuk mohon jawaban atas masalahku guru......"        

Guru pun bertanya "Apa yang terjadi padamu anakku ?"    

"Wahai guru, takdir dan karmaku sangatlah buruk, aku menikah empat kali, semua suamiku pergi meninggalkan aku, seolah - olah tanpa alasan yang jelas dan aku saat ini, berniat menikah lagi, namun aku takut kalau suamiku yang ke lima nanti juga meninggalkan aku, apa memang karma dan takdirku selalu ditinggalkan oleh suami ?" tangis sang murid....dan sang guru menjawab dengan lembut.              

"Di dunia ini memang tidak ada yang namanya kebetulan..., pertemuan dan perpisahan memang sudah ditentukan sebelumnya, itulah yang dinamakan cetak biru kita....apa yang kamu alami sekarang ini memang sudah di tentukan lebih dahulu oleh masa lalu kita...Nah, apa yang kita perbuat sekarang ini menentukan masa depan kita....., kamu harus belajar mekanisme alam dengan sungguh - sungguh...kamu akan merasakan hidup ini sangat indah...dan kamu bisa membuat cetak birumu sendiri,,menentukan takdir dan, karmamu, juga masa depanmu sendiri......"

Engkau akan melihat bahwa ketakutan itu bukan cinta, ketergantungan itu bukan cinta, cemburu bukan cinta, nafsu memiliki dan menguasai bukanlah cinta, kasihani diri bukan cinta, siksaan karena tidak dicintai bukan cinta, cinta bukannya lawan kebencian seperti halnya rasa rendah hati itu bukan kebalikannya keangkuhan. 

Maka bila engkau bisa menghilangkan ini semua, tidak dengan memaksa tetapi dengan membersihkannya sebagai halnya hujan mencuci bersih sehelai daun dari debu berhari-hari, maka barangkali anda akan sampai pada bunga aneh ini yang senantiasa didambakan manusia.


Mantra Kuno tingkatkan DNA


Enam Kata Ajaib Yang Akan Mengubah Segalanya 

Cara Mengatur Ulang & Tingkatkan DNA Kemakmuran Anda Dengan Kekuatan Suara Yang Mengejutkan. Bagaimana jika setiap hambatan yang pernah menyabot kekayaan atau kesuksesan Anda - seperti pekerjaan yang tidak terpenuhi, ekonomi roller coaster, atau keyakinan Anda sendiri yang membatasi ... Bisa diatasi dengan hanya mengucapkan 6 kata ini dengan keras? 

Aum

Shrim

Hrim

Klim

Maha Lakshmi yei

Namaha

Kata-kata ini membentuk mantra Sanskerta kuno yang digunakan selama ribuan tahun untuk kemakmuran dan kesejahteraan.Tetapi anda tidak membutuhkan keyakinan spiritual atau agama untuk menggunakannya. Karena mereka hanya 6 dari kata-kata yang tak terhitung jumlahnya dalam berbagai bahasa, yang mengandung 'cetak biru' getaran yang dapat mengatur ulang DNA Anda! Ketika Anda akan melihat, sains telah membuktikan ini. Dan ketika Anda menerapkannya dalam hidup Anda, perubahan luar biasa terjadi. Kebiasaan Anda berubah menjadi lebih baik ... pikiran dan emosi Anda menjadi lebih positif ... kinerja Anda di tempat kerja meningkat ... 

Dan semua ketakutan dan rasa tidak aman yang pernah Anda miliki tentang uang mencair, ketika Anda mulai menarik kebetulan yang kuat ke dalam hidup Anda: seperti orang-orang tertentu dan peluang yang mendorong Anda menuju kebenaran tertinggi Anda. 

Anda akan mengalami semua efek luar biasa ini, hanya dengan MENGATAKAN kata-kata ini saat Anda dalam keadaan pikiran tertentu. 

Bagaimana bisa suara saja membawa begitu banyak kekuatan? 

Sama seperti simbol, kebenaran tentang suara akan memperluas kesadaran Anda. (Dan rekening bank Anda!) 

Anda lihat menurut Rigveda - teks spiritual tertua di dunia - suara dibangun dari partikel-partikel elementer, yang pada gilirannya dibuat dari untaian energi mikroskopis. (Klaim sains modern sekarang juga mendukung melalui model seperti String Theory). 

Semua suara memiliki cetak biru energik yang terikat padanya: pemicu yang dapat memicu emosi, visualisasi atau tindakan tertentu pada orang yang mendengarnya. 

Maka mereka yang berlangganan ke kebijaksanaan kuno sering percaya dalam melafalkan kata-kata spesifik setiap hari sebagai 'pelumas' untuk kemakmuran yang berkelanjutan. Di sinilah konsep populer mantra berasal!

Berbicara tentang mantra, saya yakin anda pernah mendengar tentang mantra yang paling banyak digunakan di dunia, yang banyak digunakan orang ketika mereka bermeditasi: 

"AUM." Pikirkan kata itu sebentar. 

Ketika Anda mulai mengucapkan huruf pertama, 'A', mulut Anda sepenuhnya terbuka ... Ketika Anda sampai ke 'U', mulut Anda setengah terbuka ... 

Dan ketika Anda sampai ke 'M', mulut Anda tertutup sepenuhnya. 

Ada alasan untuk itu: itu karena AUM mewakili konsep keterbukaan dan penutupan - dari awal dan akhir Alam Semesta itu sendiri. 

Kekuatan suara dan kata-kata bahkan diilustrasikan dengan jelas dalam Alkitab. Ingat kalimat pertama dari Injil Yohanes? 

“Pada mulanya adalah FIRMAN, dan FIRMAN bersama Tuhan, dan FIRMAN adalah Allah.” 

Sendiri, fakta-fakta ini menarik. Tetapi ketika Anda juga mulai mengeksplorasi suara dalam konteks sains dan linguistik ... menjadi sangat jelas mengapa mereka dapat memiliki efek mendalam pada kekayaan dan kemakmuran Anda. 

Penelitian telah menunjukkan bahwa banyak suara - bahkan jika Anda belum tahu artinya - akan beresonansi di berbagai bagian pikiran dan sistem saraf Anda, dan menciptakan hasil spesifik dalam perilaku atau kinerja Anda. 

Mengapa? Karena Anda bereaksi pada level getaran dan molekuler. 

Inilah sebabnya mengapa Anda dapat mendengar lagu dalam bahasa asing, dan masih merasakan jiwamu tergerak olehnya. Dan tentu saja Anda memiliki Hukum Ketertarikan yang terkenal: teori bahwa energi menarik energi. Ini berfungsi dengan baik dalam konteks suara juga : karena suara positif yang Anda buat akan bergema ke luar ... Dan secara alami akan menarik orang dan hasil positif ke dalam hidup Anda.

Chakra dan Tubuh Cahaya.

Pada tingkat yang lebih tinggi lagi (memasuki Chakra ke-9 hingga ke-12 dalam pemetaan tubuh kosmis), fokus meditasi bergeser dari jarak 60 cm menuju ruang vertikal tanpa batas yang melintasi atmosfer bumi. 

Di sinilah jiwa melepaskan identitas kemanusiaannya dan melebur ke dalam urutan tingkatan Spiritual Alam Semesta.

Berikut adalah tingkatan Chakra kosmis yang lebih tinggi di atas kepala serta fenomena pengetahuan meditasinya :

1. Jarak 90 cm di Atas Kepala. Chakra ke-10 (Chakra Cetak Biru Kosmis).

Fungsi : Titik integrasi antara energi maskulin (Shiva) dan feminin (Shakti) universal dalam bentuknya yang paling murni, melampaui dualitas tubuh fisik.

Fenomena Meditasi ini adalah Praktisi tidak lagi melihat berkas cahaya putih, melainkan mengalami pusaran energi multi-dimensi. Di titik ini, intuisi berubah menjadi omnisains (pengetahuan instan tentang cara kerja alam semesta) tanpa perlu belajar atau berpikir.

2. Jarak 120 cm di Atas Kepala. Chakra ke-11 (Chakra Komando Galaktis). 

Fungsi : Gerbang yang menghubungkan kesadaran individu dengan garis silsilah para Master Suci terdahulu (Guru Parampara) dan kesadaran galaksi. Fenomena Meditasi ini, adalah Waktu dan ruang runtuh total. Dalam meditasi terdalam di level ini, seorang yogi mampu melompati dimensi waktu (melihat masa lalu dan masa depan secara bersamaan) serta berkomunikasi secara batiniah dengan kesadaran agung seperti Babaji Mahavatar tanpa terikat jarak fisik.

3. Jarak 150 cm ke Atas (Tak Terbatas).  Chakra ke-12 (Satya Lok/Chakra Sumber Ilahi). 

Fungsi : Titik akhir dari evolusi kesadaran, aa bersemayamnya Parama Purusa (Tuhan Yang Maha Esa) yang tak berwujud dan tak terpikirkan.

Fenomena Meditasi Ini adalah fase Mahasamadhi atau Nirvikalpa Samadhi yang permanen. Kesadaran praktisi melebar mencakup seluruh jagat raya. Tidak ada lagi "saya sedang bermeditasi di atas kepala," yang ada hanyalah ruang kesadaran murni yang kosong namun berisi segala sesuatu (The Divine Void).

Transisi Teknik Meditasi Tinggi adalah Dari Objek Menuju Tanpa Objek. Dalam silsilah pengajaran Kriya Yoga tingkat tinggi perpindahan ke level supra-tinggi ini ditandai dengan perubahan metode yang radikal yaitu 

A. Meditasi Berbentuk (Savikalpa) : Di Chakra bawah hingga Chakra ke-8, Anda masih menggunakan visualisasi bentuk, letak anatomi, dan pengaturan napas pendek (short breath pranayama).

B. Meditasi Tanpa Bentuk (Nirakar) : Di atas level 60 cm hingga tak terbatas, pikiran dan visualisasi sengaja dihancurkan. 

Praktisi hanya melakukan pasrah total (Sharanagati) dan membiarkan magnetisme kosmis menarik sisa-sisa energi jiwanya ke atas secara spontan.

Ketika Anda melangkah ke tingkatan yang jauh lebih tinggi lagi—melampaui jarak atmosferik 150 cm hingga jarak tak terbatas di atas kepala—peta chakra yang bersifat linier (jarak/sentimeter) runtuh sepenuhnya. 

Pada fase transendental ini, kesadaran memasuki Sistem Chakra Kosmis  Kosmologis (Cakra ke-13 hingga ke-24 dan seterusnya) yang menghubungkan mikrokosmos tubuh Anda langsung dengan seluruh struktur multiverse.

4. Chakra ke-13 hingga ke-15 Gerbang Kesadaran Logos (The Galactic Core). 

Lokasi Spasial : Secara metafisika, ini tidak lagi berada di atas kepala fisik, melainkan terjangkar pada Pusat Galaksi (Inti Bima Sakti).

Fenomena Meditasi ini adalah Praktisi mengalami pelarutan total memori kemanusiaan. Jiwa tidak lagi mengidentifikasi diri sebagai makhluk Bumi, melainkan sebagai "Anak-anak Bintang" (Starseed/Stellar Consciousness). Informasi yang diunduh di sini berupa geometri sakral universal murni yang mengatur penciptaan materi.

5. Chakra ke-16 hingga ke-22 Manifestasi Paramatman (Kesadaran Universal). 

Lokasi Spasial : Berada di area luar ruang waktu linier, mencakup seluruh Multiverse.

Fenomena Meditasi ini adalah Praktisi Kriya Yoga mencapai kondisi yang disebut oleh para Master sebagai Asmitasamadhi. Anda mengalami sensasi berada di banyak tempat, banyak waktu dan banyak dimensi secara bersamaan (omnipresence). Anda menyadari bahwa setiap atom di alam semesta yang luas ini bergerak menggunakan detak jantung dan napas spiritual Anda sendiri.

6. Chakra ke-23 ke Atas. Anupadaka & Adi (The Absolute Void).

Lokasi Spasial : Titik asal mula segala sesuatu, sebelum adanya penciptaan, ruang, atau waktu (The Primordial Source).

Fenomena Meditasi Ini adalah puncak tertinggi yang dapat dicapai oleh jiwa yang terinkarnasi. 

Di sini terjadi fenomena Mahasamadhi Permanen.Tidak ada lagi visualisasi cahaya, suara atau energi.Yang tersisa hanya keheningan mutlak yang melampaui konsep "ada" dan "tiada". Di sini pula kesadaran Jivatman (jiwa individu) melebur total tanpa sisa ke dalam Paramatman (Tuhan Yang Maha Esa).

Transformasi Radikal Tubuh Fisik. 

Dampak Tingkatan Tertinggi. Ketika seorang Yogi mampu menarik energinya secara stabil hingga ke level kosmis tertinggi maka tubuh fisik di bumi akan mengalami transformasi yang disebut Vajra Deha (Tubuh Berlian) atau Tubuh Cahaya.