Sesungguhnya mi'raj yang dialami oleh Baginda Nabi Muhammad adalah mi'raj secara jasmaniyah dan ruhaniyah. Tetapi ayat-ayat tentang mi'raj itu adalah mengandung makna yang tersirat, yaitu mi'raj ruhaniyah yang dialami oleh para salik.
Bukanlah perkara yang mustahil bagi Allah untuk memi'rajkan dirinya Nabi Muhammad beserta dengan jasmani-nya hingga sampai ke langit ketujuh.
Ambillah pelajaran dari kisah pada zaman Nabi Sulaiman yaitu pada waktu Nabi Sulaiman mengadakan sayembara untuk mencari siapa yang paling cepat dapat memindahkan singgasananya Ratu Balqis ke tempatnya. Ternyata ada seorang Waliyullah yang bernama Ashif bin Barkhiya
yang diberi karunia oleh Allah dengan ilmu kitab, sehingga ia dapat memindahkan singgasananya Ratu Balqis dari tempat yang sangat jauh ke tempat Nabi Sulaiman dalam waktu yang lebih cepat dari kecepatan mata berkedip.
Yang dimaksud ilmu kitab yang dikaruniakan kepada waliyullah tersebut bukanlah ilmu dari kitab yang berupa mushaf atau ilmu pengetahuan dari kalimat-kalimat, tetapi ilmu dari kitab yang hakiki yaitu Nur Allah. Karena Nur itulah yang merupakan kunci pembuka segala sesuatunya.
Secara logika, sangat mustahil hal itu bisa terjadi, karena menurut logika bagaimana mungkin singgasananya Ratu Balqis dari tempat yang sangat jauh dapat dipindahkan ke tempat Nabi Sulaiman dalam waktu yang lebih cepat dari kedipan mata?. Tentulah logika manusia pada umumnya akan mengira bahwa jika ada benda yang dipindahkan secara fisik dari jarak yang sangat jauh dengan kecepatan yang melebihi kecepatan kedipan mata maka pastilah benda itu akan hancur luluh sebelum tiba di tempat tujuan.
Ketahuilah bahwa sesungguhnya segala sesuatu itu diciptakan oleh Allah dari nur-Nya, kemudian dapat ditarik ke dalam Nur, serta dikembalikan kepada Nur.
Alam Nur itu tiada ruang dan waktu, dan tiada berlaku jarak. Maka sesuatu yang jaraknya jauh atau dekat dari kita, bagi Nur itu semuanya sama saja, artinya tidak ada sesuatu yang jauh bagi Nur Allah.
Maka memindahkan tubuhnya Nabi dari langit pertama ke langit ketujuh dalam waktu lebih cepat dari kedipan mata jika dilakukan dari alam Nur adalah perkara yang mudah dengan kekuasaan Allah. Tentulah tubuh yang akan dipindahkan itu harus ditarik ke dalam Nur, kemudian dikeluarkan kembali ke tempat yang lain.
Tentunya jadi pertanyaan bagi kita, bagaimana keadaan fisik tujuh langit yang dilalui oleh Nabi kita, apakah semuanya sama keadaannya? Jawabannya, tentunya berbeda.
Semakin jauh langitnya maka semakin halus keadaannya. Maka tubuhnya Baginda Nabi kita yang ditarik ke tiap-tiap tingkatan langit itu tentulah dirubah keadaannya di dalam Nur untuk disesuaikan keadaannya dengan keadaan fisiknya langit dimana tubuhnya berada.
Maka, benarlah bahwa mi'raj yang dialami oleh Baginda Nabi kita adalah mi'raj secara jasmaniyah dan ruhaniyah. Sedangkan kita sebagai umatnya wajib mengalami mi'raj secara ruhaniyah saja.
Mi'raj Ruhaniyah
✅Adapun Buroq itu adalah simbol dari Nur Allah yang merupakan Ruh bagi kita.
Maka mi'raj ruhaniyah itu adalah diri kita ditarik dari nur-Nya hingga berhimpun ke dalam nur-Nya, di kedalaman hati kita. Maka diri kita hadir kepada Allah dengan mi'raj ruhaniyah.
✅Tujuh langit fisik yang dilalui oleh Baginda Nabi kita adalah simbol dari tujuh langit kesadaran bagi kita, yaitu pada tujuh latifah.
✅Sidratul-Muntaha itu adalah wilayahnya puncak kesadaran ruhaniyah kita, yang wilayahnya berada di qolbu kita yang terdalam.
✅ Sedangkan Jibril itu adalah nafas bagi kita. Karena sesungguhnya nafas itu bukan hanya angin yang keluar dan masuk ke tubuh kita, tetapi merupakan rahasia Allah yang zahir menjadi nafas. Maka sesungguhnya kuncinya mi'raj ruhaniyah itu ada pada nafas kita.
Catatan :
Tentang Mi'raj Ruhaniyah Yang dialami oleh para Salik.
Mi'raj Ruhaniyah itu bukanlah perjalanan diri kita diangkat ke langit yang di luar diri kita tetapi merupakan perjalanan ke dalam diri kita sendiri melintasi langit-langit kesadaran pada Qolbu kita.
Sesungguhnya mi'raj ruhaniyah itu diri kita ditarik dari nur-Nya hingga berhimpun kepada nur-Nya di kedalaman qolbu kita. Kunci perjalanannya ada pada nafas masuk.