Jebakan Spritual

Menjaga kemurnian Bathin.

Dalam tatanan Spiritual Jawa, Anda dikenal memiliki watak Prabuan yang berarti teguh, kaku, dan memiliki daya tahan seperti tanah. Anda adalah tipe pekerja keras yang tidak mudah menyerah. Namun, penuh dengan tarikan energi negatif, keteguhan. 

Inilah yang bisa berubah menjadi "jebakan spiritual" yang mematikan. Inilah yang menyebabkan hidup Anda terasa apes, usaha yang sudah dibangun bertahun-tahun runtuh, dan rezeki seperti menjauh meski Anda sudah memeras keringat.

Inilah jebakan yang seringkali tidak terlihat, ia masuk melalui sifat keras Anda yang berhasil dipancing oleh racun dari lingkungan sekitar..

Inilah pola mendalam yang harus Anda waspadai agar nasib Anda tidak terus tenggelam dalam kesialan :

1. Terjebak dalam Watak "Kaku" yang Menolak Wahyu Perubahan. 

Rahasia pertama kehancuran Anda adalah ketika keteguhan Anda berubah menjadi keras kepala yang membatu. Sebab Kehancurannya adalah bagaimana mungkin keberuntungan bisa masuk jika lisan Anda selalu berkata "memang sudah begini nasib saya" atau menolak nasihat baik dengan nada sombong? Pola Energi alam semesta bergerak sangat cepat. Jika Anda tetap kaku dan menutup diri dari perubahan karena merasa paling tahu, saat itulah "pagar ghaib" rezeki Anda retak. Kekakuan batin adalah magnet bagi beban hidup yang membuat Anda terus berada di lingkaran masalah yang sama. Pesan Langit, lisan yang suci adalah lisan yang fleksibel dan rendah hati. Jika Anda mulai merasa sulit diajak kompromi dan selalu curiga pada orang lain, itu tandanya Anda sudah masuk dalam jebakan spiritual.

2. Memendam Amarah yang Mengotori Aura Tanah 

Anda seringkali tidak langsung marah, tapi memendamnya di dalam batin hingga menjadi kerak yang hitam. 

Pola laku Anda membiarkan perlakuan buruk tetangga atau rekan kerja mengendap di hati tanpa dibersihkan. Kerak amarah ini akan menutupi cahaya batin Anda, sehingga keberuntungan sulit melihat jalan menuju ke arah Anda. Kekuatan tanah yang subur adalah tanah yang gembur, bukan tanah yang keras membatu karena amarah. Jika batin Anda dipenuhi dendam yang terpendam, maka doa-doa Anda hanya akan sampai di tenggorokan dan tidak akan pernah menembus langit.

3. Bahaya Sumpah Serapah Saat Kesabaran Habis

Tanda nyata Anda masuk jebakan spiritual adalah ketika Anda akhirnya "meledak" dan mengeluarkan kata-kata kutukan kepada lingkungan yang menekan Anda. Peringatan Lisan Anda yang jarang bicara sekali berucap buruk bisa sangat manjur. Namun, jika Anda menyumpahi orang yang menyakiti Anda, energi negatif itu justru akan mengunci nasib Anda sendiri menjadi apes selama tujuh turunan. Solusinya Jika lingkungan memancing amarah Anda jangan balas dengan lisan. Masuklah ke dalam kamar, tarik napas, dan lepaskan semua beban itu kepada Tuhan. Ubah energi panas itu menjadi kerja keras yang membuahkan hasil luar biasa.

4. Hilangnya Keselarasan Antara Kerja Keras dan Keikhlasan

Hidup akan semakin berbahaya jika mulut berucap "saya sudah berjuang mati-matian" namun hati selalu mengeluh karena merasa Tuhan tidak adil atau iri pada tetangga yang sukses tanpa kerja keras. Penyebab Sabdo Dadi Anda akan tumpul jika Anda selalu menghitung-hitung penderitaan Anda. Ketidaksinkronan antara lelahnya tubuh dan keluhan di hati adalah doa negatif yang paling cepat membangkrutkan usaha Anda. Laku Batin Anda fokuslah pada proses kerja dengan hati yang lapang. Jangan biarkan pikiran Anda terpenjara oleh perbandingan sosial, karena rasa iri adalah racun yang akan membusukkan benih rezeki yang baru saja Anda tanam.

5. Aura Rumah yang Terasa "Berat" dan Tidak Nyaman

Rumah sangat bergantung pada kestabilan energi. Tanda Anda terjebak adalah ketika Anda merasa lebih nyaman di luar rumah daripada di dalam rumah sendiri. Kenyataannya jika rumah Anda dipenuhi dengan aura keheningan yang mencekam atau sering ada perdebatan tentang kekurangan uang, maka energi keberuntungan akan lari menjauh. Bertindaklah dan pastikan rumah Anda menjadi tempat untuk beristirahat batin. Jangan biarkan lisan Anda membawa "kotoran" dari luar (gosip atau kekesalan) ke dalam rumah, agar rumah tetap menjadi wadah yang layak bagi kemakmuran.

Kesimpulan Spiritual : Sebenarnya adalah peringatan agar Anda "menggemburkan" kembali batin Anda yang telah mengeras. Saat Anda mampu menjaga lisan dari sumpah serapah, menjaga hati dari dendam yang membusuk, dan menjaga pikiran tetap fokus pada keagungan Tuhan di tengah kesulitan. Maka, setiap kata yang Anda ucapkan akan menjadi kenyataan yang manis. Orang yang mampu melunakkan egonya di saat terdesak adalah mereka yang doanya paling didengar. Semakin Anda menjaga kemurnian batin dari racun lingkungan, semakin sakti pula keberuntungan yang akan mengalir dalam hidup Anda.

Apakah Anda sering merasa dada terasa sesak atau pikiran buntu saat memikirkan tekanan dari orang-orang di sekitar Anda belakangan ini? Semoga Allah melimpahkan Rezeki. Semoga langkah Anda dimudahkan, usahanya dilancarkan, dan hidup Anda penuh berkah. Aamiin 

Ambisi Spritual

Aku ingin memperingatkan, untuk Para pencari Spiritual, tentang sesuatu. Dengarkanlah baik-baik dan periksalah apakah ini berlaku bagi kalian. Ini sangat sering terjadi : 

Ketika orang telah gagal di dunia, ketika dia hidup dengan tidak bahagia di dunia, ketika dia tidak bisa meraih kesuksesan duniawi, atau ketika dia merasa ambisinya tetap tidak terpenuhi, dia beralih ke spiritualitas. Ambisi yang sama kini mencari pemenuhan di ranah baru ini. Dan di sini, itu bisa terpenuhi dengan mudah - dengan mudah, karena dalam Spiritualitas sangat mudah untuk membohongi diri sendiri.

Di dunia materi, engkau tidak bisa membohongi dirimu sendiri begitu mudahnya. Jika engkau miskin, bagaimana engkau bisa berpura-pura kaya? Dan bahkan jika engkau melakukannya, tidak ada seorang pun yang akan tertipu. Jika engkau berusaha membohongi dirimu sendiri di dunia luar, orang-orang akan berpikir engkau gila.

Tetapi dalam Spiritualitas, ini sangat mudah, karena pencapaian yang diklaim itu tidak bisa dilihat. Karena mereka tidak terlihat, tidak ada seorang pun yang bisa membantahnya. Engkau bisa berkata, 'Aku telah menemukan Tuhan!' atau 'Aku telah menemukan jiwaku!' atau 'Aku telah menemukan bahwa aku adalah jiwa yang sangat istimewa!' Engkau bisa berkata, 'Kundalini ku telah bangkit!'

Hanya karena punggungmu sakit, engkau mungkin meyakinkan dirimu sendiri bahwa Kundalini telah bangkit. 

Hanya karena otakmu agak tidak seimbang, engkau percaya chakra-chakramu sedang terbuka. 

Hanya karena engkau sakit kepala, engkau pikir mata ketigamu sedang terbuka. 

Engkau bisa membohongi dirimu sendiri dengan semua cara ini, dan tidak ada seorang pun yang benar-benar bisa menantang mu dan tidak ada seorang pun yang tertarik.

Tetapi ada Guru-guru palsu yang akan berkata, 'Ya, tepat seperti itu!' Lalu engkau menjadi sangat gembira dan mulai memuja Guru-guru palsu ini, karena mereka telah memuaskan egomu dan memberitahumu, betapa istimewanya engkau.

Sebaliknya, jika engkau bersama dengan seorang Master sejati, dia akan terus-menerus menurunkan mu dari pembesaran egomu. Dia akan memastikan bahwa engkau tidak tersesat dalam waham/delusi (keyakinan atau pikiran yang salah dan sangat tidak sesuai dengan kenyataan). Berkali-kali, dia akan membawamu kembali ke tanah.

Ingatlah ini baik-baik, dan periksalah setiap hari, apakah pencarianmu bukan sekadar pembesaran ego. Ego selalu mencari pengalaman. Entah pengalaman seksual atau Spiritual, tidak ada bedanya. Ego mendambakan mengalami ini dan mengalami itu, dan mengalami Kundalini. Ego selalu mengejar pengalaman.

Pencarian Sejati bukanlah keserakahan akan pengalaman karena setiap pengalaman pada akhirnya akan mengecewakanmu - ia harus mengecewakanmu. Semua pengalaman menuntut pengulangan. Lama-kelamaan, orang akan merasa bosan dan mulai mendambakan pengalaman baru. Pencarian akan sesuatu yang baru adalah ciri khas yang permanen dari ego.

Engkau mungkin bermeditasi, tetapi mungkin engkau bermeditasi hanya untuk merasakan sensasi baru, karena hidupmu terasa terlalu membosankan, sehingga engkau ingin membumbuinya sedikit.

Engkau mungkin mendapatkan sensasi itu, karena manusia memperoleh apapun yang mereka cari. Itulah penderitaan darinya : apa pun yang engkau inginkan, engkau akan menemukannya - dan setelah itu engkau akan menyesalinya.

Engkau akan merasakan sensasinya - tetapi lalu apa? Maka, engkau akan menjadi bosan dengan itu saja. Lalu engkau bergerak, dari satu Master ke yang lain, dari satu Ashram (sekolah spiritual) ke Ashram lain, selalu mencari sensasi baru.

Ego adalah hasrat akan pengalaman baru. Dan segala sesuatu yang baru pada akhirnya akan menjadi usang. Lalu, lagu yang sama mulai lagi.

Pada kenyataannya, Spiritualitas bukanlah pencarian akan pengalaman tertentu. Spiritualitas adalah pencarian akan sifat alami Sejati seseorang. Dan dengan menyadari ini, semua hasrat akan pengalaman berakhir dan setiap dorongan untuk sesuatu akan lenyap.

Dengan menyadari kebenaran bathin, dan keberadaan yang asli, semua pencarian pun berhenti. 

Semua pengalaman hanyalah tipuan yang dimainkan pikiran terhadapmu - hanyalah pelarian dan pengalih perhatian.

#Osho