Puncak Kesadaran Tertinggi


Nabi Muhammad Saw tidak bertemu Tuhan bukan disebuah tempat karena Tuhan tidak terkungkung oleh konsep ruang dan waktu tetapi pada sidrahtul muntaha, dipuncak kesadaran yang tertinggi akan Allah, Jika seseorang meningkatkan kesadaran demi kesadaran maka disana sudah tiada lagi sebutan, karena itu hanya nama. Allah bukanlah nama, bukan sifat, bukan pula Asma'...semua hanya bentuk penjelasan dalam pengenalan karena Allah tak menyerupai apapun..!!!Maka nyatanya Allah ada dalam diam, pada KEYAKINAN, RASA dan PERBUATAN. Jadi yang sampai kepada Allah adalah KESADARAN TERTINGGI, sedangkan Sidrahtul Muntaha, langit dalam bahasa spiritual menceritakan lapisan-lapisan kesadaran tentang Tuhan

Berikut Nabi yang bertemu Rasulullah Saw di langit saat isra mi'raj secara simbolik di Kesadaran :

1. Nabi Adam As
Nabi Adam AS adalah manusia dan khalifah pertama yang diciptakan Allah SWT. Saat Isra Mikraj, Nabi Muhammad SAW dan Malaikat Jibril bertemu dengan Nabi Adam As di langit pertama. Nabi Muhammad mengucapkan salam kepada Nabi Adam. Sebaliknya, Nabi Adam juga membalas salam Nabi Muhammad.

2. Nabi Yahya As & Nabi Isa As di langit kedua, Nabi Muhammad SAW bertemu Nabi Yahya As saat Isra Mikraj. Nabi Yahya As adalah anak dari Nabi Zakaria As yang lahir ketika usianya sudah sangat tua. Nabi Yahya As ialah seorang yang berprinsip, integritas tinggi dan penegak keadilan. Selain bertemu Nabi Yahya As, di langit kedua Nabi Muhammad SAW juga bertemu Nabi Isa As. Nabi Isa As terlahir dengan mukjizat Allah SWT dari seorang perempuan suci bernama Maryam. Beliau mendapatkan mukjizat kitab Injil dan menjadi nabi dari umat Nasrani.

3. Nabi Yusuf As
Kemudian di langit ketiga, Nabi Muhammad SAW dan Malaikat Jibril bertemu Nabi Yusuf As. Nabi Yusuf As pernah bermimpi bulan, matahari dan bintang bersujud padanya. Sejak itulah, Nabi Yaqub mengetahui bahwa putranya akan menjadi orang besar.

4. Nabi Idris As
Di langit keempat, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Idris As. Nabi Idris adalah keturunan Nabi Adam yang dikenal dengan kecerdasannya. Ia adalah nabi pertama yang dapat menulis dan membaca.

5. Nabi Harun As
Kemudian pada langit kelima, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Harun As. Nabi Harun As dikaruniai kemampuan berbahasa yang luar biasa.

6. Nabi Musa As
Pada langit keenam, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Musa As. Nabi Musa menangis karena Nabi Muhammad memiliki umat yang paling banyak masuk surga, melampaui dari umat Nabi Musa.

7. Nabi Ibrahim As
Terakhir di langit ketujuh. Nabi Muhammad bertemu dengan Nabi Ibrahim As. Nabi Ibrahim juga memiliki mukjizat tetap hidup meski dibakar dengan api. Ia mendapat hukuman dibakar hidup-hidup usai menghancurkan berhala dan tak ingin mengakui Raja Namrud sebagai Tuhan.

Kisah Isra Mi'raj sebenarnya hanya simbolik menceritakan perjalanan Nabi mencapai Sidratul Muntaha, yang dimaksud Sidratul Muntaha sebenarnya puncak kesadaran tertinggi yang dicapai nabi setelah menembus langit ketujuh. Adapun yang dimaksud langit disini adalah lapisan-lapisan kesadaran. 

Meditasi ketenangan Batin

Meditasi Turiyatita adalah praktik spiritual yang bertujuan untuk mencapai kesadaran tertinggi, melampaui tiga keadaan kesadaran (terjaga, mimpi, dan tidur nyenyak). Istilah Turiyatita secara harfiah berarti "di luar Turiya" atau "di luar keadaan keempat", dan seringkali dianggap sebagai puncak dari meditasi dan pencerahan dalam tradisi Hindu, khususnya dalam aliran Saivisme

Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai Meditasi Turiyatita :

Turiya sebagai Landasan :

Dalam meditasi, Turiya merujuk pada keadaan kesadaran yang melampaui tiga keadaan umum yang kita alami sehari-hari. Turiya adalah dasar dari ketiga keadaan tersebut, dan merupakan kesadaran murni yang tidak terpengaruh oleh perubahan dunia luar. 

Turiyatita sebagai Puncak :

Turiyatita, yang berarti "di luar Turiya," adalah kondisi yang dicapai setelah seseorang berhasil menstabilkan dirinya dalam keadaan Turiya. Beberapa tradisi spiritual menganggap Turiyatita sebagai keadaan pembebasan (Moksha) atau pencerahan tertinggi, di mana individu menyadari kesatuannya dengan kesadaran universal

Karakteristik Turiyatita :

Beberapa karakteristik yang terkait dengan Turiyatita antara lain:

Ketenangan yang Mendalam : Turiyatita ditandai dengan kedamaian dan ketenangan yang luar biasa, melampaui semua fluktuasi pikiran dan emosi. 

Kebebasan dari Dualitas : Individu yang mencapai Turiyatita menyadari bahwa semua perbedaan dan dualitas hanyalah ilusi, dan melihat dirinya sebagai bagian dari satu kesatuan yang utuh. 

Koneksi dengan Kesadaran Universal :  Turiyatita juga dikaitkan dengan kesadaran akan kesatuan dengan semua yang ada, atau kesadaran universal. 

Praktek Meditasi Turiyatita :

Untuk mencapai Turiyatita, seseorang biasanya akan:

Memulai dengan Meditasi Turiya : Latihan meditasi yang fokus pada kesadaran diri dan menstabilkan pikiran dalam keadaan Turiya. 

Menjaga Ketenangan Pikiran : Mengembangkan kemampuan untuk mengamati pikiran tanpa terpengaruh olehnya, dan secara bertahap melepaskan keterikatan pada pikiran dan sensasi. 

Memperdalam Kesadaran Diri : Mencari pemahaman yang lebih dalam tentang hakikat diri dan hubungannya dengan alam semesta. 

Manfaat Meditasi Turiyatita :

Beberapa manfaat yang dikaitkan dengan meditasi Turiyatita antara lain:

Ketenangan Batin : Meningkatkan ketenangan pikiran, mengurangi stres, dan meningkatkan kesejahteraan emosional. 

Pencerahan : Membantu mencapai pemahaman yang lebih dalam tentang diri dan realitas. 

Kebebasan : Melepaskan diri dari penderitaan dan keterbatasan duniawi. 

Meditasi Turiyatita adalah perjalanan spiritual yang menantang, tetapi juga sangat bermanfaat. Dengan latihan yang konsisten dan bimbingan yang tepat, individu dapat mencapai keadaan kesadaran yang melampaui batas-batas duniawi dan mengalami kebahagiaan yang abadi. 



Ibadah Sejati

“Kunci sukses dengan “Teknik Hong-Sau” adalah memperdalam konsentrasi Anda pada mata spiritual sampai Anda tidak lagi memikirkan apa pun kecuali aliran napas yang berirama.”

Mata Spiritual , juga dikenal sebagai mata ketiga atau cakra keenam, terletak di titik di antara kedua alis. Titik ini merupakan pusat kebangkitan spiritual. Ketika seluruh energi kita terpusat di sana, pencerahan terjadi.

Bila dilihat dengan sempurna, Mata Spiritual terdiri dari bintang berujung lima berwarna putih keperakan, dikelilingi oleh bidang biru nila tua, yang pada gilirannya dibingkai oleh cincin emas.

Sangat penting untuk mengarahkan mata Anda ke atas, ke Mata Spiritual, saat bermeditasi. Berfokus ke sana membantu Anda menyelaraskan diri dengan, dan secara magnetis menarik, kondisi kesadaran tertinggi. (Namun, perlu diingat bahwa meskipun mata secara fisik menatap Mata Spiritual selama latihan Hong-Sau, konsentrasi Anda harus tertuju pada napas Anda).

Anda juga dapat berfokus pada titik ini saat menjalani aktivitas sehari-hari. Semakin banyak waktu yang dihabiskan untuk berfokus pada mata spiritual, semakin tinggi kesadaran Anda.

Jika Anda merasakan ketegangan saat melihat Mata Spiritual, cobalah nasihat dari Swami Kriyananda ini :

Angkat pandangan Anda ke atas – jangan menyilangkan mata, tetapi fokuskan pada suatu titik yang agak di atas dahi, kira-kira sejauh ibu jari Anda saat Anda meluruskan lengan di atas Anda. Tinggi ibu jari Anda harus sejajar dengan puncak kepala Anda.

Yang penting adalah perhatian Anda, bukan mata Anda, yang terfokus pada titik di dahi itu. Jangan memaksakan mata Anda untuk fokus, tetapi tataplah titik itu dalam pikiran, dan biarkan Mata Spiritual menarik Anda ke dalam Diri-Nya.

Jika Anda menyadari pikiran Anda melayang dari mantra Hong-Sau, Anda mungkin juga menyadari bahwa mata Anda tidak lagi menatap ke atas. Ketika ini terjadi, angkat kembali mata Anda dan fokuskan kembali pada Mata Spiritual, dan pikiran Anda pada napas. Seiring waktu, Anda akan merasakan tarikan energi di dahi, dan akan lebih mudah bagi Anda untuk tetap fokus ke atas.

Setelah Anda mengakhiri latihan Hong-Sau, Anda harus meluangkan waktu untuk berfokus pada Mata Spiritual, apakah Anda dapat melihat cahaya di sana atau memvisualisasikannya.

Jika kau melihat cahaya, serahkan dirimu dengan tenang. Jika kau tidak melihat cahaya, berdoalah dengan sungguh-sungguh, "Tunjukkan Dirimu... Tunjukkan Dirimu." Sekalipun kau tidak melihat cahaya, kau akan merasakan kesadaranmu terangkat.

Di dalam tubuh, mata kanan adalah matahari, mata kiri adalah bulan, dan mata ketiga adalah api. Jika Anda memasuki mata ketiga, Anda akan merasakan kehadiran Tuhan.

Ibadah sejati kepada Tuhan adalah dengan senantiasa memandang-Nya. Perhatikan Tuhan dalam setiap nafas, Cintai Tuhan dalam setiap nafas, Syukuri Tuhan dalam setiap nafas.

Insan Kamil

Pumcak Pencerahan -- Tajjali 

Melalui Tehnik Cahaya Mudra atau Yoni Mudra disebut juga Jyoti Mudra karena bisa menimbulkan cahaya 100 matahari

Tersingkapnya Wajah Tuhan, Merupakan Puncak Ilmu Tasawuf. Kita mendapatkan dan merasakan ketiga energi ilahi yaitu SUARA, GETARAN dan CAHAYA. Kemudian kita bisa merasakan energi cahaya Jiwa yang sangat terang dan menyejukkan. Tampak seperti terowongan biru tua atau biru-hitam yang dikelilingi oleh cahaya ilahi besar putih terang, yang lagi-lagi dikelilingi oleh cahaya emas kuning oranye

Pada saat itu sang yogi tidak sadar akan lingkungan eksternal atau internal, hanya cahaya, cahaya dan cahaya, kegembiraan dan kedamaian. Tidak ada doa, tidak ada nyanyian, tidak ada pemikiran. Hanya kesadaran, kecerahan, kedamaian dan sukacita.

Di sini kesembilan gerbang ditutup, lidah di tekuk dan masing-masing Chakra dipersatukan dengan Jiwa dengan teknik Pranayama khusus. Manfaatnya jauh lebih banyak dalam waktu yang lebih singkat. Kemajuan spiritual dipercepat. 

Ini juga menghilangkan efek buruk bintang-bintang dan Planet-planet (pengaruh Astrologi) yang melekat dan di mediasi melalui charkas (astrologi kosmik dari Sri Yukteswar). Karena masing-masing Chakra adalah pusat pengendali dan pengatur semua organ dalam di wilayah Chakra tersebut, Vitalitas kesehatan dalam tubuh membaik dan penyakit disembuhkan dan rintangan diangkat.

Teknik Jyoti Mudra yang diajarkan kepada praktisi Kriya Yoga bertujuan untuk mewujudkan Cahaya (jyoti) dari mata spiritual dengan “menutup sembilan gerbang tubuh,” sebagai sarana bagi pencerahan manusia. 

Dalam “TawajjuhTharekat Naqsyabandiyah. Tawajjuh atau tawajjuhan adalah majelis zikir yang ada dalam Tharekat. Dalam prakteknya, tawajjuhan dilaksanakan dalam ruangan yang tertutup.

Tajalli artinya pencerahan atau penyingkapan. Tajalli merupakan tersingkapnya tirai penyekap alam gaib. Singkatnya, arti Tajalli adalah Allah SWT menyingkap diri-Nya kepada makhluk-Nya.

Apabila seseorang telah melewati dua tahap tasawuf sebelumnya, yakni Takhalli dan Tahalli, maka ia baru akan mencapai tahap ketiga yaitu Tajalli. Syekh Abdul Qadir Jaelani menyebutnya sebagai Insan Kamil, manusia sempurna. Tradisi sufi menyebut orang yang telah masuk pada tahap ketiga ini sebagai Waliyullah, kekasih Allah. Orang-orang yang telah memasuki tahapan Tajalli ini, ia telah mencapai derajat tertinggi kerohanian manusia.

Chakra Ajna Pusat Pencerahan

Chakra keenam Pusat kesadaran makhluk tercerahkan

Pusat tulang belakang tertinggi, chakra agya (ajna) terletak di medula oblongata, di mana tengkorak terhubung dengan leher di dekat batang otak. Ini adalah pusat di mana energi kosmik dari alam semesta memasuki tubuh dan memberinya makan dengan prana atau kekuatan hidup yang sadar. Saraf cakra agya merupakan sistem saraf dalam tubuh

Medula oblongata, atau kutub negatif chakra agya, adalah pusat kehidupan manusia dan kesadaran ego. Saluran energi, ida dan pingala, mengalir masing-masing ke bawah dan ke atas dari kutub ini. 

Kutub positif dari cakra agya dikenal sebagai mata spiritual, ketiga, atau mata tunggal, pusat Kristus, atau Kutastha

Energi dari lima chakra yang lebih rendah, yang menyimpan kecenderungan psikologis dan mental, kebiasaan, dan keinginan, dapat diarahkan ke atas melalui tulang belakang menuju mata spiritual. 

Ketika energi kita mencapai mata spiritual, kita mencapai pencerahan

Cakra agya adalah pusat kesadaran makhluk tercerahkan. Semua persepsi, pikiran, dan tindakan mereka, berasal dari titik di antara alis. 

Mata tunggal jiwa, berbeda dengan dua mata fisik, melihat segala sesuatu sebagai keseluruhan dan konstituen dari satu realitas tunggal. 

Oleh karena itu, di satu sisi mata spiritual dapat dianggap sebagai tujuan akhir dari para pencari spiritual, yang ingin mencapai keadaan kesadaran ilahi

Dengan berkonsentrasi pada mata spiritual, yang dapat dialami sebagai cahaya batin atau realitas ilahi yang dirasakan ketika pikiran tenang, seseorang secara bertahap mencapai kualitas realitas batin tersebut. 

Alih-alih berpegang pada kesadaran ego, pikiran berkembang menjadi kesadaran akan alam semesta kesadaran yang lebih besar. Di mata spiritual, intelek berfungsi pada tingkat intuisi yang lebih tinggi

Seseorang mengalami chakra keenam secara langsung melalui meditasi mendalam

Cakra agya dapat dialami dengan sempurna sebagai bintang berujung lima putih keperakan yang dikelilingi oleh bidang biru-ungu tua yang dikelilingi oleh emas

Ini mungkin dialami secara tidak sempurna sebagai cahaya ungu redup dengan pusat redup dan cincin di sekitarnya redup. 

Chakra juga menghasilkan suara yang merupakan kombinasi dari lima suara chakra yang lebih rendah, yang terdengar seperti lautan yang menderu atau laut yang meledak, mirip dengan suara kosmik AUM.