Gunung Kemukus

Mitos Pangeran Samudra setidaknya telah mewarnai tanah Jawa selama lebih dari 7 abad. Namun, sejak berakhirnya Perang Jawa, mitos ini telah mendapatkan makna baru yang jauh dari asalnya. Bahkan, hingga kini mitos ini banyak dipercaya oleh para pesugihan sebagai dasar untuk menjalankan ritual pesugihan. Pangeran Samudra merupakan seorang pendakwah yang sangat tekun belajar agama, baik dari Sunan Kalijaga maupun Ki Ageng Gugur. Artinya, sangat kecil kemungkinannya jika di kemudian hari, Pangeran Samudra mengajarkan ritual pesugihan dengan cara berhubungan badan dengan pasangan haramnya sebanyak tujuh kali.

“Mereka harus menjadi orang asing yang belum pernah bertemu sebelumnya. Akan lebih baik jika mereka belum pernah kenal satu sama lain. Mereka melakukan itu pada Jumat Pon dan dilakukan selama 7 kali pertemuan. Jadi ini dilakukan setiap 35 hari, sehingga hubungan yang terjalin selama 1 tahun.”

Ritual pertama yang harus dilakukan di Gunung ini adalah berdoa dan menabur bunga di makam Pangeran Samudra dan Nyai Ontrowulan.

Kemudian para pezirah harus membasuh diri mereka di satu atau dua mata air keramat yang ada di bukit itu.

“Kebanyakan dari mereka yang melakukan ritual ini memiliki bisnis kecil. Mereka berharap ritual ini dapat mendapatkan uang dan menjadikan bisnis lebih baik.”

Mereka pebisnis dan jika kamu menanyakan, mereka akan jawab ritual ini berhasil. Bisnis yang sebelumnya tidak berkembang, sekarang dapat berjalan dengan baik. Ini karena Allah dan tidak ada yang lain selain Allah.

"Saat ini pukul 8 malam dan suasananya berkabut. Saya bertemu dengan seorang pria yang sedang mengaji sementara tangannya memegang tasbih. Pria itu memakai jaket, berkacamata, agak botak dan berkumis."

Setelah selesai mengaji, dia akan mencari seseorang untuk berhubungan seks.

“Anda tahu semua orang Jawa percaya dengan tradisi nenek moyang ini.”

Terletak di tengah pulau Jawa, Gunung Kemukus, atau Gunung Seks, mungkin dianggap kecil dengan ketinggian 824 meter, tetapi jumlah orgasme yang telah mengguncang puncak ini sangat besar. Sejak akhir abad ke-19, para peziarah Muslim Jawa telah berbondong-bondong ke gunung ini untuk berhubungan seks dengan orang asing —hingga 8.000 peziarah pada hari-hari tersibuknya—yang konon membawa berkah. Namun, belakangan, tradisi keagamaan ini menarik perhatian internasional yang kurang baik, sehingga membuat ziarah terhenti. Satu pertanyaan terus muncul: seberapa religiuskah praktik ini?

“Alhamdulillah, setelah sampai di sini, meskipun saya punya beberapa utang, usaha saya lumayan untung,” ujar seorang jamaah haji perempuan dan pemilik usaha kecil dalam film dokumenter SBS News TV Australia tahun 2014 yang berjudul Sex Mountain.

Film dokumenter itu menyebabkan skandal di Indonesia, dan Gunung Kemukus segera ditutup pada tahun 2014. Tetapi Anda tahu apa yang mereka katakan tentang moderasi: terlalu banyak hal baik tidak akan bertahan lama.

Kearifan Seksual Candi Sukuh 

Candi Sukuh di lereng barat Gunung Lawu, Jawa Tengah, merupakan situs eksplorasi grafis tentang seks

Saat memasuki gerbang candi adalah relief pahatan yang menggambarkan penis yang siap menembus vagina.

Para penjaga candi telah mendirikan gerbang kayu untuk mencegah pengunjung tersandung alat kelamin. Larangan melakukan kontak fisik dengan relief dan sesajen bunga segar di sebelahnya menunjukkan bahwa penggambaran seks di sini telah diangkat ke ranah sakral. Meski penuh dengan gambar seks dan alat kelamin, Candi Sukuh bukanlah surga pornografi.

Di Sukuh, seks adalah perpaduan energi laki-laki dan perempuan untuk menciptakan energi kelahiran kembali yang baru. Penggambaran seks di sini tampaknya merupakan penghormatan kepada kekuatan penciptaan dan kesuburan.

Sukuh berdiri sebagai pengingat bahwa tidak semua penggambaran seks adalah bentuk pornografi. Malah, melalui seks, nenek moyang kita menyelaraskan diri dengan kehendak Tuhan.

Pesugihan Sedulur Papat

Dalam ranah Spiritual Kejawen murni, istilah "Pesugihan" tingkat tinggi yang sejati tidak menggunakan sekutu makhluk halus (seperti tuyul atau babi ngepet) yang meminta tumbal, karena hal itu dikategorikan sebagai aliran hitam (pesugihan peteng). Ilmu Kebathinan Jawa tingkat lanjut menggunakan jalur Pesugihan Putih atau Laku Kamulyan Ningrat. Ilmu ini bekerja dengan cara mengolah bathin, membersihkan sengkolo (energi negatif), dan memprogram Sedulur Papat Limo Pancer di dalam tubuh agar bertindak sebagai magnet uang alami.

Ilmu Pesugihan Putih "Gedhong Mengenang"

Ilmu ini berfokus pada penguncian dan penyimpanan harta agar tidak bocor halus, serta membuka sumbatan rezeki yang macet.

Laku Tirakat : Dimulai dengan Puasa Nganyep (hanya makan makanan tanpa rasa/bumbu) atau puasa Mutih selama 7 hari berturut-turut, dimulai pada hari Rabu Pon atau sesuai weton Anda.

Meditasi Inti (Sila Gecul) :  

Pada tengah malam (pukul 24.00), duduklah bersila menghadap ke arah Barat Daya (arah kemakmuran bumi). Letakkan tangan di atas paha dengan posisi mengepal longgar, seolah sedang menggenggam sebongkah emas.

Mantra Kunci :"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Gedhongku gedhong kencana, rajaku raja brana, teko rono teko kene, kersaning Gusti kang Moho Kuwoso."

Cara Kerja Ilmu ini membersihkan aura kemiskinan pada tubuh, sehingga setiap peluang bisnis kecil yang Anda sentuh akan berubah menjadi keuntungan besar.

Aji Pengasihan "Sajodho Dunyo" (Menarik Mitra Bisnis Besar)

Dalam bisnis, kekayaan datang dari manusia lain. Ilmu ini digunakan untuk meningkatkan daya pikat Kebathinan agar dipercaya oleh bos investor, atau pelanggan besar.

Laku Tirakat : Melakukan mandi Kungkum (berendam) di sungai pertemuan dua arus (Tempuran) atau di kamar mandi rumah dengan air yang dicampur bunga setaman pada pukul 01.00 subuh.

Visualisasi Meditasi : Saat bermeditasi setelah mandi, fokuskan energi pada Chakra Ajna (antara dua alis). Bayangkan tubuh Anda memancarkan cahaya hijau terang seperti batu zamrud yang menarik perhatian setiap orang yang memandang.

Prinsip Kerjanya adalah Membuat ucapan Anda memiliki bobot mistis (Sabdo Dadi). Setiap kali Anda bernegosiasi atau berdagang, orang lain akan merasa nyaman, dipercaya dan tanpa ragu bertransaksi uang dengan Anda.

Berbeda dengan pesugihan hitam yang memberi kekayaan instan dalam semalam namun meminta bayaran nyawa, Pesugihan Putih memiliki aturan alam yang mutlak.

Prosesnya Bertahap : Uang akan datang melalui jalur yang masuk akal (kenaikan pangkat, proyek mendadak, toko tiba-tiba ramai, atau warisan), bukan jatuh dari langit ke dalam kamar.

Pajak Spiritual (Menebar Berkah) : Setiap kali Anda mendapatkan keuntungan besar dari hasil laku ini, Anda wajib memotong 10% untuk disedekahkan kepada anak yatim atau fakir miskin. Jika dilanggar, energi Gedhong (wadah uang) Anda akan retak dan hancur kembali.

Keramat Ibu Kendit : Pesugihan Jawa terbaik adalah memuliakan Ibu kandung. Meminta doa restu dan membasuh kaki Ibu sebelum memulai tirakat ini dipercaya dapat mempercepat matangnya ilmu hingga 10 kali lipat.



Kebathinan Jawa Kuno Untuk Kamulyan


Dalam tradisi Spiritual Jawa (Kejawen), laku Kebathinan tingkat lanjut untuk kekayaan tidak menggunakan jimat luar, melainkan berfokus pada olah rasa dan pancaran energi internal. Istilah kunonya disebut sebagai Ngluru Rejeki melalui Segara Kebatinan.

Tujuan utama meditasi ini adalah membangkitkan Sedulur Papat Limo Pancer Anda sendiri agar menjadi magnet rezeki alami dan membuka gerbang kejayaan materi (Kamulyan).

Sebelum meditasi, Anda harus melewati gerbang pembersihan Mesu Raga (Puasa), diawali dengan puasa Weton (hari lahir) atau puasa Mutih (hanya makan nasi putih dan air putih) selama 3 hari untuk menundukkan hawa nafsu duniawi. Adus Kungkum/sesuci : Mandi hadas besar atau membersihkan diri di tengah malam (pukul 00.00) untuk membuang Sengkolo (energi sial) yang menyumbat jalur rezeki tubuh.

Tahapan Meditasi Kebathinan Rezeki

Lakukan meditasi ini di ruangan yang gelap, tenang dan bersih pada jam sakral Jawa, yaitu antara pukul 01.00 – 03.00 subuh.

A. Amepes Budhi (Menenangkan Jiwa) Duduklah bersila (Sila Deku) menghadap ke arah Timur (simbol awal kehidupan dan terbitnya rezeki). Letakkan kedua telapak tangan terbuka di atas lutut menghadap ke atas. Pejamkan mata, atur napas secara halus dari hidung tembus ke pusar. Hilangkan semua utang, cicilan, atau beban pikiran dari kepala Anda. Rasakan diri Anda sepi, kosong, dan pasrah total (Sumeleh).

B. Visualisasi "Mancat Kamulyan" (Menarik Kelimpahan) Fokuskan seluruh perhatian batin Anda pada Puser (pusar/pusat energi tubuh bawah) lalu perlahan naikkan fokus tersebut ke Jantung. Bayangkan di dalam jantung Anda terdapat sebutir pari emas (padi emas) yang bersinar sangat terang. Pancarkan cahaya emas dari jantung tersebut keluar pori-pori tubuh, memenuhi seluruh ruangan, hingga meluas ke lingkungan sekitar Anda. Batinlah dengan keyakinan penuh bahwa kemanapun Anda melangkah setelah ini, bumi yang Anda pijak akan menumbuhkan rezeki dan orang-orang akan datang membawa keberuntungan untuk Anda.

C. Rapalan Mantra Kunci Kejawen (Kekayaan Lahir Batin) sambil menahan visualisasi cahaya emas di dada, rapalkan mantra penarik rezeki agung ini di dalam Hati secara berulang-ulang (tanpa hitungan angka, fokus pada rasa) : 

"Bismillahirramanirrahim. Sungsang buwono balik, rejekiku koyo samudro pasang. Teko dewe, moro dewe, soko kersaning Gusti Allah".  Artinya "Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Penyayang. Jagat raya berputar membalikkan keadaan, rezekiku meluap seperti air samudra yang sedang pasang. Datang sendiri, menghampiri sendiri, atas kehendak Allah"

Kunci Keberhasilan : Membuka "Sedulur Papat"

Dalam kebatinan tingkat lanjut, Anda tidak meminta kepada makhluk gaib luar (khodam/pesugihan), melainkan memerintahkan 4 saudara Spiritual Anda yang lahir bersama Anda (Sedulur Papat) untuk bekerja.

Timur (Legi) : Ditugaskan membuka jaringan pertemanan dan relasi bisnis.

Selatan (Pahing) : Ditugaskan memberi Anda aura kewibawaan agar dipercaya dalam urusan uang.

Barat (Pon) : Ditugaskan menjaga agar harta yang sudah didapat tidak cepat habis (bocor).

Utara (Wage) : Ditugaskan mencari jalan keluar atau solusi cerdas saat bisnis sedang macet.


Sufi Mistik

Seorang Sufi mistik begitu penuh cinta, dan begitu penuh sukacita - Seluruh hidupnya adalah tawa, musik, tarian. Dan diceritakan bahwa Tuhan menjadi sangat tertarik kepadanya karena ia tidak pernah meminta apa-apa, ia tidak pernah berdoa. Seluruh hidupnya adalah doa, tidak ada kebutuhan lagi untuk berdoa.

Dia tidak pernah pergi ke masjid, ia bahkan tidak pernah menyebut nama Tuhan; Seluruh keberadaannya telah menjadi argumen untuk keberadaan Tuhan. Jika ada yang menanyakan Tuhan itu ada atau tidak, ia hanya tertawa - tapi tawanya bukanlah berarti ya atau tidak.

Tuhan sendiri menjadi tertarik dengan mistikus yang aneh itu dan Dia datang kepada mistikus tersebut dan berkata, "Aku sangat senang karena seperti inilah bagaimana Aku ingin semua orang: Mereka tidak harus berdoa selama satu jam dan kemudian melakukan segala sesuatu yang bertentangan dengan hal itu selama dua puluh-tiga jam. Bukan juga berarti mereka harus menjadi sangat saleh ketika mereka memasuki masjid, dan ketika mereka pergi keluar darinya mereka meninggalkan kesalehan mereka di masjid dan mereka kembali menjadi diri mereka yang lama: marah, cemburu, penuh kecemasan, penuh kekerasan.

"Aku telah menyaksikanmu dan Aku telah mengasihimu. Ini adalah cara yang benar: engkau telah menjadi doa. Dirimu, sekarang, adalah bukti-Ku di dunia bahwa sesuatu yang lebih dari manusia itu ada - Meskipun engkau belum pernah mengucapkan nama-Ku. Itu adalah hal yang berlebihan ... tapi engkau hidup, engkau mencintai, engkau begitu penuh sukacita sehingga tidak dibutuhkan lagi bahasa kata-kata apapun; kehadiranmu menjadi bukti untuk keberadaan-Ku. Kini Aku ingin memberikan berkat kepadamu. Engkau boleh meminta apa saja. "

Sang Sufi mistik berkata, "Tapi aku tidak membutuhkan apa-apa. Aku sangat gembira, dan aku tidak bisa membayangkan menjadi sesuatu yang lebih. Maafkan aku, aku tidak bisa meminta karena aku benar-benar tidak membutuhkan apa-apa. Engkau murah hati, Engkau penuh cinta, Engkau penuh kasih; tapi aku telah sangat penuh, tidak ada ruang untuk hal lain dalam diriku. Engkau harus memaafkan aku, aku tidak bisa meminta.“

Tak satu pun dari sanyasin-Ku menjadi penyelamat. Dunia memiliki banyak penyelamat dan dunia masih juga belum selamat. Dan alasannya adalah karena mereka tidak benar-benar sadar/terjaga seperti para mistik Sufi; mereka mulai menyombongkan mukjizat mereka, mereka mulai memberi makan ego mereka melalui mukjizat mereka. Kemudian keajaiban mereka hanya menjadi sihir mereka, hanya trik yang telah dilatih dengan baik. Tidak ada yang ajaib di dalamnya.

Mukjizat terbesar di dunia adalah bahwa engkau harus menari dan lenyap dalam tarian - lalu biarkan tarian melakukan apapun yang dapat dilakukan. Engkau harus mencintai dan lenyap di dalam cinta - Lalu biarkan cinta melakukan apapun yang dapat dilakukan. Engkau tidak dapat mengklaim bahwa engkau melakukan apapun - karena dirimu telah lenyap…

Ujian Pejalan Sufi


Tuan Syaikh abdul Qodir Jaelani R.A. berkata :
Allah Azza wa Jalla akan senantiasa menguji hamba-Nya yang mukmin sesuai dengan kadar keimananya. 
Barang siapa yang besar imannya, dan terus bertambah, maka ujiannya semakin besar pula.
Seorang Rasul, ujiannya lebih besar daripada nabi, karena keimanannya lebih besar, sedangkan ujian seorang nabi lebih besar daripada ujian seorang badal, dan ujian seorang badal lebih besar daripada ujian seorang wali, begitulah masing-masing sesuai dengan kadar keimanan dan keyakinannya.

Dasar semua itu adalah sabda Rasulullah Saw : Sesungguhnya ujian para nabi lebih berat dibanding manusia umumnya, lalu selanjutnya dan selanjutnya. Allah akan senantiasa menguji mereka yang mulia, hingga mereka senantiasa sadar, dan tidak lalai dari mengingat-Nya, karena Dia mencintai mereka. 
Merekalah Ahlul Mahabbah, yang mencintai Allah Azza wa Jalla. Dan orang yang mencintai tidak akan memilih selain dari kekasihnya.
Ujian adalah cambuk bagi hati mereka, pengendali jiwa mereka, menahan mereka dari berbelot kepada hal-hal yang bukan tujuan mereka dan bukan Pencipta mereka. Apabila hal itu telah tertanam dalam diri mereka, maka sirnalah keinginan mereka, hancurlah jiwa mereka, terpisahlah kebenaran dari kebatilan, tertutuplah syahwat dan keinginan, hilanglah kecenderungan kepada kelezatan dan kenyamanan duniawi dan ukhrawi. Jiwanya tenang dengan janji Allah, Ridho dengan ketentuan Allah, merasa cukup dengan pemberian Allah, sabar menghadapi ujian Allah, hatinya merasa aman dari gangguan makhluk Allah. Karena takwa adalah kekuatan hati, maka semua anggota badan dikendalikan olehnya, karena ujian dapat memperkuat hati dan keyakinan, dan mewujudkan keimanan dan kesabaran, serta melemahkan hawa napsu. Setiap kali datang yang menyakitkan hati, akan muncul dari seorang mukmin, kesabaran, ridho dan berserah diri pada kekuasaan Allah serta mensyukurinya. Jika Allah meridhoinya, maka didatangkan baginya lindungan, tambahan kebaikan dan taufiq.
Allah Azza wa Jalla berfirman : Jika kalian bersyukur, maka Aku akan menambahnya bagimu. 
Dan apabila hawa nafsu itu bergerak untuk menuntut syahwat dan kelezatannya, maka hati akan mengabulkan permintaannya. Hal itu di luar perintah dan izin Allah SWT. Dengan demikian ia akan lalai dari Allah, syirik dan durhaka kepada Allah, maka Allah akan menenggelamkan dalam ujian, penyakit, dan dibiarkan Allah berada dibawah kekuasaan makhluk lain. Maka setiap bagian hati akan mendapatkan bagian dari ujian itu.
Apabila hati tidak memenuhi dorongan hawa nafsu, maka datanglah izin dari sisi Allah dengan ilham bagi Waliyullah, dan wahyu bagi para Rasul dan nabi. lalu tindakan diambil berdasarkan ilham dan wahyu itu, baik berupa pemberian atau bukan, maka Allah akan melimpahkan kepadanya rahmat, berkah, kesehatan dan keridhoan, cahaya dan makrifat, kedekatan dan kekayaan, keselamatan dari berbagai penyakit, dan pertolongan Allah atas musuh.
Maka ketahuilah dan jagalah hal itu. Dan hati-hatilah dengan bala' bagi yang cepat mengikuti ajakan hawa nafsu. Tapi dalam hal itu perhatikanlah izin Yang Maha Kuasa, maka engkau akan mendapatkan keselamatan dunia dan akhirat, Insyaallah.














Cinta Sang Sufi

Sang Sufi mengatakan, "Aku berada di luar keduanya, bahagia di pelukan kedamaian abadi. Melampaui kebaikan sukacita Surga. Api neraka juga tidak bisa menyentuh saya. Karena saya telah memeluk kebahagiaan dan telah mencium kutukan, dan telah dibangkitkan diatas kesenangan dan kesedihan hidup. "Karena itu, para penyembah melupakan tindakannya yang benar, hanya melihat kebaikan Allah. Ketika orang saleh itu mencari Allah terkasih di antara orang-orang yang saleh, belas kasih-Nya berseru," Kemarilah. Saya sibuk di antara orang-orang berdosa, mengampuni dosa-dosa mereka".

Allah Maha Pengasih dan Penyayang, bagaimana mungkin Dia memerintah kita hanya dengan hukum tanpa cinta dan kasih sayang? Ketika bahkan kita manusia lupa dan memaafkan kesalahan orang lain terlepas dari hukum, alasan, dan logika, ketika digerakkan oleh cinta, warisan ilahi kita? 

Tuhan adalah cinta, bukan hukum. 

Cinta dalam manifestasinya yang lebih rendah berubah menjadi hukum dengan membentuk kebiasaan, namun bukan hukum yang mengatur cinta, melainkan cinta yang mengontrol hukum.

Praktek Sufi Aktifkan Mata Ketiga

Kita terdiri dari Ruh dan tubuh tetapi ada bagian ketiga dari kita yang melengkapi keberadaan ini dan itu disebut 'Dawaar'. Dawaar adalah kata Persia. Konsep ini telah dijelaskan oleh Hadroh Syaikh Abdul Qodir Jilani.

Rumah Roh atau Ruh di dalam tubuh adalah didalam Hati manusia. Ruh berada di hati sedangkan Dawaar berada di antara dua alis kita di tengah. Ini sering dikenal sebagai 'Mata ketiga' oleh banyak tradisi spiritual.

Cara Sufi mengaktifkan Mata Ketiga

Hafalkan metode ini dari hari Kamis pertama setiap bulan baru sebagai berikut : Allahumma Shalli ‘Alaa Nuuril Anwaari Wasirril Asroori, wa Sayidil Abroori. Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada cahaya dari segala cahaya

Saat Anda memulai metode ini, tutup mata Anda dan bernapaslah dengan normal. Berfokuslah pada napas Anda selama beberapa menit, tetapi jangan mencoba membuatnya lebih cepat atau lebih ringan. Setelah dua hingga tiga menit, pernapasan Anda akan mulai ringan secara otomatis. 

Pada saat yang sama, fokuskan semua perhatian Anda pada dahi di antara kedua mata. Bayangkan ada lingkaran cahaya yang sangat terang. Dibaca 101 kali. 

Setelah beberapa hari Anda akan mulai menerima sinyal tentang masalah kehidupan dalam mimpi atau intuisi Anda. Berikan perhatian khusus pada impian Anda. Mimpi-mimpi ini akan memiliki pesan untuk Anda. Pada awalnya mimpi mungkin tidak memiliki arti, tetapi seiring berjalannya waktu, mimpi akan menjadi lebih bermakna.

Lanjutkan latihan ini, Anda akan sampai pada titik di mana dengan memusatkan perhatian dengan mata tertutup, Anda akan menemukan realitas dari masalah apa pun. 

Dengan membangkitkan mata ketiga Anda akan dapat memiliki solusi dari setiap masalah dalam hidup.


Perjalanan Sang Sufi


Seorang Sufi adalah orang yang menjaga pengetahuan, kebijaksanaan, dan kekuatan, dengan menjadikan diri sebagai seorang yang Sederhana. 

Seorang Sufi tidak memperdebatkan subyek spiritual dengan semua orang, mengapa? karena alasan, evolusi spiritual masing-masing berbeda dengan yang lain, pengetahuan satu tidak bisa menjadi pengetahuan yang lain, juga tidak ada pemahaman tentang satu pemahaman lain.

Seorang Sufi tidak membahas kepercayaan, karena Sufi tahu bahwa pada setiap langkah dalam evolusi spiritual, keyakinan seseorang berubah hingga seseorang mencapai keyakinan akhir yang tidak bisa dijelaskan oleh kata-kata.

Sufi belajar tidak hanya dengan mempelajari buku-buku tetapi juga dengan mempelajari kehidupan. Seluruh kehidupan seperti buku terbuka untuk seorang Sufi dan setiap pengalaman adalah langkah maju dalam perjalanan spiritual seseorang.

Metode sufi terdiri dari Bahwa Sufi bersatu dengan makhluk terdalam seseorang, Hati seseorang adalah tempat suci Allah seseorang dan tubuh seseorang adalah kuil Allah.

Sufi menganggap setiap orang tidak hanya sebagai saudara laki-laki dan perempuan tetapi sebagai diri sendiri. Pada saat yang sama, Sufi tidak pernah mengklaim spiritualitas atau kebaikan, Sufi juga tidak menilai siapa pun, kecuali diri sendiri dalam perbuatannya sendiri. 

Sikap Sufi yang konstan terhadap orang lain adalah Cinta dan Pengampunan. 

Sikap sufi terhadap Tuhan adalah bahwa wujud terdalam seseorang adalah objek penyembahan seseorang dan yang dicintai serta dikagumi oleh seseorang. 

Minat Sufi terhadap kehidupan adalah seni dan keindahan. 

Tugas Sufi adalah melayani umat manusia dalam bentuk apa pun yang mungkin.

Perjalanan Sang Sufi Lanjutan

Ada banyak orang berkhotbah tentang mengulang nama Tuhan dan meditasi, berpura-pura menjadi ahli yang sangat maju. Mereka mengklaim sebagai Master, sehingga mereka dapat mengumpulkan banyak penonton dan memamerkan keterampilan mereka. Tetapi pertunjukan bakat seperti itu bukanlah tanda pencapaian spiritual. Pencapaian spiritual menghindari publisitas.

Latihan spiritual harus dilakukan dalam KEHENINGAN, jauh dari pandangan umum. Nama dan wujud Tuhan dipuja oleh Mira sebagai "permata berharga". Permata berharga tidak dibawa sebagai barang dagangan ke pasar. Hanya sayuran yang dipamerkan untuk dilihat semua orang.

Tuhan adalah kehadiran, bukan seseorang. Oleh karena itu, menyembah hanyalah kebodohan belaka. Prayerfulness (ritual) itu dibutuhkan, tapi bukan doa/meminta. 

Tidak ada seorang pun yg dapat berdoa, tidak mungkin ada dialog antara Anda dan Tuhan. Dialog hanya mungkin antara dua orang, dan Tuhan bukanlah orang, tetapi Tuhan itu “kehadiran/keberadaan” – seperti kecantikan dan sukacita.

Pengalaman pertama terjadi dalam diri Anda. Setelah Anda telah melihat terang dalam diri, Anda akan dapat melihatnya di mana-mana. Allah harus dibebaskan dari semua konsep kepribadian. Kepribadian adalah penjara. Allah harus dibebaskan dari segala bentuk tertentu; hanya kemudian dia bisa memiliki semua bentuk. Dia harus dibebaskan dari nama tertentu sehingga semua nama menjadinya.

Jika engkau memasuki misteri terdalam dari kehidupan, engkau bukanlah hanya seorang penyaksi, karena si penyaksi selalu ada di luar – engkau menjadi satu dengan kehidupan ini. Engkau tidaklah berenang di sungai kehidupan ini, bukan engkau yang mengapung di sungai kehidupan ini, bukanlah engkau yang berjuang di sungai kehidupan ini. Tidak, tapi engkaulah sungai itu. Seketika engkau menyadari bahwa riak-riak itu adalah bagian dari sungai. Berlaku juga kebalikannya, Sungai itu adalah bagian dari riak-riak itu. Bukan saja kita adalah bagian dari Tuhan, tetapi Tuhan juga adalah bagian dari kita.

Ketika Al Halaj mengatakan “Aku adalah Tuhan” ia tidak mengatakan bahwa “Aku adalah Tuhan dan engkau tidak”’ Ia tidak mengatakan “Aku adalah Tuhan dan pohon-pohon ini tidak” 

Ia tidak mengatakan “Aku adalah Tuhan dan kerikil-kerikil ini, bebatuan ini adalah tidak.” Mengatakan bahwa “Aku adalah Tuhan” ia menyatakan bahwa semuanya ini adalah Ilahi, suci. Segala sesuatu ini Ilahi.

Sufi tidak memikirkan tentang bagaimana alam semesta ini, tapi menjadi alam semesta. 

Sufi bukan tentang memikirkan, juga bukan tentang melakukan sesuatu terhadap alam semesta ini. Sufi bukanlah tentang berfikir maupun tentang bertindak. 

Sufi adalah yang ada, menjadi ada. (menyadari ke-ada-an, menjadi sadar bahwa kita ada, – being). Dan saat ini, tanpa usaha apapun, engkau dapat menjadi sufi. Jika engkau berhenti berfikir, dan engkau membuang ide tentang melakukan sesuatu, jika engkau membuang ide sebagai si pemikir (sesuatu yang berpikir) dan ide tentang si pelaku (sesuatu yang bertindak), jika engkau cukup menjadi ada, seketika itu engkau adalah sufi. 

Dan ini lah yang aku upayakan sembari aku berbicara tentang sufi: bukan untuk mendoktrinmu, bukan utuk membuatmu lebih berpengetahuan tentang sufi, tetapi membuat sufi yang ada di dalam dirimu keluar.

Pandangan Sufi Tentang Kekayaan

Hazrat Bahauddin Zakariya Multani – pendiri tarekat Sufi Suhrawardi di India – adalah seorang mistikus Muslim yang termasyhur. Sezaman dengan para wali sufi besar seperti Baba Farid, Bahauddin Zakariya sangat dihormati baik oleh para sultan (raja) maupun darwis (orang suci) seusianya. Lahir pada tahun 1182 di Multan – yang saat itu merupakan bagian dari barat laut India – Zakariya adalah darwis paling terkemuka pada masanya. Tarekat spiritual Suhrawardi miliknya menjadi yang paling menonjol setelah tarekat Sufi Chishti di India.

Bahauddin Zakariya mengembangkan gagasan tentang kekayaan yang berbeda dengan persepsi umum para sufi. Ia percaya bahwa para sufi tidak boleh menghindari perolehan sumber daya materi. Sebaliknya, mereka juga harus diperlengkapi dengan baik untuk melayani masyarakat dalam hal keuangan. Namun Sufi Hamiduddin Nagauri, murid Hazrat Khwaja Garib Nawaz – ahli tradisi Chishti – tidak dapat menerima gagasan ini. Ia mengirimkan surat yang menyatakan ketidaksetujuannya terhadap pandangan Zakariya Multani. Ia menulis: "Seperti halnya harta dan ular saling terkait dalam bentuk, maka keduanya juga terkait dalam kenyataan. Oleh karena itu, kekayaan adalah seekor ular dan siapa pun yang menyimpan kekayaan sebenarnya membesarkan seekor ular."

Dalam jawabannya kepada Hamiduddin Nagauri, Zakariya Multani menulis: "Meskipun kekayaan adalah seekor ular, mereka yang telah mempelajari mantra untuk mengatasi bisanya, tidak perlu merasa takut pada ular tersebut."

Zakariya mengajari murid-muridnya bahwa para praktisi Sufi harus mencari nafkah sendiri, namun dengan keyakinan bahwa untung dan rugi uang tidak ada bedanya dengan pandangan dunia spiritual mereka. “Baik keberadaan maupun tidak adanya kekayaan memiliki arti yang sama bagi para sufi. Mereka tidak merasa senang memiliki kekayaan dan tidak menyesal atas kehilangannya.”