Dialog tentang Zikir

Siapakah sebenarnya yang berzikir?

Murid : Guru… jika zikir diperintahkan kepada kita…lalu dalam Hakikat… siapa sebenarnya yang berzikir?

Guru : Secara syariat…kamu yang berzikir… dengan lisan dan hatimu…itu adalah bentuk ibadahmu… sebagai hamba…

Murid : Lalu… dalam Hakikat?

Guru : Dalam Hakikat…kamu tidak akan mampu berzikir…tanpa izin dan pertolongan dari-Nya…bahkan keinginanmu untuk mengingat-Nya…adalah pemberian dari-Nya…

Murid : Jadi…?

Guru : Maka secara lahir… kamu berzikir…

namun secara batin… Allah yang menghidupkan zikir itu dalam hatimu…

Murid : Apakah itu berarti… Allah yang berzikir?

Guru : Yang sebenarnya DIA yang memuji diri-NYA sendiri 

Murid : Lalu apa yang harus saya rasakan, Guru?

Guru : Rasakan bahwa setiap zikir yang terucap…bukan karena kekuatanmu…tapi karena Dia… yang membimbing mu…di situlah Hati menjadi lembut…tidak sombong…dan penuh Rasa Syukur…