Mengingat Diri

Betapapun buruknya orang lain, seseorang tidak boleh membenci mereka. Semua yang diberikan seseorang kepada orang lain, akan diberikan pula kepada dirinya sendiri. Jika kebenaran ini dipahami siapa yang tidak akan memberi kepada orang lain? Ketika diri seseorang muncul, semua muncul; ketika diri sendiri menjadi tenang semua menjadi tenang. Sejauh kita berperilaku dengan kerendahan hati, sejauh itulah kebaikan akan dihasilkan. Jika pikiran menjadi tenang, seseorang dapat tinggal dimana saja.

Apa yang ada sebenarnya hanyalah Diri Sendiri. Dunia, jiwa individu, dan Tuhan adalah penampakan di dalamnya seperti perak di dalam mutiara. Ketiganya muncul secara bersamaan, dan menghilang pada saat yang bersamaan. Diri adalah tempat di mana sama sekali tidak ada pikiran “aku”. Itu disebut “Diam”. Diri itu sendiri adalah dunia; Diri itu sendiri adalah “aku”; Diri itu sendiri adalah Tuhan; semuanya adalah Sang Diri. Barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Diri yaitu Tuhan adalah penyembah yang paling mulia. Menyerahkan diri kepada Tuhan berarti senantiasa mengingat Diri. 

Apapun beban yang ditimpakan kepada Tuhan, Dia menanggung semuanya.    Karena kemahakuasaan Tuhan membuat segala sesuatu bergerak, mengapa kita, tanpa tunduk padanya, terus-menerus mengkhawatirkan diri kita sendiri dengan pemikiran tentang apa yang harus dilakukan dan bagaimana, dan apa yang tidak boleh dilakukan dan bagaimana tidak? 

Kita tahu bahwa kereta membawa semua muatan, jadi setelah menaikinya mengapa kita harus membawa barang bawaan kecil di kepala kita hingga merasa tidak nyaman, daripada meletakkannya di dalam kereta dan merasa nyaman?

Doa yang benar adalah mengucapkan, “Terima kasih, aku baik-baik saja di kakimu. Apapun yang kamu inginkan, atau apapun yang kamu inginkan untukku adalah hal yang benar untukku.”


Dia tahu Apa yang Terbaik


Aku minta Tuhan untuk mengambil deritaku. Tuhan berkata, Tidak Itu bukan untuk Kuambil, tapi untuk kau serahkan. 

Aku minta Tuhan untuk menyempurnakan anakku yang cacat. Tuhan berkata, Tidak - Jiwanya sempurna, tubuhnya hanya sementara. 

Aku minta Tuhan untuk memberikan kesabaran. Tuhan berkata, Tidak Kesabaran adalah hasil dari kesengsaraan; itu tidak diberikan tetapi dihasilkan.

Aku meminta Tuhan untuk memberiku kebahagiaan. Tuhan berkata, Tidak Aku memberimu berkah-Ku, kebahagiaan terserah padamu. 

Aku meminta Tuhan jangan memberiku derita. Tuhan berkata, Tidak Penderitaan menarikmu dari perhatian duniawi dan membawamu lebih dekat pada-Ku

Aku meminta Tuhan untuk membuat semangatku berkembang. Tuhan berkata, Tidak Kamu harus mengembangkannya sendiri, tapi Aku akan mematangkanmu untuk membuatmu berbuah. 

Aku meminta Tuhan memberi semua hal hingga mungkin aku dapat menikmati kehidupan.Tuhan berkata, Tidak Aku akan memberimu kehidupan supaya kau dapat menikmati semua hal. 

Aku meminta Tuhan untuk membantuku MENCINTAI yang lain seperti IA mencintai AKU. Tuhan berkata….. akhirnya! Kamu memahaminya.

Menyerah kepada-Nya dan mematuhi kehendak-Nya. Apakah dia muncul atau menghilang. Menunggu kesenangan-Nya. Jika engkau meminta Dia untuk melakukan sesukamu, Itu bukan penyerahan tetapi perintah kepada-Nya. Anda belum bisa membuat Dia mematuhi Anda.

Dia tahu apa yang terbaik dan kapan dan kapan Bagaimana cara melakukannya. Serahkan segalanya kepada-Nya. Ini adalah beban-Nya, Anda tidak lagi peduli. Semua kepedulian Anda adalah milik-Nya. Itulah menyerah. Ini bhakti. Hanya ada satu cara untuk belajar. Dengan tindakan, bukan melalui buku-buku tebal yang ditulis orang lain itu.

Jalan Cinta Ilahiah


Sahabat !

Jika Anda melihat apa yang dilihat orang Kristen di dalam Yesus, Anda juga akan menjadi orang Kristen! Dan jika Anda melihat apa yang dilihat orang Yahudi di Musa, kamu juga akan menjadi seorang Yahudi! Terlebih lagi, jika Anda melihat apa yang dilihat penyembah berhala dalam penyembahan berhala, Anda juga akan menjadi penyembah berhala!

Tujuh puluh tiga golongan (madzhab) adalah semua tahapan di jalan menuju Tuhan. 

Ayn al-Qozat memiliki bagian yang luar biasa dalam Tamhidatnya yang menyatakan : Apakah Anda tahu apa yang saya katakan? Saya mengatakan bahwa pencari spiritual harus mencari Tuhan tidak di Firdaus, tidak di dunia, dan tidak di akhirat. 

Ia harus berhenti mencari Tuhan dalam segala hal yang telah dilihatnya dan segala yang ia ketahui : Jalan sang pencari berada di dalam dirinya sendiri. Dia harus menemukan Jalan dalam dirinya, seperti yang dikatakan Al Qur'an: "[Kami akan menunjukkan kepada mereka tanda-tanda kami ...] dan di dalam diri mereka sendiri, apakah mereka tidak merenungkan [tentang ini]?" ....Tidak ada jalan menuju Tuhan lebih baik dari Jalan Hati. Ini adalah arti dari “Hati adalah rumah Allah.” 

Saya melihat ke dalam Hati saya sendiri. Di sana aku melihatnya : Dia tidak ada di tempat lain.

Jauh Melampaui Tindakan

Jauh melampaui tindakan yang salah dan tindakan yang benar terdapat sebuah tempat. Aku akan menemuimu disana. Tatkala jiwa berbaring diatas rerumputan, maka dunia terlalu penuh untuk dibicarakan.

Sepasang kekasih tidak pada akhirnya bertemu di suatu tempat. Mereka sebenarnya telah ada dalam diri satu sama lain selama ini. Jangan berduka, Apapun yang hilang darimu akan kembali lagi dalam wujud lain.

Bukan Kehilangan tapi Pelepasan

Tidak semua yang pergi itu hilang. Sebagian justru selesai. Namun sering kali, saat sesuatu selesai, manusia tidak langsung merasa lega. Yang muncul justru rasa kosong — seolah ada bagian diri yang ikut hilang. Padahal, yang hilang bukan diri kita, melainkan cara lama kita hidup.

Pola lama tidak runtuh dengan ledakan

Pola lama jarang berakhir dengan drama besar. Ia tidak selalu ditandai tangisan atau keputusan besar. Lebih sering, ia memudar perlahan, seperti kabut yang pergi tanpa suara. 

Tandanya halus yaitu hal yang dulu memicu emosi, kini terasa biasa saja. Dorongan untuk membenarkan diri mulai hilang. Pertengkaran lama tidak lagi ingin dimenangkan. Ini bukan tentang mati rasa, tapi tanda bahwa energi lama sudah tidak mendapat makanan lagi.

Tanda Pertama : Anda tidak lagi bereaksi seperti dulu. Anda tidak lagi mudah terpancing untuk membuktikan sesuatu. Tidak lagi tergesa menjelaskan siapa dirimu. Dan tidak lagi butuh pengakuan dari orang yang tidak benar-benar melihatmu. Reaksi yang dulu otomatis, kini menjadi kesadaran : “Aku tidak perlu menanggapi ini lagi.” Disinilah kedewasaan tumbuh — diam-diam, tanpa sorak-sorai.

Tanda Kedua : Kesendirian tidak lagi menakutkan. Dulu, kesepian terasa seperti ancaman. Kini, kesepian justru menjadi ruang bernapas. Bukan karena Anda antisosial, tapi karena Anda mulai bisa hadir untuk diri sendiri. Tidak lagi sibuk mengisi waktu dengan hal yang membuat lupa siapa Anda. Anda mulai betah hanya menjadi — tanpa harus tampil menjelaskan atau membuktikan. Kesendirian yang dulu terasa kosong, kini justru terasa cukup.

Tanda Ketiga : Kehilangan banyak alasan, tapi lebih jujur. Anda mungkin tidak lagi tahu apa yang ingin dikejar. Hal-hal yang dulu jadi motivasi, kini terasa tidak penting. Dan itu membuat sempat bingung — seolah kehilangan arah. Sebenarnya, Anda sedang berhenti hidup dari banyak alasan palsu. Anda sudah tidak lagi menipu diri dengan tujuan yang tidak Anda yakini. Anda sedang belajar berjalan tanpa beban narasi lama. Ini bukan kehilangan makna. Ini ruang baru yang sedang terbentuk.

Mengapa pelepasan terasa aneh dan sunyi

Ego mencintai kesinambungan. Ia ingin semua cerita punya penutup rapi dan penjelasan masuk akal. Sedangkan pelepasan jarang memberi itu. Ia datang diam-diam, memutus sesuatu yang sudah lama usang, dan meninggalkan ruang kosong yang tidak langsung bisa diisi. Tapi justru di ruang kosong itu, Anda mulai benar-benar hidup tanpa topeng.

Meditasi di fase Ini terasa berbeda, karena banyak orang yang sudah lama bermeditasi mengalami hal ini, duduk terasa lebih hening, tapi tidak selalu damai. Pikiran sepi, tapi hati terasa kosong. Tidak ada pengalaman “Spritual”, tapi juga tidak ada gejolak. Itu bukan kemunduran. Ini pertanda bahwa meditasi tidak lagi menjadi upaya memperbaiki diri, melainkan menjadi cara menemani proses menjadi jujur. 

Menutup dengan Kesadaran.

Fase ini tidak selalu nyaman. Terkadang Anda merasa ringan, terkadang hampa. Terkadang yakin, terkadang ragu. Namun perlahan Anda akan sadar: Tidak ada yang benar-benar hilang, hanya memang sudah selesai. Hidup terasa lebih sederhana.

Tidak banyak ambisi, tidak banyak pembuktian. Dan di tengah kesederhanaan itu, ada kedalaman yang baru tumbuh — tanpa perlu nama, tanpa perlu makna besar. Karena pada akhirnya, kedewasaan bathin bukan soal menemukan arah, melainkan kesediaan untuk tidak kembali ke pola lama. 

Cinta Tak Tergoyahkan

Cinta kita mungkin tak seindah jalinan cinta mereka. Dipenuhi keindahan dalam kesatuan hati. Namun itulah uniknya. Cinta tak harus berjalan mulus. Kadang melalui kerikil tajam. Melukai kaki. Berdarah bahkan sempat tak bisa melangkah karena perihnya luka.

Cinta tidak harus berjalan dijalan rata saja. Diterjalnya jalan apapun akan bisa di lalui. Iman dan keyakinan kuat cinta teruji. Hingga waktu berjalan panjang. Kau dan aku semakin bijak di kisah ini.  Bukti bahwa cinta kita kuat tak kan tergoyahkan.

Aku Selalu Mencintai mu


Aku mencintaimu ketika engkau hadir bersamaku dan aku tetap mencintaimu walaupun ketika engkau pergi meninggalkan aku.

Aku tetap mencintaimu walaupun engkau telah menyakiti hatiku. Sakit nya yang engkau berikan padaku ini, tetap akan aku tanggung dalam keadaan aku mencintaimu.

Aku mencintaimu walaupun engkau mencintai yang lain, karena hati aku ada tujuan dan tujuan aku ialah senantiasa melihat kebahagiaan dalam kehidupanmu walaupun engkau bersama yang lain dan mencintainya sekiranya itu membuat engkau bahagia.

Jika engkau memang takdirku. Biarlah semesta yang membawa mu kembali padaku. 





Mencintai dalam hening

Aku punya rasa padanya tapi dunia tak mengizinkan. Aku sungguh tak mengerti itu sekedar rasa kagum atau rasa mencintai. Yang aku tahu aku bahagia saat bersamamu. Apakah rasaku ini sebuah dosa

Dia memang bukan milikku. Namun rasa ini selalu pulang padanya. Ada yang lebih sakit dari kehilangan. Yaitu mencintai dalam diam. Karena rasa ini tak boleh terang-benderang. Aku tahu rasa ini memang salah. Tapi semua begitu indah saat bersamamu. Kita adalah rahasia yg tak pernah bisa di ceritakan

Tapi juga sulit tuk di lupakan. Jika saja aku bisa memutar waktu. Aku ingin mencintaimu. Di kehidupan yang diizinkan.

Bukanku tak ingin melepaskan rasa ini. Tapi bagaimana mungkin melepaskan separuh jiwaku sendiri. Kita bukan tak tahu jalan pulang. Namun kita hanya memilih tersesat di rasa yang salah

Aku mencintaimu di tempat yang paling sepi. Dimana tak seorangpun boleh tahu. Cintaku kan selalu abadi. Meskipun dalam hening dan tanpa syarat. 


Kosong Tapi Isi



Setengah air di gelas. bisa di katakan airnya kosong setengah atau sebaliknya justru terisi air setengah, tergantung sudut pandang pemaknaannya. Begitu juga hidup ini. Apa itu nasib buruk. apa itu nasib baik? Apakah hitam adalah penderitaan, Apakah putih adalah kesucian? Apakah siang kita sebut terang karena matahari bersinar atau siang Sesungguhnya penderitaan karena ia lahir dari rahim malam?...

Pantai seberang mungkin adalah Pantai ini. Apakah Nibbana bisa di capai dengan keinginan untuk Nibbana? ah, Nibbana pun aku tidak tertarik untuk mencapainya...Hidup itu bagaikan sebuah impian sehingga bunga yang paling indahpun hanya di dalam mimpi. Yang tidaklah layak untuk digenggam  erat, namun menolaknya. Bukankah berada dikutub ekstrem yg sama?

Kosong adalah Isi Dan Isi Adalah Kosong 

Kehidupan Ini Hanyalah llusi Dan Ilusi ini Hanya bisa Disadari Melalui Kehidupan Ini


Terikat Pada Kekosongan

 

Apakah cinta itu kesenangan, apakah itu kegembiraan cinta? 

Tidak, 

Cinta selalu merindukan; 

Cinta adalah tekun tak kenal lelah; 

Cinta berharap dengan sabar; 

Cinta adalah penyerahan diri; 

Cinta adalah tentang terus-menerus kesenangan dan ketidaksenangan dari yang dicintai, 

karena cinta adalah pengunduran diri dari kehendak pemilik hati; 

Itu adalah cinta yang mengajarkan satu : 

Engkau, bukan aku. . . . . .


Gali hatiku, Kekasih, 

Dan Engkau akan menemukan di kedalamannya 

Musim semi cinta-Mu.


Praktisi harus beralih dari keterikatan ke keberadaan, ke keterikatan pada kekosongan. Mengapa?

Jika seseorang berpikir bahwa kekosongan adalah kebijaksanaan atau pembebasan sejati, di bawah khayalan ini, maka seseorang tidak dapat mencapai yang tertinggi.



Tanpa Engkau Tahu




MENCINTAI Adalah ketika kamu menitikkan air mata dan masih peduli terhadapnya. 
MENCINTAI Adalah ketika dia tidak mempedulikan mu dan kamu masih menunggunya. 
MENCINTAI Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu masih bisa tersenyum sambil berkata "Aku turut berbahagia untukmu"
MENCINTAI....Bukanlah bagaimana kamu melupakan, melainkan bagaimana kamu memaafkan. MENCINTAI....Bukanlah bagaimana kamu mendengarkan, melainkan bagaimana kamu mengerti.
MENCINTAI...Bukanlah apa yang kamu lihat, melainkan apa yang kamu rasakan.
MENCINTAI...Bukanlah bagaimana kamu melepaskan, melainkan bagaimana kamu bertahan.

Lebih berbahaya mencucurkan air mata dalam hati dibandingkan menangis tersedu-sedu. Air mata yang keluar itu dapat dihapus. Sementara air mata yang tersembunyi menggoreskan luka yang tidak akan pernah hilang..

Akan tiba saatnya dimana kamu harus berhenti mencintai seseorang bukan karena orang itu berhenti mencintai kita, melainkan karena kita menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia, apabila kita melepaskannya.

Suatu hari engkau bertanya kepadaku, manakah yang lebih penting bagimu, hidupku atau hidupmu? Aku berkata, hidupku.

Lalu engkau pergi, tanpa engkau tahu engkau adalah hidupku.

#Hanya Waktu Yang Akan Menjawab Semua#



Anakmu Bukanlah Milikmu


Anak adalah kehidupan, Mereka sekedar lahir melaluimu tetapi bukan berasal Darimu.Walaupun bersamamu tetapi bukan milikmu,

Curahkan kasih sayang tetapi bukan memaksakan Pikiranmu, karena mereka dikaruniai pikirannya sendiri. Berikan rumah untuk raganya, tetapi tidak jiwanya, Karena jiwanya milik masa mendatang. Yang tak bisa kau datangi Bahkan dalam mimpi sekalipun. Bisa saja mereka mirip dirimu, tetapi jangan pernah, Menuntut mereka menjadi sepertimu. Sebab kehidupan itu menuju kedepan, dan Tidak tenggelam di masa lampau.

* Cinta itu sederhana, Bahagianya melihat mereka tumbuh dewasa

Biarkan Tuhan Mengatur Semua

Mengapa gelisah? Biarkan Aku mengurus semua urusanmu. Akulah yang akan memikirkan mereka. Aku tidak menunggu apa pun selain penyerahanmu kepada-Ku, dan kemudian kamu tidak perlu khawatir lagi tentang apapun. Ucapkan selamat tinggal pada semua ketakutan dan keputusasaan.

Kamu menunjukkan bahwa kamu tidak percaya kepada-Ku. Sebaliknya, engkau harus bergantung secara membabi buta kepada-Ku.

Menyerah berarti : Memalingkan pikiran Anda dari masalah, mengalihkannya dari kesulitan yang Anda temui dan dari semua masalah Anda. Tinggalkan semuanya di tangan-Ku sambil berkata, "Tuhan, jadilah kehendak-Mu. Pikirkanlah itu." Artinya, "Tuhan, saya berterima kasih, karena Anda telah mengambil segalanya ke tangan Anda, dan Anda akan menyelesaikan ini untuk kebaikan tertinggi saya." Ingatlah bahwa memikirkan konsekuensi dari suatu hal bertentangan dengan penyerahan diri. Artinya, ketika kamu khawatir bahwa suatu situasi tidak memiliki hasil yang diinginkan, kamu menunjukkan bahwa kamu tidak percaya pada kasih-Ku kepadamu—kamu membuktikan bahwa kamu tidak menganggap hidupmu berada di bawah kendali-Ku dan tidak ada yang luput dari-Ku .

Jangan pernah berpikir: Bagaimana ini akan berakhir?... Apa yang akan terjadi? Jika kamu menyerah pada pencobaan ini, kamu menunjukkan bahwa kamu tidak percaya kepada-Ku. Apakah Anda ingin Saya menanganinya - ya atau tidak? Maka Anda harus berhenti cemas tentang hal itu! 

Aku akan membimbingmu hanya jika kamu benar-benar berserah diri kepada-Ku. Dan ketika Aku harus menuntunmu ke jalan yang berbeda dari yang kau harapkan, Aku menggendongmu dalam pelukanku.

Saat semuanya Berlalu



Adalah ketika kamu menitikkan air mata dan masih perduli terhadapnya.

Adalah ketika dia tidak memperdulikanmu dan kamu masih menunggunya.

Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu masih bisa tersenyum sambil berkata "Aku turut berbahagia untukmu"

MENCINTAI Adalah 

Bukanlah bagaimana kamu melupakan...melainkan bagaimana kamu memaafkan...

Bukanlah bagaimana kamu mendengarkan...melainkan bagaimana kamu mengerti...

Bukanlah apa yang kamu lihat...melainkan apa yang kamu rasakan...Bukanlah bagaimana kamu melepaskan...melainkan bagaimana kamu bertahan...

Lebih berbahaya bercucuran air mata dalam hati dibandingkan menangis tersedu - sedu. Air mata yang keluar dapat  dihapus...  sementara air mata yang tersembunyi di hati menggoreskan luka sakit yang tidak akan pernah hilang

Akan tiba saatnya dimana kamu harus berhenti mencintai seseorang bukan karena orang itu berhenti mencintai kita melainkan...... karena kita menyadari bahwa seseorang itu akan lebih berbahagia, apabila kita melepaskannya.

Suatu hari engkau bertanya kepadaku, manakah yang lebih penting bagimu Hidupku atau Hidupmu? Aku berkata, Hidupku lalu engkau pergi tanpa engkau tahu engkau adalah Hidupku. 


Jalan Hidup

Kutipan ini hanya mengingatkan bahwa ketika sesuatu dalam hidup kita retak atau hancur, sering kali justru di situlah muncul kesempatan untuk melihat diri dengan lebih jujur dan lebih lengkap.

Dalam kondisi “utuh”, kita biasanya hanya melihat satu sisi diri—sisi yang ingin kita tunjukkan.

Namun ketika hidup pecah: gagal, kecewa, terluka, dikhianati, atau kehilangan arah serpihan-serpihan pengalaman itu memantulkan banyak wajah kita :

wajah rapuh kita, wajah kuat kita, wajah yang sedang bangkit, dan wajah yang selama ini kita sembunyikan. Sebenarnya Kepecahan itu membuka ruang untuk lebih mengenal siapa diri kita. Kadang, yang tampak dari serpihan itu justru bagian diri yang paling penting untuk tumbuh. Karena tidak selalu hal yang pecah berarti akhir. Sering kali, itu adalah awal dari pengenalan diri yang lebih utuh.



Oh Kekasih



Hanyalah dikau saja
Kekasih tercinta 
Di luar jendela 
Engkau berada.

Membiarkan aku 
Dalam kaku 
Menanti wajahmu itų 
Yang tidak menentu.

Sampai bila kita 
Akan bertemu mata 
Tak tahan rasa 
Menahan derita

Sekali ku berpisah
Semalaman diketik resah 
Ingin tau diri dalam payah
Bagaikan menyelesaikan benang rusuk basah.

oooooooh, kekasihku
Datanglah padaku selalu
Sepertiku datangimu
Tanpa waktu.

Cinta Untuk Cinta


Cinta tidak memberi apapun kecuali dirinya sendiri dan tidak mengambil apapun kecuali dirinya sendiri. Cinta tidak memiliki dan tidak akan kehilangan, karena Cinta sudah cukup bagi Cinta. 
Ketika Anda mencintai, Anda seharusnya tidak mengatakan, “Tuhan ada di hati saya,” tetapi, “saya di dalam hati Tuhan. " Dan jangan berpikir Anda bisa mengarahkan Jalannya Cinta, Cinta itu sudah sepantasnya menemukan Anda, mengarahkan Jalan Anda. 
Cinta tidak memiliki keinginan lain selain untuk memenuhi diri. Tetapi jika Anda mencintai dan harus memiliki keinginan, biarkan ini menjadi keinginan Anda untuk mencair dan menjadi seperti anak sungai. Hidup hanya sekejap mencintaimu selamanya. 
Pernikahan adalah janji persahabatan, memiliki seseorang untuk berbagi semua pengalaman hidup. 

Pernikahan tidak menjanjikan bahwa tidak akan ada masa sulit, hanya kepastian bahwa akan selalu ada seseorang yang peduli dan akan membantu Anda melewati masa-masa yang lebih baik. 

Pernikahan tidak menjanjikan romantisme abadi, hanya cinta dan komitmen abadi. 
Pernikahan tidak dapat mencegah kekecewaan, atau kesedihan, tetapi dapat menawarkan harapan, penerimaan, dan penghiburan. 
Pernikahan tidak dapat melindungi Anda dari membuat pilihan individu atau melindungi Anda dari dunia, tetapi itu akan membantu meyakinkan Anda bahwa ada seseorang di sisi Anda yang benar-benar peduli, ketika dunia menyakiti Anda dan membuat Anda merasa rentan. 

Pernikahan menawarkan janji bahwa akan ada seseorang yang menunggu untuk mendengarkan, menghibur, menginspirasi. 

Pernikahan adalah bergabungnya dua orang yang berbagi janji hati sinar matahari dan bayang-bayangnya untuk mengatakan aku mencintaimu melebihi sisa hidupku.

Cinta dan Pernikahan



Saat cinta memanggilmu, ikuti dia, Meski jalannya sulit dan terjal. Dan ketika sayapnya mengepak Anda menyerah padanya, Meskipun pedang yang tersembunyi di antara sayapnya bisa melukaimu. 

Dan ketika dia berbicara kepada Anda, percayalah padanya, Meskipun suaranya dapat menghancurkan impian Anda saat angin utara menghancurkan taman. Karena sama seperti cinta memahkotaimu, dia akan menyalibkanmu. Sama seperti dia untuk pertumbuhanmu, dia juga untuk pemangkasanmu. Bahkan saat dia naik ke ketinggian Anda dan membelai cabang Anda yang paling lembut yang bergetar di bawah sinar matahari, Jadi dia akan turun ke akar Anda dan mengguncang mereka dalam  kemelekatan mereka ke bumi. Seperti berkas jagung dia mengumpulkanmu untuk dirinya sendiri. Dia mengirik Anda untuk membuat Anda telanjang. Dia menyaring Anda untuk membebaskan Anda dari sekam Anda. Dia menggiling Anda menjadi putih.Dia meremas Anda sampai Anda lentur; Dan kemudian dia menugaskan Anda ke api sucinya, agar Anda bisa menjadi roti suci untuk pesta suci Tuhan.

Semua hal ini akan dilakukan atas cinta kepadamu sehingga kamu dapat mengetahui rahasia hatimu, dan dalam pengetahuan itu menjadi bagian dari hati Kehidupan. Tetapi jika di dalam hati Anda hanya mencari kedamaian cinta dan kesenangan cinta, Maka lebih baik bagimu jika kamu menutupi auratmu dan keluar dari lantai pengirikan cinta, Ke dunia tanpa musim di mana Anda akan tertawa, tetapi tidak semua tawa Anda, dan menangis, tetapi tidak semua air mata Anda.

Cinta tidak memberikan apa-apa selain dirinya sendiri dan tidak mengambil apa pun kecuali dari dirinya sendiri. Cinta tidak memiliki dan tidak akan dimiliki, Karena cinta sudah cukup bagi cinta. Ketika Anda mencintai Anda tidak harus mengatakan, "Tuhan ada di hati saya," melainkan, "Saya ada di hati Tuhan."  Dan janganlah berpikir Anda dapat  mengarahkan jalan cinta, karena cinta, jika cinta itu menganggap Anda layak, mengarahkan jalan Anda.

Cinta tidak memiliki keinginan lain selain memenuhi dirinya sendiri. Tetapi jika Anda mencintai dan harus membutuhkan memiliki keinginan, biarkan ini menjadi keinginan Anda, Meleleh dan menjadi seperti sungai yang mengalir yang menyanyikan melodinya di malam hari. 

Untuk mengetahui rasa sakit dari terlalu banyak kelembutan. Terluka oleh pemahamanmu sendiri tentang cinta, Dan berdarah dengan sukarela dan gembira.

Untuk bangun saat fajar dengan hati bersayap dan bersyukur untuk hari penuh cinta lainnya, Untuk beristirahat di siang hari dan merenungkan ekstasi cinta, Untuk kembali ke rumah di malam hari dengan rasa syukur, Dan kemudian tidur dengan doa untuk kekasih di hatimu dan nyanyian pujian di bibirmu.

Dan bagaimana dengan Pernikahan, tuan? Dan dia menjawab sambil berkata, Anda dilahirkan bersama, dan bersama-sama Anda akan selamanya. Kalian akan bersama saat putih sayap kematian menyebarkan hari-harimu. Kalian akan bersama bahkan di memori diam tentang Tuhan. Tapi biarkan ada ruang dalam kebersamaanmu, Dan biarkan angin surga menari di antara kamu. Saling mencintai, tapi tidak membuat ikatan dari cinta : Biarkan itu menjadi laut yang bergerak di antara pantai jiwamu. Isi cangkir satu sama lain tetapi minum bukan dari satu cangkir. Saling memberi rotimu tapi makanlah bukan dari roti yang sama. Bernyanyi dan menari bersama dan bergembiralah, tetapi biarlah kamu masing-masing menyendiri, bahkan ketika senar kecapi sendirian meskipun mereka bergetar dengan musik yang sama. 

Berikan hatimu, tapi jangan ke masing-masing simpanan orang lain. Karena hanya tangan Kehidupan yang bisa menampung hatimu. Dan berdiri bersama namun tidak terlalu dekat bersama, sebab tiang-tiang candi berdiri terpisah,  dan pohon ek dan cemara tumbuh tidak dalam bayangan satu sama lain.

Mencari Tuhan

 

Tuhanmu bersemayam di dalam dirimu seperti harumnya bunga. Engkau terus berlari ke sana kemari dengan gila-gilaan mencari Tuhan seperti rusa yang memiliki kasturi di pusarnya, namun ia tidak mengetahuinya dan mencarinya di antara rerumputan untuk mencari sumber keharuman.

Dia yang terus kau cari di seluruh dunia, berada di dalam tubuhmu sendiri. Dia telah memberikan tabir ilusi ini, itulah sebabnya kau tidak melihatnya. 

Jika Anda memahaminya, Anda akan tinggal di rumah Anda sendiri dan tidak akan pergi ke luar untuk mencarinya. Tetaplah bersukacita, tutup mata Anda dan lihatlah Dia. Tuhan Anda ada di dalam diri Anda; jangan pergi ke tempat lain.

Cinta Tak Berujung

Aku tampaknya mencintaimu dalam bentuk yang tak terhitung banyaknya, tak terhitung banyaknya. Dalam kehidupan setelah kehidupan, dalam usia demi usia, selamanya. Hatiku yang terpesona telah membuat dan membuat ulang kalung lagu, yang kau ambil sebagai hadiah, kenakan di lehermu dalam berbagai bentuk, Dalam kehidupan setelah kehidupan, di zaman demi zaman, selamanya.

Setiap kali aku  mendengar kisah cinta yang lama, itu adalah rasa sakit usia tua, Ini kisah kuno tentang berpisah atau bersama. Saat aku menatap terus dan terus ke masa lalu, pada akhirnya engkau muncul, Dibalut cahaya bintang kutub, menembus kegelapan waktu. Engkau menjadi gambaran dari apa yang ku kenang selamanya.

Engkau dan aku telah mengapung disini di arus yang mengalir dari mata air. Di Jantung waktu, cinta satu sama lain.  Kami telah bermain bersama jutaan kekasih, Berbagi dalam manisnya  pertemuan yang pemalu, air mata perpisahan yang menyedihkan, Cinta lama tetapi dalam bentuk yang memperbarui dan memperbarui selamanya.

Hari ini hatiku menaruh dihatimu, aku telah menemukan akhir didalam dirimu Cinta semua orang di masa lalu dan selamanya. Sukacita, kesedihan dalam kehidupan universal. Kenangan semua cinta menyatu dengan cinta kita yang satu dalam lagu-lagu penyair masa lalu dan selamanya. 

Cahaya pagi telah membanjiri mataku, ini adalah pesanmu untuk hatiku. Wajahmu membungkuk dari atas, matamu menatap mataku, dan hatiku telah menyentuh hatimu. Sungai, yang bernyanyi dengan semua gelombang dan arusnya. Dan berdarah dengan sukarela dan gembira.

Suatu hari kau bertanya padaku mengenai mana yang lebih penting, hidupku atau hidupmu?  aku menjawab hidupku dan kau pun pergi tanpa mengetahui bahwa engkau adalah hidupku.

Saat Berpisah

Disaat seorang suami : Lebih terhormat digugat cerai daripada menceraikan 

Bagi suami yang bermasalah, tidak langsung menceraikan bukan berarti takut kehilangan.

Dia hanya tidak ingin gegabah. Tidak ingin ego sesaat menghancurkan masa depan anaknya.

Lebih baik dia digugat cerai, daripada menceraikan lalu hidup dalam penyesalan saat berpisah.

Karena bagi sebagian lelaki, harga diri bukan tentang siapa yang pergi meninggalkannya tapi siapa yang tetap bertanggung jawab sampai akhir.

Renungan : 

Demi menyelamatkan mu dari orang yang salah. Kadang Allah mematahkan hatimu dengan Sepatah-patah nya. 

Tidak ada sesuatu musibah yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa beriman kepada Allah, niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. QS At Taghabun : 11




Hujan Sore Ini

Denting rintik yang menggugah jiwa. Juga wajah sendu itu...Ku rayu hujan. Dulu, Selalu, untuk singgah lebih lama. Agar waktu mau mengalah

Ingatan yang dulu mempertemukan kita. Kini, seolah sedih dan hujan adalah teman sejalan. Aku tidak bisa lagi memelukmu saat hujan turun, meski setiap kali hujan aku selalu bisa menemukanmu dalam ingatan. 

Kita, katamu. Adalah senyap yang menetap. Pada setiap sajak rindu,yang kita tulis dengan luka. Tanpa airmata. Tidak ada yang abadi, baik bahagia maupun luka juga pelukanmu

Suatu saat kita akan tiba di titik menertawakan rasa yang dulu sakit, atau menangisi rasa yang dulu indah. Dengarkan hujan. Ini datang lagi. Mendengarnya dalam hujan. Rasakan sentuhan air mata yang jatuh mereka tidak akan jatuh selamanya.. 

Di jalan hari akan mengalir semua hal datang, semua hal pergi. Aku akan selalu mengingatmu, dan engkau akan selalu mengingatku, sama seperti kita akan mengingat malam, hujan di jendela, dan semua hal yang akan selalu kita miliki karena kita tidak dapat memilikinya

Selamat Ulang Tahun

Ketika Anda mengira saya tidak melihat Anda membelikan kue ulang tahun hanya untuk saya Dan saya tahu bahwa hal-hal kecil adalah hal yang istimewa.

Ketika Anda mengira saya tidak melihat Anda mengucapkan doa Dan saya percaya ada Tuhan yang selalu bisa saya ajak bicara.

Ketika Anda mengira saya tidak melihat Anda menciumku dan malam itu saya merasa dicintai

Ketika Anda mengira saya tidak melihat Saya melihat air mata keluar dari mata Anda Dan saya belajar bahwa terkadang ada hal-hal yang menyakitkan Tapi tidak apa-apa untuk menangis.

Ketika Anda mengira saya tidak melihat Kau tersenyum Dan itu membuatku ingin melihat kecantikannya itu.

Ketika Anda mengira saya tidak melihat Anda peduli Dan saya ingin menjadi apa pun yang saya bisa. 

Pastinya Aku melihat Dan saya ingin mengucapkan terima kasih Untuk semua hal yang Anda lakukan Ketika Anda mengira saya tidak melihat.

Dan saya belajar bahwa terkadang ada hal-hal yang menyakitkan Tapi tidak apa-apa untuk menangis.

Syair Abu Nawas



Wahai Tuhanku...

Dosa dosaku terlalu besar dan banyak Tapi aku tahu ampunanMu lebih besar

Jika hanya orang baik yg berharap kepadaMu. Kepada siapa pelaku maksiat akan berlindung dan memohon ampunanMu.

Aku berdoa kepadaMu seperti yg engkau perintahkan dgn segala kerendahan dan kehinaanku. Jika kau tampik tanganku, lantas...Siapa yg memiliki kasih sayang.

Hanya harapan yg ada padaku ketika aku berhubungan dengan Mu. Dan aku pasrah setelah ini

Syair Rabiah Al Adawiyah


Suatu ketika Rabiah al-Adawiyah berlari-lari ke pasar sembari menggenggam sebilah obor menyala-nyala di tangan kanannya dan seember air di tangan kirinya. Orang-orang keheranan. “Hai Rabiah, apa yang akan kau lakukan?” Rabiah menjawab, “Dengan api ini, ingin kubakar surga, dan dengan air ini, ingin kupadamkan neraka, supaya orang tidak lagi menyembah Tuhan karena takut akan neraka atau karena mendambakan surga. Aku ingin setelah ini hamba-hamba Tuhan akan menyembah-Nya hanya karena cinta.”

~ Rabiah al-Adawiyah ~

Ket : Rabiah adalah sufi wanita pertama yang memperkenalkan ajaran Mahabbah (Cinta) Ilahi, sebuah jenjang (maqam) atau tingkatan yang dilalui oleh seorang salik (penempuh jalan Ilahi).


Syair Sang Mursyid


Berkat bantuannya, bila kau mampu melihat Wujud Ia Yang Tak Berwujud. Ketahuilah, bahwa kau telah bertemu dengan seorang Guru,

Jalan yang ditunjukkannya pun lurus, mudah gampang ditempuh, Tak ada ritual berbelit pun keharusan-keharusan yang sulit.

Kau tak perlu menutup diri, menahan napas dan menyendiri. Yang Maha Tinggi, dapat kau temukan dalam hidup sehari-hari

Di tengah keramaian, kau akan menemukan keheningan. Bebas dari takut dan kegelisahan,

kau akan selalu berenang dalam kolam kebahagiaan, sambil menikmati dunia, kau tetap bersama Allah.

Ia Yang Melampaui segalanya, Maha Ada—berada di mana-mana, Di bumi dan di langit jauh sana, dalam air dan di udara.

Seorang Pencari menemukan-Nya di dalam dan di luar diri. Kukuh dan teguh dalam keyakinannya, Ketiadaan pun telah terlampaui olehnya.

Syair Gus Dur


Astagfirullah robbal baroya…
Astagfirulloh minal khootooya…
Robbi zidni ‘ilmannaafii’a…
Wawaffikni ‘amalansoliha…

Yarosulalloh salammun’alaik…
Yaarofi’asaaniwaddaaroji…
‘atfatayaji rotall ‘aalami…
Yauhailaljuu diwaalkaromi…

Ngawiti ingsun nglarasa syi’iran
Kelawan muji maring pengeran
Kang paring rohmat lan kenikmatan
Rino wengine tanpo petungan 2X

aku mulai, merapalkan syair
…dengan memuji, kepada tuhan
yang telah memberikan rahmat dan kenikmatan
…siang dan malam, tanpa hitungan (2x)

Duh bolo konco priyo wanito
Ojo mung ngaji syare’at bloko
Gur pinter ndongeng nulis lan moco
Tembe mburine bakal sangsoro 2X

wahai teman-teman; pria, wanita
jangan hanya mengkaji syariat saja
hanya bisa mendongeng, menulis, dan membaca
pada akhirnya, akan sengsara (2x)

Akeh kang apal Qur’an haditse
Seneng ngafirke marang liyane
Kafire dewe dak digatekke
Yen isih kotor ati akale 2X

banyak yang hafal qur’an-hadits nya
suka mengkafirkan kepada lainnya
kafirnya diri sendiri tidak diperhatikan
kalau masih kotor hati dan akalnya (2x)

Gampang kabujuk nafsu angkoro
Ing pepaese gebyare ndunyo
Iri lan meri sugihe tonggo
Mulo atine peteng lan nistho 2X

mudah terbujuk nafsu angkara
dalam perhiasan gebyarnya dunia
iri dan dengki atas kekayaan tetangga
karena itulah hatinya gelap dan nista (2x

Ayo sedulur jo nglaleake
Wajibe ngaji sak pranatane
Nggo ngandelake iman tauhite
Baguse sangu mulyo matine 2X

mari saudara, jangan lupakan
kewajiban mengkaji di semua runtutannya
untuk menebalkan iman tauhidnya
bagusnya pesangon, mulya matinya (2x)

Kang aran soleh bagus atine
Kerono mapan seri ngelmune
Laku thoriqot lan ma’rifate
Ugo hakekot manjing rasane 2 X

yang disebut shaleh, bagus hatinya
karena telah mapan, ilmu sirri-nya (ilmu rahasia ketuhanan)
lelaku tarekat dan ma’rifatnya
juga hakekat telah merasuk rasanya (2x)

Alquran qodim wahyu minulyo
Tanpo ditulis biso diwoco
Iku wejangan guru waskito
Den tancepake ing jero dodo 2X

al-qur’an qadim, wahyu yang mulia
tanpa ditulis bisa dibaca
itu wejangan guru yang waskita (ma’rifat)
ditancapkan di dalam dada (2x)

Kumantil ati lan pikiran
Mrasuk ing badan kabeh jeroan
Mu’jizat rosul dadi pedoman
Minongko dalan manjing iman 2 X

menempel, hati dan pikiran
merasuk di badan, semua jeroan (badan bagian dalam)
mukjizat rasul menjadi pedoman
menjadi jalan masuknya iman (2x)

Kelawan Alloh kang moho suci
Kudu rangkulan rino lan wengi
Ditirakati diriyadohi
Dzikir lan suluk jo nganti lali 2X

terhadap Allah yang maha suci
harus berangkulan siang dan malam
ditirakati, diriyadhahi (bersusah-payah)
dzikir dan suluk (jalan menuju tuhan) jangan sampai terlupa (2x)

Uripe ayem rumongso aman
Dununge roso tondo yen iman
Sabar narimo najan pas pasan
Kabeh tinakdir saking pengeran 2X

hidupnya tenang, merasa aman
adanya rasa (aman), tanda kalau beriman
sabar, menerima, walaupun pas-pasan
semua itu ditakdirkan oleh tuhan (2x)

Kang anglakoni sakabehane
Allah kang ngangkat drajate
Senajan ashor toto dhohire
Ananging mulyo maqom drajate 2X

mari laksanakan, semuanya
Allah yang akan mengangkat derajatnya
meskipun terlihat rendah tata lahirnya
tapi (sebenarnya) mulia kedudukan derajatnya (2x)

Lamun prasto ing pungkasane
Ora kesasar roh lan sukmane
Den gadang Allah swargo manggone
Utuh mayite ugo ulese 2X

apabila meninggal, nanti diakhirnya
tidak kesasar roh dan sukmanya
di gadhang (sukai-angkat) oleh Allah, surgalah tempatnya
tetap utuh mayitnya, juga kafannya (2x)

Gak Butuh Dalil

Jemaah : "Kyai, ada orang yang ke mana-mana bawa keris. Apa hukumnya? Musyrik nggak?"

Kyai: "Ya hukumnya sama seperti orang jaman sekarang ke mana-mana bawa ATM."

Jemaah : "Kyai, apa hukumnya shalat dengan baca ushalli?"

Kyai: "Dalam shalat tidak ada bacaan ushalli. Dari takbir sampai salam gak ada ushalli."

Jemaah : "Maksud saya sebelum shalat baca ushalli."

Kyai: "Oh, kalau sebelum shalat, jangankan baca ushalli, baca whatsapp dan fesbuk juga boleh."

Jemaah : "Kyai, habis shalat berjamaah lalu salam-salaman itu ada dalilnya nggak?

"Kyai: "Habis shalat mau berbuat apa, gak butuh dalil. Jangankan salaman, ngentut saja boleh kok."

Kangen Penjenengan Gus

Hanya Engkau

Wahai Tuhanku, 

Jadikanlah aku seorang yang percaya dan memiliki Iman kepada-Mu, Aku susah meneteskan air mata saat takut kepada-Mu. Aku susah menangis ketika mengingat dosa. Padahal sejatinya aku tahu, Engkau selalu mengawasi aku. Maka, jadikanlah aku seorang yang mudah bertaubat dan meminta ampun kepada-Mu. Karena, kepada siapa yang dapat mengampuni aku, kalau bukan Engkau. 

Buatlah hati-ku bergetar ketika berzikir menyebut nama-Mu

Buatlah hati-ku takut ketika menyebut nama-Mu.

Ampuni aku ya Allah......


Apakah Anda Benar Bebas?

 

Kata-kata terakhir John McAfee yang mengerikan mengungkap kebenaran yang brutal: Anda tidak bebas—Anda adalah budak sistem. Pekerjaan rutin 9-5, kontrol pemerintah, kebohongan media—semuanya adalah jebakan. Apakah Anda siap untuk bebas, atau Anda akan tetap terbelenggu??

Apakah Anda Benar-Benar Bebas?

“Kamu pikir kamu bukan budak, tapi sebenarnya kamu budak.”

Itulah beberapa kata terakhir John McAfee, seorang pria yang menjalani hidup penuh tantangan, terus-menerus menentang otoritas, menolak kendali, dan mengungkap mekanisme tersembunyi penindasan yang membentuk masyarakat modern. Ia bukan sekadar pelopor keamanan siber atau jutawan buron—ia adalah seorang pemberontak, filsuf era digital, dan, dalam banyak hal, seorang nabi.

Kebohongan Kebebasan: Bagaimana Sistem Memperbudak Anda Tanpa Rantai

Sejak kita lahir, kita sudah dikondisikan. Dikondisikan untuk patuh. Dikondisikan untuk menyesuaikan diri. Dikondisikan untuk menerima dunia sebagaimana adanya tanpa bertanya. Kita disuruh untuk bersekolah, mendapatkan pekerjaan, membayar pajak, dan pensiun—inilah peta jalan menuju kesuksesan, kata mereka. Namun, siapa yang menulis peta jalan ini? Dan mengapa hanya peta jalan ini yang diberikan kepada kita?

John McAfee menyadari tipu daya ini. Ia menyadari bahwa tenaga kerja modern tidak lebih dari sekadar bentuk perbudakan yang canggih. Pikirkanlah—apakah libur akhir pekan benar-benar membuat Anda bebas? Apakah gaji benar-benar membebaskan Anda ketika sebagian besarnya dihabiskan untuk membayar pajak, sewa, dan tagihan yang tak ada habisnya? Apakah gelar menjamin kesuksesan, atau hanya memastikan Anda tetap berutang dan patuh?

McAfee tahu jawabannya: kebebasan tidak diberikan—melainkan diambil.

Kita tidak bebas karena kita tidak diizinkan untuk bebas. Kita dibelenggu oleh hukum, kewajiban, dan yang terpenting—ketakutan. Ketakutan untuk keluar dari sistem, ketakutan untuk gagal, ketakutan untuk menjadi berbeda. Ketakutan inilah yang membuat massa patuh, dan mereka yang berkuasa mengetahuinya.

Ilusi 9-5: Menukar Hidup demi Gaji

“Kalian harus membebaskan diri dari [kehidupan 9-5]… Ini bukan kehidupan yang sebenarnya.”

Kalimat tunggal dari McAfee ini langsung menyentuh inti perbudakan modern. Jutaan orang bangun setiap pagi, bukan karena mereka ingin, tetapi karena mereka harus melakukannya. Mereka bekerja keras, bekerja keras selama berjam-jam, dan pulang, hanya untuk melakukannya lagi keesokan harinya. Sistem telah meyakinkan orang-orang bahwa ini adalah hal yang normal, bahwa begitulah seharusnya hidup.

Namun jauh di lubuk hati, semua orang tahu itu tidak benar.

Hidup tidak pernah dimaksudkan sebagai siklus kerja, utang, dan konsumsi yang monoton. Hidup dimaksudkan untuk dijelajahi, dialami, dan dinikmati. Namun, kebanyakan orang tidak akan pernah merasakan kebebasan sejati karena mereka terlalu terikat pada sistem yang mengeksploitasi mereka. Perangkap gaji demi gaji memastikan bahwa mayoritas tidak pernah memiliki sarana—atau keberanian—untuk membebaskan diri.

Mereka yang mencoba melarikan diri akan dicemooh, diragukan, dan bahkan dimusuhi. Masyarakat dirancang untuk menghambat kemandirian karena orang yang mandiri tidak dapat dikendalikan. Dan itu, kawan, adalah ancaman terbesar bagi mereka yang berkuasa atas kita.

Pertanyaannya adalah: apakah Anda memiliki keberanian untuk menantang realitas Anda? Karena pada akhirnya, tragedi terbesar bukanlah kematian. Tragedi Terbesar adalah tidak pernah benar-benar hidup.

Cinta dan Kebebasan


Pikiran, melalui pengamatan, melalui keinginan, dan melalui kontinuitas keinginan, yang ditopang oleh pikiran selanjutnya, berkata : “Besok aku akan berbahagia. Besok aku akan mencapai sukses. Besok dunia akan menjadi tempat yang indah”. Demikianlah pikiran menciptakan jarak yang merupakan waktu itu.

Sekarang kita bertanya, dapatkah kita menyetop waktu? Dapatkah kita hidup sepenuhnya, sehingga tak ada hari esok yang harus dipikirkan oleh pikiran? Sebab waktu adalah kesedihan. Artinya, kemarin atau seribu kemarin yang lalu, Anda mencintai, atau Anda mempunyai sahabat yang telah pergi, dan kenangan itu tinggal pada Anda dan Anda berpikir tentang rasa suka dan rasa duka itu - Anda melihat ke belakang, menginginkan, mengharap, menyesal; maka pikiran, dengan mengulang-ulang semuanya itu, melahirkan sesuatu yang kita sebut kesedihan dan memberikan kontinuitas kepada waktu.

Selama ada jarak waktu yang telah dilahirkan oleh pikiran ini, pastilah ada kesedihan, pasti ada rasa takut yang berkesinambungan. Maka pertanyaan yang timbul ialah, dapatkah jarak waktu ini berakhir? Bila Anda berkata : “Mungkinkah ia berhenti?” maka ia telah menjadi sebuah ide, sesuatu yang hendak Anda capai, dan karena itu Anda mempunyai jarak waktu dan Anda terjebak lagi.

Kita mengira bahwa hidup selalu berlangsung di masa kini dan bahwa mati sesuatu yang menunggu kita nun jauh disana. Tetapi kita tak pernah bertanya, apakah perjuangan kehidupan sehari-hari itulah yang merupakan hidup yang sebenarnya. 

Kita ingin mengetahui kebenaran tentang reinkarnasi, kita meminta bukti tentang kelangsungan jiwa, kita percaya pada pernyataan orang-orang yang waskita dan pada hasil-hasil riset psikis, tetapi kita tak pernah bertanya, tak pernah, bagaimana cara menghayati kehidupan -  Hidup dengan riang hati dengan penuh kepesonaan, dengan keindahan setiap hari. Kita telah menerima hidup apa adanya dengan segala siksaan dan keputusasaannya, dan telah terbiasa dengan itu dan memikirkan tentang kematian sebagai sesuatu yang harus dihindarkan dengan hati-hati. Tetapi matipun satu hal yang luar biasa seperti hidup, bila kita tahu caranya hidup. Anda tak mungkin hidup tanpa mati setiap menit. Ini bukanlah sebuah paradoks intelektual

Supaya hidup komplit, sepenuhnya, setiap hari, seakan hidup itu suatu keindahan yang baru, haruslah ada kematian terhadap segala sesuatu yang terjadi hari kemarin; 

jika tidak, maka hidup Anda bersifat mekanis, dan batin yang mekanis tak mungkin tahu apa itu Cinta atau apa itu Kebebasan.

Cinta itu Hadiah

 

Di mana Nyala Rindu Bertemu Dengan Deritanya

Orang-orang datang kepada saya dan mereka ingin tahu tentang kehidupan masa lalu mereka. Mereka memiliki kehidupan lampau, tetapi itu tidak relevan. Mengapa pertanyaan ini? Apa yang akan kamu lakukan tentang masa lalu? Tidak ada yang bisa dilakukan sekarang. Masa lalu sudah lewat dan tidak bisa dibatalkan. Anda tidak bisa mengubahnya. Anda tidak bisa kembali. Itulah mengapa alam, dalam kebijaksanaannya, tidak mengizinkan Anda untuk mengingat kehidupan lampau. Jika tidak, Anda akan menjadi gila.

Anda mungkin jatuh cinta dengan seorang gadis. Jika Anda tiba-tiba menyadari bahwa gadis itu adalah ibu Anda di masa lalu, segalanya akan menjadi sangat rumit. Lalu apa yang harus dilakukan? Dan jika gadis itu telah menjadi ibumu di kehidupan sebelumnya, bercinta dengannya sekarang akan menciptakan rasa bersalah. Tidak bercinta dengannya juga akan menimbulkan rasa bersalah, karena Anda mencintainya.

Itulah mengapa saya mengatakan alam dalam kebijaksanaannya tidak pernah memungkinkan Anda untuk mengingat kehidupan masa lalu Anda - kecuali Anda sampai pada titik di mana hal itu dapat diizinkan, ketika Anda menjadi begitu meditatif sehingga tidak ada yang mengganggu Anda, maka gerbang terbuka dan semua kehidupan masa lalu Anda sebelumnya. kamu. Ini adalah mekanisme otomatis, meskipun terkadang mekanisme tersebut tidak berfungsi. Melalui kecelakaan beberapa anak lahir yang dapat mengingat. Tapi hidup mereka hancur.

Seorang gadis dibawa kepada saya beberapa tahun yang lalu. Dia ingat dua kehidupan masa lalunya. Dia baru berusia tiga belas tahun pada saat itu, tetapi jika Anda melihat matanya, mereka terlihat hampir tujuh puluh - karena dia ingat tujuh puluh tahun, dua kehidupan lampau.

Tubuhnya berumur tiga belas tahun, tetapi pikirannya berumur tujuh puluh tahun. Dia tidak bisa bermain dengan anak-anak lain, karena bagaimana bisa seorang wanita tua berumur tujuh puluh tahun bermain dengan anak-anak? Dia akan berbicara dan berperilaku seperti wanita tua. Dan dia terbebani, kekhawatiran selama bertahun-tahun di benaknya.

Jadi berpikirlah seolah-olah tidak ada masa lalu, dan berpikirlah seolah-olah tidak ada masa depan. Momen ini adalah semua yang diberikan kepada Anda.

Cinta itu Hadiah. Di mana Nyala Rindu bertemu dengan Deritanya.

Embun Pagimu

Cinta tidak memberi apa pun kecuali dirinya sendiri dan tidak mengambil apapun kecuali untuk dirinya sendiri. Cinta tidak memiliki dan tidak akan kehilangan Karena cinta sudah cukup bagi cinta. 

Ketika Anda mencintai. Anda seharusnya tidak mengatakan, “Tuhan ada di hati saya,”  tetapi, “saya di dalam hati Tuhan."  Dan jangan berpikir Anda bisa mengarahkan Jalannya cinta, cinta jika itu menemukan Anda layak, mengarahkan Jalan Anda. 

Cinta tidak memiliki keinginan lain selain untuk memenuhi diri. Tetapi jika Anda mencintai dan harus memiliki keinginan, biarkan ini menjadi keinginan Anda, Untuk mencair dan menjadi seperti anak sungai. 

Embun pagimu ialah sisa hujan semalam di daun-daun, sesekali terjatuh dari tatapanmu memeluk hatiku

Bagaimana Penderitaan bisa Berakhir?



Penderitaan bukan takdir. 

Ia bukan sesuatu yang harus kita jalani selamanya. Ia muncul karena sebab…dan karena itu, ia bisa dihentikan — saat kita melihat sebabnya dengan jernih dan melepaskannya dengan sadar. 

Akhir dari penderitaan bukan berarti hidup tanpa rasa sakit, tapi hidup tanpa diperbudak oleh rasa sakit itu

Berikut jalan menuju akhir penderitaan :

1. Dengan mengenali kenyataan sebagaimana adanya,

2. Dengan melepas keterikatan yang menyesakkan,

3. Dengan tidak lagi menolak apa yang memang tak bisa dihindari, kita mulai merasakan ruang. Kita mulai mengenal kedamaian yang tak tergantung pada keadaan. Dan bagaimana kita sampai ke sana? Inilah Kebenaran Mulia keempat,

4. Jalan ini bukan jalan cepat. Bukan jalan keras. Tapi jalan yang bisa dilalui dengan hati terbuka dan langkah sadar.

Ada Delapan unsur untuk Jalan Mulia : 

1. Pandangan benar

2. Niat benar

3. Ucapan benar

4. Tindakan benar

5. Mata pencaharian benar

6. Usaha benar

7. Perhatian penuh (awareness/mindfulness)

8. Konsentrasi benar (Samadhi)

Ini adalah cara hidup yang membawa kita dari ilusi menuju kejelasan. Dari reaksi menuju kesadaran. Dari penderitaan menuju kebebasan bathin yang sejati.

Jalan ini bisa dimulai di mana pun Anda berada sekarang. Dalam satu nafas. Dalam satu keputusan untuk hadir sepenuhnya. Anda tidak harus sempurna. Anda hanya perlu jujur.

Dan berjalanlah — sedikit demi sedikit — menuju cahaya yang selalu ada di dalam dirimu. 


Ombak ditepian Pantai


Ada tempat di dalam hati kita
Dimana kita menyimpan kenangan 
Dan ketika hidup menjadi terlalu sibuk
Ini adalah perasaan yang istimewa
Untuk memejamkan mata dan mengenang sejenak

Karena sepanjang malam seperti ini aku memeluknya

Cinta,
Aku masih bisa melihatmu
Aku mencintaimu dengan sejuta kata yang tak terucap dalam janji tentang rindu yang menjadi milikmu

Aku mencintaimu dengan sederhana 'Bahagia melihatmu baik baik saja'.