Sant Mat adalah filosofis Spiritual mistisme dari India yang menekankan pengalaman bathin langsung dengan Tuhan daripada sekedar ritual keagamaan. Praktik utamanya adalah Meditasi Suara Illahi - Surat Shabd Yoga
Persiapan Tubuh dan Posisi (Asana)
Duduk Diam : Pilih posisi duduk yang paling nyaman (bersila atau di kursi).
Punggung Tegak : Jaga tulang belakang dan leher tetap lurus namun rileks.
Tutup Mata : Tutup kedua mata fisik Anda dengan lembut, tanpa ketegangan pada otot wajah.
Mempusatkan Perhatian (Simran)
Titik Fokus : Arahkan perhatian Anda ke titik di antara dan sedikit di atas kedua alis mata, lalu proyeksikan fokus itu sekitar 5-8 cm ke dalam kepala.
Jangan Menatap : Jangan menjulingkan atau menggerakkan bola mata fisik Anda ke arah tengah. Bola mata harus tetap rileks menghadap ke depan seolah sedang tidur.
Pengulangan Mantra Suci :
Dalam tradisi Sant Mat/Radhasoami, lima nama suci (Panch Naam) yang digunakan untuk praktik Simran (pengulangan mental) adalah Jot Niranjan, Onkar, Rarankar, Sohang, dan Sat Nam.
Kelima nama ini tidak diucapkan dengan suara atau gerakan lidah fisik, melainkan diulang secara perlahan di dalam pikiran (batin) sambil memusatkan seluruh perhatian di Mata Ketiga (Tisra Til).
Setiap nama dari ke-5 mantra suci ini bertindak sebagai "kunci batin" yang mewakili penguasa atau getaran energi dari lima tingkatan alam spiritual utama yang harus dilewati jiwa untuk pulang ke rumah asalnya
1. Jot Niranjan (Jyoti Niranjan) : Nama suci yang mewakili alam Spiritual pertama, yaitu Alam Astral (Sahasdal Kanwal). Nama ini memancarkan getaran Cahaya Spiritual murni untuk mengumpulkan kesadaran keluar dari tubuh fisik.
2. Onkar: Nama suci yang mewakili alam spiritual kedua, yaitu Alam Kausal (Trikuti). Ini adalah wilayah pikiran universal, asal mula hukum karma, dan tempat di mana benih-benih mental dilepaskan.
3. Rarankar : Nama suci yang mewakili alam spiritual ketiga, yaitu Alam Super-Kausal (Daswan Dwar). Di wilayah ini, jiwa terbebas sepenuhnya dari belenggu tubuh fisik, astral, maupun pikiran, sehingga menjadi jiwa yang murni (Atma).
4. Sohang : Nama suci yang mewakili alam spiritual keempat, yaitu Bhanwar Gupha (Gua Berputar). Makna dari nama ini secara esensial berarti "Aku adalah Itu" atau kesadaran mendalam bahwa jiwa tidak berbeda dengan Sang Pencipta.
5. Sat Nam : Nama suci yang mewakili alam spiritual kelima, yaitu Sach Khand (Sat Lok), wilayah kebenaran abadi dan rumah asli bagi seluruh jiwa.
Kontemplasi Bentuk Spiritual (Dhyan)
Melihat ke Dalam Kegelapan: Di awal, Anda hanya akan melihat kegelapan di dalam Tisra Til. Tataplah kegelapan tersebut dengan rileks, penuh cinta, dan fokus.
Menanti Cahaya: Lambat laun, konsentrasi yang sempurna akan mengubah kegelapan tersebut menjadi bintik cahaya, kilatan, atau bentukan cahaya spiritual (seperti bintang atau matahari batin).
Bintang Batin Pertama di Mata Ketiga (Tisra Til)
Fenomena Cahaya: Ketika seorang praktisi bermeditasi memusatkan kesadaran di Mata Ketiga (Tisra Til), kegelapan batin perlahan akan pecah. Pengalaman pertama yang sering ditemui jiwa adalah munculnya sebuah bintang batin yang tunggal dan sangat terang.
Mendengarkan Arus Suara (Bhajan)
Mendengar Musik Batin: Setelah kesadaran terkumpul di Tisra Til, Anda akan mulai mendengar suara kosmis internal (Shabd atau Arus Suara).
Penyatuan Jiwa: Alihkan fokus perhatian untuk mendengarkan suara tersebut. Suara inilah yang akan menarik jiwa Anda naik melampaui cakra fisik menuju alam spiritual atas.
Dalam kosmologi Sant Mat dan Radhasoami, wilayah spiritual tidak berhenti di Sach Khand. Kebanyakan tradisi mistis menganggap Sach Khand (Alam Kebenaran) sebagai puncak tertinggi, namun teks rahasia seperti Hidayatnama karya Soami Ji Maharaj menjelaskan adanya empat alam spiritual murni yang jauh lebih tinggi dan tak terbatas di atas Sach Khand.
Berikut adalah tingkatan tertinggi di atas Sach Khand, diurutkan dari bawah ke atas :
Alakh Lok (Alam yang Tak Terlihat)
Penguasa : Alakh Purush.
Karakteristik : Setelah mencapai Sach Khand, sang Master batin akan membawa jiwa naik ke wilayah raksasa ini. Cahaya di alam ini sangat dahsyat, di mana keindahan satu helai rambut spiritual dari penguasanya dikatakan mengalahkan pancaran miliaran matahari duniawi. Jiwa di sini mengalami kebahagiaan universal yang sulit digambarkan dengan bahasa manusia.
Agam Lok (Alam yang Tak Terjangkau)
Penguasa : Agam Purush.
Karakteristik : Wilayah ini memiliki dimensi kebahagiaan yang jauh lebih pekat dan luas (Maha Sankh). Jiwa-jiwa yang berhasil mencapai tingkat ini (Hansas) memiliki wujud batin yang sangat menakjubkan. Di alam inilah jiwa bersiap untuk langkah peleburan kosmis yang terakhir.
Anami Lok (Alam Tanpa Nama)
Penguasa : Anami Purush.
Karakteristik : Wilayah spiritual absolut yang bersifat Akah (tidak dapat diuraikan) dan Apar (tanpa batas). Di alam ini, konsep tentang "Cahaya" maupun "Suara" batin seperti yang dikenal di alam bawah sudah tidak ada lagi karena semuanya telah menjadi satu kesatuan esensi murni.
Radhasoami Dham (Kediaman Agung Radhasoami)
Penguasa : RADHASOAMI (Sang Pencipta Tertinggi/Maha Sumber/Yang Absolut).
Karakteristik : Ini adalah puncak tertinggi dari seluruh pencarian spiritual dalam ajaran Radhasoami. Seluruh makhluk spiritual, penguasa alam bawah, dan jiwa-jiwa murni tunduk serta berasal dari titik tertinggi ini.
Di sini, kesadaran jiwa (Surat) melebur total ke dalam Samudra Kasih dan Energi Ilahi yang abadi tanpa menyisakan identitas diri lagi.
Di lingkaran meditasi terdalam, sang praktisi tidak lagi melihat Guru sebagai manusia, melainkan bertemu dengan Shabd Roop (Wujud Cahaya dan Suara Guru) di dalam Mata Ketiga. Wujud internal inilah yang kemudian mengambil alih seluruh perjalanan jiwa untuk menembus alam-alam atas.
Jika murid pemula menghabiskan sebagian besar waktu medikasinya untuk mengulang kata (Simran) guna menenangkan pikiran, para praktisi tingkat tinggi di lingkaran batin langsung melompat ke tahap Bhajan (lebur dalam arus suara).
Pikiran mereka sudah otomatis diam tanpa perlu dipaksa, sehingga mereka bisa langsung tersedot oleh magnet Musik Kosmis menuju Sach Khand.
Oleh karena itu, rahasia terbesar dalam Radhasoami bukanlah seberapa rumit tekniknya, melainkan seberapa dalam tingkat kepasrahan mutlak (Sharan) seorang murid kepada Arus Suara Tuhan.
