Jangan mencari jalan menuju sunyi, karena sunyi tidak memiliki peta atau kompas.
Ketika engkau mencari, engkau membawa ambisi, dan ambisi adalah riuh yang paling bising di dalam bathin.
Berjalanlah tanpa meninggalkan jejak kaki. Biarkan masa lalu runtuh di setiap langkahmu.
Ketika bathin tidak lagi menuntut, tidak lagi membandingkan dan tidak lagi mengejar hari esok, Maka jalannya menghilang dan yang tersisa hanyalah langkahmu sendiri, yang menari di dalam keheningan yang abadi.
Keheningan Sejati dimulai saat kata-kata mati. Bukan karena engkau memaksa mulutmu mengatup atau memaksa pikiranmu berhenti berputar.
Ia datang saat engkau melihat ketakutanmu, melihat lukamu, melihat egomu dan engkau tidak melakukan apapun terhadapnya. Hanya melihat, tanpa menghakimi.
Saat jarak antara 'engkau' dan 'apa yang engkau lihat' lenyap, disanalah kesunyian bermanifestasi. Sebuah ruang murni, tempat Cinta Bernafas tanpa waktu.
