Jalan Sunyi Krishnamurti

Tempat Cinta Bernapas tanpa waktu 

Banyak Metode Meditasi mengajarkan kita untuk memaksa pikiran menjadi diam lewat mantra, visualisasi atau teknik bernapas.

Krishnamurti menolak keras hal ini. 

Gagasan tentang adanya Ajaran rahasia, Inisiasi khusus atau Guru-murid adalah hal yang paling keras yang ia tantang dan bubarkan sejak tahun 1929. Menurutnya, konsep rahasia dalam meditasi hanyalah trik Psikologis ego untuk merasa lebih penting atau lebih unggul dari orang lain. 

Namun, jika kita melihat catatan sejarah dialog pribadi (seperti dalam buku The Transparent Mind oleh Ingram Smith atau catatan Mary Lutyens), ada momen intens di lingkaran terdekatnya dimana Krishnamurti menunjukkan bagaimana bathinnya bekerja secara langsung ketika ia tidak sedang berpidato di podium.

Menolak Keras Transendental Meditation & Mantra Rahasia

Pada era 1960-1970, trend meditasi mantra rahasia (seperti TM oleh Maharishi Mahesh Yogi) sangat populer. Orang-orang membayar mahal untuk mendapatkan mantra khusus yang dirahasiakan. Ketika lingkaran terdekatnya bertanya mengenai hal ini dalam diskusi pribadi, Krishnamurti menegaskan bahwa pengulangan kata rahasia atau mantra hanyalah cara menidurkan pikiran. Baginya, membuat pikiran menjadi tumpul dan mekanis lewat pengulangan bukanlah meditasi, melainkan hipnosis diri.

Meditation Without Method (Meditasi Tanpa Metode)

Dalam diskusi kelompok kecil, ia sering menantang teman-temannya yang mencoba mengontrol pikiran mereka. "Rahasia" yang ia tekankan secara personal adalah Jangan mencoba konsentrasi. Konsentrasi adalah pemaksaan dan penyempitan bathin. Duduk atau berbaringlah dengan rileks. Biarkan tubuh diam tanpa paksaan. Izinkan pikiran mengalir: Jangan menekan, jangan menghakimi, jangan mengarahkan pikiran kemana pun. Begitu Anda mencoba mengosongkan pikiran, Anda justru sedang terjebak dalam ambisi ego. 

The Process (Fenomena Fisik Misterius)

Satu-satunya hal yang bisa dianggap rahasia atau misterius oleh lingkaran terdekat Krishnamurti (seperti Mary Lutyens dan Pupul Jayakar) bukanlah sebuah teknik, melainkan kondisi fisik Krishnamurti yang disebut The Process. Sejak muda di Ojai, California,  Krishnamurti sering mengalami sakit kepala hebat, rasa panas di tulang belakang, dan kondisi kesadaran yang sangat dalam yang membuatnya tidak berdaya secara fisik. Orang-orang terdekatnya merawatnya selama fase-fase ini. Namun, Krishnamurti sendiri melarang mereka untuk mendewakan proses tersebut atau menjadikannya sebuah metode Spiritual, karena itu adalah mutasi biologis spontan, bukan sesuatu yang bisa dilatih atau ditiru.

Kepada orang-orang terdekat yang mendampinginya hingga akhir hayat, pesan personal Krishnamurti tetap sama: Jangan andalkan saya. Ia tidak meninggalkan penerus, tidak menunjuk sekte, dan tidak mewariskan teknik esoterik. Didalam ruang pribadinya, ia menuntut para sahabatnya untuk melihat ke dalam diri mereka sendiri secara  mandiri tanpa menggunakan figur "J. Krishnamurti" sebagai sandaran psikologis.

Sifat radikal Krishnamurti terletak pada penolakannya terhadap segala bentuk ilusi Spiritual. Baginya, kebenaran tidak bisa dimonopoli oleh "lingkaran dalam" atau "ajaran rahasia".

Bagi Krishnamurti, keheningan bukanlah sesuatu yang abstrak, melainkan sebuah kehadiran fisik dan psikologis yang nyata, yang sering kali datang tanpa diundang ketika ia sedang sendirian di kamarnya atau berjalan di alam bebas.

Keheningan yang berada diluar Jangkauan Pikiran

Hubungan paling intim Krishnamurti dengan keheningan sering kali bermanifestasi pada tubuh fisiknya. Seperti yang dicatat oleh orang-orang terdekatnya, keheningan yang teramat dalam ini sering kali disertai dengan rasa sakit fisik yang hebat di bagian kepala dan tulang belakangnya (yang ia sebut sebagai The process.  Energi ini tidak memiliki arah atau motif. Energi inilah yang ia sebut sebagai landasan dari cinta yang suci (sacredness)—sesuatu yang abadi, tidak tersentuh oleh waktu, tidak diciptakan oleh tangan atau pikiran manusia. Melalui catatan pribadinya, kita bisa melihat bahwa bagi Krishnamurti, keheningan bukan sekadar konsep filsafat. Keheningan adalah cara ia bernapas, melihat dan hidup setiap detiknya.

Kesunyian yang padat

Malam itu, keheningan masuk ke dalam kamar. Ia datang bukan sebagai ruang yang kosong, melainkan sebagai sesuatu yang padat, hidup, dan sangat berat. Jendela terbuka lebar, namun angin tidak membawanya pergi. Suara jangkrik dan burung malam berbunyi didalamnya, namun mereka tidak bisa menembus keheningan itu. Disana tidak ada 'sang pengamat' yang berkata Aku sedang sunyi. Pikiran telah kehilangan kemampuannya untuk mengenali. Hanya ada keheningan yang tak teraba, sebuah misteri yang tidak diciptakan oleh manusia. 

Jalan Tanpa Jejak

Jangan mencari jalan menuju sunyi, karena sunyi tidak memiliki peta atau kompas. Ketika engkau mencari, engkau membawa ambisi dan ambisi adalah riuh yang paling bising didalam bathin.

Berjalanlah tanpa meninggalkan jejak kaki.

Biarkan masa lalu runtuh di setiap langkahmu. Ketika bathin tidak lagi menuntut, tidak lagi membandingkan dan tidak lagi mengejar hari esok, Maka jalannya menghilang dan yang tersisa hanyalah langkahmu sendiri yang menari di dalam keheningan yang abadi.

Matinya Sang Ego

Keheningan sejati dimulai saat kata-kata mati. Bukan karena engkau memaksa mulutmu mengatup atau memaksa pikiranmu berhenti berputar. Ia datang saat engkau melihat ketakutanmu, melihat lukamu, melihat egomu dan engkau tidak melakukan apapun terhadapnya. Hanya melihat, tanpa menghakimi. Saat jarak antara 'engkau' dan 'apa yang engkau lihat' lenyap, disanalah kesunyian bermanifestasi. Sebuah ruang murni, tempat cinta bernapas tanpa waktu.