Tahapan Sang Penempuh

“Aku datang untuk mencari Allah, tetapi yang hilang ternyata Hatiku sendiri". Suluk bukan perjalanan mencari tempat. Suluk adalah perjalanan membersihkan Hati,  menghiasnya dengan Cahaya, lalu pulang kepada-Nya.

Murid : Guru... aku tidak…

Guru :: Tidak apa?

Murid : Aku tidak mengenal diriku. Aku tidak mengenal Tuhanku. Aku hanya berjalan mengikuti keinginan dan kebiasaan.

Murid : Guru... aku tidak bisa.

Guru :; Apa yang membuatmu merasa tidak bisa?

Murid : Hatiku terlalu kotor.. penuh amarah, iri, riya, dan cinta dunia. Setiap kali aku ingin mendekat kepada Allah, aku justru kembali jatuh.

Guru : Kesadaran itu adalah langkah pertama. Orang yang merasa sehat tidak akan mencari obat.

Murid : Guru... aku ingin melakukannya. Aku ingin berubah.

Guru : Kalau begitu, mulailah dengan “Takhalli”.

Murid : Apa itu Takhalli?

Guru : Takhalli adalah mengosongkan hati dari sifat-sifat yang menjauhkanmu dari Allah. Buang kesombonganmu. Buang dendammu. Buang iri hatimu… Buang riya yang membuatmu haus pujian manusia… Jangan hanya membersihkan pakaianmu. Bersihkan juga hatimu.

Murid : Guru... bagaimana aku bisa melakukannya?

Guru : Setiap kali engkau menemukan kesombongan, lawan dengan kerendahan hati… Setiap kali menemukan iri, lawan dengan syukur… Setiap kali menemukan amarah, lawan dengan sabar. Itulah jalan sang salik.

Murid : Guru... aku akan mencoba.

Guru : Jangan hanya mencoba saat semangat datang. Tetaplah berzikir ketika hatimu kering. Tetaplah bersujud ketika air mata tidak turun. Tetaplah mengetuk pintu-Nya walau belum dibukakan.

Murid : Guru... setelah mengosongkan Hati, apa yang harus kulakukan?

Guru : Itulah Tahalli.

Murid : Apa itu Tahalli?

Guru : Menghias Hati dengan akhlak yang dicintai Allah. Isi dirimu dengan ikhlas. Isi dirimu dengan sabar. Isi dirimu dengan syukur. Isi dirimu dengan tawakal. Isi dirimu dengan cinta kepada Allah. Rumah yang telah dibersihkan jangan dibiarkan kosong. Hiasilah dengan Cahaya kebaikan.

Murid : Sekarang aku mulai bisa melakukannya. Aku masih memiliki  masalah. Aku masih memiliki ujian. Tetapi Hatiku tidak lagi seperti dulu.

Guru : Karena engkau mulai berjalan. Dan siapa yang berjalan menuju Allah, Allah akan membimbing langkahnya.

Murid : Guru... ada sesuatu yang berubah. Dulu aku melihat dunia sebagai tujuan. Kini aku melihat dunia hanya sebagai jalan. Apa yang sedang terjadi?

Guru : Itulah awal Tajalli.

Murid : Apa itu Tajalli?

Guru : Tajalli adalah ketika Cahaya Makrifat mulai menyinari Hati. Bukan engkau melihat Allah dengan mata. Tetapi Hatimu mulai menyaksikan tanda-tanda  kebesaran-Nya di mana-mana. Yang dulu membuatmu gelisah kini mengajarkanmu sabar. Yang dulu membuatmu marah kini mengajarkanmu Ridho.

Murid : Aku datang untuk mencari Allah. Tetapi ternyata yang hilang selama ini bukan Allah.

Guru : Lalu apa yang hilang?

Murid : Hatiku sendiri… Aku tersesat di dalam diriku. Dan suluk mengajarkanku jalan pulang.

Guru : Ingatlah...Takhalli membersihkan Hatimu. Tahalli menghiasi Hatimu. Tajalli menerangi hatimu. Dan ketika Hati sudah  diterangi, engkau akan mengerti bahwa  Allah tidak pernah jauh. Kitalah yang terlalu sibuk dengan selain-Nya.