Spritual ego bukan tanda gagal. Justru sering muncul ego setelah seseorang mulai sadar, meditasi, healing atau mengalami pencerahan kecil.
Masalahnya bukan pada kesadaran tapi saat kesadaran berubah jadi identitas. Saat Kesadaran diam-diam mengeras.
Apa itu Spiritual Ego?
Spiritual ego adalah ego lama yang mengganti kostum, dari aku hebat menjadi aku sudah sadar. Ia tidak berisik. Ia halus. Bahkan merasa benar dan merasa sudah sampai Spritual nya.
Ciri paling awal adalah
1. Merasakan aku sudah di level ini, lalu berhenti belajar karena merasa sudah paham, lebih sibuk menjaga Citra sadar daripada benar-benar hadir. Padahal kesadaran sejati tidak pernah merasa selesai.
2. Mengukur Spritual orang lain secara diam-diam. Bukan menghakimi terang-terangan, tapi muncul pikiran halus, dia masih reaktif - dia belum sembuh - frekuensinya belum sampai. Kelihatannya tenang tetapi hati nya mulai menciptakan jarak saat merasa lebih tinggi, tanpa di sadari keluar dari Cinta.
3. Tenang yang sebenarnya kaku. Spiritual ego sering menampilkan ketenangan tapi emosi ditekan bukan diproses, sedih dibilang ego, marah dibilang getaran rendah. Akhirnya manusiawinya ditolak demi terlihat Spiritual.
4. Sulit di kritik mudah tersinggung. Ini tanda penting. Kalau ada yang mengingatkan, yang berbeda pandangan, menyinggung blind spot, responnya defensif merasa diserang, merasa tidak dipahami. Ego nya terganggu tapi mengaku sedang sadar.
5. Jadi penyadar orang lain. Spiritual ego sering membuat seseorang ingin membenarkan orang lain. merasa tugasnya membuka kesadaran. Semua orang lelah, merasa paling mengerti, padahal kesadaran tidak bisa dipaksakan hanya bisa diteladankan.
Kesadaran sejati itu lembut, membumi, rendah hati, berani mengakui salah. Ia tidak berkata aku sudah sadar. Ia hadir sebagai kejujuran, kerendahan hati, dan tanggung jawab atas dirinya sendiri.
Intinya Spiritual ego bukan musuh.
Ia guru terakhir. Ia muncul untuk menunjukkan masih ada bagian diri yang ingin diakui meski sudah bercahaya.
Dan saat Anda bisa berkata Oh… ini ego lagi. Di situlah kesadaran kembali hidup.
