The Way of Sufi

"Menjadi seorang Sufi berarti melepaskan diri dari ide-ide yang sudah mapan dan prasangka; dan tidak mencoba menghindari apa yang menjadi takdirmu."

Kaum Sufi tidak memiliki keyakinan atau ketidakpercayaan yang pasti. Cahaya Ilahi adalah satu-satunya penopang jiwa mereka, dan melalui cahaya ini mereka melihat jalan mereka dengan jelas, dan apa yang mereka lihat dalam cahaya ini mereka percayai, dan apa yang tidak mereka lihat tidak mereka percayai secara membabi buta. Namun mereka tidak mencampuri keyakinan atau ketidakpercayaan orang lain, dengan berpikir bahwa mungkin sebagian besar cahaya telah menyalakan hatinya, sehingga ia melihat dan percaya bahwa kaum Sufi tidak dapat melihat atau percaya. Atau, mungkin sebagian kecil cahaya telah membuat penglihatannya redup dan ia tidak dapat melihat dan percaya sebagaimana kaum Sufi percaya. Oleh karena itu kaum Sufi menyerahkan keyakinan dan ketidakpercayaan kepada tingkat evolusi setiap jiwa individu. 

Pekerjaan Mursyid adalah menyalakan api Hati, dan menyalakan obor jiwa muridnya, dan membiarkan muridnya percaya dan tidak percaya sebagaimana ia memilihnya, sambil menempuh perjalanan melalui jalan evolusi. Namun pada akhirnya semua berpuncak pada satu keyakinan, Huma man am, yaitu, 'Aku adalah semua yang ada' dan semua keyakinan lainnya adalah persiapan untuk keyakinan akhir ini, yang disebut Haqq al-Iman dalam terminologi Sufi.

Jika ada yang bertanya apa itu Tasawuf, Agama macam apa itu, jawabannya adalah Tasawuf adalah Agama Hati, agama yang mengutamakan pencarian Tuhan di Hati  manusia.

Seorang Sufi adalah orang yang melakukan apa yang dilakukan orang lain – ketika diperlukan. Ia juga orang yang melakukan apa yang tidak dapat dilakukan orang lain – ketika hal itu diperintahkan.

Semua metode adalah metode, semua cara adalah cara. Dan jika Anda ingin mencapai tujuan akhir, Anda harus meninggalkan semua cara dan semua metode. Itulah satu-satunya cara untuk memasuki tujuan akhir. Sang pencinta harus melupakan semua tentang cinta, dan sang meditator harus melupakan semua tentang meditasi.

Ketika seseorang mulai melihat semua kebaikan sebagai kebaikan Tuhan, semua keindahan yang mengelilinginya sebagai keindahan ilahi, ia mulai menyembah Tuhan yang kasat mata, dan ketika hatinya terus-menerus mencintai dan mengagumi keindahan ilahi dalam semua yang dilihatnya, ia mulai melihat dalam semua yang kasat mata satu visi tunggal; semua menjadi baginya visi keindahan Tuhan. Kecintaannya pada keindahan meningkatkan kapasitasnya sedemikian rupa sehingga kebajikan-kebajikan besar seperti toleransi dan pengampunan muncul secara alami dari hatinya. Bahkan hal-hal yang kebanyakan orang pandang dengan hina, ia pandang dengan toleransi.

Persaudaraan manusia tidak perlu ia pelajari, karena ia tidak melihat manusia, ia hanya melihat Tuhan. Dan ketika visi ini berkembang, visi itu menjadi visi ilahi yang mengisi setiap momen dalam hidupnya. Di alam ia melihat Tuhan, dalam manusia ia melihat gambar-Nya, dan dalam seni dan puisi ia melihat tarian Tuhan. Ombak laut membawa pesan dari atas kepadanya, dan goyangan dahan-dahan pohon ditiup angin baginya tampak seperti doa. Baginya ada kontak terus-menerus dengan Tuhannya. Ia tidak mengenal was-was, atau rasa takut apa pun. Kelahiran dan kematian baginya hanyalah perubahan yang tidak berarti dalam hidup. 

Hidup baginya adalah gambar bergerak yang ia cintai dan kagumi, namun ia terbebas dari semua itu. Di situ ada kegembiraan, banyak berbagai macam keberkahan.


Pencerahan yang Sebenarnya

 

Permata Berharga

Pencerahan pertama adalah Penyatuan dengan Tuhan (Manunggaling Kawulo Gusti) "Aku tidak ada yang ada hanyalah Tuhan."

Pencerahan kedua Pencerahan yang sebenarnya adalah Tuhan sirna (Aku tidak ada dan Tuhan pun tidak ada). Dalam versi yang sering saya ceritakan Tuhan itu adalah : Tuan. Sedang Tuhan yang sebenarnya adalah "The Unknown" Ada banyak orang yang berkhotbah tentang mengulang nama Tuhan dan meditasi, berpura-pura menjadi ahli yang sangat maju. Mereka mengklaim sebagai Master, sehingga mereka dapat mengumpulkan banyak penonton dan memamerkan keterampilan mereka. Tetapi pertunjukan bakat seperti itu bukanlah tanda pencapaian spiritual. 

Pencapaian spiritual menghindari publisitas. Latihan spiritual harus dilakukan dalam KEHENINGAN, jauh dari pandangan umum. Nama dan wujud Tuhan dipuja sebagai "permata berharga". Permata berharga tidak dibawa sebagai barang dagangan ke pasar. Hanya sayuran yang dipamerkan untuk dilihat semua orang.

Awal Jiwa Terpilih


Fase Kebangkitan Spritual 

Tidak semua orang itu bangkit dalam Kesadaran Spritual nya ...apa lagi di zaman sekarang ini, dominan berpikir logika lebih diutamakan. Biasanya seseorang yang telah bangkit kesadaran spiritualnya itu mengalami ujian kehidupan yang luar biasa. Proses kebangkitan Spritual itu adalah mengalami kehancuran yang sehancur -  hancurnya entah itu Kesehatan, Kehancuran keluarga, Kehancuran usaha, dll

Berawal dari fase ujian kehidupan yang begitu mendalam membuat diri kita merenung & berpikir lebih dalam lagi bahkan sampai berserah diri kepada Gusti Allah. Seorang Spritual tentu mengalami fase tersebut hingga dititik terendah bahkan sampai dibilang jauh dalam kehidupan normal. Ujian gemblengan kehidupan tersebut merupakan fase menguatkan dan pertumbuhan mental sehingga diberikan ujian-ujian yang begitu luar biasa agar kita introspeksi diri, memahami diri, berserah diri sepenuhnya kepada Gusti Allah.

Bangkitnya Kesadaran Spiritual tentu berawal melalui berbagai proses perubahan diri dengan mencari jati diri, tujuan hidup, ketenangan diri, mencari tahu tentang siapa diri, untuk apa diri hidup di dunia. 

Dari mencari jati diri kemudian mulai dituntun oleh Alam Semesta mencari dan menemukan keilmuan spiritual dengan belajar dari Guru, Kitab, Alam semesta. Sedikit demi sedikit mempraktekkan seperti Meditasi, Zikir, Muraqabah, dan lain-lain yang akhirnya :

1. Mulai memahami dan merasakan kenikmatan dalam pengolahan bathin yang menimbulkan kepekaan Insting, felling dan intuisi meningkat.

2. Mulai memahami tentang Energi kekuatan yang ada didalam diri

3. Setelah memahami tentang energi didalam diri dan titik pembersihan hingga terbukanya chakra dari chakra dasar sampai chakra mahkota, baru kemudian masuk perjalanan spiritual yang sesungguhnya ke dimensi yang lebih tinggi yaitu pencerahan dan terbukanya tabir rahasia dibalik  rahasia....

Jiwa-Jiwa terpilih proses ujiannya di mulai tahun  2019  namun pengalaman dan proses Kebangkitan Spritual seseorang tentu berbeda-beda. 

Sebagai orang yang terpilih Kuncinya, adalah Kenali diri mu sendiri dan percaya kepada kekuatan diri mu karena Semesta tidak mungkin salah pilih. 

Anda pantas dan mampu menyelesaikan itu.....Kebangkitan Spritual dan kebenaran pasti akan datang di Nusantara.., mereka  membawa sebuah kebenaran sesuai apa yang di inginkan para Nabi & Rosul, dari apa yang disampaikan oleh mereka semua  kepada jiwa-jiwa terpilih. 

Mendatang akan bermunculan Para Spritual.


Teknik pernapasan khusus

Rahasia napas untuk Mengendalikan Kehidupan Itu Sendiri

Untuk tujuan khusus memberi energi pada tubuh, Paramhansa Yogananda merekomendasikan "pernapasan ganda" yang kuat. Ini terdiri dari menghirup napas pendek melalui hidung, diikuti oleh napas panjang; kemudian menghembuskan napas pendek dan panjang melalui mulut dan hidung. Penelitian di University of California, Los Angeles, menunjukkan bahwa pernapasan ganda mengosongkan dan mengisi paru-paru lebih lengkap daripada pernapasan dalam biasa. Namun, untuk menenangkan pikiran saat meditasi , Yogananda merekomendasikan hitungan yang seimbang untuk ketiga fase pernapasan—menghirup, menahan, dan menghembuskan napas.

Yogananda juga mengatakan bahwa pikiran dipengaruhi oleh bagian hidung tempat napas dirasakan mengalir. Orang-orang yang berwatak kaku dan menghakimi cenderung bernapas dengan sempit melalui bagian tengah lubang hidung yang terjepit, seolah-olah ingin menghindari menghirup terlalu banyak alam semesta yang berantakan. Jutaan orang telah terbiasa dengan Pranayam Darth Vader yang berat dan penuh dengan kekuatan. Bernapas melalui mulut menarik energi ke bawah di tulang belakang dan menghilangkan sebagian pasokan oksigen ke otak. Yogananda mengatakan bahwa tempat yang paling bermanfaat untuk merasakan aliran napas adalah di lubang hidung bagian atas, tempat oksigen dapat masuk dengan mudah ke lobus frontal otak.

Ketika nafas berhenti

Bagaimana dengan tidak bernapas? Napas berhenti saat pikiran sangat tenang dalam meditasi mendalam. Teknik meditasi sederhana terdiri dari mengamati aliran napas. Latihan ini memfokuskan perhatian, yang menenangkan pikiran. Ketenangan mental memperlambat napas, yang selanjutnya menenangkan pikiran. Dengan demikian, terbentuklah lingkaran umpan balik yang menuntun meditator semakin dalam ke konsentrasi yang tenang dan mantap.

Pernapasan yang melambat membuat jantung bekerja lebih sedikit, yang karenanya memperlambat detaknya. Yogananda mengatakan bahwa cakra jantung adalah "saklar utama" yang mengendalikan aliran energi dari tulang belakang ke ekstremitas. Ketika jantung melambat, prana secara otomatis ditarik ke tulang belakang bagian dalam, dan tubuh memasuki keadaan mati suri di mana oksigen tidak lagi dibutuhkan, dan pernapasan berhenti.

Pintu gerbang menuju kesadaran kosmik

Beberapa orang yang kasusnya dilaporkan dalam buku populer Life After Life mengatakan bahwa ketika jantung mereka berhenti selama operasi, mereka mendapati diri mereka berlari melalui terowongan gelap menuju cahaya putih cemerlang yang memancarkan cinta dan kegembiraan murni. Swami Kriyananda mengatakan bahwa "terowongan" ini adalah tulang belakang bagian dalam, yang dapat dimasuki dalam meditasi mendalam, dan bahwa cahaya putih cemerlang adalah cahaya mata spiritual .

Yogananda menyebut mata spiritual, di titik antara kedua alis, sebagai "pintu gerbang menuju kesadaran kosmis." Dengan memfokuskan perhatian pada mata spiritual, kita mengalihkan kesadaran kita dari medula oblongata ke lobus frontal otak, pusat kesadaran yang lebih tinggi. Yogananda mengatakan bahwa ketika kita belajar melewati bintang berujung lima yang terlihat di mata spiritual dalam meditasi mendalam, kita mengalami kesadaran kosmis (samadhi).


Dialog tentang Tasawuf lanjutan

Manusia modern bisa terhubung dengan seluruh dunia tapi tidak dengan hatinya sendiri. Banyak yang terlihat bahagia padahal batinnya diam-diam lelah. Tasawuf bukanlah pelarian dari dunia. Tasawuf adalah jalan sunyi pulang menuju Hati yang hidup.

Murid : Guru, apa benar Tasawuf itu ajaran yang membuat manusia meninggalkan dunia?

Guru : Tidak...Justru manusia tanpa  Tasawuf sering kehilangan dirinya didalam dunia.

Murid : Aku masih belum mengerti..

Guru : Dengar baik-baik. Islam bukan hanya Syariat yang terlihat. Ada tubuhnya dan ada ruhnya. Banyak manusia hari ini sibuk menjaga kulit agama tapi lupa menghidupkan jantungnya.

Murid : Jantungnya?

Guru : Ya. Dan Tasawuf adalah usaha menghidupkan kembali jantung itu.

Murid : Lalu kenapa hatiku tetap kosong, padahal aku shalat?

Guru : Karena gerakanmu belum tentu menghadirkan rasa. Lidahmu mungkin menyebut nama Allah tapi hatimu masih dipenuhi dunia.

Martin Lings pernah menjelaskan manusia modern kehilangan pusat hidupnya. Mereka tahu banyak hal tapi tidak mengenal dirinya sendiri. Mereka mampu menaklukkan langit tapi kalah melawan nafsunya sendiri.

Murid : Jadi tasawuf itu melawan hawa nafsu?

Guru : Lebih dari itu. Tasawuf adalah perjalanan membebaskan jiwa dari segala sesuatu selain Allah. Karena penderitaan terbesar manusia bukan miskin. Bukan gagal tapi saat hatinya terputus dari Tuhan.

Murid : Mengapa sekarang banyak manusia merasa hampa?

Guru : Karena dunia modern mengajarkan manusia cara membeli segalanya kecuali ketenanga. Teknologi membuat manusia terkoneksi,, tapi batin mereka terasing. Mereka punya ribuan teman tapi tak  mengenal dirinya sendiri. Mereka tertawa di siang hari lalu diam dan menangis saat malam.

Murid : Apakah Tasawuf itu harus masuk Tharekat?

Guru : Tharekat hanyalah jalan tapi  Tasawuf yang sejati adalah ketika hatimu mulai hidup. Ketika kau mulai malu  berbuat dosa meskipun tak ada manusia yang melihat. Ketika kau mulai mencari Allah meskipun tetap mencari dunia.

Murid : Guru... kenapa kata-kata Tasawuf terasa sangat dalam?

Guru : Karena ia berbicara kepada bagian dirimu yang selama ini diam.

Martin Lings menjelaskan bahwa manusia punya dimensi lahir dan batin. Dan kebanyakan manusia modern mati di bagian batinnya. "Mereka hidup tapi ruhnya lapar". "Mereka bekerja tanpa henti namun tak tahu untuk apa mereka hidup". 

Murid : Lalu apa tujuan Tasawuf  sebenarnya?

Guru : Mengenal Allah bukan sekedar tahu bahwa Allah Ada tapi benar-benar merasakan kehadiran-Nya. Tasawuf adalah perjalanan dari kepala menuju Hati. Dari ilmu menuju cahaya. Dari ibadah yang kosong menjadi ibadah yang hidup

Murid : Apakah semua orang membutuhkan Tasawuf?

Guru : Selama manusia masih punya Hati, dia membutuhkannya.Karena tanpa dimensi ruhani, Agama bisa berubah  hanya menjadi rutinitas. Tubuh sujud tapi hati tetap liar. Lidah berzikir tapi jiwa tetap gelisah. 

Murid : Guru... kenapa buku Martin Lings terasa berbeda? 

Guru : Karena dia tidak menulis seperti orang yang hanya membaca kitab. "Dia menulis seperti seseorang...'"yang pernah merasakan kekeringan dunia modern" Lalu menemukan mata air di dalam tasawuf". Dia melihat bagaimana manusia modern perlahan kehilangan makna dan Tasawuf menjadi jalan untuk kembali. 

Murid : Jadi Tasawuf bukan tentang lari dari dunia?

Guru : Tidak.Tasawuf adalah ketika dunia tidak bisa lagi menguasai Hatimu. "Kau tetap bekerja...tetap hidup... tetap berjalan di bumi". Tapi hatimu tidak diperbudak dunia. 

Murid : Aku merasa selama ini hidupku jauh sekali dari diriku sendiri

Guru : Itulah awal perjalanan karena  banyak manusia baru mencari Tuhan setelah dunia gagal mengisi kekosongan didadanya. Manusia modern takut kehilangan uang, padahal yang paling lama hilang dari hidup mereka adalah Allah.




Dialog tentang Tasawuf


Benarkah Nabi tidak mengajarkan Tasawuf?Jika Nabi tidak pernah menyebut Tasawuf... lalu kenapa para ulama justru menjaganya selama ratusan tahun? 

Banyak orang mengira Tasawuf tidak diajarkan Nabi. Padahal... Nabi justru mengajarkan inti Tasawuf tanpa menyebut namanya. Malam itu angin berhembus pelan di halaman pesantren tua. Lampu temaram menggantung di serambi kayu. Seorang murid duduk gelisah di hadapan Gurunya yang dikenal teduh dan dalam pandangannya.

Murid : "Guru... bolehkah aku bertanya sesuatu yang mengganjal di hatiku?"

Guru : "Tanyakanlah. Hati yang bertanya adalah hati yang sedang mencari jalan pulang."

Murid : "Aku sering mendengar orang berkata tentang Tasawuf. Tapi aku juga mendengar orang lain berkata bahwa Nabi tidak pernah mengajarkan Tasawuf. Aku jadi bingung. Apakah kita memang harus bertasawuf?"

Guru itu tersenyum tipis. la menatap langit malam seakan membaca sesuatu yang tidak terlihat.

Guru : "Anakku... memang benar Nabi tidak pernah menyebut kata Tasawuf." Murid itu sedikit terkejut.

Murid : "Jadi... benar begitu, Guru?"

Guru : "Ya. Nabi tidak menyebut kata itu. Tetapi Nabi mengajarkan seluruh isi Tasawuf dalam hidupnya."

Murid terdiam. Angin malam berhembus membawa suara daun bergesekan seperti bisikan yang halus.

Murid : "Aku belum mengerti, Guru.."

Guru menatap muridnya dengan lembut.

Guru : "Coba kau ingat satu hadits yang sangat terkenal. Ketika Malaikat Jibril datang kepada Nabi dan bertanya tentang ihsan."

Guru berhenti sejenak.

Guru : "Jibril bertanya, 'Apa itu ihsan?' Lalu Nabi menjawab, 'Engkau menyembah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.!"

Murid terdiam lama.

Guru : "Itulah tasawuf, anakku."

Murid : "Maksud Guru...?"

Guru : "Ketika seseorang membersihkan hatinya dari riya, dari sombong, dari dengki... itu Tasawuf!" "Ketika seseorang beribadah bukan sekadar menggugurkan kewajiban, tetapi karena cintanya kepada Allah... itu Tasawuf." “Ketika seseorang merasa Allah selalu melihatnya, bahkan saat ia sendirian... itu tasawuf."

Mata murid mulai berkaca-kaca.

Murid : "Jadi... Tasawuf bukan sesuatu yang baru?"

Guru menggeleng perlahan.

Guru : "Tidak. Tasawuf hanyalah nama yang diberikan ulama untuk menjelaskan perjalanan hati menuju Allah." "Pada zaman Nabi, orang tidak menyebutnya Tasawuf... karena para Sahabat sudah hidup dalam keadaan itu."

Guru menunjuk ke dada muridnya.

Guru : "Masalah manusia hari ini bukan kurang ibadah.." "Masalahnya adalah hati yang kering saat beribadah."

Murid menunduk.

Murid : "Guru... sekarang aku mulai mengerti."

Guru tersenyum.

Guru : "'Jika Engkau sholat tetapi hatimu hadir kepada Allah...kau sedang berjalan di jalan Tasawuf." “Jika kau berzikir hingga hatimu lembut... kau sedang berjalan di jalan Tasawuf." “Dan jika suatu hari kau merasakan Allah lebih dekat daripada napas mu sendiri...!'

Guru berhenti sejenak. Angin malam tiba-tiba terasa sangat hening.

Guru : "Di situlah engkau akan memahami bahwa Tasawuf bukan sekadar ilmu." "Melainkan perjalanan pulang... dari hati manusia menuju Tuhannya."

Murid : Apakah benar kalau belajar sendiri tanpa Guru, Gurunya adalah setan?

Guru : Ungkapan itu peringatan agar kita sadar. Ilmu Tasawuf tidak bisa hanya dipelajari dari buku atau medsos tanpa bimbingan Guru yang terpercaya. Membaca karya ulama atau mendengar ceramah memang penting, tapi tetap dibutuhkan pembimbing langsung yang bisa mengoreksi langkah dan membersihkan hati. Seorang Mursyid  tidak hanya mengajar, tetapi juga mendidik jiwa. Ia menjaga murid dari kesalahan tafsir dan jebakan hawa nafsu. Belajar tanpa Guru ibarat berjalan dihutan gelap tanpa peta, bisa sesat meski niatnya baik.

Bertasawuf, membuka Rasa dan Kesadaran diri... Siapapun yang merasakan pasti mengetahui dan Sadar diri. Maka kenapa banyak sekali ayat yang menjelaskan tentang keadaan mereka yang khusyuk saat beribadah dan tersungkur lalu sujud dan menangis. Karena mereka merasakan hadirnya Sang Maha Segalanya...







Dialog Sang AKU

Siapa yang sebenarnya hidup di dalam Dirimu?

“Kalau kamu masih merasa 'aku yang mengendalikan hidup ini' mungkin kamu belum benar-benar sadar siapa dirimu."  Di dalam dirimu bukan hanya satu suara, tapi ada perang antara yang ingin kembali kepada-Nya, dan yang ingin memiliki dunia. Dan kamu mungkin belum tahu siapa yang sedang menang.

Murid: "Guru... aku bingung, Kenapa di dalam diriku seperti ada dua suara yang selalu bertengkar?"

Guru : "Itu bukan dua suara,, Itu dua dunia yang sedang berebut dirimu."

Murid : "Dua dunia...?"

Guru: : "Yang satu... ingin kembali kepada Allah. Yang satu... ingin memiliki dunia."

Murid :: "Lalu... yang mana aku, Guru?"

Guru ::"Yang bertanya itu... bukan tubuhmu. Bukan pikiranmu., Itu adalah kesadaranmu... yang mulai bangun."

Murid :: "Kesadaran..?"

Guru : "Allah menciptakanmu bukan sekadar hidup,, Tapi untuk menyadari siapa yang menghidupkan mu."

Murid : "Lalu... kenapa aku diberi kehendak, kalau akhirnya harus kembali juga?"

Guru : "Karena tanpa kehendak... kau hanya boneka. Dan Allah tidak menciptakan boneka,, Dia menciptakan pencinta."

Murid : "Jadi.. semua pertentangan ini...?"

Guru : "Adalah medan ujian cinta."

Murid : "Cinta... kepada siapa?"

Guru : "Kepada dunia... atau kepada Dia."

Murid ::"Lalu... siapa sebenarnya aku ini, Guru?"

Guru : "Kau... bukan yang kau pikirkan selama ini.""Tubuhmu hanya pakaian. Pikiranmu hanya bayangan. Perasaanmu hanya gelombang."

Guru : "Yang sejati dalam dirimu,, adalah yang menyadari semua itu."

Murid : "Jadi.. aku ini kesadaran itu?"

Guru ::"Ya,, Tapi kesadaranmu sedang tertidur... dalam mimpi bernama 'aku'."

Murid :: '..Lalu bagaimana aku bangun?"

Guru : "Berhenti merasa bahwa kau adalah pelaku.." "...dan mulailah menyadari... bahwa selama ini... kau hanya disaksikan."

Murid : .Disaksikan oleh siapa?"

Guru :: "Yang sejak awal,, tidak pernah meninggalkanmu." "Yang bertengkar dalam dirimu... bukan kamu. Tapi pilihan... siapa yang ingin kamu Cintai".