Dalam tradisi spiritual Jawa (Kejawan), laku Kebathinan tingkat lanjut untuk kekayaan tidak menggunakan jimat luar, melainkan berfokus pada olah rasa dan pancaran energi internal. Istilah kunonya disebut sebagai Ngluru Rejeki melalui Segara Kebatinan.
Tujuan utama meditasi ini adalah membangkitkan Sedulur Papat Limo Pancer Anda sendiri agar menjadi magnet rezeki alami dan membuka gerbang kejayaan materi (Kamulyan).
Sebelum meditasi, Anda harus melewati gerbang pembersihan Mesu Raga (Puasa). Biasanya diawali dengan puasa Weton (hari lahir) atau puasa Mutih (hanya makan nasi putih dan air putih) selama 3 hari untuk menundukkan hawa nafsu duniawi.
Adus Kungkum/sesuci : Mandi besar atau membersihkan diri di tengah malam (pukul 24.00) untuk membuang Sengkolo (energi sial) yang menyumbat jalur rezeki tubuh.
Tahapan Meditasi Kebathinan Rezeki
Lakukan meditasi ini di ruangan yang gelap, tenang, dan bersih pada jam sakral Jawa, yaitu antara pukul 01.00 – 03.00 subuh.
A. Amepes Budhi (Menenangkan Jiwa) duduklah bersila (Sila Deku) menghadap ke arah Timur (simbol awal kehidupan dan terbitnya rezeki). Letakkan kedua telapak tangan terbuka di atas lutut menghadap ke atas. Pejamkan mata, atur napas secara halus dari hidung tembus ke pusar. Hilangkan semua utang, cicilan, atau beban pikiran dari kepala Anda. Rasakan diri Anda sepi, kosong, dan pasrah total (Sumeleh).
B. Visualisasi "Mancat Kamulyan" (Menarik Kelimpahan) fokuskan seluruh perhatian bathin Anda pada Pusar (pusat energi tubuh bawah) lalu perlahan naikkan fokus tersebut ke Jantung. Bayangkan di dalam jantung Anda terdapat sebutir pari emas (padi emas) yang bersinar sangat terang. Pancarkan cahaya emas dari jantung tersebut keluar pori-pori tubuh, memenuhi seluruh ruangan, hingga meluas ke lingkungan sekitar Anda. Bathinlah dengan keyakinan penuh bahwa ke mana pun Anda melangkah setelah ini, bumi yang Anda pijak akan menumbuhkan rezeki dan orang-orang akan datang membawa keberuntungan untuk Anda.
C. Rapalan Mantra Kunci Kejawen (Kekayaan Lahir Bathin) sambil menahan visualisasi cahaya emas di dada, rapalkan mantera penarik rezeki agung ini di dalam Hati secara berulang-ulang (tanpa hitungan angka, hanya fokus pada rasa) sebagai berikut :
"Bismillahirramanirrahim. Sungsang buwono balik, rejekiku koyo samudro pasang. Teko dewe, moro dewe, soko kersaning Gusti Allah".
(Artinya dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Penyayang. Jagat raya berputar membalikkan keadaan, rezekiku meluap seperti air samudera yang sedang pasang. Datang sendiri, menghampiri sendiri, atas kehendak Allah).
Kunci Keberhasilan : Membuka "Sedulur Papat"
Dalam Kebathinan tingkat lanjut, Anda tidak meminta kepada makhluk gaib luar (khodam/pesugihan), melainkan memerintahkan 4 saudara spiritual Anda yang lahir bersama Anda (Sedulur Papat) untuk bekerja.
Timur (Legi) di tugaskan membuka jaringan pertemanan dan relasi bisnis.
Selatan (Pahing) di tugaskan memberi Anda aura kewibawaan agar dipercaya dalam urusan uang.
Barat (Pon) di tugaskan menjaga agar harta yang sudah didapat tidak cepat habis (bocor).
Utara (Wage) di tugaskan mencari jalan keluar atau solusi cerdas saat bisnis sedang macet.
