Dimana Guru Sejati itu sebenarnya?


"Banyak yang mencari Guru, tapi tidak sadar, yang dicari justru sudah ada  didalam dirinya". Kadang yang kita cari di luar sebenarnya sedang menunggu untuk disadari didalam.

Murid : Guru,, bagaimana caranya menemukan Guru sejati? Kemana aku harus mencarinya?

Guru : Yang kau cari itu sebenarnya sudah ada didalam dirimu?

Murid : Maksud Guru... suara hati?

Guru : Bukan sekedar suara hati tapi cahaya yang Allah titipkan dalam ruhmu. Allah sudah memberi isyarat "Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya." (QS. Qaf :16) Artinya yang kau cari tidak pernah jauh.

Murid : Kalau begitu kenapa aku tidak mendengarnya, Guru?

Guru : Karena yang lebih keras darinya adalah egomu… Ego itu berteriak "Aku benar..!' "Aku sudah paham"'. "Aku ingin cepat sampai". Sedangkan Guru Sejati... ia hanya berbisik.

Murid : Lalu bagaimana cara mendengarnya?

Guru : Allah sudah memberi petunjuk "Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh di jalan Kami, pasti Kami tunjukkan kepada mereka jalan Kami." (QS. Al-Ankabut: 69) Caranya bukan lari keluar tapi masuk ke dalam yaitu Belajar diam. Jujur melihat isi hati. Berhenti membela diri sendiri. Di sini perlahan kau akan mulai mendengar.

Murid : Tapi Guru... aku takut salah. Bagaimana kalau itu bukan suara Ruh... tapi hanya perasaanku saja?

Guru : Itulah sebabnya kau tidak boleh berjalan sendirian. Allah juga berfirman "Maka bertanyalah kepada orang yang berilmu jika kamu tidak mengetahui." (QS. An-Nahl: 43)

Murid : Jadi... tetap harus mencari Guru diluar?

Guru : Bukan "mencari" tapi dipertemukan. Ketika hatimu mulai bersih, Allah akan kirimkan seseorang yang tidak selalu  menenangkan mu, tapi seringkali membongkar dirimu.

Murid : Membongkar...?

Guru : lya… Guru sejati tidak membuatmu merasa hebat... tapi membuatmu sadar betapa banyaknya yang harus kau benahi. Seperti yang terjadi pada Jalaluddin Rumi ketika dipertemukan dengan Shams Tabrizi. Bukan diberi ketenangan tapi dihancurkan egonya.

Murid : Jadi selama ini aku salah ya, Guru?Aku sibuk mencari ke luar tapi tidak pernah masuk ke dalam. 

Guru : Bukan salah... hanya belum sadar.

Murid : Lalu... apa tanda aku mulai mendekati Guru sejati?

Guru : Tandanya adalah kau mulai melihat kesalahanmu sendiri, kau berhenti menyalahkan orang lain, hatimu lebih lembut bukan lebih tinggi. Dan satu lagi...

Murid : Apa itu, Guru?

Guru : Kau mulai lebih butuh Allah daripada butuh pengakuan manusia.

Guru : Sekarang jawab pertanyaanku... Kalau hatimu masih penuh dirimu sendiri... kalau Allah mengirim Guru sejati hari ini. Apakah kau benar-benar siap menerimanya?