Baitullah di Qolbu Mukmin

Qalbu Mukmin adalah Baitullah

Murid : Guru, saya sering mendengar ungkapan bahwa kalbu mukmin adalah Baitullah. Apakah itu benar?

Guru : Benar sebagai ungkapan maknawi dalam tradisi tasawuf. Namun jangan dipahami bahwa Allah bertempat didalam hati, karena Allah tidak dibatasi oleh ruang dan tempat. Maksudnya, kalbu yang bersih menjadi tempat hadirnya iman, ma'rifat, cinta, dan dzikir kepada Allah.

Murid : Apakah ada dalil yang menunjukkan pentingnya kalbu?

Guru : Allah berfirman, "Pada hari ketika harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang yang datang kepada Allah dengan Hati yang selamat (qalbun salim)". (QS. Asy-Syu'ara: 88-89). Dan Allah juga berfirman, "Maka sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada." (QS. Al-Hajj: 46). Ayat ini menunjukkan bahwa pusat pengenalan, kesadaran, dan petunjuk adalah hati.

Murid : Lalu mengapa kalbu dihubungkan dengan Baitullah?

Guru : Karena Ka'bah adalah rumah Allah secara simbolik yang dimuliakan di bumi. Manusia bertawaf mengelilinginya dengan jasad. Sedangkan kalbu yang suci menjadi tempat manusia menghadap Allah dengan ruh dan kesadarannya. Para ulama tasawuf mengatakan: "Ka'bah adalah kiblat badan, sedangkan kalbu adalah kiblat ruh."

Murid : Apakah Rasulullah pernah menjelaskan kedudukan Hati?

Guru : Ya. Rasulullah bersabda, "Ketahuilah, dalam jasad ada segumpal daging. Jika ia baik, baiklah seluruh jasad. Jika ia rusak, rusaklah seluruh jasad. Ketahuilah, itulah Hati." (HR. Bukhari dan Muslim). Hadis ini menunjukkan bahwa Hati adalah pusat kehidupan spiritual manusia.

Murid : Bagaimana cara memuliakan kalbu agar menjadi tempat yang layak bagi cahaya Allah?

Guru : Sebagaimana Ka'bah dibersihkan dari berhala, kalbu juga harus dibersihkan dari berhala batin: kesombongan, riya, dengki, ujub, dan kecintaan berlebihan kepada dunia. Allah berfirman, "Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya, dan sungguh merugi orang yang mengotorinya." (QS. Asy-Syams: 9-10). 

Murid : Apa tanda kalbu telah hidup?

Guru : Kalbu yang hidup akan tenang saat mengingat Allah. 

Allah berfirman, "Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Ra'd: 28). Ia tidak mudah dikuasai pujian ataupun hinaan. Ia melihat segala sesuatu sebagai jalan menuju Allah.

Murid ::Guru, apakah perjalanan menuju Allah sebenarnya adalah perjalanan menuju kalbu?

Guru : Ya. Banyak orang mencari Allah ke segala arah, padahal Allah telah menunjukkan tempat untuk mengenal-Nya, yaitu hati yang bersih. Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi Dia melihat hati dan amal kalian." (HR. Muslim). Karena itu para ArifBillah berkata, "Barang siapa mengenal kalbunya, ia akan mengenal kebutuhan dirinya kepada Tuhannya."

Murid : Lalu apa pelajaran terbesar dari semua ini? 

Guru : Jangan hanya sibuk memperindah penampilan lahir, tetapi perindahlah juga kalbumu. Jangan hanya memuliakan Ka'bah yang berada di Makkah, tetapi muliakan pula kalbu yang ada dalam dadamu. Sebab Allah memandang hati yang bersih, yang penuh cinta, ikhlas, dan penghambaan kepada-Nya.

Guru : "Wahai anakku, Ka'bah adalah rumah yang dikunjungi manusia. Tetapi kalbu yang bersih adalah rumah yang dipenuhi cahaya iman. Barang siapa membersihkan kalbunya dari selain Allah, maka ia akan menemukan bahwa Allah selalu dekat dengannya". "Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya." (QS. Qaf: 16)

Murid : "Guru, kini aku mengerti, perjalanan terjauh bukanlah menuju suatu tempat, melainkan perjalanan membersihkan kalbu hingga layak menghadap Allah."

Duduklah Diam/Hening di Kalbu/Hati Mukmin (Baitullah)