Siapa yang mengalah -- Siapa yang dilayani.
Pasaran/Neptu Jawa itu seperti 5 karakter Energi, yaitu Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon. Jika Ketemu satu sama lain, pasti ada yang menjadi Pengemudi dan ada yang menjadi Penyeimbang.
1. Pahing : Pemimpin yang butuh Rem.
Pahing itu api. Keras, ambisius, maunya maju dan jadi bos. Energinya cocok menjadi Pemimpin. Tapi Pahing punya 2 lawan yaitu Wage dan Kliwon.
Ketemu Wage, Pahing yang megang kendali. Wage akan mengalah, mengatur rumah, dan jamin kehidupan Pahing tetap stabil. Ini kombinasi paling kuat buat rezeki dan rumah tangga.
Malah Ketemu Kliwon, terbalik, Kharisma dan Wibawa Kliwon bikin Pahing patuh. Pahing malah yang melayani. Kliwon adalah ujian ego buat Pahing.
2. Wage : Air tenang yang bisa Menundukkan Kliwon.
Wage itu air. Sabar, cerdas mengatur, tidak banyak drama tapi pondasinya paling kuat.
Dia rela mengalah sama Pahing demi harmoni. Tapi anehnya, Kliwon justru takut sama Wage. Karena Wage punya aturan dan batas yang jelas tanpa teriak. Makanya anak/pasangan Kliwon bisa nurut sama Ibu/pasangan Wage. Wage itu satu-satunya yang bisa menjinakkan api besarnya Kliwon.
3. Kliwon : Magnet dengan Wibawa tertinggi
Kliwon itu pusat gravitasi, spiritual, misterius, kharismatik, dan dominan.
Kliwon menundukkan Pahing, Pon, dan Legi dengan mudah. Tapi Kliwon akan patuh dan segan pada Wage. Karena Wage tidak terpengaruh dengan Auranya, malah Wage menata Kliwon dengan logika dan ketenangan.
4. Pon dan Legi : Pengisi suasana.
Pon itu Angin. Kreatif, fleksibel, suka menjadi pusat perhatian. Dia akan patuh pada Pahing dan Kliwon, tapi bisa kerja sama yang baik dengan Wage sebagai Managernya.
Legi itu Tanah. Manis, suka damai, selalu menghindari konflik. Dia paling mudah mengalah pada siapa saja, terutama dengan Pahing dan Kliwon, demi suasana tetap nyaman.
Rumus sederhana nya : Kliwon > Wage > Pahing > Pon > Legi. Tapi ada pengecualian emas yaitu Wage bisa mengalahkan Kliwon. Jadi, Pahing butuh Wage sebagai rumah. Pahing diuji atau patuh pada Kliwon. Dan Wage adalah kunci yang bisa mengatur semua, termasuk Kliwon.
Energi itu memang unik. Pahing ketemu kliwon, Pahing yang perhatian dan kliwon yang diperhatikan. Tapi kalau Pahing dengan Wage justru Pahing yang di kasih perhatian sama Wage. Padahal Wage bisa mengcover dominasi Kliwon.
Dari Pahing, Kliwon, Pon & Wage, mereka adalah para dominasi ambisi pemimpin.
Hanya Legi yang tidak punya ambisi dalam hal memimpin tapi kepemimpinan meraka berempat bergantung pada Legi sebab menurut Legi tahta tertinggi pada sebuah bangunan adalah pondasi.
Dalam kehidupan pondasinya, Legi adalah Struktur halus dari kesabaran yang sangat strategis. Legi memimpin Pemimpin dibelakang layar. Halus tak terlihat, tak menonjol bahkan sering disalahpahami, tetapi jika ia tidak lagi memimpin pemimpin di belakang layar, tanpa disadari kepemimpinan pun runtuh morat-marit dan sulit untuk diperbaiki kembali.
