Dialog tentang Hati

Hati bukanlah tempat penitipan 

Kalau Hatimu capek... mungkin bukan hidup yang berat, tapi terlalu banyak urusan yang kamu simpan. Mungkin ini saatnya hatimu dipulihkan kembali. Hati bukan gudang luka. Hati hanya ingin ditempati kepada yang menenangkan. 

Seorang Murid datang menghadap Gurunya. Murid itu duduk tertunduk. Tangannya gemetar, matanya lelah seperti orang yang terlalu lama menahan sesuatu. 

Murid : "Guru... kenapa hati saya capek, padahal saya tidak melakukan apa-apa?"

Guru tersenyum tipis. Tatapannya tajam melihat Murid nya.

Guru : "Karena kamu melakukan terlalu banyak di dalam hatimu."

Murid : "Apa maksud Guru?"

Guru berdiri, melangkah pelan, lalu berkata lirih 

Guru : "Kamu menyangka hatimu gudang. Semua orang boleh menitipkan urusannya. Semua luka boleh singgah. Semua rindu boleh menginap. Kamu bangga disebut kuat... padahal hatimu kelelahan".

Murid terdiam.

Murid : "Saya cuma ingin peduli..."

Guru memotong, suaranya mengeras.

Guru : "Peduli tanpa batas bukan kebajikan. Itu kebodohan yang dibungkus niat baik."

Hening

Guru : "Hati diciptakan untuk merasakan, bukan menimbun. Tapi kamu memaksa ia menanggung masalah yang bahkan bukan milikmu dan permasalahanmu. Lalu kamu heran kenapa kedamaian menjauh."

Murid : "Bukankah hidup mengajarkan kita untuk selalu ada?".

Guru tersenyum 

Guru : "Siapa yang mengajarkan itu? Dunia lah yang ingin kamu habis sebelum waktunya?"

Guru mencondongkan badan, suaranya lebih pelan 

Guru : "Dengarkan baik-baik. Memilih urusan bukan egois, Itu kasih paling dewasa kepada diri sendiri. Orang yang tidak bisa memilih, akan hancur sambil merasa dirinya Suci.

Murid :  "Lalu... luka-luka ini dari mana, Guru?"

Guru menatap langsung ke mata murid.

Guru : "Dari urusan yang salah tempat."

Murid tersentak.

Guru : "Kamu memberi ruang pada tuntutan, konflik, pengabaian. Kamu rawat orang-orang yang tak pernah berniat menetap. Lalu kamu menyalahkan Hati karena terluka".

Guru menghela napas.

Guru : "Bukan hatimu yang lemah tapi Kamu saja terlalu murah memberi akses."

Murid :  "Apakah kebahagiaan memang sesulit itu?"

Guru tersenyum

Guru : "Kebahagiaan tidak lahir dari hati yang penuh. la lahir dari hati yang tertata."

Guru menyentuh dada murid perlahan.

Guru : "Saat kamu berani memilih apa yang masuk ke diri, batinmu berhenti gaduh. Dari keteraturan itulah tenang tumbuh, Tidak meledak-ledak. Tidak pamer, Tapi tahan lama."

Murid : "Bagaimana saya melepaskan?"

Guru : "Melepaskan bukan kehilangan. Itu tanda kamu akhirnya dewasa."

Guru berkata pelan, hampir berbisik

Guru : "Tidak semua yang datang harus disimpan. Hati bukan persinggahan. Hati bukan tempat penitipan. la tempat pulang."

Murid terdiam lama.

Murid : "Mungkin... selama ini saya salah menjaga rumah."

Guru tersenyum.

Guru : "Belum terlambat. Kunci lah rumahmu sekarang. Pilih siapa yang layak tinggal."

Masya Allah .. Alhamdulillah melepaskan semua beban yang hanya membuat banyaknya penyakit bathin.




Cinta Tanpa Syarat


Jika aku berkata, aku mencintaimu karena sebagai balasannya engkau memberiku sesuatu, di dalam hubungan berdasarkan alasan itu selalu terdapat pengakhiran hubungan itu. Sehingga kita bertanya satu sama lain, adakah suatu kehidupan tanpa alasan? Pertama, lihatlah keindahannya, lihatlah kedalamannya, lihatlah kekuatan pertanyaan itu, bukan sekedar kata-kata. 

Kita berkata, cinta tidak punya alasan -- itu jelas. Jika aku mencintaimu karena engkau memberikan sesuatu, itu barang dagangan, yang ada di pasar. 

Jadi, bisakah aku mencintaimu, bisakah ada cinta, tanpa keinginan apa pun, secara fisik, secara psikologis, di dalam, tiada apa pun dalam bentuk apa pun? 

Maka itulah cinta, yang tidak punya alasan dan dengan demikian tidak terbatas. Manakala tidak ada rasa takut, kebebasan ada di situ. Maka barulah orang bisa menemukan apa yang benar. Apabila apa “yang ada“ itu tidak di-distorsi oleh rasa takut, maka apa “yang ada“ itu benar, "Ada" bukanlah kata "ada". 

Kebenaran tidak dapat diukur dengan kata-kata. Cinta kasih bukanlah kata-kata, bukan kepercayaan, bukan pula sesuatu yang bisa Anda tangkap lalu mengatakan “Ini milikku“. Tanpa cinta kasih dan keindahan, yang Anda namakan Tuhan sama sekali tidak ada artinya.

Ketika Anda berkata Anda mencintai seseorang, semua itu tersirat : iri hati, keinginan memiliki, keinginan memperoleh, mendominasi, takut kehilangan, dan sebagainya. Semua itu kita namakan cinta, dan kita tidak mengenal cinta tanpa rasa takut, tanpa iri hati, tanpa pemilikan, kita sekadar berceloteh saja tentang cinta tanpa rasa takut, yang kita namakan cinta tanpa-aku, cinta murni, cinta ilahi, cinta tanpa syarat atau apa saja, tetapi faktanya ialah kita cemburu, kita mendominasi, kita posesif. 

Kita akan tahu keadaan cinta itu hanya apabila kecemburuan, iri hati, sikap memiliki, dominasi berakhir dan selama kita memiliki, kita tidak pernah mencinta ... Kapan Anda memikirkan orang yang Anda cintai? Anda memikirkan dia bila ia pergi, bila ia meninggalkan Anda, bila ia tiada baru anda terasa.

Doa Yang Indah


Setiap agama menganjurkan doa, tetapi kebanyakan orang kecewa dengan hasil doanya. Ini karena mereka berdoa dengan cara yang salah. 

Yogananda memberikan pedoman yang jelas untuk doa yang efektif. Pertama-tama, dia berkata bahwa kita harus berdoa dengan kesadaran penuh— 

“Dengan segenap hatimu, dengan segenap akal budimu, dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap kekuatanmu.” Tuhan menjawab semua doa, tetapi mereka yang memiliki sedikit energi di belakangnya Dia menjawab hanya sedikit. Mereka yang memiliki kekuatan nyata mendapatkan respons yang kuat.

Berdoa percaya - Iman 

Jangan biarkan keraguan dan rasa tidak aman menghalangi harapan Anda untuk sukses. Asumsikan bahwa Tuhan ingin -menjawab doa-doa Anda (selama itu untuk keuntungan Anda, bukan kerugian Anda). Berdoalah dengan pikiran bahwa Anda adalah anak Tuhan sendiri dan bukan seorang pengemis yang memohon bantuan dari orang asing. Doa pengemis menjauhkan Tuhan saat berdoa. 

Seperti putra atau putri-Nya mendekatkan-Nya. Jangan merasa tidak layak: Identifikasi dengan potensi Anda, bukan kegagalan Anda. Yogananda berkata, "Dosa terbesar adalah menyebut diri Anda -pendosa."

Biarkan doa Anda sederhana dan dari hati Anda. 

Doa-doa formal menciptakan hubungan yang kaku dengan Tuhan dengan menempatkan Dia dalam peran seseorang yang harus kita senangi dengan kata-kata dan tindakan yang indah sebelum Dia menerima atau mencintai kita. Namun, pada kenyataannya, Dia adalah yang terdekat dari yang terdekat dan yang tersayang dari yang tersayang. Dia lebih dekat dengan kita daripada pikiran kita sendiri dan mencintai kita lebih dari yang kita bisa mencintai diri kita sendiri.

Berikut adalah doa yang indah dan sederhana dari buku Yogananda Whispers from Eternity, yang dapat Anda gunakan sebagai model untuk doa Anda sendiri. Bacalah beberapa kali untuk mengetahui gambar dan arti kata-katanya. Kemudian ulangi dengan mata tertutup, mendalami perasaan di balik kata-kata itu. Saat Anda terus memenuhi doa dengan perasaan jiwa Anda, Anda akan merohanikannya, memberinya kekuatan yang jauh melampaui kata-kata belaka. 

Kami Menuntut sebagai Anak-Mu “Engkau adalah Bapa kami. 

Kami dibuat menurut gambar-Mu sendiri. Kami adalah anak-anak Allah. 

Kami tidak meminta atau berdoa seperti pengemis, tetapi meminta sebagai anak-anak-Mu, kebijaksanaan, keselamatan, kesehatan, kebahagiaan, sukacita abadi. Nakal atau baik, kami adalah anak-anak-Mu. Bantu kami menemukan kehendak-Mu di dalam kami. Ajari kami untuk menggunakan secara mandiri kehendak manusia (karena Engkau memberikan itu kepada kami untuk digunakan secara bebas), selaras dengan kehendak-Mu yang dibimbing oleh kebijaksanaan."

Tentang mu

Banyak sudah kudengar cerita tentangmu. Banyak sudah aku bertukar pikiran denganmu. Banyak sudah aku berbagi hal kepadamu. Banyak sudah kulewati masa-masa sulit bersamamu, tentang kesabaranmu, kehebatanmu, kesetiaanmu, dan kemampuanmu berjuang untukku selama ini. Aku tahu seberapa banyak terima kasihpun tidak akan cukup untuk membayar semua itu.

Aku dicintai dengan begitu baik olehmu, aku ingin kamu tetap setia bersamaku, jangan pernah lelah dan bosan denganku, apapun yang akan terjadi dikedepannya nanti, aku yakin kita bisa melewatinya bersama.

Ketika Cinta menjadi Cahaya

Cinta menemukan kekuatannya saat kita memberi dengan ketulusan bukan dengan menunggu balasan. Dalam memberi, hati justru tumbuh berkembang, menjadi lebih kuat dan menghadirkan kebahagiaan yang sederhana dan mendalam, Cinta yang murni adalah cinta yang mengalir tanpa syarat dan menjadi cahaya bagi diri sendiri dan orang lain. 

1. Memberi adalah jalan untuk menjadi lebih bertumbuh. Ketika memberi, Anda sebenarnya sedang mengingatkan diri bahwa hidup bukan hanya untuk diri sendiri, tapi untuk saling meneguhkan sesama.

2. Cinta yang tulus tak mengharapkan balasan. Cinta paling murni adalah cinta yang tidak menunggu kembali. Ia hanya hadir mengalir dan menjadi penerang bagi siapapun yang di sentuhnya.

3. Memberi adalah jalan untuk menguatkan hati bukan melemahkan. Saat Anda memberi, justru belajar bahwa hati Anda takkan pernah berkurang. Ia semakin melebar bertumbuh dan menjadi lebih kuat.

4. Kebahagian datang disaat Anda membuat orang lain bahagia. Ada damai yang tak bisa di jelaskan ketika Anda melihat seseorang tersenyum karena kebaikan kecil yang Anda lakukan. Itulah kebahagian yang tak bisa dijual belikan.

5. Memberi adalah bahan bakar cinta yang paling jujur. Cinta tak butuh banyak bukti, cukup satu ketulusan untuk memberi tanpa  perhitungan dan syarat. Disitulah hati menemukan kejujurannya sendiri.



Jangan Tersenyum Jika Matamu Penuh Dengan Air Mata

 


“Jangan terus berpura-pura dan tertawa saat hatimu menangis. Jangan tersenyum jika matamu penuh dengan air mata. 

Jangan tidak autentik, karena dengan tidak autentik Anda hanya melindungi luka Anda agar tidak sembuh. Seluruh tubuh Anda akan menjadi busuk.

Ekstasi hanya keluar dari penderitaan - dan semakin dalam penderitaan, semakin dalam pula ekstasi itu; total penderitaan, total akan menjadi ekstasi.“Semuanya harus dibayar. Untuk ekstasi, kita harus membayar dengan penderitaan. Seseorang harus melalui rasa sakit yang dalam untuk menyingkirkan rasa sakit. 

Rasa sakit adalah pembersihan. Rasa sakit adalah api; itu membakar sampah di dalam dirimu, itu menghancurkan yang tidak penting. Sama seperti kita memurnikan emas melalui api, kesadaran dimurnikan melalui rasa sakit. Rasa sakit memiliki sesuatu untuk disampaikan kepada Anda.

Jangan menghindari rasa sakit. Jika Anda menghindari rasa sakit, Anda menghindari kesenangan. 

Jangan menghindari dunia. Jika Anda menghindari dunia, Anda telah menghindari Tuhan. 

Jangan menghindari kegelapan. Jika Anda menghindari kegelapan, fajar tidak akan pernah datang. 

Dari malam yang gelap itulah pagi lahir. Dan saat malam paling gelap, matahari terbit paling dekat.

Afirmasi Pagi dan Malam

Wahai Semesta,

di malam hening ini aku menyerahkan semua yang tak sanggup ku jelaskan. Segala lelah yang ku pendam, segala ragu yang ku sembunyikan, segala harapan yang masih menunggu waktunya. Tenangkan batinku yang kadang berisik oleh pikiranku sendiri. Lembutkan hatiku agar tidak mengeras oleh kecewa. Dan tuntun aku agar tetap percaya bahwa hidup selalu punya cara menata ulang jalannya.

Afirmasi Pagi dan Malam 

Aku di kelilingi kekayaan dan kemakmuran, emas dan aset berharga hadir dalam hidupku, aku membangun kekayaan yang stabil dan terus bertambah,aku bersyukur atas keamanan finansialku, nilai diriku semakin tinggi setiap hari, aku menarik kemakmuran seperti magnet, aku hidup dengan energi kelimpahan kekayaan mengalir kepadaku dengan alami