Orang yang tenang dalam kesendirian adalah Jiwa yang paling sulit disentuh. Ia tidak mencari siapapun untuk merasakan cukup. Bila tidak dihormati ia pergi, jika dikhianati ia tidak marah. Ketika mereka meninggalkannya, ia tersenyum dan melepas mereka dengan Hati yang ringan. Ia bebas dari ikatan emosi apapun.
Awalnya Ia seorang yang sangat peduli. Ia pernah menjadi sebaik-baiknya manusia, Tapi ketika Ia jatuh, malah dikecewakan dan dikhianati. Ia baru memahami bahwa pada dasarnya mereka tidak peduli padanya. mereka diam-diam senang kalau melihat Ia terjatuh. Ternyata mereka mendekati saudaranya hanya untuk memanfaatkan saja demi keuntungannya sendiri. Padahal sesungguhnya mereka sedang menghalangi keberkahan dalam hidupnya. Mungkin mereka berpikir cerdas, namun pada faktanya, mereka sedang mengundang bencana dan kesusahan dalam hidupnya sendiri.
Di fase ini Anda harus diam, lebih menjaga jarak dan mematikan rasa peduli diantara saudara yang mendekat. Anda sudah memahami dan sudah melewati satu episode kehidupan. "Berharap kepada manusia pasti kecewa dan hanya kepada Allah tempat meminta pertolongan"
Ketika Anda sudah bangkit, saudara mu hanya melihat dari kejauhan dan tak berani mendekat kembali. Dan Anda hanya tersenyum.
