Masa Kebangkitan Tharekat Sufi di Indonesia dari abad 16 hingga abad 18.
Kalau dulu ada ulama dari Aceh yaitu Hamzah Fansuri, ada Syamsuddin As-Sumatrani serta Nuruddin Ar-raniri. Mereka berbeda tapi sama-sama Sufi hingga puncaknya hadir Syekh Abdurrauf As-Singkili, Mereka semua belajar di Madinah. Mereka juga disebut poros Aceh dengan ditandai munculnya Tharekat Satariyah. Kalau di Jawa dikembangkan di Jawa Barat oleh Syekh Muhi pamijahan. Di Sumatera Barat oleh Syekh Burhanuddin.
Kemudian Fase berkembang, berpindah ke wilayah Palembang dengan munculnya Syekh Muhammad Aqib (Datuk Aqib) bin Syekh Hassanudin dan murid mereka yaitu Syekh Abdussomad ditandai dengan adanya Tharekat Samaniyah. Sebagai ahli Sanad dan ahli hadist, Syekh Abdussomad juga memiliki Tharekat yang dikenal dengan Tharekat Samaniyah, Khalwatiyah dan Qadiriyah. Sebetulnya beliau punya Tharekat lain, tapi ketiga ini lebih di mansyur kan di masyarakat. Sebagai bukti tharekat Samaniyah berkembang ditandai dengan adanya tarian Saman dari Aceh dan zikir Talqin/Ratib Saman yang berkembang di Betawi.
Syekh Abdussomad mempunyai sanad penerus yaitu Syaikhu Fatimah (putrinya) dan syekh Nawawi al-Bantani, maka ketika Tharekat berpindah dari Palembang ke Banten akhirnya terselamatkan Sanad Tharekat Samaniyah yang terus berkembang di wilayah Banten hingga Betawi.
Di Sumatera Barat (Minangkabau) berkembang juga Tharekat Samaniyah jauh setelah Syekh Abdussomad yaitu Syekh Abdurrahman (Syekh Kumango) dan Sayyid Muhammad Amin bin Ahmad Ar-Ridwan.
Syeikh Abdussomad Al palembani 15 tahun di Madinah dan 15 tahun di Mekah, sehingga boleh dikatakan bahwa Silsilah Ulama Indonesia pada masa itu adalah ulama berkelas dunia. Syaikh Abdussomad Al Palembani wafat di Thailand. Keilmuan beliau luar biasa sehingga doanya bisa mendapatkan kekebalan senjata. Sehingga sampai wafatnya kepala dan tubuhnya di pisah oleh Belanda, mirip kisah Sayidina Husen ketika wafat, hingga masa itu, ilmu kekebalan tubuh dari senjata meluas sampai wilayah Banten dari jalur Tharekat.
Hari ini banyak ulama Indonesia yang lama di Madinah dan di Mekkah tapi waktunya tidak selama Syaikh Abdussomad. Beberapa Ulama sekarang hafal hadist dan sanad tapi kebanyakan mereka justru membatalkan Tharekat. Bagaimana pendapat anda?
Catatan : Sebagai seorang ulama, KH Mohammad Noor Syafi'i (kakek penulis) sangat menghormati para Guru silsilah, terbukti nama dari anak-anaknya diberi nama Fatimah, Ahmad, Abdul dan peninggalan mesjid nya yang diberi nama Mesjid Ar Ridwan. Baca : Tharekat Samaniyah
