Dimulai dari Diri Sendiri

Kalimat itu sering disalahpahami seolah-olah mencintai diri berarti menutup diri dari orang lain. Padahal yang dimaksud bukan begitu. Ada fase di mana seseorang berhenti menggantungkan nilai dirinya pada perhatian orang lain. Tidak lagi sibuk mencari pengakuan, tidak perlu validasi, tidak lagi menunggu dicintai untuk merasa berharga. Di situ, ada ketenangan yang mulai tumbuh dari dalam.

Ketika seseorang benar-benar menghargai dirinya, cara dia bersikap ikut berubah. Ia tidak mudah menerima hal yang menyakitkan, tidak lagi bertahan di tempat yang merendahkan, dan tidak tergesa-gesa memberi ruang pada siapa pun yang datang. Bukan karena sombong, tapi karena tahu batas dan tahu apa yang pantas diterima. Dari situ, yang terlihat bukan hanya penampilan, tapi sikap yang lebih kuat dan tenang.

Mungkin di situlah letak sadar yang dimaksud. Bukan sekedar apa yang terlihat, tapi bagaimana seseorang berdiri dengan dirinya sendiri tanpa merasa kurang. Dan justru ketika tidak lagi bergantung pada orang lain untuk merasa cukup, ia menjadi lebih utuh. Dari situ, jika suatu saat mencintai orang lain, itu bukan karena kebutuhan, tapi karena pilihan yang sadar.