Setelah berziarah bekti tahlil, maka utusan kemudian membagikan dana shodaqoh Raja yg kemudian ritual dilanjutkan menuju ke Goa Masigitselo (yang bentuk gua menyerupai masjid, maka disebut masjid Sela) utusan bertafakur di situ dan berganti baju putih putih untuk menyeberang ke pulau Karang Badung.
Para utusan Raja tersebut kemudian menuju ke pohon bunga Wijaya Kusuma yg tumbuh di lokasi dan membalut pohon tersebut dengan kain cinde dan dibawah pohon dipersiapkan kendaga (peti kotak) untuk tempat bunga.Setelah waktunya di malam hari utusan Raja akan melaksanakan Sholat Hajat, apabila doa permintaan terkabul akan datang cahaya dan bunga tersebut sudah ada di dalam kotak peti tersebut yang kemudian diserahkan kepada Raja dengan upacara kenegaraan sekembalinya di Kraton.
Setelah diterima Raja maka Bunga tersebut dibuat hidangan rujak untuk santapan sang Raja.
