Jangan memilih Perempuan seperti Aku

Jangan jatuh cinta kepadaku. Aku bukan perempuan yang tumbuh dari rumah penuh pelukan dan suara tawa.Aku dibesarkan oleh kekacauan yang setiap malam mengajarkanku cara menangis diam-diam. Bahkan hingga hari ini, aku masih sering merasa seperti manusia yang gagal diselamatkan.

Aku tidak punya banyak hal untuk dibanggakan. Wajahku biasa saja, hidupku pun tak pernah semewah mimpi perempuan lain. Tanganku lebih sering menggenggam cemas daripada bahagia. Dan isi kepalaku terlalu penuh oleh takut untuk bisa menjadi tempat pulang yang baik bagimu.

Kadang aku iri pada perempuan-perempuan yang hidupnya terang. Yang keluarganya utuh, tawanya ringan, dan masa depannya jelas terbentang. Sedangkan aku bahkan masih tersesat di hidupku sendiri. Aku berjalan tanpa tahu sebenarnya sedang menuju apa atau kehilangan siapa.

Aku takut kamu lelah jika terlalu lama bersamaku. Takut suatu hari kamu sadar bahwa mencintaiku terasa seperti memeluk badai. Sebab aku punya terlalu banyak luka yang belum sembuh dan terlalu sedikit bahagia untuk dibagi. Aku khawatir kamu akan merasa salah telah memilih perempuan seburuk ini.

Karena nyatanya aku memang berantakan. Hatiku dipenuhi suara-suara kecil yang terus mengatakan bahwa aku tidak layak dicintai. Aku terbiasa ditinggalkan bahkan sebelum sempat percaya bahwa seseorang akan menetap. Maka jika nanti aku terlihat sulit dipahami, itu karena hidup terlalu sering mematahkan aku diam-diam.

Tapi yang paling menyakitkan adalah di antara semua ketakutanku, aku tetap ingin tinggal di dekatmu lebih lama. Aku tetap ingin mendengar namaku hidup di dalam suaramu. Meski dalam hati kecilku, aku tahu aku mungkin bukan perempuan yang pantas kamu perjuangkan.

Jadi jangan pilih aku, ya...Pilihlah perempuan yang hidupnya tidak seberisik lukaku. Perempuan yang bisa mencintaimu tanpa membawa takut di setiap pelukannya. Sedangkan aku… biarlah tetap menjadi seseorang yang diam-diam mencintaimu sambil belajar menyelesaikan dirinya sendiri.

Puan Naswa Sholihah