Meditasi Amrita Nadi

Bindu Visagra, adalah pusat psikis di bagian atas kepala ke arah belakang tetapi bidang yang sama tempat mata ketiga berada. Bindu berarti 'titik' dan 'titik' dan mengacu pada titik di mana setiap individu mengandung potensi kesadaran dan kekuatan kreatif. Dikatakan sebagai tempat bersemayamnya bulan dan ketika purnama ia mengeluarkan nektar atau cairan ambrosialnya hingga meresap ke seluruh tubuh, seperti halnya bulan luar yang memancarkan cahayanya ke permukaan bumi pada saat itu.

Aliran nektar yang dihasilkan bindu membuat tubuh kebal terhadap racun dalam sistem dan memperkuat sistem kekebalan tubuh terhadap segala virus. 

Secara fisiologis, aliran nektar ini dikaitkan dengan pelepasan hormon dari kelenjar pituitari ke dalam aliran darah. Di Sirsasana dan Sarvangasana, Amrita ditingkatkan, memberikan kesehatan dan umur panjang. 

Menurut Hatha Yoga Pradipika (HYP), jika seseorang mempraktikkan Kechari mudra, proses degenerasi tubuh dapat dibalik. “ Khechari mudra adalah memutar lidah ke belakang hingga ke dalam rongga tempurung kepala dan memutar mata ke dalam menuju pusat alis”

Mengalir dari Bindu Visagra ke Vishuddhi Cakra (tenggorokan) di mana ia dimurnikan dan diproses untuk digunakan lebih lanjut dan didistribusikan ke seluruh tubuh. 

Untuk mendapatkan keabadian, seseorang perlu melakukan teknik dan latihan agar nektarnya terperangkap dan dikonsumsi di dalam tubuh manusia. Namun, perlu diingat juga bahwa salah satu definisi alternatif Jalandhara Bandha (kunci tenggorokan – di mana 'jal' berarti 'air') adalah untuk menahan nektar dalam vishuddhi dan mencegahnya jatuh ke dalam api pencernaan. Dengan cara ini, prana dilestarikan.

Saat berkonsentrasi pada pusat ini; kita dapat memvisualisasikan setetes besar nektar berwarna putih. Cobalah untuk merasakan tetesan nektar manis sedingin es yang jatuh ke Vishuddhi dari Bindu, memberikan perasaan mabuk yang membahagiakan. 

Amrita bukan sekadar kisah mitologi yang menarik.

Nektar pemberi keabadian yang berharga dikatakan mengalir dari kelenjar pituitari ke bagian belakang tenggorokan selama meditasi yang sangat mendalam.

Untuk membantu pelepasan amrita dari kelenjar pituitari, dilakukan mudra yang disebut Kechari (penguncian lidah). Pada dasarnya, lidah menggulung ke bagian belakang mulut di belakang uvula, dan menekan langit-langit lunak tenggorokan.

Hal ini membantu merangsang pelepasan amrita, karena jaringan lunak tersebut terhubung ke tulang (sella turcica) yang melindungi kelenjar pituitari.

Cukup menarik, bukan?

Ketika aliran amrita terjadi, itu bertepatan dengan kebahagiaan dan kondisi kesadaran yang sangat mendalam :

Amrita, cairan keabadian itu seperti nektar…Memancar dari pusat Chandra  di tengah kepala, jauh di belakang alis…Sarinya asin, mirip ghee, dengan konsistensi madu. Siapa yang menelan minuman keras bening yang menetes dari otak ke dalam hati dan diperoleh melalui meditasi, maka terbebas dari penyakit dan lembut badannya seperti tangkai bunga teratai, dan akan berumur panjang. -Hatha Yoga Pradipika

'Saluran keabadian' Amrita-nadi yang dibicarakan oleh Ramana Maharshi di India Selatan. Amrita-nadi bermanifestasi pada pencerahan penuh dan menciptakan hubungan antara sushumna-nadi yang menaik dan pusat Hati.

Ini dapat digunakan sebagai visualisasi dengan sempurna… Seolah-olah ada garis Cahaya yang disisipkan di antara bagian tengah dalam kumparan atas (otak tengah hingga ubun-ubun) dan bagian tengah dalam kumparan bawah (di bawah dan di belakang pusar). 

Seluruh tubuh menjadi penuh dengan Cahaya dan Kebahagiaan yang Bercahaya. Keseluruhan kepenuhan ini adalah cerminan Hati. Semua itu adalah Amrita-Nadi.

Arti lain dari Amrita mengacu pada saripati keabadian yang dikatakan mengalir melalui kelenjar pituitari kita ke bagian belakang tenggorokan selama tahap meditasi yang lebih dalam, yang diproduksi oleh tubuh itu sendiri.

#kechari mudra

Mantra Kechari Mudra

 

Untuk mengaktifkan Chakra Soma ini menjadi kekuatan yang besar Mantra Kechari dilantunkan sambil memutar lidah ke atas dan ke belakang. Hal ini mencapai Keabadian Kepribadian Pikiran Ego.

"hrim bham sam pam pham sam ksham"  sebanyak 500.000 pengulangan mantra hebat ini menghilangkan kerutan dan uban.

Ketika Anda melakukan ini, anggur Agung para Yogi, Nektar keabadian mulai mengalir. Anda akan melihat aliran air liur Anda akan berubah dan mekanisme Penyembuhan Tubuh/kuil menjadi aktif.

Lalu Babaji berkata, "Mengapa umat manusia mencari Cawan Suci kesana kemari. Cawan Suci itu ada di dalam Kuilmu, tubuhmu. Soma/Nektar/Ambrosia bisa diaktifkan dengan memutar lidahmu Amarjit Di dalam tubuhmu terkandung seluruh alam semesta ciptaan.

Hargai ini Gulung lidahmu sebanyak yang kamu bisa, selama kamu menggulung ini nektar Soma akan aktif".Nektar Soma/Amrita ini dilepaskan ke tulang belakang kita ke dalam sistem 72.000 Nadi kita. 

Dimanapun Nektar Soma menetes ke sana, kita tidak akan pernah mengumpulkan Karma. Ini seperti Cosmic Teflon, dimana Karma tidak dapat terakumulasi. Bayangkan sebuah kekuatan yang memasuki hidup Anda dan  mengatakan mulai sekarang dalam keadaan khusus ini Anda tidak akan mengumpulkan Karma apa pun di sini. Inilah kekuatan Nektar Soma. 

Gambar Siwa ditampilkan dengan bulan sabit di dahinya Bulan adalah Chakra Soma. Karena Nektar ini Mirip dengan ledakan Nuklir, hanya sejumlah kecil yang dilepaskan dalam satu waktu. 

Ini hanya dapat diaktifkan Melalui Rahmat Tuhan atau inisiasi dalam mimpi atau oleh rahmat dari Sadguru Sejati dalam wujud manusia. Mantra ini akan sangat merangsang aliran Nektar Ilahi ini.

Ketika kamu bisa melakukan KHECARI MUDRA (INI SAKLAR YANG MEMBUKA CHAKRA DASAR DAN MENDAPATKAN PENINGKATAN KUNDALINI PENUH)

dan tahan nafas 200 detik dengan YONI MUDRA kamu mendapatkan kundalini penuh dengan 100 CAHAYA MATAHARI DI MATA KETIGA .

#kechari mudra 



Metode menggulung lidah

Meditasi kundalini untuk AWET MUDA panjang umur dengan menggulung lidah.

Dalam tahap bhavana, nadi, prana, bindu, semua tidak berwujud, tiada. Nadi tubuh divisualisasikan oleh Anda, kundalini juga dibangkitkan menggunakan pikiran Anda, Cairan Bodhicitta bindu ada di cakra ajna. Kita sering mengatakan, ketika kundalini bangkit, melalui nadi tengah, membakar bindu, bindu mengalir turun, air dan api saling lebur, membuka lima cakra Anda, atau jika ditambah dengan cakra usnisa dan cakra muladhara menjadi tujuh cakra, kita sering menyebutnya : “Tiga nadi dan tujuh cakra.”, ini berada di antara kosong dan ada.

Di dalam otak juga ada bindu, Cairan Candra Bodhicitta adalah bindu, semua sirkulasi adalah berkat bindu. 

Oleh karena itu keremajaan manusia sepenuhnya berkat hormon atau bindu, apabila Anda masih bisa menghasilkan hormon, maka selamanya Anda dapat mempertahankan keremajaan. 

Selain menjaga esensi dan menghirup prana, ada juga mereguk amrta, apa itu ? Ketika Anda tua, tidak ada lagi air liur, apabila di dalam mulut Anda masih ada air liur, itu artinya masih punya keremajaan, Anda sentuhkan ujung lidah ke rongga mulut, atau memutar lidah di antara gigi, maka air liur akan naik, kemudian reguk air liur itu, kemudian hirup prana panjang usia.

Menjaga esensi, jangan dihamburkan ; Menghirup prana, Anda mesti memenuhi prana ke sekujur tubuh, bahkan sampai ke kulit, tiap pori-pori, maka kulit akan menjadi putih dan lembut, seperti tahu, bisa menghasilkan air, ini adalah panjang usia.

Anda perlu menjaga esensi, menghirup prana, dan mereguk amrta, maka Anda dapat panjang usia, bahkan awet muda, mempertahankan keremajaan, sungguh baik ! Muka setiap orang tidak akan menghitam, akan bersinar, terpancar dari wajah, Anda menghasilkan sinar ; Apabila Anda tidak melakukannya, sinar semakin redup, Anda pun menua. 

Dalam sistem ilmu pertapaan (kultivasi) aliran Dao (dibaca: Tao), posisi lidah menempel langit-langit merupakan “Jembatan ” yang menghubungkan dua arus energi dalam meridian Ren dan Du disaat bersirkulasi dengan berintersection di titik Dantian (bawah pusar), titik Hui Yin (dekat dubur) dan pineal body (di kepala). 

Di Kriya Yoga juga terdapat teknik Putaran Kriya dimana setiap akhir sesi putaran juga menelan air liur... gunanya buat kesehatan dan awet muda.

Ada pepatah kuno: “Menelan air liur 300 kali, Anda dijamin dapat hidup sampai 99 tahun”. Air liur yang nampaknya biasa-biasa saja, oleh para praktisi ilmu kesehatan kuno disebut sebagai cairan berharga (cairan emas batu giok).

Dalam sejarah, terdapat banyak dokter dan orang terkenal telah membuktikan bahwa air liur memang betul bermanfaat untuk kesehatan, memperpanjang umur dan kecantikan.

Ahli dari Jepang menemukan bahwa air liur rata-rata manusia dapat membunuh 70-80% dari sel-sel kanker, dan orang-orang tertentu bahkan dapat membunuh 100% dari sel-sel kanker.

Ahli ilmu kesehatan kuno Tao Hongjing (456-536) mengatakan: “Orang yang mempraktekkan metode menelan air liur, dapat memperpanjang umur dan menyembuhkan aneka penyakit”. Sejak zaman kuno, para ahli kesehatan pada menyatakan bahwa air liur dianggap sebagai sumber penting bagi kesehatan, yakni dengan mempelajari teknik agar air liur terus eksis, seperti secara terus-menerus memposisikan “lidah menempel di langit-langit” selama beberapa menit, maka di dalam mulut akan terkumpul air liur untuk kemudian ditelan. "Hormon kelenjar parotid air liur” dapat membuat awet muda. Di samping khasiatnya sebagai Pengobatan, Kesehatan dan Awet Muda, fungsinya adalah sebagai " Makanan" bagi Kundalini. Jadi Kundalini "Makanan"nya di samping Energi Sex, adl "Air Dewa".

#putaran kriya yoga  #kechari mudra 

Menelan Air liur Diakhir Zikir



Syarat Zikir Kupikiran, Pikiran Hadapkeun ka Hate, Hate Haddepkeun ka ALLAH
Panon Pareumkeun, Letah Tikelkeun, Biwir Balemkeun
Leungitkeun Sakabeh Khawatir, Hadirkeun Guru
Pandang Ismuzat Mas Batu Sembilan
Zikiran Ti Latifatul Kolbi
Pernahna Handapeun Susu Belah Kenca
Anggangna 2 Ramo, Condong Ka Jero
Zikirna ...................................
Dijero Hate si MUKMIN



Didalam otak ada cairan hormon  semua sirkulasi otak adalah berkat hormon
Oleh karena itu keremajaan manusia sepenuhnya berkat hormon. Apabila masih bisa menghasilkan hormon,maka selamanya dapat mempertahankan keremajaan. Karena ketika kita tua, tidak ada lagi air liur tapi apabila di dalam mulut Anda masih ada air liur, itu artinya masih punya keremajaan,

Dalam Zikir Tharekat juga terdapat teknik dimana setiap akhir sesi,  menelan air liur gunanya buat kesehatan dan awet muda

Dalam sistem ilmu pertapaan, posisi lidah menempel langit-langit merupakan “Jembatan” yang menghubungkan dua arus energi disaat bersirkulasi dengan energi Cakra dasar( dubur) dan cakra pusar serta Cakra ajna (diantara dua alis)

Tehniknya sebagai berikut :

1. Sentuhkan ujung lidah ke rongga mulut, atau memutar lidah di antara gigi, kemudian tempelkan lidah diatas langit2 kemudian tahan beberapa menit.
2. Sambil nahan lidah dilangit2, tarik napas mulai dari dubur kemudian tarik ke atas kekepala kemudian telan air liur yg ditahan tadi sambil buang napas..
Sambil Affirmasi sy kuat, sy sehat, bahagia lahir bathin

Menelan air liur mesti visualisasikan dipikiran seolah2 air liur tersebut masuk sekujur tubuh, bahkan sampai ke kulit, tiap pori-pori, maka kulit akan menjadi  lembut, karena dihasilkan dari air liur yg ditelan ini.

Jadi mempertahankan keremajaan, sungguh baik muka akan bersinar terpancar dari wajah, menghasilkan sinar inner beauty Apabila Anda tidak melakukannya, sinar semakin redup, Anda pun menua. 

Ada pepatah kuno: “Menelan air liur 300 kali, Anda dijamin dapat hidup sampai 99 tahun”. Air liur yang nampaknya biasa-biasa saja, oleh para praktisi ilmu kesehatan kuno disebut sebagai cairan berharga ( Jin jin yù yè; cairan emas batu giok).

Dalam sejarah, terdapat banyak dokter dan orang terkenal telah membuktikan bahwa air liur memang betul bermanfaat untuk kesehatan, memperpanjang umur dan kecantikan.

Ahli dari Jepang menemukan bahwa air liur rata-rata manusia dapat membunuh 70-80% dari sel-sel kanker, dan orang-orang tertentu bahkan dapat membunuh 100% dari sel-sel kanker.

Ahli ilmu kesehatan kuno Tao Hongjing (456-536) mengatakan: “Orang yang mempraktekkan metode menelan air liur, dapat memperpanjang umur dan menyembuhkan aneka penyakit”. 
Sejak zaman kuno, para ahli kesehatan pada menyatakan bahwa air liur dianggap sebagai sumber penting bagi kesehatan, yakni dengan mempelajari teknik agar air liur terus eksis.
'Hormon kelenjar parotid air liur” dapat membuat awet muda.

#kechari mudra 



Meditasi Nafas Segitiga

Nafas Segitiga Kriya Yoga dilakukan dengan tujuan untuk menghidupkan Api Kundalini.

Berikut ini tahapan nya :

1. Posisi duduk tegak tulang punggung lurus.

2. Relaksasi.

3. Lakukan pernafasan segitiga dengan hitungan 1:4:2. Tarik nafas dalam hitungan 10 x, tahan nafas dalam hitungan 40 x dan lepaskan nafas dalam hitungan 20 x. Penahanan nafas dilakukan dengan menekan perut ke bawah sambil dubur ditutup dan diangkat. Kontraksi di Kundalini.

Ketika menarik nafas dalam 10 hitungan, sambil bayangkan menarik energi alam semesta masuk Pusar ke Kundalini berbarengan dengan menarik energi Bumi ke Kundalini, di sana di tahan nafas 40 sambil di kontraksi kan, setelah itu di keluarkan nafas dalam 20 hitungan. Lepaskan Kontraksi. Pernafasan melalui hidung keluar melalui hidung. Lidah ditekuk di langit-langit.

4. Padatkan Prana di sana...hidupkan Api Kundalini...bentuk Bola Chi/Prana di sana...kemudian Bola Energi itu yang nantinya di putar melalui Jalur Kriya dan memperbesar setiap Chakra.

Putaran Kriya Yoga

Putaran Kriya Yoga adalah metode Pranayama atau pengontrolan daya hidup, yang memberi energi pada pusat-pusat Spiritual yang sensitif dan membuat mereka menerima arus Spiritual. Ini adalah teknik memutar kekuatan hidup di jalur elips ke atas dan ke bawah di sekitar enam pusat tulang belakang sehingga secara langsung mempercepat evolusi pusat tulang belakang dan otak. Dengan memutar kekuatan hidup di sekitar tulang belakang, manusia dapat mempengaruhi perubahan di otak dan tubuh yang biasanya membutuhkan waktu sekitar satu tahun dalam keadaan biasa. Jadi setiap saat daya hidup ini berputar di tulang belakang, evolusi manusia maju sebanyak satu tahun Perhitungan Matahari.

Duduk tegak, tutup mata dan visualisasikan kolom tulang belakang sebagai tabung berongga memanjang ke atas dari tulang ekor ke medula oblongata ke cerebrum/otak besar sampai ke titik di antara alis. Tarik napas perlahan-lahan (sampai hitungan 10 sampai 15) buatlah suara "AW" jauh di dalam tenggorokan yang diperluas dari tulang belakang sampai ke titik di antara alis.

Jeda untuk selama tiga hitungan lalu buang napas perlahan-lahan (sampai hitungan 10 sampai 15) buatlah suara menyambung yang lembut/nyaris tak terdengar dari "EEEE". Ini adalah satu putaran Kriya. Ini sama dengan satu tahun kemajuan spiritual alami. Harian 14 kali Kriya harus dipraktekkan dan kenaikannya harus 14 * 1, 14 * 2, 14 * 3 .... dengan ijin (guru pembimbing).



Zikir Nafas untuk Kesehatan

HIdup Lebih Sehat Secara Lahir Bathin Dengan Latihan Dzikir Nafas 

Dengan Praktik DZIKIR NAFAS

Disamping ibadah bathin, tapi sebenarnya secara jasmani bisa menyehatkan tubuh kita

Dzikir Nafas bukan hanya sekadar ibadah yang menghubungkan hati dengan Sang Pencipta, tetapi juga menjadi jalan untuk menyehatkan tubuh kita. Saat seseorang berdzikir sambil menyadari keluar-masuknya nafas, tubuh akan masuk dalam keadaan rileks, tenang, dan seimbang.

Emosi-emosi negatif seperti marah, sedih, khawatir, stres, dan ketakutan terbukti dapat melemahkan organ-organ penting dalam tubuh. Marah bisa merusak liver, sedih melemahkan paru-paru, khawatir mengganggu lambung, stres menyerang jantung dan otak, sementara ketakutan bisa memengaruhi kesehatan ginjal.

Dengan Dzikir Nafas, emosi itu dapat diluruhkan secara perlahan. Nafas yang sadar dan tersambung dengan dzikir akan menenangkan hati, melapangkan pikiran, dan menyalurkan energi positif ke seluruh tubuh. Inilah mengapa, dzikir bukan hanya ibadah bathin untuk mendekatkan diri kepada Allah, tetapi juga terapi jasmani yang menjaga kesehatan organ-organ vital kita.

Hidup menjadi lebih sehat, hati lebih lapang, dan jiwa semakin dekat dengan Allah.