Ngalap Berkah

Ngalap Berkah bukanlah untuk meminta, tapi menyelaraskan Diri dengan Alam agar stabil. 

Di Jawa istilah "Ngalap Berkah" sering terdengar saat orang naik gunung, ziarah ke pesisir, atau duduk lama di bawah pohon besar yang rindang. Di tempat lain, orang menyebutnya mencari energi tempat, menyambung bumi atau penyembuhan diri. Intinya : Anda  mendatangi tempat yang polanya sudah terjaga ribuan tahun, lalu pulang dengan perasaan yang lebih utuh dan kokoh.

Sayangnya, banyak yang salah paham mendasar bahwa Ngalap Berkah sering dianggap seperti meminta sesuatu kepada penunggu tempat dengan membawa sesajen, membisikkan daftar permintaan, lalu pulang menunggu rezeki jatuh begitu saja. Itu bukan ngalap berkah — itu transaksi dan itu tidak akan pernah menyentuh Hakikatnya. 

Ngalap berkah yang sejati jauh lebih sederhana, jauh lebih masuk akal, dan jauh lebih memberdayakan. Tempatnya punya pola, bukan penunggu yang harus diajak bertransaksi.

Gunung, laut, hutan, mata air — mereka hidup. Bukan hidup karena ada makhluk halus yang bersemayam di dalamnya, tapi karena mereka memiliki pola keberadaan yang konsisten dan setia pada tugas aslinya.

Gunung tahu tugasnya : mengangkat daratan ke langit (meletus), menyimpan air hujan, melepaskannya saat waktunya tiba. Laut tahu tugasnya : pasang surut mengikuti irama, membersihkan pantai, memberi kehidupan. Mereka tidak punya ego, tidak tersinggung, tidak bisa disogok. Mereka hanya selamanya menjadi apa mereka seharusnya.

Sedangkan Manusia berbeda. Kita memiliki kesadaran yang bisa lupa pada pola aslinya. Karena lupa, kita pun berisik sendiri, pikiran berputar tanpa henti, perasaan naik turun tak menentu, niat bocor di tengah jalan dan langkah terasa melayang tak berpijak.

Saat kita datang ke tempat tua/wingit kita tidak sedang meminta sesuatu dari luar diri. Kita sedang menumpang pada kestabilan pola tempat itu, agar bagian dalam diri kita perlahan ingat kembali pada siapa kita sebenarnya.

Empat Saudara dalam Diri 

Para Sepuh Jawa menurunkan  pemahaman bahwa ada 4 saudara yang lahir bersamaan dengan kehadiran kita di dunia yaitu air ketuban, ari‑ari, darah, dan tali pusat. Ini bukan cerita tentang roh pendamping, melainkan simbol empat fungsi utama kesadaran kita yaitu 

1. Kesadaran (unsur air) — kemampuan melihat dengan jernih tanpa terhalang kabut.

2. Pikiran (unsur angin) — kemampuan mengolah informasi dan membedah makna.

3. Rasa dan Niat (unsur api) — kemampuan merasakan kebenaran dan menggerakkan tenaga.

4. Ingatan dan Tindakan (unsur tanah) — kemampuan belajar dari masa lalu dan melangkah mantap.

Keempat inilah yang memungkinkan kita menjalani hidup sehari‑hari. 

Masalahnya, jika tidak ada Pusat yang mengawasi, keempatnya akan berjalan sendiri‑sendiri: kesadaran menjadi keruh, pikiran liar tak terkendali, niat meledak‑ledak tanpa arah, dan tindakan melayang tanpa pijakan. Pusat itu disebut orang Jawa Pancer — bagian terdalam diri yang tidak pernah berubah, yang selalu tahu arah pulang.

Ngalap berkah adalah cara alami untuk mengembalikan keempat fungsi itu agar kembali tunduk dan menyatu pada pusatnya. Bagaimana alam membantu diri kita supaya Selaras. Saat Anda duduk tenang di lereng gunung, tanpa gawai, tanpa target yang harus dicapai, ada 4 hal akan terjadi secara alami yaitu 

1. Kesadaran menjadi bening. 

Kabut pagi, gemericik air, udara yang tenang — semuanya membawa sifat air. Kesadaranmu yang tadinya keruh oleh ribuan notifikasi dan kekhawatiran ikut tenang dan mengalir jernih. Bukan karena gunung menuangkan sesuatu ke dalammu, tapi karena kamu ikut irama kestabilannya.

2. Pikiran menjadi teratur.

Angin yang berhembus teratur mengajak pikiranmu yang biasa lari ke masa depan atau masa lalu ikut melambat. Anda tiba‑tiba bisa membedakan mana yang penting dan mana yang hanya sampah pikiran.

3. Niat menjadi matang dan sabar. 

Di dalamnya gunung ada api yang tertidur ribuan tahun — bukan api kemarahan, tapi api yang tahu persis kapan waktunya bergerak. Niatmu yang tadinya mendesak dan serakah kini bertemu kesabaran itu. Kamu pulang bukan dengan nafsu yang bertambah, tapi dengan ketahanan yang lebih kuat.

4. Langkah menjadi mantap. 

Tanah gunung menyimpan ribuan tahun kenangan tanpa dendam. Kakimu  menapak, tubuhmu terasa berpijak kuat, dan ketakutan lama yang dulu  mengikatmu kini terasa tidak lagi relevan. Kamu pulang dengan kaki yang lebih kokoh menginjak bumi.

Inilah Berkah sesungguhnya. Bukan rezeki yang jatuh dari langit, melainkan ke-empat fungsi dalam dirimu kembali bekerja sama dengan utuh.

Kenapa datang tanpa harus ada daftar permintaan.

Jika Anda datang membawa daftar keinginan — minta jodoh, minta proyek, minta keberuntungan — Anda datang dengan niat yang sempit dan mendesak. Alam bekerja dengan irama yang luas, sabar, dan tak terburu waktu. Keduanya tidak akan pernah bertemu.

Orang tua dahulu mengingatkan : Sepi ing pamrih. Bukan supaya terlihat suci, tapi supaya frekuensi dirimu selaras dengan frekuensi tempat itu. Sama seperti radio: sinyal hanya bisa diterima jika disetel pada gelombang yang sama. Datanglah dengan satu keinginan saja: "Aku mau ingat kembali pada diriku yang asli." Itu sudah cukup.

Ngalap Berkah di mana saja, kapan saja

Tidak harus ke puncak gunung tertinggi atau ke laut selatan. Pohon beringin tua, mata air yang tak pernah kering, bahkan sudut taman yang tenang di dekat rumah — semua tempat yang polanya stabil bisa menjadi tempat menyelaraskan diri.

Cara Ngalap Berkah sederhana yaitu 

 1. Diamkan tubuh selama beberapa menit, lepaskan semua pikiran yang berdesakan

2. Letakkan perhatian di tengah dada, ingat satu hal yang membuatmu bersyukur — biarkan hati terasa hangat.

3. Luaskan perhatianmu: rasakan bahwa  Anda bukan tamu asing, melainkan bagian dari tempat itu

4. Tetaplah di sana sampai tidak ada lagi yang dikejar, tidak ada lagi yang ditunggu.

5. Pulanglah dengan tenang, tanpa perlu menceritakan pengalamanmu kepada siapa pun.

Lakukan rutin, dan lama‑kelamaan pola dirimu dan pola tempat itu akan menyatu.

TANDA BERKAH SUDAH MENGALIR

Bukan penglihatan aneh, bukan angka keberuntungan. Tandanya sangat nyata dan membumi yaitu 

 1. Keputusan yang kemarin terasa berat kini terasa ringan dan jelas. 

2. Tidur lebih nyenyak tanpa alasan yang terlihat

3. Tidak lagi mudah terseret emosi atau drama orang lain

4. Pekerjaan yang sama terasa lebih ringan dan penuh tenaga

Itu tandanya keempat saudara dalam dirimu sudah kembali ke pusat. Kesadaran jernih, pikiran tertib, niat tidak bocor, langkah mantap — hidup pun berjalan dengan sendirinya lebih kuat.

Ngalap berkah bukan hal mistis. Ini adalah cara bijak nenek moyang untuk menyetel ulang diri: kita mendekat pada kestabilan alam, agar kita sendiri kembali stabil. Gunung tidak memberi apa‑apa. Laut tidak memberi apa‑apa. Mereka hanya setia menjadi diri mereka sendiri. Maka Anda pun setia diam di dekat kesetiaan itu, Anda pun ingat kembali menjadi dirimu yang sejati.

Jika Anda berkunjung ke tempat yang tenang, tinggalkan daftar permintaanmu di rumah. Bawalah tubuh yang lelah dan hati yang mau diam. Duduklah, dengarkanlah, pulanglah. Berkahnya akan menyebar perlahan ke setiap sudut hidupmu.


.

.

Bulan Purnama di Gunung Padang Jawa Barat


Malam Bulan Purnama, Jumat 29 September 2023, Jam 23.00 WIB diadakan Ritual dan Meditasi di Gunung Padang, bersama Bpk Bambang Diponegoro serta saksikan juga video wawancara Exclusive dengan beliau.

Tahap Meditasi Energi Bulan Purnama :

1. Kita doakan seluruh makhluk hidup baik yg kelihatan maupun yg tidak kelihatan di setiap ruang dan waktu di semua tingkatan semoga mereka berbahagia 

2. Kita doakan penguasa bumi gunung Padang dan doakan Guru Bambang Diponegoro

3. Siapkan diri dengan membakar dupa.

4. Kemudian dilanjutkan dgn Meditasi Materialisasi, apa yg menjadi keinginan dan cita-cita terwujud dengan cepat.

5. Yakinlah dengan MEMBERI engkau MENERIMA dan dengan MEMBERKATI  engkau DIBERKAHI.

“Kebenaran adalah selembar cermin di tangan Tuhan. Jatuh dan pecah berkeping-keping. Setiap orang memungut kepingan itu, lalu berpikir telah memiliki seluruh kebenaran.”  ~Maulana Jalaluddin Rumi~

Energi Bulan Purnama yaitu “Apa yang Anda pikirkan, Anda menjadi. Apa yang Anda rasakan, Anda tarik. Apa yang Anda bayangkan, Anda ciptakan.”          ~Buddha~

SELAMA BULAN PURNAMA, ANDA DAPAT TERHUBUNG DENGAN ENERGI ILAHI YANG TERSEDIA BERLIMPAH UNTUK SECARA AJAIB MEMPEROLEH KESADARAN KEKAYAAN. PURNAMA MENYEDIAKAN KESEMPATAN SUCI UNTUK MEMBALIKKAN KEBERUNTUNGAN.

MENGAPA ENERGI BULAN PURNAMA BISA MENINGKATKAN EFEK MATERIALISASI ? MEMPERCEPAT TERWUJUDNYA KEINGINAN KITA?

KARENA ENERGI BULAN PURNAMA MERANGSANG EMOSI DAN MENINGKATKAN EMOSI SERTA LUAPAN EMOSI ITU YG MEMPERCEPAT TERWUJUDNYA MATERIALISASI.

Portal Gerbang Roh

Tubuh manusia memiliki banyak ganglia – namun satu-satunya yang diketahui adalah ulu hati. Seringkali juga dikaitkan dengan peran yang melampaui efek organik dan menyentuh area emosi dan kehidupan psikis. Apakah ini suatu kesalahan, ataukah ulu hati sebenarnya berhubungan dengan peristiwa non-materi?

Tugas solar plexus adalah menerima informasi dan keputusan dari inti non-materi seseorang, dari roh. Dari sini, impuls roh diteruskan ke otak, pusat kesadaran kita sehari-hari.

Tempat kedudukan kepribadian manusia adalah ruh non-materinya, sedangkan otak hanyalah alat yang disediakan baginya.

Agar informasi yang berasal dari ruh dapat sampai ke otak, diperlukan jalur komunikasi. Di dalam tubuh, jalur ini dimulai pada tingkat solar plexus, yang sampai batas tertentu mewakili 'pintu gerbang' bagi roh ke tubuh.

Gambaran ini mendapat konfirmasi anatomi: ulu hati terletak di antara dua cabang sistem saraf otonom yang berasal dari sepersepuluh dari dua belas pasang saraf kranial.

Pleksus surya dan 'tali perak'

Pleksus surya juga merupakan tempat di mana orang-orang waskita mengenali 'tali perak', yang menghubungkan tubuh dan jiwa. Tali perak itu seperti tali pusar yang terbuat dari bahan yang lebih halus dan memungkinkan jiwa menghidupkan tubuh fisik. Tali perak juga disebutkan dalam Alkitab (Pengkhotbah 12, 6), dengan putusnya tali ini menyebabkan terpisahnya tubuh dan jiwa, sehingga menyebabkan kematian.

“Teratai ketiga terletak di dekat pusar dan memiliki 10 kelopak. Dikatakan memberikan segala sesuatu yang baik, termasuk kebahagiaan. Nama yang diberikan untuk pusat ini adalah Teratai Manipura, dan Yogi yang merenungkan pusat suci ini akan memperoleh kebahagiaan sempurna. Dia mampu menghancurkan kesedihan atau penyakit. Dia juga mampu memasuki tubuh orang lain dan memperoleh kekuatan mentransmutasikan logam, menyembuhkan orang sakit, dan kemampuan clairvoyance. Warnanya emas.”

Bait ke-13 Serat Wedhatama Mangkunegara 1V

Tan samar pamoring suksma,

Sinuksmaya winahya ing ngasepi,

Sinimpen telenging kalbu,

Pambukaning warana,

Tarlen saking liyep layaping aluyup,

Pindha pesating sumpena,

Sumusuping rasa jati.

Dalam Hening

Munculah Sang Sukma Sejati

Yang tersimpan di " Telenging Ati "

Sebagai pembuka tirai,

Antara keadaan jaga dan tidur,

Seperti kilatan mimpi,

Merasuknya Rasa sejati.

Praktek Portal Bulan Purnama

Meditasi Portal Gerbang Singa Bulan Purnama 

1.) Di bagian belakang leher Anda terdapat pusat energi atau cakra yang kuat, yang dikenal sebagai Chakra Otak Kecil. Ambil beberapa tetes minyak esensial dan mulailah menggosokkannya ke bagian belakang leher Anda untuk merangsang dan membuka pusat energi ini. (Catatan: Anda dapat menggunakan minyak esensial apa pun yang Anda suka, tetapi beberapa rekomendasi yang bagus termasuk cendana, lavender, kemenyan). 

Pijatkan minyak dengan konsentrasi tinggi pada titik di dekat garis rambut, di mana Anda merasakan sedikit cekungan. Saat memijat, tutup mata dan tarik napas dalam-dalam.

2.) Letakkan tangan Anda di pangkuan dan dengan mata masih tertutup, bayangkan sebuah spiral yang berputar-putar terbuka di belakang leher Anda. Terus visualisasikan spiral tersebut semakin besar dan kuat. Bayangkan ia berputar dan bergerak. Perhatikan warna dan teksturnya.

3.) Sekarang, letakkan tangan Anda di dada dan mintalah malaikat pelindung dan pemandu spiritual Anda untuk bergabung. Katakan kepada mereka bahwa Anda ingin membuka diri terhadap energi Ilahi yang ditawarkan. Mintalah bantuan mereka untuk menerima energi-energi ini.

4.) Bayangkan seberkas cahaya biru mengalir turun dari Semesta dan langsung menuju spiral di belakang leher Anda. Lihatlah berkas cahaya biru itu mengisi ulang spiral dan menutrisinya dengan energi penyembuhan dan cinta.

Lihatlah energi cahaya biru mengalir melalui seluruh tubuh Anda, memulihkannya, menutrisinya, dan memberinya energi.

5.) Setelah Anda mendapatkan visualisasi ini, Anda dapat meminta cahaya biru ini untuk menyembuhkan dan mengisi ulang bagian tubuh, pikiran, atau jiwa Anda yang membutuhkan dukungan. Rasakan cahaya tersebut bergerak ke area tertentu, atau bekerja untuk memperbaiki dan membersihkan masalah apa pun yang terjadi pada tingkat jiwa.

6.) Ucapkan terima kasih kepada cahaya tersebut, lalu amati cahaya tersebut keluar dari tubuh Anda kembali melalui spiral. Visualisasikan sinar tersebut memudar dari langit, lalu kembalikan perhatian Anda ke spiral di belakang leher Anda. Perhatikan bagaimana tampilannya sekarang dan apakah berbeda dari saat Anda mengamatinya sebelumnya.

7.) Sekarang lihat spiral Anda semakin mengecil. Ketahuilah bahwa spiral tersebut semakin mengecil sebagai cara untuk melindungi pusat energi Anda.

8.) Mulailah memijat titik di belakang leher Anda sekali lagi dan bayangkan bahwa pusat energi ini sedang disegel dengan lembut sehingga tidak ada energi yang dapat keluar tanpa izin Anda.

9.) Gunakan alat pembersih pilihan Anda untuk membersihkan aura Anda dan kemudian lingkungan sekitar. Saat Anda membersihkan aura, ucapkan afirmasi berikut:

Aku membersihkan diriku dengan cahaya dan energi cinta. Semua energi yang tak lagi menjadi milikku kini meninggalkan tubuhku. Akulah cahaya, akulah bebas. Akulah utuh. Akulah aku.

Saat Anda membersihkan lingkungan sekitar, bacalah mantra berikut tiga kali : “Ruangku dibersihkan dan dilindungi, hanya cahaya dan cinta yang boleh tinggal di sini.”

10.) Duduklah dalam posisi yang nyaman dan letakkan tangan Anda di atas cakra jantung (bagian tengah dada). Tutup mata Anda dan bayangkan Anda sedang menarik dan mengembuskan napas melalui jantung. Lakukan ini selama beberapa tarikan napas.

11.) Sekarang, angkat tangan Anda beberapa sentimeter di atas jantung. Mulailah membuat lingkaran berlawanan arah jarum jam, bayangkan Anda adalah jam (jarum akan berputar ke kanan). Saat membuat lingkaran, bayangkan Anda sedang membersihkan energi jantung. Lakukan ini selama 1-2 menit atau hingga Anda membuat setidaknya 100 lingkaran. Perhatikan dan amati sensasi apa pun yang muncul.

12.) Setelah selesai, balikkan lingkaran Anda sehingga Anda bergerak searah jarum jam. Saat membuat lingkaran ini, bayangkan Anda sedang membuka dan mengisi daya cakra jantung Anda. Rasakan energi yang terpancar dari jantung Anda dan cobalah membuat lingkaran lebih besar atau lebih lebar. Ulangi langkah ini selama 1-2 menit atau hingga Anda membuat setidaknya 100 lingkaran.

13.) Sekarang, goyangkan tangan Anda dan ulangi proses ini, tetapi kali ini pada mata ketiga Anda yang berada di tengah dahi. Sekali lagi, arahkan tangan Anda beberapa sentimeter di atas mata ketiga, lalu mulailah membersihkannya dengan menggerakkan tangan berlawanan arah jarum jam selama 1-2 menit, lalu searah jarum jam dengan durasi yang sama. Sambil melakukannya, amati sensasi yang muncul.

Visualisasikan cahaya keemasan dan biru mengalir dari Sirius ke mahkota Anda. Biarkan itu membersihkan aura Anda dan mengisi ulang kekuatan Anda

Dunia Ruh


Menurut aliran pemikiran spiritualistik, dunia lain yang kita tuju setelah kematian terdiri dari sejumlah bola yang mewakili berbagai corak cahaya dan kebahagiaan yang sesuai dengan kondisi spiritual kita. 

Di bidang ini pemandangan dan kondisi dunia ini direproduksi secara erat dan begitu pula kerangka umum masyarakat. Kematian dipermudah dengan kehadiran makhluk surgawi yang membawa pendatang baru ke dalam keberadaannya.

Jiwa Jivanmuktas atau orang bijak yang telah bergabung dalam Yang Mutlak tidak dapat dengan sejumlah doa, atau panggilan roh, atau perantara, ditarik kembali.

Roh yang telah meninggal mungkin memiliki cinta yang kuat terhadap mantan relasi dan teman-temannya. Ia dapat berkomunikasi dengan para penyintasnya di bumi.

Orang sekarat memiliki keterikatan yang sangat kuat dengan anak-anak mereka.  Jika tidak ada orang yang merawat anak-anak mereka, mereka memproyeksikan tubuh astral mereka setelah kematian, muncul di hadapan kerabat dan memberikan pesan. 

Ada catatan kasus seperti itu. Beberapa jiwa yang telah meninggal yang memiliki keterikatan kuat dengan kerabat menjadi terikat di bumi. Mereka melayang-layang di sekitar mereka, tetap dekat dengan mereka dan mencoba membantu mereka. Mereka mencoba untuk dicintai oleh mereka. Mereka sadar akan kepribadian mereka. Mereka tidak tahu bahwa mereka sudah mati. 

Seorang pria sedang duduk di kamarnya. Dia sedang memikirkan masalah yang sulit. Dia sendirian di kamar. Kamarnya tertutup. Dia melihat ouble yang seperti dia. Ini keluar dari dirinya, pergi ke meja, mengambil selembar kertas dan pensil di tangan, menyelesaikan masalahnya dan menulis jawabannya di kertas. Ouble ini adalah diri astral manusia yang dapat hidup terlepas dari tubuh fisik kasar

Contoh seperti itu dicatat di Psychical Research Society of Europe and America. Ini dengan jelas membuktikan bahwa ada jiwa yang sama sekali berbeda dari tubuh fisik yang kasar. 

Setelah kematian jiwa individu membawa semua keinginannya dan itu menciptakan objek kenikmatan hanya dengan berpikir. Jika berpikir tentang jeruk, maka jeruk itu ada dan ia memakan jeruk. Jika berpikir tentang teh, ada teh di sana dan ia minum teh. Dia yang ingin minum anggur di surga dan makan buah-buahan yang lezat dan untuk hidup dengan bidadari surgawi dan bergerak dalam mobil surgawi, pergi ke alam kesadaran di mana dia akan memproyeksikan semua gagasan ini dan membuat surganya sendiri.

Spiritisme modern telah memberikan demonstrasi yang luar biasa mengenai keberadaan roh tanpa tubuh yang terus hidup bahkan setelah tubuh fisik kasar mereka hancur. Hal ini telah membuka mata kaum materialis Barat dan ateis. Beberapa roh baik memiliki kekuatan ramalan, clairvoyance dan clairaudience. Mereka memiliki cinta dan kasih sayang untuk teman dan kerabat mereka. Mereka mencoba membantu mereka selama kesusahan, kemalangan, bahaya dan malapetaka.  Mereka memberikan pesan peringatan untuk menghindari bahaya.

Roh tanpa tubuh tetap terikat di bumi untuk beberapa waktu setelah kematian mereka. Mereka mengharapkan bantuan dari kerabat dan teman mereka. 

Doa, Kirtan, Sraaddha, tindakan amal, pikiran baik membantu jiwa-jiwa yang telah meninggal dalam mendapatkan pelepasan dari kondisi duniawi dan naik lebih tinggi dan memasuki dunia Pitris untuk menikmati buah dari perbuatan baik mereka.

Roh tidak memiliki pengetahuan tentang kebenaran tertinggi. Mereka tidak dapat membantu orang lain dalam mencapai Realisasi Diri. Beberapa orang bodoh, licik dan bodoh. Roh-roh yang terikat bumi ini mengendalikan medium dan berpura-pura mengetahui segala sesuatu tentang alam setelah kematian. Mereka berbicara kebohongan. Mereka memakai penampilan roh lain dan menipu penonton. Para perantara yang malang dan tidak bersalah tidak menyadari trik yang dimainkan oleh pemandu roh mereka yang tidak jujur. Para spiritualis membuang-buang waktu, energi dan uang mereka dengan harapan sia-sia untuk mendapatkan dukungan dari roh-roh itu dan pengetahuan transendental melalui mereka.

Pikiran terakhir dari para spiritualis hanya akan menjadi pikiran roh. Mereka tidak bisa memiliki pikiran yang luhur tentang Tuhan. Karenanya mereka akan memasuki wilayah roh saja. Komunikasi dengan roh akan merusak perjalanan mereka ke daerah yang lebih bahagia dan membuat mereka terikat di bumi. Oleh karena itu, hentikan keingintahuan yang sia-sia untuk berbicara dengan orang mati tentang segala hal yang berhubungan dengan dunia roh. Anda tidak akan mendapatkan sesuatu yang nyata dan substansial. Anda akan mengganggu kedamaian mereka.

Tidak seorang pun harus membiarkan dirinya menjadi perantara. Media telah kehilangan kekuatan pengendalian diri. Energi vital, daya kehidupan, dan kekuatan intelektual mereka digunakan oleh roh-roh yang mengendalikan mereka. Para medium tidak mendapatkan pengetahuan ilahi yang lebih tinggi. Roh-roh ini bukanlah malaikat seperti yang diklaim oleh para spiritualis. Mereka benar-benar roh yang terikat dengan bumi.

Roh-roh itu melukis potret dan mengetik. Roh terwujud dalam pemanggilan arwah. Mereka mencair dalam substansi putih seperti kabut dan menghilang. Anda dapat mendengar suara pensil selama penulisan batu tulis otomatis. Anda mungkin merasakan kejutan lembut saat roh menulis di batu tulis. Roh mungkin meletakkan tangan mereka ke atas Anda dan menangkap kemeja, dasi, dll.

Anda menciptakan takdir Anda, karakter Anda, masa depan Anda melalui pikiran dan perbuatan Anda. Tidak ada akhir dari pengalaman Anda di sini dan di akhirat. Anda akan terus hidup dan kembali dan dilahirkan kembali di bumi ini. Berusahalah untuk mencapai kesempurnaan dan mencapai keadaan di mana tidak ada lagi kelahiran, tidak ada lagi kematian, dan tidak ada lagi penyakit, kesedihan, kesengsaraan atau penderitaan. Renungkan Atman yang kekal, Diri-Mu yang paling dalam. Jangan mengidentifikasikan diri Anda dengan tubuh yang fana ini, kombinasi dari lima elemen. Sadarilah Diri dan bebaslah. Melalui pengetahuan tentang Yang Tidak Bisa binasa, dapatkan kedamaian yang sempurna, kebahagiaan abadi, kegembiraan dan keabadian yang abadi.

Letak Hati Nurani


Aku Selalu BersamaMu

Banyak lampu menyala di aula ini. Ada yang mendengarkan, ada pula yang tertidur. Cahaya tidak terpengaruh oleh semua ini. Itu adalah sebuah saksi. 

Begitu pula di siang bolong, ada yang berbuat baik, ada pula yang berbuat buruk. Matahari tetap tidak terpengaruh oleh perbuatan Anda. Perbuatan burukmu tidak akan pernah merugikan Tuhan. Perbuatan baikmu juga tidak akan pernah membuat Dia bahagia. 

Baik atau buruk, Anda harus memetik hasil dari tindakan Anda.

Tuhan adalah 'Jyothirmayudu' (Perwujudan Cahaya). Jadi Dia tidak ada hubungannya dengan baik atau buruknya Anda. 

Dia hanya seorang saksi. 

Dia hadir dalam diri setiap orang sebagai Hati Nurani. 

Itu sebabnya saya terus mengatakan, “Ikuti sang Guru, Hadapi iblis, Berjuang sampai akhir dan Selesaikan permainan. Siapakah Gurumu? Di sini, Hati Nurani adalah Tuan Anda. 

Jadi, ikutilah Hati Nurani Anda sampai akhir hayat Anda. 

Jangan pernah menyerah di tengah-tengah. Begitu Anda memiliki Cinta di hati Anda, Anda dapat mencapai apa pun. 

Anda tidak boleh membenci siapa pun. Kita harus mengasihi bahkan mereka yang membenci kita. Alhasil, akan terjadi transformasi pada 'Hridaya' mereka. 

'Hri' +'Daya' = 'Hridaya yang artinya hati harus penuh kasih sayang.

Cinta-kasih adalah satu-satunya jalan yang akan membawamu kepada Tuhan. 

Apabila engkau mengembangkan cinta-kasih, maka Tuhan akan menyerahkan diri-Nya bagimu serta senantiasa melindungimu. Terdapat hubungan yang erat dan tak dapat dipisahkan antara cinta-kasih seorang bhakta dengan rahmat Ilahi. 

Hanya cinta-kasih sajalah yang bisa memenangkan karunia Ilahi. Isilah hatimu dengan cinta-kasih

Seperti seorang anak yang tersesat dalam perjalanannya, engkau hanya akan menemukan kebahagiaan apabila engkau bersatu kembali di pangkuan ibumu.

Engkau mungkin bertanya, jikalau Tuhan mengendalikan segala-galanya, lalu untuk apa manusia berupaya? 

Memang betul bahwa Tuhan Maha Kuasa. Namun manusia juga perlu berusaha, sebab bila tanpa usaha, manusia tidak bisa memetik manfaat yang bakal diperolehnya dari Rahmat Ilahi. 

Bliss hanya bisa dirasakan ketika engkau memiliki Divine grace dan juga human endeavour (upaya/usaha); persis seperti halnya engkau baru bisa menikmati hembusan angin dari kipas-angin jikalau engkau memiliki kipas-angin dan arus listrik untuk menggerakkannya.

Tempat bersemayamnya sang Jiwa utama seperti dijelaskan oleh Rhsi Patanjali bahwa didalam Goa Hridaya ada Iswarah atau Purusa.

Hati spiritual berukuran sebesar atom, hanya titik energi positif, dan di sebelah kanan jantung fisik.

Di sebelah kanan jantung jasmani terdapat Hati rohani. Bhagawan menunjuk ke tengah dadaNya sekitar 7 inci tepat di bawah jakunNya. Ukurannya sangat kecil. 

Ini adalah satu-satunya titik energi positif dalam tubuh. Darah, otak, kulit, otot, organ, tulang, dll negatif, negatif, negatif. Semuanya adalah energi negatif; mereka tidak akan bertahan lama. Sambil menyentuh bagian tengah dada Beliau berulang kali, Bhagawan berkata : Kesadaran adalah Tuhan. Temukan Saya Disini. Saya tinggal di Hati rohani Anda. Aku di depanmu, di belakangmu, di sampingmu, Aku ada di sekitarmu.  Aku selalu bersamaMu.

Chakra Portal Jiwa

Chakra Atom Abadi

Entitas yang tak dapat di ubah

Seperti kebanyakan esoteris barat modern, Ann Ree Colton menggambarkan chakra atau saat dia menyebutnya "gerbang jiwa".

Tujuh chakra standar dari sistem Shakta yang disajikan oleh Woodroffe dalam bukunya The Serpent Power disebut. Seperti dalam kisah Shakta/Woodroffe, setiap chakra memiliki mantranya sendiri, atau, seperti yang dijelaskan Colton, "titik atom (atau) biji Bija bergetar" di tengahnya. 

Sama seperti "jiwa itu Abadi", maka "roda chakra pada setiap orang setua jiwanya... Ketika seseorang meninggal, chakra secara otomatis menjadi bagian dari tubuh yang hidup [yaitu tubuh roh] setelah kematian." 

Sebuah perbedaan dibuat antara chakra yang lebih rendah dan lebih tinggi.

Tiga chakra yang lebih rendah di bawah jantung mendukung kehidupan naluriah. Mereka adalah dinamo "untuk energi daya kehidupan prana yang mendukung kehidupan daging tubuh, emosi yang tidak jelas dan pikiran bawah." 

Sebaliknya "chakra supersensitif supersensing yang lebih tinggi di atas... solar plexus adalah dinamo untuk kehidupan jiwa dan kekuatan spiritual." 

"Semua chakra di bawah jantung adalah chakra kekuatan. Semua chakra di atas jantung adalah chakra transendental". Setiap chakra memiliki kekuatan spesifiknya sendiri.

"Melalui chakra pertama, seseorang menguasai kekuatan materi - dan dengan demikian menjadi terlibat secara material dalam kehidupan fisik melalui permainan indra dalam kekuatan kinetik bumi. 

Di chakra kedua, hukum Dualitas "mengikat kekuatan hidup dengan hukum pembatasan siklus" seperti lamanya hidup. Jadi "seseorang harus menguasai chakra kedua (atau panggul) dan bergerak melampaui tuntutan kematian yang fatalistik - dilakukan dengan pelayanan tanpa pamrih kepada Tuhan" Dewa yang menguasai chakra kedua adalah Yehova  "Dia adalah dewa yang mempengaruhi penyebaran ras, dia juga...menggerakkan manusia untuk berperang...".

Yang ketiga atau "Chakra solar plexsus adalah chakra kekuatan...matriks keinginan untuk tubuh emosional."

Meskipun ada perbedaan antara tiga chakra yang lebih rendah dan empat chakra yang lebih tinggi, ada j8uga perbedaan antara tujuh chakra "permulaan" konvensional, yang terkait dengan "ajaran yoga yang lebih rendah" , dan "lima chakra aktif di luar tujuh chakra inisiasi", yang ditunjukkan oleh "jiwa-jiwa yang diterangi dari garis Raja Yoga". 

"Chakra-chakra ini terlibat dalam Samadhi dan hanya jiwa yang paling langka yang memiliki tingkat Penerangan yang lebih tinggi. Kesadaran super tidak dapat mengartikulasikan atau diungkapkan dengan kata-kata yang dialami....

Lima Cakra Tinggi Portal Jiwa, atau Kesadaran Super chakra, terbuka bagi mereka yang diterangi di bawah Tuhan Absolut atau Tanpa Syarat ["Cahaya Atma"]. Pengetahuan pola dasar yang belum dimanfaatkan dialami .... Lima chakra Super-energi ultra-sadar ini sekarang harus dieksplorasi dan dikuasai oleh jiwa-jiwa yang diterangi".

Gagasan tentang serangkaian chakra yang lebih tinggi di atas Sahasrara atau chakra Mahkota juga ditemukan dalam ajaran Radha Soami dari Huzur Swamiji, dan aliran inilah yang tampaknya menjadi sumber ajaran Colton (apakah tangan pertama atau kedua, kecuali dia menemukan realitas yang sama secara independen). Chakra-chakra ini mewakili zona keberadaan super-kesadaran yang lebih tinggi di luar alam makhluk biasa.

Namun aliran Radha Soami membagi chakra tidak menjadi tujuh lebih rendah dan lima lebih tinggi, tetapi enam lebih rendah dan enam lebih tinggi, 

Sahasrara menjadi yang pertama dari chakra yang lebih tinggi, bukan yang terakhir dari yang lebih rendah. Dan di tempat lain, Colton mengatakan hal yang sama, dalam konteks klasifikasi tiga chakra dan tingkat kesadaran yang terkait

"Tiga chakra yang lebih rendah di bawah diafragma, mengendalikan indera, tak henti-hentinya memberi energi pada prokreasi. Mereka juga mengaktifkan keinginan untuk melekat, mendambakan, memiliki dan memiliki. 

Chakra jiwa dan pikiran yang lebih tinggi dipusatkan dari jantung ke atas ke titik di antara alis. 

Chakra Ruh dimulai di antara alis, bergerak ke atas ke ubun-ubun kepala, dan akhirnya ke atas sejauh yang bisa dijangkau tangan, di mana Diri Yang Lebih Tinggi mendiami ego. Jadi, ada... dua belas chakra: enam ke pusat alis, dan enam di luar." 

Akhirnya ada Diri Yang Lebih Tinggi , prinsip Ilahi individu ; " Makhluk Psikis " dari Aurobindo dan Mirra , "Malaikat Pelindung Suci" dari Thelemic Qabalah , dan Ayn Thabita dari Ibn Arabi .

"Di puncak... dari chakra, Diri Abadi bersinar ke dalam jiwa yang mendiami keempat tubuh. Bersinar dalam cahaya transenden... Chakra Abadi yang agung atau Atom Pemelihara Abadi di atas lautan kehendak dan pikiran dalam pekerjaan pencitraan mereka. dan menciptakan .... Kehendak Tuhan di dalam Diri Yang Lebih Tinggi atau Chakra Atom Abadi memberikan kepada setiap orang di bumi kekuatan penciptaan melalui kemauan.