Tiga Tubuh Pelangi


Ada 3 level Tubuh Pelangi :

A) Tubuh pelangi 

B) Tubuh cahaya pelangi 

C) Pencerahan (Moksha)

Tubuh pelangi dengan transferensi yang luar biasa

A) Tingkat yang paling umum adalah tubuh Pelangi "normal" yang terjadi hanya setelah kematian tubuh. Setiap 5 tahun atau lebih seorang Buddha dari Tibet masuk ke tahap ini. Tidak ada tanda-tanda fisik yang dimulainya sebelum kematian (kecuali jika Anda dapat mendeteksinya, kemampuan ego yang dalam dan mutlak pada orang tersebut) dan sekali kematian fisik yang dicapai, dibutuhkan rata-rata 7 hari bagi tubuh untuk menyusut dan larut dalam cahaya dan kematian. 

Sebagian besar tubuh menyusut seperti ukuran tubuh anak kecil dan kemudian hanya rambut dan kuku yogi yang tersisa. Proses pelarutan menjadi cahaya yang sebenarnya terlihat di orang suci (biasanya cahaya oranye sekitar) dalam proses ini.

B) Tingkat yang lebih tinggi juga disebut tubuh Pelangi, tetapi untuk tujuan tertentu sebut saja Tubuh Cahaya Pelangi karena di tingkat ini semua tanda muncul saat yogi masih hidup. Proses melarutkan ke dalam cahaya mungkin berlangsung sangat cepat tetapi dalam banyak kasus dibutuhkan waktu berbulan-bulan hingga bertahun-tahun untuk menyelesaikannya, sambil tetap berfungsi penuh. 

Mungkin juga yogi yang berada di tengah proses ini memperlambatnya atau tidak dapat melanjutkan prosesnya dan mati sebelum selesainya tubuh Pelangi. 

Ini telah terjadi dengan sebagian besar siddhars terkenal. 

Jika proses ini dilanjutkan, tubuh akan mulai menyusut dan memancarkan cahaya nyata dari waktu ke waktu hingga mencapai ukuran bayi dan kemudian sebagai kilatan cahaya pelangi yang cerah akan menghilang ke dalam kekosongan selamanya.

C) Tingkat yang paling maju dan sangat langka adalah pencapaian Pencerahan atau tubuh Pelangi dari pemindahan agung (Jalus powa chenpo). 

Pada tingkat ini yogi tidak hanya melarutkan tubuh sepenuhnya menjadi cahaya tetapi tetap berfungsi dan terlihat sebagai cahaya.

Dalam terjemahan Rig Veda dan beberapa Upanishad dari bahasa Sansekerta ke bahasa Eropa, Max Müller (1823-1900) menggunakan kata bahasa Inggris "pencerahan" untuk menerjemahkan keduanya dalam bahasa Sansekerta mokṣa (मोक्ष), dan bodhi (बोधि). Moksh dalam definisi yang paling dasar adalah kebebasan dari kelahiran kembali. 

Sekarang saya menyukai kata pencerahan dalam konteks tubuh pelangi karena secara harfiah berarti terbebas dari kelahiran kembali dengan melebur ke dalam cahaya. Sekarang ini lebih dalam dari nirwana yang juga didefinisikan sebagai pembebasan dari kelahiran kembali tetapi tidak mengatakan apa-apa tentang tubuh saat ini.

21 gram:

Duncan "Om" MacDougall (c. 1866 - 15 Oktober 1920) adalah seorang dokter awal abad ke-20 di Haverhill, Massachusetts yang berusaha mengukur massa yang hilang oleh manusia ketika jiwa meninggalkan tubuh pada saat kematian. MacDougall mencoba mengukur perubahan massa enam pasien pada saat kematian. 

Subjek pertamanya, hasil yang menurut MacDougall paling akurat, kehilangan "tiga perempat ons", yang sejak itu dipopulerkan sebagai "21 gram". Tubuh pelangi melampaui nilai ini.

Apakah mayat itu benar-benar mati?

Peter Noble dari University of Washington telah melakukan beberapa penelitian yang sangat menarik pada tahun 2016 di bidang kehidupan pasca kematian di mana ia menemukan bahwa gen tertentu, khususnya 500 di antaranya bahkan lebih aktif dan hidup setelah kematian tubuh daripada sebelumnya, memuncak 4 hari setelah tubuh kematian. 

Jadi seolah-olah otak dan tubuh masih hidup meski kita menganggapnya sebagai akhir. Temuan lain yang sangat menarik adalah bahwa gen embrionik tertentu yang mengembangkan otak dan mata sekali lagi diaktifkan setelah kematian tubuh. 

Ditemukan bahwa sel terakhir yang mati adalah sel punca, mereka membutuhkan waktu hingga 17 hari setelah kematian tubuh untuk mati. 

Ini semua adalah penelitian yang sangat menarik ketika Anda melanjutkan membaca tentang fenomena yang disebut tubuh pelangi.

Kesadaran Spiritual


Gelar Yetziratic-nya adalah 'Kecerdasan Pengkudusan' (yang menyucikan dan menyucikan) dan tiga nama lain untuknya menandakan tiga aspek Binah adalah Mara, Lautan. 

Ibu Segala Kehidupan yang menjadi asal muasal semua kehidupan (dan yang merupakan akar dari Maria, Bunda segala makhluk hidup). Aimah, Ibu Subur/Terang dan Ama, Ibu Kegelapan dan Nenek Tua, semua aspek Dewi dari Persephone yang polos hingga Caillache yang menakutkan adalah milik Binah. Dia adalah rahim pola dasar tempat semua kehidupan muncul. Nama Tuhan Ibrani untuk Binah adalah Elohim yang merupakan awalan feminin yang diakhiri dengan kata ganti laki-laki – dengan kata lain – Dewa dan Dewi yg dilahirkannya. 

Binah adalah Ibu Supernal – Aspek Feminin Tuhan. Dia dibandingkan dengan Dewi lain seperti Shakti, Maya, Anima Mundi dan Madonna berkulit hitam. Keter, Kochma & Binah membentuk tiga serangkai yang seimbang: Diri yang terealisasi tanpa batas (Keter), Kehendak dan tujuan spiritual (Kochma) dan Cinta dan kesadaran spiritual (Binah).

Binah diasosiasikan dengan warna hitam. Dia tidak digambarkan sebagai wanita berkulit gelap, tetapi karakteristiknya menunjukkan hal itu. Binah adalah salah satu level dalam sistem Pohon Kehidupan. Setiap titik yang dicapai ditandai dengan warna dan aspek. Di dekat puncak pohon ini ada bola gelap yang disebut Binah. Ini adalah Jalan Ketiga. Dua jalur berikutnya disebut Kochma (Jalan Kedua) dan Keter (Jalan pertama). Binah terhubung dengan Ibu Supernal dan rahim.

Binah berwarna hitam karena Ia berkerudung, menyembunyikan kecemerlangan yang ada dibawahnya. Binah adalah guru yang disiplin, wujudnya Saturnus dan menuntut kesabaran serta konsistensi dari muridnya. Dia bisa menjawab semua pertanyaan, bahkan pertanyaan tersulit sekalipun. Binah bekerja lambat karena Dia berkuasa. Dibutuhkan banyak disiplin dan pemahaman untuk mengelola kekuatan penuh yang terdapat di jalur Binah. Karena keterhubungan khusus dengan Saturnus, banyak yang menganggap Binah itu maskulin padahal hakikatnya feminin. Bahkan dengan semua tuntutan Binah terhadap mereka yang berada dalam proses pengembangan jiwa Kabbalah, Binah adalah seorang ibu yang penyayang, mengasuh dan diberikan untuk membantu mereka yang dipengaruhi oleh-Nya untuk tumbuh dan menjadi dewasa dengan kuat.

Keutamaan Binah adalah Diam. 

Keheningan mengundang penerimaan. Jika kita diam, kita dapat mendengarkan dan belajar, tetapi jika kita berbicara, gerbang masuk ke pikiran tertutup. Perlawanan dan penerimaan Binahlah yang merupakan kekuatan utamanya dan apa yang Dia gunakan untuk menghancurkan musuh-musuhnya. Saat seseorang belajar dan mencapai suatu tingkat kebijaksanaan, kebijaksanaan tersebut harus dibagikan, bukan ditimbun.

Binah merupakan ciri dari pemikiran ilmiah dan rasional. Ciri-ciri lainnya antara lain kecerdasan rasional yang ditampilkan dan ditanamkan pada diri para filsuf, ilmuwan, dan penulis. (Matomah AleshaBuku Pertama Dewi Hitam , hal. 249). 

Di Binah Anda memahami bahwa pemahaman sejati berasal dari mengetahui apa yang harus Anda perjuangkan dan apa yang harus Anda lepaskan untuk bertumbuh. Di sinilah Anda mempelajari alasan perlunya pembatasan, bentuk, dan pembatasan yang berlaku dalam hidup Anda. Di sinilah Anda menyentuh dan memahami misteri kelahiran dan kematian sebagaimana adanya, transisi jiwa abadi ke alam, tujuan, dan keberadaan yang lebih tinggi. [ 1 ] [ 2 ]

BINAH – IBU BESAR Nama Tuhan –Malaikat Agung Elohim – Kebajikan Tzafkiel – Wakil Diam – Gelar Ketamakan – Ama, Aima, Mara, Kecerdasan Pengudusan Gambar Ajaib – Wanita Dewasa, Dewa Vagina – Saturnus, Kronos, Frigg, Kali, Cailleache, Planet Demeter – Batu Saturnus – Hewan Mutiara – Merpati, Jamu Gagak – Cemara, Wangi Poppy Lily – Pengalaman Mur – Kesedihan Hidup yang harus dilampaui Simbol – Vulva, Piala dan Kerudung


Pengetahuan Kesadaran

 

Kata Sadar adalah kata serapan berasal dari bahasa arab "sadar" arti secara harfiah adalah Dada. "Tidakkah mereka berjalan di bumi sehingga hati mereka dapat memahami atau telinga mereka dapat mendengar? Sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta adalah hati" yang berada dalam DADA. (Surat al hajj ayat 46). 

Hindu menyebut nya Brahman. Islam menyebut nya Rahman. Bagi Sufi nama ilahi Rahman adalah nama yg istimewa, karena kasih sayang nya meliputi baik dan buruk, islam, kafir, malaikat, iblis, binatang dan seluruh ciptaan. Sedangkan nama ilahi hanya meliputi kasih sayang kepada yang baik dan membalas siksa kepada yang tidak baik. Rahman bersemayam DIATAS arsy (Surat At Thaha ayat 5). Bagi Sufi menyebut Arsy itu adalah Otak, diatasnya Arsy disebut Mustawwa (wadah bersemayam RAHMAN) -Serat wirid hidayat jati)

Kundalini menyatakan tahta Brahman terletak diatas Otak pada chakra Mahkota.  Dan Hindu menyatakan percikan cahaya Brahman itu disebut ATMA.

Sufi menyebut cahaya illahi itu NUR (Cahaya). Nabi muhammad saw bersabda : Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah qolbu (Jantung) - HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599).

Qolbu secara bahasa artinya JANTUNG. Bagi Sufi, Nur didalam Qolbu adalah perantara menuju ilahi disebut Rasul (perantara).

Bagi Hindu, Atma sebagai pencerahan. Cerah karena terang bercahaya atma itu.

RAHMAN memberi petunjuk dan perintah kepada Rasul/perantara dan Rasul,Tabligh (menyampaikan) - Jujur (Siddiq) dan Amanah (dapat dipercaya) perintah dari RAHMAN kepada Umat (miliaran juta sel tubuh) dengan Cerdas (fatonah).

Apakah yg kamu jadikan perantara didalam Qolbu mu? Atma, Nur, atau Iblis? Maka pahamilah yang baik atau buruk bukan lah hati itu, melainkan pikiran dari otak kepala yang merasuk kedalam Hati (Jantung). 

Apakah pikiran itu merupakan percikan ilahi yg bersifat mutlak dari bRAHMAN atau RAHMAN?

"Tafakur (berfikir) adalah lentera hati. Jika lenyap, maka hati(qolbu/jantung) pun gelap" (Syekh Ibnu Athaillah-pengarang kitab al Hikam)

Pikiran, prana (energi), dan virya (esensi vital/air mani adalah tiga mata rantai yang menyatu. Ketiganya adalah pilar bangunan jiwa. Hancurkan satu pilar—pikiran, prana, atau virya—maka seluruh bangunan akan runtuh. - (Swami Sivananda Saraswati dari Rishikesh).

MANI, manikam mada dan madi Titis memitis jadi menjadi, Si anak adam belaksa kati, Hanya yg tahu allah hu robbi. (Syekh Abdul Somad Al Palembangi/datu sanggul)

"Om MANI padme hummmm" (OM intan diatas teratai suci) - Sang hyang buddha gautama

Mani dalam kamus bahasa indonesia disebut Intan, Manikam disebut Permata Berlian (intan yang telah terbentuk).

Kundalini adalah pembersihan Prana.

Brahmacharya adalah penyatuan esensi ilahi (mani)

Berpikir mulia adalah Cahaya ilahi.

Penyatuan ke 3 hal itu adalah Meditasi, Bertapa, khalwat meninggalkan syahwat sang nabi didalam gua Hiro sehingga turun ayat Qur'an pertama : Iqro (bacalah) dengan nama Tuhan mu yg telah menjadikan manusia dari segumpal darah (penyatuan mani didalam rahim) - manikam.

Virya (mani) adalah segala kekuatan. Virya adalah segala uang. Virya adalah Tuhan. Virya adalah Tuhan yang bergerak. Virya adalah kehendak yang dinamis. Virya adalah Atmabala. Virya adalah Vibhuti Tuhan.

Tuhan berfirman dalam Bhagavadgita,  Paurusham Nrishu . "Akulah benih(mani) atau kejantanan dalam diri manusia." Virya adalah hakikatnya kehidupan, pikiran, kecerdasan, dan kesadaran. 

Hakikat trisula - Trimurti, Tritunggal, Trinitas Tiga dharma

Hakikat Allah - Muhammad - Adam dalam ilmu Sufi. 

Mengenal 13 Chakra

Chakra 1: Chakra Bintang Bumi

Chakra 2: Chakra Akar 

Chakra 3: Chakra Sakral 

Chakra 4: Chakra Solar Plexus

Chakra 5 : Chakra Jantung

Chakra 6: Chakra Tenggorokan

Chakra 7: Chakra Mata Ketiga

Chakra 8: Chakra Mahkota

Chakra 9: Chakra Bintang Jiwa

Chakra 10: Chakra Bintang Roh

Chakra 11: Chakra Universal 

Chakra 12: Chakra Galaksi

Chakra 13: Chakra Gerbang Ilahi

Chakra Bintang Jiwa 

(Sutara dalam bahasa Sansekerta) adalah pusat energi ke-9 yang terletak 6-12 inci di atas chakra ke-8. 

Chakra ke-9 juga dikenal sebagai chakra Halo, karena mewakili lingkaran bercahaya cahaya ilahi di atas kepala Anda.

Chakra ini adalah saluran utama energi ilahi untuk melakukan perjalanan ke seluruh sistem chakra di bawah ini. 

Sebagai chakra transpersonal yang terletak di atas tubuh, chakra ke-8 mewakili bidang yang lebih tinggi dari tubuh eterik. 

Warna terkaitnya adalah hijau pakis.

Pusat energi ini juga dikaitkan dengan kehidupan lampau dan siklus karma. 

Ini memungkinkan Anda mengakses Akashic Records , perpustakaan data energik yang berisi detail perjalanan jiwa Anda. 

Chakra Bintang Roh 

(atau chakra roh) terletak di atas bintang jiwa dan terhubung ke tingkat hubungan yang mendalam dengan yang ilahi. 

Chakra dikaitkan dengan berkomunikasi dengan malaikat, makhluk cahaya, dan pemandu dan mewakili alam spiritual yang luas. 

Warna terkaitnya adalah pirus (biru-hijau).

Chakra Galaksi

terkait dengan perjalanan waktu dan membawa kekuatan gaib seperti teleportasi, manifestasi instan, dan bi-lokasi. Pusat energi ini mencakup kebijaksanaan kosmik total, dan ketika diaktifkan, dikatakan bahwa seseorang dapat melakukan perjalanan melampaui batas ruang dan waktu.

Warna terkaitnya adalah pink-oranye atau campuran ungu, emas, dan perak.

Tiga Chakra diatas Kepala

Chakra 1: Chakra Bintang Bumi

Chakra 2: Chakra Akar 

Chakra 3: Chakra Sakral 

Chakra 4: Chakra Solar Plexus

Chakra 5 : Chakra Jantung

Chakra 6: Chakra Tenggorokan

Chakra 7: Chakra Mata Ketiga

Chakra 8: Chakra Mahkota

Chakra 9: Chakra Bintang Jiwa

Chakra 10: Chakra Bintang Roh

Chakra 11: Chakra Universal 

Chakra 12: Chakra Galaksi

Chakra 13: Chakra Gerbang Ilahi


9. Chakra Bintang Jiwa  (Sutara dalam bahasa Sansekerta) adalah pusat energi ke-9 yang terletak 6-12 inci di atas chakra ke-8. Chakra ke-9 juga dikenal sebagai chakra Halo, karena mewakili lingkaran bercahaya cahaya ilahi di atas kepala Anda. Chakra ini adalah saluran utama energi ilahi untuk melakukan perjalanan ke seluruh sistem chakra di bawah ini. Sebagai chakra transpersonal yang terletak di atas tubuh, chakra ke-8 mewakili bidang yang lebih tinggi dari tubuh eterik. Warna terkaitnya adalah hijau pakis. Pusat energi ini juga dikaitkan dengan kehidupan lampau dan siklus karma. Ini memungkinkan Anda mengakses Akashic Records , perpustakaan data energik yang berisi detail perjalanan jiwa Anda. 

10. Chakra Bintang Ruh (atau chakra roh) terletak di atas bintang jiwa dan terhubung ke tingkat hubungan yang mendalam dengan yang ilahi. Chakra dikaitkan dengan berkomunikasi dengan malaikat, makhluk cahaya, dan pemandu dan mewakili alam spiritual yang luas. Warna terkaitnya adalah pirus (biru-hijau).

12. Chakra Galaksi terkait dengan perjalanan waktu dan membawa kekuatan gaib seperti teleportasi, manifestasi instan, dan bi-lokasi. Pusat energi ini mencakup kebijaksanaan kosmik total, dan ketika diaktifkan, dikatakan bahwa seseorang dapat melakukan perjalanan melampaui batas ruang dan waktu. Warna terkaitnya adalah pink-oranye atau campuran ungu, emas, dan perak.

Tiga Chakra Melampaui Mata Ketiga

 

Tiga Cakra di Atas Kepala Melampaui Mata Ketiga

Ia tidak pernah pergi. Aku selalu menyimpannya. Seperti permukaan putih halus yang menghadap ke atas. Dan setiap saat... Kau lihat, kita berbicara seperti mesin, tetapi tidak ada yang bergerak; setiap saat ia dapat mengarah ke ketinggian. Ia SELALU mengarah seperti itu, tetapi kita dapat menyadarinya seperti itu. Kemudian, jika kita mendengarkan, kita dapat mendengar apa yang datang dari atas. Kesadaran aktifku, yang ada di Dahi, telah menetap di atas, dan tidak pernah lagi bergerak dari sana.

Praktisi harus menarik kesadarannya ke atas dengan upaya bertahap, untuk melampaui jantung, melampaui pusat tenggorokan … untuk menariknya tepat di sini ( puncak kepala ), dan begitu sampai di sana, Anda sungguh luar biasa, Anda tahu! 

Tiba-tiba, saya mengerti bahwa ketika saya mengatakan itu ada di sana, di atas kepala, itu pasti tampak sangat mustahil baginya! Baginya, itu adalah ubun-ubun kepala (yang mereka sebut teratai berkelopak seribu), tepat di atas kepala, sedangkan menurut pengalaman saya, itu terbuka, naik dan Anda naik ke atas, lalu Anda menetap di sana … 

Selama beberapa tahun itu bahkan mengubah penglihatan [fisik] saya—seolah-olah saya melihat sesuatu dari atas. Itu kembali dari waktu ke waktu, juga, seolah-olah tiba-tiba saya melihat dari atas alih-alih dari sini, setinggi mata.

Namun kemampuan untuk membentuk pikiran kini ada di sana, di atas sana; tidak ada lagi di Mata Ketiga. Dan itu bertentangan dengan ajaran mereka.

Saya yakin para penganut Tantra mengenal tujuh Chakra. 

Aliran lain yang lebih lanjut berkata bahwa mereka mengetahui lebih banyak lagi, khususnya dua di bawah tubuh dan tiga di atas. 

Itu juga pengalaman saya—saya mengetahui dua belas chakra. 

Dan sungguh, kontak dengan Kesadaran Ilahi ada di sana, di atas kepala. 

Bukan di sini, bukan di Dahi, bukan di Mata Ketiga. Ini melampaui Mata Ketiga.

 Seseorang harus melonjak ke atas.

Chakra Navel Pusat Naluri


Bagaimana Chakra Pusar Anda dan Naluri Anda saling berhubungan?

Chakra pusar terletak di pusar. Ia memiliki delapan kelopak dan berisi prana dominan berwarna kuning, hijau, biru, merah dan ungu. Ini juga mengandung prana oranye kecil. 

Chakra Navel menghasilkan "chi emas sintetis", yang membantu sirkulasi prana di dalam meridian. Chi emas sintetis memfasilitasi menggambar prana oleh tubuh eterik . 

Kata "chi" secara longgar digunakan untuk berarti energi halus. Ini juga digunakan untuk berarti jenis "biosintesis chi" yang diproduksi oleh Chakra Navel dan sangat berbeda dari prana atau energi kehidupan. itu mempengaruhi kemampuan seseorang untuk menarik, mendistribusikan, dan mengasimilasi prana. Oleh karena itu, seseorang dengan chi biosintesis yang lebih rendah akan menghadapi kesulitan yang lebih besar dalam menarik prana udara dan akan cenderung merasa lebih lelah dan rendah dibandingkan dengan orang kebanyakan. 

Tubuh fisik kita mendapat nutrisi dari makan dan minum dan dalam prosesnya menghasilkan hormon melalui kelenjar endokrin. Makanan, air, dan jus sesuai dengan berbagai jenis energi prana , yang diserap oleh tubuh energi. Chi biosintetik yang diproduksi oleh Navel Chakra berwarna emas. 

Chakra Navel kami dapat mengkonkretkan energi spiritual menjadi "bola emas energi chi". Ini terlihat seperti matahari keemasan yang dikelilingi oleh cahaya warna pelangi. 

Golden chi diperlukan untuk evolusi tubuh fisik yang cepat. Pikiran yang baik, kata-kata yang baik, perasaan yang baik dan niat baik harus diwujudkan sebagai tindakan yang baik. Chakra Navel mengontrol dan mengatur chakra Dasar yang merupakan pusat tindakan. 

Chakra ini adalah pusat dari naluri untuk mengetahui. Misalnya, ketika seseorang berlatih seni bela diri, mereka tidak memikirkan langkah selanjutnya yang harus Anda lakukan. Mereka akan secara naluriah tahu apa yang harus dilakukan dan kapan melakukannya, ketika diserang oleh lawan. 

Beberapa kondisi akibat tidak berfungsinya Chakra Navel

Jika Chakra Pusar mulai tidak berfungsi, kita mungkin menghadapi kondisi fisik seperti sembelit, buang air besar, dan ketidakmampuan untuk mengasimilasi nutrisi makanan, radang usus buntu, penyakit usus, dan kesulitan melahirkan, vitalitas rendah dan penyakit lain yang berhubungan dengan usus. 

Jika chakra Navel kotor dan tidak berfungsi dengan baik, aliran energi ke atas dari Chakra Seks ke Chakra Navel dan chakra yang lebih tinggi lainnya mungkin terhambat. Ini dapat menyebabkan seseorang menjadi terlalu aktif secara seksual. Pada apendisitis akut, Chakra Pusar dan Chakra Solar Plexus terpengaruh. 

Pada tukak gastrointestinal, Chakra Pusar dipengaruhi sebagian. 

Poin Akupunktur Setara 

Dalam Pengobatan Tiongkok, ini berhubungan dengan titik akupunktur RN (CV) 8. 

Koresponden Tao dan Chakra Pusar India

Dalam yoga Tao, Chakra Pusar berhubungan dengan shen que, yang berarti lemari besi ilahi. Korespondensi Chakra Pusar dalam bahasa Tamil adalah Aama kaalam. 

Sumber: Chakra dan Fungsinya oleh Master Choa Kok Sui