Shalat Daim lanjutan


Kita telah mendengar, bahwa barangsiapa yang tidak mengenal ilmu zikir nafas maka sudah tentu orang tersebut tidak dapat menyelami alam hakikatاصلة الدائم Solahuddaim

Telah diterangkan jelas tentang sholat di mana pengertian sholat adalah berdiri menyaksikan diri sendiri yaitu penyaksian kita terhadap diri zhahir dan diri bathin kita yang menjadi rahasia Allah s.w.t. Di sini kita akan membicarakan pengertian dan cara-cara untuk mencapai martabat atau maqam Solahuddaim. Pengertian Solahuddaim adalah Sholat yang berkekalan tanpa putus-putus walaupun sesaat di dalam masa hidup seorang manusia yaitu penyaksian diri sendiri (diri bathin dan diri zahir) seperti firman Allah di dalam Al-Quran : 

-الَّذِينَ هُمْ عَلَى صَلَاتِهِمْ دَابِرُونَ  Surat Al-Maarij ayat 23 Artinya Yang mereka itu tetap mengerjakan sholat 

Jikalau di dalam sholat tugas kita adalah menemukan sepenuhnya perhatian dengan mata bathin kita 'melihat' diri bathin kita dan telinga bathin menemukan sepenuh perhatian kepada setiap bacaan oleh anggota zahir dan batin kita di sepanjang cara sholat kita tersebut, tanpa menolehkan perhatian kita ke arah lain. Maka Solahuddaim adalah penyaksian seseorang terhadap diri bathinnya sepanjang masa.

Sholat adalah merupakan satu latihan di peringkat awal untuk kita melatihkan diri kita supaya menyaksikan diri bathin kita yang menjadi rahsia Allah swt tetapi setelah berhasil membuat penyaksian diri diwaktu kita menunaikan sholat maka kita haruslah pula melatihkan diri kita supaya menyaksikan diri batin kita pada setiap saat di dalam masa hidup kita dalam masa 24 jam disepanjang hayat sebab itulah kita mengucap 2 Kalimah Syahadat

احمد ان لا اله الا اللهُ وَاشْهَدُ أَنَّ محمدا رَسُولُ اللهِ Maka berarti bahwa kita berikrar dengan diri kita sendiri untuk Penyaksian.

Untuk mempraktekkan penyaksian tersebut, maka kita haruslah mengasah Solahuddaim di dalam hidup kita sehari-hari seperti mana yang pernah dibuat dan dikerjakan oleh Rasulullah, Nabi-nabi, Aulia-aulia dan para wali Allah yang agung. Syarat untuk mendapat maqom Solahuddaim sebagai berikut :

1. Memahami dan berpegang teguh dengan hakikat Zikir nafas

2. Haruslah terlebih dahulu mendapat Nur kalbun/hati nurani.. 

3. Seseorang itu hendaklah mengetahui cara mengamalkan sholat Rasululah

4. Telah mengalami jalan proses pemecahan

5. Memahami dan berpegang dengan penyaksian (اشهود الحق) Untuk mengamalkan dan mendapatkan Maqom tersebut.

Caranya berlatihlah dan amalkanlah Zikir nafas itu sungguh-sungguh supaya mendapat pancaran Nur didalam jantung kita untuk makrifat diri kita dengan Allah Swt.

Sesungguhnya dengan zikir nafas darah hitam (istana iblis) di jantung akan kita hancurkan maka terpancarlah Nur kalbun dan setelah terpancar maka terpancarlah pula cahaya makrifat. Setelah itu diri batin kita membuat perhubungan dengan Diri-Tuhan semesta alam. Latihan untuk menyaksikan diri ini hendaklah dibuat di peringkat awal-awal melalui sholat.

Didalam masa proses penyaksian diri ini, seseorang akan mengalami suatu proses membebaskan diri batin kita dari jasad. Maka seseorang itu akan dapat melihat wajah ke satu wajah yang lain, sampailah ke wajah ke 9 yaitu martabat yang tertinggi didalam ilmu ghaib

Dengan mendapat pecahan wajah maka manusia itu akan dapatlah membuat suatu penyaksian yang sebenarnya pada setiap saat di masa hidupnya, sama halnya semasa beribadah ataupun di dalam keadaan biasa di dalam masa hidupnya. Pada peringkat ini dinamakan juga martabat  بنا بالله  yaitu suatu keadaan yang kekal pada setiap pendengaran, penglihatan, cita rasa dan sebagaimana dengan ditahap ini adalah seperti orang awam dan payah sekali untuk mengetahui derajat dirinya dengan Allah. Biasanya orang-orang yang mencapai maqom صلہ الدائم kembali ke Hadirat Allah  Taala dengan diri batin dan diri zahir tanpa berpisah di antara satu dengan lain. Mereka dapat memilih saat hendak wafat. Hal ini  pernah berlaku kepada wali-wali Allah yang agung apabila saat kematian mereka telah sampai. Maka Kematian dan ghaibnya mereka akan disambungkan oleh para rasul, nabi, aulia dan wali-wali Allah di atas kejayaan mereka.

Adapun langkah-langkah yang harus diambil oleh seseorang yang hendak mencapai ketahap صله الدائم maka seseorang itu hendaklah sering membuat penyaksian terhadap diri batinnya pada setiap masa di dalam hidupnya di mana mata batinnya senantiasa mengamati diri batinnya dan telinga batinnya senantiasa mendengar setiap perkataan yang dikeluarkan oleh mulutnya semasa perbuatan harian disamping itu setiap percakapan beliau itu haruslah pula diikuti oleh anggota lain seperti di dalam sholat. 

Latihan ini haruslah dibuat selalu tanpa dilengah-lengahkan walaupun sesaat صله الدائم Sesungguhnya barang siapa yang berhasil ke maqom ini mereka akan mulia di dunia dan akhirat, berkah di dunia dan akhirat dan di ridhoi di dunia dan akhirat. Tanpa mencapai ke peringkat ini, seseorang itu tidak mungkin berjaya sampai ke peringkat martabat yang tinggi di dalam ilmu ghaib. Oleh karena itu wahai anak cucuku, kejarlah Ilmu agar kamu mencapai tahap مله الدائم.

Sholat Daim (sepanjang waktu) Hakikat dan Makrifatnya adalah puncak kesadaran. 

Ketika sholat atau selesai melakukan sholat maktubah, "sholat"dalam arti mengingat Allah (Dzikrullah) tidak pernah berhenti didalam hati. Bahkan saat bekerja, berjalan atau beristirahat menjadikan seluruh hidup manusia sebagai bentuk pengabdian kepada Allah secara terus-menerus.















Suluk Sunan Bonang


Suluk adalah salah satu jenis karangan tasawuf yang dikenal dalam masyarakat Jawa dan Madura dan ditulis dalam bentuk puisi dengan metrum (tembang) tertentu seperti sinom, wirangrong, kinanti, smaradana, dandanggula dan lain-lain.

Seperti halnya puisi Sufi umumnya, yang diungkapkan ialah pengalaman atau gagasan ahli-ahli Tasawuf tentang perjalanan kerohanian (suluk) yang mesti ditempuh oleh mereka yang ingin mencapai  kebenaran tertinggi, Tuhan dan berkehendak menyatu dengan Rahasia Sang Wujud. 

Jalan itu ditempuh melalui berbagai tahapan rohani (maqam) dan dalam setiap tahapan seseorang akan mengalami keadaan rohani (ahwal) tertentu, sebelum akhirnya memeroleh Kasyaf (tersingkapnya cahaya penglihatan bathin) dan makrifat, yaitu mengenal Yang Tunggal secara mendalam tanpa syak lagi (haqq al-yaqin). Di antara keadaan rohani penting dalam tasawuf yang sering diungkapkan dalam puisi ialah wajd (ekstase mistis), dzawq (rasa mendalam), sukr (kegairahan mistis), fana’ (hapusnya kecenderungan terhadap diri jasmani), baqa’ (perasaan kekal di dalam Yang Abadi), dan faqr.

Sunan Bonang sebagai seorang penulis Muslim awal dalam sastra Jawa, menunjukkan sikap yang sangat berbeda dengan para penulis Muslim awal di Sumatera. Yang terakhir sudah sejak awal huruf Jawi, yaitu huruf Arab yang disesuaikan dengan system fonem Melayu. Sedangkan Sunan Bonang dan para penulis Muslim Jawa yang awal tetap menggunakan huruf Jawa yang telah mapan dan dikenal masyarakat terpelajar. Sunan Bonang juga menggunakan tamsil-tamsil yang tidak asing bagi masyarakat Jawa, misalnya wayang. Selain itu bentuk tembang Jawa Kuno, yaitu aswalalita juga masih digunakan. 

Dengan demikian kehadiran karyanya tidak dirasakan sebagai sesuatu yang asing bagi pembaca sastra Jawa, malahan dipandangnya sebagai suatu kesinambungan.

Inilah ceritera si Wujil. Berkata pada guru yang di abdinya. Ratu Wahdat. Ratu Wahdat nama gurunya. Bersujud ia ditelapak kaki Syekh Agung. Yang tinggal di desa Bonang. Ia minta maaf. Ingin tahu hakikat. Dan seluk beluk ajaran agama. Sampai rahsia terdalam. Sepuluh tahun lamanya. Sudah Wujil. Berguru kepada Sang Wali. Namun belum mendapat ajaran utama. Ia berasal dari Majapahit. Bekerja sebagai abdi raja. Sastra Arab telah ia pelajari. Ia menyembah di depan gurunya. Kemudian berkata. Seraya menghormat. Minta maaf. Dengan tulus saya mohon. Di telapak kaki tuan Guru. Mati hidup hamba serahkan. 

Sastra Arab telah tuan ajarkan. Dan saya telah menguasainya. Namun tetap saja saya bingung. Mengembara kesana-kemari. Tak berketentuan. Dulu hamba berlakon sebagai pelawak. Bosan sudah saya. Menjadi bahan tertawaan orang

Ya Syekh al-Mukaram!. Uraian kesatuan huruf. Dulu dan sekarang. Yang saya pelajari tidak berbeda. Tidak beranjak dari tatanan lahir. Tetap saja tentang bentuk luarnya. Saya meninggalkan Majapahit. Meninggalkan semua yang dicintai. Namun tak menemukan sesuatu apa. Sebagai penawar

Diam-diam saya pergi malam-malam. Mencari rahsia Yang Satu dan jalan sempurna. Semua pendeta dan ulama hamba temui. Agar terjumpa hakikat hidup. Akhir kuasa sejati. Ujung utara selatan. Tempat matahari dan bulan terbenam. Akhir mata tertutup dan hakikat maut. Akhir ada dan tiada.

Sang Arif berkata lembut. "Hai Wujil, kemarilah!”. Dipegangnya kucir rambut Wujil. Seraya dielus-elus. Tanda kasih sayangnya. “Wujil, dengar sekarang. Jika kau harus masuk neraka. Karena kata-kataku. Aku yang akan menggantikan tempatmu”

“Ingatlah Wujil, waspadalah!. Hidup di dunia ini. Jangan ceroboh dan gegabah. Sadarilah dirimu. Bukan yang Haqq. Dan Yang Haqq bukan dirimu. Orang yang mengenal dirinya. Akan mengenal Tuhan. Asal usul semua kejadian. Inilah jalan makrifat sejati”.

Persatuan manusia dengan Tuhan diumpamakan sebagai gema dengan suara. Manusia harus mengenal suksma (ruh) yang berada di dalam tubuhnya. Ruh di dalam tubuh seperti api yang tak kelihatan. Yang nampak hanyalah bara, sinar, nyala, panas dan asapnya. Ruh dihubungkan dengan wujud tersembunyi, yang pemunculan dan kelenyapannya tidak mudah diketahui. Kuncinya adalah bukan melebur tetapi menyatu. Roro ning atunggil, Dua tetapi satu. Untuk mengenal diri, kita harus menjadi pengamat diri. Ini artinya merasa terpisah dari diri. Disosiasi terhadap diri sendiri. Demikian juga utk mengenal Allah, kita harus menjadi hamba Allah dan khalifatullah. Atau menjadi bayanganNya. Dan bukan menjadi Allah. 

Puncak ilmu yang sempurna. Seperti api berkobar. Hanya bara dan nyalanya. Hanya kilatan cahaya. Hanya asapnya kelihatan. Ketahuilah wujud sebelum api menyala. 

Dan sesudah api padamu. Karena serba diliputi rahsia. Adakah kata-kata yang bisa menyebutkan?

Jangan tinggikan diri melampaui ukuran. Berlindunglah semata kepada-Nya. Ketahui, rumah sebenarnya jasad ialah ruh. Jangan bertanya. Jangan memuja nabi dan wali-wali. Jangan mengaku Tuhan. Jangan mengira tidak ada padahal ada. Sebaiknya diam. Jangan sampai digoncang. Oleh kebingungan.  

Pencapaian sempurna. Bagaikan orang yang sedang tidur. Dengan seorang perempuan, kala bercinta. Mereka karam dalam asyik, terlena. Hanyut dalam berah. iAnakku, terimalah. Dan pahami dengan baik. Ilmu ini memang sukar dicerna. 



Berdiam Diri didalam Dada



Salah satu kunci yang benar-benar tersembunyi (sampai sekarang!) Menuju kesuksesan adalah Solar Plexus. Anda ingin membuat perubahan yang benar dan abadi? Anda ingin mengakses dan memprogram ulang pikiran bawah sadar Anda?

Kami telah diajarkan bahwa untuk membuat perubahan yang positif dan langgeng, kita perlu mengakses pikiran bawah sadar kita, untuk memprogram ulang mereka agar berhasil. Kekuatan Anda tidak ada di otak Anda. Kekuatan Anda ada di solar plexus. Anda mengakses pusat energi itu melalui pikiran yang tenang dan damai Anda mengesankan pikiran bawah sadar Anda melalui ruang ini Fokus pada keadaan yang Anda inginkan Kirim getaran-getaran itu ke dalam solar plexus Anda. Meskipun pikiran berasal dari otak - antusiasme, kemauan, cinta, daya tahan ... ini semua adalah kemampuan Ruh, yang kita rasakan di wilayah ulu hati. Kekuatan Anda tidak ada di otak Anda, itu adalah pusat di mana banyak pikiran berkeliaran. Ketika Anda meyakini suatu pikiran untuk menjadi benar, itu dikirim ke Solar Plexus, Otak Perut - Will Power Pikiran yang sadar adalah menjadi tuan pusat matahari, dari mana mengalir kehidupan tubuh Anda dan kualitas tubuh Anda, termasuk otak, sangat menentukan kualitas lingkungan Anda. Anda bisa menjadi Tuan Anda sendiri, wasit dari nasib Anda sendiri 

JIKA ANDA DENGAN SADAR MEMBUKA DAN MENGGUNAKAN PLEXUS SOLAR ANDA.

Inilah sebabnya, sebelum melakukan tugas intelektual besar, sebelum bermeditasi atau berkonsentrasi, Anda harus mempersiapkan solar plexus Anda. Salah satu cara untuk melakukan ini adalah dengan memijatnya dengan gerakan memutar, berlawanan arah jarum jam. Gunakan imajinasi Anda untuk melihat daerah Hati / solar plexus Anda. Diamlah....Diamlah dan ketahuilah AKU bertemu Tuhan. 

Sadarilah bahwa Anda tidak bernapas. Nafas Tuhan bernapas melalui kita masing-masing. Kami tumbuh menjadi kesadaran yang meningkat dari "Saudara Batin" ini Dengan setiap nafas yang kita ambil. Beri makan Fyre, fokuskan padanya, mandikan dalam sinar dalamnya. Rasakan hangatnya kehangatan di Hati Anda. Rasakan itu dalam-dalam. Ini adalah Tabernakel dari Hati Anda 

The Holy of Holies

Di situlah Anda adalah imam besar Anda sendiri dan Anda bertemu dengan Tuhan Tatap muka. Tidak ada lagi keraguan. Hanya istirahat yang mendalam dalam Cahaya dan Kebenaran Tuhan yang abadi. Inilah Diri sejati Anda. Itu adalah Tuhan di dalam Engkau, Ini adalah AKU ITU AKU ( I am that I am ). Beristirahatlah di sini sebentar dalam Cahaya Terang. Rasakan keindahan Cinta yang mutlak mengalir Seperti Emas cair melalui setiap arteri Menciptakan kebahagiaan ilahi, yang kata-kata tidak ada untuk menggambarkan. Ketika Anda mencapai keadaan ini, Anda akan benar-benar memahami persis mengapa Solar Plexus disebut demikian.

Shalat Daim


Awal dikenalkannya Shalat Daim ini oleh Sunan Bonang ketika dia mendidik Raden Mas Sahid yang lebih dikenal dengan nama Sunan Kalijaga. Sunan Bonang menyuruh Raden Mas Sahid untuk duduk, diam, dan berusaha untuk mengalahkan hawa nafsunya sendiri. Menurut ajaran dari Sunan Bonang, shalat Daim itu hanya duduk, diam, hening, dan pasrah pada kehendak Allah.

Kitab Suluk Wujil sendiri merupakan kitab yang berisikan ajaran Sunan Bonang kepada seorang bajang, bekas budak raja Majapahit bernama si Wujil. Ajarannya tentang mistisisme (tasawuf). Dalam kitab Suluk Wujil memuat tembang yang bermacam-macam dengan jumlah 104 pupuh. 

Selain di dalam kitab Suluk Wujil, ajaran shalat daim juga terdapat di dalam kitab Salat Daim Mulat Salira karya Bratakesawa dan juga di dalam kitab Wirid Maklumat Jati karya R Ngabehi Ronggowarsito.

Lewat kitab Suluk Wujil, Sunan Bonang sudah menjelaskan perihal Shalat Daim yaitu: "Keutamaan diri ini adalah mengetahui hakikat shalat, sembah dan pujian. Shalat yang sesungguhnya bukanlah mengerjakan salat Isya atau Maghrib (shalat 5 waktu). Itu namanya sembahyang. Apabila disebut shalat, itu hanya hiasan dari shalat daim, hanya tata krama. 

Shalat sejati tidak hanya mengerjakan sembah raga atau tataran syariat mengerjakan shalat lima waktu. 

Shalat Sejati adalah Shalat Daim, yaitu bersatunya semua indra dan tubuh kita untuk selalu memuji-Nya dengan kalimat Penyaksian bahwa yang suci di dunia ini hanya Tuhan : Hu Allah, dia Allah. Hu saat menarik napas dan Allah saat mengeluarkan napas.

Lebih lanjut Sunan Bonang juga menjelaskan tentang cara melakukan Shalat Daim lewat kitab Suluk Wujil, yaitu "Berbakti yang utama tidak mengenal waktu. Semua tingkah lakunya itulah menyembah. Diam, bicara, dan semua gerakan tubuh merupakan kegiatan menyembah. Wudhu, buang air besar, dan kencing pun kegiatan menyembah. Itulah Niat Sejati. Pujian yang tidak pernah berakhir."


Tanda Hasil Laku Semedi

1. Laku semedi yang setiap kali melihat satu bintang berkerlip atau bercahaya, sebentar-sebentar hilang, sebentar-sebentar datang untuk menggoda badanmu, tandanya kamu belum betul dari semedimu.

2. Laku semedi yang setiap kali bisa melihat sebagian api merah atau bintang merah ini juga ada yang kurang baik dalam jasadmu, tandanya ada yang kotor dalam cipta-mu. Sebab hal itu berasal dari hawa nafsu kekotoranmu sendiri.

3. Laku semedi yang setiap kali kelihatan asap bergulung-gulung, bertimbun-timbun, itu pertanda ciptamu tidak bagus. Sebab itu berasal dari hawa kejahatanmu sendiri.

4. Laku semedi yang satu tempo badan jasad ini bisa bergerak-gerak seperti ada lindu/gempa. Tandanya cipta-mu payah dan mengandung keinginan yang susah diturutinya dan uap darah sendiri yang menimbulkan barang paksaan.

5. Laku semedi waktu tafakur di dalam hati penglihatan dan perasaan kita bisa berlipat hingga tiga (3) sampai lima (5) besarnya orang, ini tandanya kamu punya dasar yang kurang bagus. Itu berasal dari keinginan yang sudah terlalu melekat di dalam cipta dan susah dibuang. Walau dalam hal ini, kamu bisa melihat berwarna-warni bintang (biru, hijau, merah, putih). Ini berasal dari godaan dirimu sendiri.

6. Laku semedi yang bisa melihat potret dirinya sendiri, laksana melihat rupa di dalam kaca, ini yang paling bagus. 

Hati, usus, jantung, paru-paru, limpa ini bisa kelihatan wujud di depan mata dan bergerak-gerak, itu perkakas sama bernafas, dan sebentar-sebentar kelihatan rupanya sendiri seperti di waktu terang bulan, ini yang dibilang semedi betul.

Dia Melihatmu


Sembahlah Aku seolah kau MelihatKu 

Sa'd al-din Mahmud Shabistari (1288 - 1340 ce) adalah salah satu penulis Sufisme Persia yang paling terkenal. Karena bakatnya untuk mengekspresikan visi mistis Sufi dengan kejelasan luar biasa, Gulshan-i Raz (Secret Rose Garden) dengan cepat menjadi salah satu karya puisi Persia Sufi yang paling populer.

Pergi menyapu ruang hatimu. Jadikan siap untuk menjadi tempat tinggal sang Kekasih. Ketika Anda berangkat, Dia akan memasukinya. Di dalam Anda, hampa dari diri Anda sendiri, Dia akan menampilkan keindahan-Nya. Mahmud Shabistari - 'Taman Mawar Misteri' Mereka yang tidak bisa berduka, atau untuk berbicara tentang cinta mereka, atau bersyukur, itu adalah siapa yang tidak bisa mengingat Tuhan sebagai sumber segalanya, mungkin digambarkan sebagai angin kosong, atau landasan dingin, atau kelompok orang tua yang ketakutan. 

Ucapkan Nama. Basahi lidah Anda dengan pujian, dan menjadi sumber musim semi, bangun. Biarkan mulutmu diberikan benang emas kuningnya seperti mawar liar. Saat Anda mengisi dengan kebijaksanaan, dan hatimu dengan cinta, tidak ada lagi rasa haus. Hanya ada kesabaran tanpa pamrih menunggu diambang pintu, sebuah keheningan yang tidak mendengarkan saran dari orang yang lewat di jalan. Sanai - "Persian Poems" 

Seseorang yang menjauhkan diri dari penderitaan bukan seorang kekasih. Saya memilih cintamu di atas segalanya. Adapun kekayaan jika itu datang, atau pergi, jadilah itu. Kekayaan dan cinta menghuni dunia yang terpisah. Tapi selama kamu tinggal di sini di dalam diriku, Saya tidak bisa mengatakan bahwa saya menderita. Dan jika, teman, Anda menanyakan jalannya. Saya akan memberi tahu mu dengan jelas, begini : memalingkan wajah Anda ke arah dunia kehidupan, dan memunggungi pangkat dan reputasi dan menolak kemakmuran lahiriah, membengkokkan punggung Anda dua kali lipat dalam pelayanan-Nya, untuk berpisah dengan orang-orang yang berurusan dengan kata-kata, dan mengambil tempat Anda di hadapan orang-orang tanpa kata. Dia melihatmu

Jika Anda tahu nilai Anda sendiri, apa yang perlu Anda pedulikan tentang penerimaan atau penolakan orang lain?Sembahlah Dia seolah-olah engkau bisa melihatNya dengan mata fisikmu, meskipun kamu tidak melihatNya, Dia melihatmu.

Komunikasi Dengan Tuhan




Di dalam tubuh kita, bio-listrik  maksimum ada di mata kita. Mata kanan secara alami lebih kuat dari mata kiri. Jadi mata kanan berfungsi sebagai kutub kuat atau kutub positif dan mata kiri berfungsi sebagai kutub negatif lemah.  “Ketiga mata” terletak di bagian tengah otak yaitu kelenjar pineal yang diaktifkan, yang terhubung dengan dua mata di persimpangan kedua saraf optik yaitu chiasma optik

Struktur ini persis seperti rangkaian listrik yang memiliki bohlam. Ketika sakelar dalam posisi "ON" - muatan positif dan negatif terhubung dan sirkuit selesai, sehingga aliran listrik mulai mengalir melalui sirkuit dan bohlam menyala.

Demikian pula saat arus biolistrik mata positif kanan [dilambangkan sebagai “Matahari”] dan mata negatif kiri [dilambangkan sebagai “Bulan”] dihubungkan dengan menekan bola mata dari kedua sisi secara perlahan - dengan jari-jari kita, sambil memfokuskan pandangan ke dalam di titik tengah dahi kita yaitu "Pusat alis" - rangkaian listrik bio kita selesai dan kelenjar pineal menyala, seperti bola lampu. 

Ini adalah proses aktivasi dari "Mata Ketiga" yang dilambangkan sebagai "Api" yaitu Yoga Agni yang membakar semua ketidakmurnian sifat manusia biasa dan kesan karma buruk masa lalu dan dengan demikian membebaskan dari semua negativitas yang merupakan kendala utama dalam mengalami keilahian. 

Bagian dalam "Bintang Ilahi" terlihat dengan "Cincin Emas" di sekelilingnya.  

Bintang memancarkan "Cahaya Putih" yang merupakan asal mula utama dari semua ciptaan. 

Otak disegarkan dengan peredaran yang luar biasa ini, dan kualitas yang sangat baik dari Hormon diproduksi di kelenjar pituitari yaitu "The Master Gland". 

Otak dan tubuh mulai direnovasi dan diremajakan. 

Bintang adalah sumber tertinggi dari semua kekuatan kehidupan, cahaya kecerdasan super, semua kekuatan, semua pengetahuan dan kebijaksanaan yang langsung datang dari Tuhan. 

Jadi para Yogi mencoba untuk mengarahkan pandangan batin mereka pada bintang dewa ini untuk waktu yang maksimal. Pada saat ini seseorang harus berdoa kepada Tuhan untuk belas kasihan dan bantuan-Nya dan juga untuk kebaikan semua, tetapi jangan pernah membiarkan pikiran negatif atau buruk muncul dalam pikiran kita karena pikiran yang terkonsentrasi memiliki kekuatan untuk terwujud apakah itu mungkin baik atau buruk, jadi pikiran buruk apapun adalah tindakan berdosa. Jika pikiran buruk datang,segera mohon maaf kepada Tuhan untuk itu dan minta Dia untuk menyingkirkan semua pikiran negatif dari pikiran kita. 

Kelenjar pineal yang bercahaya membantu kita untuk menghubungkan kita dengan frekuensi ilahi dari “Kesadaran Allah” yaitu Suara Kosmis dari “OM”, yang berisi semua kekuatan supernatural. Ini juga dikenal sebagai “Anahata Nada” [Ini adalah suara yang kita kenal, sering didengar oleh kita semua di tempat-tempat sunyi sebagai SUMMMMM terus menerus yang dalam…]

Meditasi atas suara ini dengan menutup telinga kita dengan ibu jari, dengan mata tertutup dengan keempat ibu jari kita juga merupakan salah satu jenis KRIYA

Ini memungkinkan kita untuk memiliki komunikasi langsung dengan Diri Tertinggi yaitu "Param Atman" - TUHAN DIRINYA. Untuk mendapatkan bimbingan ahli-Nya, yang tanpa bahasa apa pun tetapi melalui tanda-tanda yang terlihat di sekeliling, kita harus berdoa kepada-Nya dan meminta bantuan-Nya. Kita harus mengembangkan kapasitas untuk menafsirkan tanda-tanda yang ditunjukkan oleh Tuhan.

Metode komunikasi lain dengan Tuhan adalah melalui buku. 

Kami dapat mengajukan pertanyaan kami ke buku apa pun dan jawaban Tuhan melalui buku itu. Untuk itu, Anda harus memejamkan mata, menekan buku di dahi, berkonsentrasi di dalam dan mengajukan pertanyaan Anda secara mental dengan kata-kata yang sangat jelas kepada Tuhan dan meminta bimbingan-Nya. 

Buka saja kitab suci mana saja [yang sering Anda baca] dengan meletakkan jari telunjuk tangan kanan secara acak di halaman mana pun dan di baris mana pun di halaman itu [di mana ujung jari Anda merasakan getaran] dan jawabannya akan muncul saat Anda akan membukanya matamu untuk melihat, pada tulisan apa jarimu !! Itu akan menjadi jawaban yang tepat untuk pertanyaan Anda dari Tuhan yang maha tahu. 

Jangan lupa bersyukur atas apa yang Tuhan berikan kepada kita.