Iman Dan Keyakinan


Pikiran Universal itu sempurna, ia tidak mengenal kekurangan. Untuk mencapai pasokan yang tidak pernah gagal itu, Anda harus menciptakan kesadaran akan kelimpahan, bahkan Anda tidak akan tahu dari mana uang Anda berikutnya, ketika Anda menolak untuk khawatir, dan melakukan bagian Anda dan mengandalkan Tuhan untuk melakukan bagian-Nya, Anda akan menemukan bahwa kekuatan misterius akan datang membantu Anda, dan keinginan konstruktif Anda akan terwujud.

Jadi... ....Bagaimana Menjadi Sukses.  "Semua jawaban sudah ada di dalam dirimu," katanya. “Ada kecerdasan batin dalam diri Anda, yang merupakan kejeniusan tertinggi dan tertinggi, yang mencerminkan kebijaksanaan alam semesta. Dan itu bukan pikiranmu sebenarnya, itu adalah semangatmu. Itu adalah sumber pikiran. Oleh karena itu, apa pun yang membantu Anda menenangkan pikiran dan merenung dalam keheningan, Anda akan melihat bahwa Anda memiliki semua jawaban. Jawabannya mungkin datang kepada Anda dalam bentuk wawasan, intuisi, imajinasi, kebetulan — apa yang disebut tradisi spiritual sebagai Anugerah Tuhan.”

Kekayaan adalah kesadaran akan kelimpahan. Dan kemiskinan adalah kesadaran akan kekurangan. Kekayaan dan kemiskinan keduanya adalah kondisi pikiran. Anda kaya, atau miskin, seperti yang Anda yakini.

Musuh terbesar dari Materialisasi adalah ketakutan...Sebuah Usaha sepantasnya harus disertai dengan Kegembiraan dan Antusiasisme...Iman adalah Keyakinan yang tak tergoyahkan.....bukan Mengeluh, rasa khawatir atau bahkan ketakutan...Keyakinan itu sederhana. Ia seperti pertanyaan apakah matahari akan terbit esok hari... Lihatlah Rasa itu... Jika Anda punya IMAN sebesar Biji Sawipun, Anda bisa berkata pada gunung untuk pindah.... maka gunung itu akan pindah.... ...itulah Seni Materialisasi

Maka jangan kau minta jalan yang ringan, mintalah hati yang tidak mudah patah meski dihantam berkali-kali. karena dunia tidak akan berhenti menggoyahkanmu, dan jika imanmu lemah, engkau akan runtuh sebelum melangkah jauh.. Ketahuilah orang yang paling kuat bukan orang yang tidak Pernah jatuh, tetapi yang memilih bangkit meski hatinya lelah untuk percaya. Dan pada akhirnya yang bertahan bukan yang paling keras suaranya melainkan yang paling dalam Keimanan dan Keyakinannya.