Uang

Uang bukanlah segala-galanya, tapi segalanya memerlukan uang. Uang tidak dibawa mati, tetapi dijauhi uang bisa mati sebelum waktunya mati. Kata orang sunda :"HARTA TATALANG RAGA" (Harta bisa menjadi margalantaran penyelamat bagi raga). 

Hati-hati PIKIRAN dan PERASAAN terhadap UANG. Jika pikiran dan perasaan Kita terhadap uang negatif, maka UANG tidak merindukan Kita. Uang bersabda :"Siapapun manusia yang suka MEMPERMASALAHKAN AKU, maka AKU tidak merindukannya".

Mereka yang yang suka mempermasalahkan uang, marah karena ketiadaan uang, iri hati kepada yang punya uang, tidak bahagia melihat orang lain yang punya uang, protes karena masalah uang, selalu berhitung tentang uang, pelit sekali soal uang, berantem soal uang, berpikir terbatas karena uang, tidak akan pernah berkelimpahan uang, karena PIKIRAN dan PERASAANNYA SANGAT NEGATIF kepada uang. Inilah manusia yang selalu DIJAUHI UANG, karena TIDAK ADA KEKUATAN POSITIF dalam pikiran dan perasaannya kepada uang.

Mereka yang tidak pernah mempermasahkan uang, selalu positif pikiran dan perasaannya kepada uang walaupun sedang tidak punya uang, merasa bahagia melihat orang lain yang banyak uang, sama sekali tidak pernah protes soal uang, tidak perhitungan dan selalu murah hati soal uang, tidak pelit masalah uang, selalu berpikir tanpa batas soal uang, tidak pernah berkelahi karena uang akan selalu BERKELIMPAHAN UANG, karena PIKIRAN dan PERASAANNYA SANGAT POSITIF kepada uang.

Kemiskinan berasal dari PERASAAN MISKIN. Jika perasaan selalu dijejali KETIADAAN KEKUATAN POSITIF alias dijejali HAL-HAL negatif, maka PERASAAN Kita sedang menjadi MAGNET untuk menarik KETIADAAN UANG, akibatnya selalu mengalami KESULITAN uang, karena uang tidak merindukannya. 

Uang itu adalah ENERGI. Kalau uang itu energi, berarti uang itu adalah FREKUENSI dan VIBRASI. Mereka yang pikiran dan perasaannya positif terhadap uang, berarti memiliki frekuensi tinggi terhadap uang, dan uang pun merindukannya. Sebaliknya mereka yang memiliki perasaan negatif tentang uang, berarti memiliki frekuensi negatif kepada uang, dan secara otomatis uang MENJAUH dari mereka itu.

Rahayu Sagung Dumadi

Salam Rindu 

Kebiasaan yang membuat Uang Menjauh

1. Mental gratisan

Di dunia energi, tidak ada yang benar-benar 'gratis'. Jika Anda tak bayar dengan uang, Anda bayar dengan waktu yang terbuang sia-sia. Pola Berulang

2. Uang adalah akar Kejahatan

Di bawah sadar, Anda takut menjadi Kaya karena takut menjadi orang jahat. Konflik Batin.

3. Mengeluh saat membayar

Uang tidak akan mau kembali kepada mereka yang melepasnya dengan air mata dan keluhan. Pola Penolakan. 

4. Hobi simpan barang rusak

Kebiasaan ini adalah sinyal bahwa Anda tidak percaya besok akan akan ada yang baru dan lebih baik untukmu. Mentalitas Kurang

5. Takut mengeluarkan uang

Tangan yang tertutup rapat tidak akan pernah bisa menerima sesuatu yang baru. Mencekik Aliran.

6. Tidak mampu menerima

Banyak orang jago memberi, tapi merasa bersalah saat menerima. Padahal, pintu keluar dan dan pintu masuk adalah satu lubang yang sama. Bloking Rezeki

7. Benci orang kaya

Anda tidak akan pernah bisa menjadi sosok yang Anda benci. Setiap kali Anda mengutuk kesuksesan orang lain, Anda sedang mengunci pintu kemakmuran mu sendiri. Racun Hati. 

8. Tidak punya value

Uang adalah energi nilai tukar. Bagaimana uang bisa datang kalau Anda tidak memiliki keahlian atau solusi yang bisa ditawarkan? Anda tidak sedang "berjuang untuk uang, Anda sedang "berjuang" karena Anda tidak memiliki keahlian yang dicari dunia. Hukum Pertukaran.

Perbaiki hatimu 

Perbaiki pikiranmu

Perbaiki ucapanmu

Pulihkan hubunganmu dengan uang







Ritual Untuk Kekayaan


Apakah Anda ingin menjadi kaya minggu depan? Bankir investasi yang berubah menjadi paranormal mengklaim 'ritual' yang tidak biasa ini akan menghasilkan uang bagi Anda

Seorang bankir investasi yang sukses mengungkapkan bagaimana dia meninggalkan pekerjaan hariannya yang menguntungkan sambil menghitung angka-angka untuk kembali ke akar 'penyihir'-nya, dan mengaku membantu klien menjadi kaya dengan melakukan 'ritual' ketika ada bulan baru. 

Danya Gamliel , 34, menemukan instruksi untuk upacara menghasilkan uang yang tersembunyi di halaman buku mantra neneknya saat putus asa mencari sesuatu yang akan membantunya mendapatkan pekerjaan impiannya.

Ritual yang tidak biasa ini dilakukan dengan memasukkan biji tiga buah delima ke dalam mangkuk, menyalakan lilin putih dan hijau untuk 'perlindungan dan kelimpahan' dan mengulangi nyanyian dengan suara keras.

'Biasanya orang-orang akan merasakan rejeki nomplok dalam satu atau dua hari setelah upacara, beberapa orang mengirim pesan kepada saya untuk mengatakan bahwa mereka mendapat tawaran pekerjaan baru atau sejumlah besar uang masuk ke rekening mereka.'

Proses ritual: Dilakukan pada bulan baru

1 - Ambil biji dari tiga buah delima dan masukkan ke dalam mangkuk. Kelilingi mereka dengan garam dan lilin putih untuk perlindungan.

 2 - Ucapkan kalimat berikut ini tiga kali:

'Saya (nama) memiliki kelimpahan, kekayaan dan kesuksesan finansial - ini datang dengan mudah bagi saya, kebebasan finansial, kemandirian dan pemberdayaan ada dalam diri saya dan ini selaras dengan semua keinginan dan hasrat lain dalam hidup saya. 

Lindungi saya dan pastikan bahwa saya memiliki cinta, kesehatan, dan kebahagiaan yang selaras dengan kelimpahan finansial dan ambisi finansial saya. 

Lindungi aku dan milikku dengan cinta dan cahaya'. (ini dapat diubah jika Anda melakukan nyanyian untuk orang lain).

3 - Ambil biji buah delima dan taburkan di taman yang subur di antara pepohonan dan tanaman.

4 - Pada hari yang sama saat Anda menebarkan benih, kembalilah untuk menutup ritual dengan mengulangi nyanyian di atas lagi untuk setiap peserta. 

Upacara ini dilengkapi dengan lilin teh hijau dan putih. 

Hijau melambangkan kekayaan dan uang, sedangkan putih melambangkan harmoni dan perlindungan.

5 - Ritual ini bekerja dengan cepat dan hari yang paling menguntungkan adalah dalam waktu seminggu setelah selesai. 

Mengapa buah delima? Mereka adalah buah kuno yang mewakili kelimpahan di banyak budaya dan sering dimakan oleh orang-orang kaya.

Mantra sesudah Meditasi Kemakmuran

Untuk meningkatkan kebahagiaan dan kemakmuran, Anda dapat melafalkan meditasi yang kuat tentang kemakmuran ini oleh Guru Choa Kok Sui setiap hari. Yang terbaik adalah melafalkannya setelah Anda bermeditasi, karena energi Anda akan bersih dan mengalir. Anda juga dapat membuat salinannya agar berfungsi. Jangan ragu untuk mengatakannya kapan pun Anda ingin menegaskan kelimpahan dan kebahagiaan Anda yang terus tumbuh.

Penegasan ini ditulis dengan sangat hati-hati untuk mengingatkan kita agar memberi kepada orang lain (persepuluhan kepada orang-orang yang membantu dan organisasi amal), sadar akan pengeluaran (menjalani kehidupan yang moderat dan berbuat baik), memberkati orang lain dengan kelimpahan, dan akhirnya untuk menegaskan bahwa kemakmuran kita membuat kita bahagia dan sehat. 

Semoga Anda melimpah!

Meditasi Kemakmuran

Adalah dalam memberi yang kita terima.

Seperti yang kita tabur berlimpah, Kami menuai banyak. Ini adalah Hukum Ilahi.

Saat saya memberi dan berbagi dengan murah hati dan berlimpah, hidup saya diberkati dengan keuangan yang luar biasa

dan kesejahteraan materi. Uang mengalir kepada saya dengan mudah, terus-menerus dan sangat berlimpah.

Apa pun yang saya investasikan kembali kepada saya banyak, berkali-kali. Hidupku diberkati begitu banyak kelimpahan,

Kemakmuran begitu banyak, begitu banyak kesuksesan. Saya diberkati dengan kemakmuran yang luar biasa. Dan saya menjalani kehidupan yang tidak berlebihan, Disiplin dan spiritualitas.

Saya sehat dan sangat bahagia. Saya menikmati setiap saat dalam hidup saya.

Semoga setiap orang, setiap orang diberkati kesehatan yang baik, kebahagiaan, kemakmuran dan kerohanian.

Dengan terima kasih dan dengan keyakinan penuh. Jadilah itu.

Aku adalah Engkau dan Engkau adalah Aku

Tuhan bukanlah sebuah sosok yang terbatas, bukan pula entitas personal yang duduk jauh di angkasa menunggu untuk menghakimi. Tuhan adalah prinsip universal, energi tak terbatas, dan kesadaran murni yang melingkupi segala sesuatu. Di dalam bentangan alam semesta yang luas ini, terdapat miliaran "Aku", miliaran jiwa yang hidup dan merasakan. Dan setiap jiwa itu memandang Wujud Tertinggi melalui kaca mata pengalamannya masing-masing.

Maka, tak heran jika tafsir tentang Tuhan begitu beragam. Namun, perlu dipahami dengan jernih: Tidak ada yang mutlak benar, dan tidak ada yang mutlak salah. Yang sesungguhnya ada hanyalah dampak dan konsekuensi dari tafsir tersebut terhadap realitas kehidupan yang dijalaninya.

Kata kuncinya sederhana namun dahsyat: "Tuhan Itu Ada Sesuai Dengan Prasangka dan Keyakinanmu."

Setiap persepsi tentang Tuhan dibentuk oleh prasangka batin, pola pikir, dan pengalaman hidup masing-masing individu. Dan yang menakjubkan, semua perspektif ini saling bersinergi, membentuk sebuah mozaik realitas yang kompleks namun sempurna dalam kerangka kesadaran kolektif semesta.

Ini sejalan dengan hukum alam yang dikenal sebagai Law of Attraction: Semesta adalah cermin raksasa yang akan selalu memantulkan dan menghadirkan apa pun yang menjadi fokus pikiran, perasaan, anggapan, dan kepercayaan yang paling dalam di dalam diri manusia.

- Jika seseorang meyakini bahwa Tuhan itu tidak ada, maka semesta dengan bijaknya akan menyusun realitas sedemikian rupa sehingga ia menemukan "bukti" bahwa ia berdiri di atas kaki sendiri, bahwa kekuatan terbesarnya terletak pada kemandirian dan potensi diri semata. Baginya, realitas itu nyata.

Jika seseorang memahami Tuhan sebagai sosok yang penuh amarah, murka, suka menghukum, dan senang menguji dengan penderitaan, maka semesta pun akan menghadirkan pengalaman hidup yang penuh tekanan, ketakutan, dan rasa bersalah. Ia akan hidup dalam bayang-bayang hukuman dan ancaman, karena itulah realitas yang ia ciptakan melalui keyakinannya.

Namun, jika seseorang menyadari bahwa Tuhan adalah Cinta Kasih yang tak bersyarat, sumber kebaikan dan kelimpahan yang tak terbatas, maka semesta akan membuka pintunya lebar-lebar. Ia akan dikelilingi oleh kedamaian, kemudahan, dan kasih sayang, karena ia telah menyelaraskan getarannya dengan frekuensi cinta itu sendiri.

Jadi, perdebatan tentang benar dan salah hanyalah permainan ego dan doktrin belaka. Inti persoalannya bukan pada seberapa "benar" kepercayaanmu menurut kitab atau mazhab, melainkan pada dampak apa yang ditimbulkannya dalam kualitas hidupmu. Apakah keyakinan itu membebaskanmu atau memenjarakanmu? Apakah itu membuatmu bahagia atau hidup dalam ketakutan?

Segala sesuatu di dunia ini didefinisikan oleh makna yang kita berikan padanya. Definisi menciptakan realitas.

Oleh karena itu, Tuhan pada hakikatnya adalah manifestasi dari kepercayaan manusia itu sendiri. Tuhan adalah proyeksi dari isi hati kita.

Dan ini berlaku bukan hanya tentang Tuhan, melainkan tentang segala hal dalam kehidupan :

- Kualitas hidupmu ditentukan oleh bagaimana kamu mendefinisikan kehidupan itu sendiri.

- Kualitas cintamu ditentukan oleh makna yang kamu sematkan pada kata "cinta".

- Definisi melahirkan keyakinan, keyakinan membentuk perasaan, dan perasaan akan memerintahkan semesta untuk menghadirkan bukti nyata sesuai dengan apa yang kamu yakini.

Sungguh sederhana hukumnya, namun begitu dalam maknanya. Kita adalah arsitek dari realitas kita sendiri, dan Tuhan adalah kanvas tak terbatas yang siap melukis apa pun yang kita percaya.

Terwujud semua makhluk hidup berbahagia, terbebas dari penderitaan akibat doktrin yang membelenggu, dan sadar akan kekuatan suci yang ada di dalam diri sendiri.

Rahayu, Namaste, Salam Cinta, Cahaya dan Kebebasan 





Hukum Semesta dan Tuhan

Hukum yang paling hakiki adalah hukum Tuhan. Hanya dalam banyak kalangan Praktisi Spiritualitas memakai istilah hukum semesta. Memakai istilah Hukum Semesta itu bukan karena menyamakan Semesta adalah Tuhan. Tetap mengarah ke Allah hanya beda bahasa saja

Ada yang mengibaratkan Semesta itu Kerajaan…Tuhan itu Raja-nya…Dan hukum semesta adalah hukum kerajaan dengan segala aturannya

Ada juga Guru Spritual meng-analogikan semesta adalah perusahaan berikut aturan nya dan S.o.p nya. Sedangkan Tuhan adalah pimpinan perusahaan.

Pola dan Hukum Semesta sebagai berikut :

1. Hukum Sebab-Akibat (Cause & Effect) 

Setiap tindakan punya konsekuensi. Jika Anda konsisten berusaha peluang hasil baik meningkat. Ini dekat dengan konsep ilmiah tentang sebab-akibat.

2. Hukum Kebiasaan (Habit/Repetition) 

Apa yang sering Anda lakukan akan membentuk dirimu. Otak manusia memang bekerja dengan pola, ini dijelaskan dalam Psikologi.

3. Hukum Persepsi (Perception) 

Dunia terasa sesuai cara Anda melihatnya. Dua orang bisa mengalami hal sama, tapi maknanya beda.

4. Hukum Tarik-Menarik (Law of Attraction) 

Versi populer bilang : Pikiran menarik realita. Versi realistis : Pikiran mempengaruhi tindakan. Tindakan mempengaruhi hasil. Jadi bukan "magis", tapi efek mindset + perilaku.

5. Hukum Energi/Getaran 

Sering disalahartikan. Dalam Fisika, energi itu nyata. Tapi dalam konteks hidup : ini lebih ke emosi & sikap yang mempengaruhi interaksi sosial.

6. Hukum Keseimbangan (Balance) 

Hidup selalu mencari titik seimbang : kerja-istirahat, emosi-logika. Kalau berat sebelah, biasanya muncul masalah.

7. Hukum Pertumbuhan (Growth) 

Perubahan butuh proses. Tidak ada hasil instant tanpa fase berkembang.

8. Hukum Tanggung Jawab (Responsibility) 

Apa pun kondisi Anda sekarang, sebagian adalah hasil keputusan masa lalu. Bukan untuk menyalahkan diri, tapi untuk sadar,  Anda masih bisa mengubah arah.

9. Hukum Ketidakkekalan (Impermanence) 

Segala sesuatu berubah. Senang itu tidak  selamanya, susah itu juga tidak selamanya.

10. Hukum Fokus (Focus) 

Energi dan perhatian Anda menentukan arah hidupmu. Fokus ke hal negatif hidup terasa berat. Fokus ke solusi hidup lebih terarah.



Cara Menerapkan Hukum Semesta


1. Buat Tujuan yang Jelas

Mulailah dengan merumuskan tujuan yang spesifik dan jelas dalam berbagai aspek kehidupan kamu, seperti karier, kesehatan, hubungan, atau keuangan. Pastikan tujuan tersebut terukur, realistis, dan sesuai dengan nilai-nilai pribadi.

                 2. Visualisasikan Ide

Setelah membuat tujuan, coba untuk memvisualisasikannya melalui suatu gambar, seperti menggambarnya di papan dan meletakkannya di tempat yang mudah terlihat. Kamu juga bisa memasang wallpaper berisi quote di handphone atau laptop untuk membantu kamu selalu semangat.

                 3. Bayangkan Kamu Sudah Mencapai Tujuan

Bayangkan dengan jelas dan detail saat kamu telah mencapai tujuan tersebut. Rasakan emosi positif yang muncul dengan pencapaian tujuan tersebut, seperti kegembiraan, kepuasan, atau rasa syukur. Lakukan ini secara rutin dalam meditasi atau sesi visualisasi.

                4. Jaga Pikiran Positif

Sadari dan kendalikan pikiran. Hindari pola pikir negatif, seperti keraguan, kekhawatiran, atau ketakutan, dan gantilah dengan pikiran positif dan penuh keyakinan. Fokus pada apa yang ingin kamu capai, bukan pada apa yang ingin kamu hindari.

               5. Gunakan Afirmasi Positif

Katakan kalimat-kalimat afirmasi yang mendukung tujuan kamu dan ulangilah secara teratur. Misalnya, “Aku layak untuk sukses”, “Aku sehat dan semangat setiap hari”, atau “Aku pasti akan mendapatkan peluang besar dalam hidup ini”. Afirmasi ini membantu memperkuat keyakinan positif dalam diri kamu.

                6. Jangan Lupa Bersyukur

Luangkan waktu setiap hari untuk menghargai apa yang sudah kamu miliki. Rasa syukur akan membantu memperkuat energi positif dan membuka pintu bagi lebih banyak hal positif dalam hidup.

                 7. Lakukan Tindakan Nyata

Law of attraction tidak hanya mengenai berpikir positif, tetapi juga tentang mengambil tindakan yang sesuai. Susun langkah-langkah yang perlu kamu ambil untuk mencapai tujuan, dan lakukanlah secara konsisten. Bertindak merupakan bagian penting dalam mewujudkan tujuan Anda.

             8. Tetap Terbuka Terhadap Peluang

Selalu terbuka terhadap peluang dan pertanda yang muncul di sekitar kamu. Terkadang, alam semesta memberikan jalan yang tak terduga untuk mencapai tujuan kita. Kamu harus peka terhadap kesempatan yang mungkin datang dan ambillah langkah untuk mengikutinya