Memandang Keindahan



Pernahkah engkau memandangi pohon tanpa satu pun kata suka atau tidak suka, tanpa satu gambar pun? Lalu apa yang terjadi? Untuk pertama kalinya, engkau melihat pohon itu sebagaimana adanya dan engkau melihat keindahannya, warnanya, kedalamannya dan vitalitasnya.

Cinta itu anonim. Aku mencintai istri dan anak-anak aku, serta keturunan aku, tetapi kualitas cinta itu tidak diketahui. Seperti matahari terbenam, Cinta bukanlah milikmu atau milikku. 

Di tepi Sungai di Jogja aku duduk dan menangis. Ada legenda bahwa segala sesuatu yang jatuh ke perairan sungai seperti daun, serangga, dan bulu burung akan berubah menjadi bebatuan yang membentuk dasar sungai. Andai saja aku bisa merobek hatiku dan melemparkannya ke arus, maka rasa sakit dan rinduku akan berakhir, dan akhirnya aku bisa melupakannya.

Di tepi Sungai itu aku duduk dan menangis. Udara musim dingin mendinginkan air mata di pipiku, dan air mataku jatuh ke air dingin yang mengalir melewatiku. Di suatu tempat, sungai itu bergabung dengan sungai lainnya hingga jauh dari pandangan dan hati aku, semuanya menyatu dengan lautan.

Orang memberikan bunga sebagai hadiah karena bunga mengandung arti cinta yang sebenarnya. Siapa pun yang mencoba memiliki sekuntum bunga harus menyaksikan keindahannya menjadi layu dan memudar. Namun jika engkau hanya melihat sekuntum bunga di ladang, engkau akan menyimpannya selamanya. Meskipun keindahan itu bukan pada tempatnya, namun keindahan takkan pernah sia-sia dimanapun ia ditanam. 

Itulah yang diajarkan hutan kepadaku, Bahwa engkau tidak akan pernah menjadi milikku, dan itulah sebabnya aku tidak akan pernah kehilanganmu. Semoga air mataku mengalir sejauh-jauhnya, mengalir seperti arus sungai, agar cintaku itu tidak pernah mengetahui bahwa setiap saat aku menangis untuknya. "Aku Mencintai Mu Dengan Cinta Yang Orang Lain Tidak Tahu Kecuali Hanya Pencipta Nya" --  (Ki Ageng Sukowati)

Anak

Anakmu bukanlah milikmu, Mereka adalah putra-putri sang Hidup, yang rindu akan dirinya sendiri. Mereka lahir lewat engkau, tetapi bukan dari engkau, mereka ada padamu, tetapi bukanlah milikmu.

Berikanlah mereka kasih sayangmu, namun jangan paksakan pemikiranmu, sebab pada mereka ada alam pemikiran tersendiri. Patut kau berikan rumah bagi raganya, namun bukan kurungan bagi jiwanya, sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan, yang tiada dapat kau kunjungi, sekalipun dalam mimpimu.

Engkau boleh berusaha menyerupai mereka, namun jangan membuat mereka menyerupaimu, sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur, ataupun tenggelam ke masa lampau.

Engkaulah busur asal anakmu, anak panah hidup, melesat pergi. Sang Pemanah membidik sasaran keabadian, Dia merentangkanmu dengan kuasaNya, hingga anak panah itu melesat jauh dan cepat.

Bersukacitalah dalam rentangan tangan Sang Pemanah, sebab Dia mengasihi anak-anak panah yang melesat laksana kilat, sebagaimana dikasihi Nya pula busur yang tepat.

* Allah slalu memberkahi seturunan-turunanmu

Hubungan dengan Orang Tua


Rasa cinta kepada orangtua itu tidak bisa bermanifestasi dalam hati dan pikiran saja, kita perlu menunjukkan rasa cinta ke dalam bentuk amalan fisik seperti ucapan dan perbuatan.

Kadang kita tidak terbiasa menunjukkan rasa cinta kepada orang tua, begitu pun sebaliknya. Dalam beberapa kondisi, hal tersebut akan menjadi hubungan antara anak dan orang tua menjadi dingin dan berjarak.

Mengapa kita tidak menjalin hubungan ke orang tua sekarang saja? Mengapa kita harus gengsi? Mengapa harus sungkan untuk bilang bahwa kita ingin menyayangi dan disayangi oleh orang tua kita? 

Ingatlah, Ucapan dan Perbuatan adalah menunjukkan rasa cinta ke orang tua kita itu tidak akan berarti ketika mereka sudah tiada. Apabila orang tua sudah tiada baru muncul perasaan menyesal dalam diri. 

Bagaimana cara menjalin hubungan baik dengan orang tua? 

1. Belajar Minta Maaf, setiap Orang tua pasti pernah melakukan kesalahan.

2. Menghabiskan Waktu Bersama. Waktu adalah salah satu aspek yang paling berharga dalam memperkuat hubungan. 

3. Jadwalkan Waktu Khusus bertemu 

4. Berbicara dengan Empati. Hindari perdebatan yang tidak perlu

5. Bersikap jujur dan terbuka 









Jalan Yang Kita Tempuh Dahulu



Aku mencintaimu dalam bentuk yang tak terhitung banyaknya, tak terhitung banyaknya dalam kehidupan setelah kehidupan, dalam usia demi usia, selamanya. Hatiku yang terpesona telah membuat dan membuat ulang kalung lagu, yang kau ambil sebagai hadiah, kenakan di lehermu dalam berbagai bentuk, dalam kehidupan setelah kehidupan, dari zaman ke zaman, selamanya. Setiap kali aku mendengar kisah cinta yang lama, itu adalah rasa sakit pada usia tua,

Ini kisah kuno tentang berpisah atau bersama. Saat aku menatap terus dan terus ke masa lalu, pada akhirnya kamu muncul, dibalut cahaya bintang kutub, menembus kegelapan waktu. Engkau menjadi gambaran dari apa yang dikenang selamanya.

Kau dan aku telah mengapung di sini di arus yang mengalir dari mata air. Di jantung waktu, cinta satu sama lain. Kita telah bermain bersama jutaan kekasih, berbagi dalam manisnya pertemuan yang pemalu, air mata perpisahan yang menyedihkan, cinta lama tetapi dalam bentuk yang memperbarui dan memperbarui selamanya. 

Hari ini aku menaruh di hatimu, aku telah menemukan akhirnya di dalam dirimu. Cinta semua orang di masa lalu dan selamanya. Sukacita universal, kesedihan universal, kehidupan universal. Kenangan semua cinta menyatu dengan cinta kita yang satu ini dan lagu-lagu setiap penyair masa lalu dan selamanya. Cahaya pagi telah membanjiri mataku - ini adalah pesanmu untuk hatiku. Wajahmu membungkuk dari atas, matamu menatap mataku, dan hatiku telah menyentuh kakimu. Sungai, yang bernyanyi dengan semua gelombang dan arusnya dan berdarah dengan sukarela dan gembira. 

Jika kau harus membuat pilihan, semoga kau membuatnya sekarang. Lalu aku tetap akan menunggunya atau melupakannya. Akhirnya suatu ketika kau bertanya padaku mengenai mana yang lebih penting, hidupku atau milikmu? Aku mengatakan milikku dan kau pun pergi tanpa mengetahui bahwa sesungguhnya engkau adalah hidupku.

Berapa Tahun Lagi Waktu Tersisa?


Di jalan yang kita tempuh dahulu masih tersebar bekas perkataanku, sehingga aku mendapat jalan lagi ke dalam jantung hatimu, tempat sinar masih bercahaya, sinar yang kita nyalakan bersama-sama, pada malam pertemuan dahulu kala.Tempat kita bersua jalan jiwa kita berdua menempuh zaman bersama-sama, dari abad ke abad, antara impian yang gilang-gemilang yang tidak terbilang. Kita bersua, engkau dan aku dan dalam perkataanku terjalin dalam perkataanmu dan jiwaku dalam jiwamu. “Berapa tahun lagi yang tersisa?" dia bertanya padaku.

Engkau memiliki puluhan tahun pembelajaran dan bepergian serta cinta yang dijahit disudut matamu dan anak-anak. Engkau pulang ke rumah untuk menemukan sejarah mereka sendiri di wajahmu. Saat engkau bisa membuat teh di sore yang tenang dan sangat sepi dan masih ada nyanyian di hatimu.

Kita selamanya muda. Bermimpilah dengan nyaring, karena kita tidak peduli. Waktu bisa menunggu, karena saat aku bersamamu, aku merasa seperti bintang-bintang menghujani kita. Kita hanya punya satu kesempatan, tapi saat kau di sini, itu selamanya. 

Aku merasa seperti aku selamanya muda, bersamamu....

Bahagia Itu Pilihan


Tidak ada yang sempurna dalam hidup ini. Pahami itu dulu sampai nanti pun hidup selalu berkompromi dengan yang namanya IDEAL.

Hidup itu nikmati saja mengalir bersama angin. Bersyukur untuk kehidupan yang indah. Letakkan semua bebanmu kepada Allah dan pergilah nikmati Hidupmu dengan bahagia. Pahamilah. Bahagia itu di Dalam bukan di luar, juga bukan karena sebab atau faktor apapun dari luar dirimu. Seandainya kamu masih mengandalkan bahagiamu dari faktor - faktor luar dirimu, dijamin hidupmu tidak akan pernah bahagia. Bahagia adanya di dalam dirimu maka ia mutlak sepenuhnya domain didalam pikiranmu sendiri, wilayah kekuasaanmu sepenuhnya. Maka PILIHLAH BAHAGIA maka engkau akan bahagia .... Walau apapun yang terjadi.

Kepada Keluargaku

Keluargaku ..

Di saat kita memakai jam tangan seharga Rp 500.000,- atau Rp 50.000.000,-, kedua jam itu menunjukkan waktu yang sama. Esensi dari jam sebagai penunjuk waktu tak akan berubah dengan berbagai ragam merk jam. 

Sama juga, ketika kita mengayuh sepeda seharga 100 jt ataupun 1jt...tetap mengeluarkan keringat yang sama.

Ketika kita membawa tas atau dompet seharga Rp 500.000,- atau Rp 5.000.000,-, keduanya sama-sama dapat membantumu membawa sebagian barang/uang.

Waktu kita tinggal di rumah seluas 60 m2 atau 6.000 m2, kesepian yang kita alami tetaplah sama.

Ketika kita terbang dengan first class atau ekonomi class, maka saat pesawat terbang jatuh maka kita pun ikut jatuh.

Keluargaku ..

Kebahagiaan sejati bukan datang dari harta duniawi. Jadi ketika kita memiliki pasangan, anak, saudara, teman dekat, teman baru dan lama... Lalu kita ngobrol, bercanda, tertawa, bernyanyi, bercerita tentang berbagai hal, berbagi suka dan duka -- itulah kebahagiaan sesungguhnya.

Hal penting yang patut di renungkan dalam hidup :

Jangan mendidik anak mu untuk terobsesi menjadi kaya. Didiklah mereka menjadi bahagia. Sehingga saat mereka tumbuh dewasa mereka menilai segala sesuatu bukan dari harganya.

Kata-kata bagus di Inggris : "Jadikan makananmu sebagai obat. Jika tidak, kamu akan makan obat-obatan sebagai makanan". Seseorang yang mencintaimu tidak akan pernah meninggalkanmu walaupun ada seribu alasan untuk menyerah, dia akan menemukan satu alasan untuk bertahan.

Banyak sekali perbedaan antara "manusia & menjadi manusia" Hanya yang bijak yang mengerti tentang itu.

Hidup itu antara "B" birth (lahir) dan "D" death (mati), diantara nya adalah ada "C" choice (pilihan) hidup yang kita jalani, keberhasilannya ditentukan oleh setiap pilihan kita. ~ Bob Sadino