Kemudian seorang wanita berkata, Bicaralah kepada kami tentang Suka dan duka. Dan dia menjawab, Sukacitamu adalah kesedihanmu yang terbongkar. Dan sumur yang sama dari mana tawa Anda muncul seringkali diisi dengan air mata Anda. Dan bagaimana lagi? Semakin dalam kesedihan mengukir diri Anda, semakin banyak sukacita yang bisa Anda tampung. Bukankah cawan yang menampung anggur mu sama dengan cawan yang dibakar dalam oven pembuat tembikar? Dan bukankah kecapi yang menenangkan jiwamu, kayu yang dilubangi dengan pisau?
Ketika Anda gembira, lihat jauh ke dalam hati Anda dan Anda akan menemukan bahwa hanya apa yang telah memberi Anda kesedihan yang memberi Anda sukacita.
Kebahagiaan adalah pokok anggur yang berakar dan tumbuh di dalam hati, tidak pernah di luarnya.
Mengapa kita berdiri gemetar di sini, berseru memohon pertolongan Tuhan, dan tidak pada diri kita sendiri, yang di dalam diri Tuhan bersemayam?
